Asuhan Keperawatan Kritis Arf

Oleh Ni Komang Suka Santi

87,1 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Asuhan Keperawatan Kritis Arf

ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS ARF & CRF NI KOMANG SUKA SANTI 16-09-2020 Abstrak ARF adalah kerusakan fungsi secara mendadak mengasilkan retensi limbah (azotemia). Dalam keadaan ini biasanya disertai dengan oliguria meskipun banyak juga pasien yang non oliguria. Seperti yang kita tahu bahwa ginjal tempat pembentukan urine melalui proses filtrasi augemntasi dan reabsorpsi. Ketika ginjal mengalami masalah maka proses tersebut tidak akan berjalan. Asuhan keperawatan kritis pada pasien ARF hampir sama dengan pada keperawatan biasanya hanya saja perawatan dilakukan secara terus menerus dan dimonitor. Ketika seseorang mengalami penyakit ginjal dalam waktu yang lama maka orang tersebut mengalami Kronik renal failure atau gagal ginjal kronik. Tindakan yang diberikan pada pasien ini adalah dialysis atau hemodialisis. ARF adalah kerusakan fungsi secara mendadak mengasilkan retensi limbah (azotemia). Dalam keadaan ini biasanya disertai dengan oliguria meskipun banyak juga pasien yang non oliguria. (Sole, Klein and Moseley, 2001, p. 456) Pada awalnya pasien dengan ARF tidak menyadari gejala yang muncul diawal , namun ada beberapa gejala yang akan muncul seperti : a. Urine sedkit b. Bengkak di tungkai, pergelangan kaki atau kaki c. Merasa lelah d. Kesulitan mengatur napas e. Mengalami kejang atau koma jika sudah sangat parah (Medical Advisory Committe, 2020) pemeriksaan fisik pada kasus ini dapat terfokus pada efek status cairan . pemeriksaan diagnostic yang dilakukan antara lain ABG untuk melihat asidosis, BUN, serum ceartinin. Setelah dilakukan pemeriksaan maka akan ada diagnosis prioritas yaitu kelebihan volume cairan berhubungan dnegan disfungsi ginjal. Pelaksaanan keperawatan yang dapat dilakukan anatara lain resusitas cairan dengan kristaloid dan koloid, pemantauan hemodinamik, masukan kateter drainase kemih dengan akut rekam u/o per jam, pembatasan cairan sesuai dengan u/o, pantau ABG untuk menjaga pH, edukasi keluarga dan pasien tentang prognosis AKI. meningkatkan perfusi yaitu Pemberian cairan dan obat guna sodium bicarbonate ditambahan ke larutan alkalinize, manitol diuretic osmotic diberukan ke 1 u/o, regimen bikarb dan manitol untuk mencegah asidosisi dan hiperkalemia, kaji urine setiap jam untuk mengethaui jumlah dan warnanya serta pantau BUN, kreatinin dan elektrolit. (Urden, Stacy and Lough, 2018, p. 636) Ketika sesorang mengalami penyakit ginjal dalam waktu yang lama maka orang tersebut akan mengalami chronic renal failure atau CRF. Laku penurunan fungsi ginjal dan proses gagal ginjal kronis bergubungan dengan pengeluaran protein melalui urine dan adanya hipertensi. Tanda gejala pada CRF yaitu anatraa lain, hipertensi, pitting edema , edema periobital gesekan pericardium, pembesaran vena dileher, warna kulit keabu-abuan, kulit kering dan gampang terkelupas, pruritus berat, ekimosis, rambut kasar, sputum yang kental, sesak napas, pernapasan kussmaul, bau ammonia ketika bernapas, ulserasi dan perdarhan mulut, diare, kelemahan dan kelahian, tremor, kejang, anemia, trombositopenia. Penatalaksanaan farmakologis hiperfosfatemia dan hipokalsemia, dieresis, suplemen natrium bikarbonat, diazepam IM, fenitolin, dialysis, supelemen besi. Penatalaksanaan keperawatan pada kasus CRF adalah kaji status cairan dan identifikasi sumber potensi ketidak seimbangan cairan,tetapkan program diet, berikan dukungan perasaan positif untuk keluarga dan pasien, berikan penjelasan dan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai tujuan dan tindakan.(Brunner & Suddarth, 2013, pp. 492–495). Perubahan sistemik terjadi ketika fungsi ginjal secara keseluruhan kurang dari 20-25% dari normal. Insufisiensi ginjal: 75 % kehilangan nefron, bukti gangguan kapasitas ginjal yang tampak berupa azotemia ringan, gangguan kemampuan konsentrasi urine ringan dan anemia. Beberapa faktor yang memperparah penyakit pada tahap ini dengan meningkatkan kerusakan nefron adalah infeksi, dehidrasi, obat-obatan dan gagal jantung. DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddarth (2013) Keperawatan MEdika Bedah. 12th edn. Jakarta: EGC. Medical Advisory Committe (2020) Acute Kidney Injury, American Kidney Injury. Sole, M. Lou, Klein, D. G. and Moseley, M. J. (2001) Introduction toCritical Care Nursing. 4th edn. Singapore: Elsevier Saunders. Urden, L. D., Stacy, K. M. and Lough, M. E. (2018) Critical Care Nursing: diagnosis and Management. 8th edn. Singapore: Elsevier.

Judul: Asuhan Keperawatan Kritis Arf

Oleh: Ni Komang Suka Santi


Ikuti kami