Critical Journal Review: Kewirausahaan Berbasis Teknologi (technopreneur) Dalam Perspektif Ilmu Pend...

Oleh Raihan Sinaga

298,5 KB 9 tayangan 1 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Critical Journal Review: Kewirausahaan Berbasis Teknologi (technopreneur) Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan

Tugas Mandiri (CRITICAL JOURNAL REVIEW) Kewirausahaan Berbasis Teknologi (Technopreneur) Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Mandiri Yang Diwajibkan Dalam Mengikuti Perkuliahan Kewirausahaan Oleh: RAIHAN ADE HASIAN HABIBANA SINAGA 1802050067 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MEDAN 2019 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat pada waktunya. Tak lupa shalawat beriring salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam review ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan review ini. Semoga dengan penulisan review ini dapat bermanfaat dan menjadi panduan bagi seluruh pembaca. Terutama dalam hal menanggulangi penyebab kemiskinan yang ada dinegara. Serta, merubah mindset masyarakat dalam berwirausaha agar perekonomian masyarakat yang masih dibawah kata mampu dapat menjadi lebih baik lagi. Medan, 26 Desember 2019 (Raihan Sinaga) i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................... i DAFTAR ISI .......................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 BAB II RINGKASAN JURNAL ......................................................... 3 B.1. Identitas Jurnal ................................................................................ 3 B.2. Ringkasan Isi Jurnal ....................................................................... 3 b.2.1. Pendahuluan ......................................................................... 3 b.2.2. Kajian Teori ........................................................................... 4 b.2.3. Metodologi Penelitian ......................................................... 5 b.2.4. Pembahasan .......................................................................... 5 b.2.5. kesimpulan dan Saran ......................................................... 6 BAB III PEMBAHASAN ..................................................................... 7 C.1. Relevansi Antara Topik Jurnal Dengan Karya-Karya dan Bidang Keahlian Penulis ............................................................ 7 C.2. Pokok-Pokok Argumentasi Penulis Dalam Pendahuluan ....... 7 C.3. Pemilihan Serta Cakupan Kajian Teori ....................................... 8 C.4. Metodologi Penelitian yang Digunakan dan Relevansinya ..... 8 C.5. Kerangka Berfikir Penulis ............................................................. 8 C.6. Kesimpulan dan Saran Serta Implikasinya Pada Penelitian Berikutnya ............................................................................................... 8 C.7. Persetujuan, Kritik, Sanggahan, Uraian Penjelas Serta Posisi Penulis Jurnal Review Terhadap Jurnal ...................................... 9 BAB IV D. PENUTUP ........................................................................ 10 d.1. Kesimpulan .................................................................................... 10 d.2. Saran ............................................................................................... 10 ii BAB I A. PENDAHULUAN Dalam Critical Journal Review ini penulis memilih menggunakan jurnal yang berjudul Kewirausahaan Berbasis Teknologi (Technopreneurship) dalam Perspektif Ilmu Pendidikan. Hal ini dikarenakan mengacu pada kehidupan kita yang saat ini terus saja melakukan perkembangan. Hal ini juga didasari oleh kebutuhan masyarakat dalam berteknologi yang mana pada saat ini juga sedang marak-maraknya era industri 4.0 (era digital). Untuk itu penulis ingin mengetahui lebih jauh lagi apa saja upaya yang dapat dikembangkan jika mengacu pada permasalahan tersebut. Terutama upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Kewirausahaan sendiri memiliki pengertian yaitu suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah. Fenomena kewirausahaan telah tumbuh dengan cepat seiring dengan upaya penyelesaian berbagai masalah sosial, seperti perbaikan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Tak ayal pula dalam meningkatkan nilai dalam berwirausaha, tak sedikit juga orang memanfaatkan teknologi yang ada untuk meningkatkan efektifitas dalam berwirausaha. Yang mana hal itu dapat disebut sebagai Wirausaha berbasis teknologi. Contoh kecil nya seperti layanan antar jemput yang sering digunakan khalayak ramai. Tak sedikit yang lebih memilih cara instan dalam memenuhi kebutuhannya. Begitu pula halnya dalam mencari informasi. Dalam hal ini, besar harapan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya dapat menjadi strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional. Dengan pengembangan teknologi-teknologi yang dilakukan, ini dapat menekankan pada keberuntungannya padatnya untuk pengangguran menjadi wirausaha. 1 yang dapat Penciptaan mencoba wirausaha 2 (entrepreneur) ini menjadi alternatif solusi atas berbagai masalah di masyarakat seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial, meningkatnya pengangguran usia produktif dan menipisnya cadangan pasokan energi, yang kesemuanya menuntut adanya tindakan kreatif dan inovatif. Selain itu, pengembangan ini juga diharapkan menghasilkan manusia yang mampu dan sanggup berperan aktif dalam membangun masyarakat Indonesia seluruhnya. Yang mana disini pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan dan memberi pemahaman kepada masyarakat menyeluruh demi terbangunnya masyarakat Indonesia seluruhnya. secara BAB II B. RINGKASAN JURNAL B.1. Identitas Jurnal Judul : Kewirausahaan Berbasis teknologi (Techpreneur) dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Penulis : Siti Marti’ah Lembaga Penulis : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta B.2. Ringkasan Jurnal b.2.1. Pendahuluan Penciptaan wirausaha (entrepreneur) menjadi alternatif solusi atas berbagai masalah di masyarakat seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial, meningkatnya pengangguran usia produktif dan menipisnya cadangan pasokan energi, yang kesemuanya menuntut adanya tindakan kreatif dan inovatif. Untuk meningkatkan minat berwirausaha/entrepreneur salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap bidang wirausaha. Kegiatan wirausaha harus didorong dengan keberanian dan keuletan serta tekad yang kuat, karena berwirausaha pada dasarnya berhimpitan dengan ketidakpastian, dalam hal keberhasilan maupun kegagalan. Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi basis technologi. Konsep technopreneur didasarkan pada basis tekhnologi yang dijadikan sebagai alat berwirausaha, misalnya munculnya bisnis aplikasi online, bisnis security system, dsb. Pada dasarnya pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam membangun bangsa dan Negara. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran 3 4 agar peserta didik mengembangkan potensi dirinya untuk lebih baik dengan dibantu pihak lain yang mempunyai kompetensi mendidik. Dengan melakukan kajian terhadap peraturan dan kebijakan terkait kewirausahaan dan perkembangan pendidikan di Indonesia serta fakta – fakta yang berasal dari data sekunder yang berasal dari instansi tekait, tulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah gambaran tentang pentingnya technoprenuership melalui dunia pendidikan. b.2.2. Kajian Teori Sebuah kenyataan bahwa sebanyak 7,1 juta penduduk Indonesia pada februari tahun 2013 tercatat sebagai terbuka atau sebanyak 5,92 persen. Walau mengalami penurunan secara jumlah dimana tahun sebelumnya pengangguran terbuka sebanyak 7,6 juta pada februari tahun 2013 dan 7,2 juta pada agustus 2013, tetapi jumlah pengangguran terbuka yang cukup besar akan memberi dampak baik secara sosial maupun secara ekonomi baik. (Anata, 2013; Susetyo dan Amanda, 2011). Diakui memang akan sangat sulit untuk menciptakan kondisi dimana semua penduduk usia produktif dapat 100 persen terserap di dunia kerja. Dengan demikian mengembangkan enterpreneurship merupakan sebuah peluang pengembangan diri dan salah satu solusi dalam pemecahan masalah tersebut (Untari, 2014). Pembangunan dan pertumbuhan UMKM merupakan penggerak bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perkembangan UMKM yang baik maka akan membawa kemajuan bagi perekonomian suatu negara. Pada tahun akhir tahun 2010 diperkirakan ada sekitar 53.823.732 UMKM (98,85 %) dari seluruh usaha di Indonesia. Kontribusi UMKM dalam penyerapan tenaga kerja sekitar 97,22% dan sumbangan UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 57,83%. Mengingat keberadaan UMKM dan perannya sangat besar dalam perekonomian Indonesia, maka diperlukan pemerdayaan UMKM (Estiningsih dan Zaenal; 2014) 5 Entrepreneurship adalah proses mengorganisasi dan mengelola risiko untuk sebuah bisnis baru. (Ono Suparno, dkk, 2008). Ono (2008) dalam Estiningsih dan Zaenal (2014), menyatakan ada dua hal penting yang harus diperhatikan untuk mendefinisikan technopreneurship (technology entrepreneurship), yaitu penelitian dan komersialisasi. Penelitian merupakan penemuan dan penambahan pada ilmu pengetahuan. Komersialisasi dapat didefinisikan sebagai pemindahan hasil penelitian atau teknologi dari laboratorium ke pasar dengan cara yang menguntungkan. b.2.3. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deksriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi literatur dengan data yang diperoleh dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan dunia entrepreneur. b.2.4. Pembahasan Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000 – 2010 mencapai 1,49 secara umum berpengaruh terhadap jumlah penduduk usia kerja. Diakui memang akan sangat sulit untuk menciptakan kondisi dimana semua penduduk usia produktif dapat 100 persen terserap di dunia kerja. Pembangunan dan pertumbuhan UMKM merupakan penggerak bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Usaha peningkatan jumlah UMKM dilakukan dengan mendorong programprogram pengembangan wirausaha. Program penciptaan wirausaha yang diusung Kemenkop dan UKM. Seperti Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia. Terdapat technopreneurship perbedaan antara (technology entrepreneurship entrepreneurship). biasa dan Technology entrepreneurship harus sukses pada dua tugas utama, yakni: menjamin 6 bahwa teknologi berfungsi sesuai kebutuhan target pelanggan, dan teknologi tersebut dapat dijual dengan mendapatkan keuntungan (profit). Entrepreneurship biasa umumnya hanya berhubungan dengan bagian yang kedua, yakni menjual dengan mendapatkan profit. b.2.5. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan yang dibuat penulis dalam jurnal tersebut yaitu Untukmelahirkan entrepreneur-entrepreneur muda sukses tersebut di perlukan kesungguhan dan keseriusan dari perguruan tinggi dalam mengemban misi entrepreneurial campus. Program-program kewirausahaan yang telah digagas dan dijalankan oleh berbagai perguruan tinggi khususnya di Indonesia, patut kiranya dijadikan sebagai teladan dalam memulai memfokuskan perguruan tinggi dalam melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda sukses yang dapat pengintergrasikan konsep wirausaha dan konsep teknologi sehingga dapat meningkatkan potensi pengembangan usaha yang dimilikinya. Dalam rangka pengembangan kewirausahaan nasional yang lebih efektif perlu dipertimbangkan untuk membentuk lembaga koordinasi pengembangan kewirausahaan nasional yang tetap menjaga aspek sinergi dan kebersamaan dari segenap komponen bangsa dengan memberikan akses koordinasi yang lebih terstruktur baik pada dunia pendidikan, teknologi hingga badan-badan kreatif untuk menampung hasil dari technopreneurship. Sedangkan untuk saran penulis jurnal mencantumkannya (Tidak memiliki saran apapun). tersebut tidak BAB III C. PEMBAHASAN C.1. Relevansi Antara Topik Jurnal Dengan Karya-Karya dan Bidang Keahlian Penulis Topik yang dibahas oleh penulis dalam jurnal tersebut adalah tentang kajian deskripsi dari proses bisnis (entrepreneur) dengan menggunakan basis teknologi (technopreneurship) dilihat dari aspek perspektif pendidikan. Tujuan penulis memilih topik ini adalah terkait kewirausahaan dan perkembangan pendidikan di Indonesia, yang mana penulis sendiri ingin menginformasikan bahwa pengembangan kewirausahaan itu cukup baik untuk meningkatkan efektifitas masyarakat. Dari penelitian ini, wirausaha atau entrepreneur menjadi hal yang sangat penting. Yang mana dalam hal ini dapat menanggulangi pengangguran yang tidak sedikit. dan juga dapat dilihat keseriusan dari pemerintah yang menjalankan beberapa program untuk mendukung hal tersebut. C.2. Pokok-Pokok Argumentasi Penulis Dalam Pendahuluan Didalam pendahuluan jurnal terdapat beberapa pokok argumentasi yang dibuat oleh penulis, diantaranya : 1. Penulis berpendapat bahwa meningkatnya angkatan kerja dalam waktu yang singkat menjadi salah satu penyebab terjadinya pengangguran. Oleh karena itu penciptaan wirausaha (entrepreneur) menjadi alternatif solusi atas berbagai masalah di masyarakat seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial. 2. Untuk meningkatkan minat berwirausaha/entrepreneur salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap bidang wirausaha. 3. Pada dasarnya pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam membangun bangsa dan Negara. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan 7 8 pembelajaran agar peserta didik mengembangkan potensi dirinya untuk lebih baik dengan dibantu pihak lain yang mempunyai kompetensi mendidik C.3. Pemilihan Serta Cakupan Kajian Teori Cakupan kajian teori dalam jurnal tersebut sudah sesuai dengan judul jurnal yang digunakan, semua kajian yang digunakan saling berhubungan dengan tema yang dipakai yaitu mengenai kewirausahaan berbasis teknologi yang dilihat dari perspektif pendidikan. C.4. Metodologi Penelitian yang Digunakan dan Relevansinya Dalam penelitian ini penulis jurnal menggunakan medote penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan eksplorasi dan pemaknaan atas permasalahan atau fenomena sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi literatur dengan data yang diperoleh dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan dunia entrepreneur. C.5. Kerangka Berfikir Penulis Kerangka berfikir penulis dapat disimpulkan bahwa, Penulis ingin agar usaha peningkatan dan pengembangan wirausaha nasional (techpreneur) lebih sungguh-sungguh dan serius. Karena ini menjadi tantangan bagi Negara untuk bersaing kedepannya. C.6. Kesimpulan dan Saran Serta Implikasinya Pada Penelitian Berikutnya Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tersebut ialah bahwa menekankan pendidikan wirausaha kepada masyarakat akan memberikan pembelajaran bagi mereka supaya lebih mudah berpikir maju. Yang mana juga dengan teknologi yang ada seperti sekarang semua hal dapat kita lakukan. Menjadi wirausaha salah satu contohnya. Dengan menggunakan 9 kesempatan yang ada maka dapat lebih efektif dalam meningkatkan perekonomian. Sedangkan saran yang diberikan untuk memperkenalkan dunia wirausaha. Sebaiknya pemerintah lebih sering menjalankan programprogram yang mendukung dunia wirausaha khususnya juga dalam perspektif pendidikan. C.7. Persetujuan, Kritik, Sanggahan, Uraian Penjelas Serta Posisi Penulis Jurnal Review Terhadap Jurnal Berdasarkan pembahasan jurnal tersebut, penulis setuju dengannya yang mana dalam meminimalisir jumlah pengangguran kita dapat memberikan inovasi yang kreatif dengan meningkatkan kegunaan dari teknologi dan memberi pemahaman yang lebih akan dunia wirausaha. Sedangkan kritik yang dapat penulis sampaikan yaitu, kurangnya saran dari sang penulis jurnal. Yang mana hal tersebut kurang memberi pembelajaran yang jelas untuk kedepannya. BAB IV D. PENUTUP d.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pemerintah juga menjadi lembaga penting dalam mendukung proses peningkatan wirausaha dalam basis teknologi. Yang mana dengan dorongan dan keseriusan yang diberikan dapat membuat jumlah pengangguran berkurang dan banyak melahirkan entrepreneurentreprenur yang memanfaatkan teknologi yang berlaku. d.2. Saran Menjalankan segala hal nya dalam keseriusan dan kesungguhan hingga dapat melahirkan masyarakat-masyarakat yang berguna hingga meminimalisir segilintir orang yang perekonomiannya kurang 10

Judul: Critical Journal Review: Kewirausahaan Berbasis Teknologi (technopreneur) Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan

Oleh: Raihan Sinaga


Ikuti kami