Ramalan Krisis Finansial Tahun 2020 " Ekonomi Manajerial"

Oleh Ijati N O R Inayah

183,6 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ramalan Krisis Finansial Tahun 2020 " Ekonomi Manajerial"

RAMALAN KRISIS FINANSIAL TAHUN 2020 Artikel Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “ Ekonomi Manajerial” Disusun oleh: Nama: Ijati Nor Inayah NIM: 190105010465 Dosen Pembimbing: Nur Rodiah, S.E.I., M.H UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM JURUSAN EKONOMI SYARIAH November 2020 A. Apakah ramalan krisis finansial 2020 akan jadi kenyataaan akibat corona? KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua tahun lalu, Dr. Doom Nouriel Roubini meramal adanya krisis finansial di tahun 2020. Padahal, waktu itu virus corona belum ada dan merajalela seperti sekarang. Dalam kicauan Twitter pada Minggu (8/3) dan Senin (9/3), Roubini memperingatkan bahwa kombinasi virus corona dan perang harga minyak akan menyebabkan badai risiko yang sempurna dan menjadi sinyal jelas resesi global. Roubini memperingatkan resesi global yang mendekat dan menjabarkan langkahlangkah yang bisa diambil otoritas untuk membatasi kejatuhan ekonomi akibat virus corona. Roubini mengatakan, pekan lalu dimulai dengan penurunan pasar saham Amerika Serikat (AS) dan global, spread kredit melebar, terutama untuk pasar dengan yield tinggi dan pasar surat utang tertekan. Imbal hasil US Treasury 10 tahun bahkan turun lebih rendah dan harga minyak turun tajam. "Badai risiko yang sempurna dan sinyal sebenarnya dari resesi global yang akan datang!" kicau profesor Stern School of Business Universitas New York seperti dikutip Business Insider. Pada Senin (9/3), Dow Jones Industrial Average merosot 7,78% dan indeks S&P 500 turun 7,60%. Harga minyak merosot sekitar 25% dan imbal hasil US Treasury merosot ke 0,54%. Penurunan pasar saham pun masih terjadi hingga awal pekan ini. Dalam wawancara dengan Der Spiegel sebelum aksi jual pasar pekan lalu, Roubini mengatakan bahwa investor benar-benar tidak mengerti akan kejatuhan ekonomi akibat virus corona. Awal pekan ini, dia menggarisbawahi tingkat keparahan ancaman virus corona setelah total infeksi di lebih dari 100 negara melewati 110.000 dan kematian mencapai 3.800. "Dalam beberapa hari ke depan, berita utama adalah pandemi yang menyebar ke AS dan Uni Eropa," kata dia. Ini akan memicu kejatuhan makin dalam aset berisiko seperti saham, obligasi, minyak, serta kenaikan harga emas dan harga obligasi yang aman. Dia pun memprediksi krisis kredit yang brutal di tahun ini. Dia mengacu dampak besar virus corona, terbatasnya kemampuan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasi pekerja yang sakit dan konsumen yang tetap tinggal di rumah serta tumpukan utang obligasi yang meningkat. Roubini memperkirakan, krisis kredit 2020 akan lebih parah daripada 2016 dan 2019 karena tidak hanya energi, tapi juga sektor lain. "Guncangan ekonomi akibat Covid-19 lebih nyata daripada yang ditakuti, respons kebijakan lebih terbatas, juga memukul UKM dan pekerja, lebih banyak utang global. Resesi/krisis di depan mata!" kata Roubini. Roubini menyarankan beberapa cara untuk mengurangi kerusakan ekonomi akibat virus corona. Dia merekomendasikan agar pihak berwenang menyediakan kredit untuk usaha kecil dan menengah serta rumah tangga. Dia juga menyarankan para pejabat untuk menggunakan tunjangan, subsidi, dan pemotongan pajak agar konsumen, terutama dengan pendapatan menengah ke bawah memiliki uang. Dia mengatakan bahwa virus corona terus menghantam permintaan konsumen dan mengganggu bisnis dan rantai pasok. Warga miskin memiliki risiko lebih besar kehilangan pekerjaan dan kehabisan uang. Selain itu, Roubini menyerukan agar Federal Reserve mengucurkan miliaran dolar ke ekonomi AS untuk meningkatkan likuiditas dan menopang harga aset finansial. "Terlepas dari kebijakan kesehatan yang tepat, respons makro yang tepat adalah pemberian kredit untuk UKM dan rumah tangga yang terkena dampak dan tidak likuid, subsidi langsung atau pemangkasan pajak bagi warga menengah ke bawah yang kehilangan pekerjaan atau pendapatan, serta pelonggaran moneter untuk menghentikan ambruknya pasar finansial," kata dia. Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui risiko akibat virus corona covid-19 lebih rumit daripada krisis ekonomi global tahun 2008. Pada krisis tahun 2008, lebih besar serangan dari lembaga keuangan terutama perbankan dan pasar modal. Sedangkan saat ini serangan langsung pada sektor riil. "Karena menyangkut masalah orang yang tidak berani melakukan mobilitas, tidak melalukan kegiatan, itu pengaruhi sektor riil, investasi, manufacturing," ujar Sri Mulyani, Kamis (5/3). Menkeu menyebut, aktivitas industri tertunda karena adanya disrupsi rantai pasok. Hal itu dapat menciptakan kondisi terjadinya pengangguran. Beberapa sektor seperti pariwisata, maskapai penerbangan, hotel dan manufaktur terganggu. Selain itu ada pula kekhawatiran akan mengenai sektor keuangan akibat Covid-19 ini. Penyebaran virus corona yang telah menjadi pandemi ini akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Pelebaran defisit anggaran sebagai dampak dari prospek tertekannya penerimaan negara di tengah perlambatan ekonomi, serta dampak stimulus fiskal yang dikucurkan pemerintah untuk meredam dampak wabah virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengestimasi, tambahan defisit anggaran akan mencapai 0,8% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan Rp 125 triliun. Dengan begitu, defisit APBN 2020 akan melebar dari asumsi awalnya 1,76% dari PDB atau Rp 307,2 triliun, menjadi 2,5% dari PDB atau mencapai Rp 432,2 triliun. “Ini karena belanja tidak kita rem, sedangkan penerimaan akan mengalami penurunan. Jadi itu adalah kebijakan by design yang kita lakukan yaitu relaksasi defisit yang menjadi lebih besar,” tutur Sri Mulyani, Jumat (13/3). Bendahara negara itu menjelaskan, pelebaran defisit anggaran merupakan bagian dari respon pemerintah untuk menopang perekonomian yang terdampak oleh adanya wabah Covid-19. Sejauh ini, pemerintah telah mengeluarkan dua paket kebijakan stimulus ekonomi untuk penanganan corona dengan besaran stimulus masing-masing Rp 10,3 triliun dan Rp 22,9 triliun. Paket stimulus pertama, kata Sri Mulyani, difokuskan untuk meredam risiko pada sektor pariwisata yaitu hotel, restoran, dan kawasan wisata di daerah-daerah. Sementara paket stimulus yang kedua merupakan respon pemerintah terhadap risiko yang kini mulai merembet ke sektor produksi akibat adanya disrupsi arus barang dan pasokan bahan baku secara global. “Dampak tidak mungkin bisa kita hilangkan, tetap bisa kita minimalkan. Baik dampak terhadap permintaan yaitu konsumsi masyarakat dan investasi, maupun dampak pada suplai atau produksi yaitu sektor industri dan usaha. Jadi pemerintah selalu melihat dari dua sisi ini,” tandas Sri Mulyani. B. PERAMALAN KUALITATIF DAN PERAMALAN KUANTITATIF Pengertian Peramalan (Forecasting) Peramalan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa yang akan datang. Yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa (Nasution, 1999). Peramalan merupakan aktivitas fungsi bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan data deret waktu historis. Peramalan menggunakan teknikteknik peramala yang bersifat formal maupun informal (Gaspersz, 1998). Kegiatan peramalan merupakan bagian integral dari pengambilan keputusan manajemen.Peramalan mengurangi ketergantungan pada halhal yang belum pasti (intuitif). Peramalan memiliki sifat saling ketergantungan antar divisi atau bagian. Kesalahan dalam proyeksi penjualan akan mempengaruhi pada ramalan anggaran, pengeluaran operasi, arus kas, persediaan, dan sebagainya. Dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses peramalan yang akurat dan bermanfaat (Makridakis, 1999): a. Pengumpulan data yang relevan berupa informasi yang dapat menghasilkan peramalan yang akurat. b. Pemilihan teknik peramalan yang tepat yang akan memanfaatkan informasi data yang diperoleh semaksimal mungkin. 2.2 Jenis-jenis Peramalan (Forecasting) Menurut Render dan Heizer (2004) pada jenis peramalan dapat dibedakan menjadi beberapa tipe. Dilihat dari perencanaan operasi di masa depan, maka peramalan dibagi menjadi 3 macam yaitu: a. Peramalan ekonomi (economic forecasting) menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indicator perencanaan lainnya. b. Peramalan teknologi (technological forecasting) memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru. c. Peramalan permintaan (demand forecasting) adalah proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan.1 Peramalan biasanya diklasifikasikan berdasarkan horizon waktu masa depan yang dicakupnya. Menurut Taylor (2004) dalam hubungannya dengan horizon waktu peramalan terbagi atas beberapa kategori, yaitu: a. Ramalan jangka pendek (short-range forecasting) mencakup masa depan yang dekat (immediate future) dan memperhatikan kegiatan harian suatu perusahaan bisnis, seperti permintaan harian atau kebutuhan sumber daya harian. b. Ramalan jangka menengah (medium-range forecasting) mencakup jangka waktu satu atau dua bulan sampai satu tahun. Ramalan jangka waktu ini umumnya lebih berkaitan dengan rencana produksi tahunan dan akan mencerminkan hal-hal seperti puncak dan lembah dalam suatu permintaan dan kebutuhan untuk menjamin adanya tambahan untuk sumber daya untuk tahun berikutnya. c. Ramalan jangka Panjang (long-range forecasting) mencakup periode yang lebih lama dari satu atau dua tahun. Ramalan ini berkaitan dengan usaha manajemen untuk merencanakan produk 1 Lussier, Jacques. Portofolio Structuring and The Value of Forecasting. ISBN 9781944960-09-4 . 2 Rahaja, Alda. Angraeni, Wiwik. Aulia Vinarti, Retno. Penerapan Metode Exponensial Smoothing untuk Peramalan Penggunaan Waktu Telepon di PT. Telkomsel Divre3 Surabaya. baru untuk pasar yang berubah, membangun fasilitas baru, atau menjamin adanya pembiayaan jangka panjang. 2.3 Metode Peramalan Untuk melakukan peramalan diperlukan perhitungan yang akurat sehingga diperlukaan peramalan yang tepat. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan umum untuk mengatasi semua model keputusan meramal. Berikut gambar taksonomi peramalannya.2 1. Model Kualitatif Model kualitatif berupaya memasukkan faktor-faktor subyektif dalam model peramalan, model ini akan sangat bermanfaat jika data kuantitatif yang akurat sulit diperoleh. Contoh dari metode ini ialah metode delphi, opini juri eksekutif, komposit kekuatan dan survey pasar konsumen. Di dalam pendekatan kualitatif ada Teknik delphi. Teknik delphi adalah metode yang banyak digunakan dan diterima untuk mengumpulkan data dari responden dalam domain penelitian. Teknik ini dirancang sebagai proses komunikasi kelomok yang bertujuan untuk mencapai konvergensi pendapat tentang isu-isu nyata. Teknik ini telah digunakan di berbagai bidang studi seperti perencanaan program, penilian assessment, penetuan kebijakan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mengembangkan berbagai alternatif, menjelajahi atau mengekspos yang mendasari asumsi, serta berkorelasi penilaian pada suatu topic yang mencakup berbagai disiplin ilmu. Teknik Delphi cocok sebagai metode untuk pembangunan konsensus dengan menggunakan serangkaian kuesioner dikirimkan menggunakan beberapa iterasi untuk mengumpulkan data panel dari subyek yang dipilih. 2 Pada tahun 1950 teknik delphi dikembangkan oleh Dalkey dan Helmer di Rand Corporation. Metode ini digunakan secara luas dan diterima untuk mencapai konvergensi pendapat tentang pengetahuan dunia nyata yang diminta dari para ahli dalam bidang topik tertentu. Teknik delphi digambarkan sebagai metode untuk penataan proses komunikasi antar kelompok agar proses ini efektif yang memungkinkan sekolompok individu, Teknik delphi merupakan salah satu metode dari peramalan. Salah satu tujuan dari Teknik delphi ini untuk mengembangkan berbagai alternatif program yang mungkin, mengekspos asumsi yang 2 Pakaja, Fachrudin. Peramalan Penjualan Mobil Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Certain Factor. mendasari informasi yang mengarah ke penilaian berbeda. Ada beberapa langkah dalam melakukan Teknik ini salah satunya Dermawan (2004), menurutnya para pembuat keputusan harus melalui proses delphi dengan identifikasi isu masalah pokok yang hendak diselesaikan, kemudian kuesioner dibuat kemudian kuesioner dikirim ke para ahli yang ada di dalam organisasi maupun diluar organisasi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi, kemudian para ahli akan mengisi kuesioner tersebut dan memberikan solusi penyelesaian masalah, dalam hal ini akan di buat sebuah tim khusus untuk merangkum hasil dari kuesioner dan menelaah ulang hasil rangkuman kemudian pada proses terakhir para pembuat keputusan dapat mencapai kesepakatan untuk menentukan satu alternatif solusi atau tindakan yang terbaik. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari Teknik delphi: Kelebihan metode delphi: a. Hasil yang didapat berdasarkan para ahli b. Opini yang diungkapkan dari para ahli luas, karena masingmasing para ahli memiliki pendapat. Kekurangan metode delphi: a) Biaya yang dikeluarkan lebih besar b) Hasil yang di dapat berdasarkan asumsi c) Akan memakan waktu lama d) Hasil tidak berjalan sesuai prediksi b. Model kuantitatif Model kuantitatif yaitu peramalan yang menggunakan satu atau lebih model matematis dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat untuk meramalkan permintaan. Pada dasarnya model kualitatif dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan seri waktu (time series) dan kausal (causal metods). Model kausal Model kausal memasukkan dan menguji variabelvariabel yang diduga akan mempengaruhi variabel dependen, model ini biasanya menggunakan analisis regresi untuk menentukan mana variabel yang signifikan mempengaruhi variable dependen. Selain menggunakan analisis regresi, model kausal juga dapat menggunakan metode ARIMA atau Box-Jenkins untuk mencari model terbaik yang dapat digunakan dalam peramalan. Model Time series merupakan model yang digunakan untuk memprediksi masa depan dengan menggunakan data historis. Dengan kata lain, model time series mencoba melihat apa yang terjadi pada suatu kurun waktu tertentu dan menggunakan data masa lalu untuk memprediksi. C. Analisis Kesesuaian dari berita diatas dengan teori yaitu dimana Peramalan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa yang akan datang. Yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa (Nasution, 1999). Peramalan merupakan aktivitas fungsi bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan data deret waktu historis. Peramalan menggunakan teknikteknik peramala yang bersifat formal maupun informal (Gaspersz, 1998). Sesuai dengan berita diatas yaitu mengenai Dua tahun lalu, Dr. Doom Nouriel Roubini meramal adanya krisis finansial di tahun 2020. Padahal, waktu itu virus corona belum ada dan merajalela seperti sekarang. Sehingga tambahan defisit anggaran akan mencapai 0,8% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan Rp 125 triliun. Dengan begitu, defisit APBN 2020 akan melebar dari asumsi awalnya 1,76% dari PDB atau Rp 307,2 triliun, menjadi 2,5% dari PDB atau mencapai Rp 432,2 triliun. “Ini karena belanja tidak kita rem, sedangkan penerimaan akan mengalami penurunan. Jadi itu adalah kebijakan by design yang kita lakukan yaitu relaksasi defisit yang menjadi lebih besar,” tutur Sri Mulyani, Jumat (13/3). Bendahara negara itu menjelaskan, pelebaran defisit anggaran merupakan bagian dari respon pemerintah untuk menopang perekonomian yang terdampak oleh adanya wabah Covid-19. Sejauh ini, pemerintah telah mengeluarkan dua paket kebijakan stimulus ekonomi untuk penanganan corona dengan besaran stimulus masing-masing Rp 10,3 triliun dan Rp 22,9 triliun. Paket stimulus pertama, kata Sri Mulyani, difokuskan untuk meredam risiko pada sektor pariwisata yaitu hotel, restoran, dan kawasan wisata di daerah-daerah. Sementara paket stimulus yang kedua merupakan respon pemerintah terhadap risiko yang kini mulai merembet ke sektor produksi akibat adanya disrupsi arus barang dan pasokan bahan baku secara global. “Dampak tidak mungkin bisa kita hilangkan, tetap bisa kita minimalkan. Baik dampak terhadap permintaan yaitu konsumsi masyarakat dan investasi, maupun dampak pada suplai atau produksi yaitu sektor industri dan usaha. Jadi pemerintah selalu melihat dari dua sisi ini,” tandas Sri Mulyani. Dengan demikian hal yang dimaksud ialah dimana ramalan tersebut hampir menjadi kenyataan dimasa pandemi covid-19 sekarang. Sementara itu yang tidak sesuai antara berita dan teori tersebut adalah mengenai Model kualitatif berupaya memasukkan faktor-faktor subyektif dalam model peramalan, model ini akan sangat bermanfaat jika data kuantitatif yang akurat sulit diperoleh. Contoh dari metode ini ialah metode delphi, opini juri eksekutif, komposit kekuatan dan survey pasar konsumen. Di dalam pendekatan kualitatif ada Teknik delphi. Teknik delphi adalah metode yang banyak digunakan dan diterima untuk mengumpulkan data dari responden dalam domain penelitian. Teknik ini dirancang sebagai proses komunikasi kelomok yang bertujuan untuk mencapai konvergensi pendapat tentang isu-isu nyata. Teknik ini telah digunakan di berbagai bidang studi seperti perencanaan program, penilian assessment, penetuan kebijakan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mengembangkan berbagai alternatif, menjelajahi atau mengekspos yang mendasari asumsi, serta berkorelasi penilaian pada suatu topic yang mencakup berbagai disiplin ilmu. Teknik Delphi cocok sebagai metode untuk pembangunan konsensus dengan menggunakan serangkaian kuesioner dikirimkan menggunakan beberapa iterasi untuk mengumpulkan data panel dari subyek yang dipilih. Dengan berita diatas Dalam wawancara dengan Der Spiegel sebelum aksi jual pasar pekan lalu, Roubini mengatakan bahwa investor benar-benar tidak mengerti akan kejatuhan ekonomi akibat virus corona. Awal pekan ini, dia menggarisbawahi tingkat keparahan ancaman virus corona setelah total infeksi di lebih dari 100 negara melewati 110.000 dan kematian mencapai 3.800. "Dalam beberapa hari ke depan, berita utama adalah pandemi yang menyebar ke AS dan Uni Eropa," kata dia. Ini akan memicu kejatuhan makin dalam aset berisiko seperti saham, obligasi, minyak, serta kenaikan harga emas dan harga obligasi yang aman. Dia pun memprediksi krisis kredit yang brutal di tahun ini. Dia mengacu dampak besar virus corona, terbatasnya kemampuan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasi pekerja yang sakit dan konsumen yang tetap tinggal di rumah serta tumpukan utang obligasi yang meningkat. Roubini memperkirakan, krisis kredit 2020 akan lebih parah daripada 2016 dan 2019 karena tidak hanya energi, tapi juga sektor lain. "Guncangan ekonomi akibat Covid-19 lebih nyata daripada yang ditakuti, respons kebijakan lebih terbatas, juga memukul UKM dan pekerja, lebih banyak utang global. Resesi/krisis di depan mata!" kata Roubini. DAFTAR PUSTAKA Lussier, Jacques. Portofolio Structuring and The Value of Forecasting. ISBN 9781944960-09-4 . Rahaja, Alda. Angraeni, Wiwik. Aulia Vinarti, Retno. Penerapan Metode Exponensial Smoothing untuk Peramalan Penggunaan Waktu Telepon di PT. Telkomsel Divre3 Surabaya. Pakaja, Fachrudin. Peramalan Penjualan Mobil Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Certain Factor. Vivi Putri, Meylia. https://classroom.google.com/c/MjgwODA3ODk3NzRa Konsep Dasar Peramalan. Widya Utami, Novia. Mengenal Forecasting, Manfaat, Fungsi, dan Jenisnya untuk Kesuksesan Bisnis Anda. https://www.jurnal.id/id/blog/2018-forecastingpengertianmanfaat-fungsi dan-jenisnya-bagi-kesuksesan-bisnis. https://fokus.kontan.co.id/news/apakah-ramalan-krisis-finansial-2020roubini-akan-jadi-kenyataaan-akibat-corona-1?page=2

Judul: Ramalan Krisis Finansial Tahun 2020 " Ekonomi Manajerial"

Oleh: Ijati N O R Inayah

Ikuti kami