Kerjasama Ekonomi Amerika Serikat (trans Pasific Partnership)

Oleh Indah Maisuri

169,4 KB 11 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Kerjasama Ekonomi Amerika Serikat (trans Pasific Partnership)

TUGAS PAPER AMERIKA UTARA KERJASAMA EKONOMI AMERIKA SERIKAT “TRANS PASIFIC PARTNERSHIP (TPP)” NAMA: INDAH MAISURI NIM: 1101112264 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2014 PENDAHULUAN Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Amerika Serikat sudah melakukan perdagangan internasional sejak dahulu. Seperti yang dijelaskan oleh the United States Trade Representative (USTR) bahwa proses pembukaan pasar dunia dan perluasan perdagangan telah dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1934 dan berperan penting dalam perkembangan dan kemakmuran Amerika Serikat. Dari masa ke masa, fokus kebijakan ekonomi internasional Amerika Serikat terus berubah. Pada Tahun 1990-an, fokus kebijakan ekonomi internasional Amerika berpindah ke kawasan Asia Pasifik, melalui Serikat forum Asia Pacific Economic Cooperasion (APEC). Kawasan Asia Pasifik mempunyai 40% populasi dunia dan lebih dari setengah GDP dunia. Pada tahun 2010, lebih dari tiga perempat negara kawasan Asia-Pasifik mengalami pertumbuhan GDP di atas 3%, mencapai pertumbuhan GDP Amerika Serikat. Kawasan Asia Pasifik saat itu telah menjadi kawasan penting bagi Amerika Serikat daripada sebelumnya. Geopolitik berpindah semakin cepat sebagai akibat dari krisis ekonomi global yang terjadi. APEC bukanlah satu-satunya wadah Amerika Serikat untuk memenuhi kepentingan ekonominya di kawasan Asia Pasifik. Institusi internasional lainnya adalah Trans Pacific Partnership (TPP). Seperti yang dijelaskan oleh USTR (2011) bahwa TPP adalah elemen kunci dari strategi administrasi Obama untuk membuat keterlibatan Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik menjadi prioritas utama. PEMBAHASAN Trans Pacific Partnership (TPP) merupakan perjanjian perdagangan bebas yang masih berada dalam proses negosiasi yang dibuat oleh beberapa negara anggota APEC. Namun, walaupun TPP masih berada dalam proses negosiasi, sebenarnya perjanjian perdagangan bebas ini merupakan pengembangan dan lanjutan dari perjanjian yang sudah berlaku diantara empat negara, yaitu Brunei Darussalam, Singapura, Chili, dan Selandia Baru yang dikenal dengan nama Trans Pacific Strategic Economic Partnership (TPSEP). Selain itu pada tahun 2011, TPP mengeluarkan garis besar institusi ini, sehingga memberikan gambaran mengenai latar belakang, instrumen, konsep, dan tujuan dari negosiasi perdagangan ini. Beberapa tujuan dari kerjasama ekonomi ini adalah membentuk area perdagangan bebas antara negara anggota, seperti yang terdapat dalam pembukaan perjanjian TPSEP bahwa tujuan dari kerjasama ini adalah: mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama di antara anggota melalui liberalisasi dan investasi untuk menciptakan kemitraan strategis di kawasan Asia Pasifik, membangun aturan jelas terkait perdagangan, dan sebagainya. Dikarenakan Amerika Serikat tengah berada dalam keadaan krisis ekonomi pada tahun 2008, dan di saat itu terdapat TPP yang merupakan kerjasama ekonomi yang mempunyai konsentrasi utama dalam hal liberalisasi perdagangan di kawasan Asia Pasifik, maka keputusan Amerika Serikat untuk bergabung dengan kerjasama ekonomi tersebut adalah untuk memulihkan kembali perekonomian negaranya yang rusak akibat krisis finansial yang bermula pada tahun 2007. Dengan kata lain, TPP akan menjadi wadah bagi Amerika Serikat untuk melebarkan perdagangan internasionalnya, agar stagnansi perekonomian yang dialaminya bisa teratasi. Menurut Petri, Plummer, dan Zhai (2011) kepentingan Amerika serikat di TPP adalah pertama, TPP akan menciptakan kesepakatan ekonomi yang komprehensif (mencakup isu-isu yang tidak ada dari Doha Round seperti jasa, investasi, kompetisi, dan regulasi yang koheren) dan bentuk perjanjian yang modern sebagai alternatif kesepakatan di Kawasan Asia Pasifik yang melibatkan Amerika Serikat. Kedua, TPP akan mendorong integrasi lebih dalam di Kawasan Asia Pasifik. Ketiga, TPP akan menyediakan model yang bisa mengkonsolidasikan perjanjian perdagangan yang ada sehingga bisa memetakan jalan keluar dari the Noodle Bowl, yaitu perjanjian perdagangan internasional yang terlalu banyak sehingga tidak terorganisir, yang ada di Asia Pasifik dan sekitarnya. Keempat, TPP akan membantu memperluas pasar ekspor Amerika Serikat ke Asia. PEREKONOMIAN AMERIKA SERIKAT Bermula dari tahun 2007, Amerika Serikat dan dunia menghadapi krisis finansial global. Banyak pendapat mengenai penyebab terjadinya krisis finansial tersebut seperti housing bubble di Amerika Serikat, lembaga penyalur kredit rumah Amerika Serikat yang tidak bijaksana dan tidak transparan, ketidakseimbangan global, black swan theory, dan berbagai pendapat lainnya. Namun dari sekian literatur yang ada, krisis finansial tersebut memang berakar dari Amerika Serikat. Krisis bermula di saat banyaknya muncul bisnis subprime mortgage dalam bentuk properti pada tahun 2000-an. Subprime mortgage merupakan kebalikan dari prime mortgage, yaitu pemberian kredit kepada nasabah atau konsumen yang memiliki sejarah kredit yang buruk atau belum memiliki sejarah kredit sama sekali, sehingga digolongkan sebagai kredit yang berisiko tinggi. Di saat Amerika Serikat masih menghadapi gejolak finansial di negaranya, pada 4 February 2008 pejabat USTR mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan berusaha untuk bergabung dengan sebuah kerjasama perdagangan bebas yang dikenal dengan Trans Pacific Strategic Economic Partnership (TPSEP) (Office of the USTR 2008). Amerika Serikat adalah negara kawasan Asia Pasifik pertama yang ingin bergabung dengan kerjasama ekonomi yang memang dibuat untuk negara-negara kawasan tersebut. Beberapa bulan kemudian, negara-negara lain di kawasan pun ingin bergabung dengan kerjasama ekonomi tersebut,dan TPSEP pun bertransformasi menjadi TPP. Awalnya TPSEP hanya beranggotakan Singapura, Selandia Baru, Chili, dan Brunei Darussalam, dan bertransformasi menjadi TPP dengan tambahan anggota Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam, Australia, dan Peru hingga tahun 2010. TPP saat ini masih berada dalam proses negosiasi. Terdapat beberapa faktor yang melatar belakangi Amerika Serikat untuk bergabung dengan TPP, yaitu: 1. Krisis Ekonomi yang Disebabkan oleh Krisis Finansial Krisis finansial juga menyebabkan bangkrutnya perusahaan-perusahaan raksasa Amerika Serikat, tentunya membuat banyak pegawainya kehilangan pekerjaan, melemahnya nilai mata uang Amerika Serikat yang juga mata uang perdagangan internasional membuat berkurangnya kegiatan perdagangan internasional, sehingga mengurangi pemasukan negara. 2. Potensi Asia Pasifik dan Trans Pacific Economic Strategic Partnership (TSEP) TPSEP merupakan kerjasama ekonomi yang akan beroperasi dikawasan Asia Pasifik. USTR menjelaskan bahwa kawasan Asia Pasifik merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi global, yang mewakili hampir 60 persen dari GDP global dan sekitar 50 persen dari perdagangan internasional. 3. Ketidakpuasan akan Kerjasama Global dan Bilateral Pada tahun 2001, WTO melansir sebuah negosiasi perdagangan bebas yang bernama Doha Developement Agenda (DDA) yang bertujuan untuk mereformasi sistem perdagangan internasional melalui pengenalan hambatan perdagangan yang lebih rendah dan pengkajian ulang aturan perdagangan. Program kerja ini mencakup 20 bidang perdagangan. Perjanjian yang buat saat konferensi WTO keempat di Doha Qatar ini awalnya direncanakan akan terealisasi pada tanggal 1 Januari 2005, namun tidak berjalan sesuai rencana (WTO 2013). Kemudian menargetkan lagi pada tahun 2006. Namun, hingga 2012 DDA tidak memberikan hasil dan proses negosiasinya telah mengalami kegagalan. Karena kegagalan tersebut, Amerika Serikat mencoba menjalin kerjasama perdagangan bilateral dengan Panama, Kolombia, dan Korea Selatan yang akhirnya terealisasi pada tahun 2011 (Office of the USTR 2013). 4. Kebangkitan Ekonomi Cina Dimulai dengan kebijakan Open Door Policy yang dikeluarkan pada masa Deng Xiaoping, yaitu keterbukaan Cina dalam hal perekonomian dengan dua kebijakan utamanya keterbukaan terhadap investasi asing serta pembukaan institusi-institusi tertentu secara national wide. Cina sudah terhubung dengan beberapa perdagangan di regional Asia seperti Northeast Asia Free Trade Area antara Cina, Korea Selatan, dan Jepang, dan Association of South East Asian Nations (ASEAN) + 3 yang terdiri dari 10 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja, Laos, dan Brunei Darussalam), dan ASEAN + 6 yang beranggotakan negara ASEAN+3 beserta India, Selandia Baru, dan Australia. Sehingga Cina memiliki peran penting di kawasan Asia. Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan Pivot to Asia, dengan perspektif bahwa pusat gravitasi kebijakan luar negeri, ekonomi, dan militer bergeser ke kawasan Asia Pasifik. Salah satu alasannya adalah untuk penyeimbang kebangkitan dan pengaruh Cina tersebut dan dalam bidang ekonomi, Amerika Serikat menjadikan TPSEP/TPP sebagai instrumennya. TRANS PASIFIC PARTNERSHIP (TPP) TPP merupakan negosiasi perdagangan yang bermula dari perjanjian perdagangan khusus yang bernama Trans Pacific Strategic Economic Partnerhsip (TPSEP). TPSEP adalah perjanjian perdagangan bebas pertama yang menghubungkan Asia, Pasifik, dan Amerika Latin. Brunei Darussalam dan Singapura yang berada di Asia, Selandia Baru yang berada di Pasifik, dan Chili yang berada di Amerika Latin dihubungkan secara perdagangan oleh TPSEP tersebut. Selain keragaman geografis, perjanjian ini juga mempunyai cakupan yang luas. Hal ini dikarenakan perjanjian ini meliberalisasikan hampir semua produk barang, termasuk produk kebutuhan pokok. Hingga akhirnya pada tahun 2017, P4 harus benar-benar menjadikan tarif mereka menjadi nol pada semua barang, kecuali Brunei Darussalam dalam beberapa produk. Selain itu perjanjian ini juga merespon permasalahan-permasalahan baru yang terkait dengan perdaganan internasional, sehingga perjanjian ini sering disebut dengan perjanjian High Level atau 21 Century. Proses negosiasi lanjutan TPSEP dengan jumlah negara anggota baru inilah yang dikenal dengan sebutan Trans pacific Partnership (TPP). TPP menjadi perjanjian abad ke-21 karena karena kesepakatan ini membahas isuisu baru, yang mempunyai elemen-elemen baru dan merespon tantangan perdagangan yang terdapat di abad ke-21 (Office of the USTR 2013). Adapun beberapa fitur TPP menurut garis besar perjanjian perdangan tersebut adalah: 1. Akses pasar yang komprehensif, untuk menghilangkan tarif dan hambatan lainnya terkait perdagangan dan investasi, sehingga dapat menciptakan peluang dan manfaat baru bagi pekerja, bisnis, dan konsumen. 2. Perjanjian bersifat regional, untuk memfasilitasi pengembangan produksi dan suplai, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan standar hidup, meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan di regional TPP. 3. Membahas isu-isu perdagangan lintas sektoral, mewujudkan hal-hal yang sudah dibangun oleh APEC dan forum ekonomi lainnya, seperti keterpaduan regulasi, daya saing dan fasilitasi bisnis, usaha kecil dan menengah, dan pengembangan. 4. Tantangan perdagangan baru, untuk mempromosikan perdagangan dan investasi produk dan layanan yang inovatif, termasuk yang berkaitan dengan ekonomi digital dan teknologi lingkungan, dan juga untuk memastikan lingkungan bisnis yang kompetitif di seluruh wilayah TPP. 5. Menjalankan kesepakatan, untuk mengaktifkan dan memperbarui perjanjian yang sesuai untuk mengatasi masalah perdagangan yang muncul di masa depan, serta isu-isu baru yang muncul dengan perluasan perjanjian untuk memasukkan negara-negara baru (Office of the USTR 2011). Transformasi TPSEP menjadi TPP terjadi dikarenakan beberapa negara anggota APEC ingin ikut bergabung dengan TPSEP. Negara pertama yang menyatakan diri ingin bergabung dengan kerjasama perjanjian perdangangan tersebut adalah Amerika Serikat. Negara tersebut pun menyakini bahwa ia bisa menjadi katalisator yang membuat negara lain ikut bergabung dengan TPP. Hal ini terbukti dengan bergabungnya Australia, Vietnam, Chili, dan Malaysia hingga tahun 2010. Sembilan negara tersebut mempunyai ekonomi dan demografis yang beragam (trans pasifik). Amerika Serikat mempunyai populasi dan ekonomi yang jauh lebih besar daripada anggota lainnya.Populasi Amerika Serikat empat kali lebih banyak dibandingkan Vietnam dan mempunyai GDP yang hampir dua belas kali GDP Australia. Selain itu, Amerika Serikat sudah mempunyai perjanjian perdagangan bebas dengan empat negara, Australia, Singapura, Chili, dan Peru, sehingga kesempatan Amerika Serikat untuk membuka perdagangan mereka hanya ke Brunei Darussalam, Selandia Baru, Malaysia, dan Vietnam. TTP ini nantinya akan berbentuk perjanjian perdagangan bebas, di mana setiap perjanjian perdagangan bebas bersifat terikat (binding) seperti TPSEP ataupun perjanjianperjanjian perdagangan bebas lainnya. Perjanjian perdagangan bebas bukanlah wadah untuk berkonsultasi dan diskusi mengenai perdagangan dan ekonomi internasional, melainkan wadah untuk menegosiasikan perdagangan internasional yang nantinya akan benar-benar direalisasikan. Berbeda dengan APEC yang merupakan forum antara pemerintahan di kawasan Asia Pasifik yang bersifat tidak mengikat (non-binding). Selain itu keputusan yang dibuat dalam APEC dicapai dengan cara konsensus dan komitmen untuk merealisasikan keputusan tersebut hanya bersifat sukarela (voluntary), atau dengan kata lain tidak diwajibkan bagi setiap negara anggota untuk melakukannya (Asia Pacific Economic Cooperation 2013). KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa Amerika Serikat berupaya untuk memenuhi kepentingan ekonomi dan nasionalnya melalui Trans Pacific Partnership (TPP), hal tersebut terlihat dalam proses negosiasi dan upaya Amerika Serikat untuk melakukan penambahan sumberdaya atau anggota TPP. Amerika Serikat mengusulkan kepentingan nasionalnya agar dimasukkan dalam kesepakatan TPP. Poin-poin kepentingan nasional yang diusulkan tersebut berdasarkan kepada sektor-sektor yang memberikan sumbangan besar dalam perekonomian dan kemakmuran Amerika Serikat seperti akses pasar, jasa keuangan, investasi, hak cipta, dan lingkungan. TPP memberikan kesempatan yang besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan upaya tersebut, dikarenakan saat ini TPP masih berada dalam proses negosiasi. Agar sumberdaya TPP bertambah, Amerika Serikat telah melakukan beberapa upaya dan mengeluarkan beberapa kebijakan, yaitu menawarkan insentif yang dimiliki oleh TPP kepada negara anggota APEC dan mengundang negara lain untuk bergabung dengan TPP. Insentif yang ditawarkan oleh Amerika Serikat tersebut disampaikan secara tersirat saat negara tersebut menjadi host economy APEC pada tahun 2011. Amerika Serikat yang saat itu mempunyai wewenang untuk menentukan topik prioritas forum APEC 2011, mengarahkan pembahasan forum yang beranggotakan negara-negara kawasan Asia Pasifik tersebut ke TPP. Perbedaan antara APEC dan TPP terletak pada mengikat dan tidak mengikatnya suatu kesepakatan atau perjanjian perdagangan yang telah dibuat. DAFTAR PUSTAKA http://www.indonesia.jakarta.usembassy.gov/news/fact_130913id.html (Diakses pada 11 April 2014) www.pikiran-rakyat.com/node/277330 (Diakses pada 11 April 2014) www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03.130315_bisnis_Jepang_perdagangan_bebas (Diakses pada 11 April 2014) www.beritasatu.com/ekonomi/177755-api-minta-pemerintah-ikut-perjanjian-tpp.html (Diakses pada 14 April 2014) http://www.indonesia.rti.org/tw/news/?recordid=1883 (Diakses pada 14 April 2014) www.ambadar.com (Diakses pada 14 April 2014) http://www.opinikompas.blogspot.com/2014/04/tpp-dan-rcep.html (Diakses pada 15 April 2014) www.rmol.co (Diakses pada 16 April 2014) http://www.aktual.co/politik (Diakses pada 16 April 2014) www.theglobal-review.com (Diakses pada 17 April 2014) http://tppinfo.org/resources/whats-in-the-tpp/ (Diakses pada 18 April 2014) http://www.international.gc.ca/trade-agreements-accords-commerciaux/agr-acc/tpp-ptp/ 101.aspx?lang=eng (Diakses pada 18 April 2014) www.international.gc.ca/TPP (Diakses pada 19 April 2014) http://www.jurnas.com/halaman/29/2013-10-07/268307 (Diakses pada 19 April 2014)

Judul: Kerjasama Ekonomi Amerika Serikat (trans Pasific Partnership)

Oleh: Indah Maisuri


Ikuti kami