Layanan Referensi Dan Informasi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

Oleh Vara Khoirunnisa

105,8 KB 11 tayangan 1 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Layanan Referensi Dan Informasi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

LAYANAN REFERENSI DAN INFORMASI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Vara Khoirunnisa Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 Pada era informasi saat ini semakin cepat sehingga memberikan kemudahan bagi semua orang dalam menggunakan informasi. Bahkan kini informasi dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Setiap orang pasti membutuhkan informasi untuk memenuhi segala hal. Perpustakaan termasuk fasilitator untuk memperoleh informasi tetapi sekarang ini mulai tergeser dengan internet. Pengguna dapat mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan. Dengan pustakawan yang menyediakan layanan referensi dan informasi sangatlah membantu, namun dengan adanya layanan itu masih perlu ditingkatkan pelayanan karena pengguna ada yang belum mendapatkan layanan itu dengan baik. Mungkin pustakawan lebih memberikan pelayanan prima kepada pemustaka yang berkunjung. Apabila tanpa layanan referensi dan informasi perpustakaan akan mengakibatkan pudar eksistensi. Adanya layanan referensi dan informasi tidak berjalan secara optimal. Karena pemustaka di perpustakaan masih saja berjejaring dengan internet. Seharusnya layanan referensi dan informasi memberikan bantuan pustakawan kepada pemustaka caranya menemukan kebutuhan informasi melalui perpustakaan dengan baik. Layanan referensi dan informasi mengalami perkembangan adanya teknologi informasi sehingga pustakawan dapat menfilter adanya informasi yang ada. Layanan ini sangatlah penting untuk perpustakaan karena mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan secara optimal. Dengan perkembangan teknologi informasi seharusnya layanan referensi akan jauh lebih berkembang daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan informasi yang terolah dan tersaji akan jauh lebih variatif. Perkembangan internet dan tersedianya informasi dalam jumlah yang sangat besar dan cepat, menjadikan pustakawan bertugas untuk mengajarkan cara berpikir kritis kepada pengguna perpustakaan. Hal itulah yang harusnya menjadi titik balik keberhasilan layanan referensi sehingga citra perpustakaan dan pustakawan referensi terangkat kembali. Perpustakaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro menerapkan adanya layanan referensi dan informasi. Terletak di Gedung D Lantai 2 Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Layanan referensi dan informasi di Perpustakaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan masih kurang maksimal dikarenakan ada banyak kendala yang dihadapi pustakawan. Definisi layanan referensi dan informasi menurut Cassell (2004) adalah kegiatan konsultasi informasi di mana staf pustakawan merekomendasikan, menginterpretasikan, mengevaluasi, serta menggunakan sumber daya informasi untuk membantu pemustaka memenuhi kebutuhan informasi. Menurut Sulistyo-Basuki (1993) layanan referensi adalah layanan di perpustakaan yang di dalamnya menyediakan koleksi rujukan atau acuan. Disebut buku rujukan atau buku acuan karena merupakan buku yang didesain untuk dikonsultasikan atau diacuan dari masa ke masa untuk mencari informasi khusus. Dapat disimpulkan bahwa layanan referensi dan informasi adalah layanan yang diberikan pustakawan dan pemustaka dengan berinteraksi secara langsung menanyakan kebutuhan informasi sehingga pustakawan mengetahui apa yang dicari pemustaka. Rekomendasi oleh Reference and User Services Association sikap yang harus dimiliki pustakawan referensi ketika memberikan layanan referensi dan informasi: a. Approachability : pustakawan referensi sosial bersahabat dan bersedia untuk membantu pemustaka memenuhi kebutuhan informasi. b. Interest : antusiasme pustakawan referensi tinggi dalam memberi layanannya. c. Listening and Inquiring : pustakawan mamapu memahami dengan baik terhadap pertanyaan yang diajukan kemudian mampu mengidentifikasi kebutuhan informasi pemustaka, sehingga pemustaka merasa menjadi mudah dalam memenuhi kebutuhan informasinya. d. Searching : pustakawan memiliki kemampuan yang dapat diandalkan untuk menelusur informasi yang dibutuhkan pemustaka secara akurat dan relevan. e. Follow-Up : pustakawan mampu mengenali apakah pemustaka sudah puas atau belum terhadap hasil pencarian informasi yang diberikan. Analisis SWOT layanan referensi dan informasi Perpustakan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro yaitu: a. Strength (Kekuatan) Layanan referensi dan informasi perpustakaan ini mempunyai keunggulan dalam keramahan pustakawan ketika menyikapi pemustaka yang datang. Penambahan fasilitas wi-fi yang dapat memberikan kenyamanan kepada pemustaka. Pustakawan sudah mengenalkan atau mempromosikan perpustakaan kepada mahasiswa pada pendidikan pemakai awal masuk mahasiswa ke lingkup FPIK. b. Weakness (Kelemahan) Kelemahan yang terlihat dari layanan referensi dan informasi ini adalah perpustakaan sudah menyediakan kegiatan asistensi pemustaka mengenai sumber informasi secara langsung. Namun untuk layanan referensi dan informasi secara online belum menyediakan karena keterbatasan sumber daya manusia yang ada hanya ada dua pustakawan. Luas dari layanan referensi dan informasi di Perpustakaan FPIK yang sempit berdampak pada terbatasnya ruang gerak pemustaka dalam melakukan aktivitas. Lokasi perpustakaan yang tidak strategis karena terletak di gedung paling belakang menjadikan sulit untuk dijangkau para mahasiswa. c. Opportunity (Peluang) Menjalin kerjasama antar perpustakaan untuk menunjang pengembangan layanan referensi dan informasi. d. Threat (Ancaman) Ancaman yang dapat mengancam layanan referensi dan informasi di Perpustakaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan akan berkurangnya tingkat pengunjung yang datang. Karena menurut pandangan saya yang datang ke perpustakaan kebanyakan mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Telah banyak inovasi-inovasi dari pustakawan untuk menghidupkan kembali layanan referensi seperti memanfaatkan interaksi dengan pengguna menggunakan jejaring sosial, pemesanan serta sharing informasi melalui email, namun masih banyak perpustakaan yang belum mampu mengoptimalkan layanan referensi dengan baik. Selain itu untuk mengembangkan perpustakaan dari segi pemasaran dengan membuat konsep sehingga mendorong kinerja pustakawan serta menjalin komunikasi dengan baik kepada masyarakat. Menurut Kristyanto (2015) untuk meningkatkan pengembangan layanan referensi dan informasi dapat juga dengan: 1. Memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan perpustakaan. 2. Meningkatkan promosi layanan referensi kepada masyarakat. 3. Melakukan kerjasama antar perpustakaan. 4. Hal ini penting dilakukan mengingat kecenderungan pemustaka yang lebih suka berkomunikasi menggunakan media yang lebih user friendly dan bersifat chat interaktif. 5. Memperluas layanan referensi dengan memperkenalkan bentuk lain dari pemberian layanan referensi dan terus melakukan inovasi baru dalam setiap pengembangan kegiatan. 6. Pengembangan perlu diperhatikan apalagi ketika hadirnya internet, ketersediaan koleksi elektronik dan online database serta hadirnya media komunikasi dalam layanan referensi. DAFTAR PUSTAKA Cassell, Kay Ann and Hiremath, Uma. (2009). Reference and Information Services in the 21st Century : an introduction. November 19, 2019. London : Facet Publising Kristyanto, D. 2015. Reference Agent: Mengoptimalkan Pustakawan Dalam Menghidupkan Kembali Layanan Referensi. Pustakaloka, 7(1), 1–14. http://jurnal.stainponorogo.ac.id/index.php/pustakaloka/article/viewFile/ 180/486 Reference and User Services Association. (2008, Januari 2014). Definitions of Reference Service .April 06, 2014. http://www.ala.org/rusa/resources/ guildelines/definitions reference Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta:PT Gramedia Pustaka.

Judul: Layanan Referensi Dan Informasi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

Oleh: Vara Khoirunnisa


Ikuti kami