Konglomerasi Media Pada Mnc Group Universitas Bhayangkara Jaya Fakultas Ilmu Komunikasi

Oleh Rafi Alfadilah

175,2 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Konglomerasi Media Pada Mnc Group Universitas Bhayangkara Jaya Fakultas Ilmu Komunikasi

UAS Ekonomi Politik Media Konglomerasi Media Pada MNC Group Terhadap Relasi Ekonomi Politik DISUSUN OLEH Rafi Alfadhilah 6A1 201710415067 UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAYA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Konglomerasi merupakan sebagai perusahaan media yang memiliki banyak anak cabang perusahaan, yang bergerak di bidang media massa dan sebagai kepemilikan media massa pada satu orang atau satu perusahaan lagi pula banyak perorangan yang memiliki banyak media di indonesia ataupun perusahaan media. Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari komunikator kepada massa atau khalayak, lalu pengertian media massa ialah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber media kepada khalayak menggunakan alat, seperti surat kabar ataupun media lainnya. Banyaknya media televisi dari stasiun televisi pemerintah TVRI sampai stasiun televisi swasta SCTV, Indosiar, dan lain-lain. Lalu, banyaknya konglomerasi media di indonesia yaitu pemilik media Hary Tanoesoedibjo yang memiliki MNC Group yang memiliki media cetak seperti koran Sindo, maupun media elektronik televisi seperti channel RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews. Selain memiliki anak perusahaan Hary juga pendiri dari partai politik Perindo. Selain beliau ada juga tokoh yang memiliki banyak media seperti Chairul Tanjung yang memiliki Trans Corp berupa channel Trans Tv dan Trans 7, tetapi beliau tidak berpasrtisipasi ke dunia politik. Makalah ini akan membahas tentang konglomerasi media pada MNC Group terhadap relasi ekonomi politik karena perusahaan tersebut memiliki banyak nya anak perusahaan dari media dan dunia politik. Bahasan ini sangat menarik Hary Tanoe tokoh yang sangat berpengaruh atas kepemilikan banyak media maupun dunia politik. Rumusan Masalah 1. Bagaimana konglomerasi media memiliki relasi antara ekonomi dan politik? 2. Bagaimana pengaruh konglomerasi media terhadap politik? 3. Apakah konglomerasi media berpengaruh terhadap publik? Tujuan Makalah 1. Mempelajari tentang materi konglomerasi media dengan hubungan antara ekonomi dan politik 2. Mengetahui apa pengaruh konglomerasi terhadap publik 3. Memahami tentang apa itu konglomerasi media. BAB II TINJAUAN PUSTAKA  Konglomerasi Media Konglomerasi media ialah penggabungan / pemusatan perusahaan – perusahaan (baik yang bergerak di bidang media ataupun non – media) menjadi perusahaan yang lebih besar yang membawahi banyak perusahaan (media massa /non media massa).1 Konglomerasi media itu sendiri pun ialah sebuah perusahaan yang memiliki banyak anak cabang perusahan baik dari perusahaan media maupun perusahaan lainnya dimna perusahaan tersebut dimiliki oleh satu orang saja.  Relasi Menurut W.J.S Poerwadarminta (2002:937), relasi berarti hubungan, yaitu suatu kegiatan tertentu yang membawa akibat kepada kegiatan lain. Relasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional (2002:943) berarti hubungan, perhubungan, pertalian. Relasi merupakan sebuah hubungan antara orang satu dengan orang lainnya dimana kedua orang tersebut memiliki hubungan yang saling berdekatan dan juga memiliki sebuah tujuan yang sama antara satu dengan yang lainnya. 1 https://feriferdinan.com/2017/05/14/konglomerasi-media/ BAB III PEMBAHASAN Relasi ekonomi politik dengan konglomerasi media sudah membawa Hary Tanoe telah mempu membuat sebuah partai yaitu perindo dimana partai tersebut di bangun untuk memenuhi fasilitas politik dari Hary Tanoe tersebut. Dengan ini bagaimanakah strategi yang dibangun Perindo untuk memilih sumber daya dari MNC Group untuk mendukung partai milik ia sendiri, Hary Tanoe berusaha membesarkan partai nya tersebut dengan memanfaatkan sumber daya dari media yang ia miliki contoh nya seperti MNCTV, RCTI, dan GTV untuk mendukung dan meraih dukungan serta kesetiaan dari pemilih partai nya tersebut. Hary Tanoe memanfaatkan media miliknya sendiri untuk dapat digunakan sebagai wadah politik nya sendiri, relasi tersebut dimanfaatkan beliau untuk dapat menyampaikan aspirasi nya kepada masyarakat dan meyakinkan kalau partai yang ia pimpin itu layak dan pantas untuk dipilih dengan mengiklankan aktivitas-aktivitas kedekatan mereka terhadap rakyat-rakyat kecil dan partai tersebut meniarkan ke dalam media nya. Disamping kegiatan politiknya, beliau juga memfokuskan kebutuhan ekonomi nya karena beliau tidak perlu membayar media untuk mempromosikan partai nya sendiri, dengan banyaknya media yang ia miliki beliau sudah mendapatkan keuntungan dengan tayangan-tayangan yang diberikan dan kepuasan maupun penilaian publik. Lalu, media massa pun berperan sebagai media penyaluran relasi dan juga MNC memiliki banyak pesaing contohnya Surya Paloh yang mempunyai Metro TV dan ia memimpin partai politik. Lalu, ada juga Aburizal Bakrie yang memiliki stasiun tv ANTV dan TVONE dan memimpin partai politik Golkar. Akhir-akhir ini pun para konglomerasi media tidak hanya berjuang dalam dunia bisnis ekonomi, mereka pun perlu sesuatu yang lebih kuat untuk menjalankan sebuah bisnis di era yang informatif seperti di era saat ini. Lalu, keharusan para konglomerasi menduduki kursi jabatan di pemerintahan merupakan sesuatu hal yang baru dalam media mereka, dan juga jika tidak terjun langsung ke kursi jabatan di pemerintahan maka perusahaan mereka terancam jatuh jika menentang regulasi atau peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pejabat. Oleh karena itu, mereka wajib menduduki langsung kursi jabatan tersebut agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Regulasi antara konglomerasi media dengan ekonomi dan politik sangat bergantungan karena pemilik media atau pemilik anak perusahaan merupakan orang yang sangat berpengaruh di era saat ini. Merekapun sangat berpengaruh di era saat ini di karenakan mereka memiliki media yang cukup besar dan juga mereka memiliki sebuah partai yang besar dan juga dari banyaknya media yang mereka miliki. Relasi ekonomi politik terhadap konglomerasi media sangatlah berhubungan erat karena seseorang dapat memiliki keduanya secara bersamaan, seperti memiliki media massa televisi, radio, dan surat kabar, dan juga dapat memiliki partai politik atau menduduki sebuah jabatan. Saran Seharusnya kepemilikan media lebih menayangkan atau membuat konten sesuai dengan kebutuhan publik, bukan karena kebutuhan pribadi apalagi untuk kebutuhan politik atau kebutuhan kampanye. Lalu konglomerasi media haruslah mkemiliki pengontrol independen pada setiap media yang dimiliki, walaupun dibawah naungan media group itu sendiri. Dan juga tugas media seharusnya menjadi lembaga dengan sumber informasi bagi masyarakat yang diharapkan terciptanya demokrasi di dalam suatu media tersebut. DAFTAR PUSTAKA    https://feriferdinan.com/2017/05/14/konglomerasi-media/ Anggalih Bayu Muh. Khamim“Konglomerasi Media dan Partai Politik: Membaca Relasi MNC Group dengan Partai Perindo” 31 Oct 2019 http://digilib.unila.ac.id/931/9/BAB%20II.pdf

Judul: Konglomerasi Media Pada Mnc Group Universitas Bhayangkara Jaya Fakultas Ilmu Komunikasi

Oleh: Rafi Alfadilah

Ikuti kami