Identitas Sastra Arab Kontemporer Dan Perubahan Ekonomi

Oleh Teguh Luhuringbudi

584,1 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Identitas Sastra Arab Kontemporer Dan Perubahan Ekonomi

IDENTITAS SASTRA ARAB KONTEMPORER DAN PERUBAHAN EKONOMI Teguh Luhuringbudi Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sampaiteguh@gmail.com Abstract This study proves that Arabic as an identity and as a connector between the contemporary Arabic literary products and economic changes. It can be concluded that the more faded the use of Arabic, the various Arabic cultural and literary products will be degraded and even eliminated; and the magnitude of the value of economic changes that cannot be detailed will be a deficit, especially in the field of creative industry and translation. This research is aimed to explore the significance and relevance of cultural products to the East-an. This research uses library method in the perspective of data gathering and qualitative method in data reduction perspective. The perspective used is the perspective of globalization. Stages of analysis related perspectives used are the placement of the global arena, symbiotic mutualism, and technological involvement. Keywords: Identity, Contemporary Arabic Literature, Economic Change, and Globalization. Abstrak Penelitian ini membuktikan bahwa bahasa Arab sebagai identitas sekaligus penghubung antara geliat produk-produk sastra Arab kontemporer dan perubahan ekonomi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin pudar penggunaan bahasa Arab, maka beragam produk budaya dan sastra Arab akan terdegradasi bahkan tereliminasi; dan besarnya nilai perubahan ekonomi yang tidak dapat didetilkan akan mengalami defisit, khususnya dalam bidang industry kreatif dan penerjemahan. Penelitian ini ditujukan untuk menggali signifikansi dan relevansi produkproduk budaya ke-Timur-an. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dalam perspektif penjaringan data dan metode kualitatif dalam perspektif reduksi data. Perspektif yang digunakan adalah perspektif globalisasi. Tahapan analisis terkait perspektif yang digunakan ini adalah penempatan arena global, simbiosis mutualisme, dan keterlibatan teknologi. Kata Kunci: Identitas, Sastra Arab Kontemporer, Perubahan Ekonomi, dan Globalisasi. PENDAHULUAN Kajian humaniora merupakan pertimbangan makro dalam melihat dan memahami sastra Arab kontemporer (SAK) dan perubahan ekonomi (PE). Pertimbangan makro tersebut didasarkan pada narasi faktuil (‚dari‛, ‚oleh‛, dan ‚untuk‛ manusia) dalam kerangka disiplin sosial. Kevin Tuite membantah penjelasan tersebut dan berpendapat bahwa rumpun ilmu humaniora-sosial dan rumpun ilmu alam- ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ eksak merupakan dualisme yangy tidak perlu diperdebatkan. Perbedaan kedua rumpun ilmu tersebut hanya dapat dipahami jika beranjak dari argumen dan metodologi etimologis.1 Pendapat instan berupa Sastra Arab Kontemporer sebagai rumpun ilmu humaniora dan Perubahan Ekonomi seagai rumpun ilmu eksak tidak serta merta menjadi landasan menetapkan tipologi formalistik. Tipologi formalistik seperti SAK lahir-berorientasi terkait realitas kemanusiaan yang dinamis dan PE lahir-berorientasi terkait angka tidak dapat diposisikan dalam status epistemologis. Pemahaman SAK dan PE diperkuat dengan kecenderungan ketergantungan pada ‘uji kelayakan’ sebagai persyaratan untuk memenuhi tanggungjawab hak asasi manusia dan ‘pendekatan pragmatis’.2 Argumen dan metodologi etimologis dapat dilihat dari beberapa pengetahuan teoritis-empiris. Keberadaan hak asasi manusia dalam konteks SAK dan PE didasarkan pada keberadaan enam pengetahuan teoritis-empiris, diantaranya: definisi, prinsip, produk, tujuan, tipologi, aplikasi dan akses konsumsi, dan dampak. Enam hal tersebut menjadi titik awal dalam melihat identitas rumpun humaniora berupa hubungan antara SAK dan PE. Hal lain yang mendasari pertemuan Sastra Arab Kontemporer (SAK) dengan perubahan ekonomi (PE) dalam rumpun humaniora atau sosial adalah bahasa. Sastra Arab Kontemporer yang beranjak dari bahasa Arab hadir sebagai representasi 5 bahasa dunia3 yang memiliki daya tawar berupa ruang, fenomena, kecenderungan, pola dan identitas perubahan ekonomi dan sosial. Posisi bahasa Arab sebagai bahasa yang dikonsumsi oleh lebih dari sepuluh negara Arab meniscayakan kegiatan ekonomi yang tidak mencakup lokal-internal satu negara saja, namun juga global. Hal ini dapat dilihat dari asumsi bisnis alih bahasa dengan standar harga yang dinamis, penyelenggaraan beberapa event drama atau teater yang melibatkantransaksi keuangan, film launching yang beranjak dari novel-novel, dan sebagainya. METODE PENELITIAN Tulisan ini menggunakan pendekatan komunikasi dan perspektif globalisasi Gill Branston dan Roy Stafford. Hal ini didasarkan pada sastra merupakan produk dari dinamika sosial masyarakat yang selalu selalu bergerak dan berubah dalam situasi di ruang dan tempat tertentu. Pergerakan dan dinamika SAK mengalami relasi timbalbalik dengan perubahan ekonomi. Keberadaan SAK secara fisik maupun secara digital 1 Cristine Jourdan dan Kevin Tuite, Language, Culture, and Society (New York: Cambridge University Press, 2006), 229. 2 Björn Fasterling and Geert Demuijnck (September 2013), ‚Human Rights in the Void? Due Diligence in the UN Guiding Principles on Business andHuman Rights‛, Journal of Business Ethics, Vol. 116, No. 4: 799-814: (801). 3 Bahasa Arab digunakan oleh 300 juta native Arabic speakers yang terdiri dari 27 negara, yang berasal dari kawasan maghrib (Afrika Utara) hingga Timur-Tengah. Jumlah tersebut merupakan angka yang setara dengan 3,8% populasi dunia. Fatima Al Sayah, Sana Ishaque, Darren Lau and Jeffrey A. Johnson (February, 2013), ‚Health related quality of life measures in Arabic speaking populations: A systematicreview on cross-cultural adaptation and measurement properties‛, Quality of Life Research, Vol. 22, No. 1: 213-229 (214). [2] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Teguh Luhuringbudi mampu mempengaruhi pasar atau interaksi ekonomi yang dinamis. Perubahan ekonomi yang selalu dinamis juga dapat menghadirkan keberadaan produk SAK secara fisik seperti kualitas desain cover dan kertas literatur; atau teknik pewarnaan pada gambargambar tertentu pada lembaran-lembaran literatur. PEMBAHASAN DAN ANALISIS Branston dan Stafford berpendapat bahwa globalisasi hadir dari empat faktor kausalitas-interaksionis. Kelahiran dan penyebutan ‚globalisasi‛ atas dasar empat aktifitas, diantaranya: pertama, mengambil tempat dalam suatu hal dalam arena global (bukan nasional maupun regional); kedua, kesengajaan dalam penyelenggaraan berbasis skala global; ketiga, pelibatan hubungan saling ketergantungan, sehingga beberapa kegiatan lokal di belahan dunia dibentuk oleh satu sama lain; dan keempat, sering melibatkan teknologi yang memungkinkan produk instan, berupa komunikasi.4 Aulya berpendapat bahwa globalisasi merupakan artikulasi persoalan sejarah manusia.5 Penyebab sekaligus dampak dari globalisasi adalah fatamorgana dari batas geografis suatu negara.6 Globalisasi proyek peradaban barat dari struktur terintegrasi, yang diciptakan oleh konvergensi antara aspirasi dan kebutuhan Barat di satu sisi, sumber daya material yang sangat besar yang diciptakan oleh mutasi besar dalam komunikasi dan informasi industri dan teknologi canggih di sisi lain.7 Fatamorgana batas geografis tersebut juga menghadirkan nuansa inklusif dari identitas karya-karya SAK. Salah satu contoh yang hadir kemudian adalah identitas novel berbahasa Arab dari Mesir yang berjudul Adab am Qillah Adab8 dapat diklaim beridentitas Indonesia karena berjudul Tidak ada Tempat bagi Perempuan di Surga setelah mengalami proses alih bahasa.9 Dinamika definisi globalisasi mengalami perkembangan dari masa ke masa. AlMutiri berpendapat bahwa globalisasi adalah mengungkapkan sesuatu sebagai karakter global.10 Al-Sādah berpendapat bahwa globalisasi adalah kontrol dan dominasi budaya dari budaya-budaya terhadap seluruh budaya di alam semesta.11 Globalisasi dalam ranah PE berarti liberasi negosiasi perdagangan internasional yang historisitasnya 4 Gill Branston dan Roy Stafford, The Media Student’s Book, edisi ketiga (London : Routledge, 2003), 404-405. 5 Aidil Aulya, Esensi Globalisasi dan Pembentukan Identitas Keagamaan: Identitas HTI dalam Perspektif Globalisasi, makalah mata kuliah Islamic Dakwah, Media, and Politics (Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2016), 1. 6 Aidil Aulya, Esensi Globalisasi dan Pembentukan Identitas Keagamaan: Identitas HTI dalam Perspektif Globalisasi, makalah mata kuliah Islamic Dakwah, Media, and Politics (Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2016), 2. 7 Ah}mad ‘Uthma>n at-Tawi>jari, ‚al-Di>n wa al-‘Aulamah,‛ al-Majallah al-‘Arabi>yyah, No. 273, Syawwal 1420 H.-Februari 2000 M.: 38. 8 Nawal el-Saadawi, Adab am Qillah Adab, cetakan pertama (Iskandaria: al-Mustaqbāl, 1999). 9 Nawal el-Saadawi, Tidak ada Tempat bagi Perempuan di Surga, terj. Azhariah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003). 10 Manshu>r Zawi>d al-Mut}iri}, ‚al-‘Aulamah fi Ba’diha> ath-Thaqa>fi>,‛ Majallatu Kulliyati al-Muk Kha>lid al-‘As}kariyyah, No. 58, 1420 H.-Mei 1999: 33. 11 Barbar ‘Alawi al-S{a>dah, ‚al-‘Aulamah T{ari>qu al-Haimanah,‛ Majallatu al-Wa’yi al-Islamiy, No. 409, Ramadan 1420 H/Desember 1999-Januari 2000 M.: 6. [3] ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ setelah Perang Dunia II dan pementukan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa).12 KASUS Definisi Sastra memiliki definisi yang beragam. Ahmad ibn Ibrahim ibn Musthafa alHashimi berpendapat bahwa sastra Arab adalah ungkapan tentang pengetahuan yang dilihat dari seluruh aspek informal (baik secara natural maupun proses perolehan).13 Sukron Kamil menepis hal tersebut dengan asumsi bahwa definisi sastra dibagi menjadi dua secara historisitas berupa masa pra Islam (Jahīliyyah) dan masa awal Islam. Definisi sastra pada masa Jahiliah adalah sopan santun (akhlak baik) atau mengajak makan.14 Definisi sastra pada masa awal Islam adalah pendidikan (Khalifah Harun ar-Rasyīd, 610-661 M); pengajaran puisi, orasi, dan sejarah Arab (masa Abbasiyah, 750-945 M); bicara dan nasehat; estetika bahasa secara isi lisan dan tulisan (abad ketiga hijriah, sekitar abad kesepuluh atau kesebelas); dan ilmu humaniora.15 Sastra Arab Kontemporer merupakan gejala responsif terhadap perubahan sosial dan pemikiran yang menekankan pada inklusifitas struktur, idealitas dan refleksi konten, dan performansi. Hal ini menggiring opini penyampaian definisi SAK yang lebih fleksibel. Sastra Arab kontemporer adalah genre sastra yang h. Jim Butler yang dikutip oleh Bammer mendefinisikan ‚Perubahan Ekonomi‛ sebagai tren kegiatan inovasi terbuka yang didasarkan pada konsep ‚Constreducing Technological Change‛.16 Konsep tersebut melahirkan penggunaan sumberdaya terbatas yang lebih efisien (more efficient use of limited resources). Hal tersebut dapat dipahami bahwa definisi perubahan ekonomi adalah tren kegiatan ekonomi terbuka berdasarkan ‚konstruksi perubahan teknologi‛ dengan penekanan efisiensi pada penggunaan sumberdaya terbatas. Prinsip-prinsip Prinsip pertama yang hadir dalam SAK adalah komitmen konten yang inklusif. Inklusifitas ini dapat dilihat dari pelepasan nilai mimesis yang mempengaruhi kelahiran 12 Jamaluddin’At}iyyah, ‚al-‘Aulamah,‛ Majallatu al-Muslim al-Mu’a>shir, No. 90, tahun ke-23, Rajab-Ramadhan 1419 H./November-Desember 1999 M.: 5. 13 Ahmad berpendapat bahwa secara natural, sastra diproduksi oleh watak manusia berupa perilaku terpuji maupun sifat baik. Sastra juga diproduksi oleh proses pembelajaran, hapalan, dan pengamatan secara proses raihan (al-Kasbiy). Ahmad Ibn Ibrahim Ibn Mustafa al-Hashimiy al-Azhariy al-Misriy, Jawāhiru al-Adab fi Adabiyyāt wa Inshā’ Lughati al-‘Arab (Beirut: Dar al-Kutub al‘Ilmiyyah, 1971), 11. 14 Definisi ‚Adab‛ masa pra Islam dimulai sejak sekitar 150 tahun sebelum kelahiran Muhammad ibn Abdullah (571 M). Kata dengan definisi tersebut jarang digunakan selain ‚Ma’dūbah‛ yang berarti jamuan atau hidangan. Sukron Kamil, Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 4. 15 Ahmad as-Shāyib, Uṣūl an-Naqd al-Adabī, Cetakan ketujuh (Kairo: Maktabah an-NahdahalMis}riyyah, 1964), 1-15. Harun Nasution, dkk., Ensiklopedi Islam, Jilid 1 (Jakarta: Ikhtiar Baru van Houve, 1994), 56-57, 154. Sukron Kamil, Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 4-5.’Abdul al-‘Azi>z ibn Muhammad al-Fais}al, Al-Adab al-‘Arabi> wa Ta>rikhuhu, al-‘As}r al-Ja>hili wa ‘As}r S}adr al-Isla>m wa al-‘As}r al-Umawi> (Ria>d: Kerajaan Saudi Arabia, 1405 H), 5-8. 16 Gabriele Bammer, Change! (ANU Press, 2015), 15. [4] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Teguh Luhuringbudi suatu tema atau isu dari karya sastra. Mary Youssef menyatakan bahwa komitmen untuk memasuki perspektif di luar budaya asal karya sastra; dan perluasan spektrum kepekaan dan representasi karya sastra.17 Konten yang bermuatan pada gagasan yang bebas dan bersifat pribadi merupakan gagasan penguat posisi SAK yang ditujukan untuk kemandirian karya sastra tersebut dalam meningkatkan kepekaan respon terhadap realitas social politik.18 Prinsip kedua berupa keharusan mengandung nilai dan makna. Sastra Arab Kontemporer menekankan untuk tidak terkungkung dalam idealisme struktural seperti baḥr dan qāfiyyah dalam puisi,19 namun kebebasan performansi struktur. Muhammad al-Kuttānī mengutip pendapat al-‘Aqqād terkait prinsip kebebasan performansi bahasa yang diproduksi oleh gejolak jiwa yang benar.20 Perubahan ekonomi merupakan gejala empiris-implikatif-responsif yang beranjak dari prinsip-prinsip yang melandasinya. Fasterling dan Demuijnck berpendapat bahwa bisnis merupakan salah satu bentuk dari aplikasi perubahan ekonomi yang konsisten memegang prinsip tanggungjawab hak asasi manusia.21 Tanggungjawab hak asasi manusia sebagai prinsip ekonomi klasik maupun perubahan ekonomi juga membutuhkan prinsip kebebasan dalam rangka kreatifitas menuju kepentingan-keberpihakan-kemanfaatan yang lebih luas. Hal ini dikuatkan oleh Mayer, Melitz, dan Ottaviano dengan pendapat mereka bahwa liberasi merupakan titik awal atau prinsip fundamental yang ada pada perubahan ekonomi.22 Produk Produk SAK hadir sebagai respon zaman dengan bentuk yang lebih fleksibelakomodatif. Keakomodatifan objek atau produk sastra Arab kontemporer dapat dilihat dari pangsa pasar. Mary Youssef berpendapat bahwa para penulis selalu mengamati nuansa modern-kontemporer dalam novel-novel Mesir dan metode historis refleksif dalam penafsiran terhadap novel-novel tersebut.23 Produk sastra Arab kontemporer Produk SAK merupakan hal menarik untuk dibahas karena hal ini didasarkan 17 Mary Youssef (2015), ‚The Aesthetics of Difference: History and Representations of Otherness in al-Nubi and Wahat al-ghurub‛, Alif: Journal of Comparative Poetics, No. 35: 75-99 (89). 18 Sukron Kamil, Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 29. Lihat juga Hartojo Andangdjaja, Puisi Arab Modern (Jakarta: Pustaka Jaya), 15-32. 19 Sastra Arab Klasik sangat menekankan bentuk atau struktur dengan fokus pada wazan, baḥr, dan qāfiyyah dalam bentuk (secara umum) qasīdah (dua baris yang sejajar). Chatibul Umam, AlMuyassar fi ‘Ilm al-‘Arud} (Jakarta: Hikmat Syahid, 1990), 4. 20 Muhammad al-Kuttāniī, Al-Ṣirā’ Baina al-Qādīm wa al-Jadīd fi al-Adab al-‘Arabī wa Tārikhuhu, Jilid II (Rabat: Dar as-Saqāfah, 1982), 941. 21 Bjorn Fasterling dan Geert Demuijnck (September 2013), ‚Human Right in the Void? Due Diligence in the UN Guiding Principles on Business and Human Right,‛ Journal of Business Ethics, Vol. 116, No. 4 : 799-814 (799). 22 Thierry Mayer, Marc J. Melitz, dan Gianmarco I. P. Ottaviano (Februari 2014), ‚Market Size, Competition, and the Product Mix of Exporters‛,The American Economy Review, Vol. 104, No. 2: 495536 (497). 23 Mary Youssef (2015), ‚The Aesthetics of Difference: History and Representations of Otherness in al-Nubi and Wahat al-ghurub‛, Alif: Journal of Comparative Poetics, No. 35: 75-99. [5] ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ pada pendapat antara tokoh. Produk sastra Arab menurut Ahmad ibn Ibrahim adalah tuturan yang berirama atau bersajak dan tersampaikan dari segi struktur (originalitas) dan penyampainnya (keindahannya).24 Banyak produk sastra Arab Kontemporer yang disampaikan oleh para pakar. Produk SAK menurut Todorov yang hadir dan belakangan dikenal pasar (pembaca) adalah cerita pendek (al-Qishshah al-Qashīrah) dan novel (ar-Riwāyah).25 Sukron menepis pendapat tersebut dengan menyatakan bahwa produk yang hadir berupa puisi bebas (asy-Syi’r al-Ḥur) dan prosa sastra Arab (an-Naṣr al-Adabī). Prosa sastra Arab dalam pikiran Sukron merujuk pada varian bentuk baru dari sastra Arab konservatif seperti novel (ar-Riwāyah), cerita pendek (al-Qishshah al-Qashīrah), novelet (uqshushiyyah), drama (masraḥiyyah), dan orasi atau pidato (khithabah). Kefleksibilitasan tersebut dapat dilihat dari bebasnya aturan musikalitas (‘ilm al‘Arudl) bahasa Arab. Baqadir, as-Sabil, dan Shaukanī dalam daftar isi tulisan mereka menyampaikan bahwa produk SAK dapat dilihat dari puisi kontemporer (shi’ru alhadāthah), novel dewasa di luar Mesir (ar-riwāyah an-nadlijah khāriju Misr), novel Mesir (ar-Riwāyah al-Mishriyyah), cerpen kontemporer (al-qishshah al-qashīrah alhadīthah), drama Arab (al-maṣrahiyyah al-Arabiyyah), drama Arab sejak tahun 30-an (al-masrahiyyah al-Arabiyyah mundzu ats-tsalātsīnāt), dan puisi ‘āmiyyah (shi’ru al‘āmiyyah).26 Tujuan Tujuan dari sastra dalam seni struktur dan seni bebas terhadap gaya-gaya bahasa Arab dan rasionalitas berpikir.27 Sukron menyatakan bahwa tujuan SAK untuk peningkatan bobot berupa merefleksikan gejala individu-sosial dan mengakomodasi gagasan filosofis-simbolik.28 Tujuan ekonomi adalah untuk memahami dimana kolektivitas dan tindakan ini dikendalikan oleh fundamentalisme dan agen percaya diri.29 Fundamentalisme berupa perolehan laba tidaka hanya ditujukan pada kegiatan ekonomi local saja, namun kegiatan ekonomi global. Motivasi distribusi hingga dominasi berbagai varian barang dan jasa di seluruh arus perdagangan global merupakan akhir dari tujuan perubahan 24 Ahmad Ibn Ibrahim Ibn Mustafa al-Hashimiy al-Azhariy al-Misriy, Jawāhiru al-Adab fi Adabiyyāt wa Inshā’ Lughati al-‘Arab (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1971), 11. 25 Todorov, Al-Qiṣṣah ar-Riwāyah al-Muallaf 79-82. 26 ‘Abd al-‘Azīz, Abū Bakr Bāqādir, dan Muhammadd ash-Shaukani, al-Adab al-Arabī al-Hadits (Jeddah : Nādī al-Adabī al-Thaqāfi, 2002), 6. 27 Ahmad Ibn Ibrahim Ibn Mustafa al-Hashimiy al-Azhariy al-Misriy, Jawāhiru al-Adab fi Adabiyyāt wa Inshā’ Lughati al-‘Arab (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1971), 11. 28 Sukron Kamil, Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 19. 29 Venky Nagar and Gwen Yu (July 2014), ‚Accounting for Crises‛, American Economic Journal: Macroeconomics, Vol. 6, No. 3, pp. 184-213:184. [6] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Teguh Luhuringbudi ekonomi terkini sebagai fitrah insan ekonomi.30 Al-Gadami memperkuat pendapat tersebut dengan menyatakan bahwa tujuan SAK untuk menjaga prinsip licencia poetica (kebebasan berkarya) bagi pencipta, penulis, atau pengarang.31 Moreh juga mengajukan gagasan tujuan SAK untuk meningkatkan ketajaman pikiran dan keindahan intuisi-rasa bagi pengarang, penulis, atau pencipta produk SAK.32 Tipologi Studi tipologi SAK dan perubahan ekonomi merupakan dinamika baru yang belum pasti. Kepastian tipologi kedua disiplin ini dilandasi atas sifat, bentuk, orientasi, dan target konsumen-pembaca-penikmat yang selalu berubah. Rancangan tipologi ini akan menemukan kesukaran ketika dihadapkan pada tipologi sifat, tipologi orientasi, tipologi aliran, dan sebagainya. Hal tersebut ditengarai karena perlunya penelusuran ulang secara territorial, pembacaan kajian pustaka tematis, dan updating informasi tematis. Cara mempermudah melihat tipologi kedua bidang tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dengan cara melihat berdasarkan produk dan pandangan penokohan. Shi’ru ‘Abd al-‘Azīz, Abū Bakr Baqaādir, dan Muhammad ash-Shaukaāni Riwāyah Shi’ru alH{aditsah Ar-Riwayah al-Mis}riyyah Shi’ru al‘Āmiyyah Ar-Riwaāyah an-Naādlijah Khāriju Mishr Qishshah Qashīrah Hadīthah Qishshah Qashīrah Hadithah Masrahiyyah al-‘Arabiyyah Masrahiyyah al-Bakhīl Masrahiyyah Abu Hasan Masrāhiyyah Itāliyyah Ghināiyyah (Opera) Ash-Shi’ru al-Ḥur Syi’r al-Mursal Syi’r Muwashshahāt Sukron Kamil 30 An-Naṣr al-Adabī Riwāyah Hikāyah (roman) Qisshshah qasshīrah Uqshūshiyah (novelet) Masrāhiyyah Thierry Mayer, Marc J. Melitz, dan Gianmarco I. P. Ottaviano (Februari 2014), ‚Market Size, Competition, and the Product Mix of Exporters‛, The American Economy Review, Vol. 104, No. 2: 495536 (495). 31 ‘Abdullah al-Gadaāmi, al-Saut al-Qadīm wa al-Jadīd : Dirasah fi al-Juzūr al-‘Arabiyyah li Musīqā ash-Shi’r al-Ḥadīth, cetakan kedua (Dar al-Ard, 1991), 47-48. 32 S. Moreh, Modern Arabic Poetry 1800-1970 (Leiden: Ej. Brill, 1976), 174-175. [7] ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ Tipologi perubahan ekonomi dapat dilihat dari ukuran pasar, jarak ekonomi bilateral, dan mitra dagang.33 Yoo-Duk Kang memperkuat pendapat tersebut dengan menyampaikan tipologi perubahan ekonomi berupa Free Trade Agreement, Costums Union, Common Market, Economic Union, dan Monetary Union.34 Entuk ekonomi Free trade agreement Costums union Common market Economic union Definisi Negara anggota menghapus tarif dalam perdagangan barang di dalam wilayah perdagangan bebas. Namun, masing-masing negara anggota mempertahankan kebijakan tarif sendiri "vis-a-vis" negara ketiga. Sebagai tambahan terhadap perjanjian perdagangan bebas, di dalam serikat pekerja, negara anggota memperbaiki Tarif Eksternal Bersama berhadapan dengan seluruh dunia. Pasar umum terdiri dari pembukaan semua pasar termasuk faktor pelayanan dan produksi (pasar tenaga kerja dan pasar modal). Namun, modalitas dan penerapannya yang efektif dikondisikan oleh peraturan politik dan sosial. Contoh -EFTA (berlangsung mulai 1960) -AFTA (berlangsung sejak 1992) -NAFTA (berlangsung sejak 1994) -Komunitas Eropa sejak 1968 -Serikat Uni Eropa – Turki (EU-Turkey Costums Union) sejak 1996 -EC (berlangsung sejak 1993 dan disempurnakan melalui pasar tunggal) -MERCOSUR dan komunitas Adean bertujuan untuk mengemangkan pasar bersama. Serikat ekonomi ditandai oleh -Uni Eropa terkini tingkat harmonisasi tertentu (tidak tertata) mengenai kebijakan ekonomi. Hal ini dimaksudkan untuk menghapus semua diskriminasi terkait perbedaan kebijakan publik antar negara anggota. 33 Thierry Mayer, Marc J. Melitz, dan Gianmarco I. P. Ottaviano (Februari 2014), ‚Market Size, Competition, and the Product Mix of Exporters‛,The American Economy Review, Vol. 104, No. 2: 495536 (495). 34 Yoo-Duk Kang (Juni 2016), ‚Development of Regionalism : New Criteria and Typology‛, Journal of Economic Integration, Vol. 31, No. 2: 234-274 (241). [8] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Monetary union Teguh Luhuringbudi Dalam sebuah serikat moneter, -Area Eropa (19 dari 28 negara-negara anggota anggota negara Uni mengadopsi mata uang bersama Eropa) dan juga menyelaraskan kebijakan ekonomi. Dampak Perubahan ekonomi dalam segala kegiatan-transaksinya memiliki dampak yang sangat luas bagi manusia. Dobes, Jotzo, dan Stern menjelaskan salah satu dampak dualisme yang saling berkaitan berupa kegiatan ekonomi di seluruh negara yang berpengaruh pada perubahan iklim lingkungan dan sebaliknya.35 Bammer membenarkan pendapat tersebut dengan memunculkan konsep relasi tiga dampak, antara perubahan ekonomi, perubahan iklim, dan perubahan teknologi yang saling berkaitan.36 Dampak lain yang ditimbulkan dari perubahan ekonomi adalah pengaruh produktifitas perusahaan terhadap ketatnya persaingan dan sebaliknya. 37 Baldwin dan Gu, Bernard, Redding, dan Schott memperkuat pendapat tersebut dengan pendapat mereka terkait peningkatan produksi di seluruh produk secara signifikan lahir dari adanya proses liberasi berupa Perjanjian Perdagangan Bebas.38 Hal inilah yang pada akhirnya mengantarkan pada peningkatan taraf hidup manusia. Keberadaan SAK dan PE dalam konteks gloalisasi mengalami dampak dalamhal media. Kehadiran sarana komunikasi dan saluran satelit Arab merupakan konsekuensi dari mosi tidak percaya budaya Barat terhadap budaya lnegara lain yang dianggap tradisional. Masyarakat Barat menganggap bahwa keberadaan budaya negara mereka berasal dari budaya elit yang memiliki tradisi interaksi ekonomi yang lebih elit; memiliki selera sastra-seni yang lebih responsif terhadap konteks kebutuhan hidup dan tantangan visioner; dan tidak mengaitkan keelitan budaya mereka dengan orientasi agama.39 Hu dan Han dalam wacana ekonomi kelistrikan berpendapat bahwa konsumsi produktif memiliki empat karakter. Karakter yang dimaksud adalah Necessity 35 Leo Dobes, Frank Jotzo, dan David I. Stern (2014), ‚The Economics of Global Climate Change: A Historical Literature Review‛, Jahrbuch fur Wirtschaftswissenschaften, Vol. 65, No. 3 : 281320 (281). 36 Gabriele Bammer, Change! (ANU Press, 2015), 15. 37 Thierry Mayer, Marc J. Melitz, dan Gianmarco I. P. Ottaviano (Februari 2014), ‚Market Size, Competition, and the Product Mix of Exporters‛, The American Economy Review, Vol. 104, No. 2: 495536 (497). 38 Perjanjian yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah contoh perjanjian perdagangan bebas ilateral berupa The Canada –United States Free Trade Agreement (CUSFTA). Lihat Thierry Mayer, Marc J. Melitz, dan Gianmarco I. P. Ottaviano (Februari 2014), ‚Market Size, Competition, and the Product Mix of Exporters‛,The American Economy Review, Vol. 104, No. 2: 495-536 (497). 39 Ah}mad Thābit, ‚al-‘Aulamah wa al-Khiyārat al-Mustaqillah,‛ Majallatu al-Mustaqbal al‘Arabi, No. 248, (Oktober 1999): 19. [9] ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ (kebutuhan), Accurancy (akurasi), Accesibility (aksesibilitas), dan Representativeness (keterwakilan).40 Penempatan Arena Global Praktik SAK dan perubahan ekonomi mengalami adaptasi dari keadaan sebelumnya yang bernuansa tradisionil-klasik. Secara eksplisit, Broadie berpendapat bahwa perubahan aktivitas praktis suatu bidang atau disiplin merupakan hak dalam merespon kondisi kekinian dari keadaan potensial sebelumnya.41 Hal ini mendorong penempatan (positioning) aktifitas cipta sastra dalam transaksi satu arah (klasiktradisionil) menuju penempatan transaksi lintas arah agar dapat dijangkau secara lebih luas, khususnya dalam konteks peningkatan arus transaksi ekonomi. Google adalah salah satu jasa internet yang dapat menampung karya-karya sastra seperti antologi puisi-cerpen, novel, atau drama dalam spectrum transaksi ekonomi. Ekonomi merupakan kebutuhan setiap komponen makhluk hidup, termasuk negara. Peningkatan hasil jual pulsa prabayar suatu negara secara kalkulatif dalam mengakses karya-karya sastra Arab merupakan fenomena perubahan ekonomi dewasa ini. Penempatan transaksi lintas arah karya-karya sastra kontemporer di google yang dapat dijangkau banyak pihak juga menghadirkan keragaman dan kuantitas massif yang dapat dilihat secara administrative. Hal ini sejalan dengan pembuktian penulisan (entry) diksi‫ األدب العربي الحديث‬yang menghasilkan 1,390,000 konten atau tulisan (0.58 detik) di google.42 Ekonomi global yang menghadirkan kebutuhan terhadap stamina ekonomi yang sehat juga dibutuhkan oleh pihak yang maju seperti negara-negara kawasan uni Eropa.43 Sastra Arab Kontemporer merupakan produk cipta, rasa, dan karsa yang diminati banyak orang di hampir seluruh belahan dunia. Keberadaan SAK dalam dunia digital di berbagai browser internet memudahkan khalayak untuk mengaksesnya. Hal ini lah yang menyebabkan eksistensi iklan terkait al-Adab, al-Shi’r, al-Maṣrahiyyah, dan produk sastra Arab kontemporer lainnya mengalami peningkatan, tentunya dapat dilihat dari pengaturan bahasa dan negara di setiap PC user. Berbasis Skala Global 40 Zhaoguang Hu Xiandong Tang, dan Shaoyuan Xu (2013) Integrated Resources : Strategic Planning and Power Demand Side Management 41 M. Morgan (Oktober 2013), ‚The Potentiality Principle from Aristotle to Abortion‛, Current Anthropology, Vol. 54, No. S7:S16. Sarah Broadie, Ethics with Aristotle (New York: Oxford University Press, 1993), 49. 42 Google, diakses pada kamis, 27 april 2017 pukul 12:49 WIB dengan alamat link https://www.google.com/search?q=%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%AF%D8%A8+%D8%A7%D9% 84%D8%B9%D8%B1%D8%A8%D9%8A+%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%A B&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b. 43 Al-umam al-Muttahidah (Perserikatan Bangsa-bangsa), Mu’tamar al-Umam al-Muttahidah li at-Tijārah wa al-Tanmiyyah : Taqrīru al-Tijārah wa al-Tanmiyyah (New York: 2013), 3. [10] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Teguh Luhuringbudi Dualisme antara SAK dan perubahan ekonomi dapat dilihat dari kemiripan dampak. Perubahan ekonomi mampu menghadirkan benda nyata dan SAK mampu menggugah perasaan-pikiran manusia untuk melakukan sesuatu yang riil baik berupa produk maupun jasa yang nyata pula. Ford berpendapat bahwa gejala atau aktivitas tertentu dapat melahirkan sesuatu yang bersifat fisik-materi sebagaimana perkataan Aristoteles alasan atau sebab utama keberadaan benda konkret.44 Garrison sependapat dengan memperkenalkan konsep potensi dalam membahasakan kausalitas kehadiran materi-fisik.45 Pembahasan titik temu prinsip SAK dan ekonomi perlu dikaji secara filosofis sebagai titik awal memahami dualisme ini. Lyynn M. Morgan berpendapat (secara eksplisit) bahwa para filsuf terlibat dalam memaksimalkan potensi kemampuannya dalam memikirkan dan mendiskusikan masa depan dengan mempertimbangkan keterlibatan status moral.46 Laju perubahan ekonomi mempengaruhi SAK secara pengakuan. Perubahan ekonomi yang didasarkan pada kesejahteraan yang adil menuju masa depan yang lebih berkualitas sejajar dengan semangat produktifitas SAK. Produktifitas SAK yang dihasilkan dari cipta, rasa, dan karsa terikat dalam norma moralitas. Moralitas kualitas produk-produk SAK tentu berpotensi menciptakan iklim pasar yang kondusif dan agresif. Hal ini didasari pada kecenderungan kegiatan ekonomi yang memegang prinsip moralitas dan kemanusiaan agar terciptanya iklim persaingan yang sehat. Persamaan SAK dan perubahan ekonomi juga dapat dilihat dari analisis prinsip yang melandasi keduanya sehingga nuansa globalisasi keduanya tampak dengan jelas. Mayer, Melitz, dan Ottavianoa yang mengemukakan prinsip literasi dalam perubahan ekonomi sejalan dengan prinsip inklusifitas pada sastra Arab kontemporer. Prinsip refleksi responsif (terhadap realitas kebebasan performansi struktur) pada SAK berbanding sejajar dengan prinsip tanggungjawab hak asasi manusia yang diutarakan Fasterling dan Damuijnck pada perubahan ekonomi. Simbiosis Mutualisme Keberadaan cipta, rasa, dan karsa produk SAK merupakan hasil inovasi dan kreasi yang membutuhkan keberlangsungan. Keberlangsungan ini bisa disalurkan melaui ruang kemanusiaan-kerelaan maupun kemaslahatan-ekonomi. Keberadaan produk SAK melalui ruang kemanusiaan-kerelaan merupakan transaksi yang didasari pada ikatan batin seperti hubungan guru dengan murid, tokoh dengan pengikut, balas 44 Lynn M. Morgan (Oktober 2013), The Potentiality Principle from Aristotle to Abortion‛, Current Anthropology, Vol. 54, No. S7:S16. Norman Ford, When did I begin? Conception of the Human Individual in History, Philosophy, and Science (Cambridge: Cambridge University Press, 1991), 21. 45 Jim Garrison, Rorty, Metaphsics, and the Education of Human Potential( ,2001), 55 dalam Richard Rorty: Education, Philosophy, and Politics . Michael A. Peters dan Paulo Ghiraldelli Jr. eds. Pp. 46-66. Lanham, MD: Rowman & Littlefield. 46 Hal tersebut didasarkan pada litelatur-literatur terkini terkait prinsip potensial Aristoteles. Lynn M. Morgan (Oktober 2013), The Potentiality Principle from Aristotle to Abortion‛, Current Anthropology, Vol. 54, No. S7:S15. [11] ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ budi, atau penyampaian emosi terhadap subyek tertentu. Penunjang lain keberadaan produk SAK melalui kemaslahatan ekonomi memiliki dampak yang lebih luas berupa peningkatan keberlangsungan kehidupan manusia secara fisik maupun peningkatan kualitas hidup manusia secara citra susbtantif. Citra sustantif sebagai alat untuk melihat transaksi kemaslahatan-ekonomi berdampak pada kemunculan rantai makanan secara individu, perusahaan-penerbit, dan pendapatan negara. Kemaslahatan ekonomi yang menguntungkan banyak pihak mampu bertransformasi menuju kepentingan yang lebih luas. Globalisasi tampil sebagai bentuk interaksi aktif secara mekanisme proses yang melibatkan kerjasama dan keterlibatan dari banyak pihak menuju dampak relasi saling menguntungkan. Relasi produk-produk SAK dan perubahan ekonomi yang melibatkan kemaslahatan ekonomi dalam perspektif globalisasi juga dapat bertransformasi ke arah eksistensi yang lebih plural. Pluralitas eksistensi ini dapat dibuktikan dengan karya terjemahan dan penelitian terhadap produk-produk SAK dalam studi monodisipliner, interdisipliner, maupun multidisipliner. Karya terjemahan dan laporan penelitian akan melahirkan eksistensi baru dengan penerapan system triple helix (relasi pengusaha, pemerintah, dan akademisi) yang berdampak pada keramaian dan keberagaman kegiatan ekonomi. Keterlibatan Teknologi Teknologi berperan dalam ranah accessing produk-produk SAK. Teknologi informasi dan komunikasi secara umum merupakan solusi untuk mengakses beragam produk SAK. Teknologi komunikasi yang dapat digunakan dalam mengakses produkproduk SAK diantaranya: aplikasi PDF (portable document format); FB (facebook) melalui inbox dan pentautan (alamat website atau blog tertentu) yang biasa diseut dengan linking; electronic mail (email), WhatsApp, online shop, dan sebagainya. Teknologi informasi yang digunakan dalam mengakses produk-produk sastra Arab kontemporer dapat berupa website perusahaan (penerbit), web log (blog), dan sebagainya. Aktifitas akses produk-produk SAK tidak jarang melibatkan orientasi ekonomis. Hal ini dapat dilihat beberapa situs atau dokumen tertentu yang mensyaratkan penyertaan credit card. Nomor credit card yang dimaksud karena perolehan produk dokumen (berbentuk digital) terkadang termasuk kategori produk barbayar dan tidak selalu gratis (free). Orientasi ekonomis tidak hanya hadir pada interaksi pengaksesan saja, namun juga pada perolehan. Aksesing berorientasi ekonomis yang dimaksud adalah koneksi yang harus diawali dengan ketersediaan resources yang memadai berupa pulsa paket data. Keberhasilan aksesing pada produk SAK tertentu pada tahap selanjutnya tidak jarang menghadirkan motivasi perolehan produk tersebut. Perolehan produk SAK dalam kasus berbayar mensyaratkan penyertaan bukti pembayaran pada nomor rekening tertentu untuk selanjutnya dikirim pada pihak pemesan. [12] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Teguh Luhuringbudi Sirkulasi ketersediaan produk, pengaksesan berbasis ekonomis, dan perolehan berbasis ekonomis merupakan wujud globalisasi yang tidak dapat dibatasi oleh primordialitas tematis (seterritorial lokalistis). Bentuk-bentuk SAK berdasarkan genre, penerbit, penulis, atau tahun terbit dapat hadir di seluruh belahan dunia melalui teknologi (secara umum), teknologi informasi dan komunikasi (secara khusus). Keberadaan teknologi untuk memudahkan pengaksesan dan perolehan produk SAK pada akhirnya tertuju pada urgensi uang atau mata uang sebagai mesin kegiatan ekonomi. Pelibatan uang dalam teknologi informasi dan komunikasi dapat dihadirkan secara langsung maupun tidak langsung sesuai situasi dan kondisi interaksi. Pelibatan tidak langsung keberadaan uang dalam teknologi informasi dan komunikasi merupakan bentuk baru kegiatan dan orientasi ekonomi yang dalam hal ini disebut dengan peruahan ekonomi. TEKNOLOGI Produk SAK : Antologi puisi, novel, cerpen, novelette, dan sebagainya Pulsa prabayar Accessing : Email, online shop, website, FB, WA, PDF Perolehan produk Transfer ke nomor rekening tertentu dengan nominal tertentu; atau pengisian nomor rekening priadi beserta institusi Bank pribadi KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa hilangnya bahasa Arab dari peradaban manusia akan diikuti dengan serangkaian besar sejarah budaya dan sastra Arab yang mendunia, serta besarnya nilai ekonomi yang tidak dapat diprediksikan secara detail. Sastra Arab kontemporer dan perubahan ekonomi dapat dilihat hubungannya melalui bahasa. Bahasa Arab sebagai produk yang dikonsumsi banyak orang melebur dalam berbagai produk-produk sastra Arab kontemporer. Akses dan penikmatan produk-produk tersebut melahirkan interaksi ekonomi yang dinamis. REFERENSI ‘Abd al-‘Azīz, Abū Bakr Bāqādir, dan Muhammadd al-Shaukani, al-Adab al-Arabī alHadith (Jeddah : Nādī al-Adabī al-Thaqāfi, 2002). ’Abdul al-‘Azīz ibn Muhammad al-Faiṣal, Al-Adab al-‘Arabī wa Tārikhuhu, al-‘Aṣr alJāhili wa ‘Aṣr Ṣadr al-Islām wa al-‘A ṣr al-Umawī (Riyād: Kerajaan Saudi Arabia, 1405 H). [13] ALFAZ, Vol. 6, No. 1, 2018 Copyright © 2018, ISSN: 2339-2882, E-ISSN: 2620-5351 _____________________________________________________________________________ ‘Abdullah al-Gadāmi, Al-Saut al-Qadīm wa al-Jadīd : Dirasah fi al-Juzūr al-‘Arabiyyah li Musīqā ash-Shi’r al-Hadīth, cetakan kedua (Dar al-Ard, 1991). Ahmad as-Shāyib, Uṣul al-Naqd al-Adabī, Cetakan ketujuh (Kairo: Maktabah anNahdahal-Miṣriyyah, 1964). Ahmad Ibn Ibrahim Ibn Mustafa al-Hashimiy al-Azhariy al-Misriy, Jawāhiru al-Adab fi Adabiyyāt wa Inshā’ Lughati al-‘Arab (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1971). Ah}mad Thābit, ‚al-‘Aulamah wa al-Khiyārat al-Mustaqillah,‛ Majallatu al-Mustaqbal al-‘Arabi, No. 248, (Oktober 1999). Ah}mad ‘Uthmān at-Tawījari, ‚al-Dīn wa al-‘Aulamah,‛ al-Majallah al-‘Arabiyyah, No. 273, Syawwal 1420 H.-Februari 2000 M. Aidil Aulya, Esensi Globalisasi dan Pembentukan Identitas Keagamaan: Identitas HTI dalam Perspektif Globalisasi, makalah mata kuliah Islamic Dakwah, Media, and Politics (Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2016). Al-umam al-Muttahidah (Perserikatan Bangsa-bangsa), Mu’tamar al-Umam alMuttahidah li at-Tijārah wa al-Tanmiy y ah : Taqrīru al-Tijārah wa al-Tanmiy y ah (New York: 2013). Barbar ‘Alawi al-Sādah, ‚al-‘Aulamah Ṭarīqu al-Haimanah,‛ Majallatu al-Wa’yi alIslamiy, No. 409, Ramadan 1420 H/Desember 1999-Januari 2000 M. Bjorn Fasterling dan Geert Demuijnck (September 2013), ‚Human Right in the Void? Due Diligence in the UN Guiding Principles on Business and Human Right,‛ Journal of Business Ethics, Vol. 116, No. 4. Chatibul Umam, Al-Muyassar fi ‘Ilm al-‘Aruḍ (Jakarta: Hikmat Syahid, 1990). Cristine Jourdan dan Kevin Tuite, Language, Culture, and Society (New York: Cambridge University Press, 2006). Fatima Al Sayah, Sana Ishaque, Darren Lau and Jeffrey A. Johnson (February, 2013), ‚Health related quality of life measures in Arabic speaking populations: A systematicreview on cross-cultural adaptation and measurement properties‛, Quality of Life Research, Vol. 22, No. 1. Gabriele Bammer, Change! (ANU Press, 2015). Gill Branston dan Roy Stafford, The Media Student’s Book, edisi ketiga (London : Routledge, 2003). Hartojo Andangdjaja, Puisi Arab Modern (Jakarta: Pustaka Jaya). Harun Nasution, dkk., Ensiklopedi Islam, Jilid 1 (Jakarta: Ikhtiar Baru van Houve, 1994). Jamaluddin’At}iyyah, ‚al-‘Aulamah,‛ Majallatu al-Muslim al-Mu’āshir, No. 90, tahun ke-23, Rajab-Ramadhan 1419 H./November-Desember 1999 M. Jim Garrison, Rorty, Metaphsics, and the Education of Human Potential( ,2001), 55 dalam Richard Rorty: Education, Philosophy, and Politics. Michael A. Peters dan Paulo Ghiraldelli Jr. eds. Pp. 46-66. Lanham, MD: Rowman & Littlefield. [14] Identitas Sastra Arab Kontemporer dan Perubahan Ekonomi Teguh Luhuringbudi Leo Dobes, Frank Jotzo, dan David I. Stern (2014), ‚The Economics of Global Climate Change: A Historical Literature Review‛, Jahrbuch fur Wirtschaftswissenschaften, Vol. 65, No. 3: 281-320. Lynn M. Morgan (Oktober 2013), ‚The Potentiality Principle from Aristotle to Abortion‛, Current Anthropology, Vol. 54, No. S7. Manshūr Zawīd al-Mutīrī, ‚al-‘Aulamah fi Ba’dihā ath-Thaqāfī,‛ Majallatu Kulliyati al-Muk Khālid al-‘Askariyyah, No. 58, 1420 H.-Mei 1999. Mary Youssef (2015), ‚The Aesthetics of Difference: History and Representations of Otherness in al-Nubi and Wahat al-ghurub‛, Alif: Journal of Comparative Poetics, No. 35. Muhammad al-Kuttānī, Al-Ṣirā’ Baina al-Qadīm wa al-Jadīd fi al-Adab al-‘Arabī wa Tārikhuhu, Jilid II (Rabat: Dar as-Saqāfah, 1982). Nawal el-Saadawi, Adab am Qillah Adab, cetakan pertama (Iskandaria: al-Mustaqbāl, 1999). Nawal el-Saadawi, Tidak ada Tempat bagi Perempuan di Surga, terj. Azhariah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003). Norman Ford, When did I begin? Conception of the Human Individual in History, Philosophy, and Science (Cambridge: Cambridge University Press, 1991). Sarah Broadie, Ethics with Aristotle (New York: Oxford University Press, 1993) S. Moreh, Modern Arabic Poetry 1800-1970 (Leiden: Ej. Brill, 1976). Sukron Kamil, Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012). Thierry Mayer, Marc J. Melitz, dan Gianmarco I. P. Ottaviano (Februari 2014), ‚Market Size, Competition, and the Product Mix of Exporters‛,The American Economy Review, Vol. 104, No. 2: 495-536. Todorov, Al-Qiṣṣah ar-Riwāyah al-Muallaf, 79-82. Venky Nagar and Gwen Yu (July 2014), ‚Accounting for Crises‛, American Economic Journal: Macroeconomics, Vol. 6, No. 3, pp. 184-213:184. Yoo-Duk Kang (Juni 2016), ‚Development of Regionalism : New Criteria and Typology‛, Journal of Economic Integration, Vol. 31, No. 2: 234-274. Zhaoguang Hu Xiandong Tang, dan Shaoyuan Xu (2013) Integrated Resources : Strategic Planning and Power Demand Side Management. [15]

Judul: Identitas Sastra Arab Kontemporer Dan Perubahan Ekonomi

Oleh: Teguh Luhuringbudi

Ikuti kami