Kemajuan Bani Umayyah Di Bidang Bidang Ekonomi

Oleh Danang Hari

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Kemajuan Bani Umayyah Di Bidang Bidang Ekonomi

1. Kemajuan Bani Umayyah di Bidang Bidang Ekonomi
Di Bidang ekonomi dan perdagangan, Dinasti Bani Umayyah menerapkan beberapa kebijakan
untuk dapat meningkatkan perekonomian negara. Kebijakan-kebijakan Bani Umayyah di bidang
ekonomi antara lain :
a. Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah
Sumber uang masuk pada masa zaman Daulah bani Umayyah sebagiannya diambil dari Dharaib
yaitu kewajiban yang harus dibayar oleh warga negara. Di samping itu, bagi daerah-daerah yang
baru ditaklukkan, terutama yang belum masuk Islam, ditetapkan pajak istimewa. Namun, pada
masa Umar bin Abdul Aziz, pajak untuk non muslim dikurangi, sedangkan Jizyah bagi muslim
dihentikan. Kebijakan ini mendorong non muslim memeluk agama Islam. Adapun pengeluaran
pemerintah dari uang masuk tersebut adalah sebagai berikut:
1) Gaji pegawai, tentara dan biaya tata usaha negara
2) Pembangunan pertanian termasuk irigasi dan penggalian terusan
3) Ongkos bagi terpidana dan tawanan perang
4) Perlengkapan perang
5) Hadiah bagi sastrawan dan ulama
b. Mata Uang di Cetak dengan Teratur
Pada masa Abdul Malik, mata uang kaum muslimin dicetak secara teratur. Pembayaran diatur
dengan menggunakan mata uang ini. Meskipun pada Masa Umar bin Khattab sudah ada mata
uang, namun belum begitu teratur.
c. Organisasi keuangan.
Keuangan terpusat pada baitul maal yang asetnya diperoleh dari pajak tanah, perorangan bagi
non muslim. Percetakan uang dilakukan pada Khalifah Abdul Malik bin Marwan.

2. Kemajuan Bani Umayyah di Bidang Pendidikan
Daulah Bani Umayyah tidak terlalu memperhatikan bidang pendidikan, karena mereka fokus dalam
bidang politik. Meskipun demikian, Daulah Bani Umayyah memberikan andil bagi pengembangan
ilmu-ilmu agama Islam, sastra dan filsafat. Daulah menyediakan tempat-tempat pendidikan antara
lain:
a. Kuttab
Kuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca, menghafal Alquran serta
belajar pokok-pokok ajaran Islam
b. Masjid
Pendidikan di masjid merupakan lanjutan dari kuttab. Pendidikan di masjid terdiri dari dua
tingkat. Pertama, tingkat menengah diajar oleh guru yang biasa saja. Kedua, tingkat tinggi yang
diajar oleh ulama yang dalam ilmunya dan masyhur kealimannya.
c. Arabisasi
Gerakan penerjemahan ke dalam bahasa Arab (Arabisasi buku) pada masa Marwan gencar
dilakukan. Ia memerintahkan untuk menerjemahkan bukubuku yang berbahasa Yunani, Syiria,
Sansekerta dan bahasa lainnya ke dalam bahasa Arab.
d. Baitul Hikmah
Baitul hikmah merupakan gedung pusat kajian dan perpustakaan. Perhatian serta pelestarian
berbagai sarana dan aktivitas di gedung ini terus menjadi perhatian dalam perjalanan Daulah
Bani Umayyah hingga masa Marwan.

3. Kemajuan Bani Umayyah di Bidang Politik dan Militer
Kondisi perpolitikan pada masa awal Dinasti Bani Umayyah cenderung stabil. Muawiyah dengan
kemampuan politiknya mampu meredam gejolak-gejolak yeng terjadi. Hingga ia mengangkat
anaknya yang bernama Yazid menjadi penggantinya, barulah terjadi pergolakan politik.
Di antara kebijakan politik yang terjadi pada masa Daulah Bani Umayyah adalah terjadinya
pemisahan kekuasaan antara kekuasaan agama (spritual power) dengan kekuasaan politik. Amirul
Mu’minin hanya bertugas sebagai Khalifah dalam bidang politik. Sedangkan urusan agama diurus
oleh para ulama.
Perkembangan/prestasi bani Umayyah pada bidang politik militer yaitu dengan terbentuknya lima
lembaga pemerintahan, antara lain:
a. Lembaga Politik (An-Nizam As-Siyasy)
Dinasti Bani Umayyah menerapkan organisasi politik yang terdiri dari jabatan Khalifah (kepala
negara), wizarah(kementerian), kitabah (kesekretariatan), hijabah (pengawal pribadi Khalifah).
b. Lembaga Keuangan (An-Nizam Al-Maly)
Dinasti Bani Umayyah mempertahankan pengelolaan baitul maal baik pemasukan maupun
pengeluaran. Sumber pemasukan baitul maal diperoleh dari hasil pajak pengahasilan tanah
pertanian disebut kharraj dan Pajak individu bagi masyarakat non-Muslim disebut ML]Dh. Atau
hasil pajak perdaganganimpor yang disebut usyur.
c. Lembaga Tata Usaha (An-Nizam Al-Idary)
Dinasti Bani Umayyah membagi wilayah kekuasaan antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah pusat dipimpin oleh Khalifah, sedangkan daerah dipimpin oleh gubernur yang
disebut wali. Untuk pelaksanaan tata negara yang teratur, Bani Umayyah mendirikan beberapa
departemen antara lain Diwan al Kharraj (departemen pajak), diwan al rasail (departemen pos
dan persuratan), diwan al musytaghillat (departemen kepentingan umum), dan diwan al khatim
(departemen pengarsipan).
d. Lembaga Kehakiman (An-Nizam Al-Qady)
Dinasti Bani Umayyah memisahkah kekuasaan eksekutif (pemerintah) dan Yudikatif
(pengadilan). Dimana pelaksanaan kekuasaan yudikatif terbagi menjadi 3, yaitu, al-Qadha
(Hakim masalah negara), al-Hisbah (hakim perkara pidana), dan al-Nadhar fil Madlalim
(mahkamah tinggi atau banding)
e. Lembaga Ketentaraan (An-Nizam Al-Harby)
Lembaga ketentaraan sudah ada sejak khulafaur rasyidin Perbedaanya pada rekrutmen
personilnya. Dimana masa khulafaur rasyidin setiap orang boleh menjadi tentara, sedangkan
pada masa Dinasti Bani Umayyah hanya diberikan kepada orang-orang Arab.
Pada formasi tentara, Dinasti Bani Umayyah mempergunakan istilah di kerajaan Persia. Formasi itu
terdiri dari Qolbul Jaisy(pasukan inti) yang berisi alMaimanah(pasukan sayap kanan), almaisarah(pasukan sayap kiri), al-Muqaddimah (pasukan terdepan), dan saqah al-jaisyi(posisi
belakang)
Di samping itu juga di bentuk dewan sekretaris Negara (diwanul kitabah) yang bertugas mengurusi
berbagai macam urusan pemerintahan dewan ini terdiri dari lima orang sekretaris, yaitu:
a. Sekretaris persuratan ( katib Ar-Rasail)
b. Sekretaris keuangan ( katib Al-kharraj)
c. Sekretaris tentara (katib Al-Jund)
d. Sekretaris kepolisian (katib Al-Jund)

e. Sekretaris kehakiman (katib Al-Qadi)
Langkah-Langkah politik militer bani Umayyah antara lain :
a. Memindahkan ibu kota pemerintahan Bani Umayyah dari Kuffah ke Damaskus.
b. Menumpas segala bentuk pemberontakan yang ada demi terciptanya stabilitas keamanan
dalam negerinya.
c. Menyusun organisasi pemerintahan agar roda pemerintahannya dapat berjalan lancar.
d. Mengubah sistem pemerintahan demokrasi menjadi sistem monarki
e. Menetapkan bahasa arab sebagai bahasa nasional bani Umayyah yang dapat berfungsi
sebagai alat pemersatu bangsa.
f. Demi keselamatan Khalifah dibentuk $O+LMDEDK(ajudan) dengan tujuan agar tidak terjadi
pembunuhan pada Khalifah.
Selain bani Umayyah menentukan langkah-langkah politik militer, Dinasti Bani Umayyah
menerapkan beberapa kebijakan dalam bidang militer, yaitu
a. Undang-undang Wajib Militer
Daulah Bani Umayyah memaksa orang untuk masuk tentara dengan membuat undang-undang
wajib militer (Nizham Tajnid Ijbary). Mayoritas adalah berasal dari orang Arab.
b. Futuhat/Ekspansi (Perluasan Daerah)
Perluasan ke Asia kecil dilakukan Muawiyah dengan ekspansi ke imperium Byzantium dengan
menaklukan pulau Rhodes dan Kreta pada tahun 54 H. Setelah 7 tahun, Yazid berhasil
menaklukkan kota Konstantinopel.
Perluasan ke Asia Timur, Muawiyah menaklukkan daerah Khurasan-Oxus dan Afganistan-Kabul
pada tahun 674 M. Pada zaman Abd Malik, daerah Balkh, Bukhara, Khawarizan, Ferghana,
Samarkand dan Sebagian India (Balukhistan, Sind, Punjab dan Multan). Perluasan ke Afrika Utara,
dikuasainya daerah Tripoli, Fazzan, Sudan, Mesir (670 M)
Perluasan ke barat pada zaman Walid mampu menaklukkan Jazair dan Maroko (89 H). Tahun 92 H
Thariq bin Ziyad sampai di Giblaltar (Jabal Thariq). Tahun 95 H Spanyol dikuasai. Cordova terpilih
menjadi ibu kota propinsi wilayah Islam di Spanyol.

2. Kemajuan Bani Umayyah di Bidang Sosial
Kemasyarakatan
Dinasti Bani Umayyah mengembangkan bidang sosial kemasyarakatan dengan berbagai kebijakan.
Kebijakan bani Umayyah dalam bidang sosial kemasyarakatan antara lain:
a. Bani Umayyah Mendirikan Panti Sosial Penyandang Cacat
Ketika Walid bin Abdul Malik menjadi Khalifah, ia menyediakan pelayanan khusus. Orang cacat
diberi gaji. Orang buta diberikan penuntun. Orang lumpuh disediakan perawat. Ia juga
mendirikan bangunan khusus untuk pengidap penyakit kusta agar mereka dirawat sesuai dengan
persyaratan standar kesehatan.
b. Merukunkan Bangsa Arab dan Mawali
Masyarakat dunia Islam begitu luas sedangkan orang-orang Arab merupakan unsur minoritas.
Meskippun demikian, mereka memegang peranan penting secara sosial. Muslim Arab
menganggap bahwa mereka lebih baik dan lebih pantas memegang kekuasaan dari muslim nonArab. Muslim non-Arab kala itu disebut Mawali.

Mulanya mawali adalah budak tawanan perang yang dimerdekakan. Belakangan istilah mawali
diperuntukan bagi semua muslim non Arab.
c. Perundang-undangan
Khalifah mengeluarkan perundang-undangan yang mengatur kehidupan masyarakat. Juga
mendirikan lembaga penegak hukum sehingga hak-hak masyarakat dilindungi hukum.
d. Pembangunan Infrastruktur
Dibangunnya rumah sakit, jalan raya, sarana dan olahraga (seperti gelanggang pacuan kuda),
tempat-tempat minum ditempat yang strategis, kantor pos, pasar/pertahanan sebagai sarana
prasarana umat.

3. Kemajuan Bani Umayyah di Bidang Seni Budaya
Pada bidang budaya, dinasti Bani Umayyah memberikan banyak kontribusi. Kontribusi bani
Umayyah dalam bidang budaya berupa :
a. Bahasa Arab
Bahasa arab berkembang luas keberbagai penjuru dunia dan menjadi salah satu bahasa resmi
Internasional di samping bahasa Inggris.
b. Mata Uang
Mencetak mata uang dengan menggunakan bahasa arab yang bertuliskan “la ilaha illallah” dan
di sebelasnya ditulis kalimat”Abdul Malik”.
c. Gedung dan pabrik Industri
Mendirikan pabrik kain sutera, Industri kapal dan senjata, gedung-gedung pemerintahan
d. Irigasi Pertanian
Membangun irigasi-irigasi sebagai sarana pertanian
e. Pusat Ilmu dan Adab
Membangun kata Basrah dan Kuffah sebagai pusat perkembangan ilmu dan adab
f. Pembukuan Negara
Membuat administrasi pemerintahan dan pembukuan keuangan Negara
Selain bidang budaya, Bani Umayyah juga memberikan kontribusi pada bidang kesenian. Kontribusi
bani Umayyah dalam bidang keseian berupa :
a. Majelis Sastra
Majelis sastra adalah tempat atau balai pertemuan untuk membahas kesusasteraan dan juga
tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan dan dihiasi dengan hiasan yang indah.
Majelis ini hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka.
b. Arsitektur
Dalam bidang seni arsitektur, para Khalifah mendukung perkembangannya, seperti pembuatan
menara pada periode Muawiyah, kubah ash-Shakhra pada periode Abdul Malik bin Marwan.
Kubah ini tercatat sebagai contoh hasil karya arsitektur muslim yang termegah kala itu.
Bangunan tersebut merupakan masjid yang pertama sekali ditutup dengan kubah. Merenovasi
Masjid Nabawi. Membangun Istana Qusyr Amrah dan Istana al Musatta yang digunakan sebagai
tempat peristirahatan di padang pasir.

Judul: Kemajuan Bani Umayyah Di Bidang Bidang Ekonomi

Oleh: Danang Hari


Ikuti kami