Metode Permainan Kelompok Sebagai Media Itegrasi Di Sanggar Belajar Bukit Ilmu

Oleh Winda Wijaya

37,9 KB 12 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Metode Permainan Kelompok Sebagai Media Itegrasi Di Sanggar Belajar Bukit Ilmu

“Permainan kelompok sebagai alternative, Integrasi Bukit Ilmu” (oleh Winda Fitriani, Volunteer Bukit Ilmu) Sore itu , Jumat 29 Maret 2013 anak- anak Bukit Ilmu melakukan kegiatan Outing Class. Anak- anak belajar diladang milik selah seorang warga. Outing Class merupakan salah satu metode dalam pembelajaran di Bukit Ilmu, belajar dalam ruangan anak sudah sangat biasa, terkadang mereka jenuh. Pada pertemuan kali ini anak diajak untuk mengikuti permainan- permainan yang disediakan fasilitator, anatra lain: estafet kelereng, joget balon, lempar bola, pesan berantai. Pemainan- permainan kecil yang memang dipilih sesuai umur anak. Kegiatan ini tidak semata- mata bermain, namun juga belajar. Dimana dalam setiap permainan terdapat nilainilai yang bisa diambil, contohnya: nilai kekompakan dan kerjasama. Bagaimana anak- anak dalam satu tim ini bekerjasama, mencari strategi yang tepat untuk memenagkan permainan tersebut. Mengapa jenis permainaan kekompakan dan kerjasama ini dipilih?.... karena memang pada dasarnya anak- anak di Bukit Ilmu memiliki latar belakang yang berbeda- beda, dilihat dari umur terbagi kedalam kelas Cerry dan Apple. Cerry diisi oleh anak usia TK sampai kelas 2 SD, sedangkan kelas Apple diisi oleh anak usia kelas 3 sampai SMP, sekedar bocoran saja, murid Bukit Ilmu usia tertua adalah SMP kelas 1. Apalagi pada kesampatan ini Bukit Ilmu 1 dan 2 digabung. Oia sampai lupa, Bukit Ilmu 2 sudah ada lohh,,,lokasinya masih sama di Desa Karangmangu tapi ada di RT 5 Baturaden. Secara Geografis sudah sangat berbeda, iklim di Rt 5 kental sekali dengan nuasa dunia hiburan malam. Dimana disini terdapat banyak Karoke, diskotik, panti pijit dan hotel. Dibandingkan dengan Bukit Ilmu 1, anak- anak Bukit Ilmu 2 lebih cenderung cepat dewasa dan pemalu. Bagaimana tidak anak- anak dilingkungan rt 5, sudah biasa melihat orang berpakaian sexy, perempuan merokok, orang hilir mudik ke hotel dengan ganti- ganti pasangan dan perilaku menyimpang lainnya. Padahal tontontan seperti ini belum layak untuk anak- anak diusia mereka. Perbedaan inilah yang menjadi tantangan bagi Fasilitator atau yang sering disebut pengajar Bukit Ilmu. Metode permainan kelompok ini diharapkan dapat menyatukan anak- anak Bukit Ilmu, dan metode ini dirasa cukup efektif, anak- anak Bukit Ilmu 1 dan 2 saling membaur, meskipun awalawal masih malu- malu.

Judul: Metode Permainan Kelompok Sebagai Media Itegrasi Di Sanggar Belajar Bukit Ilmu

Oleh: Winda Wijaya


Ikuti kami