Filsafat Umum Disusun Oleh : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (stit) Al-khariyah

Oleh Maulina Rahmawati

182,8 KB 9 tayangan 1 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Filsafat Umum Disusun Oleh : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (stit) Al-khariyah

FILSAFAT UMUM Akal dan Hati Pada Zaman Yunani Kuno Menurut Heraclitus, Parmanides dan Zeno Dosen pengampu : Uun kurnaesih M.Si Disusun oleh : Kelompok 5 1. Hanifah 2. Ijah Khadijah 3. Kurniah 4. Maulina Rahmawati SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-KHARIYAH TAHUN AKADEMIK 2020 - 2021 KATA PENGANTAR Assamualaikum Wr, Wb Puji syukur senantiasa selalu kita panjatkan kepada allah swt. Yang telah memberikan limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Solawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada nabi muhammad saw yang telah menunjukan jalan kebaikan dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia. Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat umum, juga untuk khalayak ramai sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta informasi yang semoga bermanfaat. Makalah ini kami susun dengan segala kemampuan kami, dan semaksimal mungkin. Namum, kami meyadari bahwa dalam penyusunan makalh ini tentu tidak lah sempurna dan masil banyak kesalahan serta kekurangan. Maka dari itu kami sebagai penyusun makalah ini mohon keritik, saran dan pesan dari semua yang membaca makalah ini terutama dosen mata kuliah filsafat umum yang kami harapkan sebagai bahan koreksi untuk kami. Wassalamualaikum Wr Wb i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................................................i DAFTAR ISI...................................................................................................................................................ii BAB I..........................................................................................................................................................1 PENDAHULUAN.......................................................................................................................................1 A. Latar Belakang.................................................................................................................................1 B. Rumusan masalah...............................................................................................................................1 C. Tujuan penulisan.................................................................................................................................1 BAB II.........................................................................................................................................................2 PEMBAHASAN.........................................................................................................................................2 Akal dan Hati Pada Zaman Yunani Kuno................................................................................................2 A. Menurut Heraclitus.............................................................................................................................2 B.Menurut Paramanides..........................................................................................................................3 C. Menurut Zeno.....................................................................................................................................3 BAB III.......................................................................................................................................................5 PENUTUP...................................................................................................................................................5 A. KESIMPULAN...............................................................................................................................5 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................iii ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Telah kita ketahui sebelumnya bahwa pelaku filsafat adalah akal, dan musuh (atau partner)-nya adalah hati dan rasa. Pertentangan atau kerja sama antara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat. Memang pusat kendali kehidupan manusia terletak di tiga tempat, yaitu indera, akal dan hati. Namun, akal dan hati itulah yang paling menentukan. Pada sejarah filsafat kelihatan akal pernah menang dan juga pernah kalah; hati pernah berjaya, pernah kalah; pernah juga kedua-duanya sama-sama menang. Di antara keduanya, dalam sejarah, telah terjadi pergumulan berebut dominasi dalam mengendalikan kehidupan manusia. Akal yang dimaksud di sini adalah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati ialah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada. Akal itulah yang menghasilkan pengetahuan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik; iman salah satunya. Rivalitas antara kedua-duanya telah terjadi di dalam sejarah peradaban. Pada zaman Yunani Kuno, secara pukul rata akal menang; ini dihentikan oleh Socrates sehingga akal dan hati sama-sama menang. B. Rumusan masalah 1. Akal dan hati menurut heraclitus? 2. Akal dan hati menurut paramanides? 3. Akal dan hati menurut zenu? C. Tujuan penulisan 1. Untuk mengetahui pendapat heraclitus tentang akal dan hati 2. Untuk mengetahui pendapat paramindes tentang akal dan hati 3. Untuk mengetahui pendapat zenu tentang akal dan hati 1 BAB II PEMBAHASAN Akal dan Hati Pada Zaman Yunani Kuno Ciri-ciri umum filsafat Yunani adalah rasionalisme. Rasionalisme mencapai puncaknya pada orang-orang sofis. Untuk melihat rasionalisme sofis perlu dipahami lebih dulu latar belakangnya. Latar belakang itu terletak pada pemikiran filsafat yang ada sebelumnya, yaitu pemikiranpemikiran Heraclitus, Paramanides, Zeno. A. Menurut Heraclitus Heraclitos lahir di Epesus, sebuah kota perantauan di Asia Kecil dan merupakan kawan dari Pythagoras dan Xenophanes, akan tetapi ia lebih tua. Ia mendapat julukan si gelap karena untuk menulusuri gerak pemikirannya sangat sulit. Hanya dengan melihat fragmen-fragmennya , ia mempunyai kesan hati yang tinggi dan sombong , sehingga ia mudah mencela kebanyakan manusia untuk mengatakan jahat dan bodoh, juga mencela orang –orang yang terkemuka di Yunani. Pemikiran filsafatnya terkenal dengan filsafat menjadi. Ia mengemukakan bahwa segala sesuatu (yang ada itu) sedang menjadi dan selalu berubah. Sehingga ucapannya yang terkenal : Panta rhei kai uden menci yang artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan arus sungai dan tidak seorang pun yang dapat masuk ke sungai dua kali. Alsannya, karena air sungai yang pertama telah mengalir , berganti dengan air yan berada di belakanganya. Demikian juga dengan segala yang ada, tidak ada yang tetap, semuanya berubah. Akhirnya dikatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu adalah menjadi, maka filsafatnya dikatakan filsafat menjadi. Menurut Heraclitos alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah , sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. Itu berarti kita hendak memahami kehidupan kosmos, kita menyadari bahwa kehidupan kosmos itu dinamis. Kosmos itu tidak pernah berhenti (diam), ia selalu bergerak, dan bergerak berarti berubah. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan . itulah sebabnya ia sampai pada kongkulasi bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini bukanlah barang (stuff)-nya seperti yang dipertanyakan oleh para filosof yang pertama itu, melainkan prosesnya (Warner, 1961:28). Penyataan “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pernayatan yang sederhana. Implikasi pernyataan tersebut amat hebat. 2 Dan itu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah, tidak tetap. Pengertian adil pada hari ini belum tentu masih benar besok. Hari ini 2 x 2 = 4 namun besok dapat juga bukan empat. Pandangan ini merupakan warna dasar flsafat sofisme. Menurut pendapatnya, di alam arche terkandung sesuatu yang hidup (seperti roh ) yang disebut sebagai logos ( akal atau semacam wahyu) . logos inilah yang menguasai sekaligus mengendalikan keberadaan segala sesuatu. Hidup manusia akan selamat sesuai dengan logos B. Menurut Paramanides Paramanides yang lahir kira-kira tahun 450 SM dikatakan sebagai logikawan pertama dalam sejarah filsafat. Bahkan disebut filosof pertama dalam pengertian modern. Ia bertanya: “apa standar kebenaran dan apa ukuran realitas?” bagaimana hal itu dapat dipahami?” Ia menjawab: Ukurannya ialah logika yang konsisten. Perhatikan contoh berikut: Ada 3 cara berpikir tentang tuhan. (1) ada, (2) tidak ada, (3) ada dan tidak ada. Yang benar ialah (1) tidak mungkin meyakini yang tidak ada (2) sebagai ada karena yang tidak ada pastilah tidak ada. Yang (3) pun tidak mungkin karena tidak mungkin tuhan itu ada sekaligus tiak ada. Jadi benar tidaknya suatu pendapat diukur dengan logika. Ukuran kebenaran adalah akal manusia, ukuran kebenaran adalah manusia. C. Menurut Zeno Zeno lahir di Elea , dan murid dari Parmenides. Sebagai murid ia dengan gigih mepertahankan ajaran gurunya dengan cara memberikan argumentasi secara baik sehingga kemudian hari ia dianggap sebagai peletak dasar dialektika. Menurut Aristoteles, Zeno lah yang menemukan dialektika yaitu suatu argumentasi yang bertitik tolak dari suatu pengandaian ayau hipotesa, dan dari hipotesa tersebut ditarik suatu kesimpulan. Dalam melawan penentang-penentangnya kesimpulan yang diajukan oleh Zeno dari hipotesa yang diberikan adalah suatu kesimpulan yang mustahil, sehingga terbukti bahwa hipotesa itu salah. 3 Sebagai contoh dalam mengemukakan hipotesis terhadap melawan gerak : a. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya sebagi hal yang tidak bergerak, karena pada setiap saat panah tersebut berhenti di suatu tempat tertentu. Kemudian dari tempat tersebut bergerak ke suatu tempat pemberhentian yang lain dan seterusnya.. memang dikatakan anak panah tersebut meleset hingga sampai pada yang dituju, artinya perjalanan anak panah tersebut sebenarnya merupakan kumpulan pemberhentian-pemberhentian anak panah. b. Achilles si jago lari yang termasyur dalam mitologi Yunanitdak dapat menang melawan kura0kura, karena kura-kura berangat sebelum Achilles, sehingga Achileslebih dahulu harus melewati atau mencapai titik dimana dimana kura-kura berada pada saat ia berangkat.setelah Archles berada pada suatu titik, kura-kura tersebut sudah lebih jauh lagi seterusnya sehingga jarak antara Achiles dan kura-kura selalu berkurang akan tetapi idak pernah habis. Argumentasi Zeno ini selama 20 abad lebih tidak dapat dipecahkan orang secara logis. Baru dapat dipecahkan setelah para ahli matematika membuat pengertian limit dari seri tak terhingga. 4 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kelahiran pemikiran Filsafat Barat diawali pada abad ke-6 sebelum Masehi, yang diawali oleh runtuhnya mite-mite dan dongeng-dongeng yang selama ini menjadi pembenaran terhadap setiap gejala alam. Orang Yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Dalam sejarah filsafat biasanya filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat (Erofa Barat) dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani. Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta serta dengan penghuninya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan. Ahli-ahli pikir tidak puas akan keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya. Mereka menanyakan dan mencari jawabannya apakah sebetulnya alam itu. Ciri yang menonjol dari Filsafat Yunani Kuno di awal kelahirannya adalah ditunjukkannya perhatian terutama pada pengamatan gejala kosmik dan fisik sebagai ikhtiar guna menemukan suatu (arche) yang merupakan unsur awal terjadinya segala gejala. Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu: a) Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng). b) Karya sastra yunani yang dapat dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat Yunani. c) Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babilonia (Mesir) di lembah sungai Nil. 5 6 DAFTAR PUSTAKA Agustian nuige, solo 25 maret 2020. Muzairi, M.Ag, Filsafat Umum, (Yogjakarta: Teras, 2009). I.R.Poedjawijatna,Pembimbing ke Arah Alam Filsafat, (Jakarta : PT PEMBANGUNAN,1980). Prof. DR. Akhmad Tafsir, FILSAFAT UMUM Akal dan Hati Sejak Thales sampai Capra, (Bandung:PT REMAJA ROSDAKARYA,2000), . Edisi Revisi, hlm. Prof. DR. Akhmad Tafsir, FILSAFAT UMUM Akal dan Hati Sejak Thales sampai Capra, (Bandung:PT REMAJA ROSDAKARYA, 2000) Gie, Liang, PENGANTAR FILSAFAT UMUM , (Yogyakarta: LIBERTY, 1999). Drs. Mustansyir, Rizal, Drs. Munir, Misnal, FILSAFAT ILMU, (Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2003). Adib, Muhammad, FILSAFAT ILMU ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI, DAN LOGIKA ILMU PENGETAHUAN, (Yogyakarta:PUSTAKA PELAJAR, 2010). THE Liang Gie, Suatu Konsep ke Arah Penertiban Bidang Filsafat, (Yogyakarta:Karya Kencana, 1979). iii

Judul: Filsafat Umum Disusun Oleh : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (stit) Al-khariyah

Oleh: Maulina Rahmawati


Ikuti kami