Kepemimpinan Dalam Administrasi Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ilmu Administrasi

Oleh Yayah Komariyah

137,5 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Kepemimpinan Dalam Administrasi Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ilmu Administrasi

KEPEMIMPINAN DALAM ADMINISTRASI Makalah ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Ilmu Administrasi Disusun Oleh: 1. Nuril Kusuma Dewi (B94217062) 2. Siti Muzayana (B94217065) 3. Titin Wahyuni (B94217067) 4. Yayah Komariyah (B94217074) PRODI MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2018 BAB I PENDAHULUAN Manusia memiliki struktur wujud yang terdiri dari dua bagian body atau badan. Pertama, bagian diatas leher, disebut dengan kepala. Kepala berfungsi sebagai pemikir. Pemikir sendiri membutuhkan suatu pembiaasaan untuk menalar secara rasional. Output kepala manusia ini adalah ilmu pengetahuan. Kedua, bagian dibawah leher, terutama tangan dan kaki yang berfungsi sebagai pekerja yang membutuhkan ketrampilan. Output tangan dan kaki manusia adalah kemampuan kerja yang ditandai dengan kualitas dan kuantitas hasil kerjanya. Manusia adalah makhluk istimewa dari seluruh ciptaan Maha Pencipta, karena manusia memiliki kelebihan yang perlu dibanggakan dari ciptaan lainnya. Manusia punya akal yang dapat membedakan baik dan buruk, serta salah dan benarnya suatu tindakan atau perbuatan. Oleh karena itu, dalam suatu organisasi manusia adalah unsur pertama yang memegang peranan penting dalam mencapai kesuksesan suatu organisasi. Dalam suatu organisasi, terdapat beberapa kegiatan pokok, salah satunya adalah administrasi. Peningkatan kapasitas dalam proses pertumbuhan dan perubahan masyarakat suatu daerah dapat dimanifestasikan ke dalam kekuatan administrasi suatu organisasi, baik yang bersifat formal maupun informal yang akan menentukan corak atau bentuk organisasi birokasi yang diperlukan pada daerah sang bersangkutan. Hal itu dapat dilihat pada interaksi dan reaksi yang terjadi dalam bebagai organisasi birokasi, baik yang bersifat mendukung maupun menantang birokasi. Pengendalian dan pemanfaatan manusia dalam organisasi harus menjadi pusat perhatian para pemimpin utamanya yang memegang fungsi sebagai pengatur dan pembina. Karena manusia merupakan unsur utama dalam organisasi. Ketidakdinamisan dan ketidakmampuan manusia akan dapat menghancurkan suatu organisasi yang bersangkutan. Konsep tentang keefektifan membuat perbedaan antara tindakan dan hasil yang dicapai sehingga peranan manusia dalam administrasi untuk untuk menjalankan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat semakin diperlukan. Administrasi merupakan sasaran pemikiran manusia untuk menggerakkan berbagai aktivitas dengan menggunakan sumber-suimber organisasi. Untuk mencapai keberhasilan dalam pengelolaan resources yang dimiliki oleh organisasi secara efisien dan efektiif, maka para pemimpin yang terdapat dalam organisasi harus mampu menggolongkan tugas-tugas sejenis menjadi satu kesatuan yang terpadu. BAB II PEMBAHASAN A. Kepemimpinan 1. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan jenis pengaruh bukan paksaan untuk memotivasi orang dalam proses pencapaian tujuan. Pemimpin akan memberikan pengaruh meliputi: nilai yang ingin dicapai, arah yang menuntun masa depan, dan cara yang memberikan petunjukbagaimana tugas-tugas dapat 1 diselesaikan. Selain itu, pemimpin juga dapat diartikan sebagai kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif yang mampu memengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi conform dengan keinginan pemimpin. Pemimpin merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam suatu organisasi. Kepemimpinan pada dasarnya mempunyai pokok pengertian sifat, kemampuan, proses, dan konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehingga diikuti, dipatuhi, dihormati. Orang lain akan bersedia dengan keihlasan melakukan perbuatan atau kegiatan yang dikehendaki pemimpin tersebut. Kepemimpinan diterjemahkan dari bahasa inggris leadership dalam ensiklopedia umun (1993) diterjemahkan sebagai “hubungan yang erat antar seseorang dan kelompok manusia, karena ada kepentingan yang sama.2 hubungan tersebut ditandai dengan ttingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari pemimpin dan yang dipimpin. Selain itu, ada beberapa definisi kepemimpinan menurut para ahli. Menurut Kottler kepemimpinan adalah proses penggerakan seseorang atau sekelompok orang kepada tujuan tujuan yang umumnya ditempuh dengan cara-cara yang tidak memaksa. 1 2 Suci Wulandari, Keoemimpinan Dalam Organisasi perspektif Teoritik dan Metodologi, Bogor: hal 4. Engkoswara dan Aan Khomariah, Administrasi Pendidikan, Bandung: CV. Alfabeta, 2012, hal. 177 Sedangkan menurut Dubrin A.J kepemimpinan adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. 2. Ketrampilan Kepemimpinan Davis mengidentifikasikan tiga ketrampilan kepemimpinan yaitu: 3 a. Technical Skills Dalam hal ini diperlukan pemimpin agar ia mampu mengawasi dan menilai pekerjaan sesuai dengan keahlian yang digelutinya. Contohnya pemimpin pendoidikan perlu menguasai cara-cara menyusun renstra, membuat silabus, memahami dan menguasai tekhnik penilaian dan sebagainya. b. Human Skills Kemampuan dalam membangun relasi serta dapat bekerja sama dengan orang lain adalah kualifikasi yang dipersyaratkan seorang pemimpin baik dalam situasi formal maupun informal. Untuk membangun relasi yang lebih baik harus dikembangkan sikap resfek dan saling menghargai satu sama lain. c. Conceptual Skills Pemimpin yang disegani adalah pemimpin yang mampu memberi solusi yang tepat yang timbul dari pemikirannya yang cerdas tentang sesuai persoalan. 3. Fungsi Kepemimpinan Kepemimpinan akan terjadi efektif apabila pemimpin dapat menjalankan dua fungsi utama yaitu: a. Kepemimpinan yang berkaitan dengan tugas (task-related) atau fungsi pemecahan masalah b. kepemimpinan yang berkaitan dengan pembinaan kelompok atau fungsi social (group maintenance). 3 Ibid. hal 179. Fungsi tugas memudahkan dan mengkoordinasikan usaha kelompok dan memilih, mendefinisikan, dan memecahkan masalah bersama. Fungsi social membantu kelompok berjalan lebih lancer, menengahi perbedaan pendapat, meredam konflik, dan dapat memancarkan perasaan hangat serta empatik kepada anggota. 4. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan merupakan norma atau dapat juga diartikan sebagai pola perilaku dalam memperagakan kepemimpinannya. Terdapat dua gaya kepemimpinan yaitu orientasi tugas (task oriented),dan gaya dan orientasi kepada anggota (employed oriented). Gaya kepemimpinan yang berorientasi tugas ingin pekerjaan selesai dengan memuaskan, tepat waktu, dan sempurna sehingga ia benar-benar mengendalikan pegawai supaya konsisten dan serius dalam pekerjaannya, kadang-kadang pemimpin tidak mau tau dengan urusan-urusan pribadi karyawannya. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai atau anggota organisasi melaksanakan kepemimpinannya dengan berupaya memberikan dorongan sermangat, pembimbing dengan mengarahkan secara empatik dan memberikan kepercayaan kepada anggota untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan kerjanya sendiri. Adapun gaya dasar kepemimpinan, antara lain: a. Otoriter (authoritative) adalah gaya kepemimpinan yang menekankan pada kekuasaan dan kepatuhan anggota secara mutlak. Pemimpin menjadi penguasa absolut yang selalu mendikte anggota untuk melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Ia tidak senang didebat, tidak suka meminta pendapat anggota, yang ia sukai adalah anggota melaksanakan tugas-tugas berdasarkan perintahnya secara patuh tanpa banyak protes. b. Pseudo Demokratis; adalah gaya kepemimpinan yang menekankan pada penciptaan situasi yang memberi kesan demokratis padahal pemimpin sangat pandai menggiring pikiran atau ide anggota untuk mengikuti kehendaknya. Seringkali pemimpin melaksanakan rapat,diskusi untuk meminta pendapat anggota padahal ia sudah memiliki pendapat sendiri yang akan dipakai dalam kebijakannya. c. Laissez faire; adalah gaya kepemimpinan yang tidak menunjukkan kemampuan memimpin karena iamembiarkan organisasi dan anggota melaksanakan kegiatannya masingmasing tanpa dalam satu arah kebijakan yangjelas dari pemimpin. Ia tidak menunjukkan kualifikasi sebagai pemimpin karena tidak memberikan sumbangsih apa-apa pada kinerja organisasi. Ia seorang yang acuh tak acuh tidak mau tahu masalah dan tantangan organisasi. Mugkin saja ia berbuat demikian karena ia banyak tugas lain di luar sehingga tidak cukup banyak waktu untuk membimbing dan membengun organisasi atau bahakan mungkin karena ia tidak memiliki keahlian dalam bidang kerja organisasi yang dipimpinnya sehingga segala sesuatunya menyerahkan sepenuhnya kepada anggota. d. Demokratis; adalah gaya kepemimpinan yang menekankan pada hubungan interpersonal yang baik. Ia mengaharapkan para anggota organisasi berkembang sesuai potensi. Untuk itu pemimpin berupaya membimbing, mengarahkan dengan mempartisipasikan dalam kegiatan dan mengakui karya mereka secara proporsional. B. Administrasi 1. Pengertian Administrasi Administrasi merupakan salah satu cabbang ilmu pengetahuan social.4 Administrasi sebagai ilmu pengetahuan berada dalam pemikiran manusia ilmuan yang senantiasa dihadapkan pada berbagai bantahan dan wajib dalam memberikan penjelasan tentang nilai kebenaran sesuai prinsip-prinsip umum empiris. Administrasi menurut kata asalnya berasal dari bahasa latin administrate, ad berarti intensif sedangkan administrate berarti 4 Dessy Tantriana, Teori Administrasi, Sidoarjo: UINSA Press, 2014, Hal.7. melayani, membantu, dan memnuhi, jadi tugas utama seseorang administrator/manajer adalah memberikan layanan prima. Dalam kegiatan sehari-hari untuk istilah administrasi dibagi menjadi dua pengertian yaitu administrasi dalam pengertian sempit adalah suatu pekerjaan tata usaha dalam kantor. Sedangkan administrasi dalam pengertian luas adalah seluruh proses kerja sama orang atau lebih dalam mencapai tujuan bersama. Dapat ditarik kesimpulan administrasi adalah sekumpulan kegiatan tata usaha atau tata laksana pada sebuah organisasi/perusahaan guna menyelesaikan kearsipan yang dianggap kurang sehingga ada nilai tambah guna mempermudah kegiatan tersebut. Istilah administrasi di Indonesia pada awalnya berasal dari Eropa Barat dan Eropa Kontinental melalui penjajahan Belanda. Seperti hal nya Jerman, Prancis, Itali, Eropa Barat, juga memperoleh istilah tersebut dari bangsa Romawi. Pada zaman romawi terdapat banyak istilah yang berhubungan dengan administrasi antara lain: a. Administer (pembantu, abdi, penganut) b. Administratio ( pemberian bantuan, pemeliharaan, perlakuan, pelaksanaan, pimpinan, pemerintahan, pengelolaan) c. Administro (membantu, mengabdi, memelihara, memimpin dan mengatur) d. Administrator (pengurus, pengelola, dan pemimpin). Administrasi dapat diartikan sebagai kegiatan memberi layanan dalam mengelola informasi, mengelola manusia, mengelola materi kearah suatu tujuan yang ditetapkan dalam organisasi. Tugas ad,ministrator adalah melayani atau menaati, melaksanakan tata usaha atau pencatatan harta kekayaan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Kegiatan administrasi tidak lain merupakan kegiatan manajemen yaitu proses pengendalian, penggerakan, dan pemanfaatan atau pendayagunaan faktor-faktor sumberdaya yang sudah direncanakan.5 Administrasi menurut para ahli salah satunya menurut Sondang P. Siangan adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.6 C. Kepemimpinan dalam Administrasi Kepemimpinan administrasi dikaji dari kepemimpinan birokrasi berdasarkan aturan ( tertulis ataupun tidak) lalu legalitas (regulasi). Orang-orang dalam pemerintahan bekerja berdasarkan aturan dan standar yang telah dibuat. Pemimpin memunculkan struktur dan prosedur. Manajer disebut sebagai pemimpin ketika menduduki jabatan dalam struktur organisasi. Relasi antara pemimpin dengan yang dipimpin disebut sebagai peta jabatan. Manajer adalah orang yang bertanggung jawab atas tercapainya tujuan organisasi. Kepemimpinan dalam administrasi berperan sebagi berikut; 1. Menganalisis aktifitas-aktifitas dari para pemimpin pada organisasi yang efektif. 2. Fokus analisis; yaitu menetapkan tanggung jawab dan tugas apa yang harus dilaksanakan, tanpa memperhatikan siapa yang memegang posisi. Sehingga teridentifikasinya uraian tugas pemimpin secara umum (job description) 3. Tujuan; yaitu memodifikasi arti dari aktifitas-aktifitas yang diamati dan untuk mengidentifikasi persyaratan perilaku bagi kinerja yang efektif dari pekerjaan pemimpin. 5 Ali Mufiz, Pengantar Ilmu Administrasi Negara Edisi 1, Jakarta: Universitas Terbuka, 2009. 2004) hal. 3. 6 Sondang P. Siangan, Filsafat Administrasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2003, hal. 2

Judul: Kepemimpinan Dalam Administrasi Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ilmu Administrasi

Oleh: Yayah Komariyah

Ikuti kami