Laporan Dasar-dasar Ilmu Tanah Tentang Identifikasi Struktur Dan Warna Tanah

Oleh Ajeng Adiba

129,4 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Dasar-dasar Ilmu Tanah Tentang Identifikasi Struktur Dan Warna Tanah

LAPORAN DASAR-DASAR ILMU TANAH TENTANG IDENTIFIKASI STRUKTUR DAN WARNA TANAH Disusun Oleh : Kelompok 5 1. Gilang Kusuma Aji (18722029) 2. Habib Nurfadilah (18722030) 3. Hafid Andre Permana (18722031) 4. Hafidz Firmansyah (18722032) 5. Heru Prabowo Aji (18722033) 6. I Wayan Yudha Setya Widya Pratama (18722034) 7. Ikke Rossa Damayanti (18722035) PRODUKSI DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERKEBUNAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG TAHUN AJARAN 2018/2019 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga laporan ini bisa selesai pada waktunya. Ucapan terima kasih juga tak lupa kami ucapkan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga laporan ini bisa disusun dengan baik. Kami berharap semoga laporan ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun, untuk pembuatan laporan selanjutnya yang lebih baik lagi. Bandar Lampung, 15 Maret 2019 DAFTAR ISI Kata Pengantar...............................................................................................i Daftar Isi........................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang........................................................................................1 1.2 Tujuan Penulisan.....................................................................................2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Tanah.....................................................................................3 2.2 Warna Tanah...........................................................................................4 2.3 Klasifikasi Warna Tanah.........................................................................5 BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat..................................................................................8 3.2 Alat dan Bahan........................................................................................9 3.3 Prosedur Kerja.........................................................................................9 3.4 Hasil Praktikum.....................................................................................10 BAB IV HASIL PEMBAHASAN 4.1 Kesimpulan............................................................................................12 4.2 Saran......................................................................................................12 Daftar Pustaka BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Tanah merupakan akumulasi tubuh alam bebas, berdimensi tiga, menduduki sebagian (besar) permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk pada kondisi topografi atau relief tertentu dan selama waktu tertentu (Donahue dalam Pandutama et al, 2003). Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis. Struktur tanah berhubungan dengan cara di mana, partikel pasir, debu dan liat relatif disusun satu sama lain. Di dalam tanah dengan struktur yang baik, partikel pasir dan debu dipegang bersama pada agregat-agregat (gumpalan kecil) oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang besar antara agregat (makropori) membentuk sirkulasi air dan udara juga akar tanaman untuk tumbuh ke bawah pada tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong yang kecil ( mikropori) memegang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa struktur disebut granular. Warna tanah merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung lewat dampaknya terhadap temperature dan kelembaban tanah. (Hanafiah, 2004). Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik yang masing-masingnya terhadap tanah, yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah, misalnya humus dan besi-oksida berwarna merah, coklat-karatan, atau kuning tergantung derajat hidrasinya, besitereduksi berwarna biru-hijau, kuarsa umunya berwarna putih. Batukapur berwarna putih, kelabu, atau kadangkala olive-hijau, dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. Liat berwarna kelabu, putih merah, tergantung tipe dan proporsi mantelbesinya.(Hanafiah,2004).Berdasarkan penjelasan diatas maka untuk tanah memiliki warna yang bervarian maka dilakukanlah praktikum pengamatan warna tanah. 1.2 Tujuan Penulisan 1.Untuk mengetahui struktur tanah 2.Untuk mengetahui warna tanah II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Tanah Tanah merupakan suatu tubuh alam atau gabungan tubuh alam yang dianggap sebagai hasil alam bermatra tiga yang merupakan paduan antara gaya pengrusakan dan pembangunan, yang dalam hal ini pelapukan dan pembusukan bahan-bahan organic adalah contihcontoh proses perusakan, sedang pembentuk mineral baru seperti lempung tertentu serta lapisan-lapisan yang khusus merupakan prosesproses pembangunan (Brady dalam buku Sutedjo dan Kartasapoetra, 2010). Tanah adalah mineral yan gtidak padat (unconsolidated) terletak dipermukaan bumi, yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk, iklim (termasuk kelembaban dan suhu), organisme ( makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu (Hanafiah, 2004). Tanah merupakan akumulasi tubuh alam bebas, berdimensi tiga, menduduki sebagian (besar) permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk pada kondisi topografi atau relief tertentu dan selama waktu tertentu (Donahue dalam buku Pandutama et al, 2003). 2.2 Warna Tanah Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik yang masing-masingnya terhadap tanah, yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah, misalnya humus dan besi-oksida berwarna merah, coklat-karatan, atau kuning tergantung derajat hidrasinya, besitereduksi berwarna biru-hijau, kuarsa umunya berwarna putih. Batukapur berwarna putih, kelabu, atau kadangkala olive-hijau, dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. Liat berwarna kelabu, putih merah, tergantung tipe dan proporsi mantelbesinya (Hanafiah, 2004). Warna tanah meliputi putih, merah, cokat, kelabu, kuning, dan hitam, kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu, coklat, dan bercak (rust), kerapkali 2–3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot, disebut karatan (mottling). (Hanafiah, 2004). Warna tanah yang sering kita jumpai adalah warna kuning, merah, cokelat, putih, dan hitam serta warna-warna tanah di antara warna-warna tersebut, sedangkan yang berwarna hijau dan lembayung jarang sekali dijumpai. (Sutedjo dan Kartasapoetra, 2010). 2.3 Klasifikasi Warna Tanah Menurut Hanafiah (2010) gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visible (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0,38-0,75 µm. Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi (impresi) sangat bervariasi. Perbedaan impresi inilah yang disebut sebagai “warna”. Dalam pengklasifikasian warna tanah, metode yang telah banyak dikenal luas oleh banyak soil specialist adalah “sistem munsell”, yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom–kolom warna standar. Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna, yaitu hue, value, dan chroma, yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu–kartu munsell. 1.Hue Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan , yang merupakan pembeda antaramerah dengan kuning, dan lainnya. Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna , yaitu: Y (yellow=kuning), YR (yellow-red), R (red=merah), RP (red-purple), P (purple=ungu), PB (purple–brown), B (bron=coklat), BG (browngray), G (gray=kelabu), GY (gray-yellow). Kemudian warna tanah dibagi menjadi kisaran hue: 0-2, 5, 2,5 5,0, 5,0, 7,5-7,5 dan 7,5–10 yang pada kartu warna hanya tertulis 2,5, 5,0, 7,5, dan 10. 2.Value Value atau brilliance (kecermelangan) yang mengekpresikan variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut. In merujuk dari gradasi warna mdari putih (skala 10) ke hitam (skala 0). 3.Pelapukan Chroma didefinisikan sebagai garadasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda dari adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (skala 0) kewarna lainnya (skala 19) (Hanafiah, 2004). Dilapangan, ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokkan dengan warna yang ada di buku Munsell, misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2,5 YR, Value 5 dan Crhoma 6, ditulis 2,5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap) (Hanafiah, 2004). 2.4 Hubungan warna Tanah Dengan Kesuburan Tanah Warna tanah yang hitam ataupun kelam/gelap kenyataanya akan menyerap panas yang lebih banyak dari pada tanah yang berwarna putih atau cerah/terang. Dengan demikian apabila tanah yang berwarna hitam/kelam mendapatkan penyinaran matahari yang akan terasa lebih panas, akibat selanjutnya yaitu laju evaporasi akan lebih tinggi, mengeringnya tanah akan berlangsung lebih cepat. Dapat ditegaskan bahwa warna tanah memegang peranan yang utama dalam proses keseimbangan panas, dan secara tidak lansung akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman tingkat tinggi, kegiatan jasad renik dan struktur tanah (Sutedjo Dan Kartasapoetra, 2010). Pengaruh yang lebih langsung yang berkaitan dengan tanah ini ialah terhadap suhu dan lengas tanah. Warna dapat menjadi indikator keadaan iklim dan hal ini berpengaruh terhadap bahan induk tanah, sehingga kapasitas produksinya samapai batas – batas tertentu dapat diselidiki. Makin tua warna tanah itu menunjukkan makin tinggi pula kesuburannya, penilaian demikian tentunya penyebabnya adalah bahan organik yang menunjukkan tingkat kemampuan hara – hara yang terjadi. Warna tanah yang terang umumnya disebabkan karena kuarsa (suatu mineral yang nilai gizinya ayang kemudian kurang). Warna tanah yang bercak umumnya menunjukkan reduksi dan oksidasi yang silih berganti (Sutedjo dan Kartasapoetra, 2010). Faktor – faktor yang mempengaruhi itensitas warna terutama warna dasar ialah kadar lengas dan tingkat hidratasi, kadar bahan organik, serta kadar dan mutu mineral. 1. Kadar lengas atau tingkat hidratasi sangat berpengaruh terhadap warna tanah, akan tampak warna lebih gelap/kelam. 2. Tingkat hidratasi itu banyak berkaitan dengan tingkat kedudukan terhadap permukaan air tanah, yang ternyata mengarah ke warna reduksi (gleisasi) yaitu kelabu biru hingga kelabu hijau. Tentang kadar bahan organik, makin tinggi kandungan bahan organiknya maka warna tanah akan makin kelam, sebaliknya makin rendah atau kurang bahan organik tanah itu, warna akan tampak lebih terang. 3. Mineral feldspar kaolin, kapur, kuarsa, dapat menyebabkan warna putih pada tanah, khususnya mengenai feldspar ternyata dapat menyebkan pula warna yang macam – macam, terutama warna merah. Hematit dapaat menyebabkan warna merah tua pada tanah ( Wirdjodiharjo dalam buku Sutedjo dan Kartasapoetra 1968). III. METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 pukul 07.00-09.00 WIB, di Laboratorium Tanah, Politeknik Negeri Lampung . 3.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada kegiatan praktikum ini yaitu Munsell soil color book dan labu semprot. Bahan yang digunakan yaitu tanah dari berbagai lapisan dan Air. 3.3 Prosedur Kerja Prosedur kerja dalam praktikum ini yaitu: 1. Mengambil segumpal tanah asli, dan agregat tanah yang mewakili (pakai pisau) dan menetapkan warna tanah, patahkan sebesar 2-3 cm. 2. Kemudian warna tanah tersebut dibandingkan dengan warnawarna yang terdapat dalam lembaran buku Munsell Soil Color Chart. 3. Setelah diperoleh hue yang tepat, cocokan warna tanah tersebut dengan lembaran warna menurut laju croma dan value. Geserkan kekanan atau kekiri sampai diperoleh croma dan value yang paling cocok. 4. Mencatat satuan/kode yang terdapat dalam lembaran kerja ini yaitu kilapan (hue) contoh 5 YR, nilai (volue) contoh 5 dan kroma (chrome) contoh 6. 5. Sebagai contoh kode warna yang lengkap pada no. 3 adalah 5/6 YR yang berarti yellowish red (merah kekuning-kuningan) Biasanya warna ini dicatat pada dua keadaan yitu pada keadaan lembab (wet) dan kering (dry),oleh sebab itu yang kering, agar ditentukan juga warna lembabnya dengan cra membahasi contoh tanah sedikit. 6. Lakukan pengamatan warna pada tiap lapisan horizon tanah dan tuliskan hasil pengamata anda pada daftar isian penampang. 3.4 Hasil Praktikum Hasil pengamatan warna tanah dapat dilihat pada table berikut: No Sampel Struktur Tanah 1. Tanah Hue Warna Tanah Pejal 2,5 YR 2/1 Raddish Black Pejal 10 YR 4/3 Dull Yellowish Grumosol 2. Tanah Top Soil Brown 3. Tanah PMK Pejal 10 YR 3/4 Dark Red 4. Tanah Subsoil Pejal 7,5 YR 3/4 Dark Brown 5. Tanah Sawah Remah 10 YR 7/3 Dull Yellow Orange 4.2 Pembahasan Dalam kegiatan praktikum ini dapat dijelaskan bahwa setiap sampel tanah memiliki perbedaan tersendiri pada setiap indikator yang ada pada munsell soil color book. Namun pada lapisan yang diamati ada yang memiliki warna yang sama meskipun terdapat perbedaan pada skala indikator yang ada pada munsell soil color book. Pada sampel satu didapatkan hasil Hue 2,5 YR 2/1 dengan warna Radish Black dan struktur tanahnya pejal. Pada sampel dua didapatkan hasil Hue 10 YR 4/3 dengan warna Dull Yellowish Brown dan struktur tanahnya pejal. Pada sampel tiga didapatkan hasil Hue 10 YR 3/4 dengan warna Dark Red dan struktur tanahnya pejal. Pada sampel empat didapatkan hasil Hue 7,5 YR 3/4 dengan warna Dark Brown dan struktur tanahnya pejal. Pada sampel lima didapatkan hasil Hue 10 YR 7/3 dengan warna Dull Yellow Orang dan struktur tanahnya remah. BAB IV HASIL PEMBAHASAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa warna tanah merupakan salah satu sifat fisik tanah yang perlu diketahui, karena dapat dijadikan petunjuk adanya sifatsifat khusus dari tanah tersebut. Dengan warna yang ada di buku munsell, misalnya warna tanah pada kartu hue 2,5 YR, value 5 dan chroma 6 yaitu dapat ditulis 2,5 YR berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap). 4.2 Saran Sebelum melakukan budidaya tanaman sebaiknya dilakukan terlebih dahulu dilakukan pengamatan struktur dan warna tanah karena struktur dan warna tanah mempengaruhi kelembaban dan temperature tanah. DAFTAR PUSTAKA Hanafiah Kemas Ali. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Jakarta;Rajagrafindo Persada. Kartasapoetra, A.G dan Sutedjo, Mul Mulyani. 1987. http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/buku/detail/pengantarilmu-tanah-terbentuknya-tanah-dan-tanah-pertanian-mul-mulyanisutedjo-a-g-kartasapoetra-2505.html https://dasar2ilmutanah.blogspot.com/2009/ http://dasar2ilmutanah.blogspot.com/2009/04/sifat-fisika-tanahbagian-4-warna-tanah.html http://karyaarido.blogspot.com/2013/11/pengertian-dan-strukturtanah.html

Judul: Laporan Dasar-dasar Ilmu Tanah Tentang Identifikasi Struktur Dan Warna Tanah

Oleh: Ajeng Adiba

Ikuti kami