Dampak Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pesisir Pantai Kabupaten Raja Ampat

Oleh Farhan Adyatama

182,9 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Dampak Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pesisir Pantai Kabupaten Raja Ampat

DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PESISIR PANTAI KABUPATEN RAJA AMPAT Farhan Adyatama D121191082 ABSTRAK Kabupaten Raja Ampat merupakan kabupaten yang berada di bagian barat pulau induk Papua, memiliki luas wilayah 67.379.6 km2 dengan wilayah laut sebesar 87 % dari total luas wilayah. Kabupaten Raja Ampat yang terdiri atas gugusan pulau berjumlah 610 pulau dengan empat pulau besar yaitu Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta dan Pulau Waigeo. Ibukota kabupaten Raja Ampat yaitu kota Waisai terletak di distrik Waisai, Pulau Waigeo. Pulau yang berpenghuni terdiri dari 35 pulau dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 sebanyak 46.613 jiwa. Pengembangan industri pariwisata di suatu wilayah tidak bisa berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah sebagai regulator, dan pihak swasta sebagai investor. Peran serta kedua pihak tersebut diperlukan dalam rangka menciptakan suatu kondisi yang ideal untuk mensukseskan tujuan perekonomian pariwisata. Salah satu landasan pembangunan pariwisata diamankan oleh konstitusi Negara adalah mengembangkan pariwisata harus berbasis pada pemberdayaan masyarakat, kesenian, dan pesona alam lokal dengan memperhatikan kelestarian seni dan budaya tradisional serta pelestarian lingkungan hidup setempat.Sudah selayaknya pengembangan pariwisata dimanfaatkan untuk mendukung terciptanya tujuan perekonomian tersebut. Pariwisata adalah sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait dibidang tersebut. Pembangunan sektor kepariwisataan diharapkan akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperbaiki kesejahteraan hidup masyarakat. Artikel ini mengangkat judul “Dampak pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi di pesisir pantai Kabupaten Raja Ampat”, yang didasarkan dari hasil mengkaji berbagai literature sebagai sumber rujukan dan mengobservasi sebagai hasil penelitian. Kemudian, data yang diperoleh disajikan dalam pemaparan deskriptif. Tujuan artikel ini yaitu untuk mengetahui dampak pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi di pesisir pantai di Kabupaten Raja Ampat. Oleh karena itu, perlunya peran serta pihak yang berkepentingan khususnya pemerintah dalam pengelolaan tempat pariwisata agar pertumbuhan ekonomi warga lokal di pesisir pantai di Kabupaten Raja Ampat semakin membaik. Kata Kunci: Kabupaten Raja Ampat, Pertumbuhan ekonomi, dan Parawisata I. LATAR BELAKANG Kepulauan ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak tahun 2003 yang mencakup 12 Kecamatan dan 88 desa. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau dengan Empat diantaranya pulau besar, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dari 610 pulau tersebut, hanya 35 pulau saja yang berpenghuni. Dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, hanya 6.000 km2 berupa daratan, sedangkan 40.000 km2 sisanya adalah lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini. Kepulauan ini berada di bagian paling barat pulau induk Papua, Indonesia, membentang di area seluas kurang lebih 4,6 juta hektar. Raja Ampat memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.104 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang. Tidak hanya jenis-jenis ikan, Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah. Potensi menarik lain adalah pengembangan usaha ekowisata dan wilayah ini telah pula diusulkan sebagai Lokasi Warisan Dunia (World Herritage Site) oleh Pemerintah Indonesia. Melihat posisinya di kawasan segitiga terumbu karang, yang tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, maka laut di Kepulauan Raja Ampat diindikasikan sebagai kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya di dunia. Kumpulan terumbu karang yang luas dan kaya ini membuktikkan bahwa terumbu karang di kepulauan ini mampu bertahan terhadap ancaman-ancaman seperti pemutihan karang dan penyakit, dua jenis ancaman yang kini sangat membahayakan kelangsungan hidup terumbu karang di seluruh dunia. Kuatnya arus samudra di Raja Ampat memegang peran penting dalam menyebarkan larva karang dan ikan melewati samudra Hindia dan Pasifik ke ekosistem karang lainnya. Kemampuan tersebut didukung oleh keragaman dan tingkat ketahanannya menjadikan kawasan ini prioritas utama untuk dilindungi. Kepulauan Raja Ampat adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Kawasan Bentang Laut Kepala Burung, yang didalamnya termasuk teluk Cendrawasih, Taman Laut Nasional terbesar di Indonesia. Berdasarkan hasil mengkaji berbagai literature dan mengamati berbagai fenomena yang terjadi, maka adapun rumusan permasalahannya yang dapat disajikan sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh kunjungan wisatawan asing terhadap ekonomi? 2. Apakah dengan adanya wisatawan asing ekonomi di masyarakat semakin membaik? II. PEMBAHASAN II.1 Pengaruh kunjungan wisatawan asing terhadap ekonomi Papua merupakan daerah tujuan wisata yang sudah mulai dikenal dunia. Sejak saat itu banyak wisatawan asing datang ke Papua untuk dapat menyaksikan dan menikmati kebudayaan, keindahan alam dan keramahtamahan penduduk Papua. Papua dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Bukan hanya Pemerintah Papua yang banyak berharap dari sektor jasa ini untuk menggerakkan roda pembangunan, tetapi sebagian besar masyarakatnya juga bertumpu di sektor tersebut. Tujuan pariwisata di Indonesia adalah untuk meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan pekerjaan, dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri-industri lainnya. Serta memperkenalkan dan memperdayakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga meningkatkan persaudaraan atau persahabatan nasional dan internasional. Salah satu sektor yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah sektor pariwisata. Banyak negara menggarap sektor tersebut dengan serius dan menjadikannya sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pariwisata dijadikan sebagai sumber perolehan devisa, penciptaan dan perluasan lapangan kerja serta pengentasan kemiskinan.World Tourism Organization atau WTO (2002) meramalkan bahwa sektor pariwisata akan menjadi industri terbesar di dunia. WTO juga meramalkan bahwa tahun 2010, jumlah wisata di dunia mencapai 1,018 milyar orang danakan menghasilkan perolehan devisa sebesar US$3,4 triliun, serta memberkan lapangan pekerjaan kepada 204 juta orang di dunia. Investasi pariwisata dunia diperkirakan mencapai 10,7 persen dari total permodalan dunia. 3 Secara kumulatif tahun 2013 jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 8,80 juta, meningkat dibanding dari 2012. Penerimaan devisa pada tahun 2013 diperkirakan mencapai US$ 10,1 milyar atau naik 10,99 % dibanding penerimaan devisa tahun 2012 sebesar US$ 9,1 milyar. Pada tahun 2014, target dari kunjungan wisatawan mancanegara adalah 9,3 juta. Target pemerintah tahun 2014 tercapai bahkan melebihi target dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2014mencapai 9,44 juta, naik 7,19 % dibanding kunjungan selama tahun 2013.4 Tahun Jumlah Kunjungan Wisman langsung ke Papua 2013 5.463 2014 10.786 2015 191.993 Sumber: Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. Beberapa objek wisata yang sudah dikelolah dengan baik, objek wisata tersebut mendapatkan pengelolaan dari Negara melalui pemerintah daerah. Pemerintah daerah menunjuk dinas-dinas yang bekerja khusus dalam bidang kepariwisataan. Gambar 1.1 Provinsi Papua Barat Sumber: Dinas Pariwisata Papua Barat Papua Barat adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Ibukotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat sangat rentan terhadap faktor eksternal. Pada tahun 2014, laju pertumbuhan ekonomi Papua Barat tumbuh melambat sebesar 5,38 persen dibandingkan tahun 2013. Demikian juga pada tahun 2015 yang mengalami perlambatan ekonomi sebesar 4,10 persen. Kondisi perekonomian Papua Barat yang lesu terutama dipicu dari situasi perekonomian Indonesia selama tahun 2014-2015. Upaya yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yaitu membangkitkan pariwisata Indonesia Timur. dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia Timur, serta membangkitkan peran serta masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan alam dan budaya Papua. Festival ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah Raja Ampat yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan tidak hanya keindahan bawah laut Raja Ampat, tapi juga keindahan alamnya yang masih alami, seni dan kebudayaannya yang menawan, dan tempat-tempat ajaib yang masih tersimpan dan tidak berpenghuni di pedalaman provinsi Raja Ampat. Pelaksanaan Festival Raja Ampat pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009, Di festival ini, Anda bisa menikmati setiap tari-tarian yang berasal dari ujung timur Indonesia. Mulai dari Tari Lalayon, Tari Lenso, Tari Woor, Tari Yospan, Tari Gemutu, Tari Akar Bore, Tari Perang, Tari Angin Mamiri, serta pertunjukan Suling Tambur. Selain itu, penduduk lokal juga memperjualbelikan cinderamata khas distrik mereka, contohnya kerajinan tangan yang terbuat dari kerang. Kerang yang melimpah ruah di pantai Raja Ampat diubah menjadi aksesoris, seperti kalung dan pajangan. Jangan lupa juga mencicipi hidangan khas Papua yang banyak dijual di festival ini, yaitu makananmakanan yang berbahan dasar sagu, seperti papeda dan baha-baha. Para turis juga diperbolehkan untuk terlibat dalam festival ini dengan ikut serta di kompetisi-kompetisi yang ada, seperti lomba foto bawah laut, lomba perahu dayung, dan lomba olahraga pantai. II.2 Adanya wisatawan asing ekonomi di masyarakat semakin membaik Masalah ekonomi yang dihadapi Papua Barat adalah sangat rentan terhadap faktor eksternal. Pada tahun 2014, laju pertumbuhan ekonomi Papua Barat tumbuh melambat sebesar 5,38 persen dibandingkan tahun 2013. Demikian juga pada tahun 2015 yang mengalami perlambatan ekonomi sebesar 4,10 persen. Kondisi perekonomian Papua Barat yang lesu terutama dipicu dari situasi perekonomian Indonesia selama tahun 20142015. Faktor biaya adalah penyebab utama yang membuat kedatangan wisatawan domestik ke tempat wisata Raja Ampat Papua masih tergolong sedikit. Kondisi infrastruktur di Papua yang belum memadai serta besarnya biaya transportasi ke/dari Papua membuat sebuah tempat menarik di Papua ini belum ramai dikunjungi wisatawan Indonesia. Belum lagi tentang biaya akomodasi dan logistik yang harus dikeluarkan selama menikmati wisata di Raja Ampat tersebut. Berbeda dengan turis asing yang memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi daripada warga Indonesia, kondisi keuangan yang lebih baik tersebut memungkinkan mereka untuk menikmati diving sebagai salah satu objek wisata Raja Ampat yang paling populer. Tingkat kedatangan turis mancanegara lebih banyak ketimbang wisatawan domestik. Pariwisata merupakan fenomena multidisiplin dan multisektoral yang sangat kompleks tidak saja berupa fenomena ekonomi, tetapi juga fenomena geografi, politik, sosial dan budaya. Dalam upaya pengembangan di bidang pariwisata, perlu diingat bahwa kegiatan pariwisata merupakan satu rangkaianrangkaian kegiatan yang saling mengkait, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam satu kegiatan kepariwisataan. Salah satu yang harus diperhatikan dalam pengembangan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan budaya adalah sistem status kepemelikan adat dan hakhak akses atas sumber daya alam dari sudut pandang masyarakat.12 Resistensi muncul tidak hanya dari golongan muda untuk tujuan modernisasi, akan tetapi juga diperburuk oleh ketidakpedulian yang berasal dari luar Raja Ampat untuk mengeksploitasi sumberdaya tanpa ijin atau kompensasi dengan keterlibatan oknum-oknum pihak berwenang untuk itu pemerintah daerah bersama stakeholder perlu memahami dan menyepakati penyelenggaraan pembangunan pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai aspek mencakup antara lain: 1) Kebijakan Strategi pengembangan pariwisata adalah merupakan sebuah kebijakan dari suatu pemerintah dalam pengembangan kebijakan nasional, semangat kebijakan nasional adalah salah satu upaya dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan, salah satu contohnya dapat terlihat dalam tiga produk hukum yaitu sebagai berikut: UU. No.5/1992, UU No. 9/1990, GBHN 1999 dan PROPENAS (UU No. 25/2000). 2. Pendekatan Meningkatnya kesejateraan masyarakat di berbagai Negara baik dari segi materi, pendidikan dan pengalaman, menjadikan orang dalam melakukan perjalanan tidak mengutamakan lagi pada berapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk membiayai perjalanan tersebut. Namun lebih kepada nilai-nilai atau manfaat yang diperoleh dalam perjalanan dimaksud. Secara konseptual, ekowisata dapat didefinisikan sebagai “konsep pengembangan pariwisata berbasis pada lingkungan alam yang alami secara berkelanjutan, yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. 3. Model Pengembangan Dari kondisi lingkungan dengan keunikan dan kelangkaannya, kawasan Raja Ampat dapat dikategorikan sebagai suatu kawasan yang sensitif/rentan. Oleh karena itu pengembangan dan pembangunan seperti apa yang tepat disatu sisi membawa dampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat secara berkelanjutan, dan disisi lain dapat melindungi lingkungan alam dan budaya dari dampak negatif pembangunan? Jawabannya adalah strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui konsep ekowisata dan wisata budaya (eco culture tourism). Upaya yang dilakukan Kementrian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata Raja Ampat dalam pengembangan dan promosi pariwisata Raja Ampat adalah promosi pariwisata baik dalam negeri maupun luar negeri, perbaikan aksesbilitas dan konektivitas penerbangan dari Negara-negara sumber wisatawan mancanegara ke Indonesia. Saat ini kami lebih fokus pada pengembangan wisata di Raja Ampat sebagai destinasi unggulan di Papua Barat. Sementara kami menetapkan adanya penghargaanpenghargaan yang harus dicapai. Namun demikian, kami mengapresiasi pengakuan dunia yang menempatkan Raja Ampat sebagai “Destinasi Snorkeling Terbaik”.13 Hal ini tidak lain karena usaha dan kerja keras kita semua dalam mengembangkan Raja Ampat serta menjadi motivasi kami ke depan untuk terus meningkatkannya. Dengan event tahunan ini akan mampu menarik kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Selain itu, acara ini akan menjadi tempat tampilnya kreativitas masyarakat Raja Ampat. Ada beragam acara menarik disajikan yaitu diadakannya Kompetisi Foto Bawah laut, Kontes Foto Instagram, Sasi Laut, Try Scuba Diving, Lomba Bahari, Wisata Kuliner, Lomba Seni Kerajinan Tangan Masyarakat, Paket Wisata Alam, Lomba Foto Jurnalis, Pentas Seni dan Budaya Tradisional, Panggung Hiburan Rakyat, Yacht Rally dan lainnya. Hal ini membuat orang yang datang ke Raja Ampat banyak yang belum bisa menyelam, maka Try Scuba Diving dilaksanakan bagi orang yang ingin mencoba untuk diving dan nantinya akan dipandu oleh para penyelam professional yang merupakan putra daerah asli Raja Ampat. Pihak panitia festival juga mengundang seni dan budaya dari kabupaten lainnya di Papua. Bahkan, kabupaten Wakatobi pun diikutkan dalam festival bahari ini. Akan ada banyak makanan khas Papua yang dimunculkan di sini. Masyarakat setempat juga siap mempertontonkan perahu tradisionalnya yang digunakan nenek moyangnya dulu untuk mengarungi lautan, dan kebiasaan mengonsumsi buah orangorang Papua. Terkhusus tahun 2016, diadakannya lomba foto khusus para jurnalis, yang bertema sama dengan tagline nya. Setiap penilaian akan mengacu pada tema lomba, dan terbuka untuk jurnalis manapun di seluruh penjuru nusantara. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati dan melanjutkan kunjungan dengan mendatangi berbagai lokasi wisata alam Raja Ampat yang terkenal sebagai untaian jamrud di Papua. Ini karena Raja Ampat terdiri dari ratusan pulau-pulau kecil. Upaya Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten Raja Ampat di tahun 2016 berfokus membangun Bandar Udara (Bandara) Misool,yang terletak di Distrik atau Kecamatan Misool Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat, yang ditargetkan tahun 2018 selesai dan pesawat perintis Susi Air akan mendarat di Bandara Misool. Karena Misool permintaan pasarnya sangat tinggi dan semua wilayah Raja Ampat selain Waisai,Misool pertumbuhan ekonominya tinggi,sehingga sudah sepantasnya fasilitas transportasi udara (Bandar Udara) dibangun di Misool ,karena saat ini Misool menjadi pusat perhatian wisatawan dunia karena keindahan panorama lautnya serta didukung adanya perusahaan besar yaitu PT.Yellu Mutiara. Potensi yang dimiliki Misool merupakan indikator pembangunan Bandara sehingga pembangunannya harus dikebut,maka di targetkan tahun 2018 sudah siap beroperasi,selain itu Bandara Misool manfaatnya dapat menghemat biaya perjalanan tugas Bupati Raja Ampat turun kampung (turkam) karena selama ini menggunakan transportasi laut (kapal) hingga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Jika menggunakan pesawat dari Waisai,sampai di Misool memakai transportasi darat (mobil) untuk keliling kampung,ini akan memangkas biaya menjadi sangat murah,sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika tahun 2016 berfokus pada pembangunan Bandara Misool targetnya 2018 selesai pesawat Susi Air sudah mulai mendarat,dalam master pland pembangunan tahap pertama landas pacu pesawat sepanjang 1800 meter.Untuk pembangunan tahap kedua landas pacunya sepanjang 3000 meter,akan di kembangkan sesuai dengan volume penumpang yang masuk dengan penerbangan. Hal yang menarik di Misool adalah posisinya pas ditengah-tengah antara Sorong dengan Ambon,jika wisatawan yang berpergian ke Misool itu bisa melalui Bandara Patimura Ambon,jadi sangat potensial Bandara Misool dibangun. III. KESIMPULAN Papua merupakan daerah tujuan wisata yang sudah mulai dikenal dunia. Sejak saat itu banyak wisatawan asing datang ke Papua untuk dapat menyaksikan dan menikmati kebudayaan, keindahan alam dan keramahtamahan penduduk Papua. Papua dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Bukan hanya Pemerintah Papua yang banyak berharap dari sektor jasa ini untuk menggerakkan roda pembangunan, tetapi sebagian besar masyarakatnya juga bertumpu di sektor tersebut. Tujuan pariwisata di Indonesia adalah untuk meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan pekerjaan, dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri-industri lainnya. Serta memperkenalkan dan memperdayakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Pengembangan industri pariwisata di suatu wilayah tidak bisa berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah sebagai regulator, dan pihak swasta sebagai investor. Peran serta kedua pihak tersebut diperlukan dalam rangka menciptakan suatu kondisi yang ideal untuk mensukseskan tujuan perekonomian pariwisata. Salah satu landasan pembangunan pariwisata diamankan oleh konstitusi Negara adalah mengembangkan pariwisata harus berbasis pada pemberdayaan masyarakat, kesenian, dan pesona alam lokal dengan memperhatikan kelestarian seni dan budaya tradisional serta pelestarian lingkungan hidup setempat. Oleh karena itu, pemerintah setempat harus terus menjaga dan merawat lingkungan setempat agar tetap terjaga kualitasnya. DAFTAR PUSTAKA Bibliography Agustin Rustam, I. D. (2018, 04 05). ANALISIS KUALITAS PERAIRAN DI KAWASAN SELAT DAMPIER: STUDI AWAL RAJA AMPAT SEBAGAI MARINE ECO ARCHEO PARK, 24. Maturan, M. R. (2018). Daya Tarik Ekowisata Bahari Raja Ampat Papua Barat, 2. Hutauruk, A. (2017, 10). PENGARUH KUNJUNGAN WISATAWAN ASING TERHADAP EKONOMI PARIWISATA INDONESIA. Retrieved 05 18, 2020, from https://media.neliti.com/media/publications/205601-pengaruh-kunjungan-wisatawanasing-terha.pdf

Judul: Dampak Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Pesisir Pantai Kabupaten Raja Ampat

Oleh: Farhan Adyatama


Ikuti kami