Jurnal Mitra Ilmu Volume 3 No 1 April 2013 Taufan Gojali

Oleh Eko Agus Darmadi, S.kom., Mm

265,2 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Mitra Ilmu Volume 3 No 1 April 2013 Taufan Gojali

JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA KARYAWAN KANTOR PERUM PEGADAIAN KARAWANG Oleh : Taufan Gojali, SP, MM Abstrak Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan adalah variabel komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) dalam perusahaan besarnya kinerja adalah 2,761. Dari regresi didapatkan nilai pengaruh variabel bebas yang terdiri dari komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) berpengaruh positif terhadap variabel terikat (Y). Pengaruh positif menunjukkan bahwa perubahan variabel bebas (X 1, X2 dan X3) akan searah dengan perubahan kinerja karyawan (Y). Dari hasil uji F didapatkan F hitung sebesar 36,548 > dari F tabel 2,18 yang berarti bahwa pada taraf nyata  = 0,05 variabel-variabel komunikasi lisan (X 1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X 3) secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh bermakna terhadap kinerja (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata  = 0,05. Dari hasil analisis t hitung untuk variabel komunikasi tertulis (X2) sebesar 3,261 dengan taraf signifikan 0,002, dapat dikatakan memiliki nilai hitung yang tertinggi dan taraf signifikan terkecil, sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga variabel komunikasi tertulis (X2) berpengaruh dominan terhadap Kinerja Karyawan Perum Pegadaian teruji dengan taraf nyata  = 0,05. Besarnya koefisien determinasi (R2) = 0,704 dan setelah disesuaikan menjadi adjust R square sebesar 0,685 menunjukkan bahwa komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi secara bersama-sama memberikan kontribusi/sumbangan sebesar 68,5% terhadap perubahan kinerja, sedangkan sisanya sebesar 31,5% merupakan sumbangan/kontribusi variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi adalah proses untuk mencapai saling pengertian. Komunikasi itu sendiri dapat dilakukan melalui komunikasi lisan, tertulis maupun menggunakan media teknologi sebagai sarana komunikasi. Komunikasi lisan dapat dilakukan melalui percakapan dua orang atau lebih, diskusi, rapat maupun seminar. Komunikasi tertulis mencakup memo, surat, surat elektronik, pengiriman faks, buletin organisasi dan majalah dinding. Sedangkan komunikasi menggunakan media teknologi dengan antara lain percakapan melalui telepon, mesin faks, internet, OHP dan lain sebagainya. Dengan komunikasi yang baik, seorang pimpinan dapat mengetahui dan memahami kendala-kendala yang POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 1 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 dihadapi oleh karyawan, misalnya stress dan disisi lain dapat pula membangun kepercayaan secara tidak langsung akan memberikan kontribusi dalam pencapaian target. Banyak fenomena yang terjadi saat ini, dimana karyawan sering mengalami penurunan kinerja karyawan dalam bekerja. Gejala ini terjadi karena beberapa faktor yang turut mempengaruhinya secara intern, dalam hal ini komunikasi yang terjadi dalam organisasi baik secara lisan, tertulis maupun menggunakan media teknologi yang sering mengalami beberapa hambatan diantaranya adanya kesalah-pahaman arti yang dimaksud karena sering kali bahasa yang dipakai tidak sesuai atau bahasa golongan tertentu, pesan tidak sampai karena interupsi-interupsi yang disebabkan oleh gangguan fisik misalnya bias dan prasangka yang dimunculkan oleh penerima pesan, pengirim pesan meraba-raba pandangan penerima karena pengirim salah menafsirkan umpan balik atau tidak mendapat umpan balik dari penerima, adanya interaksi baik antara karyawan maupun antara pimpinan dan karyawan yang tidak harmonis atau juga beban kerja yang terlalu berat. Karena alasan itu, sebaiknya perusahaan tanggap dan mengupayakan keadaan yang lebih menjamin karyawan agar tenang dan nyaman dalam bekerja, sehingga kinerja tinggi. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik membahas permasalahan yang berhubungan dengan komunikasi dalam perusahaan, dan dalam penelitian ini penulis akan mengambil judul “Efektivitas Komunikasi dan Hubungannya dengan Kinerja Perusahaan Di Kantor Perum Pegadaian Karawang”. B. Perumusan Masalah Setelah mengetahui latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas maka dapat dibuat rumusan permasalahan yaitu: 1. Sejauh mana pengaruh komunikasi yang efektif yang terdiri dari komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi terhadap kinerja karyawan pada Perum Pegadaian Karawang? 2. Dari berbagai komunikasi yang terdiri dari komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi mana yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan pada Perum Pegadaian Karawang? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengaruh komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi terhadap kinerja karyawan pada Perum Pegadaian Karawang 2. Untuk mengetahui komunikasi yang terdiri dari komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan pada Perum Pegadaian Karawang D. Hipotesis Berdasarkan uraian latar belakang dan tujuan penelitian maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: 1. Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi yang terdiri dari komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 2 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 menggunakan media teknologi (X3) terhadap kinerja karyawan pada Perum Pegadaian Karawang. 2. Diduga bahwa variabel komunikasi tertulis (X2) berpengaruh dominan terhadap Kinerja Karyawan Perum Pegadaian. II. LANDASAN TEORI A. Teori Yang Melandasi Permasalahan Teori-teori sangat penting digunakan sebagai pedoman untuk menentukan langkah-langkah pemecahan masalah yang ada berkaitan dengan yang sedang dihadapi oleh Perum Pegadaian Karawang. Adapun teori-teori yang berhubungan dengan masalah-masalah komunikasi adalah sebagai berikut: 1. Tinjauan mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) a. Pengertian Manajemen Menurut Gomes (2003:1) “Manajemen berasal dari kerja to manage (bahasa Inggris), yang artinya mengurus, mengatur, melaksanakan dan mengelola”. b. Pengertian sumber daya manusia Menurut Nawawi (1997:40) sumber daya manusia didefinisikan sebagai berikut: 1) Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan). 2) Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya. 3) Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisis dalam mewujudkan eksistensi organisasi. c. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Personalia). Menurut pendapat Handoko (1995:3) mengemukakan bahwa: “Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat”. d. Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia Besar kecilnya perusahaan akan mempengaruhi peranan Manajemen sumber daya manusia. Dalam hal ini besar kecilnya perusahaan, maka kecil pula peranan peranan manajemen sumber daya manusia. Sebaliknya dengan semakin besarnya perusahaan maka makin besar pula peranan manajemen sumber daya manusia. Adapun fungsifungsi manajemen sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Hasibuan (2001:21): 1) Perencanaan POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 3 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian. 2) Pengorganisasian Kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi (organization chart) 3) Pengarahan Kegiatan mengarahkan semua karyawan, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. 4) Pengendalian Kegiatan mengendalikan semua karyawan, agar mentaati peraturanperaturan dan bekerja sesuai dengan rencana 5) Pengadaan Proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 6) Pengembangan Proses peningkatan ketrampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan 7) Kompensasi Pemberian balas jasa langsung (direct) dan tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan. 8) Pengintegrasian Kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan 9) Pemeliharaan Kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun. 10) Kedisiplinan Fungsi manajemen sumber daya manusia yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan karena tanpa disiplin yang baik sulit terwujud tujuan yang maksimal. 11) Pemberhentian Putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu perusahaan, disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun, dan sebab-sebab lainnya. 2. Tinjauan tentang komunikasi a. Pengertian komunikasi Menurut Effendy (1986:6): Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 4 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 b. Proses komunikasi Proses komunikasi adalah cara atau seni penyampaian suatu pesan yang dilakukan oleh seorang komunikator sedemikian rupa, sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan. (Effendy, 1986:7). Sedangkan menurut Purwanto (2003:11) Proses komunikasi terdiri dari 6 tahap sebagai berikut: 1) Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan 2) Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan 3) Pengirim menyampaikan pesan 4) Penerima menerima pesan 5) Penerima menafsirkan pesan 6) Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim c. Prinsip Dasar Komunikasi Menurut Curtis (1996:10) terdapat beberapa prinsip dasar komunikasi, antara lain: 1) Komunikasi tidak mungkin dihindari komunikasi tidak dapat dielakkan sehingga kita tidak dapat tidak berkomunikasi dan tidak dapat tidak memberikan tanggapan. 2) Sebagian besar kesan dibuat untuk menanggapi isyarat non verbal 3) Konteks (lingkungan) yang mempengaruhi organisasi Implisit dalam konsep budaya memberikan suatu pengertian mengenai bagaimana suatu organisasi dibentuk oleh rangkaian nilai, keagamaan dan kepribadian unik. 4) Arti pesan terdapat pada orang-orang bukan dalam kata-kata. Arti pesan terdapat pada persepsi pengurai sandi; orang orang, “memberikan arti”, tetapi kata tidak 5) Komunikasi tidak dapat diubah 6) Gangguan merupakan satu faktor dalam situasi komunikasi apapun karena gangguan merupakan faktor yang mempengaruhi pengiriman pesan yang jelas dan akurat. 7) Komunikasi itu sirkuler bukan linier 8) Komunikasi merupakan hal yang paling efisien pada saat partisipan membagi sejumlah pengalaman umum. 9) Komunikan selalu menimbulkan beberapa jenis efek d. Komponen-Komponen Komunikasi Menurut Curtis (1996:7) menyebutkan terdapat beberapa komponen komunikasi, yaitu: 1) Sumber (komunikator) adalah pemrakarsa suatu pesan 2) Penyandian atau penulisan sandi adalah suatu proses atau tindak penyelesaian simbol-simbol yang mewakili pikiran seseorang. 3) Saluran (gelombang suara dan rangsangan visual) adalah media tempat pesan-pesan disampaikan POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 5 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 4) Umpan depan adalah informasi pengantar mengenai komunikasi masa mendatang yang meliputi pesan-pesan verbal 5) Penguraian sandi adalah suatu proses pemberian arti terhadap simbol-simbol yang diterima 6) Penerima adalah orang yang menerima simbol-simbol 7) Umpan balik adalah setiap pesan verbal atau non verbal yang dikirimkan kembali kepada sumber yang berhubungan dengan pesan sumber 8) Gangguan adalah setiap faktor yang mengubah atau mencampuri penerimaan pesan yang jelas 9) Konteks meliputi kondisi fisik dan kondisi lain yang melingkupi tindakan komunikator. e. Tujuan komunikasi Menurut Tarmudji (1992:7) yang menjadi tujuan dari setiap proses komunikasi adalah: 1) Menciptakan pengertian yang sama atas setiap pesan dan lambang yang disampaikan 2) Merangsang pikiran pihak penerima untuk memikirkan pesan dan rangsangan yang diterima 3) Melakukan sesuatu tindakan yang selaras sebagaimana diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. f. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi Menurut pendapat Pudjo Sugito (2001:1), ada dua tinjauan yang mempengaruhi komunikasi, yaitu faktor dari pihak sender atau disebut pula komunikator, dan faktor dari pihak receiver atau komunikan. 1) Faktor dari pihak sender atau komunikator 2) Faktor Sikap Receiver atau Komunikan g. Hambatan Komunikasi Menurut Purwanto (2003:15), kemungkinan hambatanhambatan bagi komunikasi dalam organisasi memang besar dan kepekaan terhadap hambatan-hambatan itu harus dikembangkan. Hambatan-hambatan ini antara lain: a. Pesan terdistorsi karena penggunaan bahasa yang tidak sesuai b. Pesan tidak sampai karena interupsi-interupsi yang disebabkan oleh gangguan fisik (seperti tempat kerja yang riuh) atau gangguan psikologis (misalnya bias dan prasangka yang dimunculkan oleh penerima pesan). c. Pesan diinterprestasikan secara selektif oleh penerima (misalnya seseorang mendengarkan apa yang ingin didengarkannya dari pada segala yang diucapkannya). d. Penerima pesan membuat kesimpulan terlalu cepat atau menjadi defensif akibat merasa tersinggung oleh apa yang diucapkan. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 6 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 e. Kesulitan-kesulitan muncul karena terlalu banyak informasi dalam pesan f. Pengirim pesan meraba-raba pandangan penerima karena pengirim salah menafsirkan umpan balik atau tidak mendapat umpan balik dari penerima. h. Macam-Macam Komunikasi Menurut Effendy (1986:11) mengemukakan terdapat 3 macam komunikasi, yaitu: 1) Komunikasi lisan 2) Komunikasi tertulis 3) Komunikasi menggunakan media teknologi 3. Tinjauan Mengenai Kinerja Karyawan a. Pengertian Kinerja Karyawan Dharma (1994:1), “kinerja adalah suatu yang dikerjakan, produk atau jasa yang dihasilkan atau diberikan seorang atau kelompok”. b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Dharma (1994:50) ada tiga faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu: 1) Kemampuan, kepribadian dan minat 2) Kejelasan dan penerimaan atas penjelasan peranan seorang pekerja 3) Tingkat motivasi pekerja c. Penilaian Kinerja Dharma (1994:55) cara pengukuran atau pelaksanaan standar dalam penilaian kinerja tenaga kerja atau karyawan tercakup dalam 3 hal, yaitu: 1) Kuantitas – jumlah yang harus dikerjakan 2) Kualitas – mutu yang dihasilkan (baik dan tidaknya) 3) Ketepatan waktu – sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan d. Pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan Komunikasi dan kinerja karyawan mempunyai pengaruh yang sangat erat, hal ini disebabkan karena komunikasi berhubungan dengan manusia sedangkan manusia itu sendiri merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi tingkat kinerja. e. Hubungan antara komunikasi dengan kinerja karyawan Dalam komunikasi organisasi, makin besar umpan balik yang dihasilkan maka akan semakin efektif pula komunikasi tersebut. Dengan adanya umpan balik tersebut dimungkinkan manajer akan mengetahui POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 7 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 apakah instruksinya itu telah dimengerti atau diterima atau tidak oleh bawahannya. Sehingga dalam hal ini, dengan adanya komunikasi umpan balik maka dapat diketahui terlaksananya suatu perintah, terpecahnya suatu permasalahan dan terjadinya perubahan dalam perilaku serta dapat pula meningkatka kinerja. Jadi meningkat atau menurunnya kinerja dapat diketahui dari adanya komunikasi umpan balik. III. METODE PENELITIAN A. Identifikasi dan Definisi Konseptual Variabel 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini ada dua variabel yang diteliti yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent): a. Variabel bebas (X): komunikasi Variabel bebas terdiri dari 1) Komunikasi Lisan (X1) 2) Komunikasi Tertulis (X2) 3) Komunikasi menggunakan media teknologi (X3) b. Variabel terikat (Y) : Kinerja Karyawan B. Definisi Operasional Variabel 1. Komunikasi Lisan (X1) Indikator-indikatornya: a. Frekuensi pertemuan melalui diskusi, rapat maupun seminar dalam organisasi b. Penggunaan bahasa dalam komunikasi secara lisan c. Interaksi melalui komunikasi lisan antara lain dengan percakapan maupun tegur sapa antara pimpinan dengan karyawan serta sesama karyawan. 2. Komunikasi Tertulis (X2) Indikator-indikatornya: a. Penyampaian instruksi atau perintah, teguran, dan informasi dalam organisasi secara tertulis melalui laporan, surat, memo, pengiriman faks maupun buletin organisasi b. Penyampaian laporan kerja karyawan kepada pimpinan secara tertulis. 3. Komunikasi menggunakan media teknologi (X3) Indikator-indikatornya: a. Fasilitas media teknologi antara lain: telepon, mesin faks, komputer, internet, laptop dan OHP sebagai sarana komunikasi dalam organisasi. b. Ketrampilan karyawan dalam menggunakan media teknologi, sebagai sarana komunikasi dalam organisasi. 4. Kinerja karyawan (Y) Indikator-indikator: a. Kualitas kerja yaitu baik buruknya hasil kerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 8 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 b. Kuantitas kerja yaitu jumlah hasil kerja karyawan dalam memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan c. Ketepatan waktu yaitu kemampuan karyawan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan perusahaan. Sedangkan alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pengkategorian data kualitatif menjadi kuantitatif dengan skala likert 1-5. C. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan pada Perum Pegadaian Karawang yang beralamat di Jalan Halmahera No. 9 Karawang. D. Populasi dan Teknik Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian, sedangkan sampel adalah wakil populasi yang diteliti. Populasinya adalah karyawan Perum Pegadaian Karawang yang berjumlah 119 karyawan. 2. Sampel Sedangkan menurut Sanusi (2003:77): “Ukuran sampel untuk penelitian survai atau penelitian eksperimental bisa ditentukan berdasarkan alasan statistik dan alasan non statistik”. Dari pendapat tersebut di atas maka dalam hal ini peneliti mengambil sebanyak 50 orang karyawan. Dengan penyebaran: Seksi pemasaran = 50 119 Seksi Keuangan = Seksi Kepegawaian = Seksi Umum = x 50 Orang 14 119 30 119 25 119 = 21 Orang x 50 Orang = 6 Orang x 50 Orang x 50 Orang = 13 Orang = 10 Orang Jumlah sampel 50 Orang 3. Teknik Sampling Adapun teknik penarikan sampel yang digunakan adalah menggunakan simple random sampling adalah “Pengambilan sampel secara acak dimana anggota sampelnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel”. Sanusi (2003:89). E. Sumber dan Jenis Data 1. Sumber data a. Data primer Data primer adalah data yang diperoleh dari observasi dan wawancara secara langsung dengan sumber yang bersangkutan atau pihak-pihak yang berkepentingan. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 9 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 b. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari obyek penelitian, misalnya dengan mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang terjadi. 2. Jenis data a. Data kualitatif Merupakan data yang bukan berupa angka dan digambarkan dengan kalimat-kalimat yang akan dianalisa untuk memperoleh kesimpulan. Adapun data kualitatif yang digunakan oleh penulis, antara lain struktur organisasi perusahaan, sejarah singkat perusahaan dan lainlain. b. Data Kuantitatif Merupakan data yang berupa angka atau lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kokoh dan ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti oleh penulis, yakni kuantitatif hasil angket responden. F. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan jalan mengadakan penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung pada obyek penelitian guna mendapatkan data yang benar dan konkrit yaitu dengan cara: 1. Observasi Yaitu proses pengumpulan data dengan melihat langsung ke perusahaan 2. Kuesioner Yaitu proses pengumpulan daftar pertanyaan yang berkaitan dengan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada perusahaan 3. Dokumentasi Yaitu teknik pengumpulan data dengan jalan melihat arsip-arsip atau dokumen yang dimiliki oleh perusahaan. G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti. Cara yang digunakan adalah dengan analisa Item, dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir pertanyaan dikorelasikan dengan total nilai seluruh butir pertanyaan untuk suatu variabel dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Syarat minimum untuk dianggap valid adalah nilai r hitung > dari nilai r tabel. Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1998 : 220): r= n ∑ XY−( ∑ X )( ∑ Y ) √[ N ∑ X −(∑ X ) ][ N ∑ Y 2 2 2 −( ∑ Y )2 ] Dimana: r = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat n = Banyaknya sampel POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 10 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 X = Skor tiap item Y = Skor total variabel 2. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (1998:145): “Untuk uji reliabilitas digunakan Teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih. Pada penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus alpha (Arikunto, 1998: 158) sebagai berikut: ( )( r 11= k k−1 1− ∑ σb2 στ 2 ) Dimana: σ= ∑ x2− ∑ x2 N N r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyan σb σt 2 2 = jumlah varians butir = jumlah varians total H. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif, merupakan suatu teknik analisa data yang menggunakan angka-angka agar pemecahan masalah dapat dihitung secara pasti dengan perhitungan matematik. Adapun tahapan analisis kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah: 1. Analisis regresi Berdasarkan permasalahan dan hipotesis yang diajukan, alat teknis analisis statistika yang menggunakan analisis regresi linier multiple, sehingga teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + e Dimana: Y = Kinerja Karyawan a = Konstata b1..b3 = Koefisien regresi X1 = Komunikasi lisan X2 = Komunikasi tertulis X3 = Komunikasi menggunakan media teknologi e = variabel gangguan Dari hasil pengolahan data dengan program SPSS For Windows Ver.11.00 kemudian dilakukan analisis secara diskriptif dan pembuktian hipotesis, yaitu dengan menggunakan rumus hipotesis. 2. Uji serempak (Uji F) POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 11 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Untuk menguji kebenaran hipotesis pertama digunakan uji F yaitu untuk menguji keberartian regresi secara keseluruhan dengan rumus sebagai berikut: 2 R /k ( 1−R )/( N−k−1 ) 2 Fhitung = Dimana : F = F hitung selanjutnya dibandingkan dengan F tabel R2 = Koefisien determinasi k = Jumah variabel N = Banyaknya sampel Adapun rumusan hipotesis dengan menggunakan Uji F adalah sebagai berikut: H0 : b1 = b2 = 0 Ha : b1  b2  0 Pengujian dengan uji F variansnya adalah dengan membandingkan Fhitung (Fh) dengan Ftabel (Ft) pada  = 0,05 apabila hasil perhitungannya menunjukkan: a. Fh ≥ Ft, maka H0 ditolak dan Ha diterima Artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan variasi variabel bebas secara keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas b. Fh < Ft, maka H0 diterima dan Ha ditolak Artinya variasi dari model regresi tidak berhasil menerangkan variasi variabel bebas secara keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas 3. Uji Parsial (Uji t) Untuk menguji kebenaran hipotesis kedua langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan koefisien regresi (bi) yang paling besar, selanjutnya dilakukan pengujian secara parsial melalui uji t. Untuk menguji koefisien regresi secara parsial guna mengetahui apakah variabel bebas secara individu berpengaruh terhadap variabel terikat digunakan uji t adapun rumus untuk menghitung Uji t adalah b se t hitung = Dimana: b = parameter estimasi dari X se = standar error X Adapun rumusan hipotesis dengan menggunakan Uji t adalah sebagai berikut: H0 : b1 = b2 = 0 Ha : b1  b2  0 Pengujian dilakukan melalui uji t dengan membandingkan thitung (th) dengan t tabel (tt) pada  = 0,5. Apabila hasil perhitungan menunjukkan: a. th ≥ tt maka H0 ditolak dan Ha diterima Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak bebas dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji b. th ≤ tt maka H0 diterima dan Ha ditolak POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 12 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel tidak bebas dan terdapat pengaruh pengaruh antara dua variabel yang diuji. Untuk mengetahui besarnya pengaruh secara keseluruhan dihitung koefisien determinasi multiplenya (R2). Jika R2 yang diperoleh dari hasil perhitungan mendekati 1 (satu), maka semakin kuat model tersebut dapat menerangkan variabel tergantungnya. IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Sejarah Singkat Perum Pegadaian Berawal dari Bank Leening, Tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negeri yang pertama di Indonesia dengan status sebagai Jawatan Pemerintah berdasarkan Staatsblad Nomor 131 tanggal 12 Maret 1901. Pada tahun 1960 status Pegadaian Negeri diubah menjadi Perusahaan Negara (PN) dengan pengesahan PP Nomor 178 tanggal 3 Mei 1961. Berdasarkan UU nomor 07 tahun 1969 bentuk Badan Usaha Negara ditetapkan ada 3 bentuk yaitu: Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Persero (PT). Berdasarkan PP Nomor 7 tahun 1969 tanggal 11 Maret 1969 PN Pegadaian ditetapkan sebagai Perjan Pegadaian. Berdasarkan PP Nomor 10 tahun 1990 tanggal 1 April 1990 status Perjan ditingkatkan menjadi Perum Pegadaian. Dimaksudkan agar ruang gerak manajemen lebih luas dalam mengembangkan dan meningkatkan kinerja pegadaian. Penetapan status sebagai Perum disempurnakan dengan PP Nomor 103 Tahun 2000. Dalam perkembangan selanjutnya, Perum Pegadaian tidak hanya memberikan pinjaman kredit gadainya kepada golongan menengah ke bawah tetapi juga menengah ke atas. Perluasan segmen pasar yang terjadi menuntut adanya penambahan modal kerja perusahaan. Di samping modal yang berasal dari modal sendiri dan pinjaman dari bank, Perum Pegadaian juga menerbitkan obligasi yang digunakan untuk memperbanyak penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat. 2. Aktivitas Jasa Pegadaian a. Produk Jasa Pegadai 1. Jasa Gadai Jasa gadai merupakan penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai. Dimana barang jaminan diserahkan nasabah untuk dikuasai oleh pemberi kredit (pegadaian). Perjanjian yang dilakukan adalah perjanjian secara bawah tangan, yaitu tanpa akta notaris. Jadi langsung antara peminjam (debitur) dengan pemberi pinjaman (kreditur). Adapun penggolongan pinjaman dan tarifnya dapat dilihat dalam tabel berikut: POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 13 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Tabel 2 Penggolongan Uang Pinjaman, Tarif Sewa Modal dan Biaya Penyimpana dan Asuransi Golongan Uang Pinjaman Sewa Modal Per Hari A 10.000 – 40.000 1.25% B 40.500 – 150.000 1.50% C 151.000 – 500.000 1.75% D 510.000- ke atas 1.75% Sumber Data : Perum Pegadaian Karawang 2. 3. 4. b. 2. Biaya Penyimpanan dan Asuransi KT GD 300 500 1.500 3.000 3.000 5.000 0,5% dari UP Barang yang diterima sebagai jaminan 1) Berbagai jenis tekstil (kain batik, bakal baju/celana, dll) 2) Peralatan rumah tangga (mixer, blender, mesin jahit, kipas angin, dll) 3) Alat transportasi (sepeda, sepeda motor, mobil) 4) Alat-alat pertanian (diesel, pompa air, handtraktor, dll) 5) Perhiasan (emas dan berlian, kalung, gelang, cincin, giwang) 6) Barang-barang elektronik (televisi, radio tape, VCD, dll) 7) Barang-barang lainnya (handphone, komputer, dll) Jasa Taksiran Jasa taksiran merupakan jasa yang diberikan kepada masyarakat yang ragu terhadap keaslian barang atau perhiasan yang dimilikinya. Contoh: emas, perak, intan, berlian dan lain-lain, dengan biaya 1% dari taksiran. Jasa titipan Jasa titipan merupakan suatu bentuk layanan untuk penitipan barang dan surat berharga dengan aman dan dijamin asuransi. Galeri 24 Toko Emas Galeri 24 toko emas merupakan bagian dari usaha kantor cabang yang melakukan penyediaan emas yang menjamin kualitas standart dan menjualnya kepada masyarakat dengan harga wajar. Setiap perhiasan yang dibeli akan dilampirkan sertifikat jaminan, sehingga yakin bahwa perhiasan yang dibeli adalah asli dan kualitasnya terjamin. Tata Cara Menggadaikan (Kredit) dan menebus Sifat proses produksi yang terjadi di Perum Pegadaian adalah proses produksi terus menerus, dalam artian kegiatan dari proses produksi bergerak secara tetap menurut aturan dalam pembuatan produk. Pada Perum pegadaian ada dua proses produksi yaitu: Proses menggadaikan dan proses menebus. Adapun urut-urutan proses produksinya dijelaskan per proses secara per proses sebagai berikut: 1. Tata cara menggadaikan a.. Nasabah datang ke loket kasir b. Nasabah menyerahkan anggunan atau barang jaminan untuk ditaksir nilai kreditnya c. Nilai maksimal kredit ditentukan penaksir dan nasabah memutuskan nilai kredit yang diinginkan atau diperlukan d. Nasabah memperoleh surat bukti kredit (SPK) atau Slip Kredit dan mengambil uang pinjamannya di kasir. Tata cara menebus POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 14 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 a. Pinjaman dapat dilunasi setiap saat tanpa harus menunggu habis jatuh tempo b. Nasabah datang ke kasir membayar pinjaman dan sewa modal pinjamannya c. Dengan slip/kitir tebusan dari kasir, nasabah mengambil anggunan diloket pengeluaran barang c. Peralatan yang digunakan Terdapat beberapa peralatan yang sangat penting untuk digunakan pada proses menggadaikan pada Perum Pegadaian Karawang. Untuk lebih jelas macam-macam peralatan yang dipergunakan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 Daftar Alat Yang Digunakan Tahun 2012 di Perum Pegadaian Karawang No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jenis Jarum Uji Air Uji Batu Uji Timbangan Calculator Computer Fungsi Untuk mengetahui jenis perhiasan Untuk melihat berat barang Untuk melihat karat dari perhiasan Untuk melihat berat barang Untuk menghitung uang Untuk mendata kegiatan pegadaian Unit 3 1 4 3 5 3 Sumber : Daftar Inventaris Perum Pegadaian, 2012 B. Pembahasan Hasil Penelitian Seperti yang pernah diutarakan pada bab sebelumnya, bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 orang Karyawan Perum Pegadaian Karawang. Dengan Jumlah karyawan tersebut penulis mencoba untuk membuat analisis mengenai pengaruh variabel komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi terhadap kinerja karyawan yang ada dalam perusahaan. 1. Deskripsi variabel penelitian a. Variabel komunikasi lisan (X1) Dalam variabel komunikasi lisan (X1) memiliki tiga indikator yang digunakan sebagai kuesioner untuk mengetahu tanggapan responden mengenai komunikasi lisan dalam perusahaan. Adapun hasil jawaban responden penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 15 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Distribusi Responden Atas Jawaban Variabel Komunikasi Lisan (X1) No Pertanyaan 1. 2. 3. Apakah perusahaan sering mengadakan pertemuan antara pimpinan dan karyawan melalui diskusi, rapat, ataupun seminar a. Sangat sering b. Sering c. Cukup sering d. Jarang e. Tidak Pernah Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi antara pimpinan dan karyawan apakah mudah dimengerti a. Sangat Mudah dimengerti b. Mudah dimengerti c. Cukup mudah dimengerti d. Sulit dimengerti e. Sangat sulit dimengerti Bagaimana komunikasi yang terjalin saudara dengan para pekerja lain atau sesama bawahan a. Sangat baik b. Baik c. Cukup Baik d. Tidak Baik e. Sangat Tidak Baik Jumlah Orang % 17 18 15 - 34.0 36.0 30.0 - 15 18 17 - 30.0 36.0 34.0 - 16 18 16 - 32.0 36.0 32.0 - Sumber : Data diolah, 2012 Berdasarkan tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa untuk pertanyaan pertama tentang frekuensi perusahaan mengadakan pertemuan antara pimpinan dan karyawan melalui diskusi, rapat, ataupun seminar didapatkan jawaban sebanyak 18 responden (36,0%) menyatakan sering, 17 responden (34,0%) menyatakan sangat sering dan sisanya sebanyak 15 responden (30,0%) menyatakan cukup sering. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa frekuensi perusahaan mengadakan pertemuan antara pimpinan dan karyawan melalui diskusi, rapat, ataupun seminar adalah sering dilaksanakan. Sedangkan untuk pertanyaan kedua kejelasan bahasa dalam komunikasi secara lisan didapatkan jawaban yaitu sebanyak 18 responden (36.0%) menyatakan mudah dimengerti, 15 responden (30.0%) menyatakan sangat mudah dimengerti dan sisanya sebanyak 17 responden (34.0%) menyatakan cukup mudah dimengerti. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan kejelasan bahasa dalam komunikasi secara lisan adalah mudah dimengerti. Pada pertanyaan ketiga tentang komunikasi yang terjalin saudara dengan para pekerja lain atau sesama bawahan didapatkan jawaban yaitu sebanyak 16 responden (32.0%) menyatakan sangat baik, 18 responden (36.0%) menyatakan baik dan sisanya sebanyak 16 responden (32.0%) menyatakan cukup baik. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan komunikasi yang terjalin saudara dengan para pekerja lain atau sesama bawahan adalah sangat baik. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 16 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Dari hasil jawaban secara keseluruhan pada variabel komunikasi lisan yang terjadi dalam perusahaan sebagian besar menyatakan telah terlaksana dengan baik. b. Variabel Komunikasi tertulis (X2) Dalam variabel Komunikasi tertulis (X2) memiliki dua indikator yang digunakan sebagai kuesioner untuk mengetahui tanggapan responden mengenai Komunikasi tertulis dalam perusahaan. Adapun hasil jawaban responden penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5 Distribusi Responden Atas Jawaban Variabel Komunikasi tertulis (X2) No Pertanyaan 1. 2. Jumlah Orang % Apakah pimpinan sering menyampaikan instruksi atau perintah, teguran dan informasi. Melalui surat, memo, pengiriman fax atau buletin a. Sangat Sering b. Sering c. Cukup Sering d. Jarang e. Tidak Pernah Penyampaian laporan kerja yang dibuat pimpinan dan karyawan secara tertulis apakah mudah dimengerti a. Sangat Mudah dimengerti b. Mudah dimengerti c. Cukup mudah dimengerti d. Sulit dimengerti e. Sangat sulit dimengerti Sumber : Data Primer (diolah), 2012. 10 25 15 - 20.0 50.0 30.0 - 15 20 15 - 30.0 40.0 30.0 - Berdasarkan tabel 5 di atas dapat dilihat bahwa untuk pertanyaan pertama tentang pimpinan sering menyampaikan instruksi atau perintah, teguran dan informasi. Melalui surat, memo, pengiriman fax atau buletin sebanyak 25 responden (50,0%) menyatakan sering, 15 responden (30,0%) menyatakan cukup sering dan sisanya sebanyak 10 responden (20,0%) menyatakan sangat sering. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa frekuensi pimpinan menyampaikan instruksi atau perintah, teguran dan informasi, melalui surat, memo, pengiriman fax atau buletin perusahaan adalah sering. Sedangkan untuk pertanyaan kedua tentang adanya penyampaian laporan kerja yang dibuat pimpinan dan karyawan secara tertulis apakah mudah dimengerti didapatkan jawaban yaitu sebanyak 20 responden (40.0%) menyatakan mudah dimengerti, dan masing-masing 15 responden (30.0%) menyatakan cukup mudah dimengertin dan sangat mudah dimengerti. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan penyampaian laporan kerja yang dibuat pimpinan dan karyawan secara tertulis adalah mudah dimengerti. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 17 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Dari hasil jawaban secara keseluruhan pada variabel Komunikasi Tertulis yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya sebagian besar menyatakan telah terlaksana dengan baik. c. Variabel Komunikasi tertulis menggunakan media teknologi (X3) Dalam variabel Komunikasi tertulis menggunakan media teknologi (X3) memiliki tiga indikator yang digunakan sebagai kuesioner untuk mengetahui tanggapan responden mengenai Komunikasi tertulis menggunakan media teknologi dalam perusahaan. Adapun hasil jawaban responden penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6 Distribusi Responden Atas Jawaban Variabel Komunikasi menggunakan media teknologi (X3) No Pertanyaan 1. Apakah fasilitas media teknologi sebagai sarana komunikasi yang diberikan oleh perusahaan sudah memadai a. b. c. d. e. 2. Sangat Memadai Memadai Cukup Memadai Tidak Memadai Sangat Tidak Memadai 17 19 14 - 34.0 38.0 28.0 - 13 22 15 - 26.0 44.0 30.0 - 12 21 17 - 24.0 42.0 34.0 - Apakah perusahaan sering menggunakan fasilitas media teknologi seperti telepon, mesin faks, komputer, internet, laptop dan OHP a. b. c. d. e. 3. Jumlah Orang % Sangat Sering Sering Cukup Sering Jarang Tidak Pernah Apakah setiap karyawan dapat menggunakan fasilitas media teknologi sebagai sarana komunikasi dalam perusahaan dengan baik a. Sangat Baik b. Baik c. Cukup Baik d. Tidak Baik e. Sangat Tidak Baik Sumber : Data Primer (diolah), 2012. Berdasarkan tabel 6 di atas dapat dilihat bahwa untuk pertanyaan pertama tentang fasilitas media teknologi sebagai sarana komunikasi yang diberikan oleh perusahaan sebanyak 19 responden (38,0%) menyatakan memadai, 17 responden (34,0%) menyatakan sangat memadai dan sisanya sebanyak 14 responden (28,0%) menyatakan cukup memadai. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa fasilitas media teknologi sebagai sarana komunikasi yang diberikan oleh perusahaan sudah memadai. Sedangkan untuk pertanyaan kedua tentang perusahaan sering menggunakan fasilitas media teknologi seperti telepon, mesin faks, komputer, internet, laptop dan OHP didapatkan jawaban yaitu sebanyak POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 18 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 22 responden (44.0%) menyatakan sering, 15 responden (30.0%) menyatakan cukup sering dan sisanya sebanyak 13 responden (26%) menyatakan sangat sering. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan frekuensi perusahaan dalam menggunakan fasilitas media teknologi seperti telepon, mesin faks, komputer, internet, laptop dan OHP dalam komunikasi adalah sering dilakukan. Sedangkan untuk pertanyaan terakhir tentang setiap karyawan dapat menggunakan fasilitas media teknologi sebagai sarana komunikasi dalam perusahaan dengan baik didapatkan jawaban yaitu sebanyak 21 responden (42.0%) menyatakan baik, 17 responden (34.0%) menyatakan cukup baik dan sisanya sebanyak 12 responden (24.0%) menyatakan sangat baik. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan bahwa setiap karyawan dapat menggunakan fasilitas media teknologi sebagai sarana komunikasi dalam perusahaan dengan baik. Dari hasil jawaban secara keseluruhan pada variabel Komunikasi menggunakan media teknologi di perusahaan sebagian besar menyatakan telah terlaksana dengan baik. d. Variabel Kinerja Karyawan (Y) Dalam variabel kinerja karyawan (Y) memiliki tiga indikator yang digunakan sebagai kuesioner untuk mengetahui tanggapan responden mengenai kinerja dalam perusahaan. Adapun hasil jawaban responden penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7 Distribusi Responden Atas Jawaban Kinerja Karyawan (Y) No Pertanyaan 1. Apakah keberhasilan dalam pekerjaan sesuai dengan standar kualitas (mutu) yang ditetapkan oleh perusahaan. a. b. c. d. e. 2. Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai 1 29 20 - 2.0 58.0 40.0 - 8 27 15 - 16.0 54.0 30.0 - 6 21 23 - 12.0 42.0 46.0 - Apakah penyelesaian pekerjaan sesuai dengan kuantitas atau jumlah yang telah ditetapkan oleh perusahaan a. b. c. d. e. 3. Jumlah Orang % Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai Apakah kemampuan saudara menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar waktu a. b. c. d. e. Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 19 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Sumber : Data Primer (diolah), 2012. Berdasarkan tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa untuk pertanyaan pertama tentang keberhasilan dalam pekerjaan sesuai dengan standar kualitas (mutu) yang ditetapkan oleh perusahaan sebanyak 29 responden (58,0%) menyatakan sesuai, 20 responden (40,0%) menyatakan cukup sesuai dan sisanya sebanyak 1 responden (2,0%) menyatakan sangat sesuai. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa keberhasilan dalam pekerjaan sesuai dengan standar kualitas (mutu) yang ditetapkan oleh perusahaan adalah sudah sesuai. Sedangkan untuk pertanyaan kedua tentang penyelesaian pekerjaan sesuai dengan kuantitas atau jumlah yang telah ditetapkan oleh perusahaan didapatkan jawaban yaitu sebanyak 27 responden (54.0%) menyatakan sesuai, 15 responden (30.0%) menyatakan cukup sesuai dan sisanya sebanyak 8 responden (16.0%) menyatakan sangat sesuai. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan kuantitas atau jumlah yang telah ditetapkan oleh perusahaan adalah sudah sesuai. Pada pertanyaan ketiga tentang kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar waktu didapatkan jawaban yaitu sebanyak 23 responden (46.0%) menyatakan cukup sesuai, 21 responden (42.0%) menyatakan sesuai dan sisanya sebanyak 6 responden (12.0%) menyatakan sangat sesuai. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden menyatakan ketepatan waktu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan perusahaan adalah baik. Dari hasil jawaban secara keseluruhan pada variabel kinerja yang ada dalam perusahaan sebagian besar responden menyatakan telah terlaksana dengan baik. 2. Uji validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Uji Validitas Sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang hendak diukur dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pengukuran validitas dengan menggunakan korelasi product moment dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 5%), dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item dengan skor totalnya. Hasil pengujian dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 20 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Tabel 8 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Korelasi Product Moment 1. X1.1 0.899 X1.2 0.851 X1.3 0.862 2. X2.1 0.880 X2.2 0.903 3. X3.1 0.866 X3.2 0.917 X3.3 0.852 4. Y1.1 0.852 Y1.2 0.855 Y1.3 0.784 Sumber : Data Primer (diolah), 2012 No Item Sig. (2-tailed) R tabel  = 0,05 Keterangan Hasil 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 0.279 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Instrumen dikatakan valid jika korelasi product moment menunjukkan korelasi yang signifikan antara skor item dengan skor total atau dengan cara membandingkan nilai korelasi masing-masing item dengan nilai korelasi tabel (r tabel), jika r product moment > r tabel maka instrumen dikatakan valid. Tabel menunjukkan bahwa butir pertanyaan mempunyai nilai korelasi yang lebih besar dari r tabel (lebih besar dari 0,279) sehingga butir pertanyaan yang diajukan dinyatakan valid dan layak dianalisis. b. Hasil Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan formula Alpha Cronbach, dimana hasil ujinya disajikan pada tabel 9 berikut: Tabel 9 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Koefisien Alpha X1 X2 X3 Y Sumber: Data primer diolah, 2012 0.8406 0.7399 0.8512 0.7628 Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan pada item-item pertanyaan yang memiliki validitas. Instrumen dinyatakan reliabel jika nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh paling tidak mencapai 0,6. Hasil uji reliabilitas yang disajikan pada tabel 9 menunjukkan bahwa masing-masing nilai POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 21 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 koefisien reliabilitas lebih besar dari 0,6 sehingga instrumen yang digunakan dinyatakan reliabel. 3. Analisis Data Berdasarkan hasil analisis regresi yang dihitung dengan menggunakan program SPSS for Windows dapat disusun ringkasan hasil analisis regresi linier berganda sebagai berikut: Tabel 10 Rekapitulasi Analisis Regresi Linier Berganda Variabel Bebas Koefisien Regresi 0,288 t hitung 2,847 Probabilitas (Sig. t) 0,007 0,479 3,261 0,002 Komunikasi menggunakan 0,095 media teknologi (X3) Konstata 2,761 F Hitung 36,548 2 R 0,704 Adjusted R2 0,685 R 0,839 Variabel terikat Kinerja Karyawan (Y) Sumber data : diolah 3,869 0,389 Komunikasi Lisan (X1) Komunikasi Tertulis (X2) a. Analisis Regresi Dari tabel di atas dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 2,761 + 0,288X1 + 0,479X2 + 0,095X3 1) Konstata (a) sebesar 2,761 menunjukkan besarnya nilai variabel y jika variabel bebasnya dianggap nol, artinya jika tanpa dipengaruhi oleh variabel komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) dalam perusahaan maka besarnya kinerja adalah 2,761. 2) Koefisien regresi komunikasi lisan (b1) menunjukkan variabel komunikasi lisan mempunyai pengaruh sebesar 0,288 terhadap kinerja. Koefisien regresi bernilai positif menunjukkan pengaruh yang searah, artinya semakin tinggi komunikasi lisan akan menyebabkan semakin tinggi kinerja dengan asumsi variabel bebas lainnya (X2 dan X3) besarnya adalah konstan. 3) Koefisien regresi Komunikasi Tertulis (b2) menunjukkan variabel Komunikasi Tertulis mempunyai pengaruh sebesar 0,479 terhadap kinerja. Koefisien regresi bernilai positif menunjukkan pengaruh yang POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 22 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 searah, artinya semakin tinggi Komunikasi Tertulis akan menyebabkan semakin tinggi kinerja dengan asumsi variabel bebas lainnya (X1 dan X3) besarnya adalah konstan. 4) Koefisien regresi Komunikasi menggunakan media teknologi (b3) menunjukkan variabel Komunikasi menggunakan media teknologi mempunyai pengaruh sebesar 0,095 terhadap kinerja. Koefisien regresi bernilai positif menunjukkan pengaruh yang searah, artinya semakin tinggi Komunikasi menggunakan media teknologi akan menyebabkan semakin tinggi kinerja dengan asumsi variabel bebas lainnya (X1 dan X2) besarnya adalah konstan. 4) Besarnya koefisien determinasi (R2) = 0,704 dan setelah disesuaikan menjadi adjust R square sebesar 0,685 menunjukkan bahwa komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi secara bersama-sama memberikan kontribusi/sumbangan sebesar 68,5% terhadap perubahan kinerja, sedangkan sisanya sebesar 31,5% merupakan sumbangan/kontribusi variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. b. Uji Hipotesis I (Uji F) Hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows dapat disajikan dalam tabel berikut: Tabel 11 Tabel Anova Hasil Analisis Data ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 84.548 35.472 120.020 df 3 46 49 Mean Square 28.183 .771 F 36.548 Sig. .000a a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y Dari tabel di atas didapatkan hasil F hitung sebesar 36,548 dengan tingkat signifikan 0,00, serta df penyebut 3 dan df pembilang sebesar 46. Untuk menguji hipotesis pertama yang meliputi terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi yang terdiri dari komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) terhadap Kinerja Karyawan Pada Perum Pegadaian Karawang digunakan Uji F. Uji F dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F Tabel pada taraf nyata  = 0,05. Berdasarkan tabel 10 dapat disimpulkan bahwa F hitung sebesar 36,548 > dari F tabel 2,18 yang berarti bahwa pada taraf nyata  = 0,05 variabel-variabel komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh bermakna terhadap kinerja (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata  = 0,05. 2) Uji Hipotesis II (Uji t) Untuk menguji hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga variabel komunikasi tertulis (X2) mempunyai pengaruh yang POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 23 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 paling dominan terhadap kinerja (Y), maka dalam penelitian ini melihat besarnya masing-masing koefisien regresi dari variabel bebas. Adapun signifikasi dari masing-masing koefisien itu diuji dengan menggunakan uji parsial t-test tampak pada tabel sebagai berikut: Tabel 12 Hasil Analisis Regresi Coefficientsa Model 1 (Constant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std. Error 2.761 .816 .288 .101 .479 .147 9.591E-02 .110 Standardized Coefficients Beta t 3.384 2.847 3.261 .869 .388 .407 .124 Sig. .001 .007 .002 .389 a. Dependent Variable: Y Sumber : Data (Diolah), 2012 a) Uji t untuk variabel komunikasi lisan (X1) Untuk menguji secara parsial variabel komunikasi lisan (X1) terhadap kinerja digunakan uji t. Hasil analisis regresi diperoleh nilai t hitung = 2,847 sedangkan pada  = 0,05 dan df =3:46 diperoleh nilai t tabel = 2,021 Karena t hitung > t tabel dengan probablitas 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga terbukti bahwa secara parsial variabel komunikasi lisan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Jika digambarkan dalam kurva normal sebagai berikut : Gambar 4 Kurva Daerah Penerimaan Dan Penolakan H0 Variabel Komunikasi Lisan (X1) Daerah  = 0,025 Penolakan Ho -2,847  = 0,025 Daerah PenerimaanHo 2.021 -2.021 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 24 Daerah Penolakan Ho 2,847 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 b) Uji t untuk variabel komunikasi tertulis (X2) Untuk menguji secara parsial variabel komunikasi tertulis (X2) terhadap kinerja digunakan uji t. Hasil analisis regresi diperoleh nilai t hitung = 3,261 sedangkan pada  = 0,05 dan df =3:46 diperoleh nilai t tabel = 2,021 Karena t hitung > t tabel dengan probablitas 0,002 lebih kecil dari 0,05 sehingga terbukti bahwa secara parsial variabel komunikasi tertulis berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Jika digambarkan dalam kurva normal sebagai berikut : Gambar 5 Kurva Daerah Penerimaan Dan Penolakan H0 Variabel komunikasi tertulis (X2) Daerah  = 0,025 Penolakan Ho -3,261  = 0,025 Daerah PenerimaanHo 2.021 -2.021 Daerah Penolakan Ho 3,261 c) Uji t untuk variabel komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) Untuk menguji secara parsial variabel komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) terhadap kinerja digunakan uji t. Hasil analisis regresi diperoleh nilai t hitung = 0,869 sedangkan pada  = 0,05 dan df =3:46 diperoleh nilai t tabel = 2,021 Karena t hitung < t tabel dengan probablitas 0,389 lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terbukti bahwa secara parsial variabel komunikasi menggunakan Media Teknologi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Jika digambarkan dalam kurva normal sebagai berikut : Gambar 6 Kurva Daerah Penerimaan Dan Penolakan H0 Variabel komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) Daerah  = 0,025 Penolakan Ho -2.021 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013  = 0,025 Daerah PenerimaanHo -0,869 Page 25 0,869 2.021 Daerah Penolakan Ho JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 Dari tabel 12 maka secara parsial X1 dan X2 berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan tetapi untuk X3 tidak berpengaruh signifikan. Untuk mengetahui pengaruh dominan maka di hasil regresi: Y = 2,761 + 0,288X1 + 0,479X2 + 0,095X3 Dapat disimpulkan bahwa X2 yaitu komunikasi tertulis berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan, dengan demikian hipotesis II terbukti. V.KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan penjelasan hasil penelitian yang telah ditunjukkan pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari hasil analisis data didapatkan hasil Konstata (a) sebesar 2,761 menunjukkan besarnya nilai variabel y jika variabel bebasnya dianggap nol, artinya jika tanpa dipengaruhi oleh variabel komunikasi lisan (X 1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) dalam perusahaan maka besarnya kinerja adalah 2,761. 2. Dari persamaan regresi tersebut didapatkan nilai pengaruh variabel bebas yang terdiri dari komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) berpengaruh positif terhadap variabel terikat (Y). Pengaruh positif menunjukkan bahwa perubahan variabel bebas (X1, X2 dan X3) akan searah dengan perubahan kinerja karyawan (Y). 3. Dari hasil uji F didapatkan F hitung sebesar 36,548 > dari F tabel 2,18 yang berarti bahwa pada taraf nyata  = 0,05 variabel-variabel komunikasi lisan (X1), komunikasi tertulis (X2) dan komunikasi menggunakan Media Teknologi (X3) secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh bermakna terhadap kinerja (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata  = 0,05. 4. Dari hasil analisis t hitung untuk variabel komunikasi tertulis (X 2) sebesar 3,261 dengan taraf signifikan 0,002, dapat dikatakan memiliki nilai hitung yang tertinggi dan taraf signifikan terkecil, sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga variabel komunikasi tertulis (X2) berpengaruh dominan terhadap Kinerja Karyawan Perum Pegadaian teruji dengan taraf nyata  = 0,05. 5. Besarnya koefisien determinasi (R2) = 0,704 dan setelah disesuaikan menjadi adjust R square sebesar 0,685 menunjukkan bahwa komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi menggunakan media teknologi secara bersama-sama memberikan kontribusi/sumbangan sebesar 68,5% terhadap perubahan kinerja, sedangkan sisanya sebesar 31,5% merupakan sumbangan/kontribusi variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 26 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 DAFTAR PUSTAKA Anwar Prabu Mangkunegara. 2002. Manajemen Sumber Daya Perusahaan. Cetakan Keempat. Penerbit PT. Remaja Rosdakarya Bandung. Flippo, B. Edwin. 2000. Manajemen Personalia. Penerbit Erlangga. Handoko, T. Hani. 1994. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit BPFE. Yogyakarta. Husein, Umar. 1998. Riset Sumber Daya Manusia. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Koster, Wayan dan Boediono. 2001. Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas. Penerbit PT. Remaja Rosdakarya. Bandung. Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Mandar Maju. Bandung. Purwanto, Djoko. 1997. Komunikasi Bisnis. Penerbit Remaja Rosdakarya Bandung. Ranupandojo, Heidjrachman. 1996. Manajemen Personalia. Cetakan Keenam. Penerbit BPFE. Yogyakarta. Sugito, Pudjo. 2001. Manajemen Produksi. Penerbit STIE Pelita Bangsa Bekasi. Tohardi, Ahmad. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Mandar Maju Bandung. POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 27 JURNAL MITRA ILMU VOLUME 3. No. 1 – APRIL 2013 POLITEKNIK TMKM CIKAMPEK 2013 Page 28

Judul: Jurnal Mitra Ilmu Volume 3 No 1 April 2013 Taufan Gojali

Oleh: Eko Agus Darmadi, S.kom., Mm

Ikuti kami