Tb Analisis Ekonomi Mikro Sarah Fadilla 43120110289

Oleh Sarah Fadilla

228,8 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tb Analisis Ekonomi Mikro Sarah Fadilla 43120110289

ANALISIS EKONOMI MIKRO “PT ONSU PANGAN PERKASA (OPP)” SARAH FADILLA 431201102989 BAB I Deskripsi perusahaan A. Sejarah perusahaan Geprek Bensu merupakan sebuah waralaba Ayam Geprek makanan cepat siap saji yang dimiliki oleh aktor Ruben Onsu selaku CEO PT Onsu Pangan Perkasa (OPP) yang didirikan pada 17 April 2017. Pada Desember 2018, waralaba tersebut memiliki 110 gerai di seluruh Indonesia dan mempekerjakan 3.500 karyawan Waralaba ini sempat berebut nama merek dengan beberapa restoran yang bernama "Bensu":   "Bensu" yang merupakan singkatan dari "Bengkel Susu", yang dimiliki oleh pengusaha Bandung bernama Jessy Handalim. Namun, gugatan tersebut ditolak hakim karena permohonannya diajukan atas dasar itikad tidak baik.[2] "I Am Geprek Bensu" yang merupakan singkatan dari "Benny Sujono", pendiri PT tersebut.[3] Namun, gugatan tersebut ditolak hakim karena permohonannya diajukan atas dasar itikad tidak baik.[4] Ruben Onsu diduga juga menempatkan salah satu karyawannya di dapur I Am Geprek Bensu untuk mendapatkan resep ayam geprek yang nantinya akan digunakan pada waralaba ini.[5] B. Lingkungan dan Bidang usaha Geprek bensu memiliki 110 gerai yang tersebar diseluruh Indonesia memiliki macam-macam produk , seperti : - Menu geprek bensu Menu special Menu mie Menu pendamping Menu kids Menu sarapan c. Sumber Daya jumlah karyawan pada tahun 2018 mencapai 3500 karyawan yang tersebar seluruh Indonesia d. Tantangan Bisnis Tantangan bisinis yang terjadi banyaknya bisnis yang serupa yang juga memiliki nama brand yang mirip serta logo brand yang sekilas hamper sama hal inilah yang menjadi tantangan bisnis sehingga mempengaruhi penghasilan atau omset perusahaan e. proses bisnis awalnya geprek bensu mengusung konsep makanan yang dijual dengan gerobak pada tahun 2018 konsep dirubah dengan berjualan diruko. Pada tahun 2020 berkembang menjadi makanan yang dijual di outlet dan menjadi perintis bisnis wara laba ayam geprek pertama di Indonesia BAB II Teori Ekonomi Mikro Pertemuan Ke-1 Sub CPMK-1 : mampu menjelaskan ruang lingkup Teori Ekonomi. CPMK1 : Ruang Lingkup Teori Ekonomi, tema-tema dalam teori ekonomi mikro. -Ruang Lingkup Teori Ekonomi : Tujuan mempelajari Ilmu Ekonomi : Dapat membantu dan memahami wujud perilaku ekonomi dalam dunia nyata. Akan membuat seseorang yang mempelajarinya akan lebih mahir dan mahfum dalam perekonomian. Akan memberikan pemahaman atas potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi. -Prinsip-prinsip Ekonomi : • Bukan lagi : • Berusaha dengan modal yang sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil yang sebesar mungkin. • Akan tetapi : • Setiap individu harus selalu melakukan trade off biaya adalah apa yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Manusia rasional berpikir secara bertahap. • Manusia sebagai pelaku ekonomi bereaksi terhadap insentif, perdagangan harus menguntungkan semua fihak. -Sistem Perekonomian : Sistem perekonomian pasar : (mekanisme pasar –Kapitalis – liberalisme). Sistem Perekonomian Komando – Sosial –Komunis. Sistem perekonomian campuran (Hybrid Mixture). -Tujuan-Tujuan Ekonomi : • 1. Pertumbuhan Ekonomi. • 2. Kesempatan Kerja Penuh. • 3. Efisiensi Ekonomi. • 4. Kestabilan Harga. • 5. Kebebasan Ekonomi. • 6. Distribusi Pendapatan yang merata. • 7. Jaminan Ekonomi. • 8. Keseimbangan Perdagangan International. Pertemuan Ke-2 E-Learning Teori Permintaan, Hukum Permintaan, Tabel Permintaan, Kurva Permintaan, Permintaan Individu dan Permintaan Pasar, Teori Penawaran, Hukum Penawaran, Kurva Penawaran. -Permintaan : Permintaan : Ciri hubungan antara Jumlah Permintaan dan Harga dengan membuat grafik kurva Permintaan. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Permintaan : 1.Harga Barang itu sendiri. 2. Harga Barang lain yang berkaitan erat dengan harga tersebut. 3. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat. 4.Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat. 5. Cita Rasa Masyarakat. 6. Jumlah penduduk. 7. Ramalan mengenai keadaan di masa yanag akan datang -HUKUM PERMINTAAN : • Merupakan suatu Hipotesis Yang menyatakan makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. • Sebaliknya : Makin Tinggi harg suatu barang maka makin sedikit permintaan permintaan terhadap barang tersebut. -DAFTAR PERMINTAAN : • Suatu table yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta masyarakat. Contoh : Makin tinggi harga buku tulis maka semakin sedikit jumlah buku tulis yang diminta dan sebaliknya semakin rendah harganya akan semakin banyak buku tulis yang diminta. -KURVA PERMINTAAN : • Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah baraang tersebut yang diminta pada pembeli. • Dalam menganalisa Permintaan perlu disadari perbedaan antara dua istilah antara Permintaan dan Jumlah barang yang diminta. • Permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari pada hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Sdangkan Jumlah barang yang diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. -HUBUNGAN ANTARA SESSUATU BARANG DENGAN BERBAGAI JENIS BARANG LAINNYA : 1. Barang lain itu merupakan pengganti ; 2. Barang lain itu merupakan pelengkap ; 3. Kedua barang tidak mempunyai kaitan sama sekali (Barang Netral). Barang dibedakan dengan 4 Golongan : 1. Barang Inferior ; 2. Barang Essential ; 3. Barang Normal ; 4. Barang Mewah. -FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN TERHADAP SUATU BARANG: • 1. Distribusi pendapatan, Misalnya Permintaan terhadap Mobil Mewah akan berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah. • 2. Cita Rasa Masyarakat, Misalnya : adanya perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang. • 3. Jumlah Penduduk : Misalnya adanya pertambahan daya beli akan menambah permintaan. • 4. Ekspestasi tentag masa Depan : Misalnya perubahan yang diramalkan mengenai keaadaan masa depan dapat mempengaruhi permintaan. -Teori Penawaran : • Dalam ilmu Ekonomi adalah gambaran atas hubungan-hubungan antara aspek-aspek yang ada dalam pasar. • Hubungan-hubungan tersebut terdiri dari para calon pembeli dan penjual akan suatu barang Modal. • Penawaran digunakan untuk menentukan harga dan kwalitas barang yang akan dijual di Pasar. -Penawaran dapat dibedakan sebagai berikut : • 1. Penawaran Individu adalah Penawaran dari penjual perseoraangan untuk suatu barang di Pasar. • 2. Penawaran Kolektif atau Pasar adalah : • Penawaran yang datangnya dari semua penjual di Pasar untuk suatu barang -Hukum Penawaran : • Jumlah Barang yang ditawarkan berbanding sejajar dengan tingkat harga. • Artinya jika harga barang naik maka jumlah barang dan jasa yang ditawarkan akan naik juga. • Sebaliknya jika harga turun, maka jumlah penawaran barang dan jasa akan turun juga. • Jadi barang dan jasa yang ditawarkan pada suatu waktu tertentu akan sangat tergantung pada tingkat harganya. -Faktor-factor yang mempengaruhi Penawaran : • 1. Biaya yang digunakan untuk produksi artinya biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang atau jasa. • 2. Kemajuan Tehnologi atau adanya tehnologi baru. • 3. Harga bahan baku yang digunakan untuk membuat barang. • 4. Banyaknya produsen yang memproduksi dan menawarkan barang. • 5. Laba yang ingin diperoleh Produsen atau penjual. Pertemuan Ke 3 (CPMK 2) : Keseimbangan Pasar, Equilibrium dan Disequilibrium, Exes deman dan Eces Supply, Perubahan Keseimbangan Permintaan dan Penawaran. -KESEIMBANGAN PASAR : Suatu keadaan di mana pada suatu tingkat Harga tertentu keinginan Pembeli untuk mendapatkan barang adalah sama dengan keinginan Penjual dengan menawarkan Barangnya. Kelebihan permintaan dan penawaran tidak wujud dan oleh karenanya keseimbangan tersebut akan menentukan tingkat harga yang berlaku dan kwantitas barang yan di perjual belikan. -Penawaran Pasar : Jumlah sesuatu barang yang disediakan oleh semua penjual dalam pasar pada berbagai tingkat harga. • Permintaan Pasar : • Jumlah sesuatu barang yang diminta semua pembeli dalam Pasar pada berbagai tingkat harga. • Penawaran Perorangan (Individu) : • Kwantitas suatu barang yang ditawarkan seseorang Penjual pada berbagai tingkat harga. -Permintaan Perorangan (Individu): Kwantitas suatu barang yang ingin diperoleh seseorang pembeli pada berbagai tingkat harga. Perubahan/Pergeseran Kurva Penawaran : Perpindahan yang sejajar yang berlaku ke atas kurva penawaran. Perubahan ini disebabkan oleh factor bukan harga yang mempengaruhi Penawaran. Perubahan pergeseran Kurva Permintaan : Perpindahan yang sejajar yang berlaku ke atas kurva permintaan. Perubahan ini disebabkan oleh factor harga yang mempengaruhi permintaan. -Perubahan keseimbangan Permintaan dan Penawaran : Setiap perubahan harga akan mengubah kwantitas yang diminta. Setiap perubahan harga akan menimbulkan perubahan tersebut berbeda diantara suatu barang dengan barang lainnya. Ada yang menimbulkan perubahan kwantitas yang besar, tetapi ada pula yang perubahan kwantitasnya sangat kecil -Elastisitas Permintaan : Menunjukkan Persentasi perubahan kwantitas yang diminta sebagai akibat perubahan harga sebesar satu persen. Kwantitas yang diminta dapat berubah sebanyak satu persen lebih besar atau lebih kecil. Faktor utama yang menentukan Elastisitas Permintaan Harga : 1. Banyaknya barang pengganti yang tersedia. 2. Persentasi pendapatan yang dibelanjakan. 3. Jangka waktu Analisis. -Equilibrium & Disequilibrium : • Equilibrium : Suatu Kondisi dimana titik harga suatu harga barang dan jasa terbentuk pada titik pertemuan Kurva permintaan dengan Kurva Penawaranyang merupakan hasil kesepakatan diantara pembeli dan penjual dimana kwalitas barang dan jasa yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. • Disequilibrium : Keadaan tidak seimbang dalam perkembangan Kognitif Seseorang yang menimbulkan keseimbangan pada level yang lebih tinggi. -Faktor-factor yang mempengaruhi Permintaan : • 1. Harga Barang/jasa dalam kurun waktu tertentu akan mempengaruhi terjadinya equilibrium. • 2. Pendapatan/Penghasilan yang diperoleh oleh konsumen. • 3. Prediksi harga barang/jasa di masa yang akan datang. • 4. Jumlah kebutuhan konsumen akan barang/jasa dalam kurun waktu tertentu. • 5. Selera atau perilaku konsumen terhadap sebuah barang/jasa yang tersedia. -EXCESS DEMAND DAN SUPPLY : • Excess Demand : Adalah kelebihan jumlah permintaan akibat penurunan harga (Deman>Supply) hal ini terjadi manakala Pemerintah menetapkan kebijakan harga maksimum, kebijakan ini bertujuan untuk melindungi konsumen berdaya beli rendah. • Excess Supply : Kelebihan jumlah penawaran akibat kenikan harga (Supply >Demand), kondisi ini terjadi jika pemerintah menetapkan harga minimum dengan tujuan melindungi Produsen dari Kerugian. -Pertemuan ke 4 CPMK-2 Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran. -Elastisitas Permintaan : Adalah Ukuran besarnya respon jumlah permintaan suatu barang terhadap perubahan variable yang mempengaruhi, dihitung sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi dengan perubahan persentase variable yang mempengaruhi atau dengan kata lain perbandingan (Rasio) antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan harga. Dengan demikian Elastisitas permintaan mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah yang diminta terhadap perubahan harga. -Penentu Elastisitas Permintaan : 1. Tersedianya barang substitusi yang terdekat. Barang-barang dengan substitusi terdekat cenderung memilih permintaan yang lebih elastis, karena mempermudah para konsumen untuk mengganti barang tersebut dengan yang lain. Misalnya : Mentega dan Margarin merupakan barang yang mudah diganti dengan tang lain. Sebaliknya telur merupakan makanan tanpa substitusi dekat, maka permintaan akan telur tidak seelastis permintaan kan mentega. 2. Kebutuhan versus kemewahan : • Kebutuhan cenderung memiliki permintaan yang inelastic, sebaliknya kemewahan memiliki permintaan yang elastis. • Ketika biaya berobat ke Dokter meningkat, orang tidak akan secara dramatis mengubah frekwensi mereka ke Dokter, meskipun tidak seiring sebelumnya. 4. Untuk mendorong kemungkinan diberikannya Upah yang sesuai dengan nilai pekerjaan yang dilakukan. 5. Untuk mengusahakan terjadinya ketegangan dan kedamaian kerja dalam perusahaan. 6. Mengusahakan adanya dorongan peningkatan dalam standar hidup secara normal. 3. Pasar : Elastisitas permintaan dalam segala jenis pasar bergantung pada bagaimana kita menggambarkan batas-batas Pasar. Pasar Yang terdefinisi sempit cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis dibandingkan yang terdefinisi luas, karena lebih muda menemukan substitusi untuk barang-barang yang terdefinisi secara sempit. 4. Rentan Waktu : Barang-barang cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis selama kurun waktu yang lebih panjang. Ketika harga bensin naik, jumlah permintaan bensin hanya sedikit mengalami kemerosotan pada beberapa bulan pertama. Namun setelah itu bagaimana pun juga orang-orang akan membeli mobil yang lebih irit bahan bakar, menggunakan transportasi umum, dan pindah ketempat kerja yang lebih dekaat dengan tempat tinggal mereka. -Macam-macam Elastisitas Harga Permintaan : 1.Permintaan Elastis : Artinya Konsumen peka terhadap perubahan harga barang atau perubahan harga sebesar 1 % menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang diminta lebih dari 1 %. Barang-barang yang mempunyai sifat permintaan yang elastis adalah barang-barang yang mempunyai pengganti (Substitusi) dan barangbarang elektronik seperti VCD, TV dan DVD. 2. Permintaan In Elastis : Konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya meskipun harga naik atau turun masyarakat akan tetap membelinya. Barang yang mempunyai elastisitas yang inelastis adalah barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang yang tidak mempunyai pengganti (substitusi). 3. Permintaan Elastis Uniter : Perubahan harga 1 % menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang diminta sebesar 1 %. 4. Permaintaan Elastis Sempurna : Suatu barang jasa disebut memiliki elastisitas sempurna jika memiliki koofesien elastisitas tak terhingga. Dengan demikian pada harga tertentu jumlah yang diminta konsumen mencapai tidak terhingga atau berapapun persediaan barang/jasa yang ada akan habis diminta oleh konsumen. Salah satu komoditas yang memiliki ciri ini adalah Bahan bakar minyak. 5. Permintaan Inelastisitas sempurna : Untuk barang yang penting sekali (kebutuhan yang sangat pokok), berapapun perubahan harga tidak akan mempengaruhi jumlah barang yang diminta. Kurva untuk jenis elastisitas ini akan berbentuk garis lurus yang sejajar dengan sumbu vertical. -Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan : 1.Ketersediaan Barang : Ketersediaan barang substitusi atas suatu barang dan juga semakin tinggi tingkat kemampuannya mensubstitusi maka permintaan barang tersebut semakin elastis. 2. Intensitas kebutuhan : Kebutuhan Pokok bersifat elastis artinya, semakin penting kebutuhan pokok itu semakin inelastic permintaannya artinya meskipun harga naik masyarakat tetap membutuhkan dan tetap membelinya. Sebaliknya barang mewah lebih bersifat elastis karena tidak mesti diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pembelinya dpat ditunda dan jumlah pembeli banyak seandainya harga turun. 3. Pendapatan Konsumen : Jika pendapatan Konsumen relative besar dibandingkan denga harga barang, permintaan akan inelastic. Sebaliknya konsumen yang berpendapatan kecil dengan terjadinya perubahan harga sedikit saja akan mempengaruhi permintaannya terhadap barang sehingga permintaan bersifat elastis. 4. Tradisi : Barang yang sudah jadi kebiasaan (tradisi) untuk dipergunakan, barang tersebut harganya akan naik, orang akan tetap membelinya sehingga untuk barang ini permaintaannya cenderung elastis. -Faktor-factor yang mempengaruhi Elastisitas Harga dari penawaran : • 1. Waktu : • Kesempatan produsen/penjual untuk menambah jumlah produksi. Waktu dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : • a. Jangka waktu sangat pendek : • Produsen tidak dapat menambah barang dalam waktu yang sangat pendek karena penawaran tergantung persediaannya (harus menunggu masa panen) seperti produksi di bidang pertanian, misalnya sayur mayur, buah-buah an. • b. Jangka pendek : • Produsen masih tetap dapat menambah produksi barang yang ditawarkan walaupun tidak dapat memperbesar kapasitas produksi yang ada seperti bangunan, mesin-mesin, tetapi dengan cara bekerja lebih lama dari waktu sebelum atau menambah bahan baku sehingga produksi dapat ditambah. • c. Jangka Panjang : • Penawaran bersifat elastis karena produsen mempunyai banyak kesempatan untuk memperluas kapasittas produksi (areal pertanian, mesin-mesin, pabrik baru dan tenaga ahli). Makinlama waktu makin elastis. • 2. Daya Tahan Produksi : • Produk-produk hasil pertanian, seperti sayuan dan buah-buahan yang mudah busuk, pecah dan layu sehingga penawaran cenderung inelastis. Akan tetapi dengan produk-produk daya tahan lebih lemah seperti kulkas, mesin jahit dan kompor gas, cenderung lebih elastis. Pertemuan Ke 5 (September 20) Sub-CPMK-2 Mampu menjelaskan dan menganalisa Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran dalam kebijakan pemerintah. CPMK-2 : Pengendalian Harga dan Pajak -Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran : • Teori Permintaan dan penawaran berguna untuk menerangkan interaksi antara penjual dan pembeli di pasar terutama pasar persaingan sempurna. • Masalah Jangka Panjang Sektor pertanian : • Permintaan terhadap hasil pertanian yang lambat perkembangannya. Pertambahan komsumsi barang-barang bukan pertanian seperti pertambahan komsumsi baraang-barang bukan pertanian seperti barang pakaian, perumahan, barang tahan lama, hiburan dan pelancongan mengalami pertambahan yang lebih cepat dari pada pertambahan pendapatan. • Ini berarti barang-barang seperti itu mempunyai elastisitas permintaan pendapatan yang tinggi. Sebaliknya permintaan terhadap hasil-hasil pertanian bertambah lebih lambat dari pada pertambahan kenaikan pendapatan yang berarti bahwa Elastisitas permintaan pendapatannya rendah. -Masalah Jangka pendek di sector pertanian : Harga hasil-hasil pertanian cenderung mengalami fluktuasi yang relative besar disebabkan oleh permintaan dan penawaran terhadap barang pertanian yang sifatnya tidak elastis. Faktor yang menyebabkan ketidak stabilan harga pertanian dalam jangka pendek: - Perubahan penawaran : Produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh factor alamiah, menyebabkan tingkat produksi pertanian cenderung mengalami perubahan yang relative besar dari musim ke musim. -Perubahan Permintaan : Dalam jangka pendek maupun jangka panjang permintaan terhadap barang pertanian bersifat tidak elastis. Kenaikan dalam pendapatan hanya menimbulkan kenaikan yang kecil saja terhadap permintaan. Dalam Jangka pendek Ia tidak elastic karena kebanyakan hasil-hasil pertanian maupun barang kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari. Jumlah komsumsi hampir sama walaupun harganya mahal tau murah. -Menstabilkan harga dan pendapatan pertanian : Diperlukan campur tangan pemerintah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : - Membtasi tingkat produksi. - Menimbulkan 2 Macam perubahan yaitu : - A. Harga Barang akan naik ; - B. Jumlah yang boleh di produksi dan dijual para petani berkurang. - Melakukan pembelian-pembelian barang yang ingin distabilkan harganya di pasaran bebas. - Memberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar adalah lebih rendah dari pada harga yang dianggap sesuai oleh pemerintah. -Kebijakan Harga maksimum : Kebijakan harga maksimum bertujuan untuk mengendalikan harga pada tingkat yang lebih rendah dari pada harga keseimbangan dalam pasar bebas. Implikasi kebijakan harga harga maksimum : Menyebabkan kelebihan permintaan sehingga berpeluang menciptakan pasar gelap ialah kegiatan jual beli yang dilakukan tidak secara terbuka. Untuk mengurangi kegiatan pasar gelap adalah : - Hukuman. - Penjatahan : Pembeli diperbolehkan membwli sejumlah tertentu saja tetapi jumlahnya adalah kurang dari yang diinginkan. -Upaya Pemerintah Menekan Harga : Di dalam masa perang atau ke tidak stabilan politik, bahkan kadang-kadang juga dalam masa damai, ada kalanya penawaran barang sangat terbatas, padahal permintaannya jauh lebih besar, jika keaadaan ini dibiarkan, mekanisme pasar akan mendorong harga equilibrium mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi dari harga yang wajar. Keadaan ini menimbulkan implikasi yang huruk pada kegiatan ekonomi, misalnya mendorong terjadinya inflasi dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pemerintah dapat menjalankan kebijaksanaan harga maksimum. -Pengaruh Pajak Penjualan : Pajak Penjualan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah dan dibayar pada waktu jal beli atas barang-barang yang dikenakan pajak penjualan. Pajak Penjualan dikenakan dalam bentuk suatu presentase tertentu dari hasil penjualan. Sebahagian dari pajak penjualan yang dikenakan ditanggung oleh penjual/pembeli. Pembagian beban pajak antara pembeli dan penjual dinamakan insiden pajak atau Tax Incident. -Insiden Pajak dan Elastisitas Permintaan : • Semakin Elastis Kurva permintaan semakin sedikit beban pajak yang akan ditanggung oleh para pembeli. • Apabila kurva permintaan adalah elastis sempurna maka seluruh pajak penjualan di bayar oleh penjual. • Apabila Kurva permintaan tidak elastis sempurna maka seluruh pajak penjualan ditanggung pembeli. Semakin elastis kurva permintaan semakin banyak penurunan jumlah barang yang di perjual belikan sebagai akibat dari pemungutan pajak penjualan oleh Pemerintah -Insiden Pajak dan Elastisitas penawaran : • Semakin Elastis Kurva penawaran, semakin banyak beban pajak penjualan yang akan ditanggung pembeli. • Seluruh beban pajak akan ditanggung pembeli apabila kurva penawaran bersifat elastis sempurna. • Sebaliknya seluruh beban pajak akan di tanggung penjual apabila kurva penawaran bersifat tidak elastis sempurna. • Pada Penjualan akan mengurangi jumlah barang yang akan di perjual belikan. • Semakin elastis kurva penawaran semakin banyak pengurangan jumlah barang yang di perjual belikan. -Efek Subsidi Pemerintah : • Subsidi dan Elastisitas Permintaan : • Semakin elastis permintaan, semakin besar bagian dari subsidi yang akan diperoleh penjual. • Semakin elastis permintaan, semakin banyak pertambahan jumlah barang yang diperjualbelikan. • Subsidi dan Elastis Penawaran : • Semakin Elastis Penawaran semakin kecil bagian dari subsidi yang akan diperoleh penjual. • Semakin elastis penawaran, semakin banyak pertambahan jumlah barang yang di perjual belikan. -Pengaruh Subsidi Pemerintah : • Subsidi adalah pemberian pemerintah kepada produsen untuk mengurangi biaya produksi yang ditanggung Produsen. • Subsidi dapat menurunkan harga, keuntungan yang diperoleh pembeli dengan adanya subsidi bergantung pada besarnya penurunan harga yang berlaku. -Harga Dasar (Floor Price) Harga tertinggi (Celling Price) : • Suatu kebijakan pemerintah dalam perekonomian untuk mempengaruhi bekerjanya mekanisme pasar yang bertujuan mengendalikan keseimbangan (Equilibrium) Pasar. • Harga Dasar adalah harga eceran terendah yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap suatu barang disebabkan melimpahnya penawaran barang tersebut di Pasar. • Harga Tertinggi adalah harga maksimum yang ditetapkan berkenaan menurunnya penawaran barang di Pasar. • Pemerintah melakukan operasii Pasar. Pertemuan Ke 6 (Okt 2020) : Sub-CPMK3 : Mampu menjelaskan Teori Perilaku Konsumen, Pendekatan Nilai Guna (Utility) Kardinal. CPMK-3 : Konsep2 Utility (Total Utility, Marginal Utility), Maksimisasi Utility. -Perilaku Konsumen : Merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan proses pembelian, pada saat itu konsumen melakukan aktivitas-aktivitas seperti melakukan pencarian, penelitian dan pengevaluasian produk. Prilaku Konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Yang termasuk dalam perilaku konsumen selain kwalitas produk juga meliputi harga produk atau jasa. Jika harga suatu produk tidak terlalu tinggi, maka konsumen tidak akan terlalu lama membutuhkan waktu untuk memikirkan dan melakukan aktivitas perilaku konsumen. Jika harga suatu barang atau jasa tinggi, atau mahal maka konsumen tersebut akan memberikan Effort lebih terhadap barang tersebut. -Ciri-ciri Perilaku Konsumen Rasional : 1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan. 2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen. 3. Konsumen membeli barang yang mutunya terjamin. 4. Konumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen. -Perilaku Konsumen yang Irasional : 1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dengan promosi di media cetak maupun elektronik. 2. Konsumen memilih barang-barang ber merek atau brandit yang sudah di kenal luas. 3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise. -Proses Pembentukan Perilaku Konsumen : 1. Pengenalan Masalah : Biasanya seorang konsumen melakukan pembelian atas dasar kebutuhan atau untuk menyelesaikan keperluan, masalah dan kepentingan yang dihadapi. Jika tidak ada pengenalan masalah terlebuh dahulu, maka konsumen juga tidak akan tau produk mana yang harus di beli. 2. Pencarian Informasi : Setelah mengetahui permasalahan yang dialami, maka pada saat itu seorang konsumen akan aktif mencari ytau tentang bagaimana cara penyelesaian masalahnya tersebut. Dalam mencari sumber/informasi, seseorang dapat melakukannya dari diri sendiri (Internal) maupun dari orang lain (Eksternal) seperti masukan, saring pengalaman dan lain sebagainya. 3. Mengevaluasi Alternatif : Setelah konsumen mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, maka hal selanjutnya yang dilakukan oleh konsumen tersebut adalah mengevaluasi segala alternative keputusan maupun informasi yang diperoleh. Hal itulah yang menjadi landasan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. 4. Keputusan Pembelian : Proses selanjutnya setelah melakukan evaluasi pada alternative=alternative keputusan yang ada adalah konsumen tersebut akan melalui proses yang disebut dengan keputusan pembelian. Waktu yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan ini tidak sama, yaitu tergantung dari hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelian atau pengambilan keputusan tersebut. 5. Evaluasi Pasca Pembelian : Proses lanjutan yang biasanya dilakukan seorang konsumen setelah melakukan proses dan keputusan pembelian adalah mengevaluasi pembeliannya tersebut. Evaluasi yang dilakukan mencakup pertanyaan2 mendasar seperti apakah barang tersebut sudah sesuai dengan harapan, sudah tepat guna, tidak mengecewakan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan sikap kepuasan dan ketidak puasan barang oleh konsumen, mengecewakan dan tidak mengecewakan. Hal tersebut akan berdampak kepada pemulangan pembelian barang atau tidak. Jika barang barang memuaskan dan tidak mengecewakan, maka konsumen akan mengingat merk produk tersebut, sehingga akan terjadi pemulangan pembelian di masa mendatang. Namun jika barang tidak memuaskan dan mengecewakan, maka konsumen juga akan mengingat merk barang tersebut dengan tujuan dengan tidak mengulang kembali membeli barang tersebut di masa yang akan datang. -Teori Nilai Guna (Utilitas) : • Yaitu Teori ekonomi yang mempelajari kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dan mengkonsumsikan barang-barang. • Kalau kepusan itu semakin tinggi maka semakin tinggi nilai guna. • Sebaliknya semakin rendah kepuasan dari suatu barang maka nilai guna semakin rendah pula. -Asumsi-asumsi Utama Teori Nilai Guna : • 1. Barang (Commodities) : Barang adalah benda dan jasa yang dikomsumsi untuk memperoleh manfaat atau kegunaan. 2. Utilitas (Utility) : Utilitas adalah manfaat yang diperoleh karena mengkonsumsi barang. Utilitas Total : adalah Total Utiliti/TU : Manfaat total yang diperoleh dari seluruh barang yang dikonsumsi. Utilitas Marginal : Adalah tambahan manfaat yang diperoleh karena menambah komsumsi sebanyak satu unit barang. 3. Hukum Pertambahan manfaat yang makin menurun (The Law Of Diminishing Return) : Tambahan Nilai Guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya ke atas barang tersebut 4. Konsisten Preferent : Berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. -Syarat Memaksimumkan Nilai Guna : • Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan sebagai jenis barang akan memberkan nilai guna marginal yang sama besarnya. • Surplus Konsumen : • Pada hakikatnya berarti perbedaan di antara kepuasan yang diperoleh seseoranng di dalam mengkomsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut. • Tingkah laku konsumen untuk memilih barang barang yang akan memaksimumkan kepuasannya ditunjukkan dengan bantuan Kurva kepuasan Sama (Indiference Curve) yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan Nilai Guna (Kepuasan) yang sama. -Tingkah Laku Konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan : • 1. Pendekatan Nilai Guna (Utility) Kardinal : • Dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seseorang konsumen dapat dinyatakan secara kwantitatif. • 2. Pendekatan Nilai Guna Ordinal : • Manfaat atau kenikmatan masyarakat dari mengkonsumsi barangbarang tidak dikwantifikasi. -Ada 2 factor yang menyebabkan permintaan ke atas suatu barang berubah apabila harga barang itu mengalami perubahan : • 1. Efek penggantian : • Perubahan cita rasa konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang apabila dibandingkan dengan barang-barang lain sebagai akibat perubahan harga tersebut. • 2. Efek Pendapatan : • Pengaruh atau akibat perubahan harga suatu baranag terhadap pendapataan riil konsumen yang menggunakan barang yang mengalami perubahan harga. Pertemuan Ke 7 : Sub- CPMK-3 :Mampu menjelaskan Perilaku Konsumen, Pendekatan Nilai Guna Ordinal (Analisis Indiference Curve dan Budget Line ; CPMK 3 : Indiference Curve, Budget line ; Keseimbangan Konsumen. -Keseimbanan Konsumen : Adalah Ketika konsumen mendapatkan kepuasan yang maksimal dengan mendapatkan 2 jenis barang yaitu barang agraris dan barang industry dimana kurva keseimbangan akan tercapai apabila Konsumen memberikan sumber-sumber secara keseluruhan yang dimilikinya. -Maksimimasi kepuasan Konsumen : Dalam mengkonsumsi dua jenis barang dapat ditentukan dengan menggambarkan kurva indiferen dan garis anggaran pada bidang yang saama. Konsumen akan membelanjakan pendapatannya sedemikian rupa sehingga kepuasan yang diterimanya maksimum. -Asumsi Konsumen : Adalah Rasional dalam arti Ia ingin membelanjakan seluruh pendapatannya sedemikian rupa sehingga tercapai kepuasan maksimum. Titik kepuasan maksimum yang dapat dicapai adalah persinggungan antara garis anggaran dan kurva Indiferent. -Derivasi Kurva permintaan konsumen : Kurva permintan konsumen dapat diturunkan dari perubahan harga salah satu barang. Dengan memisalkan harga X turun sedangkan harga Y dari pendapatan konsumen tetap. Penurunan harga barang X akan menyebabkan pendapatan riil konsumen naik, sehingga semakin banyak jumlah barang X yang dibeli. -Efek-Efek Perubahan Harga : Efek-efek perubahan harga dapat dibedakan atas tiga yaitu : 1. Efek subsitusi : Adalah perubahan jumlah barang yang diminta karena perubahan harga yang relative sesudah penghasilan konsumen di konpensasi. 2. Efek Pendapatan : Adalah perubahan jumlah barang yang diminta akibat pendapatan riil konsumen berubah. 3. Efek Total : Adalah Perubahan jumlah yang diminta konsumen apabila konsumen bergerak dari satu keseimbangan ke kesimbangan yang lain Ketiga efek ini dapat dibedakan pengaruhnya antara barang normal, barang inferior dan barang giffen. Barang Normal adalah : Barang yang apabila harganya turun maka permintaan naik, dan apabila harga naik maka permintaan turun (Sesuai dengan Hukum Permintaan). Barang Inferior Atau biasa disebut barang yang berkwalitas rendah adalah : Kenaikan harga akan menyebabkan pendapatan riil konsumen turun dan mengakibatkan jumlah yang diminta naik, sebaliknya apabila harga turun permintaan akan turun. Hal ini disebabkan konsumen merasa lebih baik dan Ia akan menggantikan barang inferior tersebut dengan barang yang berkwalitas lebih baik. Barang Giffen adalah barang apabila terjadi penurunan harga akan menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan. -Kurva Indiferen (Indiference Curve) : Adalah kurva yang menghubungkan titik kombinasi dari sejumlah barang tertentu yang dikomsumsi dan memberikan tingkat kepuasan yang sama atau keadaan dimana konsumen berada dalam keadaan indifferen dalam mengkomsumsi berbagai jenis barang. Sifat-Sifat Kurva Indifferen (Prof.Dr. Soeharno-2006 : 43-44) 1. Terdapat banyak kurva Indiferen U1, U2, U3,…Un Susunan Kurva indifferen disebut peta indifferen. 2. Kurva Indifferen yang letaknya lebih tinggi menunjukkan kepuasan yang lebih tinggi. 3. Kurva indifferen mempunyai arah yang negatip. Apabila konsumen berkeinginan untuk menambah konsumen barang X maka konsumen barang Y harus dikurangi untuk mendapatkan kepuasan yang sama. 4. Dua kurva Indifferen tidak terpotong : Kurva Indifferen yang tinggi menggambarkan kepuasan yang lebih tinggi. Kalau dua Indifferen berpotongan misalnya di titik Z maka berarti kombinasi barang X dan Y yang sama akan memberikan kepuasn yang lebih tinggi. 5. Sesuai dengan sifat (3), kurva indifferen mencekung terhadap titik 0. 6. Kemiringan (slope) kurva indifferen menunjukkan laju substitusi Marginal (Marginal Rate of Substitution = MRS) -Ciri-Ciri Kurva Indifferen : Kurva Indifferen mempunyai nilai kemiringan negative (Negatively Slope) atau paling tidak tak pernah mempunyai nilai kemiringan positif. Hal ini berarti bahwa bila konsumen suatu jenis barang ditambah maka komsumsi barang lain harus dikurangi. Bentuk ekstrim dari kurva indifferen adalah sejajar sumbu vertical dan ejajar sumbu horizontal. Bentuk kurva indifferen cembung ke titik origin (titik 0), hal ini menunjukkan derajat penggantian barang yang semakin menurun. Derajad penggantian ini digunakan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang harus dikurangi untuk menambah barang lain agar kepuasan yang diterima tetap sama. -Budget Line (Garis Anggaran Pengeluaran) : Adalah Garis yang menunjukkan berbagai gabungan barang-barang yang dapat dibeli oleh sejumlah pendapatan tertentu (Batas keuangan Konsumen untuk membeli). Atau Garis yanag menghubungkan titik-titik kombinasi barang X dan Y yang mampu dibeli oleh konsumen pada tingkat pendapatan tertentu. -Contoh Garis Anggaran (Budget Line) : • Konsumen yang memiliki pendapatan tetap dalam membelanjakan uangnya dihadapkan pada berbagai pilihan barang. • Misalnya kita memiliki pendapatan tetap sebagai pelajar seperti kiriman uang dari orang tua sebesar Rp. 5.000.000. dan uang tersebut dibelikan pakaian dan buku pelajaran. Adapun harga pakaian adalah Rp.200.000.- per unit dan harga buku adalah Rp.200.000 per unit. Maka anda menghabiskan uang untuk membeli pakaian dan buku dan kita dapat juga membelanjakan uang tersebut untuk membeli bernagai alternative kombinasi pakaian dan buku. • Jika seluruh uang yang ada dibelanjakan untuk membeli pakaian maka dapat membeli 25 potong pakaian dan jika digunakan untuk membeli buku maka dapat membeli 25 Buku. -Perilaku Konsumen ada 2 Yaitu : • 1. Perilaku Konsumen rasionaal : • Suatu komsumsi dapat dikatakan rasional jika memperhatikan hal-hal berikut : • a. Barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi kosumen. • b. Barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen. • c. Mutu barang terjamin. d. Harga sesuai dengan kemampuan konsumen. 2. Perilaku Konsumen tidak rasional : • Suatu Perilaku dalam mengkonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumsi tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. • Contohnya : • - Tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik. • - Memiliki merek yang sudah di kenal banyak konsumen. • - Ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon. • - Prrestise atau gengsi. -Pendekatan Nilai Guna (Utility) Ordinal : • Pendekatan Nilai guna ordinal tidak serratus persen diperhatikan cukup diketahui dan konsumen mampu menyusun urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh ketika mengkomsumsi sebuah produk. • Dasar pemikiran dari pendekatan ini adalah semakin banyak produk yang di komsumsi maka semakin besar kepuasan yang di dapat oleh konsumen. • Dalam menganalisa tingkat kepuasan pendekatan ini menggunakan kurva indifferen yang menunjukkan kombinasi atau campuran antar komsumsi dua macam produk yang memberikan tingkat kepuasan yang sama dan garis anggaran yang menunjukkan kombinasi antara dua macam barang yang berbeda yang bisa dibeli oleh konsumen dengan pendapatan yang terbatas. -Beberapa asumsi penting dalam pendekatan nilai guna ordinal : • 1. Konsumen yang bersifat rasional. • 2. Konsumen memiliki skala prioritas dalam menyusun produk yang akan di komsumsi mulai dari yang memiliki daya guna kecil hingga pada yang memiliki daya guna tinggi. • 3. Konsumen memiliki sejumlah uang. • 4.Konsumen selalu berupaya untuk mendapatkan kepuasan maksimal. • 5. Konsumen selalu konsisten. 6.Hukum yang berlaku adalah hokum transitif BAB III ANALISIS EKONOMI MIKRO TERHADAP UMKM UMKM (Usaha Mikro Kecil & Menengah) Adalah usaha produktif milik orang/perorangan yang berdiri sendiri dan memiliki banyak manfaat bagi perekonomian nasional diantaranya: - Membuka lapangan perkerjaan - Menjadi di penyumbangan terbesar nilai produk domestic, Bruto. - Salah satu solosi efektif bagi permasalahan ekonomi masayarakat kecil & menengah - Meningkatkan pendapat - Mengembangkan pendapat - Mengembangkan potensi masyarakat BAB IV KESIMPULAN & SARAN A. KESIMPULAN - Bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan UMKM sangat banyak di Indonesia salah satunya contohnya adalah “Geprek Bensu” - Setelah adanya usaha Geprel Bensu, kini banyak bermunculan usaha seperti Geprek Bensu . - Kebanyakan usaha UMKM bergerak dalam bidang makanan & minuman. B. SARAN - Kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan Kembali para UMKM untuk mengurangi jumlah pengangguran agar diadakan pelatihan terhadap UMKM agar makin banyak skil/kemampuan yang dimiliki usaha UMKM DAFTAR PUSTAKA https://id.m.wikipedia.org/wiki/Geprek_Bensu

Judul: Tb Analisis Ekonomi Mikro Sarah Fadilla 43120110289

Oleh: Sarah Fadilla

Ikuti kami