Pembangunan Ekonomi Digital Di Bondowoso Jawa Timur

Oleh Sigit Banendra

293,3 KB 10 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pembangunan Ekonomi Digital Di Bondowoso Jawa Timur

PENGEMBANGAN PRODUK/USAHA UNGGULAN KABUPATEN BONDOWOSO DENGAN PEMANFAATAN E-COMMERCE MELALUI KERJASAMA DENGAN GAPURA DIGITAL (GOOGLE TRAINER) DAN MARKET PLACE TERKEMUKA PEMERINTAH KABUPATEN BONDOWOSO 2019 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2017 Tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce) Tahun 2017- 2019, bahwa ekonomi berbasis elektronik mempunyai potensi yang tinggi bagi Indonesia dan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional, sehingga dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi berbasis elektronik, Pemerintah perlu mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik (e-commerce), usaha pemula (start-up), pengembangan usaha, dan percepatan logistik dengan menetapkan Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-commerce) yang terintegrasi. Sebagaimana diatur dalam pasal 3 Perpres Nomor 74/2017 bahwa Peta Jalan SPNBE 20172019 berfungsi sebagai acuan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menetapkan kebijakan sektoral dan rencana tindak dalam rangka percepatan pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-commerce) pada bidang tugas masing-masing yang termuat dalam dokumen perencanaan pembangunan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2018-2023, bahwa dalam pencapaian sasaran meningkatnya pertumbuhan sektor unggulan salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui e-commerce. Electronic commerce (e-commerce) merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan usaha yang dapat digambarkan sebagai proses transaksi barang/jasa melalui jaringan informasi termasuk internet. Pada saat ini perkembangan teknologi informasi semakin maju didukung oleh infrastruktur penunjang, baik yang 1 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka dibangun oleh pemerintah maupun pihak swasta. Melalui pemanfaatan teknologi informasi ini, usaha mikro, kecil, maupun menengah dapat memasuki pasar global. E-commerce memiliki dampak yang sangat banyak baik bagi pengusaha, konsumen maupun masyarakat secara umum. Implementasi e-commerce bagi pengusaha memberikan dampak berupa penghematan biaya operasional sehingga keuntungan dapat diperoleh secara maksimal. E-commerce bagi perusahaan kecil dapat memberikan fleksibilitas dalam kelangsungan produksi, mengirimkan dan menerima penawaran secara cepat dan hemat, memungkinkan pengiriman ke pelanggan secara lebih cepat serta memperluas market place hingga ke pasar nasional dan international. Dampak tersebut dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah lebih cepat daripada perdagangan konvensional, yang mengharuskan terjadinya tatap muka antara penjual dan pembeli. Berdasarkan data Bank Indonesia sepanjang tahun 2018, nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai 77,776 triliun rupiah, angka ini meningkat sebesar 151% dari tahun 2017 yang sebesar 30,942 triliun rupiah. Angka transaksi ini dikumpulkan dari sekitar 8 pemain utama ecommerce di Indonesia, sehingga hal ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (www.cnbc.indonesia.com, diakses pada tanggal 11 maret 2019). Beberapa situs terkemuka yang menjadi perantara ecommerce dalam skala nasional yaitu OLX, Bukalapak, Tokopedia, Sophee, Belanja, Blibli, Lazada, Zalora, JD.ID, Zilingo, Matahari, Bhinneka, Gojek, Grab, sedangkan yang berskala internasional diantaranya yaitu e-Bay, Amazon, dan Alibaba. Keuntungan lainnya dari e-commerce, adalah tidak membutuhkan ruang fisik yang luas untuk memajang produk/usaha karena langsung ditampilkan secara online, sehingga orang dari manapun dapat melihat produk/usaha secara lengkap dengan spesifikasinya. Dengan ditampilkannya produk/usaha secara online, pengusaha tidak perlu membangun tempat usaha di pinggir jalan raya yang memiliki tingkat 2 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka aksesibilitas tinggi, tapi cukup membangun tempat usaha di tempat yang agak jauh dari jalan raya karena transaksi sebagian besar dilakukan secara online dengan pembayaran melalui jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersedia di mana pun. Lokasi tempat usaha yang berada tidak di tempat strategis atau cenderung ke daerah pedalaman ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang lebih merata. Pemilik usaha yang melakukan e-commerce tidak perlu membeli lahan di tepi jalan raya yang memiliki harga lahan sangat mahal di mana konsekuensi dari tingginya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) juga akan berbanding lurus dengan tingginya nilai pajak yang harus dibayar setiap tahun. Ketika biaya operasional bisa ditekan oleh penjual, maka akan ada tambahan input modal/capital hasil penghematan biaya operasional. Dengan perputaran modal/capital yang semakin tinggi, maka usahanya akan semakin cepat berkembang dengan perputaran modal/capital yang juga akan semakin tinggi. Meluasnya penggunaan smartphone untuk seluruh lapisan masyarakat yang sudah dilengkapi dengan akses internet membuat perkembangan e-commerce semakin pesat. Seiring dengan berjalannya waktu, industri telekomunikasi semakin berkembang, baik dari segi jangkauan layanan maupun kecepatan koneksi internet, disamping dukungan sistem transaksi yang semakin mudah, maka transaksi elektronik atau kegiatan e-commerce menjadi semakin berkembang. Secara spasial, perkembangan e-commerce di Indonesia tidak tersebar secara merata, setiap wilayah memiliki jumlah penjual serta komoditas yang berbeda-beda. Hal ini merupakan sebuah kesenjangan ecommerce yang disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kualitas sumber daya manusia serta infrastruktur jaringan. Dari parameter tersebut, yang paling berpengaruh terhadap perkembangan e-commerce adalah kemampuan SDM. Untuk mengoptimalkan penggunaan media (handphone/computer) dalam rangka mengelola usaha secara online, memerlukan tingkat pengetahuan yang memadai, sehingga memerlukan 3 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka dukungan teknis berupa pendampingan dalam melakukan transaksi melalui e-commerce. Kondisi saat ini, salah satu kendala dalam pengembangan usaha/produk unggulan Kabupaten Bondowoso adalah pemasaran. Secara dominan pemasaran usaha/produk masih dilakukan secara konvensional sehingga kurang menjangkau pasar/market secara luas. Baru beberapa usaha/produk unggulan yang dipasarkan secara online, dan itupun belum dilakukan secara optimal dan terintegrasi. Perkembangan industri kecil dan menengah di Kabupaten Bondowoso tahun 2013-2017 disajikan berikut ini. Tabel 1.1. Perkembangan Industri Kecil dan Menengah Kabupaten Bondowoso Tahun 2013-2017 No. 2013 2014 2015 2016 2017 Industri kecil dan menengah 19.431 19.583 19.888 19.997 20.112 2. Jumlah Tenaga Kerja 61.953 62.336 63.078 63.315 63.755 1. Uraian Sumber : RPJMD Kabupaten Bondowoso Tahun 2018-2023 Berdasarkan tabel tersebut, sampai dengan tahun 2017, dari sebanyak 20.112 industri kecil dan menengah yang menyerap tenaga kerja sebanyak 63.755 orang di Kabupaten Bondowoso, baru sebanyak kurang lebih 5 IKM yang telah memiliki website bisnis. Data sentra industri (skala UMKM) di Kabupaten Bondowoso Tahun 2017 disajikan berikut ini. Tabel 1.2. Sentra industri (skala UKM) di Kabupaten Bondowoso Tahun 2017 Jumlah Sentra Unit Usaha 1. Pangan 17 349 2. Bordir 2 19 3. Anyaman Bambu/Tampar/Sapu Ijuk 22 3.062 4. Meubel 4 103 No. Jenis Sentra 4 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka Jumlah Sentra Unit Usaha 5. Gerabah/Genteng/Bata 9 271 6. Logam 6 97 7. Kopi 1 9 8. Batik 1 7 60 3.917 No. Jenis Sentra TOTAL Sumber : Dinas Koperasi, Perindustrian Dan Perdagangan, 2018 Dari sebanyak 60 produk unggulan kabupaten dengan sebanyak 3.917 unit usaha, hanya kurang lebih 15 produk yang dipasarkan secara online melalui market place yang kurang terkemuka. Kondisi yang diharapkan adalah pemasaran usaha/produk unggulan selain dilakukan secara konvensional juga dilakukan secara non konvensional (e-commerce) atau mendorong usaha/produk go online, sehingga dapat menjangkau pangsa pasar secara lebih luas serta mendorong meningkatnya daya saing usaha/produk unggulan kabupaten. Dukungan secara teknis yang diperoleh dari kerjasama dengan market place terkemuka diharapkan dapat menjadi pengungkit meningkatnya kemampuan masyarakat dunia usaha di Kabupaten Bondowoso untuk mengelola usahanya secara online. Disamping itu kerjasama dengan dunia bisnis ini diharapkan juga dapat memacu meningkatnya lapangan kerja baru bagi pengusaha pemula (start up) yang sudah mengenal dunia digital, serta menumbuhkankembangkan usaha-usaha pendukung seperti jasa pengiriman barang, travel wisata dan lain-lain. B. Tujuan Berdasarkan pada permasalahan yang ada dan kondisi yang diharapkan maka inovasi yang ditawarkan yaitu jangka pendek, agar percepatan pengembangan usaha/produk unggulan Kabupaten Bondowoso dapat dilakukan secara optimal melalui e-commerce, 5 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka diperlukan kerjasama dengan berbagai stakeholder khususnya dengan Akademisi, Google Trainer dan market place terkemuka. Kerjasama ini diperlukan agar dunia usaha di Kabupaten Bondowoso mendapatkan dukungan secara teknis dalam pengembangan usaha/produk melalui ecommerce dalam bentuk pendampingan dan pelatihan singkat (workshop) untuk mengelola usahanya sendiri secara online dan mandiri serta membentuk ekosistem cyber community produk unggulan Kabupaten Bondowoso. Di samping itu dukungan teknis sangat diperlukan agar dalam jangka menengah usaha/produk unggulan Kabupaten Bondowoso dapat terintegrasi ke dalam satu jejaring kerja digital untuk memudahkan monitoring dan evaluasi tingkat keberhasilan pengembangannya. Sehingga dalam jangka panjang dapat mewujudkan kerja sama dengan OPD terkait dalam mengembangkan produk unggulan Kabupaten Bondowoso baik secara online maupun offline pada lingkup event berskala regional, nasional dan internasional. C. Manfaat Manfaat Internal : 1. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan ekonomi daerah. 2. Meningkatnya sinergitas perencanaan pembangunan ekonomi dalam pencapaian target kinerja perencanaan pembangunan daerah. Manfaat Eksternal : 1. Bagi Masyarakat Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat dunia usaha terhadap dunia digital yang secara langsung dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pengembangan produk unggulan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan daya saing daerah. 6 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka 2. Bagi Pemkab Bondowoso Terjalinnya kerja sama dengan stake holder secara lebih fokus, terarah, efisien dan efektif dalam percepatan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan ekonomi Kabupaten Bondowoso. D. Percepatan Pengembangan Produk/Usaha Unggulan melalui Optimalisasi Kerjasama dengan Stake Holder Sebagaimana amanat Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso tahun 2018-2023, bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Kabupaten Bondowoso, sehingga percepatan pengembangan produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso baik kualitas maupun kuantitas yang dikelola secara modern, dengan pemanfaatan e-commerce melalui kerjasama dengan berbagai stake holder perlu diperluas dan ditingkatkan agar menjadi jalan pintas dalam mewujudkan percepatan kemandirian ekonomi masyarakat. Konsep kerjasama dan sinergi yang dapat dilakukan berupa sinergi pentahelix digambarkan sebagai berikut: 7 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka E. Pentahapan Digitalisasi Produk/Usaha Unggulan Kabupaten Bondowoso Dalam pengembangan produk/usaha unggulan di Kabupaten Bondowoso melalui dunia digital diperlukan pentahapan-pentahapan dalam perspektif dukungan alokasi penganggaran khususnya oleh perangkat daerah pendukung. Perangkat daerah seperti Dinas Pertanian harus lebih fokus mengembangkan produk/usaha unggulan melalui pendampingan poktan dan gapoktan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan perdagangan melalui pendampingan terhadap Koperasi dan UMKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melalui pendampingan terhadap Bumdes dan kelompok produktif lainnya, Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja melalui pendampingan Start Up, Dinas Pariwisata melalui pendampingan usahausaha sektor pariwisata serta usaha ekonomi kreatif. Sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika berperan dalam pengelolaan informasi untuk mendukung pengembangan komunitas digital. Sehingga sesuai dengan peran masing-masing perangkat daerah diperlukan sinergi dalam penganggaran agar pentahapan-pentahapan yang telah disusun dapat dilaksanakan secara terencana dan terukur hasilnya. Tahapan digitalisasi usaha/produk unggulan Kabupaten Bondowoso sebagaimana amanat Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023 digambarkan sebagai berikut: F. Ruang Lingkup Pengembangan 8 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka Pengembangan produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso dengan pemanfaatan e-commerce melalui kerjasama dengan konsep sinergi pentahelix, menekankan pada percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik (e-commerce), usaha pemula (start-up), pengembangan usaha, dan percepatan logistik yang terintegrasi, sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2017 Tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce) Tahun 2017- 2019. Hal ini sebagai salah satu strategi pengembangan sektor unggulan sebagai upaya percepatan pencapaian Visi dan Misi pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso tahun 2018-2023. Ruang Lingkup Jangka Pendek (Sampai dengan Desember 2019) 1. Melaksanakan workshop pengembangan e-commerce di Kabupaten Bondowoso bekerjasama dengan Akademisi, Google Trainer (Gapura Digital), Marketplace terkemuka, Media masyarakat dunia usaha di Kabupaten Bondowoso; 2. Melakukan pendampingan penyusunan data dan verifikasi usaha-usaha produk unggulan Kabupaten Bondowoso oleh OPD terkait; 3. Melakukan inventarisasi cyber community produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso; Ruang Lingkup Jangka Menengah (sampai akhir Tahun 2020) 1. Melakukan sinergi kerjasama pengembangan produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso dengan partisipasi penuh seluruh stake holder dalam sinergi Pentahelix secara berkesinambungan. 2. Melakukan sentralisasi konektifitas link media sosial produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso. 9 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka Ruang Lingkup Jangka Panjang (Tahun 2020-2023) Bekerja sama dengan OPD dan stakeholder terkait dalam mengembangkan produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso secara online maupun offline pada lingkup event berskala regional, nasional dan internasional. 10 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka II. PELAKSANAAN KEGIATAN JANGKA PENDEK A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan Workshop pengembangan E-Commerce produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso akan diselenggarakan pada hari Rabu, 4 September 2019 selama 1 (satu) hari bertempat di Aula Sabha Bina Praja I Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso. B. Rundown Acara (Tentatif) No Waktu Acara Keterangan 1. 07.30 - 08.00 WIB Registrasi Peserta Panitia 2. 08.00 – 08.15 WIB Pembukaan/ Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Panitia 3. 08.15 – 08.30 WIB Berdoa Panitia 4. 08.30 – 09.00 WIB Laporan Kepala Bappeda Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bondowoso 5. 09.00 – 09.15 WIB Pembukaan Workshop E-Commerce Bupati Bondowoso 6. 09.15 – 09.45 WIB Strategi Pengembangan Dekan Fakulas Ekonomi dan Ekonomi Digital di Bisnis Universitas Jember Kabupaten Bondowoso melalui Kolaborasi E Commerce & Dunia Usaha 7. 09.45 – 10.00 WIB Coffee Break Panitia 8. 10.00 – 11.00 WIB Materi “Pembuatan Website Bisnis Gratis” Gapura Digital Indonesia (Google Trainer) 9. 11.00 - 12.00 WIB Materi “Jualan di Youtube untuk UMKM” Gapura Digital Indonesia (Google Trainer) 10. 12.00 – 12.30 WIB Ishoma Panitia 11. 12.30 – 14.30 WIB Materi “Foto Produk sampai posting dan jualan di Marketplace” Tokopedia 12. 14.30 – 15.00 Penutupan Panitia 11 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka C. Perangkat Daerah Pendukung 1. Bappeda 2. Diskoperindag 3. Diskominfo 4. Diperta 5. Disparpora 6. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan 7. Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Naker 8. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa D. Narasumber Utama 1. Gapura Digital Indonesia (Google Trainer) 2. Tokopedia 3. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember E. Undangan 1. Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jember 2. Radar Jember/Ijen F. Peserta Workshop (100 Orang) 1. Pengurus Koppontren 2. Perwakilan Ponpes (Santri yang memahami perangkat digital) 3. Dekranasda 4. Kelompok Ekonomi kreatif 5. Pokdarwis 6. Perwakilan Koperasi dan UMKM 7. Perwakilan Poktan/Gapoktan 8. Perwakilan Bumdes 9. Perwakilan Kelompok Usaha Unggulan 10. Pengusaha produk/komoditi unggulan 11. Perwakilan Start Up 12 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka 12. Perwakilan Klaster Kopi 13. Perwakilan Klaster Pertanian Organik 14. Perwakilan Klaster Bambu 13 PengembanganProduk/UsahaUnggulanKabupatenBondowosoDenganPemanfaatanE-Commerce Melalui KerjasamadenganGapuraDigital (GoogleTrainer) danMarket PlaceTerkemuka III. PENUTUP Dengan terlaksananya Workshop pengembangan e- commerce dengan berbagai stake holder tersebut kondisi yang diharapkan adalah mendapatkan dukungan secara teknis sesuai kewenangan masing-masing sehingga dapat menjadi pengungkit meningkatnya kemampuan masyarakat dunia usaha di Kabupaten Bondowoso untuk mengelola usahanya, selain dilakukan secara konvensional juga dilakukan secara non konvensional (e- commerce) atau mendorong usaha/produk go online, sehingga dapat menjangkau pangsa pasar secara lebih luas serta mendorong meningkatnya daya saing usaha/produk unggulan Kabupaten Bondowoso. Disamping itu kerjasama dengan dunia bisnis ini diharapkan juga dapat memacu meningkatnya lapangan kerja baru bagi pengusaha pemula (start up) yang sudah mengenal dunia digital, serta menumbuhkankembangkan usaha-usaha pendukung seperti jasa pengiriman barang, travel wisata dan lain-lain. Kerjasama dengan perguruan tinggi diharapkan menjadi pendorong penumbuhan digital talent produk/usaha unggulan melalui pendampingan langsung pada masyarakat di semua desa dengan memanfaatkan pelaksanaan KKN Tematik di Kabupaten Bondowoso. Bondowoso, 14 Agustus 2019 ,, 14

Judul: Pembangunan Ekonomi Digital Di Bondowoso Jawa Timur

Oleh: Sigit Banendra


Ikuti kami