Refleksi Ekonomi Syariah 2010 Dan Outlook 2011

Oleh Ali Rama

63,4 KB 11 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Refleksi Ekonomi Syariah 2010 Dan Outlook 2011

KONSEP-KONSEP DASAR HUKUM • Definisi Hukum Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu (Utrecht) Huku adalah la i ody of rues for the gueda e of human conduct which are imposed upon, and enforced the members of a given state (Philip S James) Hukum adalah karya manusia yang berupa norma-norma berisikan petunjuk-petunjuk tingkah laku (Satcipto Rahardjo) Hukum adalah suatu perintah, sehingga hukum yang sesungguhnya mengalir dari satu sumber yang pasti (John Austin) Norma-Norma Masyarakat • Masyarakat terbentuk atas dasar adanya tatanan (norma), norma yang ada tidak bersifat tunggal namun beragam yang mana setiap norma tersebut memiliki kontribusinya masing-masing • Menurut Gustav Radbruch, terdapat ketegangan antara normanorma yang hidup dimasyarakat, yaitu ketegangan antara ideal dan kenyataan • Secara umum terdapat tiga norma dalam masyarakat, yaitu norma kebiasaan, norma hukum dan nori masma kesusilaan • Norma Kebiasaan: Tatanan yang terdiri dari norma-norma yang dekat dengan kenyataan, bahwa kaidah kebiasaan itu tidak lain diangkat dari dunia kenyataan. Sesuatu hal diangkat menjadi norma melalui ujian keteraturan, keajegan dan kesadaran dari masyarakat untuk menerimanya sebagai norma. Ketegangan antara Norma ini dan kesusilaan dinilai yag terbesar dibandingkan dengan norma yang lain • Norma kebiasaan banyak mengangkat perbuatanperbuatan yang lazim dilakukan sehari-hari menjadi norma, maka dipandang dari dua norma yang lain, Tatanan norma kebiasaan diniai banyak yang tidak sesuai dengan norma hukum atau kesusilaan • Norma hukum adalah norma yang lahir atas dasar kehendak manusia. Kehendak manusia merupakan faktor penting yang ciri kepada tatanan hukum ini. Kehendak ini, bisa mengangkat kebiasaan sehari-hari sebagai norma atau bisa menolaknya. Secara bersamaan, norma hukum juga bisa mengangkat atau mengambil dari norma kesusilaan. • Norma hukum bersifat mandiri, yang implementasi perumusannya diserahkan kepada lembaga otonom yang mewakili masyarakat. • Adapun norma kesusilaan, berpatokan kepada sesuatu yang ideal, yang harus diwujudkan dalam masyarakat. Perbuatan yang bisa diterima adalah perbuatan yang secara ideal tentang manusia. Norma ideal bukanlah dibentuk oleh kehendak manusia,namun diterima begitu saja olehnya. Tuntutan yang mutlak dan ideal adalah manusia sempurna. • Adapun Van Apeldoorn mengkualifikasikan norma agama memiliki karakteistik sebagaimana norma kesusilaan hanya saja asal dari norma ini adalah dari Tuhan Nilai-Nilai Dasar • Hukum semestinya mengandung tiga nilai-nilai dasar • ., yaitu kepastian, keadilan dan kegunaan bagi masyarat. Ketiga nilai dasar itu menurut Radbruch terdapat ketegangan (spannungverhaltnis) • Kepastian mensyaratkan bahwa hukum harus ada dengan bentuknya yang formal, selain itu hukum harus dapat menjadi sarana mencapai keadilan dan hukum harus juga dapat merespon kebutuhan masyarakat Konsep Dasar Hukum • Tidak semua peristiwa sosial atau peristiwa yang terjadi di masyarakat dikategorikan sebagai peristiwa hukum • Hukum memberikan kualifikasi suatu peristiwa sebagai peristiwa hukum, : peristiwa jual-beli, hukum memberikan kualifikasi sebagai peristiwa hukum yaitu orang yang satu mengulurkan tangannya untuk menyerahkan uang kepada yang lainnya, sedang yang lain menyerahkan barang kepada yang pertama. Atau peristiwa pembunuhan, yaitu orang yang menghilangkan nyawa orang lain secara tidak memiliki hak • Hukum memberikan kualifikasi atas hubungan-hubungan tertentu. Hubungan-hubungan itu disebut hubungan hukum. • Hubungan hukum adalah hubungan antara dua subjek hukum atau lebih mengenai hak dan kewajiban di satu pihak berhadapan dengan hak dan kewajiban di pihak lain. Hubungan hukum ada yang masuk dalam wilayah privat/pribadi, dan ada yang masuk ke dalam wilayah publik. Hubungan hukum memerlukan syarat-syaat diantaranya yaitu ada dasar hukumnya (yaitu peraturan hukum yang mengatur hubungan itu) dan adanya peristiwa hukum • Pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan itu disebut sebagai subjek hukum. Sasaran atau dari hubungan hukum itu disebut sebagai objek hukum • Subjek hukum adalah sesuatu yang menurut hukum berhak dan berwenang untuk melakukan perbuatan hukum atau segala sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban menurut hukum • Subjek hukum adalah manusia pribadi (natuurlijke person) dan badan hukum (rechtpersoon) yang oleh hukum diberikan status persoo da dike ai hak da ke aji a . • Prinsipnya setiap orang dikenai status subjek hukum sejak dilahirkan hingga meninggal dunia. Namun begitu, dalam sistem Ci il La , dike al u gkapa as iturus pro ia ato ha etur. Yaitu anak yang ada dalam kandungan dianggap telah dilahirkan apabila kepentingannya diperlukan atau demi melindungi haknya Contoh Pasal 1 ayat (2) KHU Perdata • Sebagian manusia pribadi dapat dikecualikan sebagai subjek hukum, cntoh orang yang karena catat mentalnya masuk dalam golongan curatele/dibawah pengampuan • Adapun orang yang tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum sendiri: orang yang masih belum dewaa (dibawah 21 tahun), orang yang tidak sehat akal pikirannya (gila), pemabuk dan pemboros (berada dibawah pengampuan) • Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan yang dapat menjadi pokok dari suatu hubungan hukum karena sesuatu itu dapat dikuasai oleh subjek hukum. Objek hukum adalah sesuatu yang kegunaannya diatur berdasarkan hukum, seperti: jual beli, sewa menyewa, waris mewaris, perjanjian, dsb. Dalam Hukum Perdata, objek disebut Benda, yang terdiri dari benda yang berwujud dan benda tidka berwujud, atau benda bergerak dan benda tidak bergerak

Judul: Refleksi Ekonomi Syariah 2010 Dan Outlook 2011

Oleh: Ali Rama


Ikuti kami