Makalah Pengantar Ekonomi Mikro Dosen Pembimbing Disusun Oleh Universitas Dian Nusantara Tanjung Dur...

Oleh Reza Syahab

188,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pengantar Ekonomi Mikro Dosen Pembimbing Disusun Oleh Universitas Dian Nusantara Tanjung Duren Fakultas Pengantar Ekonomi Mikro Prodi Manajemen

MAKALAH PENGANTAR EKONOMI MIKRO APLIKASI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN Dosen Pembimbing Muhamad Ekhsan, S.Kom, MM Disusun Oleh Muhammad Reza UNIVERSITAS DIAN NUSANTARA TANJUNG DUREN FAKULTAS PENGANTAR EKONOMI MIKRO PRODI MANAJEMEN 1 Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat dan rahmatnya, saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya yang berjudul Struktur Pasar monopoli, bahwa Dalam makalah ini kita berusaha untuk menjelaskan tentang pasar monopoli dalam penyelesaian penulisan makalah ini, penulis mendapat bimbingan, arahan dan bantuan dari berbagai pihak. Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya ,penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kami penulis mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah yang lebih baik. Akhir kata penulis sampaikan terima kasih. Adanya waktu makalah ini dibuat yaitu pada : Hari / Tanggal : Senin, 26 Oktober 2020 Tempat: Jakarta Barat 2 DAFTAR ISI Halaman Judul…………………...………………………………………………........1 Kata Pengantar………………………………………………………………………...2 Daftar Isi………………………………………………………………………………3 BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................4 1.1. LatarBelakang…………………………………………………………4 1.2. RumusanMasalah..................................................................................4 1.3. Tujuan Pembahasan…………………………………..………………5 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Untuk mengetahui pengertian pasar monopoli......................................5 2.2. Untuk mengetahui faktor yang menimbulkan pasar monopoli………10 2.3. Untuk mengetahui kebijakan pemerintah anti monopoli…………….12 2.4. Untuk mengetahui Untuk mengetahui Undang-Undang tentang monopoli……………………………………………………………..13 2.5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pasar monopoli……...13 BAB III PENUTUP ……………………………………………………………......14 . A.Kesimpulan.............................................................................................14 B. Saran..…......…............……………………………………………….14 DAFTAR PUSTAKA ...……………………………………………………..............15 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai monopolis‖. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan pertukaran barang dan jasa. Secara alamiah, pasar telah berlangsung sejak awal peradaban manusia. Islam menempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian. Namun, mekanisme pembentukan harga di dalam pasar yang Islami mensyaratkan adanya moralitas, seperti persaingan yang sehat, kejujuran, keterbukaan, dan keadilan. Jika nilai- nilai ini telah ditegakkan, tidak ada alasan untuk menolak harga pasar. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari pasar monopoli? 2. Apa faktor-faktor yang menimbulkan pasar monopoli? 3. Bagaimana kebijakan pemerintah anti monopoli? 4. Bagaimana Undang-Undang tentang monopoli? 5. Apa kelebihan dan kekurangan pasar monopoli? B. Tujuan Pembahasan 1. Untuk mengetahui pengertian pasar monopoli. 2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menimbulkan pasar modal. 3. Untuk mengetahui kebijakan pemerintah anti monopoli. 4. Untuk mengetahui Undang-Undang tentang monopoli? 5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pasar monopoli. 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN PASAR MONOPOLI Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai ―monopolis‖. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi: semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Namun, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, orang akan menunda pembelian, atau berusaha mencari, bahkan membuat barang substitusi (pengganti) produk tersebut. Lebih buruk lagi, mencarinya di pasar gelap (black market). Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar. Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin. Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya. Cara lainnya adalah dengan menetapkan hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di pasar. Dalam ilmu ekonomi, gagasan monopoli penting dalam studi tentang struktur manajemen, yang secara langsung menyangkut aspek normatif persaingan ekonomi, dan memberikan dasar untuk topik-topik seperti organisasi industri dan ekonomi regulasi . Ada empat tipe dasar dari struktur pasar dalam analisis ekonomi 5 tradisional: persaingan sempurna , persaingan monopolistik , oligopoli dan monopoli. Monopoli adalah struktur di mana pemasok tunggal memproduksi dan menjual produk atau jasa tertentu. Jika ada penjual tunggal di pasar tertentu dan tidak ada pengganti yang dekat untuk produk tersebut, maka struktur pasarnya adalah "monopoli murni". Kadang-kadang, ada banyak penjual dalam suatu industri atau terdapat banyak pengganti yang dekat untuk barang-barang yang diproduksi, namun demikian perusahaan-perusahaan tetap memiliki kekuatan pasar. Ini disebut "persaingan monopolistik", sedangkan dalam oligopoli , perusahaan berinteraksi secara strategis. Secara umum, hasil utama dari teori ini membandingkan metode penetapan harga di seluruh struktur pasar, menganalisis pengaruh struktur tertentu terhadap kesejahteraan, dan memvariasikan asumsi teknologi atau permintaan untuk menilai konsekuensi bagi model abstrak masyarakat. Kebanyakan buku teks ekonomi mengikuti praktik menjelaskan dengan cermat model "persaingan sempurna", terutama karena ini membantu untuk memahami penyimpangan darinya (yang disebut model "persaingan tidak sempurna"). Batasan antara apa yang merupakan pasar dan apa yang tidak merupakan perbedaan yang relevan untuk dibuat dalam analisis ekonomi. Dalam konteks ekuilibrium umum, barang adalah konsep khusus yang mencakup karakteristik geografis dan waktu. Sebagian besar studi tentang struktur pasar sedikit melonggarkan definisi mereka tentang barang, memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam identifikasi barang pengganti. Ciri Pasar Monopoli Meskipun hadir dengan definisi yang cukup jelas dan bisa diartikan, namun ada beberapa ciri yang harus dipenuhi suatu pasar untuk bisa disebut sebagai pasar monopoli. Ciri pertama adalah adanya satu produsen atau perusahaan yang bisa menarik daya beli banyak orang. Ini terjadi karena mau tidak mau orang harus membeli produk tersebut karena untuk memenuhi hajat hidup yang ada meskipun harganya mungkin merugikan.Kurva yang ada di pasar menyatakan hal yang sama dengan kurva yang ada di pasar monopoli. Ciri lain dari jenis pasar ini antara lain perusahaan baru pasti akan menemukan hambatan jika harus membuat produk atau layanan yang serupa, produsen bisa menentukan harga jual sesuka hati, dan tidak ada barang pengganti yang bisa dipilih orang. Sejauh ini diketahui ada beberapa sumber atau sebab yang membuat pasar jenis ini telah berjalan di Indonesia. Sumber pertama adalah berasal dari hukum yang 6 berlaku. Di negara kita ini ada sebuah perundangan yang mengatur perusahaan yang memproduksi atau memberikan layanan sebagai hajat hidup segenap masyarakat. Pasar jenis ini juga bisa tercipta karena lisensi, yaitu ada sebuah hak cipta atau hak paten yang didaftarkan. Tak menutup kemungkinan juga ada hak lain yang membuat pasar jenis ini ada, yaitu hak kekayaan intelektual. Selain hukum dan lisensi, pasar jenis ini juga bisa ada karena sebab alamiah, yaitu tercipta dengan sendirinya karena tidak ada pesaing atau industri lain yang lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan pada pengertian pasar. Monopoli memperoleh kekuatan pasarnya dari rintangan untuk masuk keadaan yang mencegah atau sangat menghalangi kemampuan pesaing potensial untuk bersaing di pasar. Ada tiga jenis hambatan utama untuk masuk: ekonomi, hukum dan kesengajaan. Hambatan ekonomi : Hambatan ekonomi termasuk skala ekonomi , persyaratan modal, keunggulan biaya dan keunggulan teknologi. Skala ekonomi : Penurunan biaya unit untuk volume produksi yang lebih besar. Penurunan biaya ditambah dengan biaya awal yang besar, Jika misalnya industri cukup besar untuk mendukung satu perusahaan dengan skala efisien minimum, maka perusahaan lain yang memasuki industri akan beroperasi pada ukuran yang kurang dari MES, sehingga tidak dapat berproduksi pada biaya rata-rata yang bersaing dengan perusahaan dominan. Dan jika biaya rata-rata jangka panjang perusahaan dominan terus menurun, maka perusahaan tersebut akan terus memiliki metode biaya terendah untuk menyediakan barang atau jasa. Persyaratan modal : Proses produksi yang membutuhkan investasi modal yang besar, mungkin dalam bentuk biaya penelitian dan pengembangan yang besar atau biaya hangus yang besar, membatasi jumlah perusahaan dalam suatu industri: ini adalah contoh skala ekonomi. Keunggulan teknologi : Monopoli mungkin lebih mampu memperoleh, mengintegrasikan, dan menggunakan teknologi sebaik mungkin dalam memproduksi barangnya sementara pendatang tidak memiliki keahlian atau tidak dapat memenuhi biaya tetap yang besar yang diperlukan untuk teknologi yang paling efisien . Jadi, satu perusahaan besar seringkali dapat menghasilkan barang dengan harga lebih murah daripada beberapa perusahaan kecil. Tidak ada barang pengganti : Monopoli menjual barang yang tidak ada penggantinya . Tidak adanya substitusi membuat permintaan untuk barang tersebut relatif tidak elastis, memungkinkan monopoli untuk mendapatkan keuntungan positif. 7 Pengendalian sumber daya alam : Sumber utama kekuasaan monopoli adalah penguasaan sumber daya (seperti bahan mentah) yang sangat penting untuk produksi barang akhir. Eksternalitas jaringan : Penggunaan suatu produk oleh seseorang dapat memengaruhi nilai produk itu bagi orang lain. Ini adalah efek jaringan . Ada hubungan langsung antara proporsi orang yang menggunakan suatu produk dan permintaan akan produk itu. Dengan kata lain, semakin banyak orang yang menggunakan produk, semakin besar kemungkinan orang lain akan mulai menggunakan produk tersebut. Ini mencerminkan mode, tren mode, jejaring sosial, dll. Ini juga dapat memainkan peran penting dalam pengembangan atau perolehan kekuatan pasar. Contoh paling terkenal saat ini adalah dominasi pasar Microsoft office suite dan sistem operasi di komputer pribadi. Hambatan hukum : Hak hukum dapat memberikan kesempatan untuk memonopoli pasar dalam suatu barang. Hak kekayaan intelektual, termasuk paten dan hak cipta, memberikan kendali eksklusif kepada perusahaan monopoli atas produksi dan penjualan barang tertentu. Hak milik dapat memberi perusahaan kendali eksklusif atas bahan-bahan yang diperlukan untuk menghasilkan barang. Periklanan: Periklanan paling penting untuk menjual produk karena pengguna tunggal, mereka harus melakukannya sendiri. Manipulasi : Perusahaan yang ingin memonopoli pasar dapat melakukan berbagai jenis tindakan yang disengaja untuk mengecualikan pesaing atau menghilangkan persaingan. Tindakan tersebut termasuk kolusi, melobi otoritas pemerintah, dan kekerasan. Selain hambatan masuk dan persaingan, hambatan keluar mungkin menjadi sumber kekuatan pasar. Hambatan untuk keluar adalah kondisi pasar yang membuat perusahaan sulit atau mahal untuk mengakhiri keterlibatannya dengan pasar. Biaya likuidasi yang tinggi merupakan penghalang utama untuk keluar. Keluar dan penutupan pasar terkadang merupakan peristiwa terpisah. Keputusan apakah akan menutup atau mengoperasikan tidak dipengaruhi oleh hambatan keluar. Sebuah perusahaan akan tutup jika harga turun di bawah biaya variabel rata-rata minimum. Perbedaan yang paling signifikan antara perusahaan PC dan monopoli adalah bahwa monopoli tersebut memiliki kurva permintaan yang miring ke bawah daripada kurva elastis sempurna yang "dirasakan" dari perusahaan PC. Hampir semua variasi yang disebutkan di atas berhubungan dengan fakta ini. Jika ada kurva permintaan yang miring ke bawah maka menurut kebutuhan ada kurva pendapatan marjinal yang berbeda. Implikasi dari fakta ini paling baik dinyatakan dengan kurva permintaan linier. Asumsikan bahwa kurva permintaan terbalik dalam bentuk x = a - by. Maka kurva pendapatan total adalah TR = ay - oleh 2 dan kurva pendapatan marjinal dengan demikian MR = a - 2by. Dari beberapa hal ini terbukti. Pertama, kurva pendapatan marjinal memiliki perpotongan y yang sama dengan kurva permintaan terbalik. Kedua, kemiringan kurva pendapatan marjinal adalah dua kali lipat dari kurva permintaan terbalik. Ketiga, perpotongan x dari kurva pendapatan marjinal 8 adalah setengah dari perpotongan kurva permintaan terbalik. Apa yang tidak begitu jelas adalah bahwa kurva pendapatan marjinal berada di bawah kurva permintaan terbalik di semua titik. Karena semua perusahaan memaksimalkan keuntungan dengan menyamakan MR dan MC, harus terjadi bahwa pada kuantitas yang memaksimalkan keuntungan MR dan MC lebih kecil dari harga, yang selanjutnya menyiratkan bahwa monopoli menghasilkan kuantitas yang lebih sedikit pada harga yang lebih tinggi daripada jika pasar sangat kompetitif. Fakta bahwa monopoli memiliki kurva permintaan yang miring ke bawah berarti bahwa hubungan antara total pendapatan dan keluaran untuk monopoli jauh berbeda dengan hubungan antara perusahaan pesaing. Pendapatan total sama dengan harga dikalikan kuantitas. Perusahaan kompetitif memiliki kurva permintaan elastis sempurna yang berarti pendapatan total sebanding dengan output. Jadi, kurva pendapatan total untuk perusahaan kompetitif adalah sinar dengan kemiringan yang sama dengan harga pasar. Perusahaan kompetitif dapat menjual semua output yang diinginkannya dengan harga pasar. Agar monopoli meningkatkan penjualan, ia harus menurunkan harga. Jadi kurva pendapatan total untuk monopoli adalah parabola yang dimulai dari awal dan mencapai nilai maksimum kemudian terus menurun hingga pendapatan total kembali nol. Pendapatan total memiliki nilai maksimumnya jika kemiringan fungsi pendapatan total adalah nol. Kemiringan fungsi pendapatan total adalah pendapatan marjinal. Jadi kuantitas dan harga yang memaksimalkan pendapatan terjadi ketika MR = 0. Sebagai contoh, asumsikan bahwa fungsi permintaan monopoli adalah P = 50 - 2Q. Fungsi pendapatan total akan menjadi TR = 50Q - 2Q 2 dan pendapatan marjinal akan menjadi 50 - 4Q. Menetapkan pendapatan marjinal sama dengan nol yang kita miliki, Jadi kuantitas yang memaksimalkan pendapatan untuk monopoli adalah 12,5 unit dan harga yang memaksimalkan pendapatan adalah 25. Perusahaan dengan monopoli tidak mengalami tekanan harga dari pesaing, meskipun mungkin mengalami tekanan harga dari potensi persaingan. Jika sebuah perusahaan menaikkan harga terlalu banyak, maka perusahaan lain dapat memasuki pasar jika mereka mampu menyediakan barang yang sama, atau pengganti, dengan harga yang lebih rendah. Gagasan bahwa monopoli di pasar dengan akses mudah tidak perlu diatur melawan dikenal sebagai "revolusi dalam teori monopoli".Perusahaan monopoli hanya dapat mengambil satu premi, dan masuk ke pasar komplementer tidak menghasilkan keuntungan. Artinya, total keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan monopoli jika ia berusaha memanfaatkan monopoli di satu pasar dengan memonopoli pasar pelengkap sama dengan keuntungan tambahan yang dapat diperolehnya dengan mengenakan biaya lebih untuk produk monopoli itu sendiri. Namun, teorema keuntungan monopoli tidak benar jika pelanggan dalam barang monopoli terdampar atau kurang informasi, atau jika barang terikat memiliki biaya tetap yang tinggi. Monopoli murni memiliki rasionalitas ekonomi yang sama dengan perusahaan persaingan sempurna, yaitu mengoptimalkan fungsi laba dengan beberapa kendala. Dengan asumsi kenaikan biaya marjinal, harga input eksogen, dan kendali terkonsentrasi pada satu agen atau pengusaha, keputusan optimal adalah 9 menyamakan biaya marjinal dan pendapatan marjinal produksi. Meskipun demikian, monopoli murni dapat - tidak seperti perusahaan pesaing - mengubah harga pasar demi kenyamanannya sendiri: penurunan produksi menghasilkan harga yang lebih tinggi. Dalam jargon ekonomi, dikatakan bahwa monopoli murni memiliki "permintaan yang miring ke bawah". Konsekuensi penting dari perilaku tersebut adalah bahwa biasanya sebuah monopoli memilih harga yang lebih tinggi dan kuantitas output yang lebih sedikit daripada perusahaan pengambil harga; sekali lagi, lebih sedikit tersedia dengan harga lebih tinggi. 2.2 FAKTOR YANG MENIMBULKAN PASAR MONOPOLI Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan wujudnya pasar (perusahaan) monopoli. Ketiga faktor tersebut adalah: 1. Perusahaan Monopoli Memiliki Suatu Sumber Daya yang Unik dan Tidak Dimiliki oleh Perusahaan Lain. Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah pemilikan suatau sumber daya yang unik (istimewa) yang tidak dimiliki oleh orang atau perusahaan lain. Perusahaan air minum di suatu kota adalah salah satu contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya yang unik. 2. Perusahaan Monopoli pada Umumnya Dapat Menikmati Skala Ekonomi (Economies of Scale) hingga ke Tingkat Produksi yang Sangat Tinggi. Di dalam abad ini perkembangan teknologi berlaku sangat pesat sekali. Di berbagai kegiatan ekonomi tingkat teknologi adalah sedemikian modernnya sehingga produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Keadaan seperti ini berarti suatu perusahaan hanya akan menikmati skala ekonomi yang maksimum apabila tingkat produksinya adalah sangat besar jumlahnya. Pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana biaya produksi mencapai keadaan di mana biaya produksi mencapai minimum, jumlah produksi adalah hampir menyamai jumlah permintaan yang wujud dalam pasar. Dengan demikian, sebagai akibat dari skala ekonomi yang demikian sifatnya, perusahaan dapat menurunkan harga barangnya apabila produksi semakin tinggi. Pada tingkat produksi yang sangat tinggi, harga adalah sedemikian rendahnya sehingga perusahaan-perusahaan baru tidak akan sanggup bersaing dengan perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli. 10 Suatu industri yang skala ekonominya mempunyai sifat seperti yang diterangkan di atas adalah perusahaan yang dikatakan merupakan monopoli alamiah atau natural monopoly. Monopoli alamiah pada umumnya dijumpai dalam perusahaan jasa umum (utilities) seperti perusahaan listrik, perusahaan air minum, perusahaan telepon, dan prusahaan amgkutan kereta api. 3. Monopoli Wujud dan Berkembang Melalui Undang-undang yaitu Pemerintah Memberi Hak Monopoli Kepada Perusahaan Tersebut. Di dalam undang-undang pemerintah yang mengatur kegiatan perusahaan-parusahaan terdapat beberapa peraturan yang akan mewujudkan kekuasaan monopoli. Peraturanperaturan yang seperti itu adalah : - Peraturan paten dan hak cipta Perkembangan ekonomi yang pesat terutama menimbulkan oleh perkembangan teknologi. Untuk mengembangkan teknologi kadang-kadang diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu kegiatan dan pengeluaran untuk mengembangkan teknologi tidak akan dilakukan perusahaan apabila hasil jerih payah mereka dengan mudah dicontoh atau dijiplak oleh perusahaan lain. Agar usaha mengembangkan teknologi dengan tujuan untuk menciptakan barang baru akan memberi keuntungan kepada perusahaan, haruslah pemerintah melarang dan menghukum kegiatan menjiplak tersebut. Hak cipta atau copy rights merupakan bentuk lain dari hak paten yaitu merupakan suatu jaminan hukum untuk menghindari penjiplakan. - Hak usaha eksklusif Apabila skala ekonomi hanya diperoleh setelah perusahaan itu mencapai tingkat produksi sangat tinggi, kepentingan khalayak ramai akan dimaksimumkan apabila perusahaan diberi kesempatan untuk menikmati skala ekonomi itu, dan pada waktu yang sama diharuskan menjual produksinya dengan harga rendah. Untuk menciptakan keadaan seperti ini secara serentak pemerintah harus menjalankan dua langkah : Memberikan hak monopoli kepada suatu perusahaan dalam suatu keadaan tertentu. Menentukan harga atau tarif yang rendah ke atas barang atau jasa yang diproduksikan. Contoh perusahaan ini adalah perusahaan air minum, pembangkit listrik dan angkutan kereta api. Tanpa adanya hak eksklusif untuk berusaha sebagai perusahaan monopoli akan timbul halangan untuk menikmati skala ekonomi secara maksimum. Sebagai akibatnya setiapa perusahaan akan menetapakan harga / tarif yang tinggi ke atas barang / jasa yang dihasilkannya. Untuk menghindari agar perusahaanh tidak 11 mengambil tindakan yang seperti itu pemerintah, di samping memberikan hak monopoli akan menetapkan harga / tarif penjualan dari barang / jasa yang disediakan perusahaan tersebut. 2.3 KEBIJAKAN PEMERINTAH ANTI MONOPOLI. Kebijakan pemerintah yang diberlakukan untuk mengatasi anti monopoli, diantaranya: 1. Membatasi ruang gerak monopolis dengan adanya campur tangan pemerintah dan penentuan harga maupun produksi. 2. Melakukan regulasi ekonomi terhadap monopoli bila kemunculannya tidak dapat dihindari lagi. 3. Kebijakan anti-trust yang berupaya mencegah monopolisasi atau penyalahgunaan antikompetitif, dengan mendirikan perusahaan tandingan yang mampu menyaingi monopolis. 4. Pengenaan pajak 5. Selain itu masalah larangan monopoli yang diatur dalam pasal 7 UU No. 5/1984 tentang perindustrian, dalam pasal tersebut pada intinya memberikan instruksi kepada pemerintah untuk: 1. Mewujudkan perkembangan industri yang lebih baik, secara sehat dan berhasil guna 2. Mengembangkan persaingan yang baik dan sehat serta mencegah persaingan yang tidak jujur. 3. Mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok atau perorangan dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat. Di dalam UU Antimonopoli ada ketentuan yang menggunakan kata-kata “dilarang” tetapi tidak otomatis dijatuhi hukuman, karena ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan pelaku usaha yang bersifat rule of reason . Artinya, perlu penelitian lebih jauh apakah tindakan pelaku usaha tertentu dapat mengakibatkan praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat pada pasar yang bersangkutan. Contoh: perusahaan A dan B melakukan merjer, dengan tujuan meningkatkan kemampuan perusahaan berupa kemampuan keuangan, meningkatkan pangsa pasar maupun meningkatkan sinergi dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen. Perusahaan hasil merjer ini tidak dapat dilarang, jika perusahaan hasil merjer tidak mengakibatkan praktek monopoli atau persaingan usaha tidak sehat pada pasar yang bersangkutan. 12 2.4 UNDANG-UNDANG TENTANG MONOPOLI. Terlepas dari kenyataaan bahwa dalam situasi tertentu kita membutuhkan perusahaan besar dengan kekuatan ekonomi yang besar, dalam banyak hal praktik monopoli, oligopoli, suap. Harus dibatasi dan dikendalikan, karena bila tidak dapat merugikan kepentingan masyarakat pada umumnya dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Strategi yang paling ampuh untuk itu, sebagaimana juga ditempuh oleh negara maju semacam Amerika, adalah melalui undang-undang anti-monopoli. Di Indonesia untuk mengatur praktik monopoli telah dibuat sebuah undang-undang yang mengaturnya. Undang-undang itu adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Undang-undang ini menerjemahkan monopoli sebagai suatu tindakan penguasaan atas produksi dan pemasaran barang atau penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha. Sedangkan praktik monopoli pada UU tersebut dijelaskan sebagai suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. UU ini dibagi menjadi 11 bab yang terdiri dari beberapa pasal. 2.5 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PASAR MONOPOLI. Kelebihan pasar monopoli antara lain sebagai berikut. 1. Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya. 2. Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar. 3. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk. 4. Dapat meningkatkan daya saing bilamonopoli diperoleh karena kemampuan efisiensi 5. Mudah mengontrol kepentingan orang banyak bila monopoli dilakukan Negara. 6. Dapat meningkatkan inovasi(penemuan baru)bila monopoli terbentuk karena pemberian hak cipta dan hak paten. Kelemahan pasar monopoli sebagai berikut. 1. Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh. 2. Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan. 3. Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli. 4. Adanya unsur eksploitasi terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi. 13 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan dan saran Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Ciri-ciri antara lain pasar monopoli adalah industri satu perusahaan, tidak mempunyai barang pengganti yang mirip, tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri, dapat mempengaruhi penentuan harga, promosi iklan kurang diperlukan. Faktor-faktor yang menimbulkan monopoli antara lain perusahaan monopoli memiliki suatu sumber daya yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain, perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi, monopoli wujud dan berkembang melalui undang – undang yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut. Dari ciri-ciri dan faktor-faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa monopoli cenderung dapat memperburuk distribusi pendapatan dalam masyarakat. Dengan terselesainya makalah ini semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mau mempelajarinya dan dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kesalahan maupun kekurangnya mohon kritik dan saran dari para pembaca. 14 DAFTAR PUSTAKA Dr. Ahmad Affandi Mahfudz, M.Ec. http://kafasyasarah.blogspot.com/2018/05/makalah-pasar-monopoli.html?m=1 http://repository.ut.ac.id/4837/1/EKMA4479-M1.pdf https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pasar-monopoli/ https://en.wikipedia.org/wiki/Monopoly Badrianto, Y., & Ekhsan, M. (2020). STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN DESA CIKEDOKAN. KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1). Ekhsan, M., & Nurlita, D. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pelatihan dan Promosi Jabatan Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 22(02), 113-120. Ekhsan, M. (2020). Pengaruh Stres Kerja, Konflik Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. MASTER: Jurnal Manajemen Strategik Kewirausahaan, 1(01), 11-18. Ekhsan, M. (2019). PENGARUH KOMPENSASI, PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA FRONTLINER PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK CABANG BEKASI. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis, 5(2), 249. Surtinah, W., & Ekhsan, M. (2020). Customer Relationship Management dan Kepuasan Konsumen Pada Restaurant di Jakarta. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 1(2), 50-56. 15

Judul: Makalah Pengantar Ekonomi Mikro Dosen Pembimbing Disusun Oleh Universitas Dian Nusantara Tanjung Duren Fakultas Pengantar Ekonomi Mikro Prodi Manajemen

Oleh: Reza Syahab

Ikuti kami