Potensi Dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia Khususnya Di Daerah Papua

Oleh Andi Diana

371,6 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Potensi Dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia Khususnya Di Daerah Papua

POTENSI DAN HAMBATAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA KHUSUSNYA DI DAERAH PAPUA Disusun Sebagai Syarat Mengikuti Ujian Akhir Semester 2018 Oleh : ANDI DIANA NUR LAELA NIM. F1218004 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2018 A. Pendahuluan Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara terencana dan berkelanjutan secara sadar untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia atau masyarakat suatu bangsa. Pembangunan nasional adalah suatu proses dimana pemerintah nasional dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membuat suatu kebijakan yang dapat merangsang perkembangan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik secara material maupun spriritual berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang 1945. Pembangunan nasional pada dasarnya sangat membutuhkan kesinergian antara masyarakat dengan pemerintah, dimana masyarakat merupakan pelaku utama dalam pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan sarana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan pemerintah harus saling berkesinambungan dalam memajukan masyarakat dan negara pada umumnya. Sejak proklamasi kemerdekaan, berbagai macam pembangunan telah dilakukan. Baik pada masa orde lama, orde baru maupun sekarang pada masa reformasi. B. Teori Pengertian pembangunan nasional meruppakan rangkaian upaya yang dilakukan secara berkesinambungan dalam semua aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan nasional dilakukan mengarah pada tujuan yang terbagi atas tujuab jangka panjang dan pendek : 1. Tujuan jangka pendek adalah dengan meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata dan juga meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan selanjutnya. 2. Tujuan jangka panjang adalah dengan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara merata berdasarkan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun factor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembangunan nasional diantaranya : 1. Faktor Pendukung a. Posisi Geografis Indonesia yang menyediakan banyak sumber daya alam dapat menarik banyak pengusaha yang ingin membuka perusahaan atau menanamkan modal di Indonesia. b. Jumlah penduduk Indonesia yang besar sehingga apabila dapat dikelola dengan baik sumber daya manusianya akan dapat memberi nilai tambah dan factor pendukung dalam pembangunan nasional. c. Situasi politik nasional yang stabil akan mampu mendatangkan investor dan dapat dijadikan factor pendukung dalam pembangunan nasional. 2. Factor penghambat a. Adanya sara, yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk memunculkan situasi negara yang kurang kondusif. b. Produktivitas penduduk yang masih rendah yang belum mampu mengimbangi tingginya laju pertumbuhan penduduk. c. Tingkat pendidikan bangsa Indonesia yang masih rendah, serta masih banyak lagi. C. Issue Pembangunan nasional terdiri dari sektor ekonomi dan non ekonomi. Dimana pembangunan sektor ekonomi lebih dominan dibandingkan dengan sektor lainnya dalam memajukan pembangunan nasional, dilihat dari kegiatan pemerintah saat ini utamanya pemerintahan presiden Jokowi, pembangunan ekonomi utamanya di daerah perbatasan sedang digalakkan, hal ini berhubungan juga dengan visi nawacita presiden Jokowi yang ketiga yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan”. sehingga belakangan ini banyak dilakukan pembangunan jalan seperti salah satu contohnya “Trans Papua”. Selama ini jalur udara menjadi andalan di provinsi papua dan papua barat sebagai sarana angkutan utama baik untuk orang maupun barang, termasuk kebutuhan pokok bagi masyarakat setempat. Jalur udara masih menjadi penghubung utama karena kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadahi, kondisi ini menyebabkan biaya distribusi tinggi sehingga menaikkan harga berbagai barang kebutuhan pokok terutama di daerah pedalaman, karenanya pemerintah berusaha membangun jalan raya “Trans Papua”. Selain membuka keterisolasian wilayah, pembangunan infrastruktur ini juga mampu menarik investor untuk turut berpartisipasi dalam memajukan daerah bersangkutan. Hadirnya akses jalan yang semakin baik serta pilihan mode transportasi yang semakin beragam dapat meningkatkan iklim kompetisi yang sehat. Selain itu penataan bandar udara serta penyesuaian harga tiket penerbangan juga akan semakin memudahkan pengusaha dalam berinvestasi di bumi cendrawasih, namun demikian harus tetap dibarengi dengan kondusifnya pengamanan di wilayah papua serta SDM yang semakin mumpuni agar wilayah tersebut makin baik tingkat pertumbuhan ekonominya. Namun dalam praktiknya pasti ditemukan beberapa hambatan, terutama di daerah papua yang memiliki variable hambatan lebih dibandingkan dengan daerah lainnya. Salah satu hambatan yang mempengaruhi adalah adanya kasus pemalangan kerja oleh masyarakat setempat serta teror yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB). Pada proyek pembangunan “Trans Papua” sendiri terdapat beberapa pemalangan kerja yang dilakukan oleh masyarakat setempat, salah satunya dialami oleh PT. PP yang ikut mengerjakan proyek tersebut, pemalangan sangat sering dilakukan oleh masyarakat setempat bahkan dalam satu tahun mereka dapat kehilangan waktu selama lebih dari 200 hari karena adanya pemalangan tersebut, akibatnya alat berat tidak dapat bergerak sama sekali dan proses pembangunan otomatis terhenti. Alasan pemalangan yang dilakukan banyak sekali, salah satunya dari sisi sosial masyarakat merasa memiliki atau sebagai wali sah dari tanah atau hutan tersebut yang biasa disebut dengan hak ulayat, mereka menuntut bahwa hak ulayat mereka tersebut harus dibayar, padahal kewajiban membayar itu berada pada kewenangan pihak pemerintah daerah, selain itu hambatan lain dari proyek pembangunan disana adalah karena adanya zona merah, pihak gerakan bersenjata tidak menginginkan area zona tersebut dimasuki atau dilewati pelaksanaan jalan. Pekerja proyek bahkan beberapa kali menerima ancaman baik berupa lisan maupun tulisan. Tidak sedikit mereka mengancam akan memberikan aktivitas-aktivitas yang merugikan, merusak, maupun yang sifatnya penculikan maupun pembunuhan. Pernah juga terjadi beberapa penembakan pada helicopter yang sedang mengangkut alat berat sehingga proses pembangunan menjadi terhambat. D. Daftar Pustaka Suharyani. Benedictus Raksaha Mahi. (2018). Aglomerasi Dan Perbedaan Produktivitas Perusahaan Di Dalam Dan Di Luar Kawasan Berikat. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Vol. 18, No 2. Nugraheni. Rahayu Candra. Candra Fajri Ananda. Wildan Syafitri. (2018). Analisis Dampak Alokasi Anggaran Desa Dan Infrastruktur Desa Pada Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Semarang. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Vol. 18, No 2. Todaro, M. P. Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi (Terjemahan). Jakarta: Erlangga Ridho’ah, Hanifatul Afdholatu. Sebastiana Viphindratin. Riniati. (2018). Analisis Kausalitas Perdagangan Internasional Dan Pertumbuhan Pasar Saham Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di ASEAN 3 Periode Tahun 2000-2015. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Vol. 18, No 2. Lubis, N. (2011). Pertumbuhan Ekonomi dengan Ekspor. Management and Business Research: B Economics and Commerce Vol. 15 No. 1. Kota dan Kabupaten di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 12 No. 3. Hapsa, Sitti. Rifki Khoirudin. (2018). Analisis Pertumbuhan Ekonomi D.I Yogyakarta Tahun 2008-2016. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Vol. 18, No 2. Imaji Bumi 2016. Trans Papua Ruas Kenyam Mugi didownload 5 Januari 2019, pukul 20.23 WIB Safitri, Dini 2015. Representasi Nawacita dalam 100 Hari Kabinet Kerja Jokowi-JK. didownload 5 Januari 2019, pukul 17.54 WIB

Judul: Potensi Dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia Khususnya Di Daerah Papua

Oleh: Andi Diana


Ikuti kami