Saya Dan Ilmu Hubungan Internasional "tulisan Orang Bukan Tulisan Saya Yah"

Oleh Muh Novan

109,5 KB 10 tayangan 1 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Saya Dan Ilmu Hubungan Internasional "tulisan Orang Bukan Tulisan Saya Yah"

Saya dan Ilmu Hubungan Internasional Saya dan Ilmu Hubungan Internasional Selamat datang para pembaca! awalnya tulisan saya tentang Ilmu Hubungan Internasional ini ditulis ketika saya menjalani semester II pada tahun 2013 silam. tidak disangka ternyata denga terus berjalannya waktu, banyak komentar-komentar yang berisi tentang pertanyaan tentang jurusan ini. maka dari itu, selain menceritakan pengalaman saya ketika memutuskan untuk memilih jurusan ini, saya akan menambahkan penjabaran umum tentang ilmu hubungan internasional secara khusus. semoga bermanfaat! selamat membaca… Ilmu Hubungan Internasional, nama jurusan yang saya ketahui sejak kelas 3 SMA ini adalah jurusan yang baru pernah saya dengar selama hidup saya pada saat itu. Berbeda dengan jurusan lain seperti pertanian, ekonomi, ataupun hukum yang sudah biasa saya dengar sejak SD. Sejak mengetahui nama jurusan Ilmu Hubungan Internasional itu juga saya mulai tertarik dengan jurusan ini. Ilmu Hubungan Internasional diperkenalkan oleh ayah saya sebagai pemberi inspirasi dan pemberi pejelasan tentang jurusan-jurusan yang ada di perguruan tinggi sewaktu saya menjelang lulus SMA. Ayah saya juga pada awalnya merekomendasikan jurusan ini setelah beliau melakukan obrolan ringan dengan dosen beliau di Universita Brawijaya, kebetulan ayah saya sedang studi S3 nya disana. Orang tua saya bukanlah tipe orang tua yang memaksa anaknya untuk masuk ke jurusan tertentu saat kuliah, hanya saja ayah saya sangat tidak menyarankan saya untuk langsung bekerja ataupun memasuki pendidikan yang memiliki rentang waktu pendidikan yang pendek seperti keperawatan atau bidang keahlian lainnya. mungkin maksud dari ayah saya adalah agar saya menjadi orang yang pemikir dan pendidikan yang rentang waktunya bagus untuk saya agar memiliki pola pikir yang matang untuk menghadapi persaingan di dunia kerja nantinya. Memang pada awalnya tujuan saya setelah lulus SMA bukanlah Kuliah di jurusan ini. jauh hari sebelum Ujian Nasional dilaksanakan, saya sudah mengirim application form ke salah satu sekolah pilot di Indonesia untuk mendapatkan beasiswa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. walaupun, ayah saya tidak menyarankan. Setelah dilakukan seleksi administrasi saya dipanggil ke Jakarta dan tes tulis lanjutan untuk memenuhi seleksi yang diadakan sekolah pilot tersebut. saat itu, mulai banyak pertimbangan setelah menerima panggilan. karena saya sebelumnya tidak pernah mengikuti tes tulis masuk perguruan tinggi sebagai alternatif lain apabila saya tidak lulus tes beasiswa pilot itu. Sebelumnya yang saya pikirkan hanyalah beasiswa itu, dan pada akhirnya setelah mendengar kabar saya diterima seleksi administrasi saya mencari perguruan tinggi yang masih mengadakan penerimaan mahasiswa baru dan perguruan tinggi yang saya dapatkan salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Namun bukan tanpa halangan, pelaksanaan tes tulis Penerimaan mahasiswa baru UMM dan Beasiswa yang saya inginkan diadakan pada tanggal yang sama dan tempat yang berbeda, yang satu di bagian timur pulau jawa dan satunya lagi di bagian barat Jawa. Disinlah saya merasakan hidup adalah benar-benar sebuah pilihan. Saya benar benar stres dalam mempertimbangkan hal ini, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti tes tulis masuk UMM gelombang ke-3 dan memilih jurusan ilmu Hubungan Internasional dan pilihan kedua di formulir itu saya kosongkan. Dari tes ini yang saya takutkan adalah kebanyakan soal tes tulisnya mencakup materi pelajaran Ilmu sosial, sedangkan saya adalah lulusan sekolah menengah konsentrasi ilmu alam. Namun dengan berusaha membaca sedikit refrensi ilmu sosial dan allhamdulillah saya merasa nyaman saat menjawab soal tes tulis untuk masuk ke Universitas Muhammadiyah Malang itu. Setelah ujian saya justru merasa lebih stres, karena jika saya tidak lulus tes tulis UMM ini, logikanya berarti saya tidak ada hal yang dilakukan untuk mengisi waktu saya untuk setahun ke depan. Tapi, pada akhirnya dengan izin Allah saya diterima di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Ilmu hubungan Internasional, salah satu Universitas yang memiliki Jurusan Ilmu Hubungan Internasional dengan akreditasi A. Pada awal perkenalan jurusan ilmu Hubungan Internasional ini saya dan teman-teman saya sejurusan yang lain telah ditanamkan semangat dan kebanggaan sebagai seorang mahasiswa ilmu hubungan internasional di salah satu agenda universitas tentang pengarahan tentang jurusan pada saat PESMABA. Saya ingat pada saat itu pak Tonny Dian Effenfi menjelaskan tentang jurusan Ilmu Hubungan Internasional dengan santai dan humoris. namun, hal itu membuat saya mudah mengerti apa saja poin-poin yang disampaikan. Dan hal lain yang paling saya ingat pada saat itu adalah salah seorang dosen menutup pertemuan dengan menyanyikan lagu Donna-Donna. Di saat awal perkuliahan, saya sedikit asing dengan mata kuliah tertentu seperti manajemen, sosiologi dan ilmu politik. Sudah jelas keasingan itu dikarenakan latar belakang pendidikan saya pada saat SMA. Namun, seiring waktu berjalan saya merasa mudah beradaptasi dan menurut saya ilmu sosial adalah ilmu yang sangat menarik, sengan modal awal saya kuliah walau hanya beberapa minggu saja saya dapat melakukan observasi ataupun mengamati kejadian yang berhubungan dengan persoalan sosial dalam kehidupan sehari hari. Dan perkuliahan yang paling berbeda tentunya adalah mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, disini pak Tonny menekankan kepada mahasiswanya agar di kehidupan sehari-hari kita sebaiknya memiliki mindset hubungan internasional dan menghubungkan dan menganalogikan apa yang kita temui seharihari dengan materi yang kita dapatkan dari teori-teori ilmu hubungan internasional. pesan-pesan beliau selalu mudah diingat dan bisa menjadi konsep bagi mahasiswanya untuk melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya. dan dari kuliah itu pula yang membuat saya semakin memiliki passion untuk mempelajari hubungan internasional karena di abad ke-21 hubungan internasional sangat berperan penting karena globalisasi adalah semua tentang interaksi global yang pastinya pasti akan kita temui di kehidupan sehari-hari dan dengan bekal ilmu hubungan internasional ini sendiri menjadikan kita lebih siap untuk menghadapinya dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mempelajarinya. namun sebelumnya perlu rasanya saya infokan bahwa jurusan Ilmu Hubungan Internasiona tidak selalu menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. di beberapa Universitas Lain, Jurusan HI bahkan merupakan bagian dari jurusan yang ada di Fakultas Filsafat dan Kemanusiaan. Menjadi mahasiswa pada umumnya dan mahasiwa jurusan ilmu hubungan internasional pada khusunya menjadikan saya pribadi yang berbeda daripada sebelumnya. Saya lebih bisa memahami realita hidup dimana kita manusia sebagai makhluk sosial, saya lebih mandiri daripada sebelumnya, menjadikan saya yang dulunya kurang sering membaca koran menjadi sering dan ketika mendapatkan koran itu sendiri saya selalu memiliki reflek untuk membuka halaman berita internasional terlebih dahulu, saya selalu mencoba menerapkan apa yang dikatakan pak Tonny kepada mahasiwanya “jika orang meminta anda 10, berikan 12!” walaupun tidak secara sempurna bisa saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan yang menurut saya yang pain berubah dari diri saya adalah ketika saya ingin membeli barang import dari luar saya pasti memikirkan barang itu dari negara mana dan jika saya membeli itu berarti saya mnguntungkan pihak siapa. Well, itu tadi adalah beberapa perubahan setelah saya menjadi mahasiswa ilmu hubungan internasional yang bisa saya jelaskan dengan tulisan. Untuk harapan kedepannya saya berharap saya bisa menerapkan apa yang saya dapatkan di perkuliahan saya di jurusan ilmu hubungan internasional ini dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Inspirasi saya untuk menjadi orang yang lebih baik tentunya dari persaingan yang ada di kelas dan juga dosen pengantar ilmu hubungan Internasional saya, bapak Tonny Dian Effendi. Beliau sangat besar pengaruhnya bagi saya dan selalu menginspirasi di setiap kali saya bertemu dengan beliau. Saya bukan jenis orang yang mudah mengutarakan perasaan. Namun, jika ada kesempatan untuk mengucapkannya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Tonny. dan pak Tonny lah yang selama ini mungkin secara tidak beliau sadari membangkitkan passion saya dalam belajar ilmu hubungan internasional untuk kedepannya. Jadi, Saya dan ilmu hubungan internasional saat ini adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Belajar Ilmu Hubungan Internasional sudah menjadi bagian hidup saya walaupun ini terlalu dini untuk mengatakannya, tapi itulah yang saya rasakan saat menulis ini. dan apabila kita kuliah di jurusan ini kita tidak hanya mendapatkan ilmu yang rentangnya sempit, bahkan di di semester awal di jurusan ilmu ilmu hubungan internasional saja kita bisa mendapatkan ilmu managemen, komunikasi, pemerintahan, sosiologi, ekonomi, politik, logika dan hukum dan bagi saya hubungan internasional adalah ilmu yang hanya bisa di mengerti apabila kita mengerti disiplin ilmu yang saya sebutkan di atas. diatas tadi merupakan pengalaman saya ketika memilih menjalani Studi HI. dari penjabaran di atas, mungkin masih terdapat banyak informasi yang belum lengkap. nah, bagi kalian yang penasaran tentang Ilmu Hubungan Internasional, setelah ini akan saya jabarkan apa itu Ilmu Hubungan Internasional berdasarkan pengalaman dan sumber-sumber lainnya. Jurusaan ilmu hubungan internasional di Indonesia merupakan program studi yang masih sangat sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Data Kementerian menunjukkan, jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 3.216 institusi. dari sekian banyak jumlah perguruan tinggi yang ada, hanya terdapat kurang dari 50 perguruan tinggi yang mempunyai program studi ilmu hubungan internasional. padahal, ilmu hubungan internasional adalah sebuah kajian penting, mengingat, interaksi antar negara di era pasca perang dingin saat ini semakin intens dan semakin kompleks, juga dinamis, yang artinya, Indonesia juga membutuhkan banyak sumber daya manusia yang ahli dibidang hubungan internasional. Karena jumlahnya yang sedikit, masih banyak masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda yang menempuh pendidikan setingkat sekolah menengah atas yang masih belum mengenal jurusan ilmu hubungan internasional. Tulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan ilmu hubungan internasional secara umum kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan generasi muda Indonesia khususnya. Apa itu Ilmu Hubungan Internasional? Untuk memahami apakah yang dimaksud dengan Ilmu Hubungan Internasional, alangkah lebih baiknya jika kita mencari tahu definisi hubungan internasional. Arti hubungan internasional secara umum adalah kerjasama antar negara, yaitu unit politik yang didefinisikan secara global untuk menyelesaikan berbagai masalah. Menurut UU No. 37 Tahun 1999, hubungan internasional adalah kegiatan yang menyangkut aspek regional dan internasional yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat pusat dan internasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, badan usaha, organisasi politik, organisasi masyarakat, LSM atau Warga Negara. Menurut pandangan para ahli dari barat, J.C. Johari, hubungan internasional merupakan sebuah studi tentang interaksi yang berlangsung diantara negara-negara berdaulat disamping itu juga studi tentang pelaku-pelaku non negara (non states actors) yang perilakunya memiliki dampak terhadap tugas-tugas negara. sedangkan menurut ahli dari Indonesia, Mohtar Mas’oed, hubungan internasional adalah hubungan yang melibatkan bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat sehingga diperlukan mekanisme yang kompleks dan melibatkan banyak negara. terdapat berbagai pandangan yang berdeda dalam mendefinisikan hubungan internasional. Namun bisa disimpulkan bahwa hubungan internasional merupakan interaksi yang terjadi pada skala lintas batas negara yang dilakukan oleh aktor negara seperti pemerintah dan non pemerintah seperti LSM dan Individu melalui dua kemungkinan interaksi, yaitu konflik dan damai. Karena hubungan internasional merupakan suatu interaksi yang tidak dapat dihindari, maka lahirlah dari rumpun ilmu sosial dan politik sebuah studi tentang hubungan internasional yang biasa disebut dengan ilmu hubungan internasional. Ilmu hubungan internasional adalah ilmu yang mempelajari hubungan antarnegara, termasuk peran sejumlah negara, organisasi internasional antar pemerintah (IGO), organisasi internasional non pemerintah (INGO), organisasi pemerintah (NGO), dan perusahaan multinasional(MNC). Ilmu Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta membantu merumuskan kebijakan luar negeri negaranegara tertentu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, ternyata tidak hanya pemerintah yang memiliki peran penting dalam hubungan internasional, maka dari itu ilmu hubungan internasional modern juga mempelajari prilaku aktor non negara yang pernah disebutkan sebelumnya Walaupun secara umum ilmu hubungan internasional merupakan rumpun dari ilmu sosial dan politik. HI sendiri nyatanya terkonstruksi dari berbagai disiplin ilmu seperti filsafat, ilmu alam, ilmu sosial, ilmu psikologi, ekonomi dan banyak ilmu-ilmu lainnya. Karena terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu maka ilmu hubungan internasional bisa disebut dengan bidang studi yang interdisipliner. Yang dipelajari dalam jurusan hubungan internasional diantaranya menyangkut pembuatan kebijakan, teori hubungan internasional, aktor-aktor internasional, keamanan dan perdamaian internasional, regionalisme, organisasi internasional, studi strategis, studi perdamaian, politik internasional, ekonomi internasional, globalisasi dan isu-isu global, ekonomi politik internasional, hukum internasional, politik identitas, studi kawasan dan banyak lagi. Biasanya apa yang dipelajari akan sangat tergantung atas visi dan misi jurusan ilmu hubungan internasional yang ada pada perguruan tinggi. Mengapa Mempelajar Ilmu Hubungan Internasional? Tanpa disadari dampak hubungan internasional dapat kita lihat dengan jelas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai warga dunia, kejadian-kejadian internasional, seperti kebijakan, pengaruh kepentingan politik, ancaman-ancaman teror yang dapat merubah interaksi antar warga dunia dan semacamnya adalah hal yang tidak lagi asing dan seringkali kita merasakan dampaknya secara langsung maupun tidak langsung, kebijakankebijakan menguntungkan satu pihak dan segelintir dampak dunia lain yang perlu dibenahi bersama. Untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan dunia sebagai suatu negara ,kita perlu mempelajari hal – hal yang terjadi di dunia dan berpatisipasi dalam menyelesaikannya. Ilmu Hubungan internasional lahir atas jawaban dalam permasalahan tersebut. Pernahkah anda bertanya mengapa di Indonesia terdapat banyak sekali barang dari China?, Mengapa di Dollar selalu lebih mahal daripada Rupiah?, Mengapa Amerika Serikat memilih untuk berperang dengan Iraq?, Mengapa islampohobia kian menyebar dalam skala global?, Mengapa dulu bapak presiden SBY tidak memilih untuk berperang ketika bersengketa dengan Malaysia walupun mayoritas masyarakat Indonesia siap untuk berperang?, Mengapa korea utara menjadi negara yang tertutup?, Mengapa kontrak freport selalu diperpanjang padahal lebih merugikan?. Pertanyaan pertanyaan itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab oleh ilmu hubungan internasional. Karena Ilmu Hubungan Internasional ada program studi yang interdisipliner. Ini sangat memungkinkan bagi mereka yang mempelajarinya untuk menjadi individu yang berwawasan luas, memahami berbagai bidang, dan cerdas dalam mengambil keputusan. dalam hal pekerjaan juga lulusan ilmu hubungan internasional sangat leluasa dalam memilih. Lulusan ilmu hubungan internasional dapat bekerja sebagai negosiator, politisi, diplomat, peneliti, jurnalis, translator, akademisi, konsultan, pekerja bank, aktivis, staf ahli, pengusaha dan lain-lain. Bagaimana Persiapan untuk Menjadi Mahasiswa HI? Ilmu hubungan internasional merupakan bidang studi interdisipliner. Alangkah baiknya jika calon penstudi ilmu ini untuk mempersiapkan pengetahuan umum yang ada dalam bidang ilmu itu sendiri, seperti ilmu sosial, ilmu politik, ilmu ekonomi, sejarah, ilmu komunikasi, ilmu hukum dan filsafat. Jika ilmu-ilmu itu sudah diketahui secara umum, maka pondasi untuk mempelajari ilmu hubungan internasional sudah cukup kokoh karena ilmu-ilmu itu cukup sering disinggung dan bahkan menjadi kunci penting untuk memahami hubungan internasional. Selain itu, bidang studi ilmu hubungan internasional yang interdisipliner juga memberikan sebuah keleluasaan bagi calon peminatnya. Dari manapun konsentrasi calon peminat ketika di sekolah menengah atas (IPA, IPS atau Bahasa) akan tetap berhubungan dengan bidang studi ini. Siapa saja yang bisa memilih jurusan HI? Kebanyakan perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang memiliki program studi ilmu hubungan internasional tidak meminta syarat khusus untuk calon mahasiswanya, tidak seperti jurusan kedokteran yang memiliki syarat harus lulusan konsentrasi IPA. bidang studi ilmu hubungan internasional adalah bidang studi interdisipliner. memberikan sebuah keleluasaan bagi calon peminatnya. Dari manapun konsentrasi calon peminat ketika di sekolah menengah atas (IPA, IPS atau Bahasa) akan tetap berhubungan dengan bidang studi ini. Dimana bisa menempuh kuliah Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Terdapat 41 Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki program studi ilmu hubungan internasional, diantaranya adalah sebagai berikut: Yang bertanda bintang (*) adalah universitas yang memiliki program studi HI dengan aktreditasi A 1. Institut Ilmu Sosial Politik (IISIP)* 2. Universitas Airlangga* 3. Universitas Andalas 4. Universitas Al-Azhar Indonesia 5. Universitas Al Ghifari 6. Universitas Brawijaya 7. Universitas Budi Luhur 8. Universitas Cenderawasih 9. Universitas Gadjah Mada* 10. Universitas Hasannudin 11. Universitas Indonesia* 12. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta* 13. Universitas Islam Negeri Surabaya 14. Universitas Jayabaya* 15. Universitas Jember* 16. Universitas Jenderal Ahmad Yani* 17. Universitas Katholik Parahyangan* 18. Universitas Komputer Indonesia 19. Universitas Kristen Indonesia 20. Universitas Muhammadiyah Jakarta 21. Universitas Muhammadiyah Malang* 22. Universitas Muhammadiyah Jogjakarta* 23. Universitas Mulawarman 24. Universitas 45 Makassar 25. Universitas Nasional 26. Universitas Padjajaran* 27. Universitas Paramadina 28. Universitas Pasundan* 29. Universitas Pelita Harapan 30. President University 31. Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta 32. Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jogjakarta 33. Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama* 34. Universitas Rab Tabrani 35. Universitas Riau* 36. Universitas Satya Negara Indonesia 37. Universitas Sains dan Tekhnologi Jayapura 38. Universitas Slamet Riyadi Surakarta 39. Universitas Sumatera Utara 40. Universitas Udayana 41. 41.Universitas Wachid Hasyim Kapan Pendaftaran dibuka? Untuk mengetahui kapan pendaftaran jurusan ilmu hubungan internasional dibuk, bisa dicari info melalui website universitas-universitas yang telah disebutkan di atas. Setiap Universitas memiliki jalur dan peraturan yang berbeda-beda dalam proses penerimaan mahasiswa baru. untuk itu, persiapkanlah diri dan cari info yang mendalam paling tidak beberapa bulan sebelum kelulusan. Share this;

Judul: Saya Dan Ilmu Hubungan Internasional "tulisan Orang Bukan Tulisan Saya Yah"

Oleh: Muh Novan


Ikuti kami