Fakultas Ilmu Administrasi Ui: Sebuah Tinjauan Dari Sudut Pandang Teori Organisasi

Oleh Ifti Khori Royhan

205,7 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Fakultas Ilmu Administrasi Ui: Sebuah Tinjauan Dari Sudut Pandang Teori Organisasi

Fakultas Ilmu Administrasi UI: Sebuah Tinjauan dari Sudut Pandang Teori Organisasi Oleh: Ifti Khori Royhan Maret 2015 merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi seluruh sivitas akademika Departemen Ilmu Administrasi UI. Setelah perjuangan yang cukup panjang, akhirnya Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI ditetapkan menjadi fakultas ke-15 di lingkungan Universitas Indonesia oleh Rektor Prof. Muhammad Annis. Pembentukan fakultas ini didasari oleh adanya kebutuhan akan pengembangan bidang ilmu administrasi yang memiliki fokus kajian utama dalam tataran kebijakan dan organisasi. Meskipun bersifat multidisipliner, Ilmu Administrasi memiliki wilayah serta metode kajian yang mandiri dan sejajar dengan disiplin ilmu-ilmu sosial lainnya. Pada awalnya, Ilmu Adminsitrasi merupakan bagian dari FH-IPK UI, ketika bidang IPK membentuk FIS hingga kini menjadi FISIP, Ilmu Administrasi menjadi salah satu departemen di bawahnya i. Sebagai sebuah organisasi baru, FIA UI menjadi sangat menarik untuk dikaji dalam perspektif teori organisasi dengan melihat aspek lingkungan, budaya, struktur, dan teknologi organisasinya. Lingkungan organisasi sebagaimana dikemukakan oleh Lubis dan Huseini (1987) merupakan seluruh elemen yang terdapat di luar batas-batas organisasi, yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi sebagian atau suatu organisasi secara keseluruhan ii. Secara konseptual, lingkungan FIA UI dapat dianalisis dengan menggunakan elemen (segmen) yang melingkupinnya. Komposisi elemen-elemen yang berpengaruh terhadap organisasi pada dasarnya akan berlainan, menyesuaikan dengan perbedaan organisasi dan kondisi lingkungan itu sendiri. Meskipun demikian, terdapat beberapa elemen yang secara umum diterima untuk menggambarkan lingkungan organisasi, yakni industri, bahan baku, tenaga kerja, keuangan, pasar, teknologi, kondisi ekonomi, pemerintah, dan kebudayaan. FIA UI sebagai sebuah organisasi pendidikan memiliki keseluruhan dari elemen-elemen tersebut. Industri berkaitan dengan organisasi lain yang bergerak dalam bidang sejenis sehingga dapat menjadi partner atau bahkan kompetitor. Beberapa organisasi yang dapat digolongkan sebagai industri dalam lingkungan FIA UI diantaranya adalah FIA Universitas Brawijaya, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Indonesia (STIAMI), STAN (dengan Ilmu Administrasi Fiskal), FEB (Akuntansi dengan Ilmu Administrasi Fiskal, dan Manajemen dengan Ilmu Admistrasi Niaga), Program Studi Administrasi Publik/Manajemen Kebijakan Publik di PTN maupun PTS (dengan Ilmu Administrasi Negara). Bahan baku utama dari organisasi pendidikan adalah siswa/mahasiswa yang akan dibentuk kompetensi keilmuannya sehingga dapat menjadi output yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Tenaga kerja mencakup tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan (staf administrasi) di dalam FIA UI. Keuangan merupakan darah dari organisasi yang dapat menentukan cepat/lambatnya pertumbuhan organisasi. Keuangan FIA UI nantinya dapat bersumber dari Biaya Operasional Pendidikan yang dibayarkan oleh mahasiswa, BOPTN dari DIKTI, dan sumber-sumber lainnya. Bahan baku yang sudah diproses menjadi barang jadi tersebut pada akhirnya akan didistribusikan ke pasar, dalam hal ini mencakup berbagai sektor baik publik maupun privat yang akan menyerap lulusan-lulusan FIA UI. Implementasi elemen teknologi dalam lingkungan FIA UI salah satunya dapat dilihat dari adanya kurikulum dan satuan pengajaran yang menjadi teknik dan strategi tersendiri dalam membentuk lulusan yang berkualitas. Kondisi ekonomi juga dapat memberikan pengaruh terhadap FIA UI meskipun tidak begitu signifikan. Bahkan, FIA UI sebagai organisasi pendidikan yang mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi seharusnya dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi melalui berbagai sumbangan pemikiran yang dihasilkan oleh para pakar Ilmu Administrasi di dalamnya. Pemerintah berhubungan langsung dengan FIA UI melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan dan regulasi tertentu terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. FIA UI juga memiliki kebudayaankebudayaan yang pada dasarnya berakar pada kebudayaan Departemen Ilmu Administrasi yang memang dapat dibedakan dengan kebudayaan departemen-departemen lain di FISIP UI. Dilihat dari banyaknya jumlah elemen lingkungan yang melingkupi, maka organisasi FIA UI dapat dikategorikan sebagai organisasi yang cukup kompleks. Namun, walaupun jumlahnya banyak, elemen-elemen lingkungan tersebut tidak mengalami perubahan secara cepat sehingga memiliki stabilitas yang cukup tinggi. Lingkungan yang kompleks dan stabil ini menyebabkan FIA UI memiliki ketidakpastian agak rendah dengan tekstur tenangmengelompok. Elemen-elemen lingkungan FIA UI saling berkaitan satu sama lain dan berubah secara bersamaan. Sebagai contoh, ketika pemerintah memutuskan untuk meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa baru dengan tujuan memperluas kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, maka jumlah bahan baku (mahasiswa) juga akan meningkat. Peningkatan jumlah mahasiswa menuntut adanya peningkatan jumlah tenaga kerja (staf dan karyawan), keuangan, dan lain sebagainya. Kesempatan dan ancaman dalam lingkungan bertekstur ini muncul dalam bentuk kelompok, sebagaimana yang terjadi di tahun 2013, dimana BEM FE UI mengadakan forum terbuka bertajuk “Diskusi Taman Makara: Fakultas Ilmu Administrasi, Memecah Makara Abu-abu.” Poin yang menjadi kekhawatiran dalam diskusi tersebut adalah adanya rumor mengenai akan dipindahkannya jurusan akuntansi dan manajemen ke dalam FIA serta mengenai prosentasi kesamaan SKS antara Program Studi Ilmu Administrasi Niaga dan Ilmu Manajemen yang melebihi 60% iii. Dalam lingkungan yang tenang-mengelompok, perencanaan dan peramalan menjadi hal yang sangat penting karena organisasi perlu mengantisipasi dan menghindari bahayabahaya tertentu akibat adanya perubahan dalam lingkungan. Beberapa poin diatas selanjutnya disiasati dengan penyusunan dan penataan ulang kurikulum setiap program studi di FIA UI. Selain itu juga dengan dilakukannya lobbying terhadap pihak-pihak terkait untuk memberikan gambaran bahwa domain yang menjadi fokus kajian bidang Ilmu Administrasi berbeda dengan domain ilmu-ilmu yang ada di FEiv. Sebagai organisasi yang memiliki ketidakpastian agak rendah, FIA UI bersifat mekanistik dengan struktur formal dan tingkat sentralisasi cenderung tinggi. Pekerjaan terbagi menjadi tugas-tugas yang bersifat khusus, terperinci, dan terpisah satu sama lain. Aktivitas operasionalnya juga distandarkan dengan prosedur-prosedur tertentu dan komunikasi cenderung bersifat vertikal. FIA UI memiliki budaya-budaya tertentu yang menjadi kepribadian sehingga membedakannya dengan organisasi-organisasi lain. Kebudayaan yang dimaksudkan disini tidaklah terbatas pada sesuatu yang bersifat abstrak saja, tetapi juga meliputi semua aspek yang memberikan pemahaman yang sama diantara para anggota mengenai bagaimana sebenarnya organisasi itu dan bagaimana anggota seharusnya berlaku. Aspek-aspek tersebut meliputi inisiatif individual, toleransi terhadap tindakan beresiko, arah, integrasi, dukungan dari manajemen, kontrol, identitas, sistem imbalan, toleransi terhadap konflik, dan pola-pola komunikasiv. Dalam organisasi, akan terdapat budaya dominan dan sub budaya. Budaya dominan adalah budaya yang dimiliki oleh FIA UI sebagai satu entitas organisasi, sedangkan sub budaya dimiliki oleh masing-masing bagian yang ada di FIA seperti program studi, dan lain-lain. Budaya dominan FIA UI merupakan budaya yang dibawa semenjak masih menjadi departemen di bawah FISIP UI, budaya tersebut dibentuk oleh pendiri dan generasi-generasi awal Departemen Ilmu Administrasi UI. Namun demikian, dengan usianya yang baru menginjak satu tahun, masih cukup sulit untuk mendefinisikan sub budaya dari FIA UI. Budaya yang dimiliki oleh FIA UI ini diturunkan dari generasi ke generasi melalui berbagai saluran seperti ceritera, ritual, simbol material, dan bahasa. Setiap mahasiswa baru akan diberikan tugas untuk mencari dan mengumpulkan data mengenai sejarah FIA UI, siapa tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya, dan bagaimana perkembangannya saat ini. Ritual yang ada di FIA UI salah satunya adalah kegiatan Latihan Dasar dan Manajemen Kepemimpinan (LDMK) untuk menyambut mahasiswa baru Ilmu Administrasi UI. Dalam ritual tersebut akan ditanamkan nilai-nilai ke-adm-an dengan harapan dapat memunculkan sikap esprit de corps mahasiswa baru terhadap FIA UI. Di akhir kegiatan akan ada acara puncak yang dikenal dengan istilah road. Dalam road, mahasiswa baru akan menginap di kampus selama dua hari satu malam dan mengikuti berbagai acara seperti temu angkatan, outbond, dinamika angkatan, hingga sesi evaluasi oleh senior. Dalam acara tersebut mahasiswa baru juga harus dapar menghafal jo-road yang merupakan identitas masing-masing angkatan. Simbol material berupa panji dan makara FIA UI yang berwarna merah dan Indigo membedakannya dengan fakultas-fakultas lain. Beberapa istilah juga menjadi bahasa yang terkadang hanya dimengerti oleh sivitas Ilmu Administrasi seperti penyebutan mata kuliah Pengamen (Pengantar Manajemen), PTO (Pengantar Teori Organisasi), Sempak (Seminar Pajak), dan lain sebagainnya. Budaya organisasi mungkin cocok untuk waktu dan keadaan tertentu. Namun waktu dan kondisi berubah. Sebagai sebuah sistem terbuka, organisasi juga harus menyesuaikan diri terhadap segala perubahan kondisi yang ada, termasuk dengan cara mengubah budayanya. Hal inilah yang menjadi isu terkait dengan Budaya Organisasi FIA UI. Acara LDMK yang ketika FIA UI masih berbentuk Departemen Ilmu Administrasi diserahkan secara penuh kepada panitia (senior), sejak tahun 2015 juga melibatkan pihak Fakultas. Bahkan pihak Fakultas memberikan intervensi yang cenderung dominan. LDMK tahun 2015 berbeda dengan LDMK tahun-tahun sebelumnya baik dari segi panitia maupun acara. Panitia LDMK FIA UI 2015 berasal dari seluruh angkatan, baik 2014, 2013, bahkan 2012. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, panitia LDMK hanya boleh satu angkatan dan ada ketentuan genap-ganjil. Mahasiswa angkatan 2011 menjadi panitia LDMK untuk mahasiswa baru angkatan 2013, angkatan 2012 menjadi panitia LDMK untuk mahasiswa baru angkatan 2014 dan seterusnya. Selain itu, tidak ada lagi acara road di puncak rangkaian kegiatan LDMK dan kegiatan pengumpulan mahasiswa baru oleh panitia yang sebelumnya dilakukan setiap seminggu sekali menjadi tiga minggu sekali atau bahkan lebih dari itu. Keinginan untuk mengubah budaya ini sempat disampaikan oleh ketua program sarjana Departemen Ilmu Administrasi. Hal ini sesungguhnya ditujukan untuk merubah luaran dari rangkaian acara LDMK dimana ritual tersebut seharusnya tidak menjadi sarana pengekspresian senioritas atau sejenisnya, melainkan menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk dapat memperoleh gambaran mengenai apa yang akan dilakukannya selama berkuliah di FIA UI empat tahun mendatang. Mereka diharapkan dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing dan secara bersama-sama berkontribusi untuk membangun dan mengembangkan FIA UI. Awalnya, hal ini cukup mendapatkan penentangan dari panitia, karena dikhawatirkan dengan sistem yang baru tidak dapat memunculkan kerekatan internal angkatan maupun antar angkatan. Meskipun pada akhirnya, LDMK tetap dilaksanakan dengan berbagai perubahan tersebut. Seharusnya, sebelum memutuskan untuk merubah sistem yang digunakan dalam ritual LDMK, dilakukan terlebih dahulu serangkaian strategi komprehensif dalam mengelola (merubah) budaya. Di awal harus dilakukan analisis budaya untuk membandingkan budaya yang sekarang dengan budaya yang diharapkan serta mengidentifikasi elemen budaya apa saja yang harus diganti. Karena tidak mungkin semua bagian dari sistem tersebut harus diganti secara keseluruhan. Untuk menjaga instensifitas interaksi mahasiswa baru dengan senior-nya serta rekan-rekan seangkatannya seharusnya pertemuan LDMK tetap dilakukan setiap satu minggu sekali, karena itu juga hanya berjalan selama dua bulan. Namun, konten yang dibawa lebih disempurnakan lagi, misalnya dengan mengadakan sesi mentoring terkait dengan pembuatan program kreativitas mahasiswa dan karya tulis ilmiah. Struktur organisasi FIA UI sebetulnya belum secara resmi dipublikasikan karena memang SK Rektor mengenai masa transisi FIA UI belum diterbitkan. Untuk mempelajari (rancangan) struktur organisasi FIA UI dalam hal akan diperbandingkan dengan struktur organisasi Departemen Ilmu Administrasi UI. Secara umum, nantinya FIA UI yang dipimpin oleh seorang Dekan dengan dibantu dua wakil dekan akan membawahi tiga departemen yakni Departemen Ilmu Administrasi Negara, Departemen Ilmu Administrasi Niaga, dan Departemen Ilmu Administrasi Fiskal. Struktur masing-masing departemen kurang lebih akan sama dengan struktur Departemen Ilmu Administrasi (DIA) ketika masih berada di bawah naungan FISIP UI. Berikut merupakan bagan yang menggambarkan struktur organisasi Departemen Ilmu Administasi UI dan (rancangan) struktur organisasi FIA UI. Ketua DIA Sekretaris DIA Ketua Program Sarjana Ketua Program Pascasarjana Sekretaris Program Sarjana Sekretaris Program Pascasarjana Ketua Program Ekstensi Seretaris Program Ekstensi Kaprodi Ilmu Administrasi Negara Kaprodi Ilmu Administrasi Negara Kaprodi Ilmu Administrasi Niaga Kaprodi Ilmu Administrasi Niaga Kaprodi Ilmu Administrasi Fiskal Kaprodi Ilmu Administrasi Fiskal Bagan 1. Struktur Organisasi Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI Dekan FIA Wakil Dekan I Wakil Dekan II Manajer Kemahasiswaan Manajer Pendidikan Departemen Ilmu Adm. Negara Departemen Ilmu Adm. Niaga Departemen Ilmu Adm. Fiskal Bagan 2. (Rancangan) Struktur Organisasi FIA UI Telaah terhadap Struktur Organisasi FIA UI dapat dilakukan dengan menganalisis tiga dimensi inti dari struktur organisasi, yakni kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi. Kompleksitas terkait dengan tigkat diferensiasi baik dari segi horisontal maupun vertikal dalam organisasi FIA UI. Diferensiasi horisontal berkaitan dengan spesialisasi dan departementalisasi. Dalam organisasi FIA UI, dapat dilihat adanya spesialisasi berdasarkan fungsi. Fungsi tersebut diimplementasikan ke dalam tiga departemen (departementalisasi) dengan subbidang kajian yang berbeda yakni Negara (Publik), Niaga (Bisnis), dan Fiskal (Pajak). Dari sisi vertikal, FIA UI (dengan masing-masing departemen memiliki struktur ke bawah hingga ke mahasiswa) memiiki sekitar 6 tingkatan organisasi. Top manager di FIA UI akan cukup kesulitan untuk mengawasi seluruh mahasiswa FIA UI yang jumlahnya lebih dari 1.000 orang. Organisasi FIA UI memiliki tingkat formalisasi yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari dijalankannya teknik-teknik formalisasi oleh FIA UI seperti seleksi, baik seleksi mahasiswa baru, karyawan, maupun dosen; adanya persyaratan peran; adanya peraturan, prosedur, dan kebijakan (segala aktivitas harus memiliki payung hukum seperti UU, SK Rektor, SK Dekan, dll.); diadakannya pelatihan (misalnya orientasi untuk mahasiswa baru); dan ritual. Selain itu, FIA UI memiliki tingkat sentralisasi yang cenderung tinggi, meskipun juga ada pemberian kewenangan kepada masing-masing departemen untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Tetapi untuk aktivitas seperti pengangkatan dan pemberhentian anggota organisasi (dosen, karyawan, mahasiswa), melakukan kerja sama atau membentuk ventura, serta aktivitas-aktivitas penting lain harus mendapat persetujuan atau merupakan keputusan dekanat. Dari sisi desain organisasi, FIA UI tergolong dalam jenis variasi konfigurasi struktur divisional. Hal ini dikarenakan masing-masing departemen baik Departemen Ilmu Administrasi Negara, Departemen Ilmu Administrasi Niaga, maupun Departemen Ilmu Administrasi Fiskal sebetulnya merupakan sebuah unit yang otonom, yang didesain untuk dapat secara efektif menangani organisasi dengan ukuran cukup besar, lingkungan yang sederhana dan stabil, dan sebuah teknologi yang terdiri atas pekerjaan yang rutin dan tersandardisasi dengan tetap dikoordinasikan oleh pihak Dekanat FIA UI. Masing-masing kepala departemen akan diberi tanggung jawab penuh untuk mengelola berbagai hal seperti yang terkait dengan kurikulum, jadwal perkuliahan, dan lain sebagainya. Permasalahan yang terkait dengan struktur organisasi FIA UI adalah belum adanya kejelasan atau payung hukum, yakni SK Rektor UI untuk menetapkan pejabat dekan yang menjadi top manager di FIA UI. Dengan demikian, dekan pun tidak dapat membuat SK pengangkatan manager-manager lainnya seperti wakil dekan, ketua departemen, dan lain sebagainya. Upaya yang dapat dilakukan yakni dengan mengintensifkan lobbying kepada pihak rektorat dengan disertai proposal final mengenai struktur dan kelengkapan FIA UI. Selain itu juga dapat dilakukan dengan meningkatkan eksistensi anggota organisasi FIA UI seperti prestasi dosen, karyawan, ataupun mahasiswa serta pengadaan kegiatan-kegiatan tertentu yang dapat memberikan pengertian bahwa FIA UI sudah cukup siap untuk bergerak secara mandiri dengan struktur organisasi yang jelas. Teknologi organisasi memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya terbatas pada mesin-mesin produksi. Teknologi diartikan sebagai pengetahuan, alat-alat, teknik, dan kegiatan, yang digunakan untuk mengubah input menjadi output. Thompson (dalam Lubis dan Huseini, 1987) mengungkapkan ada tiga klasifikasi organisasi bedasarkan hubungan yang terjadi dengan konsumen maupun kegiatan internal yang terjadi di dalamnya yakni teknologi perantara, teknologi rangkaian panjang, dan teknologi intensifvi. FIA UI tergolong sebagai organisasi dengan teknologi intensif karena merupakan kumpulan dari berbagai jenis pelayanan khusus (seperti pendidikan, bagian administrasi, laboratorium, dll.) dimana keseluruhannya digabungkan untuk melayani kepentingan mahasiswa. Beberapa penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan antara teknologi dengan struktur organisasi. Namun demikian, teknologi hanya menjadi salah satu faktor yang menentukan struktur organisasi. Masih ada faktor yang lain terutama yang terkait dengan kondisi dan lingkungan organisasi. Untuk menganalisis keterkaitan antara teknologi dengan Struktur Organisasi FIA UI, dapat digunakan dua dimensi kegiatan kerja yang dikemukakan oleh Perrow, yakni variasi tugas dan kemudahan analisis. FIA UI termasuk organisasi dengan variasi tugas yang rendah, pekerjaan dilakukan secara berulang-ulang dan tugas yang cenderung sama. pekerjaan yang dilakukan lebih mudah untuk dianalisis karena didasarkan pada prosedur yang jelas dan baku. Sehingga Teknologi Organisasi FIA UI dapat digolongkan ke dalam teknologi rutin yakni dengan kemudahan analisis yang tinggi dan variasi tugas yang rendah. Jika ditinjau secara konseptual, teknologi rutin yang dimiliki oleh FIA UI akan memberikan pengaruh kepada karakteristik organisasi lain seperti organisasi yang bersifat mekanistik; kualifikasi karyawan dengan tingkat pendidikan dan pelatihan yang tidak terlalu tinggi; standardisasi yang tinggi; rentang kendali yang lebih besar; sentralistik; komunikasi, koordinasi, dan kontrol yang bersifat vertikal; serta fokus pada peningkatan efisiensi dan kuantitas produk. Namun, sebagaimana disebutkan di atas bahwa teknologi bukan satusatunya faktor yang membentuk karakteristik organisasi, terdapat pengecualian terhadap pengaruh tersebut terhadap organisasi FIA UI. Meski tergolong memiliki teknologi rutin, namun karyawan (tenaga kerja, termasuk dosen) memiliki tingkat pendidikan dan pelatihan yang tinggi, karena mereka akan membentuk luaran dengan kualifikasi pendidikan yang tinggi pula. Meskipun cenderung sentralistik, namun FIA UI tetap memberikan power pada manajer lini untuk mengambil keputusan-keputusan tertentu sehingga komunikasi, koordinasi, dan kontrol tidak mutlak vertikal. Fokus perhatian FIA UI juga lebih cenderung untuk meningkatkan kualitas output dibandingkan kuantitasnya, karena FIA UI sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dimana nature-nya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, karakteristik struktur organisasi FIA UI sebagai sebuah organisasi yang memiliki ukuran cukup besar dengan kondisinya yang bergerak dalam bidang pendidikan, merupakan hasil akhir dari berbagai macam pengaruh, baik teknologi, ukuran, maupun lingkungan organisasi. Berdasarkan pembahan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun FIA UI merupakan organisasi yang tergolong baru, namun sudah dapat diidentifikasi aspek lingkungan, budaya, struktur, dan teknologi organisasinya. Meskipun beberapa aspek ada yang sudah tumbuh sejak menjadi Departemen Ilmu Administasi FISIP UI dan beberapa juga ada yang masih dihinggapi permasalahan-permasalahan tertentu. Sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, pada akhirnya seluruh aspek dalam FIA UI seharusnya dapat memberikan dukungan untuk pencapaian tujuan organisasi yang hendak menjadi pusat pengembangan keilmuan khususnya di bidang administrasi. i Fakultas Ilmu Administrasi UI. http://fia.ui.ac.id/profil-fakultas-ilmu-administrasi-ui/. diakses pada 5 April 2016. ii S.B. Lubis dan Martani Huseini, Teori Organisasi (Suatu Pendekatan Makro), (Jakarta: PAU Ilmu Sosial, 1987), hlm. 19. iii Firda Nugraha. Dibalik Wacana Pendirian Fakultas Ilmu Administrasi. FISIPERS UI Vol. Maret 2013. http://fisipers.tumblr.com/post/45920265428/dibalik-wacana-pendirian- fakultas-ilmu. diakses pada 4 April 2016. iv Aulia L. Aziz. 2014. Dirikan FIA Rombongan UI Berguru pada FIA UB. http://fia.ub.ac.id/blog/berita/dirikan-fia-rombongan-universitas-indonesia-berguru-padafia-ub.html. diakses pada 4 April 2016. v Stephen P. Robbins, Teori Organisasi: Struktur, Desain & Aplikasi. Alih Bahasa Jusuf Udaya, (Jakarta: Arcan, 1994), hlm. 497. vi S.B. Lubis dan Martani Huseini, Op.Cit, hlm. 103.

Judul: Fakultas Ilmu Administrasi Ui: Sebuah Tinjauan Dari Sudut Pandang Teori Organisasi

Oleh: Ifti Khori Royhan


Ikuti kami