Laporan Praktikum Fundamental Of Nutrition Identifikasi Vitamin Program Studi Ilmu Gizi

Oleh Tiara Krisnani Muguri

327,3 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Praktikum Fundamental Of Nutrition Identifikasi Vitamin Program Studi Ilmu Gizi

LAPORAN PRAKTIKUM FUNDAMENTAL OF NUTRITION Identifikasi Vitamin Disusun oleh: Tiara Krisnani Muguri 472016017 PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal (Shad, 2010). Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buahbuahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis (Shad, 2010). Pembuktian kandungan vitamin yang berbeda-beda pada beberapa sampel menjadi hal yang melatarbelakangi praktikum kali ini. 1.2 Tujuan Praktikum 1.2.1 Tujuan umum Mengidentifikasi Vitamin secara kualitatif 1.2.2 Tujuan khusus i. Membuktikan adanya vitamin A secara kualitatif ii. Membuktikan adanya vitamin B1 secara kualitatif iii. Membuktikan adanya vitamin B6 secara kualitatif iv. Membuktikan adanya vitamin C secara kualitatif v. Membuktikan adanya vitamin D secara kualitatif BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Vitamin Bahasa Inggris: vital amine, vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal (Shad, 2010). Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh (Shad, 2010). 2.2 Berbagai vitamin Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh. Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus (Shad, 2010). i. Vitamin A Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya). Apabila terjadi defisiensi vitamin A, penderita akan mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu, penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang sehat. Kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan. Selain itu, bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit. ii. Vitamin B Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau. Vitamin B terbagi-bagi lagi antara lain :  Vitamin B1 Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.  Vitamin B2 Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.  Vitamin B3 Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.  Vitamin B5 Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.  Vitamin B6 Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.  Vitamin B12 Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit. iii. Vitamin C Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah. iv. Vitamin D Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet). Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan. v. Vitamin E Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan. BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Senin, 19 Juni 2017, pukul 11.00 – 13.00 WIB di Laboratorium Kimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana. 3.2 Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tabung reaksi, pipet volum, pipet tetes, rak tabung, bunsen, dan kaki tiga. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Sumber vitamin A, as. Asetat anhidrid, kloroform, as. Trikloroasetat (TCA), kristal SbCl3,Sumber vitamin B1, Lar. Thiamin 1%, Lar. Kl 5%, Lar. Pb-asetat 10%, Lar. Bi (NO3)3, Lar. NaOH 6 N, Lar. CuSO4 2%, Lar. NaOH 3N, Lar. FeCl3 1%, Sumber Vitamin C, pereaksi benedict, Lar. NaHCO3 5%, Lar. FeCl3 1%, pH universal, Sumber Vitamin D, H2O2 5%, kloroform, Asam Trikrorasetat (TCA), Asam asetat anhidrid, dan Kristal SbCl3. 3.3 Metode 3.3.1 Identifikasi Vitamin A Dimasukkan 5 tetes minyak ikan ke dalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 1 ml pereaksi asam triklorasetat dalam kloroform. Kemudian dicampur dengan baik. Diamati perubahan warna yang terjadi pada sampel. Timbulnya warna biru kehijauan menandakkan adanya vitamin A. 3.3.2 Identifikasi Vitamin B1 i. Prosedur I Dimasukkan 10 tetes larutan thiamin 1% ke dalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 10 tetes larutan Pb asetat 10% dan 1 ml NaOH 6 N. Kemudian dihomogenkan, jangan lupa diperhatikan terjadinya perubahan warna kuning. Selanjutnya, larutan tersebut dipanaskan hingga timbul endapan warna coklat hitam yang menandakan Vitamin B1 positif. ii. Prosedur II Dimasukkan 10 tetes larutan thiamin ke dalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 10 tetes larutan bismuth nitrat (Bi(NO3)3), dan dicampur dengan baik. Kemudian ditambahkan 2 tetes larutan Kl 5%. Selanjutnya diperhatikan perubahan warna yang terjadi. Adanya warna endapan merah jingga menunjukkan adanya vitamin B1. 3.3.3 Identifikasi Vitamin B6 i. Prosedur I Dimasukkan 5 tetes larutan pirodoksin-HCl 1% ke dalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 2 tetes larutan CuSO4 2% dan 10 tetes NaOH 3N. Selanjutnya diamati warna yang terjadi. Bila terbentuk warna biru – ungu berarti vitamin B6 positif. ii. Prosedur II Dimasukkan 10 tetes larutan pirodoksi 1% ke dalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 2-3 tetes larutan FeCl3. Selanjutnya diamati perubahan warna yang terjadi. Timbulnya warna jingga sampai merah tua berarti vitamin B6 positif. 3.3.4 Identifikasi Vitamin C i. Prosedur I Dimasukkan 5 tetes larutan asam askorbat 1% ke dalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 15 tetes pereaksi benedict. Dipanaskan di atas api kecil sampai mendidih selama 2 menit. Jangan lupa diperhatikan adanya endapan yang terbentuk. Warna hijau kekuningan sampai merah bata menunjukkan adanya vitamin C. ii. Prosedur II Dimasukkan 10 tetes larutan asam askorbat 1% ke dalam tabung reaksi. Kemudian larutan dinetralkan sampai pH = 8 dengan NaHCO3 5%. Lalu ditambahkan 2 tetes larutan FeCl3. Jangan lupa, diamati perubahan warna yang terjadi, adanya warna merah ungu menunjukkan adanya vitamin C. 3.3.5 Identifikasi Vitamin D Dimasukkan 10 tetes minyak ikan kedalam tabung reaksi. Lalu ditambahkan 10 tetes H2O2 5%. Campuran dikocok selama 1 menit. Kemudian dipanaskan di atas api kecil perlahan-lahan sampai tidak ada gelembung-gelembung gas keluar dan jangan sampai mendidih. Tabung didinginkan dengan dialirkan air keran. Selanjutnya, lakukan uji seperti pada penentuan adanya vitamin A. Jangan lupa, amati perubahan warna yang terjadi. Terjadinya warna jingga, kuning, menunjukkan adanya vitamin A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Tabel hasil uji Vitamin No. 1. Identifikasi Vitamin Vitamin A Sampel Hasil Ipi Vit. A + Gambar Ket Muncul warna biru kehijauan 2. Vitamin B1 Pro. I Minyak ikan - - Fermipan + Muncul warna coklat B1 Ipi + Muncul warna coklat kehitaman Pro.II Fermipan - - 3. Vitamin B6 Pro. I Pro.II B1 Ipi - - Neurosanbe - - Vit. B komplex - - Neurosanbe - - Vit. B komplex + Muncul warna jingga 4. Vitamin C Pro. I Ipi Vit. C + Muncul warna merah bata Asam askorbat + Berwarna biru dan terdapat endapan merah Pro.II 5. Vitamin D Ipi Vit. C - - Asam askorbat - - CDR + Muncul warna jingga kuning Minyak ikan Ket : + = Positif mengandung Vitamin yang tertera - = Tidak mengandung Vitamin yang tertera - - 4.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini ada lima uji yang dilakukan praktikan untuk mengidentifikasi protein secara kualitatif. Lima uji yang dilakukan yaitu, Uji adanya Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B6, Vitamin C, dan Vitamin D. Untuk setiap uji terdapat dua sampel yang diuji cobakan, dengan dua prosedur percobaan. Tetapi untuk uji Vitamin A dan Vitamin D hanya terdapat satu prosedur percobaan. Uji pertama yang dilakukan yaitu uji adanya kandungan vitamin A pada Ipi Vitamin A dan juga minyak ikan. Untuk uji pada Ipi Vitamin A menunjukkan hasil yang positif dengan munculnya warna biru kehijauan pada sampel. Sedangkan untuk minyak ikan menunjukkan hasil yang negatif karena tidak terlihat warna biru kehijauan pada sampel. Menurut data yang diperoleh minyak ikan seharusnya mengandung vitamin A. Minyak Ikan adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Minyak Ikan mengandung energi sebesar 902 kilokalori, protein 0 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 0 gram, kalsium 0 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 0 miligram. Selain itu di dalam Minyak Ikan juga terkandung vitamin A sebanyak 80000 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Minyak Ikan, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 % (Godam, 2017). Uji kedua yang dilakukan yaitu Uji adanya kandungan Vitamin B1. Untuk uji ini terdapat dua prosedur percobaan, dan dua sampel uji. Sampel yang dimaksudkan adalah fermipan dan B1 Ipi . Pada prosedur yang pertama, sampel fermipan menunjukkan hasil yang positif karena terbentuk warna coklat tetapi tidak ada warna hitam. Selanjutnya untuk sampel B1 Ipi juga menunjukkan hasil yang positif karena terbentuk warna coklat kehitaman. Dari data yang ditemukan sampel fermipan tidak mengandung vitamin B1. Ragi atau fermipan adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Ragi mengandung energi sebesar 136 kilokalori, protein 43 gram, karbohidrat 3 gram, lemak 2,4 gram, kalsium 140 miligram, fosfor 1900 miligram, dan zat besi 20 miligram. Selain itu di dalam Ragi juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Ragi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 % (Godam, 2017). Pada prosedur yang kedua, menunjukkan hasil yang negatif baik fermipan maupun B1 Ipi . Karena pada Kedua sampel tidak menunjukkan adanya warna endapan merah jingga. Uji ketiga yang dilakukan yaitu Uji adanya kandungan Vitamin B6. Untuk uji ini terdapat dua prosedur percobaan, dan dua sampel uji. Sampel tersebut adalah neurosanbe dan Vit. B komplex. Pada prosedur yang pertama kedua sampel menunjukkan hasil yang negatif, karena tidak terbentuk warna biru-ungu pada kedua sampel tersebut. Untuk prosedur kedua hanya Vit. B komplex yang menunjukkan hasil positif dengan munculnya warna jingga pada sampel, sedangkan untuk neurosanbe menunjukkan hasil yang negatif. Neurosanbe adalah nama dagang dari vitamin B kompleks produksi salah satu perusahaan farmasi besar di Indonesia. Neurosanbe merupakan nama paten dari gabungan vitamin B1 (tiamin), B6 (piridoksin), dan B12 (kobalamin). Dari namanya dapat diketahui bahwa vitamin ini sangat baik untuk kesehatan saraf (neuro). Vitamin ini juga sering diresepkan untuk penderita pegalpegal otot, kesemutan (gangguan saraf), dan pasien anemia atau kekurangan darah (Fredy, 2014). Dari data yang ditemukan, seharusnya hasil uji sampel neurosanbe pada prosedur pertama dan yang kedua menunjukkan hasil positif mengandung Vitamin B6. Hal ini merupakan kesalahan praktikan pada saat melakukan praktikum, terutama dalam mencampur beberapa bahan. Uji keempat yang dilakukan yaitu uji adanya kandungan Vitamin C. Untuk uji ini juga memiliki dua prosedur percobaan, dan dua sampel uji. Sampel tersebut adalah Ipi Vit. C dan asam askorbat. Pada prosedur yang pertama, kedua sampel menunjukkan hasil yang positif. Untuk Ipi Vit. C hasil positif ditunjukkan dengan adanya perubahan warna sampel menjadi warna merah bata. Dan untuk asam askorbat hasil positif ditunjukkan dengan adanya perubahan warna sampel menjadi biru dan terdapat endapan merah bata. Pada prosedur berikutnya, kedua sampel menunjukkan hasil yang negatif, karena kedua sampel tidak menunjukkan perubahan warna menjadi merah ungu. Uji yang terakhir adalah uji adanya kandungan Vitamin D. Uji ini hanya memiliki satu prosedur percobaan , tetapi memiliki dua sampel percobaan. Sampel tersebut adalah CDR dan minyak ikan. Pada sampel CDR menunjukkan hasil positif mengandung Vitamin D karena terjadi perubahan warna sampel menjadi jingga kuning . Sedangkan untuk minyak ikan menunjukkan hasil negatif tidak mengandung Vitamin D karena tidak terjadi perubahan warna menjadi jingga kuning. Mikronutrien (zat gizi mikro) adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, namun mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan hormon, aktivitas enzim serta mengatur fungsi sistem imun dan sistem reproduksi. Yang termasuk mikronutrien adalah vitamin (baik yang larut air maupun larut lemak) dan mineral. Mikronutrien diperoleh dari luar tubuh seperti dari makanan atau suplemen, karena tubuh tidak mampu memproduksinya dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Mengonsumsi vitamin juga memiliki batas-batas atau dosis tertentu, karena kelebihan dan kekurangan vitamin akan memiliki dampak pada tubuh. Di bawah ini adalah beberapa zat gizi mikro penting yang saat ini terkait dengan masalah kesehatan tubuh, yaitu:  Vitamin A Vitamin A, memiliki manfaat yang cukup besar bagi kesehatan, seperti : untuk melindungi mata, membangun sel-sel kulit, menjaga tubuh dari infeksi, membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Sumber-sumber vitamin A bisa kita peroleh dari hewani (ikan, telur, susu, hati dan daging sapi) dan nabati (wortel, labu, bayam, dan lainlain)Dampak kekurangan vitamin A adalah adanya gangguan pada mata, rentan terhadap penyakit infeksi, masalah pada kulit, dan lain-lain.Sedangkan dampak kelebihan vitamin A adalah menimbulkan keracunan, kerusakan hati, kelelahan, nyeri persendian, kulit kering, dan lain-lain.  Vitamin B (B1, B2, B3, B6, dan B12) Kelompok vitamin B kompleks memiliki manfaat yang cukup besar untuk metabolisme pembentukan energi yang diperlukan sel-sel otak, misalnya : menjaga kesehatan, mendorong nafsu makan, memproduksi energi, membantu pembentukan antibodi dan saraf, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, dan lain-lain. Sumber-sumber vitamin B diantaranya : padi-padian, daging, makanan laut, unggas, produk susu, telur, brokoli, kacang-kacangan, produk fermentasi kedelai, dan lain-lain.Dampak kekurangan vitamin B adalah mudah terjangkit penyakit beri-beri, mudah terkena penyakit infeksi, masalah kulit, diare, dermatitis, sariawan, nafsu makan turun, mengganggu system syaraf dan daya ingat, anemia, cepat lelah, hilang nafsu makan, dan lain-lain.Sedangkan dampak kelebihan vitamin B adalah jarang terjadi karena bila kelebihan vitamin ini, maka tubuh akan membuangnya bersama urin. Namun, dampak terburuk dapat mengakibatkan kerusakan saraf (lumpuh, mati rasa, dan lain-lain) dan gagal ginjal.  Vitamin C Vitamin C ini memiliki manfaat yang cukup besar dalam pembentukan tulang, otot, dan kulit, melindungi tubuh dari radikal bebas, menjaga imunitas tubuh, mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker, dan lain-lain. Sumber makanan yang mengandung Vitamin C diantaranya : buah-buahan (jeruk, jambu biji, tomat, strobery, dan lain-lain), sayuran (kol, asparagus, kentang) dan hewani (susu, ikan, hati)Dampak kekurangan vitamin C adalah masalah pada gigi, gusi, dan gigi, masalah kulit, cepat lelah, sakit kepala, cepat lelah, dan lain-lain.Sedangkan dampak kelebihan vitamin C adalah sakit kepala, diare, gampang lelah, insomnia, sariawan.  Vitamin D Vitamin D memiliki manfaat yang besar untuk tubuh, diantaranya meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor yang berguna untuk kekuatan tulang dan gigi, mengatur kadar kalsium dalam darah, dan mengatur produksi hormon. Sumber-sumber vitamin D diantaranya : produk susu, minyak ikan, tempe, tahu, telur, sinar matahari pagi.Dampak kekurangan vitamin D adalah masalah pada tulang dan gigi, masalah pertumbuhan.Sedangkan dampak kelebihan vitamin D adalah nyeri tulang, lemah otot, mual, cepat lelah, kehilangan nafsu makan.  Vitamin E Manfaat dari vitamin E ini adalah untuk kesehatan kulit, melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker, menguatkan sel darah merah, dan lain-lain. Sumber vitamin E misalnya : kacang-kacangan, sayur, gandum, ikan, susu dan produk olahannya, alpukat, dan lain-lain.Dampak kekurangan vitamin E adalah merusak imunitas tubuh, memperlambat perkembangan syaraf otot.Sedangkan dampak kelebihan vitamin E adalah hipertensi, lemah otot, mudah terkena resiko perdarahan dalam tubuh (Yulia, 2015). BAB V KESIMPULAN Pada praktikum kali ini ada lima uji yang dilakukan praktikan untuk mengidentifikasi protein secara kualitatif. Lima uji yang dilakukan yaitu, Uji adanya Vitamin A. Pada uji ini Ipi Vit.A menunjukkan hasil yang positif mengandung Vitamin A sedangkan hasil yang negatif ditunjukkan oleh minyak ikan. Berikutnya uji Vitamin B1, pada Uji ini untuk prosedur Fermipan dan Ipi B1 menunjukkan hasil positif dan prosedur dua menunjukkan hasil yang negatif. Kemudian untuk uji Vitamin B6, hanya sampel Vit. B komplex yang menunjukkan hasil positif mengandung Vit.B6. Uji yang keempat yaitu uji Vitamin C, pada uji ini Ipi Vit. C dan asam askorbat pada prosedur satu menunjukkan hasil yang positif mengandung vitamin C, dan kedua sampel negatif pada prosedur yang kedua.Uji yang terakhir adalah Uji adanya Vitamin D. Pada uji ini hanya CDR saja yang menunjukkan hasil positif, sedangkan minyak ikan menunjukkan hasil yang negatif. Untuk setiap uji terdapat dua sampel yang diuji cobakan, dengan dua prosedur percobaan. Tetapi untuk uji Vitamin A dan Vitamin D hanya terdapat satu prosedur percobaan. Kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis vitamin akan menimbulkan dampak pada tubuh manusia, oleh karena itu vitamin yang termasuk dalam mikronutrient harus dikonsumsi dalam dosis yang tepat. DAFTAR PUSTAKA Fredy, Felix. 2014. Neurosanbe. Diperoleh pada Sabtu 1 Juli 2017, dari http://www.kerjanya.net/faq/7921-neurosanbe.html Godam. 2017. Komposisi Nutrisi Bahan Makanan. Diperoleh pada Sabtu 1 Juli 2017, dari http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-minyak-ikan-komposisi-nutrisi-bahanmakanan.html#.WVefToiGO00 Shad, Ray, dkk. 2010. Analisis Kualitatif Vitamin. Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin Yulia. 2015. Mikronutrien : Sedikit Tapi Penting. Diperoleh pada Minggu 2 Juli 2017, dari http://foodtech.binus.ac.id/2015/02/03/mikronutrien-sedikit-tapi-penting/ LAMPIRAN

Judul: Laporan Praktikum Fundamental Of Nutrition Identifikasi Vitamin Program Studi Ilmu Gizi

Oleh: Tiara Krisnani Muguri

Ikuti kami