Tugas Bahasa Indonesia Ilmu Hadits Reguler Ii Disusun Oleh : Kelompok 6

Oleh Ibnu Arabi

63,7 KB 8 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Bahasa Indonesia Ilmu Hadits Reguler Ii Disusun Oleh : Kelompok 6

TUGAS BAHASA INDONESIA ILMU HADITS REGULER II Disusun oleh : Kelompok 6 1. 2. 3. 4. Ibnu Arabi Aswandi Nurafni Saidatullah Hasanah PERTANYAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jelaskan pengertian kutipan! Uraikan cara penulisan kutipan yang benar? Jelaskan pengertian catatan kaki! Uraikan cara penuulisan catatan kaki yang benar? Jelaskan pengertian rujukan ! Uraikan cara penulisan rujukan yang benar? Jelaskan pengertian daftar pustaka! Uraikan cara penulisan daftar pustaka? Jawaban 1. Pengertian Kutipan Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang, baik tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, mau pun dalam bentuk lisan. Kutipan bisa diartikan juga sebagai gagasan, ide, pendapat yang diambil dari suatu sumber yang biasanya diambil dari media atau juga bisa perkataan seorang tokoh. Proses pengambilan gagasan seperti ini disebut mengutip. Selain itu kutipan juga dapat merujuk kepada penggunaan berulang unit bentuk lain ekspresi, terutama bagian dari karya seni seperti contoh : unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film atau bagian dari suatu komposisi musik. Biasanya kegiatan mengutip juga bisa dilakukan dengan mengambilnya dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. 2. Cara penulisan kutipan yang benar 1. Kutipan ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (“…”) Jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip langsung dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan satu tanda petik (‘…’). 2. Jika bagian yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai dengan ketentuan pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraf yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak dua spasi. Contoh: Salah satu dimensi kehidupan afektif-emosional ialah kemampuan memberi dan menerima cinta, bukan cinta dalam arti yang penuh romantik atau memberikan perlindungan yang berlebihan, melainkan cinta dalam arti”…a relationship that nourishes us we give, and enriches us we spend, and permits ego and alter ego to grow in mutual harmony” (Cole,1993:832). 3. Apabila kutipan langsung merupakan seperangkat kalimat, tempatkanlah kutipan itu di antara tanda petik dua di bawah baris terakhir kalimat yang mendahuluinya, menjorok lima ketukan ke dalam teks dari margin kiri, berjarak rapat (½ spasi) Contoh: ………………………………………….……(baris akhir tulisan kita) “Dalam hal yang lebih penting lagi, yang menyatakan betul sifat nasional pendidikan di negara kita ialah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di semua sekolahsekolah. Bahasa ialah alat berpikir dan alat menyatakan buah pikiran itu, tetapi selain dari semua itu, ialah alat yang terpenting untuk menebalkan rasa nasional suatu bangsa. Walaupun prinsip bahwa bahasa pengantar di sekolah- sekolah ialah bahasa Indonesia, diberi kompromi pada dasar psikologi, dengan demikian, bahwa di tiga kelas yang terendah dari sekolah-sekolah rendah bahasa pengantar ialah bahasa daerah.” (nama,th:hlm.) (awal tulisan kita berikutnya)………………….……………………. 4. Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik. Contoh penulisan tampak pada butir kedua di atas. 3. Pengertian Catatan Kaki (Footnote) Catatan kaki adalah keterangan dari teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan (Gorys Keraf, 1994:143). Fungsi dari catatan kaki yaitu sebagai pemenuhan kode yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain. Catatan kaki dipergunakan untuk:     Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum dalam teks atau sebagai petunjuk sumber; Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula; Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/ halaman berapa hal yang sama dibahas di dalam tulisan; Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain. 4. Cara penulisan catatan kaki yang benar Cara Penulisan Catatan Kaki : 1. Catatan kaki dipisahkan tiga spasi dari naskah halaman yang sama 2. Antar catatan kaki dipisahkan dengan satu spasi 3. Catatan kaki lebih dari dua baris diketik dengan satu spasi 4. Catatan kaki diketik sejajar dengan margin 5. Catatan kaki jenis karangan ilmiah diberi nomor urut mulai dari satu untuk catatan pertama pada awal bab berlanjut hingga akhir bab. Pada setiap bab baru berikutnya catatan kaki dimulai dari nomor satu. 6. Nomor urut angka arab dan tidak diberi tanda apapun 7. Nomor urut ditulis lebih kecil dari huruf lainnya. 8. Nama Pengarang tanpa dibalik urutannya atau sama dengan nama pengarang yang tertulis diikuti koma. 9. Jika nama lengkap disertai gelar, catatan kaki mencantumkan gelar tersebut. 10. Judul karangan dicetak miring, tidak diikuti koma 11. Nama penerbit dan angka tahun diapit tanda kurung diikuti koma 12. Nomor halaman dapat disingkat hlm atau h, angka nomor halaman diakhiri tanda titik. Contoh : William N.Dunn, Analisis Kebijaksanaan Publik: (Yogyakarta : Hanindita, 2001), 20-32 5. Pengertian Rujukan Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal (dan satu unit ke unit yang lebih lengkap / rumah sakit) untuk horizontal (dari satu bagian lain dalam satu unit). (Muchtar, 1977) Rujukan adalah sesuatu yang digunakan pemberi informasi (pembicara) untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan tegas. Rujukan mungkin menggunakan faktual ataupun non faktual. Rujukan faktual terdiri atas kesaksian, statistik contoh, dan obyek aktual. Rujukan dapat berwujud dalam bentuk bukti. Nilai-nilai, dan/atau kredibilitas. Sumber materi rujukan adalah tempat materi tersebut ditemukan (Wikipedia). 6. Cara penulisan rujukan yang benar 1. Penulisan rujukan berupa buku dengan urutan: nama pengarang, judul buku (ditulis miring), cetakan, edisi (jika ada), nama penerbit, kota penerbit, dan halaman. Contoh: a. M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP; Penyidikan dan Penuntutan, Cetakan Pertama, Edisi Kedua, Sinar Grafika, Jakarta, 2010, hlm. 100. 2. Penulisan rujukan berupa buku bunga rampai dengan urutan: nama penulis, judul artikel (diberi tanda petik), nama editor, judul buku (ditulis miring), cetakan, edisi (kalau ada), nama penerbit, kota penerbit, tahun dan halaman. Contoh: Ari Wibowo, “Mewujudkan Keadilan Melalui Penerapan Hukum Progresif”, dalam Mahrus Ali (editor), Membumikan Hukum Progresif, Cetakan Pertama, Aswaja Pressindo, Yogyakarta, 2013, hlm. 5. 3. Penulisan rujukan berupa buku terjemahan dari bahasa asing dengan urutan: nama pengarang buku asli, judul buku terjemahan (ditulis miring), nama penerjemah, cetakan, edisi (kalau ada), nama penerbit, kota penerbit, tahun dan halaman. Contoh: Jan Rammelink, Hukum Pidana, terjemahan oleh Tristam Pascal Moeliono, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003, hlm. 82. 4. Penulisan rujukan berupa sumber kedua. Contoh: John Rawls, A Theory of Justice, dikutip dalam Munir Fuady, Bisnis Kotor; Anatomi Kejahatan Kerah Putih, Cetakan Pertama, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2004, hlm. 60. 5. Penulisan rujukan berupa jurnal dengan urutan: nama pengarang, judul artikel (diberi tanda petik), nama jurnal (ditulis miring), volume/edisi, tahun dan halaman. Contoh: Tengku Ghani Jusoh, “Terrorism According to Arabic Lexicography”, Jurnal Millah, Vol. VI, No. 1, Agustus 2006, hlm. 45. 6. Penulisan rujukan berupa Skripsi/Tesis/Disertasi dengan urutan: nama pengarang, judul karangan (diberi tanda petik), bentuk karangan, nama institusi, kota institusi, tahun, dan halaman. Contoh: Ewit Soetriadi, “Kebijakan Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme dengan Hukum Pidana”, Tesis pada Program Magister Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro, Semarang, 2008, hlm. 301. 7. Penulisan rujukan berupa makalah dengan urutan: nama pengarang, judul karangan (diberi tanda petik), nama forum (ditulis miring), penyelenggara, tempat, tanggal dan halaman. Contoh: Barda Nawawi Arief, “Kriminalisasi Kebebasan Pribadi dan Pornografi/ Pornoaksi dalam Perspektif Kebijakan Pidana”, Makalah dalam Seminar tentang Kriminalisasi Kebebasan Pribadi dan Pornografi-Pornoaksi dalam RUU KUHP, diselenggarakan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Hotel Graha Santika Semarang, 20 Desember 2005, hlm. 60. 8. Penulisan rujukan berupa artikel dari internet dengan urutan: nama penulis, judul artikel (diberi tanda petik), alamat e-mail (diberi garis bawah), tanggal akses. Contoh: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php, diakses pada tanggal 25 Juli 2011. 9. Penulisan rujukan jika tidak ada nama pengarangnya, maka ditulis “anonim”. Contoh: Anonim, “UU Anti Teroris Ditujukan untuk Umat Muslim”, http://www.cmm.or.id, diakses pada tanggal 16 Maret 2011. Pengutipan ulang dari sumber yang sama digunakan identitas berupa: Ibid., Loc. Cit., dan Op. Cit. Kecuali untuk sumber elektronik, maka ditulis kembali secara lengkap. a. Ibid (singkatan dari ibidium): Dipergunakan untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya (tanpa diselingi sumber lain). b. Loc. Cit (singkatan dari loco citati): Dipergunakan untuk catatan kaki yang sumbernya pernah dikutip dan pengutipannya pada halaman yang sama, tetapi sudah diselingi catatan kaki dari sumber lain. c. Op. Cit (singkatan dari opere citati): Dipergunakan untuk catatan kaki yang sumbernya pernah dikutip dan pengutipannya pada halaman yang berbeda, tetapi sudah diselingi catatan kaki dari sumber lain. 7. Pengertian Daftar Pustaka Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini. Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar. Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu : Nama penulis dan nama keluarga (jika ada) Ditempatkannya didepan nama kecil Tahun Penerbitan Judul Buku Tempat Penerbitan Nama Penerbit. 8. Cara penulisan Daftar Pustaka yang benar 1. Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina. 2. Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. 3. Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul. 4. Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7. 5. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi. 6. Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi Sedangkan untuk Cara Penulisan Daftar Pustaka dan teknik Penulisan Daftar Pustaka dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu sumber dari Jurnal , buku, Internet, Peraturan Pemerintah , Perundang-undangan, Makalah, Karya Tulis serta Surat Kabar / Koran. Contoh Daftar Pustaka Berikut ini merupakan Beberapa Contoh Penulisan yang baik dan benar dari berbagai sumber : Contoh Daftar Pustaka dari Buku : Buku ditulis satu Orang Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR - Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom Buku ditulis dua Orang Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd. Buku ditulis lebih dari dua orang Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company

Judul: Tugas Bahasa Indonesia Ilmu Hadits Reguler Ii Disusun Oleh : Kelompok 6

Oleh: Ibnu Arabi


Ikuti kami