Kisah-kisah Perjuangan Para Ulama Dalam Menuntut Ilmu Dan Hikmah Didalamnya

Oleh Fina Amalia

9 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Kisah-kisah Perjuangan Para Ulama Dalam Menuntut Ilmu Dan Hikmah Didalamnya

FINA AMALIA
10001304
ETH 101
Membuat Makalah Terkait Topik ‘Kisah-Kisah Perjuangan Para Ulama dalam Menuntut Ilmu
dan Hikmah didalamnya’

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Topik
Diriwayatan dari Abu Darda’ radhiyaallahu ‘anhu, dia berkata, “aku
mendengar Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melalui suatu
jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan ke surge. Sesungguhnya para
malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mereka ridho atas apa
yang ia lakukan. Orang yang berilmu akan dido’akan untuknya ampunan oleh yang ada di langit
maupun yang ada dibumi sampai ikan yang ada dalam lautan. Keutamaan orang yang berilmu
dengan orang yang beribadah adalah seperti keutamaan bulan dengan seluruh bintang. Para
ulama adalah pewaris nabi, dan nabi tidak pernah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi
mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, ia telah mendapatkan bagian yang
sangat besar.”{Diriwayatkan Abu Daud, At-tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad}.
Rasulallahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
َ
‫علَى ُك ِّل ُم ْس ِلم‬
ُ َ‫طل‬
َ ٌ‫ضة‬
َ ‫ب ال ِع ْل ِم فَ ِر ْي‬
“Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim.”{Shohih Al-Jami’}
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ilmu hanya akan didapat dengan belajar.
Kesabaran dan kemurahan hati hanya akan didapat dengan bersungguh-sungguh. Barang siapa
yang menginginkan kebaikan, akan diberikan kepadanya, barangsiapa yang menjaga dirinya
dari kejelekan, ia akan dilindungi.” {Shohih Al-Jami’}

B.Rumusan Topik
: Adapun batasan pembahasan pada makalah ini tertuang pada pernyataan berikut
Pentingnya niat yang benar dalam menuntut ilmu.1
Pentingnya mengambil ilmu dari para ulama.2
Kisah-kisah para ulama dalam menuntut ilmu.3
Hikmah didalam kisah-kisah ulama menuntut ilmu.4

C.Tujuan Pembahasan Topik
:Adapun tujuan dalam pembahasan topik ini adalah agar
Mengetahui pentingnya niat yang lurus dalam menuntut ilmu.1
Mengetahui pentingnya menuntut ilmu.2
Mengetahui kisah-kisah perjuangan para ulama dalam menuntut ilmu yang sangat berat.3
Mengambil hikmah dibalik kisah-kisah para ulama.4
Menumbuhkan rasa semangat dalam menuntut ilmu.5

BAB II
PEMBAHASAN

A.Pentingnya Niat yang Benar dalam Menuntut Ilmu
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulallahu
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mempelajari satu ilmu untuk
mengharapkan ridha Allah, sedang ia mempelajarinya untuk mengharapkan kenikmatan dunia,
ia tidak akan mencium bau surge pada hari kiamat.”{Diriwayatkan Abu Daud}
Dari hadits ini penting bagi kita untuk selalu intropeksi diri dalam setiap ibadah, terutama dalam
menuntut ilmu, jangan sampai niat kita karena dunia. Untuk selalu menjaga niat dan semangat
dalam menuntut ilmu maka penting pagi kita mengetahui kisah-kisah keteladanan para ulama
dalam menuntut ilmu.
B.Pentingnya Mengambil Ilmu dari Para Ulama
Para ulama kita terdahulu telah berjuang keras untuk berkhidmat kepada agama
yang mulia ini dan membela Sunnah Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka
mengerahkan segala kemampuan untuk menuntut ilmu. Para ulama adalah pewaris nabi,
sehingga penting bagi kita untuk mengambil ilmu yang merupakan warisan yang mulia.
Allah ta’ala berfirman : “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka
beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan memberi

peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat
menjaga dirinya.”{At-Taubah: 122}
C.Kisah-Kisah Para Ulama dalam Menuntut Ilmu
Banyak sekali kisah-kisah perjuangan para ulama kita terdahulu dalam m
enuntut ilmu syar’i.Berikut akan dipaparkan hanya beberapa kisah saja yang insyaa Allah akan
kita ambil hikmah didalamnya.
1.Imam Sufyan Ats-Tsauri dan Rasa Lapar
Dia adalah Abu Abdullah Sufyan bin Sa’id bin Masruq bin Habib. Beliau dari
kalangan tabi’uttabi’in. Lahir pada tahun 97 H. Para ulama sepakat untuk mensifatkan dia
sebagai orang yang menonjol dalam ilmu hadits dan fiqih.Sifatnya: wara’, zuhud, sederhana,
baik tutur katanya.
Diriwayatkan dari Abul Mun’im bin Umar, dari Ahmad bin Muhammad bin
Zaid, dari Abu Rifa’ah Al-Adawi, dari Ibrahim bin Syarif, dari Sufyab bin Uyainah, “Sufyan
Ats-Tsauri pernah merasa sangat lapar. Sudah tiga hari ia tidak makan apa pun. Ketika dia
melewati sebuah rumah yang kebetulan ada pesta didalamnya, dia terdorong ingin pergi kesana,
Namun Allah ta’ala menjaganya dan ia pergi ke rumah putrinya. Putrinya menyuguhkan roti
yang bulat pipih.
2.Syu’bah bin Al-Hajjaj Kehabisan Uang dalam Menuntut Ilmu
Syu’bah bin Al-Hajjaj bin Ward Al-Hujjah Al-Hafizh Syaikhul Islam Abu
Bastham Al-Azdi Al-Atki berwala’ kepada Al-Wasithi.Dia tinggal di Bashrah sebagai ahli
hadits.Ibnu Al-Madini berkata : “ Dia meriwayatkan sekitar 2.000 hadits.

Hamzah bin Ziad Ath-Thusi berkata: “Aku mendengar kalau Syu’bah adalah
orang yang gagah dan telah kering kulitnya karena beribadah.Abdurrahman bin Yunus AlMustamili berkata: “Aku mendengar Ibnu Uyainah berkata: “Aku mendengar Syu’bah berkata:
“Orang yang mencari hadits akan mengalami kebangkrutan materi. Aku telah menjual baskom
ibuku seharga tujuh dinar.”
3.Al-Hafidz Ibnu An-Najjar dalam Menuntut Ilmu Selama 27 tahun
Ibnu An-Najjar adalah seorang hafizh, imam yang cerdas, ahli sejarah pada
zamannya, dan seorang ahli hadits dari Irak. Muhibbudin Abu Abdullah Muhammad bin
Mahmud bin Al-Hasan bin Hibatullah bin Mahasin bin An-Najjar Al-Baghdadi, seorang penulis,
lahir pada tahun 578 H.
Ibnu Assa’i berkata: “Perjalanan Ibnu An-Najjar selama 27 tahun dan jumlah
gurunya ada 3.000 syaikh.Dia mengarang Bab “Kitab Al-Qomarul Munir” dalam kitab AlMusnad Al-Kabir, dan menyebutkan seluruh sahabat dan hadits yang mereka riwayatkan.
4.Ibnu Jandal Al-Qurthubi dan Semangatnya dalam Mendatangi Majelis Ilmu
Bahwasannya Ibnu Jandal Al-Qurthubi berkata: “Saya pernah belajar kepada
Ibnu Mujahid. Suatu hari saya mendatanginya sebelum fajar agar saya bisa duduk lebih dekat
dengannya. Ketika saya sampai gerbang pintu yang menghubungkan ke majelisnya, saya dapati
pintu itu tertutup dan saya kesulitan membukanya. Saya berkata dalam hati, “SubhaanAllah, saya
sudah datang sepagi ini tapi tetap saja tidak bisa duduk didekatnya”. Kenudian saya melihat
sebuah terowongan disamping rumahnya. Saya membuka dan masuk kedalamnya. (Itu adalah
sebuah terowongan didalam tanah, saya masuk agar bisa sampai ke ujung terowongan hingga
keluar darinya menuju ke majelis ilmu). Ketika sampai dipertengahan terowongan yang semakin

menyempit, saya tidak bisa keluar ataupun kembali. Maka saya mencoba melebarkan
terowongan selebar-lebarnya agar bisa keluar. Pakaian saya terkoyak, dinding terowongan
membekas ditubuh saya, dan sebagian daging saya terkelupas. Allah menolong saya untuk bisa
keluar darinya, mendapatkan majelis syaikh dan menghadirinya. Sementara saya dalam keadaan
yang memalukan.

D.Hikmah Kisah-Kisah Ulama didalam Menuntut Ilmu
Terdapat banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kisah-kisah perjalanan
ulama dalam menuntut ilmu diatas.Diantaranya adalah:
1.Niat mereka karena Allah ta’ala yang menjadikan mereka kuat dan semangat dalam menuntut
ilmu.
2.Hausnya mereka akan ilmu agama, sebagai bekal diakhirat.
3.Pengorbanan mereka baik harta maupun tenaga yang luar biasa, yang patut kita contoh.
4.Mereka tidak pernah bosan didalam menuntut ilmu, bahkan sampai mereka wafat mereka terus
menuntut ilmu.
5.Karena sebab pengorbanan yang besar menjadikan mereka menghasilkan karya-karya yang
besar juga, yang bermanfaat bagi manusia setelahnya.

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Allah subhaanahu wa ta’ala telah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu agama.
Ilmu yang menjadikan manusia mengenal Rabb nya. Ilmu yang menjadikan manusia selamat
didunia dan diakhirat. Ilmu agama yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam dan berdasarkan pemahaman para sahabatnya.
Telah banyak teladan dari para ulama kita, bagaimana kegigihan mereka didalam
mencari ilmu. Dari buwaian hingga liang lahat. Semangat yang membara yang tidak lain
tujuannya hanya mengharap wajah Allah ta’ala.
Semoga Allah meridhai dan menjadikan mereka orang-orang yang diridhai,
menjadikan surga sebagai tempat kembalinya. Semoga Allah ta’ala mengumpulkan kita dan
mereka bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di Jannah-Nya.

REFERENSI

{1} Majid Al-Bankani, Abu Anas (2004).Rihlatul Ulama fi Thalabil Ilmi. Abu Thohir AlPadangi. Perjalanan Ulama Menuntut Ilmu. (2007, Mei). Jakarta: Darul Falah.
{2} Purnama, Yulian. (2013, 16 November). Meneladani Semangat Para Ulama dalam
Menuntut Ilmu. Diambil dari: https://muslim.or.id /18868-meneladani-semangat-para-ulamadalam-menuntut-ilmu.html

Judul: Kisah-kisah Perjuangan Para Ulama Dalam Menuntut Ilmu Dan Hikmah Didalamnya

Oleh: Fina Amalia


Ikuti kami