Mengembangkan Dan Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Dipesisir Pantai

Oleh Desrie Pharman

107,1 KB 10 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Mengembangkan Dan Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Dipesisir Pantai

MENGEMBANGKAN DAN MEMBERDAYAKAN EKONOMI MASYARAKAT DI PESISIR PANTAI Desrie Pharman Abstrak Artikel ini membahas tentang pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pesisir pantai. Artikel ini menunjukkan bahwa pengembangan objek pariwisata adalah faktor utama agar bisa meningkatkan ekonomi baik masyarakat didaerah pesisir tersebut maupun bangsa Indonesia. Namun harus ada pendampingan dan arahan yang signifikan dari pemerintah agar program ini bisa dijalankan dengan baik. Pelestarian lingkungan pariwisata harus juga dijaga dan dilestarikan agar bisa berkembang dengan baik dan daerah pariwisata akan semakin indah dan wisatawan juga akan semakin tertarik untuk datang. Pendidikan adalah faktor utama dalam kuliatas sumber daya manusia maka dari itu untuk mengelola sumber daya alam harus memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik agar sumber daya alam yang dikelola tidak rusak dan dapat mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan, Masyarakat pesisir, Objek Pariwisata A. Latar Belakang Masyarakat pesisir adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama-sama yang tinggal diwilayah pesisir, yang bergantung pada pemanfaatan sumberdaya dan lingkungan pesisir. Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi karena kearah 12 mil laut dari garis pantai untuk provinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu kota, dan darat merupakan administrasi kota. Wilayah pesisir memiliki potensi dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat pesisir salah satunya yaitu membangun kehidupan masyarakat pesisir melalui objek parawisata. Karena wilayah pesisir yang memiliki potensi pariwisata dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir dengan adanya usaha-usaha kecil, menengah dan juga dapat mengurangi tingkat dari pengangguran. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar didunia, dengan 17.504 pulau yang dimilikinya dengan garis pantai sepanjang 95.181 km yang tentunya memiliki modal untuk mengembangkan potensi pariwisata pantai yang dimilikinya, untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Meskipun demikian, sektor pariwisata khususnya pariwisata pantai sangat rentan terhadap faktorfaktor lin gkungan alam, keamanan, dan aspek global lainnya. Oleh karena itu, pengembangan kawasan pariwisata harus mengakomodir prinsipprinsip pariwisata berkelanjutan seperti yang tertuang dalam pacific ministers conference on toursin and environment di meldivest tahun 1997 yang meliputi kesejahteraan local, penciptaan lapangan kerja, konservasi sumber daya alam, pemeliharaan dan peningkatan kualitas hidup antar generasi dalam distribusi kesejahteraan. Gunn, 1994 mengemukakan bahwa suatu kawasan wisata yang baik yang baik dan berhasil secara optimal didasarkan pada empat aspek yaitu: mempertahankan kelestarian lingkungannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dikawasan tersebut, menjamin kepuasan pengunjung, dan meningkatkan keterpaduan dan kesatuan pembangunan masyarakat disekitar kawasan dan zona pengembangan. (hawaniar:2011) Pendapat saya tentang apa yang disampaikan oleh penulis yaitu pengembangan pariwisata adalah hal yang mulia karena dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat. Namun pengembangan pariwisata sangat rentan dengan kerusakan alam contohnya saja terumbu karang yang ada disetiap pantai Indonesia, padahal terumbu karang adalah kehidupan bagi binatang-binatang yang ada dilaut dan merupakan salah satu kekayaan alam yang harganya itu tidak ternilai. Ketertarikan saya dalam membuat artikel ini adalah bagaimana cara mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir yang memiliki SDA yang sangat melimpah namun orangorang yang tinggal dipesisir memiliki kondisi ekonomi yang bisa dibilang sangat kurang atau kebutuhan sehari-harinya saja tidak cukup. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara yang harus dilakukan dalam mengembangkan daerah pesisir sebagai objek pariwisata? 2. Bagaimana cara mempertahankan kelestarian lingkungan pesisir pantai? 3. Bagaimana mengembangkan potensi SDM untuk mengelola SDA yang ada? B. Tujuan Penulisan Bagaimana pemerintah atau masyarakat dalam mengembangkan wilayah pesisir pantai sebagai objek pariwisata. C. Hasil dan Pembahasan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan disebutkan bahwa pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Pariwisata adalah keseluruhan kegiatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk mengatur, mengurus dan melayani kebutuhan wisatawan. (Karyono, 1997:15). Pariwisata merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manusia baik secara perorangan maupun kelompok di dalam wilayah negara lain. Kegiatan tersebut menggunakan kemudahan, jasa dan faktor penunjang lainnya yang diadakan oleh pemerintah atau masyarakat, agar dapat mewujudkan keinginan wisatawan. (wahyudi:) Pengembangan daerah pesisir sebagai objek pariwisata merupakan strategis utama karena belum mengompitmalnya sumber daya alam. Dimana hal ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk menjadi pelopor pengembangan objek pariwisata. Pengembangan pariwisata ini memiliki beberapa strategis yaitu: 1. Promosi Promosi ini adalah upaya melakukan pemasaran, untuk mempromosikan wisata laut melalui duta wisata dengan menjadikan pemuda-pemudi untuk belajar ke luar daerah sebagai duta wisata dan menyebarluaskan daya Tarik wisata kepada masyarakat. Bisa juga dengan budaya dengan mengadakan kegiatan dan dipublikasih ke media sosial. 2. Aksebilitas Adalah akses jalan untuk menuju objek pariwisata. Karena itu pemerintah harus memperbaikki atau menyediakan akses jalan menuju objek wisata. Karena ini adalah fasilitas utama para wisatawan untuk pergi ke suatu objek wisata. 3. Kawasan pariwisata Kawasan pariwsata dikembangkan dengan meningkatkan peran serta pemerintah masyarakat dan swasta dalam pembangunan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan sarana dan prasarana seperti akomoditas, restoran, usaha rekreasi, hiburan umum, pondok wisata dan lain-lainnya. 4. Wisata bahari Pariwisata pantai menawarkan wisata bahari dengan berbagai keindahannya. Karena itu promosi wisata bahari sangat potensial untuk dikembangkan. 5. Produk wisata Produk wisata adalah keindahan yang ditawarkan oleh pantai-pantai dengan berbagai potensinya. Produk wisata juga produk unggulan khas daerah yang dapat ditawarkan dan dapat menjadi daya Tarik wisatawan. (suwantoro:2004) Pariwisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun, pada hakikatnya, pariwisata adalah suatu bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian area yang masih alami, memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat setempat. Semula pariwisata dilakukan oleh wisatawan pecinta alam yang menginginkan di daerah tujuan wisata tetap utuh dan lestari, di samping budaya dan kesejahteraan masyarakatnya tetap terjaga. Namun dalam perkembangannya ternyata bentuk pariwisata ini berkembang karena banyak digemari oleh wisatawan. Pada tahun 1995 The Tourism Society kemudian mendefinisikan pariwisata sebagai bentuk baru dari kegiatan perjalanan wisata bertanggungjawab di daerah yang masih alami atau daerah-daerah yang dikelola dengan kaidah alam dimana tujuannya selain untuk menikmati keindahannya juga melibatkan unsur pendidikan, pemahaman dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi alam dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat sekitar daerah tujuan pariwisata. Oleh karena itu kelestarian lingkungan didaerah pesisir harus dijaga dengan baik karena orang-orang didaerah pesisir kebanyakan atau hampir semua menggantungkan kehidupannya pada laut, maka dari itu para wisatawan harus bertanggung jawab didaerah yang ditujuh selain menikmati keindahannya. Kualitas sumber daya manusia adalah suatu upaya yang perlu dilakukan agar terjadi peningkatan pada SDM. Karena dengan hanya memiliki kualitas sumber daya manusia potret bangsa bisa diubah. Maka dari itu pendidikan merupakan faktor utamanya. Masalah rendahnya kualitas SDM diungkap bahwa “berdasarkan laporan badan PBB untuk program pembangunan pada tahun 2000 disebut kualitas SDM Indonesia berada pada urutan 109 diantara 174 negara” Mendiknas (kompas:2001:4). Sumber daya manusia Indonesia saat ini menghadapi tantangan isu dalam mengelola SDA Indonesia, pengelolaan SDA sangat penting dikelola oleh putra-putri terbaik di Indonesia agar proses pembangunan Indonesia dapat berlangsung secara merata untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan dan kemakmuran tanpa mengorbankan dan menguras SDA untuk generasi milenial sekarang ini. Pemanfaatan sumber daya alam Indonesia akan mampu dikuasai oleh sumber daya manusia Indonesia, jika pemerintahan focus mengembangkan pendidikan yang berbasis karakter kekayaan alam daerah masing-masing dan Indonesia akan memiliki modal yang kuat dalam persaingan global tanpa bergantung dengan modal asing. D. Penutup Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah kegiatan wisata yang didukung fasilitas yang telah disediakan dan pengembangan pariwisata adalah strategis utama dalam mengembangkan ekonomi dan dipertanggung jawabkan oleh pemerintah. Pariwisata adalah bentuk tanggung jawab wisata terhadap kelestarian lingkungan daerah tersebut. Selain menikmati keindahan alamnya dapat juga memahami bagaimana pendapatan masyarakat yang ada didaerah tersebut. Sumber daya manusia adalah suatu upaya yang harus ditingkatkan, karena dengan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik potret bangsa bisa diubah. Maka dari itu diperlukan pendidikan yang berkarakter kekeyaan alam daerah masing-masing agar sumber daya manusia bisa mengelola SDA yang ada tanpa merusak dan dapat bertujuan mensejahterakan dan memakmurkan. E. Daftar Pustaka Hawaniar Mira. (2011).Peran Masyarakat dalam Pembangunan Pariwisata Pantai Berkelanjutan.http://mirahawaniar.blogspot.com/2011/10/peranmasyarakat-dalam-pembangunan.html?m=1 diunduh pada Minggu, 13 Desember 2020 Fandeli, Chafid (ed), 2001. Dasar-dasar Manajemen Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Liberty. Anonim, 1999, Ekowisata Harusnya Melestarikan Lingkungan, Intisari On The Net. www.indomedia.com http://cvinspireconsulting.com/konsep-pengembangan-pariwisata/ Gamal Suwantoro. 2004. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset Riyaningtyas. (2014). Strategi Pengembangan Daerah Pesisir Pantai Sebagai Objek Pariwisata di Kabupaten Pacitan. Ringkasan Skirpsi. http://eprints.uny.ac.id/22828/8/RINGKASAN%20SKRIPSI%20STRATEG I%20PENGEMBANGAN%20DAERAH%20PESISIR%20PANTAI%20SEB AGAI%20OBJEK%20PARIWISATA%20DI%20KABUPAT.pdf Siregar Anwar M. (2018). Tantangan SDM Mengelola SDA indonesia https://medanbisnisdaily.com/m/news/read/2018/04/30/345740/tantangansdm-mengelola-sda-indonesia/

Judul: Mengembangkan Dan Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Dipesisir Pantai

Oleh: Desrie Pharman


Ikuti kami