Ekonomi Internasional Dasar Tukar (term Of Trade

Oleh Dantok Jalat

243,3 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ekonomi Internasional Dasar Tukar (term Of Trade

EKONOMI INTERNASIONAL DASAR TUKAR (TERM OF TRADE) Nurul Emillia 01121402041 Muhammad Fakhrie 01121403009 Anugrah Pratama 01121403115 DAFTAR ISI Dasar Pertukaran Internasional Kurs dan Penyesuaian Floating Exchange Rate System Fixed Exchange Rate System Exchange System Control Proteksi, Tarif dan Kuota Tariff Effect Alasan Merosotnya DTI Konsep Dasar Tukar Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional Perjanjian Perdagangan Internasional Daftar Pustaka 3 3 4 4 4 5 6 6 7 10 14 16 2 Dasar Pertukaran Internasional Dasar pertukaran internasional mengungkapkan bagaimana pola perdagangan internasional dengan memperhitungkan penggunaan faktor produksi sebagai tolak ukur. selanjutnya suatu negara dapat memperhitungkan, apakah perdagangan internasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang ,akan tetapi lebih jauh mendatangkan devisa bagi Negara,. Melalui teori klasik, baik abasolote advantage maupun comparative advantage, tolak ukur pertukaran barangmenggunakan tanga kerja. lebih sedikit menggunakn tenaga kerja berarti biaya dan sekaligus haraga barang lebih murah. Tolak ukur penggunaan tenaga kerj untuk menghasilakn sataun output per satauan waktu dapat digunakan sebagai dasar tukar internasional di satu sisi dan dasar tukar dalam negari disisi lain. Mengikuti teori perdagangan internasioanal yang diajukan oleh Eli Heckscher dan Bertil Ohlin bahwa advantage berdasarkan alternative capital intensive (padat modal) atau labor intensive (padat karya); mengungkapkan bahwa dasar advantage memperhitungkan labor cost maupun capital cost. Biaya lebih efisien sekaligus harga harga lebih rendah dinyatakan advantage sebagai kombinasi kedua input dimaksud sehingga terms of tradebisa dinyatakan sebagai rasio antara harga barang ekspor dan impor. Kurs dan Penyesuaian (Exchange Rate and Adjustment) Perdagangan internasional yang dilakukan oleh suatu Negara dalam perkembangan dihadapkan oleh fluktuasi kurs yang tidak dapat dihindari. Begitu pula terhadap arus investasi yang secara keseluruhan terungkap pada neraca ppembayaran. Kondisi ini memerlukan penyesuaian kurs yang menggunakan system yang saling terkait, flexible / floating exchange rate system, fixed exchange rate dan exchange control. Flexible atau floating exchange rate system memberlakukan bahwa kurs semata-mata ditentukan berdasarkan mekanisme pasar yang berarti ditentukan 3 oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Kemudian fixed exchange rate system dilakukan oleh pemerintah sebagai eksekutif untuk menetapkan nilaikurs pada tingkat pertukaran tertentu. Sedangkan exchange control dilakukan oleh bank sentral untuk mengawasi keluar masuknya devisa. Floating / Flexible Exchange Rate system System ini disebut juga sebagai sistemkurs mengambang, bahwa perubahan nilai/kurs terjadi disebabkan oleh kekuatan permintaan di satu sisi dankekuatan penawaran disisi lain, berarti semata-mata kurs ditentukan oleh kedua pelaku pasar sehingga sistim ini disebut juga sebagai kurs pasar atau bebas. Fixed Exchange Rate System Suatu system sebagaiupaya mempertahankan kurs valuta asing yang tetap pada tingkat tertentu, dan mengharapkan elemen-elemen intern lainnya dalam system tersebatu dapat menjamin perekonomian berada dalam keseimbangan internasional. System ini mempertahankan nilai kurs inidilakukan oleh pihak eksekutif atau pemerintah. Adapun yang dimaksud dengan elemen intern mencakup stabilitas ekonomi, dimana system ekonomi berlangsung dengan baik (moneter, fiscal, nonfiskal, dan moneter) Exchange Control System Suatu kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral untuk melakukan diskriminasi terhadap valuta asing dan barang dalam rangka pengawasan devisa. Dalam sistim ini pemerintah praktis memonopoli keseluruhann transaksi berkaitan dengan valuta asing yang bertujuan untkmencegah adanay aliran masuk modal keluar dan melindungi pengaruh depresi darinegara lain untuk mengatasi keterbatasan cadangan devisa. Tujuan suatunegara menjalankan exchange control mencakup antara lain: 1. Mencegah terjadinya aliran modal ke luar negeri untuk menekan disequilibrium neraca pembayaran internasional 2. Melindungi industry dalam negeri dalam persaiangan degan industry Negara lain 3. Pemerintahan memperoleh pendapatan 4 Proteksi, Tarif, dan Kuota Proteksi disebut juga perlinduangan yang dilakukan pemerintah pada industry domestic dan sekaligus membesarkannya yang berlaku diperdagangan umum. Kebijakan proteksi memiliki dua alasan dasar, yaitu baerupa alasan infrant industry dan alasan strategi. Alasan infrant industry berupa upaya melindungi produksi industry dalam negeri untuk tumbuh dan berkembang. Sedangkan alasan , berupa tindak lanjut memproduksi dan sekaligus konsumsi sendiri dalam kondisi perang. Ada beberapa bentuk proteksi ,yang secaragaris besar adalah seperti berikut ini : 1. Kuota Suatu hambatan kuantitatif , yang membatasi impor barang-barang khusus dengan spesifikasi jumlah unit atau nilai total tertentu perperiode tertentu. 2. Perdagangan oleh Pemerintah Bukan merupakan pandagan komunis atau sosialis, tetapi upaya memonopoli impor dimana ada kebebesan administrative yang pada hakikatnya pemerintah merupakan pelaku utama 3. Control devisa Control devisa merupakan hambatan administrasi atau transaksi yang melibatkan mata uang asing. 4. Larangan impor Bentuk terkuat dari control impor adalah dengan larangan impor untuk kategori barang tertentu, khususnya barang mewah 5. Hukum local mengenai pembelian Negara bisa menerapkan hukum yang menetapkan barang-barang local secara pasti harus dibeli melalui pilihan produk luar negeri untuk dapat dibandingkan denngan produk-produk local yang tersedia. Ini umumnya terjadi untuk baranbarang modal 5 6. Hambatan non tariff Tarif Effect 1. Consumption effect dapat dinyatakan sebagai pengaruh tarif yang dirasakan oleh konsumen berupa kerugian sebagai akibat dari kenaikan harga barang. 2. Income effect dapat diartkan sebagai pendapatan yang diterima Negara atas kebijakan proteksi berupa pengenaan tariff impor 3. Production effect berupa manfaat yang dinikmati oleh produsen dlam negeri berupa kenaikan harga barang 4. Redistribution effect merupakan subsidi yang diperoleh oleh produsen dalam negeri dri pemerintah dalam negeri dari pemrintah sebagai kebijakan proteksidari instrument tariff impor Alasan Merosotnya Dasar Tukar Internasional (DTI) Menurut Singer dan Prebisch (1950) DTI bergerak kearah yang merugikan bagi negara-negara berkembang. Beberapa alasan merosotnya DTI di negara berkembang adalah sebagai berikut: 1. Elastisitas Pendapatan Pertumbuhan ekonomi yang terjadi secara berkesinambungan menyebabkan meningkatnya permintaan suatu negara (baik berkembang maupun maju) terhadap barang primer maupun hasil industri olahan. Namun, peningkatan tersebut terjadi dalam proporsi yang tidak sama. Peningkatan permintaan produk hasil industri olahan lebih cepat daripada barang primer. Akibatnya harga produk hasil industri olahan meningkat lebih cepat dari barang primer. Padahal barang primer merupakan ekspor utama negara yang sedang berkembang. 6 2. Substitusi - Jika harga barang primer meningkat dalam waktu yang cukup lama, maka negara maju akan berusaha untuk membuat barang pengganti (substitusi) bagi barang primer tersebut. - Selama ini barang substitusi tersebut banyak menyebabkan turunnya harga dan jumlah yang diminta bagi barang-barang primer. 3. Pengaruh dari Ekonimi (Business- Cycle) Tiadanya organisasi buruh yang kuat di negara berkembang sehingga upah lebih mudah dapat ditekan ke bawah daripada di negara maju yang memiliki organisasi buruh yang kuat. 4. Struktur Pasar Konsep Terms Of Trade / Dasar Tukar :  Net Barter Terms of Trade  Gross Barter Terms of Trade  Income Terms of Trade  Factorial Terms of Trade a. Net Barter Terms of Trade (N) atau Commodity TOT adalah perbandingan index harga ekspor dgn index harga impor. Dinyatakan dalam: N = Px/Pm x 100 Px = index harga ekspor Pm= index harga impor 100= index tahun dasar 7 Contoh: Px 2010 = 95 (angka index) Pm2010=110 (angka index) Tahun dasar 2000= 100 Maka berdsrkan data diatas dpt dihitung N 2010 = 95/110 x 100 = 89,36 % Artinya pada 2000/2011 harga / nilai ekspor turun sebanyak 13,64 %. ( 89,36 % - 100 % = -13,64 %) Gross Barter Term of Trade b. Gross barter term of trade adalah perbandingan antara indeks kuantitas ekspor (Qx) dengan indeks kuantitas impor (Q m), atau dirumuskan : G = Q x/ Qm. Apabila G mengalami kenaikan berarti posisi perdagangan luar negeri negeri negara tersebut kurang baik atau kurang menguntungkan karena diperlukan ekspor yang lebih besar untuk mendapatkan sejumlah impor tertentu. Income Term of Trade c. Konsep income term of trade ini lebih penting bagi negara-negara berkembang, karena mencerminkan kemampuan negara tersebut untuk mengimpor barang-barang dari hasil ekspor. Dirumuskan sebagai : I = N. Q x = (Px/Pm). Qx. Contoh: I 1965 = 100 (income barter term of trade tahun 1965) Qx.2005 = 115 (indeks kuantitas ekspor tahun 2005 PX.2005 = 95 (indeks kuantitas impor tahun 2005) Pm.2005 = 105 (indeks harga impor tahun 2005), maka I = (95/105).115 = 104,05 8 Berarti untuk periode 1965 sampai 2005, kemampuan mengimpor didasarkan pada penerimaan ekspor naik sebesar 4.05%, meskipun P x/Pm turun. Perubahan Income term of tradepenting untuk negara-negara berkembang karena berkaitan dengan kemampuan untuk mengimpor (capasity to impor). Kenaikan I menunjukkan bahwa suatu negara dapat memperoleh jumlah impor dengan dasar kenaikan nilai ekspornya. Kemampuan mengimpor akan lebih besar lagi apabila dipertimbangkan adanya aliran modal yang masuk serta penerimaanpenerimaan lain selain ekspor. Perubahan I dan N mungkin dalam arah yang berlawanan, misalnya indeks harga impor tetap, indeks harga ekspor turun dengan persentase lebih kecil dari pada naiknya indeks volume impor, maka I akan naik dan N akan turun. d. Factorial Term of Trade Apabila faktor produktivitas di dalam memproduksi barang dipertimbangkan dalam penghitungan dasar tukar maka konsep ini dinamakan factorial term of trade, yang dapat dibedakan menjadi single factorial term of trade dan doble factorial term of trade dimana masing-masingnya dirumuskan sebagai berikut: a) Single factorial term of trade : S = N. Zx = (Px/Pm). Zx b) Doble factorial term of trade : D = N. (Zx/Zm) = (Px.Zx)/(Pm.Zm) dimana : Zx adalah indeks produktivitas barang ekspor dan Z m adalah indeks produktivitas barang impor. Misalnya: Px = 110 berarti harga ekspor naik 10 % Zx = 105 berarti produktivitas barang ekspor naik 5% per unit input Pm dan Zm = 100 maka: S = (110. 105)/(100.100) = 115, berarti 9 Single factorial term of trade naik 15% Apabila produktivitas barang impor juga naik (Zm) menjadi 110, maka : D = (110x105)/(100x110) = 105 Doble factorial term of trade naik 5% Dalam prakteknya factorial term of trade sulit dihitung dan jarang sekali digunakan. Factorial term of trade biasanya hanya ditujukan untuk menjelaskan bahwa kita harus memperhatikan juga adanya beberapa faktor produksi, atau adanya ketidakseragaman (heterogonous) di dalam faktor tenaga kerja. Beberapa Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional 1. Organisasi & Kerjasama Multilateral. 2. Kerjasama Bilateral. 3. Kerjasama Sektoral. (*) Organisasi & Kerjasama Multilateral : Internasional & Regional. • GATT – WTO, UNCTAD , WCO/CCC • AFTA , APEC,NAFTA, LAFTA, EEC (**) Kerjasama Bilateral adalah kerjasama perdagangan antara dua negara. (***) Kerjasama Sektoral adalah yg menyangkut sektor/bidang tertentu. Organisasi & Kerjasama Multilateral : Internasional • GATT (General Agreement On Tariff And Trade) organisasi internasional didirikan tahun 1948 dengan tujuan menciptakan dan meningkatkan arus perdagangan internasional yang terbuka, bebas dan kompetitif di antara negara-negara penandatangan dengan menerapkan prinsip-prinsip pokok/dasar yg disebut GATT Clause. 10 GATT Clause : a) Free Trade Clause prinsip perdagangan bebas dengan menghilangkan/mengurangi berbagai hambatan perdagangan internasional, baik yang bersifat Tariff Barrier maupunNon Tariff Barrier. b) Most Favorized Nation Clause (MFNC) prinsip hubungan timbal balik/resiprositas dalam perlakuan terhadap perdagangan internasioanal dengan pengecualian untuk hubungan preferential history sepertiCommonwealth, France Union dan kesatuan ekonomi regional FTA dan CU. c) Nation Treatment Clause (NTC) prinsip nondiskriminasi yaitu memberikan perlakuan yang sama terhadap produk luar negeri (impor) maupun produk dalam negeri (lokal). Misalnya mengenakan tarif PPN yang sama. Penyempurnaan kelembagaan dan fungsi GATT dengan membentuk World Trade Organization (WTO) yg mulai berfungsi 1 Januari 1995. • United Nation Conference On Trade And Development (UNCTAD) yaitu organisasi yang didirikan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tahun 1964. Tujuannya adalah meningkatkan kerjasama perdagangan dan pembangunan di antara kelompok negaranegara industri maju dan negara-negara sedang berkembang. Beberapa hasil penting dari UNCTAD adalah : 1. General System of Preferency (GSP) yaitu fasilitas preferensi nonresiprositas dalam bentuk keringanan bea masuk yang diberikan negara industri maju terhadap produk-produk industri/manufacturing negara sedang berkembang. 2. Common Fund yaitu dana bersama yang diusahakan UNCTAD untuk menjaga stabilitas harga ineternasional, sehingga dapat diperoleh stabilitas penerimaan ekspor negara sedang berkembang atas produk primer yang harganya di pasar internasional sangat sensitif dan fluktuatif. 11 • World Customs Organization (WCO) yg sebelumnya disbt Customs Cooperation Council (CCC) merupakan organisasi bea dan cukai sedunia yang didirikan pada 15 Desember 1950 di Brussel Belgia. Tujuan pembentukan CCC/WCO adalah untuk memperbaiki dan mengharmoniskan cara kerja bea dan cukai sedunia, sehingga dapat memperlancar arus lalu lintas perdagangan dan penumpang serta investasi internasional. • Beberapa hasil yg diperoleh CCC/WCO adalah: 1. Sistem Nomenclature nomenklature atau sistem (BTN), Customs kodifikasi Cooperation barang spt Brussel Council Tariff Nomenclature (CCCN), dan Harmonized System (HS). 2. Customs Valuation Code (CVC) sistem penetapan harga pabean. 3. Standar prosedur pabean. 4. Standar dokumen pabean dan lain-lain. Organisasi & Kerjasama Multilateral : Regional Organisasi & Kerjasama Multilateral Regional adalah organisasi /kerjasama ekonomi perdagangan yang anggotanya terdiri dari bbrp negara di kawasan/wilayah tertentu. Contoh adalah AFTA, APEC, NAFTA, LAFTA, EEC. Tujuan dari organisasi & kerjasama multilateral seperti APEC adalah melakukan liberalisasi perdagangan dan investasi serta meningkatkan pemanfaatan SDA dan kualitas SDM untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia dan Pacific. Dalam mencapai tujuan tersebut, disusun agenda liberalisasi secara bertahap: Th 2010 liberalisasi perdagangan dan investasi diantara negara industri maju dikawasan Asia Pasifik ; Th 2020 liberalisasi perdagangan dan investasi diantara seluruh negara dikawasan Asia Pasifik. 12 Kerjasama Sektoral Biasanya kerjasama adalah sektoral yang menyangkut banyak dilakukan oleh sektor/bidang negara-negara tertentu. sedang berkembang dlm bentuk International Commodity Agreement (ICA). Tujuannya adalah untuk meningkatkan harga ekspor dan pendapatan ekspor. • Tiga tipe International Commodity Agreement : 1. Buffer Stocks 2. Export Controls 3. Purchase Contracts • Buffer Stocks : yaitu ICA yang bertujuan membeli komoditi untuk menambah stok sewaktu harga jatuh di bawah harga minimum yang disepakati. Selanjutnya stok akan dijual ke pasar pada waktu harga komoditi itu lebih tinggi dari harga maksimum yang disepakati. Kerjasama dalam buffer stocks agreement antara lain : International Tin Agreement, International Cocoa Agreement, International Rubber Agreement. • Exports Controls: yaitu ICA yg bertujuan mengatur jumlah komoditi yang boleh diekspor oleh masing2 negara anggota /produsen agar stabilitas harga komoditi yang bersangkutan tetap terjaga. Contoh bentuk kerjasama dalam export controls agreement antara lain : International Sugar Agreement, International Coffee Agreement, Organization of Petroleum Exporting Countries. • Purchase Contracts: yaitu ICA berupa persetujuan multilateral dalam jangka panjang antara negara produsen dan negara konsumen dengan suatu ketentuan tertentu. Ketentuannya adalah negara-negara konsumen atau importir setuju atau bersedia untuk membeli sejumlah komoditi tertentu dengan harga minimum yang telah ditetapkan atau sebaliknya negara produsen atau eksportir setuju atau bersedia menjual sejumlah komoditi tertentu dgn harga maksimum yg telah ditetapkan. Kerjasama ini dapat menghindari kerugian yang ditimbulkan Buffer Stocks dan Export Controls. Contoh kerjasama dlm bentuk Purchase Contracts Agreement adalah International Wheat Agreement. 13 Perjanjian Perdagangan Internasional Perjanjian perdagangan internasional muncul disebabkan oleh kebijakan perdagangan yang diterapkan suatu negara diikuti kebijakan Negara lain demi kepentingan dalam negeri masing-masing Negara, sehingga kondisi ini mengakibatkan perselisihan dan pertentangan yang tidak hanya membahayakan perekonomian domestic tetapi lebih jauh perekonomian global. Perjanjian yang terjadi, apakah perjanjian unilateral, bilateral, regional,dan multilateral mengikat masing-masing Negara untuk mematuhi kesepakatan perjanjian. Berbagai bentuk perjanjian ini kemudian membentuk new theory perdagangan internasional yang bermakna bagaimana perjanjian kerjasama perdagangan internasioanal memberikan manfaat bagi suatu Negara. Berbagai bentuk perjanjian seperti unilateral , bilateral, dan regional yang dilakukan oleh masing-masing kelompok dan Negara pada prinsipnya untuk mengatasi berbagai rintangan dalam perdagangan internasional. Perjanjian ini terjalin sebagai kerjasama perdagangan yangmemberikan keuntungan bagi masing-masing Negara, tetapi tidak demikian dengan bentuk perjanjian multilateral WTO yang masih terus menuju meja perundiangan yang tak kunjung selesai dan bagaimana pula denga APEC. Mengapa dasar tukar atau term of trade sangat penting untuk dibicarakan? Hal ini disebabkan karena setiap membicarakan masalah perdagangan internasional sangat berhubungan dengan istilah ini. Dalam pembahasan diatas dan atau pembahasan sebelumnya kita telah sering menggunakan istilah ini untuk menjelaskan posisi suatu negara dalam perdagangan internasional. Persoalan dalam perdagangan internasional bukan hanya masalah adanya keuntungan, tetapi yang lebih penting adalah seberapa besar keuntungan itu. Hubungan ekspor dan impor merupakan hubungan perdagangan antara suatu negara dengan negara lain. Ekspor dilakukan oleh suatu negara karena harga barang yang diekspor lebih tinggi di luar negeri. Hasil ekspor tersebut digunakan untuk mengimpor barang dari negara lain. Ekspor dan impor adalah masalah jual beli 14 sehingga tidak dapat dilepaskan dari masalah harga dan keuntungan. Apabila harga ekspor relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga impor, maka posisi negara itu adalah baik. Sebaliknya apabila harga barang ekspor relatif lebih rendah dari harga barang impor maka posisi tersebut tidak akan menguntungkan. Disamping hal diatas ada beberapa keadaan lain yang mengebabkan posisi suatu negara tidak menguntungkan dalam perdagangan internasional, yaitu pertama apabila jumlah ekspor relatif kecil sedangkan negara tersebut terus saja mengimpor, dan kedua apabila kualitas barang yang di ekspor lebih rendah kualitas darpada barang yang di impor. Keadaan-keadaan tersebutlah yang pada umumnya disebut dengan dasar tukar (term of trade). 15 DAFTAR PUSTAKA http://www.pendidikanekonomi.com/2012/12/dasar-tukar-internasional-terms-of-trade.html http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4216/25.htm http://rinaldisantoso.blogspot.com/2012/07/ekonomi-internasional.html http://fytakennedy.blogspot.com/2013/11/ekonomi-internasional.html 16

Judul: Ekonomi Internasional Dasar Tukar (term Of Trade

Oleh: Dantok Jalat

Ikuti kami