Keistimewaan Dan Posisi Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Klarifikasi Ilmu Bahasa Arab

Oleh Syawaludin Rizaldy

113,7 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Keistimewaan Dan Posisi Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Klarifikasi Ilmu Bahasa Arab

KEISTIMEWAAN DAN POSISI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM KLARIFIKASI ILMU BAHASA ARAB Syawaludin Rizaldy Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat, Indonesia Email: syawalrizaldy9@gmail.com ABSTRAK Bahasa arab merupakan bahasa yang penting bagi masyarakat islam manapun, karena ia merupakan bahasa peribadatan, bahasa yang banyak digunakan oleh masyarakat islam dan diyakini oleh khayalan ramai bahwa ia merupakan bahasa pilihan Allah (Federspiel 1996). Terdapat pernyataan sebanyak lebih kurang sepuluh ayat dalam Al-Qur’an yang menyatakan kepentingan Al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa arab (Q.S. 12:2, 13:37, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, 43:3, 46:12, 26:195, 16:103). PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan bahasa suci al-Qur’an, Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia. Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang awal mula munculnya Bahasa Arab. Teori pertama menyebutkan bahwa manusia pertama yang melafalkan bahasa arab adalah Nabi Adam’alaihissalam. Analisa yang digunakan Nabi Adam alaihissalam (sebelum turun ke bumi) adalah penduduk surga, dan dalam suatu riwayat dikatakan bahwa bahasa penduduk surga adalah Bahasa Arab, maka secara otomatis bahasa yang digunakan oleh Nabi Adam Alaihissalam adalah bahasa arab dan tentunya anak-anak keturunan Nabi Adam Alaihissalam pun menggunakan bahasa arab. Itulah salah satu sebab bahasa arab menjadi bahasa suci al-Qur’an. SEJARAH dan PERKEMBANGAN BAHASA ARAB Para ahli berpendapat bahwa teori yang dianggap paling baik untuk mengklarifikasikan dan mengolongkan bahasa yang ada di dunia harus berdasarkan pada hubungan kekerabatan, maka berdasarkan teori ini bahasa-bahasa didunia dikelompokkan menjadi dua rumpun, yaitu rumpun bahasa indo-Eropa dan bahasa semit-hamit ditambahkan lagi oleh Max Muller dan Brunesen satu Rumpun bahasa ketiga yang di istilahkan dengan rumpun Turania. Salah satu ras Manusia yang besar peranannya dalam sejarah peradaban kuno adalah bangsa semit. Bahasa bahasa yang mereka pakai juga dapat digunakan menjadi beberapa bagian diantaranya: 1. Setengah kawasan bagian utara : Timur: Akkad atau Babylonia; Assyria Utara: Arab dengan ragam timurnya dari bahasa Syria dan bahasa Arab inilah yang dituturkan oleh penduduk tanah suci Nabi Isa, Mandaca, Nabatean serta ragam baratnya dari Samaritan, Arab yahudi dan Palmyra. Barat: Fenosia, Ibrani, Injil, dan dialek kan’an lainnya. 2. Setengah kawasan bagian selatan: Utara : Arab Selatan : Sabca atau Himyari dengan ragam dan dialek Minaea, Mahri, dan Haikili; dan Geez atau Etiopik, dengan ragamnya dari dialek Tigre, Amharik dan Harari Hampir seluruh bahasa itu kini sudah punah, kecuali bahasa arab yang sampai saat ini masih hidup dan terus digunakan, sedangkan untuk menentukan siapa yang pertama kali berbincang bahasa arab masih banyak sekali perdebatan tentunya, sebagaian dari mereka berpendapat yang pertama kali berbahasa arab adalah Nabi Isma’il sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad Saw yang di riwayatkan oleh Hakim dan Baihaki dari Jabir yang artinya: “Nabi Isma’il benar benar diberi ilham dengan lisan inin (bahasa arab)” Hadits di atas juga dipertegas dengan adanya hadis lain yang secara sorih menyebut bahwa orang yang pertama kali berbicara dengan bahasa arab yang nyata adalah Nabi Ismail bin Ibrahim AS. Yang artinya : “orang yang pertama kali memperbaiki lisannya (bahsannya) dengan bahasa arab yang nyata adalah ismail pada saat beliau berusia empat belas tahun” Sejarah bahasa arab tidak bisa terlepas dari konteks arab pra islam (arab jahili) dimana kata “arab” dalam masa pra-islam berarti bangsa yang hidup di daerah semenanjung arab berbagi menjadi dua bagian, yang pertama : kelompok masyarakat kota seperti Mekkah, Yasrib, atau Madinah, serta dikota kota besar Yaman serta negeri Hirah di sebelah Selatan Irak dan sebagainya. Sedangkan bagian yang kedua : kelompok masyarakat badui yaitu kelompok masyarakat badui yaitu kelompok masyarakat yang tidak menetap dan selalu berpindahpindah tempat, dimana diantara dua kelompok tersebut belum terjalin satu hubungan erat atau satu kesatuan antara keduanya, sehingga satu sama lain masih saling mempertahankan tradisi serta system hidup dan kebiasannya sendiri, yang termasuk didalamnya pula dalam bidang bahasa, hal inilah yang memunculkan banyaknya dialek arab waktu itu. KEISTIMEWAAN BAHASA ARAB DI DUNIA Bahasa arab bagian dari agama islam “Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melaikan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat member penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki. Dan dialah Tuhan yang maha kuasa lagi maha bijaksana.” (QS.Ibrahim :4). Bahasa arab merupakan bagian dari agama islam dan dipergunakan pada AlQur’an. Bahkan Allah menjadikan bahasa arab ini sebagai bahasa yang paling utama dari seluruh bahasa yang ada. Allah juga menjadikannya sebagai bahasa sholat, dzikir, haji dan ibadah yang lainnya. Bahasa arab adalah generasi bahasa generasi terbaik Selain itu bahasa arab merupakan bahasa generasi terbaik sesudah para sahabat yaitu tabi’ut. Demikian pula bahasa ini menjadi bahasa para imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang jenius dan brilian seperti imam-imam madzhab: imam Abu Hanifah, imam Malik, imam Syafi’i, imam ahmad bin hanbal. Bahasa arab adalah bahasa yang sempurna dan universal “Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Nabi Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang orang yang member peringatan, dengan bahasa arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara: 192-195). Ibnu Katsir rahmahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Maksudnya bahwa Al-Qur’an ini adalah (wahyu) yang kami turunkan kepada dengan lisan (bahasa)mu (yaitu) bahasa arab yang fasih, sempurna, universal agar AlQur’an menjadi jelas, terang, lagi gambling, memutuskan udzur, menegakkan hujjah dan sebagai dalil yang menunjukan kepada tujuan yang dimaksud.” Bahasa arab adalah yang paling efektif untuk menyampaikan Gagasan. “sesunggunya kami menurunkan Al-Qur’an yang berbahasa arab agar kamu memahaminya.” (QS.yusuf:2) Bahwa pakar tafsir yang terkenal, ibnu katsar rahimahullah menjelaskan rahasia si balik penurunan al-qur’an dengan bahasa arab: “hal yang demikian itu dikarenakan bahasa arab adalah yang paling fasih, paling jelas, paling luas (kosakatanya), serta paling efektif dalam menyampaikan sebuah makna.” Bahasa arab adalah bahasa yang paling mulia Karakteristik bahasa arab yang sedemikian sempurna dan istimewa, maka pantaslah jika Allah turunkan Kitabullah dalam bahasa yang paling agung. “oleh karna itulah, diturunkan kitabullah yang paling mulia (al-qur’an) dalam bahasa yang paling mulia, kepada utusan Allah yang mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, ditempat paling mulia dimuka bumi, dimulai penurunanya di bulan yang paling mulia dalam setahun, yaitu bulan ramadhan. Maka, sempurnalah (al-qur’an) dari berbagai sisi”. POSISI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM KLARIFIKASI ILMU BAHASA ARAB Urgensi teoritis dari pembahasan mengenai “posisi pembelajaran bahasa arab dalam klarifikasi ilmu” ini adalah untuk memperkenalkan tentang “kemerdekaan” bidang ilmu pembelajaran bahasa arab ssebagai suatu bidang ilmu tersendiri, serta memperkenalkan pula bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengannya. Adapun urgensi praktisnya adalah; dengan pengenalan tersebut maka seorang yang ingin menjadi ahli atau menjadi praktisi dalam bidang ini, maka ia akan dapat mempersiapkan diri dengan mendalami ilmu-ilmu yang berkaitan. Pengembangan ilmu bahasa arab dirintis oleh al-khalil ibn ahmad al-farahidi (100170 H.) melalui karyanya kitab al-‘ayn. Pembahasan bahasa arab pada mulanya berprinsip preskriptif, dengan tujuan untuk melayani kebutuhan tentang pemahaman nasnas agama islam. Kemudian kajiannya terus berlanjut anataranya melalui kajian Ibn Faris, AlTsa’labi, sampai ‘Abd Al-Wahid Wafi pada zaman modern. Dalam kajian mereka membahas al-nahwu, phonetik, sematik, etimologik, sosiolinguistik dalam bahasa arab secara campur aduk tanpa pemilahan. Khusus dalam Arabic Grammar pembahasanya sudah sangat maju dan terperinci, bahkan menjadi kajian utama dalam pembahasan bahasa arab. Pembahasan-pembahasan bahkan melahirkan beberapa aliran klasifikasi yang lebih khas dalam ilmu bahasa arab terlihat terang, sejak abad ke Sembilan belas, di saat pembelajaran ilmu bahasa dan penelitian-penelitian ilmiah tentang bahasa-bahasa di dunia berkembang pesat, yang juga memberi pengaruh terhadap perkembangan ilmu bahasa arab. Belajar dan pembangunan merupakan kesatuan yang utuh, tidak mungkin wujud pembelajaran yang tidak menginginkan pembangunan. Pembangunan berarti pula proses pendewasaan (Vytgotsky 1978: 80). Sehingga pembelajaran bahasa arab merupakan pembelajaran bahasa dan kebudayaan arab sekaligus (al-Ibadiyc1986: 52). Pembelajaran adalah pendewasaan siswa menggunakan asas pendidikan. Konsep pembelajaran menurut Corey (1986: 195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disegaja dikelolauntuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam keadaan tertentu atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Ruggeri-steven (2007) pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip atau kumpulan prinsip yang saling berhubung kait dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar (Srikanthan & Dalrymple 2004). Antara teori-teori belajar itu adalah koneksionisme (connecsionisme). Teori ini dikemukakan oleh thorndika (1874-1919) yang berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara stimulus dan respon. Menurut Bower (1975) jika perubahan hasil perubahan kerap dilatih maka kewujutan prilaku tersebut semakin kuat (law of use). Sebaliknya jika perilaku tidak kerap dilatih atau digunakan maka akan dilupan atau sekurang-kurangnya akan menurun (law of disuse). KESIMPULAN 1. Bahasa arab adalah bahasa kuno dan bahasa pertama kali digunakan oleh ras Manusia, dan di bagi menjadi dua bagian yaitu kawasan bagian utara dan kawasan bagian selatan. 2. Bahasa arab menjadi sarana yang sangat efektif untuk mentransfer berbagai macam ilmu yang digunakan untuk memahami al-qur’an dan as-sunnah dengan gaya bahasa yang ringkas, mudah dipahami, dan bahkan mudah dihafal. 3. Meningkatkan pemahaman nas-nas agama islam dan pembelajaran bahasa arab menjadi suatu keahlian dan dianggap sebagai ilmu yang spesifik. DAFTAR PUSTAKA Muhbib, A.W. (2014). Peran Bahasa Arab Dalam Pengembangan Ilmu dan Peradaban Ilmu dan Peradaban Islam, Jurnal Arabiyat. 239-248. Buhori, dan Wahida, B. (2015). Bahasa Arab dan Peradaban Islam: Telaah atas Sejarah Perkembangan Bahasa Arab. Jurnal Arabiyat. 60-75. Wekke, I. S. (2014). Model Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta: Deepublish.

Judul: Keistimewaan Dan Posisi Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Klarifikasi Ilmu Bahasa Arab

Oleh: Syawaludin Rizaldy

Ikuti kami