Jurnal Mitra Ilmu Volume 4 No. 1- April 2015 Dodo K.docx

Oleh Eko Agus Darmadi, S.kom., Mm

320,4 KB 11 tayangan 1 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Mitra Ilmu Volume 4 No. 1- April 2015 Dodo K.docx

JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. KIA CIKARANG Oleh : Dodo Kurniawan, ST., MM ABSTRAKSI Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan. 2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan. 3) untuk mengetahui pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan. 4) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan interprestasi hasil analisa regresi barganda maka dapat diketahui nilai koefisien konstansta yaitu = 0,548. Berdasarkan interprestasi hasil analisa regresi berganda maka dapat diketahui nilai koefisien variable motivasi (X1) yaitu sebesar 0,703 merupakan penaksir parameter variabel motivasi karyawan. Nilai ini menunjukkan apabila motivasi karyawan meningkat 1%, maka produktivitas akan meningkat 0,703% dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. Berdasarkan interprestasi hasil analisa regresi berganda maka dapat diketahui nilai koefisien variabel pengalaman kerja (X2) yaitu sebesar 0,722 merupakan penaksir parameter variabel pengalaman kerja karyawan. Nilai ini menunjukkan apabila pengalaman kerja karyawan meningkat 1%, maka produktivitas akan meningkat sebesar 0,722% dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. Dari hasil uji t terhadap variabel motivasi, maka diperoleh hasil bahwa t-hitung > ttabel (3,409 > 1,706). Hal ini berarti bahwa variabel motivasi berpengaruh secara signifikan, nyata, kuat dan positif terhadap produktivitas karyawan. Dari hasil uji t terhadap variabel pengalaman kerja, maka diperoleh hasil bahwa t-hitung > t-tabel (4,805 > 1,706). Hal ini berarti bahwa variabel pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan, nyata, kuat dan positif terhadap produktivitas karyawan. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, diperoleh nilai r sebesar 0,921. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa produktivitas dipengaruhi oleh motivasi dan pengalaman kerja sebesar 0,921 atau sebesar 92,1% sedangkan sisanya sebesar 7,9% dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak diteliti. Nilai tersebut mendekati 1, dan hal ini menunjukkan bahwa hubungan dan pengaruh motivasi dan pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan adalah nyata, kuat dan positif. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 1 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam suatu sistem operasi perusahaan, potensi Sumber Daya Manusia pada hakekatnya merupakan salah satu modal dan memegang suatu peran yang paling penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengolah Sumber Daya Manusia sebaik mungkin. Sebab kunci sukses suatu perusahaan bukan hanya pada keunggulan teknologi dan tersedianya dana saja. Tapi faktor manusia merupakan faktor yang terpenting pula. (J. Ravianto, 1986) Motivasi dan pengalaman kerja yang baik dapat juga menunjang keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sebab melalui adanya dua faktor tersebut akan menciptakan tingkat produktivitas kerja yang tinggi sehingga menunjang keberhasilan perusahaan. Sebaliknya jika tingkat produktivitas kerja menurun akan menghambat perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya. Motivasi dan pengalaman kerja merupakan hal yang berperan penting dalam meningkatkan suatu efektivitas kerja. Karena orang yang mempunyai motivasi dan pengalaman kerja yang tinggi akan berusaha dengan sekuat tenaga supaya pekerjaan dapat berhasil dengan sebaik-baiknya, akan membentuk suatu peningkatan produktivitas kerja. (Moekijat, 1999) Setiap perusahaan selalu menginginkan produktivitas dari setiap karyawannya. Meningkat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan harus memberikan motivasi yang baik kepada seluruh karyawannya agar dapat mencapai prestasi kerja dan meningkatkan produktivitas. Dengan ditambah suatu pengalaman kerja yang dimiliki oleh para karyawannya, akan memberikan suatu hubungan yang besar dalam upaya mencapai tingkatan produktivitas. Dalam melakukan usaha peningkatan produktivitas kerja ini, PT. KIA Cikarang telah menetapkan beberapa upaya yang bertujuan untuk memotivasi kerja para karyawannya. Adapun upaya tersebut dengan memberikan beberapa fasilitasfasilitas tersebut meliputi pakaian kerja, jaminan makan, rekreasi, tempat ibadah, ruang olahraga, tunjangan hari raya, ruang pengobatan, asuransi, gaji, bonus, upah lembur dan sebagainya. Semua itu diberikan oleh perusahaan, agar seluruh karyawan yang bekerja di dalamnya benar-benar terjamin sekaligus dapat menciptakan suatu motivasi yang baik guna mencapai tingkat produktivitas. Tingkat pendidikan dan pengalaman kerjapun diutamakan. Khususnya untuk bagian pembukuan atau kantor, minimal berbatas pendidikan SLTA. Sedang bagian produksi minimal berpendidikan SMP. Namun dalam proses perekrutan karyawan, perusahaan lebih mengutamakan calon karyawan yang sudah mempunyai pengalaman kerja dari perusahaan yang sejenis. Ini semua diharapkan bisa menciptakan semangat kerja sekaligus prestasi kerja yang tinggi, dalam menggapai perwujudan tingkat produktivitas yang baik, seperti yang diharapkan perusahaan. Berdasarkan uraian diatas, menjelaskan bahwa motivasi dan pengalaman kerja berhubungan dengan tingkat produktivitas kerja karyawan, maka penulis POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 2 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 tertarik untuk melakukan penelitian mengambil judul: “Pengaruh Motivasi dan Pengalaman KerjaTerhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. KIA Cikarang”. B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas maka pokok masalah yang dihadapi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut ini. 1. Bagaimanakah pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan? 2. Bagaimanakah pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan? 3. Bagaimanakah pengaruh pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan? C. Batasan Masalah Penulis dalam hal ini membatasi masalah produktivitas kerja karyawan yang berhubungan dengan motivasi dan pengalaman kerja. Sehingga masalah yang diteliti hanya sekitar pengaruh motivasi, pengalaman kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di departemen produksi atau perusahaan. Dalam hal motivasi, penulis membatasi mengenai berbagai macam dorongan kerja yang timbul baik dari dalam maupun luar seseorang untuk berprilaku dalam mencapai tujuan. Pengalaman kerja dibatasi tentang keahlian dan keterampilan kerja karyawan selama bekerja dalam perusahaan tersebut. Sedang produktivitas, penulis membatasi tentang keterkaitan hasil kerja karyawan dengan suatu waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja. D. Hipotesis Penelitian Dengan latar belakang yang sudah diuraikan di atas, penulis menemukan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bahwa motivasi dan pengalaman kerja secara bersama berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. 2. Bahwa motivasi berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. 3. Bahwa pengalaman kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 3 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan. 2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan. 3. Untuk mengetahui pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan. 4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan. II. LANDASAN TEORI A. Motivasi 1. Pengertian dan Hakikat Motivasi Istilah motivasi dalam bahasa inggris berasal dari perkataan motion yang bersumpah pada perkataan lain movere yang berarti bergerak. Menurut air katanya, motivasi atau motivator berarti pemberi motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongandorongan. Motivasi dapat juga diartikan konsep yang menguraikan tentang kekuatan-kekuatan yang ada pada diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku-perilaku. Motivasi bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. Ada dua faktor yang terlihat, kemampuan perseorangan dan pemahamannya tentang perilaku apa yang diperlukam untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi. 2. Berbagai Teori Motivasi Dalam bukunya Drs. M Manullang dikemukakan empat pendapat yang mempengaruhi jalan pikiran para ahli dalam hal teori motivasi, keempat pendapat itu adalah: a. Teori A.H. Maslow seperti yang dikutip manullang (2001), mengatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dimasukkan dalam lima kategori yang di susun menurut prioritas, antara:. 1. Kebutuhan badaniyah (psychological needs) 2. Kebutuhan akan keamanan (safety needs) 3. Kebutuhan Sosial (social needs) 4. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs) 5. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs) b. Teori Frederich Herzberg yang dijelaskan oleh manullang, (2001) berpendapat faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 4 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik terdiri dari: - Keberhasilan pelaksanaan - Pengakuan - Pekerjaan itu sendiri - Tanggung jawab - Pengembangan c. Teori Douglas Mc Gregor, manullang (2001) mengemukakan dua pandangan yang saling bertentangan tentang kodrat manusia, yang dia sebutkan sebagai teori X dan teori Y. 1. Asumsi Teori X - pada umumnya manusia tidak senang bekerja - pada umumnya manusia tidak berambisi, tidak ingin tanggung Jawab. - pada umumnya manusia harus diawasi dengan ketat dan sering harus dipaksa untuk memperoleh tujuan organisasi. 2. Asumsi Teori Y - Bekerja adalah kodrat manusia, jika kondisi menyenangkan. - pengawasan diri sendiri tidak terpisahkan untuk mencapai tujuan Organisasi. - Manusia dapat mengawasi diri sendiri dan memberi prestasi pada pekerjaan yang diberi motivasi dengan baik. d. Teori David Mc Clelland di dalam buku karya manullang (2001) menyebutkan bahwa orang yang mempunyai kebutuhan atas keberhasilan yakni mempunyai keinginan kuat untuk mencapai sesuatu, cirri-cirinya: 1. mereka menentukan tujuan tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah, tetapi tujuan itu cukup menantang untuk dikerjakan dengan baik. 2. Mereka menentukan tujuan seperti itu, karena mereka secara pribadi dapat mengetahui bahwa hasilnya dapat dikuasai bila mereka kerjakan sendiri. 3. Mereka senang kepada pekerjaannya itu dan merasa sangat berkepentingan dengan keberhasilannya sendiri. 4. Mereka lebih suka bekerja di dalam pekerjaan yang dapat memberikan gambaran bagaimana keadaan pekerjaannya. 3. Unsur-unsur Penggerak Motivasi Unsur-unsur penggerak motivasi adalah (Siswanto, 1987):. a. Prestasi POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 5 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 b. Penghargaan c. Tantangan d. Tanggung jawab e. Pengembangan f. Keterlibatan g. Kesempatan Pada umumnya bentuk motivasi yang sering dianut oleh perusahan meliputi empat unsur, yaitu (Siswanto, 1987): 1. Kompensasi dalam bentuk uang 2. Pengarahan dan pengendalian 3. Penetapan pola kerja yang efektif 4. Kebajikan 4. Jenis-jenis Motivasi Ada dua jenis motivasi yang secara proses berbeda dalam mempengaruhi seseorang, yaitu: a. Motivasi Positif Motivasi positif dapat dilakukan sebagai berikut: - Penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan - Informasi yang jelas tentang sesuatu hal - Pemberian perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai individu - Persaingan yang sehat - Partisipasi dalam manajemen yang demokratis - Kebanggaan dalam pekerjaan - Uang b. Motivasi Negatif Proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melaksanakan sesuatu yang diinginkan. 5. Berbagai Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Motivasi a. Lyman Porter dan Raymond Mices Ada tiga faktor utama yang berpengaruh pada motivasi - Cirri-ciri pribadi seseorang (personal characteristic) - Tingkat dan jenis pekerjaan (job characteristic) - Lingkungan kerja (work situation dan characteristic) b. Sumber lain mengungkapkan Motivasi merupakan suatu rangkaian interaksi antara banyak faktor yang dimaksud meliputi: - Individu dengan segala unsure - Situasi dimana individu bekerja - Perilaku atas perbuatan yang ditampilkan oleh individu POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 6 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 - Timbulnya persepsi dan bangkitnya kebutuhan baru, cita-cita dan tujuan Proses penyesuaian yang harus dilakukan masing-masing individu terhadap pelaksanaan pekerjaan Pengaruh yang datang dari berbagai pihak. B. Pengalaman Kerja Pengalaman kerja adalah modal utama seseorang untuk terjun ke dalam suatu bidang pekerjaan. Pengalaman kerja seseorang harus kadang lebih dihargai daripada pendidikan yang tinggi (Siswanto, 1987). Dengan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang akan dapat bekerja dengan lebih efisien sehingga akan menguntukan perusahaan. Pengalaman kerja adalah faktor yang cukup penting dalam pengadaan tenaga kerja perlu diperhitungkan dan ditentukan dahulu kualitas ataupun mutu tenaga kerja yang dibutuhkan. Salah satu persyaratan kerja adalah pengalaman kerja. Suatu perusahaan akan lebih cenderung memilih pelamar yang sudah berpengalaman daripada yang tidak berpengalaman kerja dipandang lebih mampu dalam melaksanakan tugas nantinya (Martoyo, 1987). Karena melalui pengalaman kerja, pengetahuan teknis dan keterampilan dapat ditingkatkan, demikian juga kualitas dan kemampuan kerja seseorang dapat bertambah dan berkembang sehingga dengan demikian sfiensi dan efektivitas kerjapun meningkat. C. Produktivitas 1. Pengertian Produktifitas mengandung pengertian filosofis, produktifitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Untuk definisi kerja, produktifitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang dipergunakan per satuan waktu, definisi kerja ini mengandung cara atau metode pengukuran, walaupun secara teori dapat dilakukan secara tetapi secara praktek sukar dilaksanakan, terutama karena sumber daya masukan yang dipergunakan umumnya terdiri dari banyak macam dan di proporsi yang berbeda. 2. Faktor yang Mempengaruhi Produktifitas Menurut Moekijat (1999) produktifitas karyawan perusahaan dipengaruhi oleh tiga faktor : (hal 30) a. Kualitas dan kemampuan fisikal karyawan Tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos, mental dan kemampuan fisik karyawan. b. Sarana pendukung POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 7 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 Sarana pendukung atau peningkatan produktifitas kerja karyawan dapat dikelompokkan pada dua golongab, yaitu : - Menyangkut lingkungan kerja, termasuk tekmnologi dan cara produksi sarana, dan peralatan produksi tingkat keselamatan dan kesehatan serta suasana di lingkungan kerja itu sendiri. - Menyangkut kesejahteraan karyawan yang tercermin di sistem pengupahan dan jaminan kelangsungan kerja. c. Supra sarana Aktifitas perusahaan tidak terjadi di isolasi, apa yang terjadi diluarnya, seperti sumber faktor produksi yang akan digunakan, prospek pemasaran, perpajakan perijinan, dll. 3. Usaha-usaha Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Guna mencapai efesiensi, produktivitas karyawan sangat diperlukan. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain (Ravcianto, 1986): a. Peningkatan pendidikan b. Perbaikan penghasilan dan pengupahan c. Pemilihan teknologi sarana pelengkap untuk berproduksi d. Peningkatan kemampuan pemimpinan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Metode Yang Digunakan Penelitian dalam hal ini menggunakan metode survey langsung ke perusahaan. Metode survey ini melalui cara datang langsung ke lapangan dengan disertai menyebarkan angket yang telah disusun oleh penulis dan data yang tertulis maupun tidak tertulis yang didapatkan dari perusahaan. 2. Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer, yang meliputi: a. Motivasi karyawan. b. Pengalaman kerja karyawan c. Pendidikan karyawan d. Masa kerja karyawan 3. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subyek penelitian yang dijadikan sasaran. Populasi ini meliputi seluruh karyawan PT. KIA Cikarang dibagian produksi yang berjumlah 9 orang. b. Sampel POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 8 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 Sampel dalam penelitian ini adalah bagian dari populasi yang akan diteliti. Dalam hal ini penulis mengambil sampel dari jumlah sebagian bagian produksi sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel ini, menggunakan random salping. Yaitu, pengambilan sampel dari sekumpulan populasi secara acak atau tidak beraturan. Didalam penentuan sampel secara acak ini semua anggota populasi, secara individu atau secara kolektif diberi peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel. (Djarwanto dan Pangestu Subagyo, 1998) 4. Metode Pengumpulan Data Dalam metode ini, penulis menggunakan data sebagai berikut: a. Wawancara Wawancara adalah salah satu cara mengumpulkan informasi dengan bertanya secara bertatap muka langsung dengan responden. b. Kuisioner Kuisioner adalah berupa daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data primer dari responden. c. Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematik atas gejala-gejala yang sedang diteliti. B. Analisis Data Pada analisis data kita memerlukan suatu persamaan garis berdasarkan suatu rumus matematika yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diketahui dengan variabel yang tidak diketahui. Variabel yang diketahui disebut independent variabel atau yang mempengaruhi sedangkan variabel belum diketahui disebut dependent variabel atau variabel yang dipengaruhi. Variabel yang mempengaruhi disebut variabel-variabel Xn dan variabel yang dipengaruhi disebut variabel y. dalam penelitian ini variabel independent atau yang mempengaruhi adalah motivasi dan pengalaman kerja, sedangkan variabel yang dipengaruhi adalah produktivitas karyawan. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh antara variabel-variabel tersebut dalam penelitian ini digunakan alat regresi linear berganda. Regresi menunjukkan hubungan antara variabel-variabel yang satu dengan variabel yang lain dimana variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Adapun rumus regresi berganda adalah: Y = a + b1x1 + b2x2 + e Dimana: Y : produktivitas kerja karyawan X1 : Motivasi X2 : pengalaman kerja b1 : koefisien regresi motivasi POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 9 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 b2 : koefisien regresi pengalaman kerja a : konstanta e : Variabel pengganggu ( tidak dihitung ) Dalam penelitian ini akan digunakan model persamaan logaritma naturan (ln). Adapun persamaan yang digunakan adalah: Y = a + b1 ln x1 + b2 ln x2 + e Untuk menguji tiap-tiap koefisien regresi digunakan cara 1. Uji F-test Sebagai pengujian variabel independen secara serempak yang dilakukan untuk melihat pengaruh variabel indevenden secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Adapun rumus F-test adalah sebagai berikut: (Dudiyuwono, 1993) Ho : b1 = b2 = 0 : Variabel independen secara bersama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Ho : b1 ≠ b2 ≠ 0 : Variabel independen secara bersama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. 2 F-hitung = R /( k−1) (1−R 2)/( n−k ) Dimana : K = jumlah variabel penjelas n = jumlah data dalam sampel 2 R = koefisien determinasi sample Ketentuan dalam uji F dengan taraf signifikansi tertentu: - Apabila F-hitung > F-tabel, maka Ho ditolak, berarti perubahan variabel independen secara bersama-sama akan mempengaruhi variabel dependen. Apabila F-hitung < F-tabel, maka Ho diterima, berarti perubahan variabel independen secara bersama-sama tidak akan mempengaruhi variabel dependen. 2. Uji t-test Untuk menguji tingkat signifikansi dari masing-masing koefisien regresi yang diperoleh dari perhitungan, dilakukan uji t dua sisi yang dapat dirumuskan sebagai berikut: (J. Supranto, 1984) POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 10 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 Ho : bi = 0 Ho : bi ≠ 0 : variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen : Variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Dimana: bi adalah koefisien dari variabel bebas ke I (penaksir Koefisien) Sbi adalah simpangan baku dari variabel bebas ke I Sementara nilai t-tabel = t α/2 df (n-k), dimana k adalah konstan dan parameter dari parameter yang diestimasi. Dengan menggunakan drajat keyakinan tertentu, maka jika - Apabila t-terhitung > t-tabel, maka Ho ditolak, berarti koefisien variabel adalah signifikan - Apabila t-terhitung < t-tabel, maka Ho diterima, berarti koefisien variabel adalah tidak signifikan Berdasarkan perhitungan t test apabila t test diperoleh lebih besar dari nilai t table, berarti terdapat hubungan yang kuat antara disiplin kerja terhadap produktivitas kerja. Sebaliknya t test hasil hitungan lebih kecil disbanding nilai t table, maka tidak terdapat hubungan antara disiplin kerja terhadap produktivitas kerja. Gambar 2 Daerah Penolakan dan Penerimaan Ho Untuk Uji t 3. Uji koefisiensi Determinasi Determinasi mencari seberapa besar variasi variabel independen dapat menjelaskan secara keseluruhan variasi variabel dependen. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: R2YX1.X2 = b1 Y X 1+ b2 Y X 2 X2 Dimana: R2 = koefisien korelasi b1, b2 = koefisien regresi POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 11 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 Y = Variabel dependen X1, X2 = variabel independen Koefisien determinasi ini mengukur seberapa besar sumbangan variabel independen secara keseluruhan terhadap naik turunya variasi nilai variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (r) ini akan mempunyai range antara 0 sampai dengan 1. IV. HASIL PEMBAHASAN Deskripsi Data Adapun data yang didapatkan melalui metode di atas adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Motivasi, Pengalaman Kerja dan Produktivitas Karyawan Pada PT. KIA No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Motivasi X1 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 80 57 60 67 83 86 70 64 61 73 68 73 53 52 51 64 56 51 55 75 66 82 66 65 48 66 75 56 71 70 Pengalaman X2 14 6 9 9 14 15 9 9 8 10 10 13 8 8 10 10 10 9 10 14 9 13 9 10 7 10 13 10 12 11 Page 12 Produktivitas Y 228 117 137 173 234 376 147 131 122 202 176 212 155 152 135 171 157 129 150 270 167 242 169 169 100 181 224 155 199 173 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 Analisa Kuantitatif Untuk mendukung analisis pengaruh motivasi dan pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan, di kumpulkan data-data yang meliputi motivasi dan pengalaman kerja dan produktivitas dalam dengan menyebarkan kuisioner kepada 30 karyawn. Adapun data yang didapat dapat dilihat pada tabel diatas dan pada lampiran. Pada analisa data kita memerlukan suatu persamaan garis berdasarkan suatu rumus matematika yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diketahui dengan variabel yang tidak diketahui. Variabel yang diketahui disebut independent variabel atau yang mempengaruhi sedangkan variabel belum diketahui disebut devendent variabel atau variabel yang dipengaruhi. Variabel yang mempengaruhi disebut variabel x dan variabel yang dipengaruhi disebut variabel y. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh antara variabel-variabel tersebut dalam penelitian ini digunakan alat regresi linear berganda. Regresi menunjukkan hubungan antara variabel-variabel yang satu dengan yang lain dimana variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Adapun rumus regresi berganda adalah: Y = a + b1x1 + b2x2 + e Dimana: Y : produktivitas Kerja karyawan X1 : motivasi X2 : pengalaman kerja b1 : koefisien regresi motivasi b2 : koefisien regresi pengalaman kerja a : konstanta e : variabel pengganggu (tak dihitung) Dalam penelitian ini akan digunakan model persamaan logaritma natural (ln). adapun persamaan yang digunakan adalah: Y = a + b1 ln x1 + b2 ln x2 + e Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan dengan program computer SPSS versi 11.0, maka didapatkan hasil regresi berganda sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Perhitungan Regresi Variable koefisien t-hitung Konstanta 0,548 0,870 X1 (motivasi) 0,703 3,409 X2 (Pengalaman Kerja) 0,722 4,805 F –hitung = 75,531 R2 = 0,848 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 13 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 R = 0,921 Berdasarkan hasil tersebut di atas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y =a + b1 ln x1 + b2 ln x2 + e Y = 0,548 + 0,703ln x1 + 0,722ln x1 t-hitung = 0,870 3,409 4,805 Dari persamaan yang diatas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: a. Nilai Konstanta a = 0,548. Konstanta sebesar 0,548 berarti bahwa produktivitas akan sebesar 0,548 apabila motivasi dan pengalaman kerja karyawan sama dengan nol. b. Motivasi karyawan (b1) b1 = 0,703. Koefisien regresi X1 (b 1) sebesar 0,703 merupakan penaksir parameter variabel motivasi karyawan. Nilai ini menunjukkan apabila pengalaman kerja karyawan meningkat 1% maka produktivitas akan meningkat sebesar 0,703% dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. c. Pengalaman kerja Karyawan (b2) b2 = 0,722. Koefisien regresi X2 (b 2) sebesar 0,722 merupakan penaksir parameter variabel motivasi karyawan. Nilai ini menunjukkan apabila pengalaman kerja karyawan meningkat 1% maka produktivitas akan meningkat sebesar 0,722% dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. Hasil regresi di atas perlu diuji untuk mengetahui baik tidaknya model yang digunakan dalam penelitian. Kemudian untuk mengetahui signifikasi variabel independent (Upah Karyawan) terhadap variabel dependent (produktivitas) dilakukan uji t. 3. Pengujian Variabel Secara Individu (Uji t) Uji t adalah pengujian variabel independent secara individu yang dilakukan untuk melihat signifikasi dari pengaruh variabel independent secara individu terhadap variabel dependent Pengujian inio dilakukan dengan pengujian satu sisi dan menggunakan hipotesis sebagai berikut: - Ho : b = 0 berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independen ( motivasi dan pengalaman kerja ) terhadap produktivitas karyawan - Ha : b > 0 berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel independen ( motivasi dan pengalaman kerja ) terhadap produktivitas karyawan Dengan criteria sebagai berikut: - Ho diterima jika t hitung < t tabel - Ha diterima jika t hitung > t tabel POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 14 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 Dalam analisis ini Uji t dilakukan pada derajat kebebasan (n-k-1) = 26, dimana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel. Untuk tingkat keyakinan yang digunakan adalah 95% atau α = 5%. Maka t-tabel yang diperoleh adalah : 1,706 Nilai t-tabel diatas tersebut akan digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh masingmasing vaiabel independent terhadap variabel dependen. Motivasi Karyawan (b1) Diketahui t hitung dari variabel motivasi karyawan adalah sebesar 3,409. Dengan demikian t hitung > t tabel (3,409 > 1,706). Hal ini berarti motivasi karyawan mempunyai pengaruh yang nyata dan positif terhadap produktivitas. Atau untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 3. Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Untuk Motivasi Karyawan Pengalaman Kerja Karyawan (b2) Diketahui t hitung dari variabel pengalaman kerja karyawan adalah sebesar 4,805. Dengan demikian t-hitung > t-tabel (4,805 > 1,706). Hal ini berarti pengalaman kerja karyawan mempunyai pengaruh yang nyata dan positif terhadap produktivitas. Atau untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 4. Daerah Penerimaan Dan Penolakan Ho Untuk Pengalaman Kerja 4. Pengujian Variabel Secara Bersama-sama (Uji F) Uji F adalah pengujian variabel independent secara bersama yang dilakukan untuk melihat signifikansi dari pengaruh variabel independent secara bersama-sama terhadap variabel dependent. Pengujian ini dilakukan dengan pengujian satu sisi dan menggunakan hipotesis sebagai berikut: POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 15 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 - Ho : b1 = b2 = 0 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independent ( motivasi dan pengalaman kerja ) terhadap variabel dependen produktivitas) - Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel independent ( motivasi dan pengalaman kerja ) terhadap variabel dependen produktivitas) Dengan kriteria pengujian sebagai berikut: - Ho diterima jika F hitung < F tabel - Ha diterima jika F hitung > F tabel Dengan menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% atau 0,05 dan derajat kebebasan (df) = (n-k);(k-1) = (26);(2) dimana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel, maka diketahui bahwa F tabel = 3,39. Dari hasil perhitungan uji statistic yang dilakukan maka diperoleh nilai F-hitung sebesar 75,531. Dan dari angka tersebut berarti nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel (75,531 > 3,39), sehingga berarti menolak ho dan menerima ha. Dengan demikian variabel motivasi dan pengalaman kerja secara serempak atau bersama-sama mempengaruhi produktivitas karyawan. Gambar 5. Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho untuk Uji F 5. Koefisien Determinasi (r) Koefisien determinasi digunakan untuk mencari seberapa besar variasi variabel independent dapat menjelaskan secara keseluruhan variasi variabel independent. Koefisien determinasi mengukur seberapa besar pengaruh variabel independent secara keseluruhan terhadap naik turunnya variasi nilai variabel dependen. Nilai r ini akan mempunyai range antara 0 sampai dengan 1. Apabila nilai r ini semakin mendekati 1, maka akan semakin kuat atau semakin besar pengaruh variabel-variabel independent terhadap variabel dependen. Dan dari hasil penelitian ini maka diketahui nilai r adalah sebesar 0,921. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa produktivitas dipengaruhi oleh motivasi dan pengalaman kerja sebesar 0,921 atau sebesar 92,1%, sedangkan sisanya sebesar 7,9% dipengaruhi oleh Faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Nilai r yang sangat mendekati 1 ini berarti bahwa pengaruh variabel-variabel independent yaitu motivasi dan pengalaman kerja POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 16 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 sangat kuat terhadap variabel pengalaman kerja dan hubungan antara variabel tersebut adalah positif kuat dan signifikan. V. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan di muka, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Berdasarkan interprestasi hasil analisa regresi berganda maka dapat diketahui nilai koefisien konstanta yaitu = 0,548. Koefisien konstanta sebesar 0,548 berarti bahwa produktivitas akan sebesar 0,548 apabila motivasi dan pengalaman kerja karyawan sama dengan nol. b. Berdasarkan interprestasi hasil analisa regresi berganda maka dapat diketahui nilai koefisien variabel motivasi (X1) yaitu sebesar 0,703 merupakan penaksir parameter variabel motivasi karyawan. Nilai ini menunjukkan apabila motivasi karyawan meningkat 1% maka produktivitas akan meningkat sebesar 0,703% dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. c. Berdasarkan interprestasi hasil analisa regresi berganda maka dapat diketahui nilai koefisien variabel pengalaman kerja (X2) yaitu sebesar 0,722 merupakan penaksir parameter variabel pengalaman kerja karyawan. Nilai ini menunjukkan apabila motivasi karyawan meningkat 1% maka produktivitas akan meningkat sebesar 0,722 % dengan catatan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. d. Dari hasil uji t terhadap variabel motivasi, maka diperoleh hasil bahwa thitung > t-tabel (3,409 > 1,706). Hal ini berarti bahwa variabel motivasi berpengaruh secara signifikan, nyata, kuat dan positif terhadap produktivitas karyawan. e. Dari hasil Uji t terhadap variabel pengalaman kerja, maka diperoleh hasil bahwa t-hitung > t-tabel (4,805 > 1,706). Hal ini berarti bahwa variabel motivasi berpengaruh secara signifikan, nyata, kuat dan positif terhadap produktivitas karyawan. f. Dari hasil Uji F, diperoleh bahwa hasil F-hitung > F-tabel (75,531 > 3,39), hal ini berati bahwa variabel motivasi dan pengalaman kerja secara serempak atau bersama-sama berpengaruh secara signifikan, nyata, kuat dan positif terhadap produktivitas karyawan. g. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, diperoleh nilai r sebesar 0,921. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa produktivitas dipengaruhi oleh motivasi dan pengalaman kerja sebesar 0,921 atau sebesar 92,1%, sedangkan sisanya sebesar 7,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Nilai tersebut mendekati 1, dan hal ini menunjukkan bahwa hubungan dan pengaruh motivasi dan pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan adalah nyata, kuat dan positif. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 17 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 4 No. 1- APRIL 2015 DAFTAR PUSTAKA Bedjo Siswanto, Produktivitas dan penerapan, LSIUP 1987 Djarwanto dan Pangestu Subagyo, Statistik Induktif, edisi Keempat, Cetakan Keempat, BPFE Yogyakarta,1998, hal. 108 J. Ravianto, Produktivitas dan pengukuran, Cetakan I, Lembaga Sarana Informasi Usaha dan Produktivitas, Jakarta, 1986, hal.2 J. Supranto, Statistik, Teori dan Aplikasi, Jilid 2, Edisi Ketiga, Erlangga, Jakarta, 1984, hal. 183-192 M.Manullang, Manajemen Personalia, Edisi Revisi, Ghalia Indonesia, 2001 Moekijat, Kamus Manejemen, Penerbit Mandar Maju, Bandung, 1999, hal. 330 Nugroho Budiyuwono, Pengantar Statistik Ekonomi dan Perusahaan, Edisi Revisi, Jilid 2, Cetakan Pertama, AMP YKPN, Yogyakarta, 1993 hal. 261-169 Susilo Martoyo, Prosuktivitas, Ghanesa, 1987 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2015 Page 18

Judul: Jurnal Mitra Ilmu Volume 4 No. 1- April 2015 Dodo K.docx

Oleh: Eko Agus Darmadi, S.kom., Mm


Ikuti kami