Ilmu Obat {hiv / Aids} Disusun Oleh: Asifa Rizkia Ananda Xi-a

Oleh Asifa Rizkia

235,1 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ilmu Obat {hiv / Aids} Disusun Oleh: Asifa Rizkia Ananda Xi-a

ILMU OBAT {HIV / AIDS} DISUSUN OLEH: ASIFA RIZKIA ANANDA XI-A Assalamualaikum wr . wb Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat , karunia , taufik serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “ HIV/AIDS “ . Dan juga kami berterima kasih kepada BapaK GITA MUHAMAD A.Mk selaku guru mata pelajaran ilmu obat yang telah memberikan tugas ini kepada kami . Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai penyakit HIV/AIDS . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna . Oleh sebab itu , kami berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang telah kami susun ini , mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun . Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya . Sekiranya makalah yang telah kami susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya . Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan . Wassalamualaikum wr . wb Bogor , 13-JUNI-2016 PENYUSUN i Daftar Isi Daftar isi .......................................................................................................ii Pengertian ....................................................................................................1 a. HIV.......................................................................................................1 b. AIDS.....................................................................................................2 Tanda & Gejala .............................................................................................2 Cara Penularan .............................................................................................3 Cara Pencegahan ..........................................................................................4 Cara Pengobatan ..........................................................................................5 Daftar Pustaka ..............................................................................................6 ii 1 . Pengertian A . HIV HIV merupakan singkatan dari “ Human Immunodeficiency Virus “. HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan AIDS . Virus ini menyerang manusia dan sistem kekebalan tubuh , sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi . Dengan kata lain , kehadiran virus ini didalam tubuh akan menyebabkan defisiensi(kekurangan) sistem imun . HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh dalam manusia terutama sel CD4 , T-Positive dan komponen – komponen utama sistem kekebalan sel , dan mengahancurkan atau mengganggu fungsinya . Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus – menerus , yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh . Sistem kekebalan dianggap defisiensi ketika sistem tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit – penyakit. . Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakitpenyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai "infeksi oportunistik" karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah. 2 . AIDS AIDS merupakan singkatan dari “ Acquired Immunodeficiency Snydrome “yang menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait – 1 dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. 2 . Tanda & Gejala Berikut beberapa tanda & gejala HIV/AIDS yang patut kita waspadai : 1. Penurunan Berat Badan Dengan Cepat. Penurunan berat badan ini biasanya tanpa ada sebab yang jelas. Hal ini karena biasanya pada penderita penyakit ini akan mulai kehilangan selera makannya. Walaupun makan dengan banyak kalori, karbohidrat, bergizi tetapi berat badan akan tetap menurun. 2. Demam dan flu yang tidak kunjung sembuh. Seseorang tersebut akan mengalami demam yang berkelanjutan dan hilang timbul dan biasanya demam mencapai lebih dari 75 derajat celcius dan tak sembuh setelah kita berikan beberapa jenis obat antipiretika (penurun panas). 3. Diare Yang Tak Kunjung Sembuh. Bila kita menjumpai seseorang yang mengalami diare berkepanjangan dan telah mendapatkan berbagai macam pemberian obat atau pun antibiotik belum juga sembuh, maka hal ini patut kita curigai dan waspadai bahwasannya seseorang tersebut tengah menderita salah satu gejala HIV. Apalagi bila faktor resiko banyak terdapat pada seseorang tersebut 4. Cepat Merasa Lelah. Karena jenis virus menyerang sistem kekebalan tubuh maka penderita HIV AIDS ini akan cepat merasakan lelah walaupun dalam aktifitas yang tak terlalu banyak Hanya saja tanda & ciri diatas bila terdapat pada diri seseorang kita tidak boleh langsung memvonis bahwa seseorang tersebut mengidap penyakit HIV/AIDS , harus ada beberapa pemerikasaan lebih lanjut untuk bisa membuktikan kebenaran akan diagnosa penyakit ini . 2 3 . Cara Penularan Ada beberapa cara penularan penyakit HIV/AIDS ini : 1. Seks bebas dengan penderita yang positif mengidap HIV. Maka bagi para pelaku seks bebas biasanya akan menggunakan salah satu alat kontrasepsi yaitu kondom. Maka ketika menteri kesehatan baru Indonesia yang dilantik menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih pada tanggal 14 Juni 2012 lalu ketika mengkampanyekan pemakaian kondom ini menuai kontroversial. Karena banyak juga masyarakat yang menilai bahwa kampanye pemakai kondom kontroversial tersebut akan bisa membuat persepsi bahwa hal tersebut menghalalkan akan adanya seks bebas pula. 2. Mendapatkan transfusi darah yang tercemar akan virus HIV 3. Penggunaan jarum suntik yang bergantian, penggunaan jarum tindik atau pun pembuatan tatto yang telah tercemar virus HIV. Dalam hal penggunaan jarum suntik, maka para pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik sebagai medianya adalah termasuk dalam golongan orang yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit AIDS ini. 4. Dari ibu hamil yang positif HIV AIDS kepada janin yang dikandungnya. Sehingga bila bayi tersebut lahir maka sang bayi akan bisa mengidap pula penyakit yang serupa . 4 . Cara Pencegahan Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mencegah penyakit HIV AIDS ini. Langkah-langkah pencegahan HIV AIDS yang bisa dilakukan adalah dengan cara : 1. Hindari Kontak dengan Darah yang terinfeksi HIV Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. 3 Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet. 2. Hati-hati dengan Jarum suntik dan peralatan Bedah Obat infus, jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata,, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah: * Jangan menggunakan kembali Alat suntik sekali pakai. * Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya. * Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi. * Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena. 3. Gunakan Kondom Cara lain untuk penularan HIV adalah melalui kontak seksual tidak terlindungi. kondom adalah baris pertama pertahanan Anda untuk menghindari terinfeksi HIV. Hal ini sangat penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak hanya akan mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV, tetapi juga dapat melindungi diri dari infeksi menular seksual lainnya. kondom Lateks adalah yang terbaik, tetapi Anda juga dapat menggunakan kondom polyurethane. Jangan menggunakannya kembali dan pastikan bahwa tidak ada yang rusak di hambatan saat menggunakannya. 4. Hindari Seks Bebas HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa anda dapat berhenti menggunakan kondom , anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika anda setia pada pasangan seksual anda 4 5. Cara Pengobatan Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Obat-obatan ini tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV . 5 Daftar Pustaka http://www.alodokter.com/hiv-aids/ http://www.penyakithivaids.com/ https://id.wikipedia.org/wiki/AIDS 6

Judul: Ilmu Obat {hiv / Aids} Disusun Oleh: Asifa Rizkia Ananda Xi-a

Oleh: Asifa Rizkia

Ikuti kami