Laporan Baca: Persepsi Dan Perilaku Mahasiswa Dalam Penelitian Ilmiah Ilmu Teologi

Oleh Yohanes Dodik Iswanto

46,2 KB 12 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Baca: Persepsi Dan Perilaku Mahasiswa Dalam Penelitian Ilmiah Ilmu Teologi

LAPORAN BACA: Judul : PERSEPSI DAN PERILAKU MAHASISWA DALAM PENELITIAN ILMIAH ILMU TEOLOGI Penulis : Amos Winarto Permasalahan umum dalam mempelajari metode penelitian adalah ketidakseriusan dan kemampuan yang tidak memadai sebagai seorang mahasiswa teologi. 1 Maka dari itu, untuk memperoleh kualitas lulusan yang unggul,2 maka mahasiswa harus memahami dengan serius3 dan memiliki kemampuan memadai melaksanakan penelitian ilmiah dalam kepenulisan skripsi atau tesis dengan konsisten untuk menerapkan keilmuannya dengan efektif di kehidupan nyata sehari-hari.4 Dengan demikian, mahasiswa STT Alethei Lawang mampu mengembangkan kemampuan penelitian ilmiahnya guna memberikan saran-saran yang dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi institusi.5 Mahasiswa maupun institusi harus menyadari bahwa penelitian yang sesuai disiplin bidang teologi adalah bagian tak terpisahkan bagi seorang mahasiswa teologi yang harus terus ditingkatkan.6 Mahasiswa harus terus berlatih dan mengasah diri dalam mengembangkan kemampuan penelitian ilmiah7 baik melalui metodologi kuantitatif dan kualitatif 8 yang sesuai dengan disiplin ilmu teologi dalam meneliti Alkitab dan fenomena-fenomena iman Kristen. 9 1 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa Dalam Penelitian Ilmiah Ilmu Teologi,” Jurnal Teologi dan Biblika Sola Gratia, Volume 1 No. 1 (Juli 2020): 70, https://www.researchgate.net/publication/343710815. 2 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 70, 75. 3 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 70. 4 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 71. 5 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 71. 6 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 80. 7 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 78. 8 Amos menuliskan tentang perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif sebagai berikut: Metodologi dalam penelitian ilmiah empiris ini pada umumnya bersifat kuantatif atau kualitatif. Perbedaan utama dari metodologi empiris kuantitatif dan kualitatif terletak pada data dan tujuannya. Data kuantitatif berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Tujuannya adalah menjelaskan suatu masalah untuk menghasilkan generalisasi. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, untuk menangkap makna yang tersirat, peneliti mencermati data kualitatif seperti ujaran lisan atau kata-kata tertulis serta mengamati sedetil mungkin benda atau dokumen. Tujuannya adalah untuk melakukan penelitian pada objeknya secara alami/natural setting (kontra eksperimen) sehingga menemukan baik itu berupa makna ataupun teori (sebuah kualitas) dari suatu permasalahan dan bukan mencari solusi yang bisa digeneralisasikan. Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 72-73. 9 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 75. 1 Pengetahuan dan keterampilan sangat diperlukan supaya tidak terjadi kekeliruan dalam menerapkan metodologi penelitian.10 Selain itu , institusi harus memberikan bimbingan dan fasilitas memadai dengan menggunakan strategi baik langsung maupun tidak langsung untuk pembelajaran mahasiswa11 sesuai dengan visi institusi.12 Dari artikel pembaca disadarkan untuk intropeksi diri bahwa salah satu pergumulan pribadi yang harus segera dirubah adalah kesalahan bahwa menganggap penelitian ilmiah tidak penting dan cenderung tidak serius menjalankan penelitian. 13 Mungkin hal ini terasa seperti peringatan sederhana dari penulis (melalui tulisan ilmiah), tetapi ketika dipikirkan ulang lebih mendalam sebagai mahasiswa sedang mengambil program kuliah S-2 di STT Aletheia Lawang, justru hal ini seharusnya menjadikan motivasi untuk mengembangkan diri dalam pembelajaran penulisan penelitian ilmiah yang bukan sekadar memenuhi tuntutan kuliah, tetapi juga pengembangan kualitas pelayanan sebagai rohaniwan yang bertanggung jawab kepada Tuhan. Melalui pemaparan tentang teori dan konsep metodologi penelitian yang sudah dibahas, pembaca telah diperlengkapi lebih jauh lagi mengenal dan belajar tentang apakah itu metodologi penelitian serta apakah metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan cukup jelas dan sederhana.14 Kiranya hal ini dapat menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menerapkan metode penelitian dalam studi dan pelayanan khususnya yang berkaitan dengan teologi dan kehidupan iman Kristen. Terakhir, pembaca bersyukur karena institusi tidak henti-henti mengembagkan dan memperlengkapi mahasiswa untuk diajar, dibina dan difasilitasi melaksanakan metode penelitian. Pembaca berharap memiliki kualitas yang baik dan memberikan sumbangsih positif dalam metode penelitian bagi dunia akademik teologi dan kehidupan iman Kristen. 10 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 70. Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 78. 12 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 75-76. 13 Penulis berpendapat bahwa salah satu masalah dalam mempelajari metodologi penelitian adalah ketidakseriusan. Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 75-76. 14 Amos Winarto, “Persepsi dan Perilaku Mahasiswa,” 72-75. 11 2

Judul: Laporan Baca: Persepsi Dan Perilaku Mahasiswa Dalam Penelitian Ilmiah Ilmu Teologi

Oleh: Yohanes Dodik Iswanto


Ikuti kami