Modul 3 Penentuan Rancangan Dan Tekno Ekonomi Bangunan.pptx

Oleh Ema Arsita

5,4 MB 10 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Modul 3 Penentuan Rancangan Dan Tekno Ekonomi Bangunan.pptx

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MODUL 3 KŌKYŪ MALL AND APARTMENT H2 EMA DWI ARSITA 165060507111023 Dosen Koordinator : Susilo Kusdiwanggo ST.,MT Dosen PJK : Ary Deddy Putranto, ST., MT BORANG 3.1 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Modul 3 (Analisis keterkaitan 5 aspek dan 7 fungsi). Laporan ini disusun sebagai salah satu tahapan dalam perancangan mixed use building dalam mata kuliah Desain Arsitektur IV di Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya. Modul ini merupakan Laporan Modul 3: Mempertimbangkan Berbagai Macam Tindakan. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Susilo Kusdiwanggo ST.,MT, sebagai dosen koordinator mata kuliah Desain Arsitektur IV 2. Bapak Ary Deddy Putranto, ST., MT sebagai dosen PJK mata kuliah Desain Arsitektur IV kelas H Penulis berharap agar kedepannya laporan ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan bagi kami dan bagi pembaca. Penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, segala masukan baik kritik maupun saran penulis harapkan. Malang, 5 Oktober 2018 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………………………………………………2 DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………………………………...3 DAFTAR TABEL………………………………………………………………………………………………………………………………….……..4 DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………………………………………………………………….….……..4 BAB I. PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………………………………….……..…..5 Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………………………………….…5 Permasalahan Umum…………………………………………………………………………………………………………………………..…..6 Tujuan……………………………………………………………………………………………………………………………………………….….6 II. ISI……………………………………………………………………………………………………………….……………...……………………..7 Analisis 5 Aspek Bangunan………………………………………………………………………………………………………………………...7 Sistem Struktur dan Bentuk…………………………………………………………………………………….…………………….…………….7 Sistem Keselamatan dan Utilitas Pada Bangunan dan Tapak………………………………………….……………………..………......8 Bangunan Gedung Hijau……………………………………………………………………………………….……………………..………….15 Aksesbilitas………………………………………………………………………………………………………….……………………..………....16 Tekno Ekonomi Bangunan……………………………………………………………………………………….……………………..………...18 Analisis 7 Fungsi Arsitektur………………………………………………………………………………………………………….….......………20 Fungsi Estetika Bangunan…………………………………………………………………………………………………………………...….…20 Fungsi Perwadahan Bangunan………………………………………………………………………………………………………..……...…22 Fungsi Kendali Iklim…………………………………………………………………………………………………………………………….…...23 Fungsi Penyaring Lingkungan………………………………………………………………………………………………………………...…..24 Fungsi Pembentuk Perilaku,……………………………………………………………………………………………………….…………..….24 Fungsi Investasi Modal…………………………………………………………………………………………………………………..………....25 Fungsi Simbol Budaya……………………………………………………………………………………………………………………...…..…..25 Hasil Sintesis……………………………………………………………………………………………………………………………………...…...26 DAFTAR TABEL TABEL 1 PENGGUNA DAFTAR GAMBAR GAMBAR 1 STRUKTUR DAN BENTUK GAMBAR 2 ESKALATOR TRAVELATOR TABEL 2 USIA PENGUNJUNG MALL GAMBAR 3 KEAMANAN GAMBAR 4 PENCAHAYAAN TABEL 3 PENGUNJUNG MALL GAMBAR 5 AKUSTIK GAMBAR 6 SISTEM PIPA DAN ELEKTRIKAL GAMBAR 7 TATA UDARA GAMBAR 8 GEDUNG HIJAU GAMBAR 9 AKSESIBILITAS GAMBAR 10 SEKELILING TAPAK GAMBAR 11 ANALISIS TAPAK GAMBAR 12 FUNGSI PERWADAHAN GAMBAR 13 FUNGSI IKLIM GAMBAR 14 FUNGSI PERILAKU DAN LINGKUNGAN GAMBAR 15 KETERKAITAN STRUKTUR GAMBAR 16 UTILITAS GAMBAR 17 KETERKAITAN GEDUNG HIJAU GAMBAR 18 KETERKAITAN AKSESIBILITAS Latar Belakang Surabaya merupakan salah satu kota dengan perkembangan bisnis yang pesat dan cukup signifikan. Pembangunan infrastruktur yang terkait dengan sarana dan prasarana penunjang perekonomian juga berkembang dengan cepat. Pembangunan yang pesat tersebut meliputi pembangunan akses transportasi yang baik, pembangunan gedung bertingkat, kemudahan akses pendidikan dan banyak pelaku bisnis yang menjalankan bisnis di Surabaya. Keseluruhan aspek tersebut terus berkembang sehingga Surabaya menjadi kota terbesar kedua di Indonesia dan banyak usaha yang berjalan dan berkembang, seperti: pusat perbelanjaan, kuliner, properti, dan apartement. Karena meningkatnya sektor pariwisata dan perdagangan di Surabaya, maka akan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang berkunjung. Dari banyaknya wisatawan yang datang kebutuhan akan apartement terus berkembang, sehingga dibutuhkan banyaknya pembangunan infrastruktur apartement. Karena kebutuhan properti tersebut terus meningkat, menjadikan investor properti saling berkompetisi dalam pembangunan apartement untuk menunjang pariwisata di surabaya. Bisnis hotel juga memiliki pertumbuhan bisnis yang baik dan memberikan kontribusi untuk perekonomian Indonesia. Selain meningkatnya sektor pariwisata di Surabaya, sektor perdagangan pun juga ikut meningkat. Sektor perdagangan yang meningkat juga di iringi gaya hidup atau lifestyle di Surabaya yang juga tinggi, khususnya di kalangan masyarakat menengah di Surabaya. Karena separuh atau sekitar 50% warga Surabaya dapat digolongkan ke dalam kelas menengah. Dari sisi PDRB per kapita Kota Surabaya pada tahun 2012 adalah sekitar Rp. 32.725.000 per tahun atau Rp 2.727.000 per bulan. Pertumbuhan ekonomi kota Surabaya dalam lima tahun terakhir (2007-2012) relatif stabil. Surabaya juga termasuk dalam taraf relatif tinggi dalam beberapa tahun terakhir (2007-2008) berada pada kisaran 5 persen. Salah satu segmen kelas menengah yang akan terus berkembang di kota Surabaya adalah segmen penduduk muda yang mencapai proporsi 37 persen dari total penduduk Surabaya pada tahun 2012 (Surabaya dalam angka, 2012). Segmen pemuda kelas menengah diakui memiliki karakterstik yang dinamis di mana ciri umumnya adalah ukuran pasar yang terus tumbuh, peran menjadi tren satter, memiliki kecenderungan terhadap loyalitas produk yang singkat dan berpengaruh pada tingkat konsumtif (wolburg and Pokrywczynski, 2001). Dari analisis diatas di jelaskan bahwa kalangan menengah atas di kota Surabaya yang terus meningkat dan gaya hidup atau lifestyle yang tinggi menjadikan pusat perbelanjaan menjadi sebuah kebutuhan di Surabaya. Kebutuhan akan pusat perbelanjaan pun menjadikan investor properti juga bersaing dalam pembangunan insfastruktur pusat perbelanjaan atau Mall. Dari semua kebutuhan diatas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan apartement dan Mall di kota Surabaya cukup dibutuhkan. Dan agar bisa tepat sasaran maka pembangunan berada di tapak yang dimana di sekitar lingkungannya berada di kawasan masyarakat menengah. Maka tapak yang paling tepat adalah kawasan pakuwon city yang di mana kawasan ini membutuhkan perhotelan sebagai tempat menginap para wisatawan, dan pusat perbelajaan karena di sekitar wilayah pakuwon hanya di temukan ruko-ruko. Permasalahan Umum 1. Bangunan saing di sekitar Pakuwon city adalah tempat yang bisa dibilang strategis karena masyarakat sekitar memiliki taraf hidup menengah. Di sekitar kawasan juga terdapat pusat perbelajaan, hanya saja pusat perbelanjaan tersebut hanya terdapat food court dan menjual bahan pokok pangan. Sedangkan masyarakat disekitar membutuhkan penunjang lifestyle lainnya seperti menjual pakaian. 2.Kebutuhan masyarakat Menyesuaikan dari lifestyle masyarakat menengah atas dimana dibutuhkan pusat perbelanjaan yang lengkap dan terdekat. Dan kawasan tersebut juga merupakan pusat kota dan pariwisata yang membutuhkan perhotelan. 3.Vitalitas kawasan Kekuatan untuk bertahan hidup atau pusat keramaian pada kawasan pakuwon city, yang bisa di sebut dengan vitalitas kawasan adalah educity apartemen, east coast mall-apartemen dan pakuwon town square yang menjadi tujuan terbanyak pengunjung 4.Citra kawasan Pakuwon city merupakan kawasan permukiman yang cukup elit dengan mengangkat konsep kota mandiri sehingga akses ke pusat perdagangan dan pendidikan sangat dekat. 5.Pedestrian Tidak ada akses untuk pejalan kaki di sekitar tapak, namun jalan relatif sepi sehingga pejalan kaki tidak berbahaya jika berjalan di bahu jalan. 6.Lahan Parkir Tidak ada lahan parkir pada bahu jalan. Kawasan pakuwon city adalah kawasan tertib parkir sehingga parkir tidak ada yang berada di badan jalan. 7.Transportasi umum Transportasi umum yang dapat digunakan hanya taxi. Angkot hanya dapat melewati bundaran pakuwon city dan berjalan kaki 1,4 Km ke tapak. Tujuan Kota Surabaya yang saat ini sektor bisnis dan pariwisatanya yang sedang berkembang pesat, menjadikan peluang bagi para investor properti terutama bagi pembangunan apartement dan pusat perbelanjaan. Dengan mendirikan apartement dan pusat perbelanjaan akan menjawab kebutuhan kota Surabaya yang tentunya akan sangat menguntungkan. Mendirikan apartement dan pusat perbelanjaan tentunya harus di dukung oleh kawasan disekitarnya, dibutuhkan kawasan di pusat perkotaan dengan masyarakat menengah atau menengah atas agar pembangunan bisa tepat sasaran. Pakuwon city merupakan salah satu tujuan pembangunan, karena merupakan kawasan yang cukup elit dengan mengangkat konsep kota mandiri sehingga akses ke pusat perdagangan, pendidikan sangat dekat. Selain itu Data statistik tertinggi pada variabel membeli pakaian dan sepatu (fashion). hal ini dapat disimpulkan masyarakat high income sangat memperhatikan fashion yang sedang trend. oleh karena itu pembangunan mall yang didukung oleh apartement yang berkaitan dengan fashion dinilai dapat menarik masyaratakat untuk datang. Walaupun terdapat bangunan mall yang sama, hanya saja mall disekitar kurang tepat sasaran, sehingga pembangunan pusat perbelanjaan dan hotel haruslah strategis dan tepat sasaran dengan kebutuhan masyarakat sekitar. SISTEM STRUKTUR DAN BENTUK Sistem struktur pada bangunan high-rise-build harus sangat diperhitungkan, karena akan berdampak pada ke kokohan dan keselamatan pengunjung di dalamnya. Sistem struktur pada bangunan high-rise-build pada umumnya menggunakan sistem struktur Core dan Rigid Frame dengan menggunakan kolom. Lalu untuk bangunan komersial seperti mall yang akan dibangun bisa menggunakan struktur jenis rigid frame. Selain itu struktur rigid frame akan mempermudah pembagian ruang yang akan disewa di dalamnya. Alasan menggunakan struktur core dan rigid frame karena reaksi terhadap beban lateral, terutama melalui lentur balok dan kolom. Perilaku demikian berakibat ayunan lateral yang besar pada bangunan dengan ketinggian tertentu. Akan tetapi, apabila dilengkapi dengan struktur inti, ketahanan lateral bangunan akan sangat meningkat karena interaksi inti dan rangka. Sistem inti ini memuat sistem-sistem mekanis dan transportasi vertikal. Jenis konstruksi pada bangunan menggunakan jenis konstruksi curtain wall dan pada umumnya dinding area komersil menggunakan Aluminium Compact Panel dan kaca pada fasad bangunan sebagai estetika. GAMBAR 1 STRUKTUR DAN BENTUK A. Pada bangunan 1) Sistem layanan keselamatan SISTEM KESELAMATAN PADA BANGUNAN DAN TAPAK Pada bangunan salah satunya sistem transportasi bangunan yang meliputi transportasi vertikal. Pada bangunan high-rise-build yang akan dibangun Mall dan apartemen yaitu lift, eskalator, travelator, tangga darurat dan lift barang. Keberadaan lift, eskalator dan travelator tentunya akan mempermudah akses antar lantai dengan jarak yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan ramah bagi penyandang difabel, juga penggunaannya akan membuat pengunjung merasa nyaman dan tidak merasa lelah. Jarak antar transportasi vertikal disesuaikan dengan batas lelah manusia yaitu 200 meter. Jenis susunan eskalator dan travelator yang paling sering digunakan pada bangunan tingkat tinggi adalah bersilang, karena mengunakan luasan lantai yang paling sedikit dan efisien dalam penggunaan strukturnya, sehingga biayanya paling murah. Namun berbeda dengan bangunan mall, pada bangunan Apartemen hanya akan menggunakan lift, lift barang dan tangga darurat yang jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan GAMBAR 2 ESKALATOR TRAVELATOR 2) Sistem keamanan bangunan DETEKTOR ASAP/SMOKE DETECTOR Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukankepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akanberbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung. FIRE ALARM Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat. SPRINKLER Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatusuhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut . Alat ini sendirihanya dapat digunakan sekali dalam pemakaiannya, cairan yang terdapat pada air ini yaitu air raksa. Setiap jarak 3 meter dipasang alat ini, karena daya semburannya berada pada radius 3 m2. apabila terjadi kebakaransprinkler menyala terus tergantung dari sumbernya HYDRANT Kelengkapan pada Hydrant Box ini yaitu terdapat selang air dan Fire Alarm. Apabila terjadi kebakarancara penggunaan alarm dengan cara memecahkan kaca yang ada pada box ini dengan demikian alarm akan berbunyi. Terdapat jack phone yang dapat digunakan dengan head phone untuk berkomunikasi dengan Ruang control. GAMBAR 3 KEAMANAN 3) Sistem pencahayaan pada bangunan high-rise-build yaitu menggunakan pencahayaan alami dan buatan. Namun untuk mensiasati bangunan yang luas selain menggunakan pencahaan buatan juga bisa disiasati dengan rekayasa arsitektur. untuk pencahayaan alami pada bangunan yaitu beberapa bagian atap bangunan menggunakan atap kaca agar cahaya bisa masuk langsung ke dalam bangunan, jenis kaca yang dipakai adalah window film atau kaca blur agar cahaya terik tidak langsung masuk kedalam bangunan dan bayangan yang masuk akan tersaring hingga menghasilkan cahaya yang lembut dan tidak menghasilkan silau. selain itu akan menghemat energi. GAMBAR 4 PENCAHAYAAN Untuk pencahayaan buatan interior bangunan akan menggunakan Desain berbasis Luminous flux yaitu banyaknya cahaya yang dipancarkan oleh satu titik sumber cahaya lampu. Jenis lampu berdasarkan arah dan sudut pancaran cahaya yang dihasilkan menggunakan desain Downlights. Dengan lampu berwarna neutral atau berwarna putih yang memberi kesan elegan pada interior bangunan komersial dan kenyamanan terang lampu. Pemilihan desain lampu luminous flux karena pencahayaan dan sorotan lampu yang menyebar hingga ke banyak titik, untuk beberapa bagian bangunan bisa juga menggunakan desain Washlights yang arah pancaran lampu ke arah dinding dan dapat menunjukkan suatu arah. Dengan lampu berwarna soft white yang memberi kesan megah, nyaman dan elegan untuk bangunan GAMBAR 5 AKUSTIK 4) Sistem Akustik dalam arsitektur sering dibagi menjadi akustika ruang (room acoustics) yang menangani bunyi yang dikehendaki dan kontrol kebisingan (noise control) yang menangani bunyi yang tak dikehendaki. kuaitas suara dalam suatu ruang pada dasarnya tergantung pada sifat-sifat penutup ruang atau sifat dari material itu sendiri. Sehingga dipastikan bahwa bahan selubung bangunan adalah bahan yang menyerap suara dari dalam maupun luar bangunan. Material yang sering digunakan adalah beton yang mampu memantulkan suara dari luar bangunan, lalu kaca yang memiliki sifat menyerap frekuensi rendah, kaca juga menyerap panel bergetar yang berfungsi sebagai pengubah energi bunyi menjadi energi getaran. Selain itu ada Aluminium Composite Panel, material ini berperan sebagai isolator untuk reduksi suara yang terletak pada kisaran 25 dB untuk elemen PU dan kira-kira 30 dB untuk elemen MW, material tersebut biasanya di pakai pada gedung bertingkat tinggi sebagai estetika. Dengan bahan atau material tersebut maka di dalam bangunan tidak terlalu merasakan kebisingan atau suara yang berasal dari luar bangunan karena material yang digunakan pada bangunan harus bersifat memantulkan suara, sehingga tidak menggangu pengunjung didalamnya dan pengunjung tetap merasa nyaman. 5) Sistem pemipaan Pada setiap bangunan high rise memiliki kesamaan pada setiap gedungnya, yaitu melalui sumber air, yang selanjutnya melewati meteran, dan kemudian di pompa ke reservoir atas, untuk bangunan high rise bisa saja menggunakan 2 pompa berukuran besar dan daya yang tinggi. Reservoir atas adalah wadah penyimpanan air yang berada di lantai paling atas bangunan atau atap bangunan, tujuannya agar air bisa dengan mudah diakses di setiap lantai gedung. Setelah di simpan di reservoir atas, air langsung di salurkan disetiap lantai, penyalurannya melalu shaft basah atau shaft khusus air. Keterangan Distribusi menuju reservoir atas: Distribusi ke tiap unit lantai : Meteran Pompa Sumber air GAMBAR 6 SISTEM PIPA DAN ELEKTRIKAL 6) Sistem elektrikal Berupa instalasi pemasangan stop kontak, saklar lampu, sekring listrik, ground penangkal petir, water heater instalasi, sliding automatic door dan sebagainya dimana inputnya berasal dari PLN (sumber listrik) dan instalasi pemasangan mesin generator sebagai pendukung sumber listrik pada suatu bangunan gedung bertingkat jika terjadi pemadaman listrik. Pemilihan generator harus sesuai dengan daya yang diinginkan berdasarkan besar energi listrik yang dibutuhkan dalam suatu bangunan. Umumnya pada bangunan high rise Sistem jaringan listrik utama bersumber dari sumber listrik sedangkan untuk cadangan bersumber dari Genset yang ditempatkan di area depan bangunan. Setelah itu melewati panel induk tapak yang kemudian disalurkan ke panel induk bangunan, dan didistribusikan ke setiap unit lantai dengan panel tiap lantai. Setiap bangunan high rise pastinya membutuhkan penangkal petir, dari distribusi itulah panel penangkal petir dipasang di puncak bangunan atau atap bangunan. Panel tiap lantai Sumber listrik Panel induk bangunan Panel induk tapak Gense t 7) Sistem tata udara Dengan menggunakan penghawaan buatan dan alami. Untuk penghawaan buatan, pada umunya bangunan high rise menggunakan penghawaan sistem AC central dimana satu sistem AC dipakai untuk seluruh gedung. Untuk bangunan dengan tinggi lantai melebihi 20 lantai maka mesin AC dapat lebih dari satu yang setiap 1 mesin dapat digunakan untuk 25 lantai. Untuk sistem AC central komponen kompresor, evaporator, katup ekspansi, refrigerator dan kondesor dijadikan satu yang namanya mesin Chiller ditambah pendingin (cooling tower/ cooling pond) dan air handling unit (AHU) disetiap lantai. Untuk bangunan tinggi yang dimensi massa bangunannya memanjang, maka dapat menggunakan 2 unit mesin AC (chiller) yaitu disisi atau diujung bangunan, hal ini dapat untuk menghemat energi. AC central dengan pendingin udara/ gas (air cooled) secara garis besar sama dengan pendingin air, tetapi tidak memerlukan tower atau cooling pond, gas yang habis dipakai pada AHU langsugn dialirkan ke mesin chiller. Dan untuk penggunaan Ac ini dubutuhkan ruang chiller, ruang AHU, ruang pompa AC, ruang cooling tower, ruang water reservoir, ruang ducting, ruang shaff dan ruang genset. Untuk penghawaan alami dapat melakukan rekayasa arsiektur bangunan berupa bukaan ventilasi pengudaraan agar sirkulasi udara dapat dengan baik mengalir keluar masuk bangunan dan dapat pula menekan biaya operasional listrik/efisiensi biaya. Penghawaan alami hanya sebagian kecil saja dari bangunan, karena bangunan ini merupakan bangunan komersial yang berukuran luas sehingga untuk kenyamanan termal lebih mengutamakan penghawaan buatan 1 zona Ruang mesin AC 1 zona Ruang mesin AC GAMBAR 7 TATA UDARA B.Pada Tapak Tapak berada di jalan Kalisari, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60112. tepatnya berada di kawasan cukup elit yaitu di wilayah Pakuwon city, yang cukup strategis karena berada di pusat ruko-ruko di pakuwon. Pemilihan tapak di Pakuwon city dikarenakan kawasan yang cukup strategis secara ekonomi dan masyarakat di pakuwon cenderung suka berinvestasi berkepanjangan yang menguntungkan. Salah satunya adalah apartemen, dari hasil analisis apartemen Educity. Apartemen educity berada sekitar 200 meter dari tapak, namun apartemen ini tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menjual apartemennya, apartemen tersebut dibeli bukan untuk ditinggali tapi untuk investasi bekepanjangan. Dari situlah tercetus ide membangun apartemen namun dengan harga yang lebih murah dan berbagai tipe untuk mempermudah masyarakat sekitar dalam berinvestasi. Selain itu disekitar tapak juga terdapat mall yaitu sekitar 800 meter dari tapak, hanya saja kondisi mall tidak terlalu ramai di karenakan hanya terdapat food court dan grosir sembako, yang pada dasarnya masyarakat di daerah pakuwon membutuhkan pusat perbelanjaan yang fokus ke lifestyle seperti fashion. Data statistik tertinggi pada variabel membeli pakaian dan sepatu (fashion). hal ini dapat disimpulkan masyarakat high income sangat memperhatikan fashion yang sedang trend. Sehingga dari peluang itulah mendirikan mall dengan konsep Fashion akan sangat menguntungkan di tambahn fasilitas penunjang lainnya seperti bioskop. Walaupun adanya ruko di sekitar tapak, ruko tersebut kurang menunjang lifestyle masyarakat pakuwon sehingga dibutuhkan adanya pusat perbelanjaan 3. BANGUNAN GEDUNG HIJAU Bangunan yang akan di bangun adalah Mall yang berisikan fashion store center, bioskop, area bermain, food court dan penunjang fasilitas lifestyle lain yang semuanya terintegrasi dalam tata letak taman hijau konsep baru. Dengan memaksimalkan ruang penyewaan dan menghasilkan suasana alami dengan menggabungkan taman hijau menarik di dalam dan luar ruangan. Pada konsep rancangan akan adanya taman di dalam bangunan yang diatasnya terdapat atap kaca dan memungkinkan pencahayaan alami untuk masuk, sehingga tanaman dapat tetap hidup. Pengunjung dapat menikmati pengalaman belanja, bersantai dan makan dengan pemandangan ruang berteras, ruang bersantai terbuka pada lantai paling atas dan taman beratap. Untuk bagian luar bangunan akan banyak taman hijau atau public area yang desainnya akan mengikuti bentuk asli kontur dan menyesuaikan dengan keadaan disekitarnya. GAMBAR 8 GEDUNG HIJAU 4. AKSESIBILITAS GAMBAR 9 AKSESIBILITAS Tapak berada di jalan Kalisari, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60112. tepatnya berada di kawasan cukup elit yaitu di wilayah Pakuwon city yang cukup strategis, karena berada di pusat ruko-ruko di pakuwon. Pemilihan tapak di Pakuwon city dikarenakan kawasan yang cukup strategis secara ekonomi dan masyarakat di pakuwon cenderung suka berinvestasi berkepanjangan yang menguntungkan. Untuk batas-batas tapak yaitu di utara tapak terdapat jalan Kalisari permai 1, dimana di jalan tersebut pusat perdagangan yaitu berupa ruko-ruko. Lalu selatan tapak merupakan jalan akses atau jalan arteri menuju ke perumahan pakuwon city, lalu di barat tapak merupakan pusat pendidikan dari pakuwon city, yaitu terdapat Sekolah dasar kristen gloria, SMA kristen gloria 2 pakuwon city, dan sekolah Xin Zhong. Selain itu terdapat cafe, minimarket dan apartement yang tepat bersebelahan dengan tapak. Juga terdapat Taman danau angsa pakuwon city sebagai penunjang. Lalu di Timur tapak terdapat jalan akses 1 jalur, atau jalan lain menuju masuk ke perumahan pakuwon city, tepat di sebelah jalan terdapat sungai sebagai view tapak. Selain itu kondisi view tapak juga sangat mendukung dan juga akses menuju ke Pakuwon city yang tertib dan jalan yang luas. Untuk akses menuju tapak juga mudah yaitu bisa melalui jalan Raya kalisari dharma, jalan Raya laguna maupun melewati perempatan dan langsung ke jalan arteri Kalisari Permai dan langsung memasuki tapak, untuk keluar tapak juga melewati jalan yang sama yaitu jalan Kalisari permai, dan bisa lurus ataupun belok kembali ke perempatan. Untuk akses menuju tapak juga mudah yaitu bisa melalui jalan Raya kalisari dharma, jalan Raya laguna maupun melewati perempatan dan langsung ke jalan arteri Kalisari Permai dan langsung memasuki tapak, untuk keluar tapak juga melewati jalan yang sama yaitu jalan Kalisari permai, dan bisa lurus ataupun belok kembali ke perempatan UTARA TAPAK di utara tapak terdapat jalan Kalisari permai 1, dimana di jalan tersebut pusat TIMUR TAPAK SELATAN TAPAK terdapat jalan akses 1 jalur, atau jalan lain menuju masuk ke perumahan pakuwon city. Tepat di sebelah jalan terdapat sungai sebagai view tapak merupakan jalan akses atau jalan arteri menuju ke perumahan pakuwon city GAMBAR 10 SEKELILING TAPAK BARAT TAPAK di barat tapak merupakan pusat pendidikan dari pakuwon city, yaitu terdapat Sekolah dasar kristen gloria, SMA kristen gloria 2 pakuwon city, dan sekolah Xin Zhong. Selain itu terdapat cafe, minimarket dan apartement yang tepat bersebelahan dengan tapak. Juga terdapat Taman danau angsa pakuwon city sebagai penunjang 5. TEKNO - EKONOMI BANGUNAN Dari segi perekonomian lokasi tapak berada di pusat ekonomi perukoan yang menjadikan bangunan tersebut memiliki nilai yang strategis secara ekonomi. Tepatnya berada di kawasan cukup elit yaitu di wilayah Pakuwon city, yang cukup strategis karena berada di pusat ruko-ruko di pakuwon. Pemilihan tapak di Pakuwon city dikarenakan kawasan yang cukup strategis secara ekonomi dan masyarakat di pakuwon cenderung suka berinvestasi jangka panjang yang menguntungkan. Tepat di utara tapak merupakan pertokoan ruko dan banyaknya bangunan pendidikan yang menjadi sasaran terdekat, juga masyarakat umum di Pakuwon city. Selain itu Data statistik tertinggi pada variabel membeli pakaian dan sepatu (fashion). hal ini dapat disimpulkan masyarakat high income sangat memperhatikan fashion yang sedang trend. oleh karena itu pembangunan mall yang didukung oleh apartement yang berkaitan dengan fashion dinilai dapat menarik masyaratakat untuk datang. Dari segi keuntungan investasi, terdapat beberapa poin yang harus dianalisis terlebih dahulu yaitu nilai investasi awal, harga standar bangunan dan harga non standar bangunan sehingga dapat ditemukan harga investasi bangunan. Dalam perhitungan nilai investasi awal, dibutuhkan perhitungan harga standar dan non standar untuk nilai harga bangunan. Untuk teknologi bangunan diusahakan bangunan menggunakan teknologi, karena bangunan yang pintar adalah bangunan yang Go Green dan berteknologi yang ramah lingkungan. Selain itu ditunjang oleh pengunjung yang merupakan kalangan berpendidikan dan menengah yang gaya hidupnya cukup dekat dengan teknoli ESTIMASI BIAYA PEMBANGUNAN • BIAYA INVESTASI AWAL o Tapak berada di jalan Kalisari, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur o Luas tapak 20.000 m2 Dalam perhitungan nilai investasi awal, dibutuhlan perhitungan harga standar dan Non standar untuk nilai harga bangunan. Dalam perhitungan harga-harga tersebut, sangat dipengaruhi oleh adanya inflasi yang terjadi dari tahun ke tahun. o Harga tanah (Pakuwon) • Perhitungan Inflasi pada tahun 2018 Rp. 40.000.000 - 60.000.000 per m2 o Harga total tanah 20.000 m2 x Rp. 17.000.000 = Rp. 732.840.000.000 RENCANA PEMBANGUNAN Rencana pembangunan proyek ini adalah gedung 18 lantai DATA • Luas tanah : 20.000 m2 • Luas lantai berulang : 10.000 m2 • Jumlah lantai : 16 • KDB: 60% = 12.000 m2 • KLB: 9 • Harga satuan tanah : Rp. 17.000.000 Pada tahun 2006 terjadi inflasi sebesar 25% dan mengalami peningkatan 12x lipat pada setiap tahunnya. Sehingga inflasi yang terjadi pada tahun 2018 adalah: = 25% x (2018-2006) = 25% x 12 = 300% • Sebuah kelayakan investasi dapat diketahui dari rumus sederhana A= 5B A= Harga investasi bangunan B= Harga investasi Tanah Nilai 5 adalah nilai minimal kelayakan, sehingga apabila didapati nilai investasi bangunan sama dengan angka dibawah 5x harga tapak, maka nilai investasi dikatakan tidak layak. Lantai Bangunan: 10.000 m2 x 16 lantai= 160.000 m2 Lantai Parkir: = 10.000 m2 • HARGA STANDAR BANGUNAN HARGA INVESTASI BANGUNAN 1. Harga Investasi Apartemen 1. Harga Standar Apartemen =Harga standart x Inflasi = 500.000.000 x 300% = Rp 500.000.000 x 300% = Rp 1.500.000.000 2. Harga Standar Parkir = 50 – 75 USD = 75 USD x 14.900 (Rp) x Inflasi = 75 x 14.900 x 300% = Rp 1.117.500 x 300% = Rp 3.352.500,00 = Luas Lantai x (harga standar + harga non standar) = 160.000 m2 x (Rp 500.000.000 + Rp 1.250.000.000) = 160.000 m2 x Rp 1.750.000.000 = Rp 280.000.000.000.000 2. Harga Investasi Parkir = Luas lantai x (harga standar + harga non standar) = 10.000 m2 x (Rp 3.352.500 + Rp 8.381.250) = 10.000 m2 x Rp 11.733.750 = Rp 117.377.500.000 TOTAL INVESTASI BANGUNAN = Rp 280.000.000.000.000 + Rp 117.377.500.000 = Rp 280.117.377.500.000 (A) • HARGA NON STANDAR BANGUNAN 1. Harga Non Standar Apartemen = 100% - 250% x harga standar = 250% x Rp 500.000.000 = Rp 1.250.000.000 TOTAL INVESTASI TANAH 1. Total Investasi Tanah = (Luas Tanah x Harga Tanah) + 10% Pajak = (20.000 m2 x Rp 17.000.000) + 10% Pajak = Rp 340.000.000.000 + 10% (34.000.000.000) = Rp 374.000.000.000 (B) PERBANDINGAN INVESTASI 2. Harga Non Standar Parkir = 100% - 250% x harga standar = 250% x Rp 3.352.500,00 = Rp 8.381.250,00 = Total Investasi Bangunan / Rp Total Investasi Tanah = Rp 280.117.377.500.000 / Rp 374.000.000.000 = 7,48 Investasi dikatakan layak jika minimal A =5 B, dengan perbandingan 7,48 maka bangunan hotel ini dinyatakan Layak. MEMPERTIMBANGKAN BERBAGAI MACAM FUNGSI 1. Fungsi estetika bangunan (Aestethic Form) Estetika bangunan akan sangat berpengaruh pada desain dan fasad, namun akan lebih baik bila desain itu memiliki fungsi yang bisa dipakai dan sesuai dengan keadaan di lingkungan sekitarnya. berikut adalah beberapa analisis yang membentuk massing bangunan, salah satunya VIEW, kondisi VIEW tapak juga sangat mendukung dan juga akses menuju ke Pakuwon city yang tertib dan jalan yang luas juga pemandangan yang indah dilihat mata. Terdapat banyak view positif disekitar tapak dikarenakan lokasi yang tertata dan berada di dekat taman pakuwon. View positif pertama berada di timur laut dan timur yang menghadap pada lahan luas dan gedung universitas Widya mandala katolik, selanjutnya di arah tenggara dan selatan yang menghadap ke lahan kosong dan 100 meter terdapat view negatif yaitu sekolah. Lalu view positif lainnya yaitu arah barat daya dan barat yang merupakan lahan kosong dan 300 meter dari tapak terdapat sungai. Untuk view negatif yaitu mengarah ke barat laut dan utara yang mengarah ke ruko-ruko dan pemukiman, namun view tersebut tidak terlalu mengganggu dikarenkan lokasi pemukiman yang tertata. sehingga dari view tersebut kita bisa menentukan arah bangunan dan menentukan posisi view yang akan dinikmati oleh pengunjung Untuk sumber KEBISINGAN hanya ada di beberapa titik yaitu dari arah timur tapak yaitu adanya jalan arteri atau jalan raya menuju ke perumahan pakuwon city yang dimana sumber kebisingan dari kendaraan yang lewat, lalu selatan tapak yaitu pusat pendidikan atau sekolah yang asal suaranya dari anak-anak atau pelajar dan bagian utara tapak yaitu ruko-ruko dan pemukiman masyarakat juga sumber suara lainnya seperti kendaraan di jalan tersebut. yang dimana dari kebisingan tersebut bisa menentukan letak bangunan dan ke privasian hirarki, juga memikirnya penyaring kebisingan seperti pepohonan rindang. ARAH MATAHARI terbit berada tepat di depan tapak atau sisi depan tapak dan arah matahari terbenam berada di sisi belakang tapak. dari arah matahari maka bangunan akan menghadap ke arah timur atau sesuai dengan poisis depan tapak karena bangunan yang akan kena sinar matahari langsung hanya pada pagi hari biasanya dibawah jam 10 pagi, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan sedangkan di atas jam 10 pagi sampai sore hari bangunan tidak terkena sinar matahari. Tentu bangunan yang menghadap ke arah timur ini adalah arah terbaik karena sinar matahari yang masuk dibawah jam 10 pagi tentunya menyehatkan bagi para pengunjung maupun penghuni apartement dan tidak akan kena panas setelah jam 1o pagi sampai sore hari. Sehingga bangunan yang menghadap timur akan kena sinar matahari pagi yang menyehatkan dan tidak akan kena sinar matahari siang dan sore hari yang membuat ruangan menjadi panas dan silau. GAMBAR 11 ANALISIS TAPAK SISTEM STRUKTUR pada bangunan high-rise-build pada umumnya menggunakan sistem struktur Core dan Rigid Frame dengan menggunakan kolom. Lalu untuk bangunan komersial seperti mall yang akan dibangun bisa menggunakan struktur jenis rigid frame. Selain itu struktur rigid frame akan mempermudah pembagian ruang yang akan disewa di dalamnya. Alasan menggunakan struktur core dan rigid frame karena reaksi terhadap beban lateral, terutama melalui lentur balok dan kolom. Pada fasad bangunan apartement akan di ekspose kolom-kolom struktur bangunan, selain berfungsi sebagai struktur berfungsi juga sebagai estetika. Pada bagian badan bangunan apartement juga lebih menekankan pada keseimbangan bangunan, baik itu keseimbangan bentuk, grid dan struktur yang semuanya nampak pada tampilan bangunan. Pada lantai paling atas Mall juga akan memiliki bentuk yang unik karena mempunyai fungsi sebagai taman atau public place di atas gedung ARAH ANGIN tidak berpengaruh banyak kepada arah dan peletakan posisi bangunan hanya bagaimana cara kita mensiasati bangunan tersebut agar pengguna didalamnya tidak terlalu terasa panas maupun dingin. sehingga arah angin dan cara mensiasati arsitek akan sangat berpengaruh pada kenyamanan termal didalamnya. selain itu arah angin setiap bulannya mengalami perubahan arah, namun saat musim hujan angin biasanya akan bertiup lebih dingin sehingga harus disiasati. untuk arah angin di kota surabaya biasanya akan bertiup dari barat daya menuju timur laut yang bisa disiasati dengan peletakan pohon di area tersebut, selain penyaring suara pohon juga bermanfaat sebagai penyaring angin sehingga angin yang masuk ke dalam bangunan tidak berlebih. namun udara juga dibutuhkan di dalam bangunan dimana untuk menciptakan bangunan hemat energi dibutuhkan penghawaan alami yang tetap terasa nyaman yaitu dengan adanya bukaan ventilasi pada setiap sisi bangunan dan membuka pintu bangunan. 2. Fungsi perwadahan bangunan (Container) PENGGUNA Pengunjung Anak-anak Remaja Dewasa Lanjut usia Difabel Penghuni Anak-anak Remaja Dewasa Lanjut usia Difabel Pengelola Manager Administration Marketing Maintenance Cleaning service Building service Security Receptionis GAMBAR 12 FUNGSI PERWADAHAN Pada setiap sisi bangunan harusnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar maupun mewadahi segala aktivitas, selain bisa bermanfaat juga bisa berguna untuk sosial masyarakat sekitar. Dan setiap ruangan Pada diharapkan memiliki fungsinya masing - masing agar tidak ada ruangan yang tak terpakai, juga penggunaan ruang disesuaikan dengan luas kebutuhan ruang tersebut agar bisa menghemat biaya bangunan gedung. yang artinya baik ruang luar maupun ruang dalam bangunan harusnya memiliki aktivitas bagi pengelola maupun pengunjung. Pada bangunan Mall dan Apartement akan di dibuat taman ruang terbuka atau area taman di dalam maupun di luar bangunan, taman di dalam bangunan digunakan untuk mewadahi pengunjung sebagai tempat beristirahat dan menikmati pemandangan dari ketinggian atap bangunan. selain itu akan banyak area bersantai dan ruang terbuka menarik lainnya sebagai wadah melepas penat dan disediakan bioskop di mall. Untuk public space di luar bangunan digunakan untuk mewadahi masyarakat sekitar sebagai tempat bersantai dan berkumpul, tempat bermain anak dan tempat nongkrong anak remaja maupun mahasiswa disekitar. PENGGUNA RENTAN USIA Anak-anak Remaja <17 tahun 17-21 tahun Dewasa 21-40 tahun Lanjut usia tahun TABEL 2 USIA PENGGUNA TABEL 1 PENGGUNA AKTIFITAS Memarkir kendaraan Makan dan minum Bersantai Bermain Buang air besar dan kecil Berbelanja Berdiskusi Mengobrol Beribadah Beristirahat Memarkir kendaraan Makan dan minum Bersantai Bermain Buang air besar dan kecil Berenang Berdiskusi Mengobrol Beribadah Beristirahat Tidur Menonton tv Berolahraga Memarkir kendaraan Buang air besar dan kecil Berdiskusi Mengobrol Beribadah Beristirahat Bekerja Makan dan minum Mengatur mekanikal dan elektrikal Menyimpan barang Menyiapkan makan dan minum Membersihkan ruangan Membuang sampah Mengawasi keamanan Membersihkan kamar hotel Menerima tamu Membersihkan taman 3. Fungsi Kendali GAMBAR 13 FUNGSI IKLIM Fungsi kendali iklim pada bangunan tentunya akan sangat berpengaruh pada desain bangunan, karena bangunan yang ramah lingkungan adalah bangunan yang bisa beradaptasi pada iklim di sekitarnya. Kota surabaya memiliki iklim tropis. Curah hujan di Surabaya adalah signifikan, dengan presipitasi bahkan selama bulan terkering. Di Surabaya, suhu rata-rata tahunan adalah 26.8C. Presipitasi di sini rata-rata 3397 mm. Suhu adalah tertinggi rata-rata pada April, di sekitar 27.3 °C. Di 26.6 °C rata-rata, Juli adalah bulan terdingin sepanjang tahun. dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa surabaya memiliki suhu yang panas dengan matahari yang terik, dengan iklim seperti ini tentu akan berpengaruh pada bangunan karena pengendalian iklin pada bangunan sangat dibuthkan pada bangunan terutama bangunan komersial. iklim tersebut dapat diatasi dengan pengendalian terik matahari pada bangunan dan pengendalian suhu pada bangunan. iklim (Climatic Modifier) Penggunaan material, khusunya material selubung bangunan akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan bangunan. Pada bangunan Mall yang dibangun akan ada bagian atap mall menggunakan kaca agar pencahayaan alami bisa langsung masuk ke dalam bangunan, namun atap kaca yang dipakai adalah kaca blur atau window film, dikarenakan iklim di tapak dengan matahari yang terik agar cahaya yang masuk bisa tersaring dan tidak menyebabkan silau di dalam bangunan. Selain itu akan ada teras hijau atau ruang terbuka hijau pada lantai tertinggi mall dimana akan ada taman hijau sebagai penyaring iklim tapak yang panas dan akan digunakan sebagai tempat bersantai bagi para pengunjung, selain itu penggunaan pengudaraan alami seperti ventilasi akan digunakan di tempat tertentu bangunan. 5. Fungsi pembentuk perilaku (Behaviour Modifier) Pola desain pada bangunan akan membentuk perilaku para pengunjung. Pada luar bangunan atau tapak bangunan public space akan didesain agar pengunjung bisa terarahkan untuk masuk ke mall, salah satunya dengan ditanami tumbuhan di sepanjang jalan pedestrian ways dan lampu jalan sebagaimana fungsi pengantar pengunjung menuju pintu masuk. Penataan hubungan dan dimensi ruang pada setiap fasilitas apartemen seperti interior bangunan sehingga perilaku akan melekat pada pengunjung yang datang GAMBAR 14 FUNGSI PERILAKU DAN LINGKUNGAN 4. Fungsi penyaring lingkungan (Environmental Filter) Lingkungan disekitar tapak merupakan kawasan elit perumahan, sehingga perumahan dan disekitarnya harus menyatu dengan bangunan Mall dan Apartement. diperlukan adanya keserasian antara bangunan yang akan dibangun dengan lingkungan disekitarnya agar tidak ada ketimpangan dengan lingkungan sekitar dan bisa saling mendukung antara bangunan dan lingkungan. Maka fungsi ruang bangunan haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar dengan memperkirakan aktivitas penunjang masyarakat disekitarnya yang tidak hanya untuk pengunjung mall maupun penghuni apartement. seperti menyediakan public space di luar bangunan dan public space juga dibuat senyaman mungkin agar adanya keserasian antara bangunan dan lingkunga disekitarnya. 6. Fungsi investasi modal (Capital Investment) Pakuwon city kawasan yang cukup strategis secara ekonomi dan masyarakat di pakuwon cenderung suka berinvestasi berkepanjangan. Apartemen tersebut dibeli bukan hanya untuk ditinggali tapi untuk investasi bekepanjangan. Masyarakat sekitar yang cenderung menyukai investasi berkelanjutan dan apartemen yang akan memiliki beberapa tipe sehingga ada tipe apartemen yang hunian dan bisa disewakan perhari layaknya hotel. Selain itu dibangunnya mall karena salah satu segmen kelas menengah yang akan terus berkembang di kota Surabaya adalah segmen penduduk muda yang mencapai proporsi 37 persen dari total penduduk Surabaya pada tahun 2012 (Surabaya dalam angka, 2012). Segmen pemuda kelas menengah diakui memiliki karakterstik yang dinamis di mana ciri umumnya adalah ukuran pasar yang terus tumbuh, peran menjadi tren satter, memiliki kecenderungan terhadap loyalitas produk yang singkat dan berpengaruh pada tingkat konsumtif. Untuk sasaran dari apartemen tersebut adalah masyarakat sekitar dan mahasiswa, untuk mall adalah masyarakat, anak-anak dan mahasiswa di sekitar sekolah dan kampus. 7. Fungsi simbol budaya (Cultural Symbolization) Memberikan simbol budaya pada bangunan dengan memasukkan unsur-unsur yang berkaitan dengan budaya daerah dimana objek berada. tidak harus berupa simbol bentuk namun juga bisa dilihat dari budaya, perilaku dan aktivitas masyarakat sekitar. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan ArekArek Suroboyo (Pemuda-Pemuda Surabaya) untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura/suro (ikan hiu) dan baya/boyo (buaya) yang akhirnya membentuk nama Surabaya. Namun, Kebiasaan Unik Warga Surabaya adalah kegemaran mereka untuk ngumpul di Warkop. Warkop adalah warung yang menjual kopi, nasi bungkus serta minuman, bisa dengan mudah menjumpai deretan Warung Kopi. Maka dari itu pada mall desain saya akan ada coffe shop SISTEM STRUKTUR DAN BENTUK KETERKAITAN ANALISIS 5 ASPEK DAN 7 FUNGSI Struktur merupakan komponen penting pada bangunan terutama bangunan tinggi, pada bangunan tinggi dibutuhkan struktur dan konstruksi yang benar untuk keselamatan pengguna didalamnya dan bangunan dapat berdiri kokoh dengan usia yang lama. Dari definisi bangunan gedung menurut UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung pasal 1, adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Dan bangunan tinggi adalah (High Rise Building) Bangunan bertingkat tinggi, dengan jumlah lantai > 6 lantai, tingginya > 20 m. Dari analisis keterkaitan sistem struktur dan bentuk yaitu bersangkutan dengan • FUNGSI ESTETIKA BANGUNAN (Aestethic Form) dimana Estetika bangunan akan sangat berpengaruh pada desain dan fasad, namun akan lebih baik bila desain itu memiliki fungsi yang bisa dipakai. Pada fasad bangunan apartement akan di ekspose kolom-kolom struktur bangunan, selain berfungsi sebagai struktur berfungsi juga sebagai estetika. Pada bagian badan bangunan apartement juga lebih menekankan pada keseimbangan bangunan, baik itu keseimbangan bentuk, grid dan struktur yang semuanya nampak pada tampilan bangunan. selanjutnya berkaitan dengan • FUNGSI PENGENDALI IKLIM (Climatic Modifier) iklim pada tapak akan mempengaruhi banyak hal termasuk struktur karena analisis dari berbagai aspek iklim disekitarnya. seperti arah matahari, arah angin, view dan sumber kebisingan yang tentunya dari analisis itu akan mempengaruhi orientasi bangunan, letak bangunan, bentuk bangunan, struktur bangunan dan konstruksinya. seperti penggunaan ventilasi dan atap Kaca sebagai VOID bangunan yang dibutuhkan sebagai pengendali iklim tapak yang mempengaruhi struktur dan bentuk bangunan. HASIL SINTESIS GAMBAR 15 KETERKAITAN STRUKTUR SISTEM UTILITAS DAN KESELAMATAN PADA BANGUNAN DAN TAPAK Sistem keselamatan dan utilitas pada bangunan mencakup sistem transportasi vertikal, sistem pencahayaan, sistem akustik, sistem pemipaan, sistem elektrikal, sistem pencahayaan dan sistem tata udara. yang tentunya akan berhubungan dengan penggunaan ruang, darii masalah itu akan berhubungan langsugn dengan • FUNGSI PERWADAHAN BANGUNAN (Container) karena dalam hal sistem keselamatan dan utlititas pada bangunan membutuhkan ruang yang cukup banyak baik untuk sistem pemipaan maupun sistem transportasi vertikal, dimana kebutuhan ruang diperlukan untuk keselamatan pengunjung dan pengelola. lalu kebutuhan ruang juga akan sangat berguna bila berfungsi dengan baik, seperti pencahaan dan sistem tata udara yang dimana dalam konsep akan adanya taman di dalam bangunan yang berguna sebagai wadah berkumpul atau public space bagi pengunjung dan taman tersebut juga digunakan dalam sistem pencahayaan dan penghawaan yang dimana setiap ruang di dalam bangunan akan berfungsi dan berguna bagi pengguna. begitu juga pada tapak karena akan disediakan public space bagi masyarakat sekitar dan taman tersebut akan berguna dan fasilitas tersebut akan berfungsi bagi masyarakat sekitar. di taman akan disediakan palyground dan area bersantai dan dapat digunakan bagi semua umur. taman di dalam bangunan digunakan untuk mewadahi pengunjung sebagai tempat beristirahat dan menikmati pemandangan dari ketinggian atap bangunan. Dan untuk public space di luar bangunan digunakan untuk mewadahi masyarakat sekitar sebagai tempat bersantai dan berkumpul. GAMBAR 16 UTILITAS Bangunan gedung hijau menurut UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung pasal 1 adalah bangunan gedung yang memenuhi persyaratan gedung dan memiliki kinerja terukur secara signifikan dalam penghematan energi, air, dan sumber daya lainnya melalui penerapan prinsip bangunan gedung hijau sesuai dengan fungsi dan klasfikasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan. bangunan gedung hiaju sendiri akan berkaitan dengan banyak fungsi salah satunya • FUNGSI KENDALI IKLIM (Climatic Modifier) pada desain bangunan penggunaan material selubung bangunan akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan bangunan. Pada bangunan Mall yang dibangun akan ada bebera bagian atap mall menggunakan atap kaca agar pencahayaan alami bisa langsung masuk ke dalam bangunan, namun atap kaca yang dipakai adalah kaca blur atau window film, dikarenakan iklim di tapak yang panas agar cahaya yang masuk bisa tersaring dan tidak menyebabkan silau di dalam bangunan dan juga memanfaatkan cahaya terik matahari agar menghemat penggunaan energi. Selain itu akan ada teras hijau atau ruang terbuka hijau pada lantai tertinggi mall dimana akan ada taman hijau sebagai penyaring iklim tapak yang panas dan akan digunakan sebagai tempat bersantai bagi para pengunjung, di luar bangunan juga akan banyak tanaman hijau yang bisa digunakan sebagai public space yang akan menghasilkan udara segar di iklim yang panas. Selain itu juga berhubungan dengan • FUNGSI NYARING LINGKUNGAN (Environmental Filter) yang dimana dengan banyaknya tanaman atau taman dan area berkumpul di luar bangunan maka akan menyaring udara lingkungan disekitar lingkungan. Lingkungan disekitar tapak merupakan kawasan elit perumahan, sehingga perumahan dan disekitarnya harus menyatu dengan bangunan Mall dan Apartement. Maka fungsi ruang bangunan haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. selian itu taman hijau di luar maupun di dalam bangunan akan membentuk FUNGSI PEMBENTUK PERILAKU (Behaviour Modifier) Pada luar bangunan atau tapak bangunan public space akan didesain agar pengunjung bisa terarahkan untuk masuk ke mall, salah satunya dengan ditanami tumbuhan di sepanjang jalan pedestrian ways dan lampu jalan sebagaimana fungsi pengantar pengunjung menuju pintu masuk yang dimana sirkulasi itu akan membentuk perilaku pengunjung. BANGUNAN GEDUNG HIJAU GAMBAR 17 KETERKAITAN GEDUNG HIJAU GAMBAR 18 KETERKAITAN AKSESIBILITAS AKSESIBILITAS Aksesibilitas derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan. Kemudahan akses tersebut diimplementasikan pada bangunan gedung, lingkungan dan fasilitas umum lainnya. dimana aksesibilitas ini mencakup sirkulasi dan pencapaian ke tapak maupun bangunan dan dari sirkulasi ini akan membentuk • FUNGSI PEMBENTUK PERILAKU (Behaviour Modifier) karena pada luar bangunan atau tapak bangunan public space akan didesain agar pengunjung bisa terarahkan untuk masuk ke mall, salah satunya dengan ditanami tumbuhan di sepanjang jalan pedestrian ways dan lampu jalan sebagaimana fungsi pengantar pengunjung menuju pintu masuk yang dimana sirkulasi itu akan membentuk perilaku pengunjung. begitu juga dengan penataan furniture street dan peletakannya yang akan mempengaruhi perilaku pengunjung agar berperilaku sesuai dengan furniture street tersebut. begitu juga dengan penataan hubungan dan dimensi ruang pada setiap fasilitas apartemen seperti interior bangunan sehingga perilaku akan melekat pada pengunjung yang datang maka penataan interior bangunan dan peletakannya juga mempengaruhi penghuninya. untuk aksesibilitas terutama sirkulasi akan sangat mempengaruhi perilaku seperti peletakan eskalator maupun lift, penataan eskalator dan letak eskalator akan mempengaruhi arah dari sirkulasi para pengunjung dimana pengunjung akan membentuk sebuah alur pejalan kaki untuk menuju ke eskalator selanjutnya, sehingga pentingnya penataan letak eskalator agar arah berjalan pengunjung sesuai dengan yang diinginkan dan ruangan keseluruhan bisa di nikmati pengunjung, begitu juga dengan keadaan lift dan sistem aksesibilitas lainnya. untuk yang diluar tapak juga akan menggunakan tiang lampu, pedestrian ways dan tanaman disekitarnya sebagai pengarah untuk masuk ke dalam tapak dang bangunan yang mudah diakses. peletakan furniture street yang akan membentuk pola perilaku pengunjung seperti kursi umum dan area bermain anak TEKNO EKONOMI BANGUNAN Tekno ekonomi bangunan sendiri berkaitan degan modal, keuntungan dan investasi yang dimana semua itu berkaitan erat dengan keuangan dalam proyek maupun bisnis properti untuk mencari keuntungan yang berkaitan dengan • FUNGSI INVESTASI MODAL (Capital Investment) dimana dari proyek Bangunan Mall dan apartement ini dapat menghasilkan keuntuan dari berbagai pihak dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Keuntungan yang diinvestasikan melalui bisnis properti ini berupa keuntungan dari Mall maupun apartemen. Keuntungan Mall didapat dari ruang atau bangunan yang disewa sebagai toko-toko di dalam mall maupun dari pengunjung yang datang. dan keuntungan yang cukup besar juga bisa diraih dari penyediaan fasilitas dan bioskop di dalam mall yang membutuhkan ruang yang cukup luas dengan desain yang sesuai. Lalu untuk keuntungan dari apartement adalah keuntungan pembelian apartemen maupun penyewaan apartement. karena masyarakat di sekitar pakuwon adalah masyarakat menengah dan menengah atas yang memiliki keinginan tinggi dalam berinvestasi berkelanjutan seperti apartement. Selain itu adanya universitas seperti Universitas Widya Mandala Katolik dan dekat dengan ITS (Institute Teknologi Surabaya) yang artinya memiliki pasar mahasiswa kelas menengah sehingga akan ada 2 tipe apartemen yaitu tipe apartemen studio dan tipe apartemen 3 room. TABEL 3 PENGUNJUNG MALL Data statistik tertinggi pada variabel membeli pakaian dan sepatu (fashion). hal ini dapat disimpulkan masyarakat high income sangat memperhatikan fashion yang sedang trend. Sehingga dari peluang itulah mendirikan mall dengan konsep Fashion akan sangat menguntungkan di tambahn fasilitas penunjang lainnya seperti bioskop • FUNGSI SIMBOL BUDAYA (Cultural Symbolization) yaitu dengan melihat budaya di surabaya dan jawa timur yang gemar mengkomsumsi kopi, karena jika dilihat dari banyaknya cafe maupun tempat nongkrong sehingga pada desain Mall akan adanya coffe shop. Dari coffe shop akan mendapat keuntungan antara lain penyewaan wadah untuk tempat berkumpul dan menikmati kopi dari masyarakat sekitar. Dan dari peluang itu akan berbuah langsung pada tekno ekonomi bangunan. yaitu mendapatkan keuntungan dari coffe shop

Judul: Modul 3 Penentuan Rancangan Dan Tekno Ekonomi Bangunan.pptx

Oleh: Ema Arsita


Ikuti kami