Gagasan Invisible College Sebagai Scientific Communication Dalam Ranah Studi Ilmu Komunikasi

Oleh Kholidil Amin

349,9 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Gagasan Invisible College Sebagai Scientific Communication Dalam Ranah Studi Ilmu Komunikasi

GAGASAN INVISIBLE COLLEGE SEBAGAI SCIENTIFIC COMMUNICATION DALAM RANAH STUDI ILMU KOMUNIKASI1 Bayu Indra Pratama*, Kholidil Amin**, Adinda Ardwi Illahi Ulfa*** * Universitas Brawijaya, Jl. Veteran No 1 Malang, 65145, Indonesia ** Universitas Brawijaya, Jl. Veteran No 1 Malang, 65145, Indonesia *** Universitas Brawijaya, Jl. Veteran No 1 Malang, 65145, Indonesia bayuindrap@ub.ac.id; kholidilamin@gmail.com; adindahanda@gmail.com PENDAHULUAN Istilah Invisible college pertama kali dipergunakan pada abad ke-17 oleh para ilmuwan yang berada di The Royal Society London. (Paisley, 1971:Leivrouw, 1989; Tuire & Erno, 2001) Invisible college terbentuk tanpa didasarkan adanya surat tertulis resmi yang menyatakan bahwa perkumpulan ilmuwan ini sebagai suatu lembaga. (Urs & Sharma, 2010; Casey & McMilan, 2008; Lievrouw, 1989) melainkan semata-mata terbentuk dikarenakan adanya keperluan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, Invisible college juga diigunakan oleh para ilmuwan untuk saling berhubungan satu sama lain secara informal baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga membuat gagasan keilmihan mereka saling bertautan (Paisley, 1972; Lievrouw, 1989) Hal ini pulalah yang kemudian berpengaruh terhadap sebutan invisible college pada saat ini yang cenderung digunakan sebagai istilah untuk menamai perkumpulan para ilmuwan dengan latar belakang kajian keilmuan yang sama. (Paisley, 1972; Schonand, 1959; Zuccala, 1996) Artinya, para ilmuwan dengan fokus kajian keilmuwan yang sama dan berkumpul serta saling berhubungan satu sama lain, secara tidak langsung akan disebut sebagai Invisible college. Invisible college dapat diasumsikan sebagai moodel komunikasi ilmiah. (Lievrouw, 1989) Lievrouw (1989) menyebutkan bahwasanya hubungann yang terjalin di antara para ilmuwan menunjukkan adanya 1 Makalah ini merupakan pengembangan dari artikel berjudul Invisible College as Offering Communication Science Studies In Indonesia yang dipresentasikan pada International Seminar & Conference on Learning Organization 2017 pada tanggal 6 September di Bandung. Tulisan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan konsep atau gagasan ide penelitian tentang invisible college pada ilmu komunikasi di Indonesia. 209 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah proses komunikatif. Hal ini dapat ditunjukkan pada perilaku sitasi diantara para ilmuwan yang merupakan proses pertukaran serta penyebaran ilmu pengetahuan atau komunikasi ilmiah. Sitasi yang dipergunakan oleh para ilmuwan menunjukkan sebuah proses komunikasi yang sedang dilakukan. Artinya, sitasi-sitasi ini tidak hanya digunakan sebgai sebuah rujukan ataupun pedoman gagasan, namun juga dapat menunjukkan sebuang jejaring pemikiran. Jejaring pemikiran yang terbentuk berdasarkan pola pengutipan yang ada tentu saja akan membantu penelusuran terkait kelompok ilmuwan penganut paradigma atau metode riset tertentu. Keterhubungan seperti inilah yang menyebabkan sebuah kelompok ilmuwan tertentu dengan cara pemikiran yang sama sebagai bentuk invisible college. Penelitian terkait invisible college sebenarnya sudah banyak dilakukan pada beberapa bidang keilmuan. Penelitian-penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan pola dan struktur hubungan yang dilakukan oleh para ilmuwan pada bidang-bidnag tersebut. Seperti halnya dengan penelitian yang dilakukann oleh Diaz-Anderu (2007) pada bidang antropologi; Vespagen & Werker (2003) pada bidang ekonomi; Casey & McMillan (2008) pada bidang hubungan industri dan perburuhan; Foster (2001) dan Tuire & Erno (2001) pada bidang pendidikan serta Abel (1991) pada bidang perpustakaan. Sedangkan pada bidang ilmu komunikasi, kajian terkait invisble college masih relatif jarang dikaji. Di bidang ilmu komunikasi penulis menemukan dua riset innvisible college yang dilakukan oleh Chang & Tai (2005) terkait jurnalisme dan Mario Hambrick (2016) terkait komunikasi olahraga. Invisible college dapat diketahui melalui sitasi yang tercantum dalam penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan. Penelusurannya juga dapat dilakukan dengan cara melihat pola bibliografi para ilmuwan yang biasa disebut dengan sebutan teknik bibliometrik (Lievrouw, 1989; Tuire & Erno, 2001; Casey & McMillan, 2008; Hart, 1993) Teknik bibliometrik ini menjadi acuan awal untuk mengembangkan kajian invisible college. Penggunaan teknik bibliometrik dilakukan dengan melihat perilaku sitasi para ilmuwan terhadap karya-karya publikasi ilmuwan lain seperti jurnal, buku dan proceding. (Lievrouw, 1989; Tuire & Erno, 2001; Casey & McMillan, 2008; Hart, 1993) Pola yang terbentuk melalui teknik bibliografi inilah yang dapat dikatakan sebagai bentuk interaksi antar para ilmuwan (Lievrouw, 1989). 210 Gagasan Invisible College... Penelusuran invisible college dengan cara melihat pola bibliografi atau perilaku sitasi dari para ilmuwan dilakukan oleh Diaz-Andreu. Diaz-Andreu (2007) berusaha untuk menjelaskan pola serta relasi ilmuwan antropologi pada bidang keilmuannya. Dalam penelitiannya, Diaz-Andreu (2007) juga mencoba untuk menjelaskan posisi dan peran sejarah dalam suatu bingkai kekuasaan. Lain halnya dengan Casey dan McMillan (2008) yang berusaha untuk melihat perilaku sitasi yang dilakukan oleh para peneliti di bidang industri guna menjelaskan bagaimana invisible college yang terbentuk. Sedangkan Tuire dan Erno (2001) melakukan penelitian pada bidang pendidikan di Finlandia dengan melihat perilaku sitasi diantara para komunitas peneliti yang berada disana guna untuk mngetahui bagaimana invisible college yang terbentuk. Penelitian terkait invisible college nyatanya juga dilakukan oleh beberapa peneliti di bidang komunikasi. Salah satunya yaitu Chang & Tai (2005) yang menjelaskan peran invisible college dalam perubahan lanskap riset komunikasi massa melalui perilaku sitasi publikasi dari para peneliti. Chang & Tai (2005) memanfaatkan perilaku sitasi para peneliti yang terdapat pada karya yang telah dipublikasikan untuk melihat peran invisible college dalam perubahan pandangan riset yang terjadi di komunikasi massa. Berbeda dengan Chang & Tai (2005), Mario Hambrick (2016) berusaha untuk menjelaskan relasi yang terjalin diantara para peneliti komunikasi di bidang olahraga dengan cara melihat perilaku sitasi mereka. Kedua penjelasan tersebut, memberikan gambaran mengenai bagaimana penelitian terkait invisible college yang berkembang di ranah komunikasi. Temuan lain dari penulis yang juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan yaitu terkait metode yang dapat digunakan untuk menelusuri invisible college. Faktanya, invisible college juga dapat ditelusuri dengan menggunakan social networking analysis. (Urs & Sharma, 2010; Vespagen & Werker, 2003) Social Networking analysis dimanfaatkan untuk menjelaskan pola serta relasi sosial yang terbentuk berdasarkan interaksi para ilmuwan. (Urs & Sharma, 2010) Dengan menggunakan informasi latar belakang individu dari kelompok para ilmuwan, metode social networking analysis dapat menjeleaskan simpul-simpul yang dimiliki oleh para ilmuwan dan kemudian dapat menjelasakn pola serta relasi yang terbentuk diantara mereka. (Vespagen & Wereker, 20003) Urs dan Sharma (2010) serta Vespagen dan Werker (2003) menyatakan bahwasanya social networking analysis masih jarang digunakan untuk 211 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah mengungkap keberadaan invisible college. Sebelumnya, Vespagen & Werker (2003) menggunakan social networking analysis melakukan penelitian terkait invisible college di bidang ekonomi. Dalam penelitiannya Vespagen dan Werker (2003) berusaha untuk melihat latar belakang sosial peneliti seperti co-author atau co-workers dengam menggunakan survei langsung. Berdasarkan penjelasan tersebut kemudian muncul asumsi bahwa kajian invisible college potensial untuk dikaji lebih lanjut, khususnya dalam bidang ilmu komunikasi (Lievrouw, 1989) Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana potensi perkembangan kajian invisible college sebagai kajian ilmu komunikasi di Indonesia?. Makalah ini bertujuan memberikan penjelasan terkait invisible college dan sekaligus menjadi titik tolak sebuah pengembangan kajian dalam ranah ilmu komunikasi. Harapannya dapat memicu para peneliti khusunya para peneliti di bidang ilmu komunikasi untuk tertarik dengan kajian invisible college. Para peneliti diharapakan dapat turut serta mengembangkan kajian ini dengan metode yang aplikatif, seperti bibliometrik atau social network analysis (Hambrick, 2016; Vespagen & Werker 2003; Urs & Sharma, 2010) Makalah ini secara tidak langsung juga merupakan usaha penulis untuk menjadikan invisible college menjadi topik kajian yang perlu dibahas serta menjadi peluang dalam mengembangkan kajian ilmu komunikasi. Makalah ini juga merupakan bentuk tindak lanjut saran dari Leah Lievrouw terkait pengembangan kajian invisible college sebagai scientific communication. Scientific Communication Komunikasi adalah esensi dari ilmu (Garvey, 1979). Artinya, komunikasi menjadi bagian penting dalam ilmu pengetahuan. Komunikasi menjadi suatu alat atau sarana yang dapat digunakan untuk membangun ide ataupun konsep terkait ilmu pengetahuan. Seperti halnya dengan apa yang dikatakan Lievrouw dan Carley (1990) menjelaskan bahwa scientific communication adalah fondasi untuk mengembangkan dan membangun ide-ide dan konsep-konsep yang akan mengantarkan pada kesuksesan ilmiah. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan tersebut, dibutuhkan suatu aktiitas sosial terkait ilmu pengetahuan seperti halnya dengan cara mengkomunikasikan hasil penelitian. Aktivitas sosial dari ilmu pengethuan ini akan memberikan gambaran mengenai bagaimana terbentuknya suatu aktivitas komunikasi yang secara tidak langsung juga melatarbelakangi adanya proses komunikasi. Komunikasi yang muncul secara informal 212 Gagasan Invisible College... dalam invisible college dan jaringan spesifik dengan tujuan untuk membagi pengetahuan dan ilmu yang disebut sebagai scientific communication (Algarni, 2014). Pada dasarnya kekuatan scientific communication adalah interaksi komunikasi yang terjadi di antara ilmuwan melalui channel informal seperti social media, mentoring atau co-authorship (Algarni, 2014). Seperti pendapat dari Lievrouw (1989) bahwasanya fondasi dari beberapa percobaan ilmiah adalah komunikasi. Sebagian besar dari para peneliti menggunakan bentuk atau angka publikasi (buku, jurnal, artikel atau bibliografi) sebagai alat ukur untuk mempelajari perkembangan dari literatur keilmuwan. Mereka juga menggunakannya untuk menggambarkan perkembangan serta evolusi dari komunikasi ilmiah dan penelitian. (Borgman, 1990; Crane, 1972; Lievrouw, 1989; Price, 1963). METODE Makalah ini ditulis dengan menggunakan metode studi literatur. Zedd (2008) mengatakan bahwasanya studi literatur merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Penulis melakukan studi literatur terhadap beberapa karya ilmiah di antaranya Lievrouw (1989), Paisley (1972), Chang & Tai (2005), Hambrick (2016). Beberapa karya tersebut membahas invisible college dalam ranah kajian ilmu komunikasi. Selain itu, penulis juga melakukan penelusuran literatur lain yang ada dalam google scholars, JSTOR, serta Proquest dengan menggunakan kata kunci invisible college. Dari semua data yang dikumpulkan tersebut, penulis kemudian membuat catatan, kutipan atau informasi yang ditemukan dan relevan dengan permasalahan yang ingin diselesaikan. (Darmadi, 2011). PEMBAHASAN Kajian mengenai invisible collage terutama dalam ranah kajian ilmu komunikasi masih sangat jarang dikaji di Indonesia. Oleh karenanya dalam kajian ini penulis akan membahas pengembangan kajian invisible collage berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan oleh peneliti. Asumsi terkait jarangnya kajian invisible collage di Indonesia didasarkan pada hasil eksplorasi terhadap beberapa literature terkait yang menghasilkan bahwa hanya terdapat satu penelitian di Indonesia yang mengkaji invisible collage. 213 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Penelitian tersebut juga hanya membahas mengenai dasar konsep invisible collage dan tidak disertai dengan kajian invisible collage secara teoritis. Kajian invisible collage memiliki manfaat yaitu dapat membantu menjelaskan hubungan dan interaksi yang terjalin antar ilmuwan dalam bidang tertentu. Jaringan yang terbentuk dalam invisible collage dapat menjelaskan hubungan dan stuktur antara aktor utama dan aktor pendukung dalam penyampaian gagasan (Eriyanto, 2014; Lievrouw, 1998). Invisible collage dalam studi kualitatif dapat digunakan untuk memahami gagasan yang dominan dalam suatu kajian. Apabila dikaitakan dengan konteks sosial, ekonomi dan politik masyarakat, maka konsep invisible collage dapat digunakan untuk memahami kuasa pengetahuan yang terjadi. Terbentuknya relasi antar ilmuwan menunjukkan bahwa terdapat proses komunikatif dalam keilmuan. Berdasarkan hal tersebut peneliti menukan adanya asumsi lain bahwa aspek terpenting dalam ilmu adalah komunikasi yang membuat ilmu itu menyebar dan eksis ((Garvey, 1979; Paisley, 1984; Whitley, 1969; Lievrouw, 1989). Peran invisible collage dalam dunia keilmuan membuat ilmu menyebar dan eksis (Paisley, 1984). Lievrouw (1989) menyampaikan bahwa dalam penelitian invisible college, para peneliti dapat mempertimbangkan proses komunikasi di antara para ilmuwan, bukan hanya sampai pada struktur sosial yang terbentuk. Penelitian mengenai invisible college telah banyak dilakukan (Lievrouw, 1989). Sayangnya, penelitian mengenai hal ini dengan pola bibliografi yang menggambarkan proses komunikatif tidak muncul dari kajian komunikasi. Penelitian mengenai invisible collage selama ini lebih banyak dikaji oleh bidang kajian ilmu yang lain. Tuire dan Erno (2001) misalnya, menggunakan invisible collage dengan pola bibliografi untuk menggambarkan relasi yang terjalin diantara peneliti pendidikan. Pola tersebut terbentuk dari sitasi yang digunakan oleh para peneliti pendidikan dalam produk publikasi. Penelitian tersebut menghasilkan bahwa terdapat tiga kelompok yang dapat disebut sebagai invisible college dan menjelaskan terjadinya hubungan informal dan kolaborasi di antara para professor bidang pendidikan di Finlandia. Penelitian lain mengenai invisible collage dilakukan oleh Richard Hart (1993) dalam melihat perilaku sitasi oleh para ilmuwan peternakan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran invisible collage serta melihat paradigma dalam kajian Stocking Rate. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peran invisible collage dalam stocking rate dan menunjukkan bahwa terdapat 214 Gagasan Invisible College... perdebatan paradigma diantara peneliti dalam membahas stocking rate (Hart, 1993). Hasil penelitian tersebut selaras dengan yang dilakukan oleh Casey & McMillan (2008) meskipun dalam bidang yang berbeda. Casey & McMillan (2008) melakukan penelitian pada bidang perburuhan dengan invisible collage untuk melihat perilaku sitasi dan publikasi dari para ilmuwan bidang industri di jurnal ILRR (Industrial Labour Relations & Review) dalam tiga dekade. Penelitian ini juga mengungkapkan mengenai peran invisible collage dan menemukan paradigma yang atau teori dominan dalam penelitian-penelitian yang ada. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa invisible collage berlaku universal dan dapat dipertimbangkan oleh peneliti dalam berbagai kajian keilmuwan. Invisible collage dapat digunakan untuk menemukan paradigma maupun teori yang berpengaruh dalam kajian keilmuwan yang tengah diteliti (Vespagen & Werker 2003). Díaz-Andreu (2007) juga mengatakan bahwa invisible collage dapat menunjukkan relasi antar ilmuwan, selain itu apabila memadukan data sosial, politik dan ekonomi maka dapat terlihat posisi ilmuwan yang diteliti.pola yang terbentuk dapat menjelaskan jaringan intelektual yang terbentuk sehingga dapat menjelaskan struktur dan relasi antara aktor utama dan yang berpengaruh (Eriyanto, 2014; Lievrouw, 1989). Berdasarkan penjelasan sebelumnya menunjukkan bahwa penelitian invisible collage memiliki peluang yang sangat besar dalam bidang kajian komunikasi. Hal tersebut menjadi lebih menarik karena penelitian mengenai invisible collage dalam bidang komunikasi masih relative sedikit terutama di Indonesia. Sejauh ini, peneliti hanya menemukan dua penelitian mengenai invisible collage yang berkaitan dengan komunikasi. Pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh Chang & Tai (2005) yang berusaha mengetahui perubahan lanskap mengenai komunikasi massa, khususnya penelitian dalam bidang jurnalistik. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji penelitian mengenai jurnalistik sejak tahun 2000 hingga tahun 2002 untuk mengetahui jaringan keilmuwan yang terhubung. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan tentang jumlah sitasi, jurnal yang disitasi dan penulis yang disitasi. Penelitian mengenai invisible collage dalam bidang komunikasi yang kedua dilakukan oleh Mario Hambrick (2016) yang mengkaji dalam bidang komunikasi olahraga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis jaringan sosial. Meskipun demikian analisis jaringan sosial tidak 215 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah terlalu berbeda dengan studi bibliometrik. Penelitian Hambrick ini berhasil memetakan aktivitas penelitian dan para peneliti komunikasi olahraga melalui produksi publikasi. Penelitian Hambrik ini menggunakan data dari Januari 1980 sampai Juni 2015, 1255 peneliti komunikasi olahraga berbagi 2537 kolaborasi dan menerbitkan 1283 publikasi. Invisible collage memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dalam kajian komunikasi. Hal tersebut selaras dengan yang diasumsikan oleh Lievrouw (1989) bahwa invisible collage merupakan scientific communication. Asumsi ini semakin jelas karena setiap ilmuwan dihubungkan melalui proses komunikasi dalam bidang keilmuwannya masing-masing. Lievrouw (1989) mengatakan bahwa peneliti dapat melihat lebih jelas perilaku yang bisa menghasikan invisible collage, dapat menilai beberapa jenis tindakan komunikasi (pertemuan artikel cetak maupun secara langsung) bagi sekelompok kenlana apakah cukup disebut invisible collage. Lievrouw juga mengatakan bahwa peneliti dapat menggunakan metode khas turun lapang sesuai dengan kondisinya dengan invisible collage sebagai bentuk pengukuran yang digunakan. Lievrouw (1989) juga menyaranakan agar peneliti menggunakan metode etnografi untuk memahami keunikan sifat dari proses ilmiah seperti mentoring, coauthorship, dan kolegialitas dengan menggunakan observasi ataupun wawancara yang sangat jarang digunakan. Metodologi etnografi membuat peneliti menjadi lebih kuat dalam menginterpretasi analisis komunikasi artefak komunikasi (seperti analisis bibliometrik pada produk publikasi). Metode lain yang dapat digunakan dalam invisible collage adalah metode analisis wacana dari percakapan tatap muka, telepon maupun rapat yang diselenggarakan secara professional. Metode ini dapat digunakan untuk membedakan spesialisasi antara peneltii satu dengan yang lainnya (Lievrouw, 1998). SIMPULAN Makalah ini hanya berfokus pada penjelasan potensi pengembangan kajian invisible college yang akan menjadi titik awal kajian invisible college di Indonesia. Sedangkan pengembangan kajian invisible college di Indonesia lebih lanjut akan dilakukan dalam beberapa bentuk riset. Hal ini kemudian menjadi penting, mengingat bahwasanya kajian invisible college menjadi 216 Gagasan Invisible College... potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam ranah komunikasi khususnya di Indonesia. Berdasarkan penjelasan diatas yang sudah penulis paparkan, kajian mengenai invisible college sebenarnya sudah banyak dilakukan di berbagai bidang kajian keilmuan seperti antropologi, pendidikan, hubungan industri dan perburuhan bahkan perpustakaan. Namun, kajian ini nyatanya masih belum menjadi topik yang banyak dikaji dalam bidang ilmu komunikasi. Padahal dengan memanfaatkan invisible college dapat diketahui kecenderungan arah keilmuan atau topik-topik kajian di bidang ilmu komunikasi. Sehingga dengan mengetahui kecenderungan tersebut, hal ini akan membantu untuk dapat diketahui paradigma serta teori yang berpengaruh. Karena pada dasarnya setiap universitas dan sejenisnya tentu saja memiliki kecenderungan ini. Selain itu, kajian terkait invisible college di ranah komunikasi masih sangat jarang ditemukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa invisible college merupakan topik yang potensial untuk dikaji dalam ilmu komunikasi. Terlebih lagi pada pemikiran-pemikiran tokoh komunikasi di Indonesia yang tentunya memiliki kecenderungan terhadap paradigma tertentu. Belum banyaknya penelitian invisible college dalam ilmu komunikasi juga dapat memberbanyak fokus kajian, sehingga dapat menghasilkan topik yang berbeda dari kebanyakam kajian komunikasi. Penelitian mengenai invisible college di bidang ilmu komunikasi dapat dimulai dengan mengungkapkan pola, relasi atau dominasi kajian dan tokoh-tokoh komunikasi di Indonesia. Pengungkapan invisible college dapat menggunakan metode seperti bibiliometric dan social network analysis. Metode bibliometric dapat dilakukan dengan melihat perilaku sitasi para ilmuwan terhadap karya publikasi (jurnal, buku, proceeding) ilmuwan lain. Sedangkan, metode social network analysis dilakukan dengan menggunakan informasi latar belakang (sosial, politik, ekonomi, dan kajian yang beririsan) individu dari kelompok ilmuwan yang diteliti dan kemudian akan terlihat simpul-simpul yang dapat menjelaskan pola dan relasi yang terbentuk di antara para ilmuwan. Di lain sisi, teknik kerja lapang etnografi komunikasi disarankan dalam kajian invisibel college ini. Cara ini dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi ataupun wawancara partisipan yang sebenarnya masih jarang digunakan untuk memahami keunikan sifat dari proses ilmiah 217 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah seperti mentoring, coauthorship, dan kolegialitas. Hal ini kemudian dapat mengantarkan peneliti untuk membuat interpretasi yang lebih kuat pada analisis kuantitatif artefak komunikasi. Metode lain yang juga disarankan dalam mengkaji invisible college ini yaitu metode analisis wacana dari percakapan tatap muka, panggilan telepon, atau presentasi di rapat. metode ini memungkinkan peneliti untuk mengungkapkan pola komunikasi yang membedakan satu spesialiasi ilmuwan dengan ilmuwan yang lain. Riset Kedepan Penelitian kedepan yang ingin penulis lakukan yaitu pengembangan invisible college di Indonesia menggunakan social network analysis, biblimoteric, etnography, discourse analysis.Beberapa penelitian yang akan kami lakukan diantaranya menjelaskan jejaring ilmuwan ilmu komunikasi di Indonesia. Pertama, meneliti persebaran ilmuwan ilmu komunikasi di Indonesia berdasarkan latar belakang pendidikan. Kedua, riset lain yang akan kami lakukan berkaitan dengan relasi antar mahasiswa dan supervisor. Ketiga, penelitian lain yang sedang kami upayakan yaitu melakukan studi bibliometric pada jurnal komunikasi di Indonesia. Kajian-kajian tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan kajian invisble college dalam studi ilmu komunikasi di Indonesia. 218 Gagasan Invisible College... DAFTAR PUSTAKA Abel, R. (1991). Invisible colleges, information, and libraries. Library Acquisitions: Practice & Theory, 15(3), 271-277. Algarni, M.A. (2014). The use of social media in informal scientific communication among scholars: modeling the modern invisible college. (Dissertation Doctor Of Philosophy University Of North Texas). Borgman, C. (1990). Editor’s introduction. In C. Borgman (Ed.), Scholarly communication and bibliometrics (pp. 10-27). Newbury Park, CA.: Sage. Casey, D. L., & McMillan, G. S. (2008). Identifying the “invisible colleges” of the industrial & labor relations review: A bibliometric approach. ILR Review, 62(1), 126-132. Chang, T.K., & Tai, Z. (2005). Mass communication research and the invisible college revisited: The changing landscape and emerging fronts in journalism-related studies. Journalism & Mass Communication Quarterly, 82(3), 672-694. doi: 10.1177/107769900508200312. Crane, D. (1972). Invisible colleges: Diffusion of knowledge in scientific communities. Chicago: University of Chicago Press. Darmadi, H. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta. Díaz-Andreu, M. (2007). Internationalism in the invisible college: Political ideologies and friendships in archaeology. Journal of Social Archaeology, 7(1), 29-48. Eriyanto. (2014). Analisis jaringan komunikasi. Jakarta: Prenadamedia Group. Foster, L. (2001). The not-so-invisible professors. Urban Education, 36(5), 611-629. doi:10.1177/0042085901365006. Garvey, W. D. (1979). Communication: The essence of science. New York: Pergamon. Garvey, W.D. (1979). Communication: The essence of science. Facilitating information exchange among librarians, scientist, engineers, and students. New York: Pergamon Press. Hambrick, M. E. (2017). Sport communication research: A social network analysis. Sport Management Review, 20(2), 170-183. doi: 10.1016/j. smr.2016.08.002. 219 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Hart, R.H. (1993). “Invisible colleges” and Citation Clusters in Stocking Rate Research. Journal of Range Management, 46(5), 378-382. Lievrouw, L. A. (1989). The invisible college reconsidered: Bibliometriks and the development of scientific communication theory. Communication research, 16(5), 615-628. Lievrouw, L. A., & Carley, K. (1990). Changing patterns of communication among scientists in an era of telescience. Technology in Society, 12(4), 457-477. Paisley, W. (1972). The role of invisible colleges in scientific information transfer. Educational Researcher, 1(4), 5-19. doi: 10.2307/1175165. Price, D. J. de Solla. (1986). Little science, big science ... and beyond. New York: Columbia University Press. Schonland, B. F. J. (1959). The invisible college. International Affairs (Royal Institute of International Affairs 1944-), 35(2), 141-150. doi: 10.2307/2605292. Tuire, P., Erno, L. (2001). Exploring invisible scientific communities: Studying networking relations within an educational research community. A finnish case. Higher education, 42(4), 493-513. Urs, S. R., & Sharma, M. (2010). Making the invisible visible through social network analysis. International Conference on Information Retrieval & Knowledge Management (CAMP). 11-17. Vespagen, B., & Werker, C. (2003). The Invisible college of The Economics of Innovation and Technological Change. MERIT-Infonomics Research Memorandum series, 08, 1-28. Whitley, R.D. (1969). Communication nets in science: Status and citation patterns in animal physiology. Sociological Review. 17, 219-233. Zedd, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Zuccala, A. (2006). Modeling the Invisible college. Journal of the American Society for Information Science and Technology, 57(2), 152-168. 220 BIODATA PENULIS Achmad Oddy Widyantoro, M.Sn Praktisi sekaligus akademisi di bidang desain komunikasi visual dan media rekam. Aktif mengikuti berbagai kegiatan penciptaan karya seni visual, hingga pameran. Karya yang diciptakan seringkali terinspirasi oleh keindahan alam dan kearifan budaya lokal Indonesia. Ahmad Junaidi,SS, M.Si. Ahmad Junaidi adalah pengajar tetap pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara yang mengampu mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik dan Media Siber. Sebelum menjadi dosen, Junaidi telah bekerja sebagai jurnalis selama beberapa tahun. Ia juga berminat pada studi-studi media dan perempuan. Ia telah menulis beberapa buku yang terkait dengan topik jurnalisme keberagaman. Dr. Eko Hari Susanto adalah dozen senior pads Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Memperoleh gelar doktor dalam bidang komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Eko berminat pada studi komunikasi politik, komunikasi antar budaya dan komunikasi bisnis di Indonesia. Dr. Riris Loisa adalah Dekan pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Riris yang memperoleh gelar doktor dari Universitas Indonesia, Jakarta, aktif melakukan penelitian dalam bidang komunikasi dan ism-isu keberagaman, konflik, dan media utama dan alternatif. 695 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Amin Aminudin, M.I.Kom Amin Aminudin, M.I.Kom adalah Dosen pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur, Menyelesaikan Kuliah S1 Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I) tahun 2013 di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten dan Menyelesaikan Kuliah S2 Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom) dengan Konsentrasi Komunikasi Media Industri tahun 2016 di Universitas Budi Luhur. Aktif dalam berbagai organisasi, diantaranya 1. ISKI Daerah Provinsi Banten Sebagai Wakil Ketua Departemen Advokasi Organisasi 2. ICMI Orda Kabupaten Serang sebagai Anggota Bidang Hukum 3. DPD KNPI Provinsi Banten sebagai Komisi Perdagangan 4. BPD HIPMI Provinsi Banten sebagai Anggota Anastasia Yuni Widyaningrum, S.Sos., M.Med.Kom Anastasia Yuni Widyaningrum, Menyelesaikan Sarjana dan Pasca Sarjana di bidang media di Universitas Airlangga Surabaya. Tertarik pada bidang kajian cultural studies, media studies, postcolonial, kajian gender, multikulturalisme, creative industry dan terutama topik yang berkaitan dengan keindonesiaan. Sejak 2009 sebagai dosen tetap di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Yuli Nugraheni, S.Sos.,M.Si Yuli Nugraheni, Menyelesaikan Sarjana Ilmu Jurnalistik di Universitas Padjadjaran Bandung dan Program Pasca Sarjana pada bidang Manajemen Komunikasi di Universitas Indonesia. Tertarik pada bidang kajian Public Relations, marketing communication dan management media. Sejak 2010 bergabung sebagai dosen tetap di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Bayu Indra Pratama, M.A. Bayu Indra Pratama adalah pengajar di jurusan ilmu komunikasi FISIP UB. Ia memiliki perhatian terhadap analisis jaringan komunikasi, invisible college dan netnografi. Kholidil Amin Kholidil Amin merupakan mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UB 696 Biodata Penulis Adinda Ardwi Illahi Ulfa Adinda Ardwi Illahi Ulfa merupakan mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UB Bonardo Marulitua A., S.Sos., M.I.Kom adalah Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah. EMAIL : bonardoarios10@gmail.com, atau bonardoarios@yahoo.com. NO. TELEPON : 0838-3840-6886 Dr. Drs. Slamet Mulyana, M.I.Kom Slamet Mulyana. Saat ini adalah dosen tetap di Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Sejak Januari 2016, menjadi Ketua Program Studi di institusi yang sama. Bidang kajian yang menjadi fokus perhatian adalah komunikasi sosial pembangunan dan komunikasi pemasaran. Topik tersebut pula yang menjadi fokus penelitian untuk studi magister dan studi doktoralnya di Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Saat ini mata kuliah yang diampu di beberapa progaram studi di Fikom Unpad adalah metode penelitian komunikasi, komunikasi dan perubahan sosial, manajemen periklanan, serta komunikasi pemasaran. Meria Octavianti, S.Sos M.I.Kom Meria Octavianti. Sejak tahun 2010 saya sudah bekerja sebagai Dosen Tetap di Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Kompetensi saya adalah dalam bidang Metode Penelitian Komunikasi (Kuantitatif), Perencanaan Program Komunikasi, Komunikasi Pemasaran, dan Komunikasi Lingkungan. Latar belakang pendidikan saya adalah lulusan Program Pascasarja Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (2008-2010) dan Program S1 Ilmu Komunikasi (2003-2007). Saat ini saya telah melakukan berbagai penelitian mengenai implementasi program pemerintah atau organisasi serta pemanfaatan media komunikasi dalam berbagai bidang, seperti bidang promosi, pemilihan kepala daerah, human trafficking, dan sosialisasi informasi lingkungan dan kesehatan. Selain aktif dalam mengajar dan meneliti, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya adalah saya aktif sebagai konsultan mandiri di www.sobatmu.com 697 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Dr. Dwi Kartikawati, M. Si Dr. Dwi Kartikawati., M.Si.,Lahir di Yogyakarta. Status Menikah. Riwayat Pekerjaan : (1). Guru di Madrasah Tsanawiyah Gondowulung Yogyakarta, (2). Penyiar pada Radio PTDI Kotaperak Yogyakarta (3). Dippan Advertising, (4). Karyawati PT Garuda Indonesia. Riwayat mengajar, Dosen Tetap di Universitas Nasional Jakarta (2005 - sekarang), Dosen Tidak Tetap di Universitas Sahid Jakarta (2005 - 2007), Dosen tidak tetap di Universitas Paramadina (2008-2011). Sebagai Trainer pada Lembaga Prima Komunika (2016- sekarang). Pendidikan S-1 Public Relations Universitas Sahid Jakarta (1995-2000), S-2 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (2003-2005), S-3 Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia (2011-2014). Karya buku yang telah di hasilkan : (1) Komunikasi Antar pribadi yang disusun bersama Yayu Sriwartini, M.Si oleh Lembaga Mitra Sejati, tahun 2009, dan (2) Konstruksi Makna dan Identitas Hijabers Melalui Aktivitas Komunikasi Kelompok, penerbit LPU UNAS 2016. Selain itu beberapa artikel hasil riset yang dimuat dalam prosiding atau jurnal, yang telah dihasilkan antara lain: Communication Management of Volunteer and Manager of Shelter Houses in Building Interpersonal Relationship with Street Children 2012, Representasi Identitas Budaya Lokal Melalui Media Sosial Facebook tahun 2014, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Promosi Oleh Perempuan Pelaku Usaha Kreatif di Yogyakarta (Studi Pada Kerajinan Aarion Bag Yogyakarta) 2015. Manifestation Of Therapeutic Function In Heart Health Communication Discourse Through Heart Health Foundation Website 2015. Internet dan Wanita Dewasa Madya: Gaul, Kreatif, dan Relijius 2016. Selain itu juga aktif melakukan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Dr. Mochammad Kresna Noer, S.Sos., M.Si. Mochammad Kresna N lahir pada tanggal 22 November 1987 di Jakarta. Setelah menamatkan pendidikan SMA, penulis melanjutkan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikan S2 di jurusan Manajemen Komunikasi Korporasi Universitas Indonesia dan sekaligus terjun ke dunia profesional menjadi praktisi Public Relations di beberapa perusahaan multi nasional dan pada tahun 2013 aktif menjadi dosen ilmu komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara. Pada November 2016 penulis sudah menyelesaikan studi S3 di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. 698 Biodata Penulis Dr. Nurrahmawati., M.Si. NURRAHMAWATI. Menyelesaikan pendidikan S1. S2, dan S3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Saat ini menjabat sebagai ketua bidang kajian Public Relations Fikom Unisba. Fokus penelitian di bidang Corporate Social Responsibility, Komunikasi Pelayanan Publik, dan Marketing Public Relations. Periode tahun 2015-2016 dan 20162017 melakukan penelitian Hibah Bersaing dan Produk Terapan Dikti mengenai Kualitas Pelayanan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat. Turut serta menjadi Presenter dalam berbagai Call for Paper tingkat nasional maupun internasional, antara lain: di Internasional Conference of Communication Industry and Community (2016), Languange and Communication Conference di Burapha University, Thailand (2016) dan ACAS’s Eighth International Conference on theme: Education for Globalizing Asia: Challenges and Opportunities di Ateneo University, Filipina (2016), call for paper di Kongres ISKI 2015 dan 2016. Dr. Tresna Wiwitan., M.Si. TRESNA WIWITAN. Dosen tetap Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Doktor Ilmu Komunikasi lulusan Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, tahun 2017. Turut serta menjadi Presenter dalam berbagai Call for Paper tingkat nasional maupun internasional, antara lain: di Internasional Conference of Communication Industry and Community (2016), Languange and Communication Conference di Burapha University, Thailand (2016) dan ACAS’s Eighth International Conference on theme: Education for Globalizing Asia: Challenges and Opportunities di Ateneo University, Filipina (2016), call for paper di Kongres ISKI 2015 dan 2016, dan call for paper Mengembangkan Public Relations yang Strategis dan Terintegrasi Antar Sektor dan Komponen Bangsa (Yogya, 2017). Juara 3 The 1st Indonesia Research Summit and Awards (PRISA) 2016 di Bali bersama Prof. Dr. Neni Yulianita., MS, dan Juara ke-3 call fo paper tingkat Dosen Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) se-Indonesia bidang Sosil, Politik, dan Hukum tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Peneliti menjadi salah satu penulis dalam buku Bunga Rampai Komunikasi dan Humas “Indonesia Bicara Baik” (Perhumas, 2016) dan buku Non Profit PR How To Do? (Perhumas dan Aspikom, 2017). 699 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Dr. Suraya, M. Si. Nama saya Suraya, Alamat : Komplek POIN MAS Blok H2 No. 2B Rangkapan Jaya 16435 Depok Telepon: +62-08121913353 (HP). Tempat Tanggal Lahir : 27 November 1968. Saat ini menjabat sebagai staf dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana Jakarta Kepangkatan Akademik : Lektor Kepala. Tingkat Pendidikan : 2007-2012 : Doktor Ilmu Komunikasi Pembangunan IPB (Institut Pertanian Bogor). 2006-2010 : Magister Bisnis dan Keuangan Islam University Paramadina. 1997-1999 : Magister Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. 1987-1991 : Sarjana Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi IISIP Jakarta. Article : (1) Articles “The Influence of Azakat on Islamic Consumer Behavior”, Published in Journal SUBSTANTIA, Universitas Paramadina Jakarta, March 2011 Vol. 2 No. 1 ISBN No.2085-298. (2) Content Analysis of Faisal Basri-Biem Benyamin Political Campaign for Jakarta Governor Election in Facebook Wallpage, Presenter in Pancasila University International Seminar, Hotel Bidakara Jakarta, 26 Juni 2012. (3) Article “Communication Model BMT and Farmerns” REPUBLIKA Newspaper, Kamis, 27 September 2012 Rinita, M. Ikom Nama Saya Rinita, Alamat di jalan Otista III Kebon Nanas Utara I, Rt/Rw. 03/07 No. 1 Jakarta Timur. Lahir tanggal 27 Mei 1981. Saat ini berusaha dibidang Wedding Organizer dengan jabatan sebagai CEO RNT Organizer di daerah Jakarta juga Founder Chat Schotel. Menamatkan pendidikan Sarjananya di Ilmu Komunikasi Universitas Prf. Dr. Moestopo (Beragama) tahun 2004, selanjutnya menamatkan Magister Ilmu Komunikasi di Pascasarjana Universitas Paramadina Jakarta tahun 2017. Dr. Yuli Setyowati, M.Si • • • • • 700 S1 Ilmu Komunikasi UGM, Lulus Tahun 1995 S2 Ilmu Komunikasi UNS, Lulus Tahun 2004 S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Pascasarjana UNS, Minat Studi CSR, Lulus Tahun 2017 Judul Disertasi: Model Pemberdayaan Masyarakat “Kampung Preman” dalam Masyarakat Komunikatif Guyub Rukun (Program CSR PT. Sarihusada di Yogyakarta) Mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta Biodata Penulis Dra. Lidya Wati Evelina, M.M Lidya Wati Evelina, dosen Komunikasi Peminatan Public Relations, Universitas Bina Nusantara dan Widyaiswara (pegajar) di Kementrian Komunikasi dan Informatika. Saat ini sedang menjalani program Doktor Komunikasi di Universitas Sahid Jakarta. Dra. Taufik Suprihatini, M.Si Taufik Suprihatini adalah dosen ilmu komunikasi Universitas Diponegoro, Lektor Kepala/ IV a. Mengampu mata kuliah: komunikasi budaya, komunikasi massa, komunikasi untuk perubahan sosial, pengetahuan ilmu sosial. EVI HAFIZAH, S.Sos, M.Si Nama : EVI HAFIZAH, S.Sos, M.Si Afiliasi Penulis : Dasar-Dasar Humas, Manajemen Humas, Periklanan, Komunikasi Bisnis, Public Speaking, Hubungan Media, Pengantar Ilmu komunikasi, Komunikasi Massa, Penulisan Humas, Audit Humas, Etika & Profesi Humas. E-mail : evihafizah76@gmail.com No. Handphone : 0812.7305945 Dr. LISA ADHRIANTI, S.Sos, M.Si Nama : Dr. LISA ADHRIANTI, S.Sos, M.Si Afiliasi Penulis : Komunikasi Bisnis, Pengantar Ilmu Komunikasi, Teori Komunikasi, Dasar-dasar Humas, Sosiologi Komunikasi Massa, Ekonomi Politik Media, Special Event, PR Politik, New Media and Society, Hukum dan Etika Penyiaran. E-mail : lisa.adhrianti@gmail.com No. Handphone : 0812.78064884 Faridhian Anshari, M.A Peneliti merupakan alumnus pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013. Semenjak tahun 2014, peneliti merupakan dosen tetap Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila Jakarta. Sebelum menjadi pengajar, peneliti sempat berkecimpung di dunia media, sebagai penyiar radio di 701 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah jaringan Delta Female Prambors, serta sempat merasakan menjadi wartawan televisi dan media cetak. Aktifitas peneliti juga banyak diisi dengan penelitian dalam kajian Sport Communication, yang merupakan rantai baru antara dunia olahraga dengan dunia komunikasi. Kajian tersebut pula yang mengantar penulis meraih Best Paper Award Indonesia Media Research Award 1st pada Oktober tahun 2013 di Yogyakarta dengan judul penelitian “membaca kompetisi surat kabar olahraga di Indonesia”. Selain itu, Faridhian Anshari juga menjadi creator dan founder dari website www.studialogy. com yang mengedepankan student journalism yang mengangkat isu dan tema khusus dibidnag olahraga. Peneliti saat ini berdomisili di Jakarta, dan dapat berkorespondensi di alamat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila; Jalan Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan 12640. Maya Amalia Oesman Palapah, S. Pd.,M.Si Maya Amalia Oesman Palapah, lahir di Bandung, 4 Maret 1979. gelar kesarjanaan diraih di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pada saat ini telah menyelesaikan program magister (S2) di Pascasarjana Universitas Islam Bandung jurusan Komunikasi Bisnis, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Mengajar mata kuliah bahasa Inggris, Public Speaking and Presentation, Komunikasi Organisasi dan Asas Manajemen. Telah menulis buku tentang Simple Step to TOEFL yang diterbitkan secara nasional. Reddy Anggara, S.I.Kom., M.I.Kom Nama : Reddy Anggara Tempat mengajar : Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang Email : control_save@yahoo.com No Handphone : 081809997663 / 085217542713 Dr. Drs. Slamet Mulyana, M.I.Kom Nama : Slamet Mulyana Tempat mengajar : Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Email 702 : slamet.mulyana@unpad.ac.id Biodata Penulis Rose Emmaria Tarigan, S.Sos, M.Si Penulis adalah Dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi UPH. Pendidikan terakhir S2 lulus dari Universitas Indonesia. Hingga saat ini telah memiliki pengalaman mengajar kurang lebih 15 tahun. Telah menulis di beberapa jurnal. Topik yang diminati terkait dengan Budaya dan Media Studies. Tulisan terakhir dimuat, pada Jurnal Komunikasi ISKI Volume 2 No 1. Juni 2017 dengan Judul “Determination of Adolescent Worldvie-Combating Negative Influence of Social Media”. Rudi Wibowo, M.Si Rudi wibowo adalah lektor di jurusan Hubungan Internasional FISIP UPNVY Edwi Arief Sosiawan, M.Si Edwi Arief Sosiawan, adalah Lektor Kepala pada Prodi Ilmu KomunikasiUPNVY. Berbagai karya ilmiah telah banyak dihasilkan di berbagai jurnal, serta riset yang dibiayai oleh DIKTI. Ia juga menjadi dosen tamu di berbagai PTS maupun PTN di Yogyakarta. Ia pernah mendapat penghargaan sebagai dosen berprestasi FISIP UPNVY tahun 2013. Pemegang sabuk hitam karate dan aikido ini telah banyak menjadi narasumber di berbagai seminar nasional dan internasional serta instruktur pelatihan di instansi pemerintah dan swasta. Penulis dapat dihubungi melalui email edwias@upnyk.ac.id SANTI INDRA ASTUTI Lahir di Magelang, 15 Agustus 1970. Menamatkan S1 Ilmu Jurnalistik di Fakultas Ilmu Komunikasi Padjadjaran Bandung (1994), dilanjutkan di Program Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (2005). Saat ini sedang menempuh studi di PhD Program, School of Communication, Universiti Sains Malaysia (USM) Penang. Tercatat sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (UNISBA), mengampu mata kuliah Metode Penelitian, Kajian Media dan Jurnalisme Radio. Terlibat dalam sejumlah penelitian di antaranya “Pemetaan Gerakan Literasi Digital di Indonesia (2010-2017)”, “Perilaku Bermedia Digital Native: Kajian terhadap New Media Access, New Media Use, dan New Media Consumption Remaja di Kotamadya Bandung” yang mendapatkan Hibah DIKTI selama dua tahun berturut-turut (2014 703 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah dan 2015), “Monitoring terhadap Iklan, Promosi dan Penjualan Rokok di Sekitar Sekolah di Kota Bandung” (2015) dengan grant dari Tobacco Free Kids Action Fund (TFKAF). Pada tahun 2015 terpilih sebagai Juara 1 IMRAS yang diselenggarakan SPS untuk kategori riset media digital. Menjadi tenaga ahli untuk komunikasi sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kementerian PUPR, Perhubungan, dan Diskominfo. Sehari-hari aktif melakukan advokasi literasi media dan kampanye Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Bandung. 2015: mendirikan komunitas Smoke Free Bandung bersama sejumlah aktivis pengendalian tembakau. 2017: menjadi bagian dari Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Pembina Indonesia Hoax Buster (IHB). 2017: menjadi anggota JAPELIDI (Jaringan Peneliti Literasi Digital) Indonesia. Septia Winduwati, S.Sos, M.Si Lulusan pascasarjana ilmu komunikasi Universitas Indonesia tahun 2014 dan saat ini mengajar sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dengan bidang konsentrasi Public Relations. Fokus di bidang kajian pemanfaatan media baru dalam ranah PR baik dalam lingkup organisasi, bisnis maupun di dalam ranah individu. Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A, yang akrab dipanggil Nita, lahir di Prabumulih, 8 Maret 1984. Setelah lulus dari S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo (2008), ibu satu orang putri ini sempat bekerja sebagai Kepala Outlet Super Bimbel GSC Palembang selama 2 tahun sampai kemudian melanjutkan studi S2 di Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2012). Pasca wisuda S2, Agustus 2012, blogger di http://nitastory.blogspot.co.id ini langsung mengabdikan diri sebagai dosen Ilmu Komunikasi di STISIPOL Candradimuka dan kini menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu STISIPOL Candradimuka periode 2015-2019. Telah mengikuti 9 kali call for paper Ilmu Komunikasi, yakni di Palembang, Bali, Jakarta, Padang, Batam, Surabaya, Lombok, Makassar, dan Palu. Penulis buku Pempek Palembang Mendeskripsikan Identitas Wong Kito Melalui Kuliner Lokal Kebanggaan Mereka (2014) dan Ilmu Komunikasi Untuk Semua (2015). Telah menuliskan artikel pada beberapa jurnal baik lokal maupun nasional. Aktif dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Daerah Sumatera Selatan 2016-2020 sebagai Sekretaris 704 Biodata Penulis Umum dan di Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Sumatera Selatan 2016-2019 sebagai Ketua Departemen Komunikasi Publik. Ia bisa dihubungi melalui emailnya di sb.anita@gmail.com, akun IG @anitashiva88 dan no hp 0812-28074084. Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si, menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang yang didirikan sejak 28 Oktober 1967 lalu oleh mendiang ayahnya, Drs. Ismail Djalili. Ia menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 di Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung. Ibu dengan dua orang anak ini lahir di Palembang, 10 Desember 1968. Alamat rumahnya di Kampus Blok B12 Rt. 23 Rw. 07 Palembang. Kini, ia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Daerah Sumatera Selatan periode 20162020 dan telah menerima berbagai macam penghargaan sebagai seorang inspirator wanita di Kota Palembang. Ibu yang akrab dipanggil Bu Sari ini memiliki hobi bernyanyi dan bertekad untuk terus mengembangkan STISIPOL Candradimuka yang kini memiliki 4 jurusan, yakni Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Kesejahteraan dan Ilmu Politik. Ia bisa dihubungi melalui emailnya di sari.yudi@gmail.com dan no hp 0813-67545544. Teza Yudha, S.IP., M.I.Pol Full Name Sex ( M/F ) Institution Status E-mail Full Address Phone Number : : : : : : : Teza Yudha, S.IP., M.I.Pol M Universitas Singaperbangsa Karawang Lecturer teza.yudha@staff.unsika.ac.id Jl. Monumen Rawagede I, Karawang. 085718007005 Fajar Hariyanto, S.I.Kom., M.I.Kom Full Name Sex ( M/F ) Institution Status E-mail Full Addres Phone Number : : : : : : : Fajar Hariyanto, S.I.Kom., M.I.Kom M Universitas Singaperbangsa Karawang Lecturer fajar.hariyanto@staff.unsika.ac.id Mahkota Regency blok E6/3 Teluk Jambe Karawang 082120056799 705 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Yudi Dahermana, S.Sos, M.I.Kom Yudi Daherman, Lahir di Pekanbaru, 24 April 1980. Profesi Saat ini sebagai Dosen Tetap di Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Riau. Tamat Pendidikan Strata satu (S1) di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada tahun 2005 dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos). Tamat Pendidikan Strata dua (S2) Magister Ilmu Komunikasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tahun 2011 dengan Gelar M.I.Kom. Saat ini melanjutkan Studi Strata tiga (S3) program Doktor Ilmu Komunikasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta. Eka Fitri Qurniawati, M.I.Kom Eka Fitri Qurniawati Lahir di Kab. Bengkalis Provinsi Riau 01 Juni 1990. Lulusan S1 Ilmu Komunikasi dari Universitas Islam Bandung (UNISBA), dan menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran pada tahun 2013. Penulis tercatat sebagai dosen di Prodi. Ilmu komunikasi FIKOM Universitas Islam Riau. Dr. La Ode Tarifu, S.Pd., M.Si Dr. La Ode Tarifu, S.Pd., M.Si lahir di Raha 31 Desember tahun 1971. Saya lulus S1 di Universitas Halu Oleo tahun 1995, lalu S2 di Universitas Padjadjaran tahun 2003 dan mneyelesaikan S3 di Universitas Halu Oleo tahun 2016. Saat ini saya sebagai pengajar (dosen) di jurusan Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik Fisip Universitas Halu Oleo. Harnina Ridwan, S.IP., M.Si Harnina Ridwan, S.IP., M.Si lahir di Enrekang 13 September 1979. Saat ini saya sebagai penfajar (dosen) di Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Halu Oleo. Saya lulus S1 di Universitas Halu Oleo tahun 2003, kemudian S2 di Universitas Hasanudin lulus tahun 2005. Wa Ode Sitti Nurhaliza, S.I.Kom., M.I.Kom., Wa Ode Sitti Nurhaliza, S.I.Kom., M.I.Kom., lahir di Raha 2 Juni 1991. Kegiatan sehari-hari menjadi pengajar (dosen) di jurusan Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik Fisip Universitas Halu Oleo. Saya menempuh pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Halu Oleo lulus tahun 2013, lalu S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadaran lulus tahun 2016. 706 Biodata Penulis Martha Tri Lestari, S.Sos.,MM Martha Tri Lestari, Perempuan 34 tahun yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Hubungan Masyarakat/Digital Public Relations Universitas Telkom ini merupakan seorang ibu dari 2 (dua) orang anak yang memiliki keturunan dari darah Cirebon,Pontianak,Jawa dan Sunda. Saat ini martha sedang melanjutkan pendidikannya pada jenjang studi Doktoral di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jatinangor-Bandung. Martha yang berprofesi sebagai seorang dosen yang memiliki latar belakang Ilmu Komunikasi khususnya bidang PR & Marketing Communication ini telah bergabung bersama Universitas Telkom sejak tahun 2008. Background riset yang dinaungi oleh Martha adalah Marketing Communication, Public Relations, New Media dan Social Media Monitoring. Pada kesempatan kali ini dalam mengikuti Konferensi Nasional Komunikasi 2017 Martha Mengangkat topik dalam disertasinya yaitu mengenai Social Media Monitoring dan Digital Integrated Marketing Communication (Digital IMC). Norman Haposanta M. S.Ikom Norman Haposanta M. S.Ikom lahir di Kota Bogor pada tanggal 21 Januari 1995. Menempuh pendidikan strata satu (S1) dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila dengan peminatan Jurnalistik Multimedia. Meminati kajian tentang Jurnalistik Mitigasi Bencana, Citizen Jurnalistik, dan isu-isu tentang new media dan jurnalistik. Untuk memperdalam pengetahuan tentang dunia jurnalistik penulis pernah menjadi jurnalis magang di Surat Kabar Radar Bogor. Email: norman.21195@gmail.com/ Hp: 082299367909. Cici Eka Iswahyuningtyas, M.Soc.Sc Cici Eka Iswahyuningtyas, M.Soc.Sc adalah dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila. Menyelesaikan pendidikan magister di Pusat Kajian Media dan Komunikasi, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Pernah menjabat sebagai Kaprodi Ilmu Komunikasi dan Ketua LPPM. Meminati kajian tentang media empowerment, perempuan dan media, women film maker, dan kajian tentang authorship. Alamat. Email: ciciekaiswahyuningtyas@yahoo.com 707 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Siti Patonah, A.Md.I.Kom Siti Patonah, A.Md.I.Kom lulus D3 komunikasi jurusan kehumasan tahun 2014. Bekerja sebagai Manager Marketing di PT. Sima Sakti Aulia perusahaan yang bergerak di bidang Travel Umroh dan Haji Plus. Saat ini saya sedang mempelajari ilmu mengenai Digital Marketing, bagaimana cara memasarkan sebuah produk berbasis online, memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Web, dan Instagram untuk meningkatkan penjualan dan membangun Brand Awarness. Saya sudah menguasai dua adwords yaitu Google Adwords dan Facebook Adwords. Sitipa13@gmail.com Dr. Yanti Setianti, S.Sos.,M.Si Dr.Yanti Setianti lulus S1 komunikasi jurusan humas tahun 2000. Lulus Magister Ilmu Komunikasi tahun 2004 dan lulus doktor komunikasi tahun 2011. Bekerja sebagai Dosen Program Studi Humas Fikom Unpad sejak Tahun 2002 dengan mengajar mata kuliah public relations writing, marketing public relations, media Public Relations kontemporer , management dan strategi public relations serta komunikasi strategis. Pengalaman penelitian tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja, penerapan fungsi humas pemerintah, dan penerapan fungsi media massa di TV lokal , pola komunikasi keluarga , penelitian tentang sajian informasi tanaman herbal di pasundan serta penelitian tentang komunikasi kesehatan. Pengalaman pengabdian kepada masyarakat memberikan penyuluhan tentang komunikasi keluarga di MTS Mathlaul Ulum Garut, penyuluhan kewirausahaan di SMP Buah Dua, penyuluhan membuat majalah dinding di SMKN 1 Katapang. Penyuluhan komunikasi keluarga di SMAN 1 Bandung. Tertarik melakukan kajian-kajian tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan kewirausahaan serta pendidikan komunikasi keluarga. yantisetianti@gmail.com ., yanti.setianti@unpad.ac.id Dra. Kokom Komariah, M.Si Kokom Komariah, Dra.,M.Si. Lahir di Bandung, 29 Mei 1966. Alamat rumah Komplek Eastern Hills Blok No. 2 Bandung. Gelar Sarjana berhasil diraih di tahun 1992 dari jurusan Hubungan Masyarakat Fak. Ilmu Komunikasi Unpad, dan gelar Magister tahun 2008 dari Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Sebagai dosen di Fikom Unpad sejak 1994 pada mata kuliah : Pengantar Ilmu Komunikasi, Komunikasi Organisasi, Manajemen Produksi Media Cetak Humas, Audit Humas, Metode Penelitian Humas 708 Biodata Penulis serta Teori Komunikasi. Pengalaman meneliti tentang komunikasi/humas perusahaan, SCR, komunikasi kesehatan, komunikasi budaya, serta dinamika komunikasi. Kokom.komariah@unpad.ac.id Dr. Dian Wardiana Sjuhro, M.Si Dr. Dian Wardiana Sjuchro M.Si, lahir di Sumedang Jawa Barat 26 Nopember 1960. Menamatkan studi S1, S2, dan S3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Pekerjaan sehari-hari menjadi Lektor Kepala di Prodi Jurnalistik Fikom Unpad sejak 1987.Pernah bekerja sebagai komisioner pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar 2004-2012.Minat keilmuan pada Jurnalistik, Media Massa, Regulasi Penyiaran, dan Radio Komunitas.Jabatannya sekarang Ketua Program Studi D3 dan D4 pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. diansjuhro@yahoo.com Wenny Pahlemy Wenny Pahlemy menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia. Ia sekarang adalah dosen home-based di Universitas Mercu Buana serta aktif menjalankan bisnis. Ia menulis beberapa artikel di jurnal Asian Media Information and Communication Center (AMIC), Singapura.Menjadi co-writer dalam beberapa publikasi, seperti: Pluralisme dalam Perspektif Media, The HabibieCenter, 2009; Demokrasi Lokal: Perubahan dan Kesinambungan Nilai-nilai Budaya Politik Lokal di Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Bali (Yogyakarta: Ombak, 2009); Demokrasi Lokal: Peran Aktor dalam Demokratisasi (Yogyakarta: Ombak, 2009); Model Demokrasi Lokal (The Habibie Center, 2010). Wenny juga aktif menjalankan program Literasi Media seperti: Peace Education in Jakarta-Papua: Breaking Stereotype and Building Trust (2011) Voicing Diversity and Tolerance through Media Literacy in the Post Areas Conflict (2010), Remaja dan Ketimpangan Gender di Media (2016), Remaja dan Isu Terorisme di Sosial Media (2016), dan Peningkatan Konsep Diri Remaja (2017). http://wennyledwar.wordpress.com Yuhdi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom Lahir di Tapaktuan, 27 Desember 1989. Memeperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (2012) pada FISIP Unsyiah, Banda Aceh dan Magister Ilmu Komunikasi (2014) pada program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar. Sejak tahun 2014 mengabdikan diri sebagai Dosen pada Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Teuku Umar, Meulaboh. Pada tahun 709 Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah 2016 melanjutkan studi prpgram Doktor Komunikasi Pembangunan di Institut Pertanian Bogor dengan beasiswa BUDI DN LPDP-Ristek Dikti. Telah menghasilkan beberapa tulisan ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal dan buku. Minat riset terkait komunikasi politik dan pembangunan, resolusi konflik, dan komunikasi risiko. 710 i Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketentuan Pidana Pasal 72 1. Barangsiapa dengan sengaja atau tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1(satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, meng­edar­kan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). ii Editor: Didik Haryadi Santoso, Kristina Andryani, Muhamad Nastain, Heri Budianto iii Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah KOMUNIKASI, MEDIA DAN NEW MEDIA DALAM PEMBANGUNAN DAERAH @Penulis Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights Reserved 724 hal (xiv + 710 hal), 16 cm x 24 cm ISBN: 978-602-6751-95-9 Penulis : La Tarifu, Harnina Ridwan, Wa Ode Sitti Nurhaliza, Yoyoh Hereyah, Yuhdi Fahrimal, Nur Ratih Devi Affandi, Yulia Segarwati, Siti Patonah, Yanti Setianti, Kokom Komariah, Dian Wardiana, Sumarni Bayu Anita, Lishapsari Prihatini, Bonardo Marulitua A., Dedi Supriyadi, Entang Inoriah Sukarjo, Yudi Daherman, Eka Fitri Qurniawati, Nurrahmawati, Tresna Wiwitan, Elly Yuliawati, Rika Yessica Rahma, Novi Erlita, Dwi Kartikawati, Achmad Oddy Widyantoro, Bayu Indra Pratama, Kholidil Amin, Adinda Ardwi Illahi Ulfa, Tantri Puspita Yazid, Rusmadi Awza, Taufik Suprihatini, Amin Aminudin, Afdal Makkuraga Putra, Alejandro Haji Tamaela, Evi Hafizah, Lisa Adhrianti, Ahmad Junaidi, Eko Hari Susanto, Riris Loisa, Septia Winduwati, Nunik Maharani Hartoyo, Henny Sri Mulyani, Maimon Herawati, Yuli Setyowati, Faridhian Anshari, Rudi Wibowo, Edwi Arief Sosiawan, Rita Gani, Mochammad Kresna N, Martha Tri Lestari, Rose Emmaria Tarigan, Yayuk Lestari, Dalmenda, Diego, Lidya Wati Evelina, Anastasia Yuni Widyaningrum, Yuli Nugraheni, Norman Haposonta, Cici Eka Iswahyuningtyas, Slamet Mulyana, Meria Octavianti, Suraya, Rinita, Maya Amalia Oesman Palapah, Anne Maryani, Atie Rachmiatie,Doddy Iskandar, Santi Indra Astuti, Teza Yudha, Fajar Hariyanto, Kiki Zakiah, Dicky Andika, Reddy Anggara, Slamet Mulyana, Wenny Pahlemy. Editor : Didik Haryadi Santoso, Kristina Andryani, Muhamad Nastain, Heri Budianto Perancang Sampul dan Penata Letak : Ibnu T. W Cetakan Pertama, 2017 Diterbitkan oleh: Buku Litera Yogyakarta Minggiran MJ II/1378, RT 63/17, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta Telp. 0274-388895, 08179407446 email: bukulitera@gmail.com iv KATA PENGANTAR Dr. Heri Budianto S.Sos, M.Si Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi & Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta Ketua Umum ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) Pertama-tama, saya memberikan apresiasi atas terbitnya buku ini yang ditulis oleh para akademisi-akademisi dan peneliti-peneliti berbakat dan berkompeten milik bangsa Indonesia. Kehadiran buku ini sangat relevan ditengah-tengah dinamika keilmuan komunikasi dan pembangunan serta pengembangan potensi daerah dengan segala macam kompleksitasnya. Ditengah-tengah ragam kompleksitas tersebut, kita baik sebagai akademisi, praktisi maupun sebagai masyarakat dituntut untuk lebih berperan dalam membersamai pembangunan dan pengembangan potensi daerah. Tentu peran tersebut dapat disesuaikan dengan bidang kerja dan bidang fokus kajian masing-masing. Dalam fokus-fokus kajian komunikasi misalnya, terdapat banyak tema yang dapat bersinergis dalam pembangunan dan pengembangan potensi daerah. Semisal, komunikasi politik, komunikasi pariwisata, komunikasi pemasaran, komunikasi organisasi, hubungan masyarakat dan masih banyak lagi fokus kajian komunikasi yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Buku ini mencoba membaca segala bentuk dinamika keilmuan komunikasi yang bersinggungan langsung dengan pembangunan daerah dan pengembangan potensi daerah. Sudut pandang yang dikaji pun beragam, mulai ekonomi, politik, sosial dan budaya. Namun tetap dalam perspektif utama yaitu keilmuan komunikasi. Melalui buku ini, para penulis tidak hanya memaparkan aspek-aspek konseptual teoritis melainkan juga menyangkut problematika yang terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Buku ini dapat dijadikan referensi, tidak hanya bagi para mahasiswa atau akademisi melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri serta masyarakat luas. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Selamat membaca! Yogyakarta, 18 November 2017 v Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah vi KATA PENGANTAR EDITOR Didik Haryadi Santoso., M.A Dewan Editor & Ketua Konferensi Nasional Komunikasi 2017 Dalam tata kelola negara, tata kelola industri dan tata kelola masyarakat, komunikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan. Ia menjadi ilmu sekaligus menjadi jembatan lintas sektoral dalam interrelasi negara, industri dan masyarakat. Keilmuan komunikasi hadir dalam ragam bentuk peran yang taktis dan strategis, khususnya dalam pembangunan dan pengembangan potensi daerah. Hal ini dapat dilihat secara riil melalui tematema komunikasi politik, komunikasi pariwisata, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, hubungan masyarakat dan lain sebagainya. Mau tidak mau, komunikasi sebagai ilmu akan berhenti bertarung “memukul udara”, dan bergerak turun dari menara gadingnya. Dalam praktiknya, keterlibatan keilmuan komunikasi dan pengembangan potensi daerah merupakan salah satu contoh bagaimana ia turun dari menara gadingnya, membumi dan bermanfaat bagi tiga interrelasi yang telah disebutkan diatas. Komunikasi dan pengembangan potensi daerah sudah tentu dapat melalui berbagai macam sektor, sektor negara, pasar, atau sektor publik. Pada sektor negara misalnya, komunikasi politik dan komunikasi organisasi berperan strategis dalam pembangunan daerah. Pada sektor pasar, tema-tema komunikasi pemasaran, e-commerce, integrated marketing communication turut mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomiekonomi kreatif yang tidak pernah terbayangkan pada era-era sebelumnya. Apalagi industri kreatif senantiasa terus bergerak dengan inovasi-inovasi yang cepat tiada henti mulai dari ritel online, produksi konten, sektor transportasi, hingga sektor parisiwata. Sudah tentu, pusat yang mengambil kebijakan taktis strategis dan daerah-daerah sebagai penopangnya. Buku ini berupaya menghadirkan dinamika pembangunan daerah dan pengembangan potensi daerah perspektif komunikasi. Kesemuanya menyangkut dalam 4 (empat) dimensi sekaligus yaitu, ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Melalui buku ini, para penulis tidak hanya memaparkan vii Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah konseptual teoritis melainkan juga menyangkut persoalan-persoalan yang riil terjadi di daerah. Selain itu, melalui buku ini, para penulis juga berupaya memberikan catatan-catatan kritis dan reflektif atas permasalahan yang terjadi. Buku ini dapat dijadikan referensi, tidak hanya bagi para mahasiswa atau akademisi melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk para pengampu kebijakan baik di tingkat pusat, provinsi kabupaten, dan pelaku industri serta masyarakat luas secara umum. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembangunan daerah serta dapat menambah cakrawala keilmuan komunikasi yang lebih meluas, mendalam dan membumi. Akhir kata, selamat membaca! Yogyakarta, 18 November 2017 viii Komunikasi, Media & New Media dalam Pembangunan Daerah xiv

Judul: Gagasan Invisible College Sebagai Scientific Communication Dalam Ranah Studi Ilmu Komunikasi

Oleh: Kholidil Amin

Ikuti kami