Makalah Ekonomi Politik Kebijakan Deregulas Industri Dan Perdagangan Baja Di Indonesia

Oleh Miradstyana 09

182,5 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Ekonomi Politik Kebijakan Deregulas Industri Dan Perdagangan Baja Di Indonesia

MAKALAH Ekonomi politik kebijakan deregulas industri dan perdagangan baja di Indonesia Diajukan untuk memenuhi Ujian Akhir Semester 1 mata kuliah Pengantar Ilmu Politik Dosen pengampu: Dr. Hasan Mustafa, S. Fil, M.Si Disusun oleh: Mira Destiana 1208030119 SOSIOLOGI FAKULTAS SOSIAL DAN POLITIK UIN SUNAN GUNUNG DJATI 2020 KATA PENGATAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya saya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti. Saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga saya mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai Ujian Akhir Semester 1 mata kuliah Pengantar Ilmu Politik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Politik yaitu Bapak Dr. Hasan Mustafa, S.Fil, M.Si yang telah membimbing dalam menulis makalah ini. Saya tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, saya mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih. i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................................................. i DAFTAR ISI ................................................................................................................................................ ii ABSTRAK .................................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 2 1. Rumusan Masalah ..................................................................................................................... 2 2. Tujuan Penelitian ...................................................................................................................... 2 METODOLOGI PENELITIAN................................................................................................................. 2 ANALISIS DAN PEMBAHASAN............................................................................................................ 3 KESIMPULAN............................................................................................................................................. 5 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................... 6 ii 1 ABSTRAK Laporan Asosiasi Deregulasi Industri Baja di Indonesia: Ekonomi politik kebijakan deregulas industri dan perdagangan baja di Indonesia Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik sampai Agustus lalu besi dan baja masih menempati posisi 3 besar komoditas impor yang masuk ke Indonesia,padahal kenyataannya kondisi yang sedang dialami oleh industri baja nasional pada saat ini terlihat semakin mengkhawatirkan, utilisasi yang semakin mengalami penurunan karena tergerusnya pangsa pasar produsen baja nasional. Studi ini ingin mengetahui bagaimana kondisi yang sedang dialami oleh ekonomi politik kebijakan deregulasi industri dan perdagangan baja di Indonesia. dalam konteks ini deregulasi Industri dan perdagangan baja di Indonesia terlihat semakin mengkhawatirkan karena mengalami penurunan. Dalam kaitannya mengenai kebijakan deregulasi industri perdagangan baja di Indonesia, perindustrian menyebutkan bahwa akan dihapusnya 18 regulasi dalam upaya meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Teori ini berdasarkan gagasan dari Nidia Zuraya 2019 "republika.co.id/berita//pzurzy383/asosiasi-minta-deregulasiimpor-perhatikan-industri-baja". Kajian konsepsional yang relevan diantaranya yaitu terkait dengan adanya Peraturan Menteri Perdagangan No 75 tahun 2018 tentang Angka Pengenal Importir Pasal 5 (1) menyebutkan bahwa API-P hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi. Serta Pasal 5 (2) bahwa Barang yang diimpor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain. Hasil analisis memperhatikan bahwa : (1) Kondisi yang sedang dialami dimana terlihat industri baja nasional terus mengalami penurunan dikarenakan tergerusnya pangsa pasar produsen baja nasional oleh produk impor. (2) Pada periode Januari hingga Juli 2019, jumlah importasi besi dan baja telah mencapai 3,8 juta ton atau meningkat sebesar 6% jika diperbandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018. (3) hingga Agustus 2019, besi dan baja masih menempati posisi 3 besar komoditi impor yang masuk ke Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Dapat disimpulkan, deregulasi industri dan perdagangan baja di Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan dikarenakan kurangnya tergerusnya pangsa pasar produsen baja oleh produk impor. Deregulasi impor besi atau baja dan produk turunannya harus mempertimbangkan waktu secara tepat dengan memperhatikan kondisi industri baja nasional. Kata Kunci: Laporan Asosiasi Deregulasi Industri Baja di Indonesia:Ekonomi politik kebijakan deregulas industri dan perdagangan baja di Indonesia 2 PENDAHULUAN Perindustrian menyebutkan bahwa akan dihapusnya 18 regulasi dalam upaya meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Kajian konsepsional yang relevan diantaranya yaitu terkait dengan adanya Peraturan Menteri Perdagangan No 75 tahun 2018 tentang Angka Pengenal Importir Pasal 5 (1) menyebutkan bahwa API-P hanya diberikan kepada perusahaan barang yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal,bahan baku,bahan pangan,dan atau bahkan untuk mendukung proses produksi. Serta Pasal 5 (2) bahwa Barang yang diimpor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain. Penulis berpendapat bahwa Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik sampai Agustus lalu besi dan baja masih menempati posisi 3 besar komoditas impor yang masuk ke Indonesia,padahal kenyataannya kondisi yang sedang dialami oleh industri baja nasional pada saat ini terlihat semakin mengkhawatirkan. Di dalam Tulisan ini penulis berpendapat sesuai dengan pendapat beberapa teori yang penulis ambil. 1. Rumusan masalah 1. Apa penyebab kondisi industri baja nasional sehingga terlihat mengkhawatirkan 2. Mengapa perindustrian akan menghapus 18 regulasi 3. Hasil analisis tentang kondisi industri baja nasional? 2. Tujuan penelitian Penulis bertujuan membahas mengenai kondisi industri baja nasional dan penghapusan 18 regulasi serta beberapa hal yang bersangkutan dengan teori berdasarkan deregulasi industri dan perdagangan METODOLOGI PENELITIAN Tulisan ini disusun menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan narasi atau kata-kata dengan karakteristik berpijak pada konsep naturalistik dan hasil penelitian berupa deskripsi, interpretasi, tentatif, situasional. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah studi kasus, yaitu pendekatan dengan memusatkan kajian pada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu dan dapat digunakan secara tepat dalam berbagai bidang. Sumber data berupa dokumen serta berbagai referensi jurnal dan lainnya. 3 Teknik yang digunakan penulis yaitu teknik observasi. Teknik ini menggunakan pengumpulan data karena pembuktian partisipatoris dan non partisipatoris secara logis dan rasional. ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Landasan konsepsional Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional menyebutkan bahwa industri baja merupakan basis industri manufaktur. Industri baja di harapkan menjadi basis untuk pengembangan industri mesin, Industri alat angkut, Industri elektronika dan telematika, sektor bangunan atau infrastruktur. Menteri perindustrian, MS Hidayat (2009) mengatakan bahwa dari 20% kontribusi sektor nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) Industri baja banya menyumbang 1% Ditambahkan lagi bahwa industri baja di dalam negeri hanya mampu memenuhi dua pertiga kebutuhan baja kasar di tingkat domestik. Konsumsi baja suatu negara merupakan salah satu indikator kemajuan negara. Menteri Perdagangan No 75 tahun 2018 tentang Angka Pengenal Importir Pasal 5 (1) menyebutkan bahwa API-P hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi. Serta Pasal 5 (2) bahwa Barang yang diimpor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain. Hasil analisis memperhatikan bahwa : (1) Kondisi yang sedang dialami dimana terlihat industri baja nasional terus mengalami penurunan dikarenakan tergerusnya pangsa pasar produsen baja nasional oleh produk impor. (2) Pada periode Januari hingga Juli 2019, jumlah importasi besi dan baja telah mencapai 3,8 juta ton atau meningkat sebesar 6% jika diperbandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018. (3) hingga Agustus 2019, besi dan baja masih menempati posisi 3 besar komoditi impor yang masuk ke Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik. B. Pembahasan Data World Steel Association (2010) menunjukkan bahwa konsumsi 4 baja Indonesia saat ini mencapai 37,1 kg/kapita (2008). Angka ini relatif rendah apabila dibandingkan konsumsi baja penduduk Korea Selatan 1.266,5 kg/kapita (2008), Jepang 652,9 kg/ kapita (2008), Malaysia 387,4 kg/kapita (2008) dan Singapura 928,2 kg/kapita (2008)5 4 Tumbuh-kembangnya industri baja nasional juga mampu menghemat devisa dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah, melalui pengurangan impor produk baja serta kegiatan peningkatan. Secara umum dapat dilihat bahwa industri baja sangat diperlukan dalam pengembangan perekonomian suatu negara. Krugman (1994) mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia lebih didorong oleh pertumbuhan penggunaan input yang luar biasa, seperti tenaga kerja dan modal (capital) daripada oleh gains dalam efisiensi. Secara implisit, apabila dikaitkan dengan industri baja di dalam negeri, maka dapat dikatakan bahwa industri ini lebih mengandalkan banyaknya tenaga kerja dan modal dibandingkan dengan teknologi. Sato (2009) menulis bahwa Indonesia belum mempunyai industri baja dengan tanur tanur perapian (blast furnaces) yang besar, seperti yang telah dimiliki oleh Korea Selatan, India, Taiwan, dan RRC (republik Rakyat China). Penelitian yang dilakukan oleh Qian dan Duncan (1993) menghasilkan penemuan yang menarik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Argentina, industri baja domestik lebih mengharapkan proteksi dari pemerintah melalui kuota impor. Penelitian ini, secara eksplisit juga menunjukkan bahwa peranan pemerintah cenderung diharapkan dalam sektor industri baja. Price dan Nance (2009) menuliskan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan larangan ekspor baja scrap, selain Argentina, Jamaika, Kenya, dan beberapa negara lainnya. RRC, Rusia, dan Ukraina merupakan negara-negara yang menerapkan pelarangan ekspor baja dalam skala luas. Sebenarnya berdasarkan aturan GATT (General larangan ekspor diperbolehkan untuk bahan mentah yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Selain itu, larangan ekspor dapat diterapkan dengan alasan untuk perlindungan lingkungan. Di Indonesia, pemerintah terlibat terus dalam upaya menciptakan kondisi perdagangan dan pasar besi dan baja dalam negeri yang sehat serta iklim usaha yang tetap kondusif. Berdasarkan hal tersebut, maka pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri (Permendag) Nomor 08/M-DAG/PER/2/2009 Tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja yang kemudian diperbarui dengan Permendag Nomor 21/M-DAG/PER/6/2009 (atau disebut juga dengan Permendag 21/2009) Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 08/M-DAG/PER/2/2009 Tentang Ketentuan Impor Besi Atau Baja. Berdasarkan penjelasan di atas, maka perlu untuk diketahui peranan sektor baja dalam perekonomian nasional beserta dengan perbaikan-perbaikan yang mungkin perlu untuk diambil guna lebih mengembangkan sektor industri dan perdagangan baja. 1. Kondisi yang sedang dialami dimana terlihat industri baja nasional terus mengalami penurunan dikarenakan tergerusnya pangsa pasar produsen baja nasional oleh produk impor. 2. Pada periode Januari hingga Juli 2019, jumlah importasi besi dan baja telah mencapai 3,8 juta ton atau meningkat sebesar 6% jika diperbandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018. 5 3. hingga Agustus 2019, besi dan baja masih menempati posisi 3 besar komoditi impor yang masuk ke Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik. KESIMPULAN 6 Dapat disimpulkan, deregulasi industri dan perdagangan baja di Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan dikarenakan kurangnya tergerusnya pangsa pasar produsen baja oleh produk impor. Deregulasi impor besi atau baja dan produk turunannya harus mempertimbangkan waktu secara tepat dengan memperhatikan kondisi industri baja nasional. dilihat dari beberapa permasalahan yang penulis tulis. Sebab hal tersebut menyebabkan kerugian berbagai pihak. 7 DAFTAR PUSTAKA Nidia Zuraya (2019)" republika.co.id/berita/pzirzy383/asosiasi-mintaderegulasi-impor-perhatikan-industri-baja" David Oliver Purba (2019)" properti/read/132136721/deregulasi-impor-bajaharus-perhatikan-kondisi-industri-baja-nasional" Kemenperin (2010) "kemenperin.go.id./13018/Menperin:-Paket-KebijakanEkonomi-Berdampak-Positif-bagi-Industri---" Acmhad Fauzi (2015) "www.wartaekonomi.co.id/read72163/mendagderegulasi-eksporimpor-ciptakan-daya-saing" Handoyo (2015) kontan.co.id/news/ini-aturan-ekspor-impor-yang-kenaderegulasi Muhammad avisenna (2015) m.bisnis.com/amp/read/20150911/12/471564/paket-ekonomi-ini-daftar-perincianderegulasi-di-sektor-ekspor-impor Edi Hardum/HS (2015) www.beritasatu.com/ekonomi/311301/deregulasiagar-tidak-mencederai-industri-baja-nasional Ahmad Buchori (2019) www.yahoo.com/amphtml/asosiasi-minta-deregulasiimpor-baja-122615586.html Eko Nurdiansyah (2015) m.medcom.id/ekonomi/mikro/xkELwqpb-paketderegulasi-kemendag-tingkatkan-daya-saing-ekspor-impor Ar-rayan (2016) www.slideshare.net/mobile/noorafiffauzi/paket-kebijakanderegulasi-ekonomi-indonesia. Economy & finance 8

Judul: Makalah Ekonomi Politik Kebijakan Deregulas Industri Dan Perdagangan Baja Di Indonesia

Oleh: Miradstyana 09


Ikuti kami