Tugas Mandiri Ekonomi Mikro Teori Produksi`selly

Oleh Kel Vin

258,9 KB 13 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Mandiri Ekonomi Mikro Teori Produksi`selly

TUGAS MANDIRI EKONOMI MIKRO TEORI PRODUKSI ` SELLY NPM : 170810238 JUR : ACCOUNTING KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul“TEORI PRODUKSI”, yang mana makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi uas mata kuliah ekonomi manajerial. Makalah ini memuat tentang “Teori Produksi”.Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Seperti pepatah yang mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasandalam penyajian makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca. Demikian makalah ini penulis susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI 1 4 BAB I PENDAHULUAN 4 Latar Belakang BAB II PEMBAHASAN Teori Produksi 5 4 5 Teori Biaya 5 BAB III PENUTUP 4 Daftar Pustaka 5 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Atau dengan kata lain, problema dasar dari Ekonomi adalah bagaimana menggunakan semua sumber daya yang terbatas, untuk selanjutnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sebaik-baiknya. Permasalahan itu kemudian menyebabkan kelangkaan, juga menyebabkan beberapa perilaku yang berasal dari produsen dan konsumen. Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dalam dua besaran, yaitu mikro ekonomi dan makro ekonomi. Ilmu Ekonomi Makro adalah ilmu yang mempelajari Ekonomi dalam tatarannya terhadap Kebijakan Pemerintah, inflasi dan deflasi, tingkat pengangguran, dan seterusnya. Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individuindividu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus. Salah satu bagian dari pembahasan mikro ekonomi adalah mempermasalahkan kemampuan produsen, pada saat menggunakan sumber daya (input) yang ada untuk menghasilkan atau menyediakan produk yang bernilai maksimal bagi konsumennya. Pembahasan tentang perilaku produsen inilah yang kemudian diangkat sebagai tema untuk melihat sejauh mana sebuah perusahaan dalam memproduksi kebutuhan konsumenkonsumennya. Sehingga kendala pada pengambilan keputusan seberapa banyak peralatan produksi dan jumlah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen-konsumennya. Dengan pendekatan Ekonomi Mikro, terutama yang menyangkut perilaku produsen, khususnya suatu hukum yang disebut “the law of diminishing of returns” serta produksi optimal, diharapkan dapat dicapai kesimpulan mengenai berapa tingkat penggunaan sumberdaya atau input sehingga mampu menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan. BAB II PEMBAHASAN TEORI PRODUKSI Pengertian Produksi Pjjroduksi ialah proses mengubah input menjadi output. Produksi meliputi semua kegiatan untuk menciptakan/menambah nilai/guna suatu barang/jasa. FUNGSI PRODUKSI Merupakan hubungan antara faktor-faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal dan keahlian keusahawanan) dan tingkat produksi yang diciptakan. Q = f (K, L, R, T) Q : jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor produksi. K : jumlah modal L : jumlah tenaga kerja R : kekayaan alam T : teknologi yang digunakan Faktor produksi : input Jumlah produksi : output TEORI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR BERUBAH Teori produksi sederhana yang menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan tingkat produksi barang. (Faktor produksi lain : tetap) Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang (The Law of Diminshing Return) * menyatakan bahwa: apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif dan ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai tingkat yang maksimum kemudian menurun. PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI RATA-RATA DAN PRODUKSI MARGINAL Produksi Marginal * tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. MP : produksi marginal DTP : pertambahan produksi total DL : pertambahan tenaga kerja Produksi Rata-rata * produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja AP : produksi rata-rata TP : produksi total L : tenaga kerja TABEL FUNGSI PRODUKSI K L TPP APP MPP 3 1 10 10 14 3 2 24 12 3 3 39 13 3 4 52 13 3 5 61 12,2 9 3 6 66 11 5 3 7 66 9,4 0 3 8 64 8 -2 15 1 3 KURVA FUNGSI PRODUKSI TEORI BIAYA PENGERTIAN Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk produksi. Biaya berdasarkan perubahan skala produksi (output): — Biaya tetap (fixed cost): biaya yang secara relatif tidak dipengaruhi oleh besarnya jumlah produksi (output). Contoh: Gedung, Alat Medis: HPLC, Spectrophotometri, dll, Non Medis: Meja, kursi, computer, Kendaraan: roda 2, roda 4 — Biaya tidak tetap (variable cost): biaya yang volumenya dipengaruhi oleh banyaknya output. Contoh: Obat, Reagan, Bahan Medis, Operasional Lain: perjalanan, jamuan dll, Pemeliharaan: gedung, alat (medis/ non-medis) — Biaya total (total cost): jumlah dari biaya biaya tetap dan tidak tetap (TC = FC + VC) Contoh: Klasifikasi Biaya - atas dasar fungsi dalam proses produksi — Biaya langsung (direct cost): biaya-biaya yang dikeluarkan pada unit produksi yang secara langsung berkaitan dengan pelayanan pasien Contoh: gaji dokter, obat-obatan. — Biaya tidak langsung (indirect cost): biaya yang dikeluarkan pada unit penunjang Contoh: gaji pegawai administrasi, ATK. BIAYA PRODUKSI JANGKA PENDEK Ø Ongkos Total Jangka Pendek Ada dua macam input yaitu fix (tetap) dan variabel. Jadi ongkos tetap adalah jumlah dari kedua jenis ongkos tadi. TC = FC + VC FC = fixed cost VC = variable cost TC = total cost. Ongkos tetap digunakan untuk membayar input tetap; sedangkan variabel untuk membayar input variabel. Ø Ongkos Rata-rata Jangka Pendek (Short Form Average Cost) Ongkos total pada unit output. Jadi ongkos rata-rata berarti menunjukkan ongkos yang diperlukan untuk memroduksi per unit output. AC = TC/Q AC = Average Cost TC = Total Cost Q = Output -Ongkos rata-rata jangka pendek : Penjumlahan dari ongkos tetap rata-rata (averager fixed cost) dan ongkos variabel rata-rata (average variable cost). AVC = TVC/Q -Ongkos tetap rata-rata (average fixed cost) adalah ongkos tetap per unit output yang diproduksi. Jadi total biaya rata-rata = Average – Total Cost. AC = AVC + AFC. Ø Ongkos Marjinal (Marginal Cost) Perubahan ongkos yang terjadi karena output berubah satu unit. MC = Perubahan Ongkos Tetap = TC BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga: biaya produksi tidak perlu dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Semua pengeluaran dianggap biaya variabel. KURVA BIAYA TOTAL RATA-RATA JANGKA PANJANG ( KURVA LRAC) * Kurva yang menunjukkan biaya rata-rata minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas produksinya. Titik persinggungan dalam kurva-kurva AC tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai tingkat produksi yang akan dicapai produsen dalam jangka panjang. 1. Biaya Total (TC) Keseluruahan biaya produksi yang dikeluarkan TC = TFC + TVC 2. Biaya Tetap Total (TFC) Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya 3. Biaya Variabel Total (TVC) Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya 4. Biaya Tetap rata-rata AFC = TFC/Q 5. Biaya Variabel rata-rata AVC = TVC/Q 6. Biaya Total rata-rata AC = TC /Q 7. Biaya Marginal MCn = TCn – TCn1 atau DTC/ DQ Tabel Biaya (Q) (TVC) (TC) (AFC) (AVC) (ATC) (MC) 0 0 60 - - - - 1 20 80 60 20 80 20 2 30 90 30 15 45 10 3 45 105 20 15 35 15 4 80 140 15 20 35 35 5 135 195 12 27 39 55 Kurva Biaya SYARAT PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN 1. Memproduksi barang pada tingkat dimana perbedaan antara hasil penjualan total dengan biaya total paling maksimum TR – TC = maksimum 2. Memproduksi barang pada tingkat dimana perbedaan antara hasil penjualan marginal = biaya marginal. MR = MC. Perbedaan Ongkos Jangka Pendek Dengan Jangka Panjang Dalam suatu proses produksi kita dapat mengenali, adanya ongkos jangka pendek. Dimana dalam suatu proses produksi ada input variabel dan input tetap yang tidak bisa secara cepat keseluuruhannya dan cenderung berubah bila ada perubahan produksi. Sedangkan jangka panjang, sebaliknya bahwa input yang dapat secara keseluruhannya dan dapat dirubah untuk sebuah perubahan produksi. BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA Dr. Wilson Bangun, S.E., M.SI,“Teori Ekonomi Mikro” Refika ADITAMA, Bandung, 2007 Ari Sudarman “Teori Ekonomi Mikro”, , BPFE, Yogyakarta, 1992 William A. McEachern “Ekonomi Mikro”, Salemba Empat, Jakarta, 2001 ESSAY 1. Apa saja yang merupakan factor – factor produksi dan di tingkatkan dengan mengunakan rumus? Faktor produksi tergolong dari tanah, modal kerja beserta keahlian, dan dapat mengunakan rumus Q = f (K, L, R, T) 2. Output biaya dibagi menjadi 3 apasaja? Biaya tetap, Biaya tidak tetap dan Biaya total 3. Ongkos tetap rata – rata dan ongkos variable rata – rata dapat di artikan dengan rumus? AVC = TVC/Q yang berarti Average variable cost sama dengan Total variable cost di bagi dengan output 4. Semua pengeluaran diangap biaya variable apabila? Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua factor produksi sehingga biaya produksi tidak perlu di bedakan menjadi biaya tetap 5. MCn = TCn – TCn-1 atau DTC/ DQ merupakan rumus untuk perhitungan biaya? Biaya Marginal

Judul: Tugas Mandiri Ekonomi Mikro Teori Produksi`selly

Oleh: Kel Vin


Ikuti kami