(asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal) Dasar Penanganan Gadar Maternal Neonatal.pdf

Oleh Nura Suciati Fauzia

742,4 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip (asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal) Dasar Penanganan Gadar Maternal Neonatal.pdf

DASAR-DASAR PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL By: Nura Suciati Fauzia, S.ST. A. Pengertian • • • Kegawatdaruratan adalah kejadian yang tidak diduga atau terjadi secara tiba-tiba, seringkali merupakan kejadian yang berbahaya dan membutuhkan tindakan segera guna menyelamtkan jiwa/nyawa. Kegawatdaruratan obstetric adalah kondisi kesehatan yang mengancam jiwa yang terjadi dalam kehamilan atau selama dan sesudah persalinan dan kelahiran. Kegawatdaruratan neonatal adalah situasi yang membutuhkan evaluasi dan manajemen yang tepat pada bayi baru lahir yang sakit kritis (< usia 28 hari) membutuhkan pengetahuan yang dalam mengenali perubahan psikologis dan kondisi patologis yang mengancam jiwa yang bisa saja timbul sewaktu-waktu. B. Prinsip dasar penanganan KGD • Sebab kematian ibu, janin, dan bayi baru lahir – Perdarahan – Infeksi sepsis – Hipertensi – Preeklampsia – Eklampsia – Persalinan macet (distosia) – Emboli air ketuban – KET – dll. • Manifestasi Klinik – Kasus perdarahan -> bercak merembes, profus, syok – Kasus infeksi dan sepsis -> pengeluaran cairan pervaginam, air ketuban hijau, demam, syok – Kasus hipertensi, preeklampsi dan eklampsi -> sakit kepala, bengkak, penglihatan kabur, kejangkejang, koma, pingsan – Kasus persalinan macet -> rupture uteri – Kasus kgd lain -> sesuai dengan penyebab • Prinsip Dasar – Menghormati hak pasien – Gentleness – Komunikatif – Hak pasien – Family support • Prinsip Umum Penanganan – – – – – – – – – Pastikan jalan nafas bebas Pemberian oksigen Pemberian cairan intravena Pemberian tranfusi darah Pasang kateter kandung kemih Pemberian antibiotic Obat pengurang rasa nyeri Penanganan masalah utama Rujukan • Kunci Keberhasilan – Sistem pertolongan yang sinergi, efektif, efisien dan kontinu – Pendidikan dan mobilisasi komunitas – Pinjaman dana komunitas – Trained and skilled staff – Ketersediaan alat transportasi – Maternity Waiting Homes (MWH) – Ketersediaan obat, bahan, alat, perlengkapan dan kamar operasi – Lingkungan kerja yang kondusif serta kerja sama antara petugas yang baik – Meningkatan kualitas sistem penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal pada setiap fasilitas kesehatan pusat pely. kesehatan – Komunikasi dan hubungan antara penolong kasus kegawatdaruratan dengan petugas di fasilitas yang lebih baik C. Indikator Kesehatan Maternal – Kata indikator memiliki berbagai macam definisi menurut WHO (World Health Organization), 1981, yaitu “variabel untuk mengukur suatu perubahan baik langsung maupun tidak langsung.” – indikator juga memiliki karakteristik sebagai berikut: • • • • • Valid Reliable Sensitive Specific Relevant • • • • AKI AKB Status Gizi Angka Harapan Hidup D. Manajemen Asuhan Kebidanan 1. Definisi Manajemen • Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. • Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. • Mary Parker Follet = Manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. • Ricky W. Griffin = Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. 2. Fungsi Manajemen • Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. • Henry Fayol (awal abad ke-20)= lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. 3. Fungsi Manajemen • Perencanaan (planning) • Pengorganisasian (organizing) • Pengarahan (directing) 4. Sarana manajemen 6M: men, money, materials, machines, method, dan markets. 5. Prinsip Manajemen 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Pembagian kerja (Division of work) Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility) Disiplin (Discipline) Kesatuan perintah (Unity of command) Kesatuan pengarahan (Unity of direction) Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri Penggajian pegawai Pemusatan (Centralization) Hirarki (tingkatan) Ketertiban (Order) Keadilan dan kejujuran Stabilitas kondisi karyawan Prakarsa (Inisiative) Semangat kesatuan, semangat korps. 6. Pengertian Manajemen Kebidanan • Manajemen kebidanan adalah suatu metode proses berfikir logis sistematis. Oleh karena itu manajemen kebidanan merupakan alur fikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya. • Menurut buku 50 tahun IBI, 2007 Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosa kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. • Menurut Depkes RI, 2005 Manajemen kebidanan adalah metode pendekatan pemecahan masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat. • Menurut Helen Varney (1997) Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan berfokus pada klien. 7. Prinsip proses manajemen kebidanan menurut Varney • Mengumpulkan data dan memperbaharui data yang lengkap dan relevan • Mengidentifikasi masalah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar • Mengidentifikasi kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam menyelesaikan masalah dan merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama klien. • Memberi informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya. • Membuat rencana asuhan yang komprehensif bersama klien. • Secara pribadi bertanggungjawab terhadap implementasi rencana individual • Melakukan konsultasi, perencanaan dan melaksanakan manajemen dengan berkolaborasi dan merujuk klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya. • Merencanakan manajemen terhadap komplikasi tertentu, dalam situasi darurat dan bila ada penyimpangan dari keadaan normal. • Melakukan evaluasi bersama klien terhadap pencapaian asuhan kesehatan dan merevisi rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan. 8. LANGKAH-LANGKAH MANAJEMEN KEBIDANAN • Langkah-langkah manajemen kebidanan tersebut adalah: – Identifikasi dan analisis masalah – Diagnosa kebidanan – Perencanaan – Pelaksanaan – Evaluasi 9. Tujuh langkah manajemen kebidanan menurut Helen Varney th 1997 1. Langkah I : Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan klien secara keseluruhan 2. Langkah II : Mengintreprestasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa/ masalah 3. Langkah III : Mengidentifikasi diagnosis/masalah potensial dan menganti-sipasi penanganannya 4. Langkah IV : Menetapkan kebutuhan akan tindaaknsegera, konsultasi, kolaborasi, dengan tenaga kesehatn lain, serta rujukan berdasarkan kondisi klien 5. Langkah V : Menyusunrencana asuhan secar menyeluruh denga tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya 6. Langkah VI : Melaksanakan langsung asuhan secara efisien dan aman 7. Langkah VII : Mengevaluasi keefektifan asuhan yang diberikan dengan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif TERIMA KASIH

Judul: (asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal) Dasar Penanganan Gadar Maternal Neonatal.pdf

Oleh: Nura Suciati Fauzia


Ikuti kami