Laporan Praktikum Dasar Ilmu Dan Teknologi Benih (agh250) Uji Vigor Benih

Oleh Habib Vian

939,6 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Praktikum Dasar Ilmu Dan Teknologi Benih (agh250) Uji Vigor Benih

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH (AGH250) UJI VIGOR BENIH Habib Vian Niswara A24190084 Kelas Paralel Praktikum Dosen Pembimbing Asisten :7 : Candra Budiman, SP, MSi : Nadiya Iftiwata Rahmah, SP, Msi DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTKULTURA FAKULTAS PRTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2020 Pendahuluan Latar Belakang Viabilitas benih merupakan kemampuan benih untuk berkecambah dan menghasilkan kecambah normal serta vigor benih adalah kemampuan tumbuh benih menjadi tanaman berproduksi normal dalam kondisi suboptimum (Jasmi 2016). Kondisi suboptimum dapat terjadi di lapang misalnya kondisi kekeringan, tanah salin, tanah masam, tanah berpenyakit, dsb. Menurut ISTA (2016), Vigor benih merupakan karakteristik benih yang menggambarkan aktivitas dan penampilan suatu lot benih melalui kemampuan berkecambahnya pada kondisi lingkungan yang luas. Benih yang mampu mengatasi berbagai macam kondisi tersebut termasuk kedalam lot benih bervigor tinggi. Pengujian ketahanan benih terhadap kekeringan atau tanah salin dapat dilakukan secara simulasi menggunakan larutan NaCl. Konsentrasi tinggi larutan NaCl ini memberikan cekaman akibat tekanan osmotiknya sehingga benih mengalami hambatan dalam proses imbibisi, serta memberikan cekaman terhadap kondisi salin, pada kondisi tersebut hanya benih vigor tinggi yang mampu tumbuh dengan baik. Akumulasi dari konsentrasi NaCl, Na2CO3 ,Na2SO4 dan garam-garam Mg yang tinggi di lapisan topsoil tanah dapat menyebabkan penurunan jumlah daun, pertumbuhan tinggi tanaman dan rasio pertumbuhan panjang sel. Menurut Waskom (2003) dalam Halimursyadah et al (2016), menjelaskan bahwa salinitas tanah dapat menghambat perkecambahan benih, pertumbuhan yang tidak teratur pada tanaman pertanian seperti kacang- kacangan dan bawang. Berdasarkan karakteristik vigor benih terdapat berbagai macam aspek tolak ukur vigor benih yang berupa kecepatan dan keserempakan perkecambahan benih dan pertumbuhan kecambah, kemampuan perkecambahan benih pada kondisi lingkungan yang tidak optimal, dan kemampuan benih berkecambah setelah penyimpanan. Pengujian menggunakan larutan NaCl pada benih kacang-kacangan akan sangat menggangu benih dalam kecepatan berkecambah yang merupakan salah satu aspek dari vigor benih. Menurut Hasanuddin (2015), menjelaskan bahwa Salah satu kriteria benih vigor bervigor tinggi, apabila tidak terjadi perbedaan yang besar antara kinerja perkecambahan benih di lapangan dengan di laboratorium. Upaya untuk lebih mendekatkan kriteria pengujian laboratorium dengan kondisi nyata di lapangan atau lebih mengarahkan pengujian untuk mencari kemungkinan penilaian yang lebih peka dan dini dapat ditempuh melalui salinitas yang bervariasi pada konsentrasi larutan NaCl terhadap benih yang diujikan. Berdasarkan masalah yang telah diuraikan maka perlu dilakukan pengujian pengaruh berbagai konsentrasi NaCl terhadap vigor benih kedelai. Tujuan Praktikum Praktikum bertujuan untuk mengetahui nilai daya tumbuh benih pada kondisi lingkungan yang luas atau potensi suatu lot benih. Alat Bahan dan Metode Alat dan Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum uji vigor benih ini adalah air, garam (NaCl), dan benih kedelai. Alat : 1. Kertas buram 2. Alat pengepres kertas 3. Eco-germinator atau kontainer 4. Plastik Metode Uji Diantara Kertas ( Between Paper ) atau UKdp 1. Menyiapkan selembar plastik yang digunakan sebagai alas yang akan membungkus kertas 2. Kertas buram dibasahi dengan air dan diletakkan diatas plastik sejumlah dua lembar 3. Benih kedelai diletakkan di atas kertas buram dengan posisi bakal radikula mengarah ke bawah 4. Benih kedelai disusun secara bersilangan antara posisi baris satu dengan yang lainnya, hingga diatas kertas buram terdapat 25 benih kedelai 5. Kertas buram selanjutnya dibasahi dengan air kemudian diletakkan di atas benih sejumlah tiga lembar 6. Plastik serta kertas buram digulung secara bersamaan hingga membentuk sebuah gulungan 7. Gulungan berisi benih diberi penanda berupa nama, nim, dan tanggal pengujian 8. Hitungan pertama dilakukan pada hari ketiga pengujian, kemudian diambil dan dihitung benih normal dan benih busuk atau terserang cendawan 9. Hitungan kedua dilaksanakan pada hari kelima pengujian dengan mengambil semua benih yang berupa benih normal, abnormal, busuk, indeks vigor, dan segar tidak tumbuh 10. Buat laporan analisis dengan perhitungan : %Daya Bercamabah (DB) = Jumlah kecambah normal (hitungan 1dan 2) X 100 % Jumlah benih yang ditanam %Benih Abnormal (AB) = Jumlah kecambah abnormal (hitungan 1dan 2) X 100 % Jumlah benih yang ditanam %Benih Mati = Jumlah kecambah Mati (hitungan 1dan 2) X 100 % Jumlah benih yang ditanam %BSTT = Jumlah Benih Segar Tidak Tumbuh X 100% Jumlah benih yang ditanam %IV = Jumlah kecambah normal hitungan 1 X 100% Jumlah benih yang ditanam Hasil dan Pembahasan Tabel 1.1 Pengaruh lot benih dan perlakuan kekeringan terhadap indeks vigor benih cabai Lot Perlakuan Kontrol Rendah NaCl Kontrol Tinggi NaCl Ul 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 ∑ KN ∑ AB Hit 1 16 64 12 32 24 40 12 48 Rata-rata 64 0 0 68 0 76 0 60 Rata-rata 76 8 84 12 80 16 80 12 Rata-rata 40 60 32 68 28 64 44 48 Rata-rata ∑ BM 20 56 36 40 36 32 24 40 16 4 4 8 0 0 8 8 KN (%) 16 12 24 12 16 40 40 80 0 0 4 76 4 84 8 80 80 80 4 40 4 32 8 28 44 36 4 4 8 AB (%) 64 32 40 48 46 4 64 4 68 8 76 60 67 48 4 12 8 16 12 12 4 60 4 68 8 64 48 60 4 4 8 BM (%) 20 56 36 40 38 4 36 4 32 8 24 40 33 4 16 44 84 8 8 40 40 88 8 4 4 4 8 IV (%) 16 12 24 12 16 40 40 80 0 0 4 76 4 84 8 80 80 80 4 40 4 32 8 28 44 36 4 4 8 Tabel 1.2 Pengaruh lot benih dan perlakuan kekeringan terhadap indeks vigor benih kedelai Perlakuan Ul ∑KN Hit 1 A Kontrol (Air) 1 2 3 4 4 9 12 10 B NaCl 5.37 g/L 1 2 3 4 8 3 5 5 C NaCl 10.74 g/L 1 2 3 4 0 0 0 0 Lot ∑KN ∑AB 21 2 23 2 21 4 21 1 Rata-rata 14 10 11 14 16 8 10 13 Rata-rata 0 25 0 24 0 24 0 22 Rata-rata ∑BM 2 0 0 3 1 0 1 2 0 1 1 3 %DB %AB %BM %IV 84 92 84 84 86 56 44 64 40 51 0 0 0 0 0 8 8 16 4 9 40 56 32 52 45 100 96 96 88 95 8 0 0 12 5 4 0 4 8 4 0 4 4 12 5 16 36 48 40 35 32 12 20 20 21 0 0 0 0 0 Keterangan: - KN = Kecambah normal - AB = Kecambah abnormal - BM = Benih mati - IV = Indeks vigor - Benih cabai dikecambahkan dengan metode uji di atas kertas (UDK), dengan 100 butir benih tiap 1 ulangan. - Benih kedelai dikecambahkan dengan metode uji diantara kertas Contoh perhitungan : Komoditas kedelai lot A (kontrol) ulangan 1 %DB : Jumlah kecambah normal (hitungan 1dan 2) X 100 % Jumlah benih yang ditanam : 21/25 X 1000% : 84% %AB : Jumlah kecambah abnormal (hitungan 1dan 2) X 100 % Jumlah benih yang ditanam : 2/25 X 100% : 8% %Benih Mati : Jumlah kecambah Mati (hitungan 1dan 2) X 100 % Jumlah benih yang ditanam : 2/25X 100% : 8% %IV : Jumlah kecambah normal hitungan 1 X 100% Jumlah benih yang ditanam : 4/25 X 100% : 16% Dokumentasi Pembahasan Vigor benih adalah kemampuan tumbuh benih menjadi tanaman berproduksi normal dalam kondisi suboptimum (Jasmi 2016). Beberapa kondisi sub optimum di lapangan misalnya kondisi kekeringan, tanah salin, tanah asam, dan tanah penyakit. Benih yang mampu mengatasi kondisi tersebut termasuk benih bervigor tinggi. Menurut Jasmi (2016), vigor benih harus relevan dengan tingkat produksi, artinya dari benih yang bervigor tinggi akan dapat dicapai tingkat produksi yang tinggi oleh karena itu, sifat kurang tahan atau tahan terhadap garam dapat dilihat sejak perkecambahan benih. Benih yang mampu mengatasi lahan bergaram adalah benih varietas unggul. Kemampuan benih berkecambah dan tumbuh dengan normal dalam keadaan lingkungan suboptimal menjadi tolok ukur dalam pengukuran vigor benih dalam suatu lot benih. Penggujian dengan larutan NaCl merupakan stimulasi kekeringan atau tanah salin pada benih yang merupakan keadaan salah satu keadaan suboptimal. Menurut Hasanuddin (2015), Benih yang ditanam pada daerah yang mempunyai salinitas tinggi akan sangat sulit dan tidak dapat berkecambah sama sekali, hal ini disebabkan terhambatnya serapan air oleh benih dan terjadi keracunan oleh ionion yang menyusun garam tersebut. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada benih kedelai didapatkan bahwa benih kontrol dengan perlakuan air tanpa garam memiliki nilai rata-rata presetase daya berkecambah yang tinggi, yaitu sebesar 86% dibandingkan dengan rata-rata presentase daya berkecambah dengan perlakuan NaCl 5.37 g senilai 51% dan NaCl 10.74 g sebesar 0%. Berkorelasikan dengan literatur, menurut Waskom (2003) dalam Halimursyadah et al (2016), menjelaskan bahwa salinitas tanah dapat menghambat perkecambahan benih, pertumbuhan yang tidak teratur pada tanaman pertanian seperti kacang- kacangan dan bawang. Benih kedelai pada lot B yang menggunakan perlakuan NaCl 5.37 g mengalami kemunduran pada daya berkecambah dan peningkatan kecambah normal bila dibandingkan dengan lot A benih kedelai kontrol yang menggunakan air akan tetapi, perbandingan antara kecambah normal dan kecambah abnormalnya tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol sedangkan pada tiap ulangannya sebagian besar mengalami peningkatan pada benih mati atau bercendawan selain itu, rata-rata indeks vigor pada lot B juga mengalami kemunduran yaitu menjadi 21% yang mulanya 35%. Benih kedelai dengan konsentrasi NaCl yang lebih tinggi pada lot C dengan perlakuan larutan NaCl 10.74 g memiliki presentase daya berkecambah yang berbeda nyata terhadap rata-rata presentase daya berkecambah kontrol yaitu 0% pada lot C sehingga tidak ada satu pun kecambah normal yang dihasilkan, sedangkan pada rata-rata presentase kecambah abnormal sangatlah tinggi dibandingkan dengan kontrol, dengan nilai rata-rata 95% yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecambah abnormal kontrol, selain itu indeks vigor benih pada lot C sangat berbeda jauh dibandingkan dengan lot A kontrol maupun lot B dengan larutan NaCl 5.37 g dengan rata-rata indeks vigor 0%, hal ini disebabkan karena lot C dengan konsentrasi NaCl yang tinggi menyebabkan benih tidak dapat berkecambah dan tumbuh dengan normal. Menurut Jasmi (2016), menyatakan bahwa NaCl juga menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein serta penambahan biomassa tanaman, sehingga pada benih dengan konsentrasi NaCl tinggi akan mengalami kemunduran pada daya berkecambah dan indeks vigor benih serta meningkatkan presentase kecambah abnormal dan mati. Kesimpulan Benih kedalai memiliki perkecambahan yang sangat berpengaruh pada konsentrasi NaCl pada berbagai macam proses perkecambahan. Benih dengan larutan yang tidak mengandung NaCl pada lot kontrol memiliki rata-rata daya berkecambah yang lebih tinggi dibandingan dengan menggunakan larutan NaCl, begitu pula dengan indeks vigornya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan menggukan NaCl. Benih dengan konsentrasi NaCl yang tinggi menghasilkan rata-rata daya berkecambah yang berbeda nyata terhadap benih kontrol, sedangkan pada konsentrasi rendah terjadi penurunan presentase rata-rata daya berkecambah, hal ini menunjukkan bahwa benih yang diuji memiliki vigor benih yang tinggi. Daftar Pustaka Halimursyadah, Said I, Agamna R. 2016. Model simulasi pengujian vigor dua varietas kedelai pada kondisi media tumbuh bersalinitas tinggi. Jurnal Agrotek Lestari. 1(2) : 1-10. Hasanuddin. 2015. Pengujian model simulasi vigor kekuatan tumbuh benih kedelai (Glycine max L. Merril) pada lahan salin. Jurnal Floratek. 10(2) : 72-77. [ISTA] International Seed Testing Association. 2016. International Rules for Seed Testing. Zurich : ISTA. Jasmi. 2016. Pengaruh konsentrasi NaCl dan varietas terhadap viabilitas, vigor, dan pertumbuhan vegetatif benih kacang hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Agrotek Lestari. 1(2) : 11-22.

Judul: Laporan Praktikum Dasar Ilmu Dan Teknologi Benih (agh250) Uji Vigor Benih

Oleh: Habib Vian

Ikuti kami