"dampak Covid 19 Bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia"

Oleh Muhamad Irwandani

178,8 KB 11 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip "dampak Covid 19 Bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia"

TUGAS KULIAH DOSEN PENGAMPU Keuangan Publik Islam Nur Rodiah, S.E.I., MH Judul “DAMPAK COVID 19 BAGI EKONOMI MASYARAKAT INDONESIA” Disusun oleh Muhamad Irwandani 180105010525 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH BANJARMASIN 2020 PENDAHULUAN Perekonomian merupakan satu kesatuan arus mengalir yang terdiri dari masyarakat konsumen dan produsen. Secara sederhana, pengeluaran satu entitas merupakan rezeki bagi yang lainnya. Produksi dari satu entitas tidak hanya merupakan barang dan jasa yang siap dikonsumsi, tetapi juga pendapatan bagi rumah tangga yang bekerja di pabrik dan rumah tangga produksi untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sehari-hari. Wabah virus corona memberikan dampak hebat terhadap perekonomian banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Industri manufaktur, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri keuangan, hingga pendapatan individu masyarakat pun ikut mengalami penurunanyang diakibatkan virus corona yang menjadi permasalahan di dunia. Tak heran jika banyak negara memberikan stimulus ekonomi untuk mengurangi dampak penurunan ekonomi. Setelah bertambahnya jumlah orang yang terpapar oleh covid-19, pemerintah baru mulai menutup tempat hiburan malam dan berbagai kebijakan lainnya dihimbau lebih ketat dan berdampak kepada penurunan pertumbuhan serta pendapatan negara Indonesia. ISI Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran kabinet untuk fokus pada mitigasi dampak pelemahan ekonomi Indonesia di tengah wabah virus korona terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Kementerian dan lembaga yang terkait diperintahkan menerbitkan sejumlah kebijakan yang akan menjadi stimulus sekaligus untuk merespons perubahan situasi. Pemerintah melakukan mitigasi risiko penurunan kinerja pertumbuhan perekonomian domestik akibat perlambatan ekonomi dan perdagangan global. Penurunan harga komoditas, dan penurunan volume penerbangan serta pariwisata melalui stimulus pada perekonomian guna menjaga momentum pertumbuhan. Beberapa ekonomi yang berpengaruh dalam sebuah ekonomi China mungkin berkontraksi untuk pertama kalinya sejak 1970-an dengan adanya ini perekonomian Indonesia juga mengalami penurunan yang dikarenakan banyak 1 ekspor dan impor yang dilakaukan sebelum terjadi pandemic virus dan setelah terjadi pandemi virus corona yang menyabar luas maka pembaasan dalam sektor ekonomi mengalami penurunan karna pembatasan oleh pemerinah dalam ekspor impor barang darisebuah negara ke negara yang mengakibatkan banyak barang yang terjadi peningkatan harga jual yang dikarenakan kekurangan pasokan dan juga ada harga jual bagi pertanian dalam negeri yang mengakibakan masyarakat kecil yang berpenghasilan melalui pertanian dan perkebunan mendapatkan dampak yang cukup besar karna dalam penjualan barang menurun karana pendistributior membeli bangang kepada para petani dengan menentukan harga yang murah sehingga petani mengalami penurunan pendapatan semua nin disebabkan oleh ekspor dan impor barang yang tidak dapat dilakukan oleh Indonesia karana terjadi ketakutan bagi negara yang membeli akan menterjangkit virus yang berbahaya yang terjadi pada saa ini dan banyak pabrik yang menutup produsiknya karna keuang dunia yang naik turu jadi pabrik-pabrik tidak mau mengambil resiko dalam memproduksi karna pendapatan konsumen mengalami penurunan maka para konsumen kengurangi jumlah kebutuhan mereka yang mana jumlah barang yang ada dipasaran akan menjadi banyak dan jumlah perminaan akan mengalami penurunan dikarnakan keterbasan daya beli konsumen. Dampak virus corona yang meluas maka beberapa pabrik penampung sebelum dilakukan peng eksporan keluar negeri mengalami penutupan dalam hal ini ada beberapa dampak bagi masyarkat yang notabenenya sebagai petani : 1. Pabrik karet di wilayah – wilayah terdampak tutup Ini berdampak besar bagi masyarakat yang mayorias dalam suatu daerah dengan mata pencaharian sebagai petani maupun perkebunan yang mana akibat dari adaya pandemi sebuah virus corona maka pabrik banyak yang ditutup jadi banyak masyaraka yang memiliki perkebunan dalam seekala kecil sampai PT mengalami penurunan pendapatan yang mengakibatkan berrkurangnya dalam daya beli dipasaran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 2. Kondisi negara ekspor juga belum pulih Ini menyebabkan banyak pabrik yang dituup dan para pekerja yang istirahatkan hal ini berdampak kesemua karna apabila suatu pendapatan 2 seseorang berkurang maka mereka akan mengurangi permintaan yang mana apabila ekspor tidak dilakukan akibatnya banyak pengangguran dari karyawan maupun para pemasok dan banyaknya barang yang menumpuk akan berakibat turunya harga jual bagi pemasok karna keterbatasan ekspor keluar negeri. 3. Kondisi perdagangan yang mengalami penurunan permintaan dan kenaikan harga jual Dalam masyarakat yang berpropesi sebagai pedagang mengalami penurunan yang disebabkanoleh Pandemi virus korona 2019-2020 telah berdampak pada sektor ritel. Toko-toko eceran di seluruh dunia telah melihat permintaan produk melebihi pasokan untuk banyak barang habis pakai, sehingga rak-rak ritel kosong, karna banyak barang yang idak bisa diimpor ke Indonesia karna pembatasan julanya unuk mengurangi jumlah akang terkena virus yang terbawa saat pengiriman dan pandemi telah memberikan peluang baru bagi pembeli untuk menjual kembali ke pasar Cina. "Krisis virus, meskipun menakutkan, memiliki lapisan perak". Pengaruh perekoomian sebuah negara karena menerapkan lockdown Lockdown yang memiliki dampak bagi elonomi negara akan tergantung pada suatu kegiatan yang akan dibatasi dan seberapa luas pencakupan ekonominya dan seberapa lama periode lockdown akan diterapkan. Dalam hal ini menambah konsekuensi ekonomi yang akan dialami oleh negara yang nenerapkannya dengan dampak pengurangan pengeluaran konsumen dalam pemenuhan kebutuhan dan jika dalam jangka yang berkepanjangan akan menyebabkan kegagalan bisnis dan PHK yang pemburuk ekonomi karna akan banyak pengangguran. Ditambah lagi dengan nilai tukar rupiah semakin menurun dan mencapai angka terendah dalam lima tahun terakhir. Bank Indonesia dalam siaran pers tanggal 19 Maret 2020 menjelaskan, hasil Rapat Dewan Gubernur BI telah mengambil beberapa langkah mitigasi resiko dalam menjaga stabilitas ekonomi. Salah satunya memperkuat intensitas kebijakan triple invention untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kemudian diperkuat juga oleh rencana pemerintah melalui Kementerian 3 Keuangan yang akan mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang memang masuk kategori rawan terdampak pandemi covid-19. Musibah ini bisa menjadikan titik balik bahwa negara tidak selamanya mampu mengatasi semua masalah sosial dan ekonomi sendirian. Populasi penduduk Indonesia yang sangat banyak didominasi kategori masyarakat yang berpenghasilan rendah, bekerja di sektor informal dan usaha mikro. Mereka merasa resah dengan pemberlakukan pembatasan aktivitas yang artinya tidak bisa lagi mencari nafkah untuk keberlangsungan hidup keluarga. Praktis penghasilan masyarakat ini merosot tajam dan menjadi permasalahan baru bagi pemerintah ini. Yang mana pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Pertama untuk mempercepat pengobatan dan pencegahan penularan yang lebih luas, pemerintah harus menerapkan kebijakan at all cost seperti pengadaan alat kesehatan penunjang pemeriksaan, ruang isolasi, dan Alat Pelindung Diri (APD). Lalu menggratiskan biaya pemeriksaan baik yang terbukti maupun tidak, ataupun hal-hal yang bersifat pencegahan seperti pembagian masker murah dan sebagainya. Konsekuensi pembengkakan defisit anggaran, sejalan dengan pendapatan APBN yang juga turun tajam, memang akan membebani pemerintah. Hal ini dilakukan agar tidak berdampak dalam jangka panjang yang membuat perekonomian tambah menurun. Kedua, untuk menjaga daya beli masyarakat sebagai dampak perlambatan putaran roda ekonomi, pemerintah dituntut untuk dapat mengurangi beban biaya yang secara langsung dalam kendali pemerintah, di antaranya tarif dasar listrik, BBM, dan air bersih. Penurunan tarif listrik dan BBM tentu tidak akan terlalu membebani keuangan BUMN dan BUMD, mengingat harga minyak mentah yang turun ke kisaran 20 dollar AS per barel diperkirakan masih akan berlangsung lama sejalan dengan potensi resesi global. Ketiga, kebijakan pemerintah yang melakukan relaksasi Pajak Penghasilan baik pekerja industri manufaktur (penghapusan PPh 21 selama enam bulan) ataupun pajak badan untuk industri manufaktur (pembebasan PPh Impor 22 dan diskon PPh 25 sebesar 30 persen) semestinya diperluas. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan relaksasi pajak seperti pemberian potongan pajak, 4 percepatan pembayaran restitusi, dan penundaan pembayaran cicilan pajak kepada sektor-sektor lain, khususnya yang terkena dampak paling parah, seperti sektor transportasi dan pariwisata. Keempat, upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat bawah dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan dan mengalami PHK, perlu didukung oleh kebijakan untuk menjamin kelancaran pasokan dan distribusi barang khususnya pangan. Di saat seperti ini, potensi panic buying dan penimbunan sangat besar, sehingga pengamanan aspek distribusi perlu diperketat. Kelima, penyaluran BLT juga perlu diikuti dengan ketepatan data penerima bantuan dan perbaikan mekanisme dan kelembagaan dalam penyalurannya sehingga dana BLT tidak salah sasaran dan diterima oleh seluruh masyarakat yang semestinya mendapatkannya. Ini belajar dari pengalaman penyaluran bantuan sosial selama ini yang belum terdistribusi secara merata khususnya bagi masyarakat yang justru membutuhkan. Oleh karena koordinasi untuk validitas data sampai dengan level kecamatan perlu dilakukan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Keenam, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memberlakukan kebijakan yang mendorong lembaga keuangan untuk melakukan rescheduling dan refinancing utang-utang sektor swasta, selain untuk UMKM, juga untuk usahausaha yang menghadapi risiko pasar dan nilai tukar yang tinggi. Selain itu, Bank Indonesia (BI) dan OJK perlu merumuskan kebijakan yang bersifat strategis untuk mengatasi tingginya tingkat suku bunga perbankan yang menjadi salah satu beban pelaku ekonomi, khususnya di saat perlambatan ekonomi seperti saat ini. Ketujuh, membuka peluang untuk membuat terobosan kebijakan baru. Di sisi fiskal, opsi pelebaran defisit anggaran melebihi yang batas yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara diperlukan di tengah semakin banyaknya kebutuhan belanja negara untuk memberikan insentif kepada perekonomian. Dalam pendemi saat ini tidak hanya dampak negatif saja yang dapat dirasakan namu ada dampak positif dalam sebuah perusahaan yang mana dalam menghadapi dunia yang sedang dilanda musibah seperti corona saat ini ada juga 5 perusahan yang mengalami keuntungan dalam perekonomianya yang malah naik bukan nya menurun dan lingkungan seperti: 1. Perusahaan Alat Pelindung Diri (APD) Perusahaan APD ini merupakan industri vital yang sangat dibutuhkan tenaga kesehatan yang bertugas melawan virus corona dengan lapasitas produksi sebesar 18,3 juta pcs per bulan. Ini saangat diperlukan bagi rumah sakit karna ini digunakan untuk mengobati pasien yang sedang menderita penyakit yang berbahaya makanya dokter harus dilindungi agar tidak terjangkit dan bisa selalu mengobati pasiennya makanya perusahaaan ini sangat untung karna diperlukan produknya. 2. Perusahaan Farmasi Perusahaan farmasi yang menghasilkan obat chloroquine dengan kapasitas 2,9 juta tablet per bulan, vitamin C 18 juta tablet per bulan, dan suplemen bahan alam 72 juta kapsul per bulan. Dalam perusahan obat – obatan yang sangat perlu untuk dikonsumsi oleh masyarakat agar terjaga kesehatan masyarakat dalam meminimalisir untuk terjangkit penyakit yang berbahaya seperti saat ini oleh sebab ini perusahan dapat mengambil keuntungan karna obat-obatan sangat penting unuk menyembuhkan dan mencegah. 3. Perusahaan Masker Perusahaan masker saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 318 ribu pcs per bulan, industri sarung tangan karet dengan kapasitas 8,6 miliar pcs per bulan. Perusahan ini juga berperan untuk mencegah penularan yang diimbulkan saat kontak tubuh langsung makanya ini perlu digunakan agar tidak terjangkit peran perusahaan yang besar fungsinya bagi masyaraka banyak. 4. Perusahaan Makanan dan Minuman Industri makanan dan minuman menjadi kebutuhan pokok semua orang. Karena itulah industri ini paling diharapkan dan dibutuhkan. Perusahan seperti ini bisa menggunakan media yang modern melalui media online yang lebih mudah untuk menjuall barang tanpa harus 6 membuka lapak yang menggunakan media ofline yang berbahaya pada saat ini dilakukan karna dilarang pemerintah. 5. Jasa Logistik Berkat kebijakan social dan physical distancing, masyarakat jelas lebih memilih berada di dalam rumah. Karena itulah mereka sangat bergantung dan memanfaatkan jasa logistik untuk mengirim macammacam barang, makanan, dan lain sebagainya. 7 PENUTUP Musibah ini memberikan suau pelajaran kepada kita bahwa dalam sebuah negara tidak akan bisa berdiri sendiri anpa negara lain, hal ini dibuktikan dalam hal perekonomian yang mengalami penurunan akibat yang diimbulkan oleh dampak virus yang menyebar ke seluruh penjuru dunia yang menjadi pengaruh dalam perdagangan ekspor dan impor antar negara yang saat ini dibatasi kegiatannya, yang mana ini berdampak kepada negara dan masyarakatnya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Praktis dalam penghasilan masyarakat juga mengalami penuruna yang secara siknifikan dan menjadikan permasalahan baru bagi pemerintah agar bisa mengembalikan perekonommian yang kurang stabil ini. Dalam hal ini pemerinah juga sudah berperan dalam memperbaiki permasalahan yang ada pada saat ini dengan beberapa cara seperti melakukan anggaran untuk kesehatan agar tidak menjadi lebih luas lagi dan pemberian anggaran untuk masyarakat untuk mengurangi beban yang disebabkan oleh penurunan ekonomi yang terjadi pada saat ini dan sebagainya. Semua ini sudah cukup bagus untuk pengambilan keputusan agar tidak terlalu menjadi beban saat masyarakat menghadapi permasalahan seperti ini. Dampak dari sebuah virus yang sangat berbahaya ini mengkin akan berdampak negatif saja akan tetapi ada juga dampak positif dari beberapa orang yang bisa memanfaatkan keadaan dengan cara yang berbeda-beda. 8 DAFTAR PUSTAKA https://republika.co.id/berita/q7xqm5282/keuangan-sosial-islam-melawandampakcovid19 https://amp-beritasatucom.cdn.ampproject.org/v/s/amp.beritasatu.com/digital/553800-dampakvirus-corona-pada-sektor-ekonomidandigital?amp_js_v=a3&_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D# aoh=15861553248624&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com& _tf=Dari%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Famp.beritasatu.com %2Fdigital%2Fdigital%2F553800-dampak-virus-corona-pada-sektorekonomi-dan-digital https://amp-kompascom.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/money/read/2020/03/29/1819 25526/7-usulan-untuk-jokowi-agar-ri-terhindar-dari-krisis-akibatcorona?amp_js_v=a3&_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#ao h=15861638471519&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_t f=Dari%20%251%24s https://m.wartaekonomi.co.id/berita280401/terdampak-corona-6-perusahaan-inijustru-paling-untung-di-tengah-pandemi 9 10

Judul: "dampak Covid 19 Bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia"

Oleh: Muhamad Irwandani


Ikuti kami