Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan

Oleh Bachroel Ulumuddin

149,7 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN DESKRIPSI MATA KULIAH KD 301 Perkembangan Peserta Didik : S 1, 2 sks, semester 1 Mata kuliah merupakan mata kuliah dasar kependidikan pada program S 1 kependidkan. Selesai mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan mengaplikasikan dalam pendidikan tentang (1) konsep perkembangan, mencakup : (a) konsep perkembangan dalam kontelasi psikologi dan pendidikan, serta (b) pengertian, prinsip, pendekatan, dan tahapan perkembangan; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan; (3) konsep dan tugas perkembangan berdasarkan tahapan perkembangan; (4) karakteristik perkembangan psikofisik peserta didik, mencakup (a) perkembangan fisik dan psikomotorik, (b) kognitif, (c) bahasa, (d) sosiomosional, (e) moral dan religi, (f) kemandirian, dan (g) perkembangan karier; serta (5) permasalahan remaja. Pelaksanaan perkuliahan menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk ceramah dan tanya jawab yang dilengkapi dengan penggunaan LCD, serta pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, serta diskusi dan pemecahan masalah. 1 Penilaian terhadap penguasaan mahasiswa atas materi pembelajaran, selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas, penyajian dan diskusi, serta aktivitas di kelas. Buku sumber utama tediri atas : Newman & Newman. 2008. Development Through Life : A Psychosocial Approach; Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan; Amin Budiamin, Dedi Herdiana Hafid, dan Daim. 2008. Perkembangan Peserta Didik: Bahan Belajar Mandiri PGSD; Abin Syamsuddin M. 2006. Psikologi Kependidikan; Syamsu Yusuf. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja; Nandang Budiman. 2005. Memahami Perkembangan Anak Sekolah Dasar; Lemer, R.M. 1983. Human Developmet ; A Life Span Perspective. 2 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN SILABUS (31) 1. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik Kode Mata Kuliah : KD 301 Jumlah sks : 2 sks Semester :1 Kelompok mata kuliah : MKDP Program Studi : S1 Kependidikan Prasyarat : --- Dosen : Tim Dosen MKDP Perkembangan Peserta Didik 2. Tujuan Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan mengaplikasikannya dalam pendidikan tentang konsep perkembangan, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan, karakteristik perkembangan psiko-fisik peserta didik, dan permasalahan anak/remaja. 3. Desripsi Isi Dalam perkuliahan ini dibahas tentang (1) konsep perkembangan, mencakup : (a) konsep perkembangan dalam kontelasi psikologi dan pendidikan, serta (b) pengertian, prinsip, pendekatan, dan tahapan perkembangan; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan; 3 (3) konsep dan tugas perkembangan berdasarkan tahapan perkembangan; (4) karakteristik perkembangan psiko-fisik peserta didik, mencakup (a) perkembangan fisik dan psikomotorik, (b) kognitif, (c) bahasa, (d) sosiomosional, (e) moral dan religi, (f) kemandirian, dan (g) perkembangan karier; (5) permasalahan remaja serta implikasinya dalam pendidikan. 4. Pendekatan pembelajaran Pendektan yang digunakan adalah ekspositori dan inkuiri. Ada pun metode, tugas, dan media yang digunakan sebagai berikut. a. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemecahan masalah b. Tugas : laporan makalah, penyajian, dan diskusi c. Media : OHP, LCD/ power point 5. Evaluasi Unsur penilaian terdiri atas : a. Aktivitas kelas (10%) b. Makalah dan Penyajian (20%) c. UTS (30%) d. UAS (40%) 6. Rincian materi perkuliaan tiap pertemuan Pertemuan Topik Bahasan Pertemuan 1 Orientasi Perkuliahan Pertemuan 2,3 Konsep perkembangan dalam kontelasi psikologi dan pendidikan a. Konsep psikologi : etimologi dan terminologi b. Dinamika perilaku manusia dalam perspektif psikologi : perspektif biologis, behaviorisme, kognitif, dan perspektif humanistik serta 4 Pertemuan 4 Pertemuan 4 Pertemuan 5 Pertemuan 6 Pertemuan 7 implikasinya dalam pendidikan c. Perkembangan sebagai cabang psikologi d. Pengertian psikologi perkembangan e. Manfaat psikologi perkembangan bagi penyelenggaraan pendidikan Konsep perkembangan a. Pengertian pertumbuhan (growth), kematangan (maturation), belajar (learning), dan latihan (exercises) serta keterkaitannya dengan perkembangan (development) b. Definisi perkembangan (development) serta implikasinya dalam pendidikan c. Prinsip-prinsip perkembangan serta implikasinya dalam pendidikan Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan a. Pengaruh faktor nature terhadap perkembangan b. Pengaruh faktor nurture terhadap perkembangan c. Determinasi faktor nature dan nurture dalam perkembangan aspek-aspek psikofisik individu serta implikasinya dalam pendidikan Konsep dan tugas perkembangan a. Pengertian tugas perkembangan b. Sumber tugas perkembangan c. Tugas perkembangan masa remaja serta implikasinya dalam pendidikan Karakteristik perkembangan fisik dan psikomotorik masa remaja serta implikasinya dalam pendidikan Karakteristik perkembangan kepribadian masa remaja serta implikasinya dalam pendidikan Pertemuan 8 Ujian tengah semester Pertemuan 9 Karakteristik perkembangan sosial masa remaja serta implikasinya dalam pendidikan Karakteristik perkembangan kognitif dan bahasa masa remaja serta implikasinya dalam pendidikan Karakteristik perkembangan moralitas dan keagamaan remaja serta implikasinya dalam pendidikan Karakteristik perkembangan kemandirian dan karier remaja serta implikasinya dalam pendidikan Isu dan permasalahan remaja serta implikasinya dalam pendidikan Review perkuliahan Pertemuan 10 Pertemuan 11 Pertemuan 12 Pertemuan 13,14 Pertemuan 15 Pertemuan 17 UAS 5 H. Rujukan Utama Abin Syamsuddin M. 2001. Psikologi Kependidikan. Bandung : Rosda Karya. Havighaurst, R.I. 1972. Developmental Task and Education. New York. Hurlock, E.B. 1980. Developmental Psychology. Mekay A Life Span Approach. New Delhi : Tata McGraw-Hill Publishing Co.Ltd. Lingdern. H.C. 1972. Educational Psychology in the Classroom, Third edition, New York : John Wiley Son, Ltd. Lemer, R.M. 1983. Humsn developmet ; A Life Span Perspective. New York : McGraw-Hill, Inc. Nandang Budiman. 2005. Memahami Perkembangan Anak Sekolah Dasar. Jakarta : Dikti. Santrok, J. Human Development. A Life span perspective. New York: McGraw-Hill, Inc. Syamsu Yusuf. (2005). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosda Karya. 6 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN HAND OUT PERKULIAHAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK A. KONSEP PERKEMBANGAN DALAM KONSTELASI PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN 1. PENGERTIAN PSIKOLOGI ETIMOLOGI  Psyche berarti jiwa atau ruh  Logos berarti ilmu Psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa atau ruh TERMINOLOGI o Ruh atau jiwa tidak dapat diamati, sulit diukur, sulit telaah secara ilmiah, yang dapat diamati, diukur, dan ditelaah secara ilmiah adalah perilaku organisme sebgai wujud adanya jiwa. o Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental organisme 2. KONSEP PERKEMBANGAN  Pertumbuhan (growth) Perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar 7  Kematangan (maturation) Perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar  Belajar (learning) Perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif  Latihan (exercise) Perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif Growth, maturation, learning, exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development) Perkembangan terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat Perkembangan adalah perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN  Aliran Natvisme Tokoh : Schoupen Hower Perkembangan organisme ditentukan oleh faktor pembawaan (nativus). Penelitian Henry Goddaard terhadap keluarga Marin Kallikak  Aliran Empirisme Perkembangan organisme ditentukan oleh faktor lingkungan Teori Tabula Rasa John Locke Penelitian J. B. Watson 8  Aliran Konvergensi Tokoh : William Stern Perkembangan ditentukan baik oleh faktor pembawaan maupun lingkungan Ada determinasi faktor perkembangan PERTENTANGAN FAKTOR NATURE DENGAN NURTURE BentukBentuk-bentuk Nature BentukBentuk-bentuk Nurture Innate (pembawaan (pembawaan lahir) lahir) Instinct (instink (instink)) Experiences (pengalaman (pengalaman-pengalaman) pengalaman) Environment (dibentuk (dibentuk lingkungan) lingkungan) Acquired (diperoleh (diperoleh)) Inborn (sejak (sejak lahir) lahir) Learning (proses (proses belajar) belajar) Genetic (genetik (genetik)) Socialization (sosialisasi (sosialisasi)) Heredity (hereditas (hereditas)) Education (pendidikan (pendidikan)) Preformed (sudah (sudah dibentuk) dibentuk) C. PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN 1.Cephalocaudal  perkmbangan dimulai dari kepala menuju kaki 2.Proximodistal  perkembangan dari tengah menuju ke arah luar, dari arah dekat menuju ke arah jauh D. TUGAS PERKEMBANGAN 9  Suatu tugas pada periode perkembangan tertentu yang harus diselesaikan dengan baik  Sumber tugas perkembangan : 1. Tuntutan masyarakat 2. Sosial-budaya 3. Kematangan fisik 4. Norma agama KEMATANGAN (MATURATION)  KESIAPAN PSIKOFISIK ORGANISME UNTUK MELAKUKAN FUNGSIFUNGSINYA  CONTOH : PADA USIA 6/7 PERKEMBANGAN KOGNITIF MASUK PADA PERIODE OPERASIONAL KONKRET  ANAK SUDAH SIAP BERPIKIR LOGIS TETAPI HARUS DISERTAI DENGAN HAL-HAL KONRET TUGAS PEKEMBANGAN 0-6 TH (MASA KANAK-KANAK)  Belajar berjalan  Belajar memakan makanan yang padat  Belajar berbicara  Belajar buang air kecil dan air besar  Belajar mengenal jenis kelamin  Mencapai kesetabilan jasmaniah fisiologis  Membentuk konsep-konsep sederhana  Belajar hubungan emosional dengan orla  Belajar melakukan / hubungan baik berdasarkan norma sosial/agama TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA SD (6/7 S.D 12/13) 1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainanpermainan yang umum. 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh. 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya. 10 4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat. 5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. 7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tata tingkatan nilai. 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga. 9. Mencapai kebebasan pribadi. E. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIAN SD 1. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA SD Perubahan tubuh : sistem tulang, otot, dan keterampilan gerak  Diferensiasi tulang belulang, pada masa bayi berjumlah 27 berkembang menjadi 350 pada akhir masa anak sekolah  Diferensasi terjadi dipengaruhi oleh faktor gizi dan latihan  Otot anak laki-laki lebih kuat  Secara fisik anak perempuan lebih cepat matang dari pada anak lakilaki  teori heliosentris  Koordinasi gerakan halus meningkat  Sudah mampu melakukan gerakan manipulatif Kesehatan  Saluran penafasan  Influenza  Infeksi alat pencernaan  Penyakit gigi  Radang paru-paru  Kecelakaan fisik : gerakan motorik belum begitu seimbang, kurang hati-hati karena keterbatasan berpikir logis 11  Kebugaran fisik lemah 2. PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK  Adalah perkembangan pengendalian geraakan jasmaniah melalui kegitan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkorrdinasi  4 kategori keterampilan motorik : (1) menolong diri sendiri, (2) sosial, (3) bermain dan (4) sekolah Prinsip perkembangan motorik  Perkembangan motorik bergantung pada kematangan otot dan syaraf  Belajar keterampilan motorik tidak terjadi sebelum anak matang  Perkembangan motorik mengikuti pola yang dapat diramalan  Dimungkinkan menentukan norma perkembangan motorik 3. KETERAMPILAN PSIKOMOTORIK YANG PERLU DIKEMBANGKAN PADA ANAK SD  Gerak dasar lokomotor : memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain  Gerak nonlokomotor : peregangan dan pelenturan tubuh  Gerak manipulatif : keterampilan gerak yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lainnya 4. PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK SD  Konsep kognitif  Dinamika perkembangan  Tahapan perkembangan  Karakteristik perkembangan  Model stimulasi KONSEP KOGNITIF 12  Teori gestalt ; kurt koffka ; kognisi manusia keseluruhan akan lebih berarti dari pada bagian-bagian pembelajaran harus dimulai dari keseluruhan  Teori medan ; kurt lewin; setiap kognisi individu memiliki medan psikologis tertentu  semakin anak ada dalam medan belajar cenderung semakin terjaga kondisi kognisinya dalam situasi pembelajaran  Teori perkembangan kognitif ; jean piaget ; kognitif tidak lain dari struktur kognitif, yakni segala pengalaman individu sejak lahir yang membentuk kerangka pikirannya DINAMIKA PERKEMBANGAN KOGNITIF  ASIMILASI  proses integrasi persepsi, konsep atau pengalaman baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada  Rangsangan atau pengalaman baru ditempatkan atau diklasifikasikan sesuai dengan struktur kognitif yang sudah ada  Asimilasi tidak menyebabkan perubahan struktur kognitif tetapi mempekembangkannya Tugas guru dalam rangka asimilasi  Meletakan dasar struktur kognitif yang tepat tentang sesuatu konsep dalam kognisi anak  Memperkaya struktur kognitif semakin lengkap dan mendalam  AKOMODASI  jika rangsangan atau pengalaman baru sama sekali tidak sesuai dengan struktur kognitif yang sudah ada Dua cara mekanisme akomodasi 1) Membentuk struktur kognitif baru yang cocok dengan rangsangan atau pengalaman baru 2) Memodifikasi struktur yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan atau pengalaman baru F. PERKEMBANGAN REMAJA DAN PERMASALAHANNYA 13 1. Konsep Perkembangan Remaja a. Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi. Secara etimologi, psikologi berasal dari kata psyche dan logos (bahasa Yunani). Psyche berarti jiwa atau ruh sedangkan logos berarti ilmu. Jadi secara etimologis psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa atau ruh. Sejak jaman Yunani Kuno sampai abad 19 terminologi ini yang dipagang sebagai definisi psikologi. Pada akhir abad 19, seiring dengan berkembangnya ilmu ilmiah, definisi psikologi sebagai ilmu jiwa banyak dipertanyakan. Salah satu prinsip ilmu ilmiah menyatakan bahwa suatu ilmu disebut ilmiah apabila objek ilmu itu dapat diamati (observable). Pertanyaan yang sering dilontarkan “Apakah jiwa atau ruh dapat diamati? Di mana letaknya jiwa atau ruh?” Kedua pertanyaan ini sulit dijawab secara ilmiah. Lalu bagaimana membuktikan adanya jiwa atau ruh? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini adalah bahwa bukti dari adanya jiwa atau ruh adalah organism berperilaku. Perilaku merupakan manifestasi dari adanya jiwa atau ruh pada organisme. Sebagai manifestasi dari adanya jiwa atau ruh, perilaku dapat diamati dan dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Oleh sebab itu mulai akhir abad 19 objek psikologi berubah dari jiwa atau ruh menjadi perilaku. Seiring dengan paradigma ini, secara terminologi psikologi didefinidikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku organisme. Istilah organisme yang berarti makhluk hidup, menjadi terminologi baru dalam psikologi sebab telaahan psikologi saat ini bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya. Berdasarkan uraian ini, psikologi perkembangan didefinisikan sebagai ilmu yang memplajari perkembangan perilaku organisme. b. Pengertian Perkembangan Remaja Sedikitnya ada empat istilah yang berdekatan bahkan saling terkait pengertiannya dengan istilah perkembangan (development). Pertama, 14 pertumbuhan (growth), yakni perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar. Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-ukuran tertentu. Misalnya, tinggi badan anak SD dari 110 cm pada usia 9 tahun menjadi 155 pada usia 15 tahun. Perubahan dalam pertumbuhan dimulai dari tidak ada menjadi ada. Misalnya, bayi yang baru lahir tidak bergigi, tetapi setelah kurun waktu satu tahun mulai bergigi. Perubahan dalam pertumbuhan mengikuti prinsip discontinuous. Misalnya, pada usia dan ketinggian tertentu maka perkembangan tinggi badan akan berhenti, tidak meninggi terus. Kedua, kematangan (maturation), yakni perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar. Ketiga, belajar (learning) yaitu perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif . Keempat, latihan (exercise), yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Growth, maturation, learning, exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development). Perkembangan, terutama dalam konsep pertumbuhan (growth), terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks yang dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud perkembangan remaja adalah perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada masa remaja sebagai akibat dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. 15 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan 1) Aliran Natvisme Tokoh aliran ini adalah Schoupen Howern. Menurut aliran ini perkembangan organisme ditentukan oleh faktor pembawaan (nativus). 2) Aliran Empirisme Salah satu tokoh aliran ini adalah John Locke, yang mengembangkan teori “tabula rasa”. Menurutnya manusia bagaikan “tabula rasa”, yakni meja lilin yang putih bersih belum tergoreskan apapun. Mau dijadikan gambar gambar apa saja meja lilin tersebut terserah pelukisnya. Meja lilin di sini diibaratkan sebagai bayi yang baru lahir yang akan berkembang, sedangkan pelukis adalah lingkungan yang akan membentuk jadi apapun anak yang baru lahir ini. Dengan kata lain, aliran empirisme sangat yakin bahwa perkembangan organisme ditentukan oleh lingkungan. Bahkan J. B. Watson, yang terkenal sebagai behaviorist dari Amerikat Serikat, pernah sesumbar “Beri aku bayi, lalu mintalah kepada ku mau dijadikan apa pun bayi itu. Mau dijadikan dokter, lawyer, guru, bahkan dijadikan criminal. Mintalah kepadaku”. 3) Aliran Konvergensi Tokoh aliran konvergensi adalah William Stern. Aliran ini meyakini bahwa baik factor pembawaan maupun faktor lingkungan sama penting bagi perkembangan organism. 2. Konsep Remaja dan Tugas Perkembangannya 1) Pengertian Remaja Reamja adalah individu yang terentang pada periode perkembangan sejak berakhirnya masa anak sampai datangnya awal masa dewasa. Masa remaja berlangsung sekitar 11/12 tahun s.d 18/20 tahun. 2) Pengertian dan Sumber Tugas Perkembangan 16 Tugas perkembangan adalah suatu tugas pada periode perkembangan tertentu yang harus diselesaikan dengan baik. Sumber tugas perkembangan sebagai berikut. a. Tuntutan masyarakat b. Sosial-budaya c. Kematangan fisik d. Norma agama 3) Tugas Perkembangan remaja a. Kematangan hidup religius b. Kematangan perilaku etis c. Kematangan emosional d. Kematangan intelektual e. Kesadaran tanggung jawab f. Peran sosial sebagai pria atau wanita g. Penerimaan diri dan pengembangannya h. Kemandirian perilaku ekonomis i. Wawasan dan persiapan karir j. Kematangan hubungan dengan teman sebaya k. Persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga 3. Profil Perkembangan Remaja dan Implikasinya dalam Pembelajaran a. Profil Perkembangan Fisik dan Psikomotorik Remaja Remaja Awal Remaja Akhir • Laju perkembangan sangat cepat • Proporsi ukuran tinggi dan berat badan sering kurang seimbang • Munculnya ciri-ciri skunder (tumbuh bulu pada pubic region, dsb) • Aktif dalam berbagai jenis permainan/aktivitas • Laju perkembangan menurun • Proporsi ukuran tinggi dan berat badan tampak seimbang • Organ reproduksi siap difungsikan • Lebih selektif dalam memilih kativitas 17 b. Masalah yang Mungkin Timbul Karena Perkembangan Fisik dan Psikomotorik • Kecanggungan bergaul antar remaja bahkan dengan orang dewasa sekali pun. • Self rejection karena self image tidak sesuai dengan self reality. Pada remaja kadang – kadang self image terlalu tinggi atau jauh dari self reality. • Gejala emosional seperti rasa malu ketika menstruasi. • Pemuasan biologis yang tidak tepat. • Perkembangan fisik-hormonal & hormonal yang cepat menimbulkan goncangan : “masa badai dan topan”. c. Profil Perkembangan Bahasa dan Perilaku Kognitif Remaja Remaja Awal Remaja Akhir • Perkembangan bahasa sandi dan mulai tertarik bahasa asing • Lebih bersifat realisme kritis • Mampu mengoperasikan kaidahkaidah logika formal • Bakat (aptitudes) mulai menunjukkan kecenderungan – kecenderungan lebih jelas • Cenderung berpikir dan bertindak “here and now” • Lebih memantapkan diri pada bahasa asing yang dipilihnya • Lebih bersifat rasionalisme idealis • Logika formal disertai generalisasi konklusif dan komprehensif • Kecenderungan bakat tertentu mencapai titik puncak • Sudah mulai berpikir dan bertindak “what next?” d. Masalah-masalah yang Mungkin Timbul Berkaitan dengan Perkembangan Bahasa dan Kognitif 1) Belajar bahasa asing yang tidak menyenangkan cenderung benci terhadap pelajaran dan gurunya. 2) Ketidakselarasan antara bakat, minat, dan kemampuan. 18 3) Terutama pada remaja awal cenderung berpikir “di sini dan sekarang” dalam mengambil keputusan hidup. 4) Sangat rentan dengan pemikiran-pemikiran “sesat” tetapi dasar logika berpikirnya kuat. 5) Dengan berkembangnya kognitif pada masa remaja sangat kaya idealisme, pencari idola, rasa ingin tahu, dan ingin diakui-dihargai. Jika potensi-potensi ini tidak terfasilitasi dengan tepat sangat mungkin mengalami salah suai. e. Profil Perkembangan Perilaku Sosial, Emosional, Moralitas, dan Religius Remaja Remaja Awal Remaja Akhir • Diawali dengan kecenderungan ambivalen dalam berteman • Kebergantungan pada teman sebaya dan semangat komformitas • Reaksi-reaksi dan ekspresi emosi masih labil dan belum terkendalikan dengan baik • Mengidentifikasi diri dengan tokoh moralitas yang diidolakan • Muncul perilaku skeptis pada agama • Masih mencari dan mencoba menemukan pegangan hidup • Bergaul dengan jumlah teman terbatas dan selektif • Mulai fleksibel terhadap teman sebaya • Reaksi-reaksi dan ekspresi emosi tampak lebih stabil, terkendali, dan mampu menguasai diri • Identifikasi diri pada tokoh moralitas idola sebagai hasil pertimbangan kemandirian nilai • Penghayatan yang tingi tentang kehidupan reliogius • Mulai menemukan pegangan hidup yang lebih definitif G. MASALAH-MASALAH YANG MUNGKIN TIMBUL BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL, EMOSIONAL, MORALITAS, DAN KEAGAMAAN 1) Munculnya perilaku anti sosial pada remaja 2) Konflik dengan orang tua 3) Penyalahgunaan napza 4) Mudah digerakkan dalam perilaku destruktif 5) Mudah terlibat dalam kegiatan masa 6) Seks bebas 19 7) Ikatan solidaritas, nilai, dan tradisi sebaya sangat kuat. Jika melakukan penyesuaian sosial sangat mungkin konformitas sosial mereka mengarah kepada kelompok sebaya yang berisiko tinggi. H. BIMBINGAN DAN KONSELING BAGII REMAJA a. Perlunya Bimbingan dan Konseling bagi Remaja • Kondisi psikologis remaja : kaya potensi, vitalitas, dinamis tapi labil. • Perubahan pola kehidupan keluarga : ayah dan ibu bekerja  interaksi terbatas, sentuhan pedagogis berkurang  anak cari jalan sendiri. • Kondisi sosial-budaya-ekonomi : tidak kondusif  kehilangan idealisme, contoh & pembiasaan yang salah. • Pengaruh situasi global : memperkuat sekulerisme, konsumerisme, hedonisme, dan individualisme . b. Strategi Bimbingan dan Konseling bagi Remaja • Penanaman akidah sejak dini terutama melalui contoh. Dakwah atau pembelajaran agama dan moral bil ‘af’al / bil hal melalui praktek langsung dan contoh tauladan. Jika tidak seperti ini dikhawtirkan remaja menjadi skeptis terhadap nilai moral dan agama. • Pendekatan dialog sebagai sarana komunikasi, curhat, tukar pendapat, penyaluran ide, dan lain-lain. • Penyaluran dan penempatan sesuai minat, bakat, dan kemampuan. • Memperbanyak aktivitas yang produktif. 20

Judul: Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan

Oleh: Bachroel Ulumuddin

Ikuti kami