Pengantar Filsafat Ilmu - Perujukan Dan Pengutipan (references And Quotation - Indo).docx

Oleh Angga Pratama

209,6 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pengantar Filsafat Ilmu - Perujukan Dan Pengutipan (references And Quotation - Indo).docx

KUTIPAN DAN CARA MENULIS KUTIPAN MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Pengantar Filsafat Ilmu yang diampu oleh Bapak Drs. Sumarwahyudi, M.Sn. oleh Angga Widya Pratama 160251603817 Offering A UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SENI DAN DESAIN November 2016 Berikut soal-soal tugas terstruktur beserta jawaban dan pembahasannya: 1. Mengapa dalam membuat karya tulis, kita masih memerlukan adanya kutipan dari orang lain / mengutip? Jelaskan! Jawab :  Berikut definisi kutipan menurut beberapa ahli: a. Menurut Azahari (dalam Alam, 2005:38), “kutipan merupakan bagian dari pernyataan, buah pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan”. b. Poerwodarminta (2003:619) mengemukakan bahwa kutipan diartikan, “pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri”. c. Menurut Wasty (1994:33), kutipan merupakan sebuah pengambilan konsep atau pendapat dari orang lain sebagaimana yang tertulis dalam karya tulisannya.  Menurut KBBI Dalam KBBI disebutkan bahwa kutip / mengutip (kata kerja), diartikan mengambil perkataan atau kalimat dari buku dan sebagainya; memetik karangan dan sebagainya; mengumpulkan dari berbagai sumber. Sedangkan kutipan diartikan pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. Dapat diartikan bahwa kutipan adalah bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, atau hasil penelitian orang lain atau penulis sendiri yang bertujuan mengilustrasikan atau memperkokoh argumen dalam tulisan itu sendiri. Masih diperlukannya kutipan merupakan salah satu kelengkapan dalam penulisan makalah yang dapat memberikan penegasan bahwa suatu karya baik makalah ataupun karya ilmiah yang ditulis atau disusun oleh penulis tidak sepenuhnya dari pendapat, gagasan, dan materi dari pribadi penulis, melainkan meminjam atau mengambil sumber lain baik dari buku atau media lain untuk mendukung materi dan gagasan dari penulis. Dari kutipan tersebut maka suatu karya atau tulisan dapat diketahui dan dicari kebenarannya. Itulah hakikat dari fungsi kutipan dan penulisan kutipan dalam suatu karya ilmiah. Kutipan dilakukan apabila penulis sudah memperoleh sebuah kerangka berpikir yang mantap. Walaupun kutipan atas pendapat seorang pakar itu diperkenankan, tidak berarti bahwa keseluruhan sebuah tulisan dapat terdiri dari kutipan-kutipan. Sebaliknya, jika penulis tidak mengutip sama sekali, akan dipertanyakan apakah seluruh gagasan, informasi, fakta, serta temuan yang ditulisnya benar merupakan gagasan orisinalnya atau bukan. Garis besar kerangka karangan serta kesimpulan yang dibuat harus merupakan pendapat penulis sendiri. Kutipan- kutipan hanya berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat penulis. Dengan menggunakan kutipan, seorang penulis juga tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Perlu diperhatikan pula bahwa dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Dalam mengutip juga terdapat aturan atau prinsip yang harus diperhatikan. Hal tersebut harus diperhatikan agar tulisan kita tidak dicap sebagai suatu plagiarism, yaitu suatu tindak kriminal yang menjiplak gagasan seseorang sebagai hasil karyanya. Seperti yang telah dijelaskan diawal, kutipan dapat dijadikan sebagai pendukung argumentasi penulis terutama karya ilmiah yang harus logis, sesuai fakta dan tidak asal- asalan maka perlu gagasan- gagasan pendukung dari para ahli atau hasil penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, kutipan memiliki fungsi sebagai berikut: a. Landasan teori karya ilmah. Banyak penelitian - penelitian yang dilakukan karena didasarkan pada pernyataan seseorang dari berbagai sumber, antara lain buku, jurnal, arsip, dan sumber lainnya b. Pandangan atau acuan. Seperti kutipan ayat - ayat Tuhan, Nabi, atau pendapat seseorang yang dapat dijadikan pandangan dalam menilai sesuatu. c. Penguat argumen. Sama seperti pada nomor 2, dalam hal ini kutipan dapat dijadikan sebagai bahan penguat argumen penulis. 2. Ada berapa cara atau aturan dalam mengutip, khususnya yang berlaku di Universitas Negeri Malang (UM)? Sebutkan dan jelaskan! Jawab : Sebelum membahas mengenai cara pengutipan yang berlaku di UM, terdapat dua macam kutipan sebagaimana termuat dalam pernyataan berikut.  Pengutipan pendapat ahli tersebut dalam tulisan dapat dilakukan dengan dua cara utama yakni: (1) mengutip pendapat ahli secara langsung yang berarti mengutip pendapat ahli sesuai dengan aslinya; (2) mengutip pendapat ahli secara tidak langsung yang berarti hanya mengutip ide atau pendapat ahli dan dikemukakan dengan bahasa sendiri (Mukhadis, 2002:47-48). Jadi, kutipan terdiri atas kutipan langsung dan tidak langsung. Adapun dalam penulisan kedua jenis kutipan ini tetap memiliki prinsip yang harus diperhatikan agar sesuai dengan EYD dan tidak mengabaikan suatu sumber yang telah dikutip. Berikut analisa mengenai kedua jenis kutipan tersebut. 1) Kutipan langsung Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, harus disebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya. Kutipan langsung terdiri atas kutipan pendek dan panjang. Adapun batasan kutipan pendek dan panjang ini sangat beragam.  Arifin (1990:30) memberi batasan kutipan pendek adalah satu sampai lima baris aslinya dan kutipan panjang adalah enam baris atau lebih aslinya.  Mukhadis (2002:47) memberi batasan kutipan pendek adalah kurang dari 40 kata aslinya dan kutipan panjang adalah 40 kata atau lebih aslinya.  Hidayat (2001:63) memberi batasan kutipan pendek adalah tidak lebih dari tiga baris aslinya dan kutipan panjang adalah lebih dari tiga baris aslinya. Contoh : (academia.edu. Amelia:1-2) a) Penulisan kutipan langsung yang pendek Penulisan kutipan langsung yang pendek dapat dilakukan dengan memasukkan kutipan itu ke dalam kalimat penulis di antara tanda kutip (“….”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks. Ditulis seperti contoh berikut. Menurut Ibnu (2002:19) “bahan rujukan yang dimasukkan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk dalam tubuh artikel dan sebaliknya semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan”. b) Penulisan kutipan langsung yang panjang Penulisan kutipan langsung yang panjang dapat ditulis tanpa tanda kutip dan ditulis terpisah dari kalimat yang mendahului dan kalimat yang mengikutinya. Bentuk kutipan tersebut ditulis satu spasi dan kiri kanan menjorok ke dalam teks. Ditulis seperti contoh berikut. Menurut Kridalaksana (1996:2), variasi bahasa berdasarkan pemakai bahasa dibedakan atas empat jenis sebagai berikut ini. (1) Dialek regional yaitu variasi bahasa berdasarkan daerah. Variasi regional membedakan bahasa yang dipakai di satu tempat dengan yang dipakai di tempat lain. (2) Dialek sosial yaitu dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu atau yang menandai stratum social tertentu. (3) Dialek temporal yaitu dialek yang dipakai pada kurun waktu tertentu. (4) Ideolek yaitu keseluruhan ciri-ciri bahasa seseorang. 2) Kutipan tidak langsung Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis / peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Yaitu dengan meringkas dan menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain. Ditulis seperti contoh berikut. Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo, 1982:4).  Merujuk buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (2010 : 104-112) Terlepas dari dari serangkaian tata cara penulisan yang telah disebutkan di atas, UM memiliki pedoman penulisan kutipan baik secara langsung atau tidak. Meski pun terdapat perbedaan dalam sistematika penulisannya, namun hal itu tidak terlalu signifikan. Berikut kaidah penulisan kutipan langsung dan tidak langsung versi UM. 1) Cara menulis kutipan langsung a. Kutipan kurang dari 40 kata Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis diantara tanda kutip (“...”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama penulis, tahun dan nomor halaman. Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung. Berikut contoh penulisannya.  Nama penulis disebut dalam teks secara terpadu. Contoh: Soebronto (1990:123) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”.  Nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman. Contoh: Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebronto, 1990:123)  Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal (‘...’). Contoh: Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “terdapat kecenderungan semakin banyak ‘campur tangan’ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan” (Soewignyo, 1991:101). b. Kutipan 40 kata atau lebih Kutipan yag berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan yang diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis. Contoh: Smith (1990 : 276) menarik kesimpulan sebagai berikut. The ‘placebo effect’, which had been verified in previous studies, disappeared when behaviors were studied in this manner. Furthermore, the behaviors were never exhibited again, even when real drugs were administered. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a placebo effect. Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru lagi, garis barunya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri garis teks kutipan. c. Kutipan yang sebagian dihilangkan Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik. Contoh: “Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan disekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995: 278). Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik. Contoh: “Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian yang lain .... yang termasuk gerak manipulatif adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim, 1995: 315). 2) Cara menulis kutipan tidak langsung Kutipan yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika memungkinkan nomor halaman tersebut disebutkan. Berikut contoh penulisannya.  Nama penulis disebut terpadu dalam teks. Contoh: Salimin (1990: 13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun ke empat.  Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Contoh: Mahasiswa tahun ke tiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun ke empat ( Salimin, 1990: 13). Jadi mengacu pada penjelasan mengenai kedua jenis kutipan, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung, dibedakan secara jelas mengenai tata cara penulisannya di UM. Aturan penulisan kutipan langsung dibagi menjadi tiga, yaitu penulisan kutipan kurang dari 40 kata, kutipan 40 kata atau lebih dan kutipan yang sebagian dihilangkan. Sedangkan dalam kutipan tidak langsung tidak dibagi menjadi beberapa aturan penulisan seperti halnya pada kutipan langsung, hanya saja penulisannya dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri. 3. Bagaimana cara mengutip kutipan yang lebih dari 40 kata atau lebih dari 5 baris? Jawab : Mengacu pada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (2010 : 104)  Kutipan 40 kata atau lebih Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan yang diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis. Contoh: Smith (1990 : 276) menarik kesimpulan sebagai berikut. The ‘placebo effect’, which had been verified in previous studies, disappeared when behaviors were studied in this manner. Furthermore, the behaviors were never exhibited again, even when real drugs were administered. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a placebo effect. Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru lagi, garis barunya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri garis teks kutipan. Sehingga dapat dianalisis dari penjelasan mengenai kutipan 40 kata atau lebih menurut UM sebagai berikut: Kutipan yang lebih dari 40 kata atau lebih dari 5 baris tersebut dinamakan kutipan panjang. Kutipan panjang tersebut tentunya berbeda dengan kutipan yang kurang dari 40 kata (kutipan pendek). Perbedaan tersebut ada pada banyak tidaknya kata yang digunakan, penggunaan tanda baca (tanda kutip atau “...”), dan penempatan kutipan terhadap teks utama. Dengan demikian kaidah penulisannya dijabarkan sebagai berikut: a. Teks diketik dalam spasi tunggal. Artinya teks diketik dengan 1 spasi seperti halnya teks normal. b. Teks kutipan tidak dimasukkan dalam teks, tetapi ditempatkan pada tempat tersendiri. Penempatannya berada dalam bagian yang terpisah dengan kalimat utama atau yang mendahuluinya (dibawahnya). c. Pengetikan dibuat menjorok ke dalam dari teks dengan ketentuan 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan. Ditulis sama rata kanan-kiri (justify). d. Kutipan langsung panjang tidak diapit dengan tanda petik ganda (“...”). e. Sumber kutipan berupa nama pengarang, tahun terbit, serta halaman dari sumber rujukan tidak dimasukkan ke dalam teks kutipan. Penyebutan nama pengarang yang pernyataannya dikutip dengan tahun terbit dan diikuti halaman sumber bukunya dapat dilakukan dalam teks utama atau setelah kutipan. Contoh:  Contoh pengutipan langsung yang lebih dari 40 kata dengan penyebutan pengarang dalam teks. Banyak definisi yang digunakan untuk menjelaskan arti kata sistem, seperti yang didefinisikan oleh Tatang M. Amirin (1992:10-11) yang menyebutkan bahwa: a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. b. Sistem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersamasama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dari definisi Tatang M. Amirin tersebut dapat kita simpulkan bahwa sistem diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponenkomponen tersebut satu sama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masingmasing, tetapi secara fungsi komponen-komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan (yaitu tujuan dari sistem).  Contoh pengutipan langsung yang lebih dari 40 kata dengan penyebutan pengarang setelah kutipan. Banyak definisi yang digunakan untuk menjelaskan arti kata sistem, yaitu: a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian- bagian yang membentuk suatu kebulatan / keseluruhan yang kompleks atau utuh. b. Sistem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Tatang M. Amirin, 1992:10-11). Dari definisi Tatang M. Amirin tersebut dapat kita simpulkan bahwa sistem diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen-komponen tersebut satu sama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing-masing, tetapi secara fungsi komponen-komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan (yaitu tujuan dari sistem). 4. Bagaiman cara penulisan kutipan jika terdapat kata atau kalimat yang tidak disebutkan semua atau hanya dikutip sebagian? Jelaskan! Jawab : Mengacu pada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (2010 : 105)  Kutipan yang sebagian dihilangkan Apabila dalam mengutip ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik. Contoh: “Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995: 278). Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik. Contoh: “Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagianyang lain .... yang termasuk gerak manipulatif adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim, 1995: 315). Berdasarkan aturan penulisan kutipan yang sebagian dihilangkan (versi UM), bagian berupa kata atau kalimat tersebut apabila tidak dituliskan dalam teks kutipan, maka diganti dengan tanda titik. Tanda titik ini dalam peruntukannya ada dua macam, yaitu titik tiga (elipsis) dan titik empat. Jika terdapat kata-kata dalam kalimat yang dibuang dalam sebuah pengutipan, maka kata-kata yang dibuang tersebut diganti dengan tiga titik (elipsis). Tanda ini digunakan untuk menghilangkan bagian kata dalam kalimat yang kurang diperlukan. Sebagai tambahan, tanda elipsis didahului dan diikuti dengan spasi. Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah), namun pemakaian tanda elipsis di akhir kalimat ini pada dasarnya dimaksudkan berbeda dengan pemakaian tanda titik empat bila terdapat kalimat yang dibuang. Berikut contoh singkat penulisannya.  Penyebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.  Dalam Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan bahwa bahasa negara ialah .... Jika terdapat kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang tersebut diganti dengan empat titik. Peruntukan tanda empat titik ini pada umumnya berada di antara kalimat teks kutipan. Penggunaan empat titik ini ditujukan utuk menghilangkan kalimat dalam sebuah teks kutipan yang tentunya lebih panjang dari kata. Penulisan tanda empat titik ini juga sama dengan tanda elipsis, yaitu didahului dan diikuti dengan spasi. 5. Jelaskan perbedaan daftar pustaka dan daftar rujukan! Jawab :  Berikut definisi daftar pustaka menurut beberapa ahli: a. Menurut Gorys Keraft (1997: 213), daftar pustaka atau bibliografi ialah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalihan dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. b. Menurut Ninik M. Kuntarto (2007: 195), daftar pustaka ialah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber refrensi saat menulis karangan ilmiah.  Menurut KBBI Daftar pustaka atau bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.  Mengacu pada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (2010: 106) mengenai daftar rujukan. Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi, buku, makalah, artikel atau bahan-bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam daftar rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturutturut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul), (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisannya lebih dari satu, cara penulisan namanya sama dengan penulisan pertama. Nama penulis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam suatu karya ilmiah), diakhiri dengan titik. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Berikut ini macam-macam kaidah penulisan rujukan  Rujukan dari Buku Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata hukum. Kota tempat penerbit dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:). Contoh: Alvesson, M. & Skoldberg, K. 2000. Reflexie Methodologyi: New Vistas for QualitativeResearch. London: Sage Publications. Yamin, H.M. 2007. Profesionalisasi Guru & Impementasi KTSP. Jakarta: Gaung Persada Press Jika beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutanya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku- bukunya. Contoh: Marzuki, M. S. 2009a. Pendidikan Nonformal Bukan Residu. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Marzuki, M. S. 2009b. Permainan Simulasi di Indonesia. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.  Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel yang Ada Editornya Cara penulisannya seperti menulis rujukan dari buku ditambah dengan tulisan (Ed.) jika ada satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu, diantara nama penulis dan tahun penerbitan. Contoh: Soelaiman, D.A. (Ed.). 2003. Warisan Budaya Melayu Aceh. Banda Aceh: Pusat Studi Melayu-Aceh (PUSMA). Darling-Hammond, L., Bransford, J., Le Page, P., Hammerness, K., & Duffy, H. (Eds.). 2005. Preparing Teachers for a changing world. Sanfrancisco, CA: Jossey- Bass.  Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel yang ada Editornya Nama penulis artikel ditulis di depan, diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebut dalam kurung. Contoh: Sternberg, R. J. & Lubart, T.L. 2002. The Concept of Creativity: Pruspects and Paradigms. Dalam R.J. sternberg (Ed.), Handbook of Creativity (hlm.27-39). New York: Cambridge University Press. Margono. 2007. Manajemen Jurnal Ilmiah. Dalam M.G. Waseso & A. Saukah (Eds. Menerbitkan Jurnal Ilmiah (hlm.41-59). Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.  Rujukan Berupa Buku yang ada Editornya Cara penulisannya sama dengan rujukan dari buku, tetapi nama editor dicantumkandi antara tanda kurung di belakang judul buku, disertai keterangan Ed. Contoh : Marzuki, M.S. 2009. Dimensi-dimensi Pendidikan Nonformal (M.G. Waseso, Ed.). Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Mundzir, H.S. 2005. Sosiologi Pendidikan: Kajian Berdasarkan Teori Integrasi Mikro Makro (M.G. Waseso, Ed.). Malang: Elang Emas.  Rujukan Beruba Buku Lebih dari satu Jilid Cara penulisannya sama dengan rujukan dari buku, ditambah keterangan jilid atau volume yang di tulis di antara tanda kurung setelah judul buku. Contoh: Cahyo, C.H. 2006. Ensiklopedia Politik (volume 3). Surabaya: Usaha Nasional.  Rujukan dari Buku yang berasal dari perpustakaan Elektronik Setelah nama penulis, tahun, judul buku, kota, dan nama penerbit, nama perpustakaan di cantum setelah penerbit buku. Alamat web perpustakaan tersebut harus di cantumkan, di setai tanggal aksesnya. Contoh: Dealey, C. 1999. The Care of Woulds: A Guide for Nurses. Oxford: Blackwell Science. Dari Net Library, (Online), (http://www.netlibrary.com), diakses 24 Agustus 2007.  Rujukan dari Artikel dalam Jurnal Tercetak Nama penulis ditulis paling depan, diikuti dengan tahun dan judul artikel yang ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubung. Dibagian akhir berturut-turut dicantumkan tahun/ jilid/ volume, nomor terbitan (dalam kurung ), dan nomor halaman dari artikel tersebut. Contoh : Wiyono, M. 2009. Profesionalisme Dosen dalam Program Penjaminan Mutu. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16 (1): 51- 58  Rujukan dari Artikel dalam Internet Berbasis Jurnal Tercetak Cara penulisanya seperti rujukan dari artikel jurnal tercetak, tetapi diikuti dengan keterangan (online) alamat situs, dan tanggal akses. Volume, nomor terbitan dan nomor halaman dicantumkan setelah kata (online). Contoh: Maptiare-AT, A., Ibrahim, A.S. & Sudjiono. 2009. Budaya Konsumsi Remaja-Pelajar di Tiga Kota Metropolitan Pantai Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, (online), 16 (1): 12-21, (http://www.um.ac.id), diakses 25 Desember 2009.  Rujukan dari Artikel dalam Jurnal Elektronik Saja (Tidak Berbasis Cetak) Voume dan nomor jurnal ditulis setelah nama jurnal. Nomor halaman tidak dicantumkan. Alamat situs jurnal ditulis dengan tanda kurung dan disertai tanggal akses. Contoh: DeMarie, D. 2001. A Trip to the Zoo: Children’s Words and Photographs. Early Childhood Research and Practice, 3 (1). (online), (http://ecrp.uiuc.edu/v3n1/demarie.html),http://ecrp.uiuc.edu/v3n 1/demarie.html diakses 30 Agustus 2001.  Rujukan dari Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM Penulisanya dalam daftar rujukan sama dengan rujukan dari artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan cd-romnya dalam kurung. Contoh: Krashen, S., Long, M. & Scarcella, R. 1979. Age, Rate and Eventual Attainment in Second Language Acquisition. TESOL Quarterly, 13 : 573-582 (CD ROM: TESOL Quarterly Digital, 1997).  Rujukan dari Kumpulan Abstrak Tercetak Judul jurnal dicetak miring, disertai volume, nomor jurnal, dan nomor halaman artikel. Judul kumpulan abstrak dicetak miring. Identitas kumpulan abstrak ( volume dan nomor) juga dicantumkan. Contoh: Colllins, J. 1993. Immigrant Families in Australia. Journal of Comparative Famili Studies, 24 (3): 291-315. Abstrak diperoleh dari Multicultural Education Abstracts, 1995, 14, Abstracts No. 95M/064.  Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir. Contoh: Catur, S. 14 Juli 2010. HKTI dalam Sandra Parkol. Jawa Pos, hlm. 4. Suryadarma, S.V.C. 1990. Porsesore dan Interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4): 46-48  Rujukan dari Koran Tanpa Penulis Nama koran ditulis bagian awal. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar kecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman. Contoh: Kompas. 23 Januari 2004. Ijazah Penyetaraan Paket C Rawan Manimupalasi, hlm. 12.  Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit (Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga) Judul atau nama dokumen ditulis dibagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit, dan nama penerbit. Contoh: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.  Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diambil dari Internet Setelah tahun dokumen, situs yang memuat dokumen tersebut dicantumkan, disertai alamat situs dan tanggal aksesnya. Nama situs dicetak tegak dengan huruf besar pada huruf awal setiap kata. Contoh : Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (online), http://www.jdih.bpk.go.id, diakses 25 September 2008.  Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan yang dicetak miring, nama tempat penerbitan dan nama lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut. Contoh: Suahyono, N., Purnomowati, S. & Ginting, M. 2002. Pedoman Penampilan Majalah Ilmiah Indonesia. Jakarta: PDII-LIPI.  Rujukan Berupa Karya Terjemahan Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata tanpa tahun. Contoh : Cochran, W. G. Tanpa Tahun. Teknik Penarikan Sampel. Terjemahan Rudiansyah. 2005. Jakarta: Universitas Indonesia Press.  Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul, skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan cetak miring diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi. Contoh: Meter, G. I. 2003. Hubungan antara Perilaku Kepemimpinan, Iklim Sekolah dan Profesionalsme Guru dengan Motifasi Kerja Guru pada SMU Negeri di Provinsi Bali. Disertasi tidak diterbitkan: PPs UM.  Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun, judul makalah ditulis dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan “Makalah disajikan dalam...”, nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya. Contoh: Suwono, H. 2005. Survei Implementasi Penilaian Berbasis Kelas Pembelajaran Sains Sekolah Dasar di Kota Batu. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya, Jurusan Biologi FMIPA UM, Malang, 3 Desember.  Rujukan Berupa Makalah yang Diseminarkan dan Dimuat di Internet Nama penyaji makalah, judul makalah, tempat, dan tanggal penyajian ditulis seperti makalah tercetak. Situs yang memuat makalah tersebut dan alamatnya ditulis sebelum tanggal akses. Contoh: Schafer, M. & Moody, M. 2003. Designing Accountability Assessments for Teaching. Makalah disajikan pada Annual Meeting of the National Council of Measurement in Education, Chicago, 22 April 2003. Dalam Eric database, (Online), (http://www.erics)http://www.erics, diakses 3 Mei 2005.  Rujukan dari Internet Berupa Karya Individual Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online). Dan diakhiri dengan alamat suber rujukan tersebut diantara tanda kurung, disertai dengan keterangan kapan diakses. Contoh: Noor, I. H. M. 2006. Model Pelatihan Guru dalam Menerapkan Kurikulum Bahasa Inggris, (Online), http://www.depdiknas.go.id /jurnal/30/modelpelatihangurudalam_menara.html, diakses 14 Mei 2006.  Rujukan dari Internet Berupa Bahan Diskusi Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), diakhiri dengan alamat email sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung. Contoh: Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm. cc.buffalo.eduNETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu), Nopember 1995. diakses 22  Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi). Contoh: Davis, A. (a.davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter (huntera@usq.edu.au). Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id).  Rujukan Artikel Jurnal dari Kumpulan Artikel pada Internet Nama pengarang, tahun, judul artikel, nama jurnal, dan volumenya ditulis seperti artikel dari jurnal tercetak. Lembaga pengumpul artikel ditulis tegak. Alamat situsnya ditulis dalam kurung. Tanggal akses disertakan juga. Contoh: Brimi, H. 2009. Academic Instructors of Moral Guides? Moral edcutaion in America and the Teacher’s Dilemma. The Clearing Hause, 82 (3): hlm.125, (Online) dalam ProQuest (http://proquest.umi.com /pqdwb? did=1611601091&sid=4&mt=3&clientId=83321&RQT=309&Vna me=PQD), diakses 6 Februari 2010.  Rujukan Berupa Catatan Kuliah yang Dimuat di Internet Nama pengajar ditulis pada bagian awal, disertai tahun kuliah. Kode dan nama mata kuliah dicetak miring, diakhiri dengan nomor pertemuan. Alamat situs ditempatkan dalam tanda kurung, dan diakhiri dengan tanggal akses. Contoh: Bond, T. 2004. ED1401: Childhood and Adolescence, Catatan Minggu ke-12, (Online), http://learnjcu2004.jcu.edu.au, diakses 23 Februari 2005.  Rujukan Berupa Surat Elektronik yang Ditujukan kepada Kelompok Nama penulis surat diikuti tanggal, bulan, dan tahun, kemudian judul pesan, diikuti dengan keterangan “pesan disampaikan kepada...”. Alamat situs dicantumkan setelah itu. Contoh: Smith, M. 11 Maret 2001. Northen and Italian Renaissance. Pesan disampaikan kepada kelompok (http://grups.google.com/grups/ humanities.misc/massage13), 11 Maret 2001.  Rujukan Karya Audio/ Visual/ Audiovisual Nama pengarang ditulis sebelum tahun album tersebut dibuat. Judul album dicetak miring, dan diberi keterangan tentang bentuk produk (misalnya, kaset rekaman). Kota tempat kaset itu diproduksi ditulis sebelum nama perusahaan rekaman. Contoh: Dewa. 2004. Laskar Cinta, (Kaset rekaman). Jakarta: Ahmad Dhani Production-PT Aquarius Musikindoreg. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar bahan bacaan yang digunakan sebagai sumber dalam penulisan karya ilmiah atau laporan penelitian yang disusun berderat dari atas kebawah menurut abjad. Daftar pustaka juga dapat dikatakan adalah daftar bacaan yang disarankan untuk dibaca dan tidak, diacu dalam tulisan, sekedar untuk memperluas wawasan bagi mereka yang ingin mengetahuinya lebih lanjut mengenai sumber bahasan. Melalui daftar pustaka, para pembaca dapat mengatahui sumber dari makalah atau tulisan yang kita buat. Mereka juga dapat mengukur kedalaman bahasan masalah, serta dapat memperluas pengetahuannya dengan berbagai referensi tersebut. Daftar pustaka dapat pula dilihat dari segi lain, yaitu berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah daftar pustaka adalah: (1) Nama pengarang yang dikutip secara lengkap, (2) judul buku (karya), (3) data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor, jilid, dan tabel (jumlah halaman) buku tersebut. (4) untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun. Tetapi pada dasarnya perlu diperhatikan pula acuan penulisan mengenai pada apa yang menjadi sumber pengambilannya. Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad nama belakang penulis pertama. Daftar pustaka ditulis dalam spasi tunggal. Antara satu pustaka dan pustaka berikutnya diberi jarak satu setengah spasi. Baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok ke dalam. Daftar pustaka umumnya berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip meskipun pernah dibaca penulis dalam kaitannya dengan penulisan karya tulis ilmiah tidak perlu dimasukan dalam daftar pustaka. Sedangkan daftar rujukan (references) adalah daftar bahan-bahan yang dirujuk langsung di dalam teks (buku, makalah, majalah, surat kabar, atau media) dan rujukan tersebut dalam bentuk teks. Karena itu, daftar rujukan kerap digunakan dalam karya-karya akademis agar penguji atau dosen dapat meneliti langsung sumber referensi yang digunakan oleh penulis, contohnya dalam artikel ilmiah di jurnal, makalah, skripsi, disertasi, dan tesis. Daftar rujukan lebih bersifat terbatas, sehingga para penguji, penyunting, ataupun dosen dapat melakukan verifikasi antara teks dan sumber yang dirujuk. Rujukan dalam teks dapat berupa catatan dalam (in-notes), catatan kaki (foot notes), dan catatan akhir (end notes). Di dalam daftar rujukan biasanya juga tercantum nomor halaman dari sumber bacaan yang dirujuk langsung. Sumber rujukan dapat berasal dari media cetak maupun media elektronik. Cara menulis daftar rujukan yang bersumber dari media cetak seperti: buku, majalah, koran, jurnal, makalah, dan sebagainya membutuhkan informasi utama berupa: (1) nama penulis, (2) tahun penulisan, (3) judul buku, (4) kota penerbit, dan (5) nama penerbit. Sedangkan daftar rujukan yang bersumber dari media elektronik seperti: website atau blog, forum online, email, CD/DVD dan sebagainya membutuhkan informasi utama berupa: (1) nama penulis, (2) tahun penulisan, (3) judul tulisan, (4) alamat website, (5) dan tanggal akses. Jadi, pengertian bibliografi pun tersirat sebagai daftar yang memuat lengkap sumber bacaan maupun sumber referensi langsung. Dalam buku-buku umum populer yang sekarang ini banyak beredar, kita justru akan menemukan lebih banyak penggunaan daftar pustaka dibandingkan daftar rujukan. Pada buku-buku umum populer itu memang banyak buku yang dijadikan sumber bacaan penulis, tetapi tidak dirujuk atau dikutip langsung di dalam teks, fungsinya hanya sebagai pengaya informasi. Sebenarnya, dari segi penamaannya saja sudah tersirat perbedaannya. Daftar rujukan berarti daftar bahan-bahan yang dirujuk. Adapun daftar pustaka berarti daftar kepustakaan, apakah itu buku, majalah, surat kabar, atau media online sebagai sumber perujukan. DAFTAR PUSTAKA Alam, Agus Haris Purnama. 2005. Konsep Penulisan Laporan Ilmiah. (Format dan Gaya). Bandung: YIM Press Dibia, I Ketut dan I Putu Mas Dewantara. 2013. Bahasa Indonesia Keilmuan. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Hariwijaya M. dan Triton. 2011. Pedoman Penulisan Ilmiah Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: ORYZA. H. S., Widjono. 2005. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo. Keraf, Gorys. 2001. Argument dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia. Kuntarto, Ninik M. 2007. Cermat Dalam Berbahasa, Teliti Dalam Berfikir. Bogor: Mitra Wacana Media. Nasucha, Yakub.Rohmadi, Muhammad, dan Wahyudi, Agus Budi. 2009.Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta: Media Perkasa. Poerwadarminta. W. J. S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Suparno, Saukah, Ali., AH. Rofi’uddin, Margono, Aminarti.S., Mulyadi. W. G. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, disertasi, artikel, makalah, tugas akhir, laporan penelitian. Malang: Universitas Negeri Malang. Soemanto, Wasty. 2005. Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (Karya Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara. Widjono Wiloejo. 2005. Mengungkap Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dalam Lima Tahun Terakhir. Jurnal managemen dan fiskal dan no V: Jakarta. https://www.academia.edu/4814789/ Kutipan_langsung_dan_tidak_langsung_dalam_penulisan_karya_ilmiah

Judul: Pengantar Filsafat Ilmu - Perujukan Dan Pengutipan (references And Quotation - Indo).docx

Oleh: Angga Pratama


Ikuti kami