Tugas Nisa Ekonomi Pertanian Merupakan Ilmu Terapan

Oleh Sd Inpres Bambamanurung

72,1 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Nisa Ekonomi Pertanian Merupakan Ilmu Terapan

NAMA : Gusnain Marzuki NIM : 1701045056 ONTOLOGIS DAN AKSIOLOGIS EKONOMI ISLAM ? Kesimpulan ontologi ekonomi Islam dan menjadi karaketeristikanya ialah pandangan baru terhadap problematika dan fenomena realitas ekonomi seperti definisi sumber permasalahan ekonomi yang mengarah pada “maqashid syariah” dan juga tujuan ekonomi menuju “Falah”.ksiologi dalam bahasa adalah bermanfaat, dan secara istilah yaitu analisis tentang nilai-nilai untuk menentukan makna, karakteristik, asal usul, jenis, kriteria, dan status epistemologis165. Mengkaji manfaat nyata dan nilai-nilai yang diusung oleh ekonomi Islam, semuanya berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menurut (Qardhawi) ada 4 nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam yaitu Rabbaniyah (Ketuhanan), Akhlak, Kemanusiaan, dan Pertengahan. Nilai-nilai ini menggambarkan keunikan yang utama bagi ekonomi Islam, bahkan dalam kenyataan merupakan keunikan yang bersifat menyeluruh yang tampak jelas pada segala sesuatu yang berlandaskan ajaran Islam. Konsep dasar bahwa ilmu itu sarat nilai dan bukan bebas nilai menjadi “spiritual motivation” memahami ekonomi Islam. Ekonomi Islam memilki ciri utama dalam nilai spiritualitas dan moralitas, dengan tujuan menciptakan manusia islami (berkelakuan sesuai Islam) dan bukan sekedar manusia beridentitas islam.Kesimpulan aksiologi dalam ekonomi Islam adalah nilai dan moral agama menjadi dasar dalam memberikan maslahat kepada umat manusia. (Hafas Furqani) dalam pembahasannya membedakan istilah aksiologi Barat dengan Islam. Self interest berbeda dengan konsep “huquq’ dalam Islam, begitu pula utility (manfaat) memiliki banyak perbedaan dengan pemahaman “maslahah”. Rationality dalam pandangan aksiologi Barat berbeda dibandingkan dengan “taqwa”. Intinya aksiologi ekonomi Islam menurutnya berbasis pada “Huquq”, “Maslahah”, dan juga “Taqwa”. PERKEMBANGAN EPISTEMOLOGISNYA ? Metodologi pembelajaran memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi Islam sebagai disiplin baru. Mayoritas ekonom muslim menyatakan bahwa visi dan nilai teori ekonomi konvensional tidak sejalan dengan visi dan nilai Islam. Maka salah satu tugas utama yaitu mengembangkan teori ekonomi yang nantinya terkandung visi dan nilai Islam. Tanpa metodologi yang tepat maka tugas dalam pembangunan ekonomi Islam tidak akan terselesaikan dengan baik Metodologi ekonomi Islam yang hanya mengacu pada metodologi Barat tidak akan cukup untuk mengembangkan ekonomi Islam sebagai sebuah displin ilmu. Metodologi berhubungan dengan formulasi prinsip dan sistem penerapan dan prosedur yang menentukan analisis dan pengembangan disiplin ilmu. Metodologi ekonomi Islam semestinya konsisten dengan fondasi epistemologi dan pandangan hidup Islam Dalam membahas metodologi yang menjadi bagian dari epistemologi ekonomi Islam terdapat fenomena yang menarik. Metodologi ekonomi Islam bila disamakan begitu saja dengan metodologi fiqh muamalah tentunya akan berbasis seperti hukum Islam, yang merujuk pada Al-Qur’an, As- Sunnah, Ijma’, Qiyas, dan Ijtihad. Perluasan pengembangan metodologi perlu dipahami sebagai bagian dari ijtihad (yang memiliki cakupan luas) sehingga lebih memudahkan para ilmuwan untuk mengembangkan ekonomi Islam. Epistemologi ilmu ekonomi Islam yang berbasis Islam sebagai world view memiliki perbedaan signifikan dengan paradigma epistemologi ekonomi konvensional yang berbasis sekuler. Ekonomi Islam membutuhkan metode dan metodologi yang berbeda dalam mengumpulkan dan menganalisis data tentang realitas Literatur dalam pengembangan ekonomi Islam tidak boleh terjebak dalam kerangka epistemologi Barat yang sekuler. Ekonomi Islam menekankan nilai dan etika dalam membimbing rasa dan preferensi manusia dalam berekonomi. Para ekonom muslim perlu mengelaborasi filosofi ekonomi Islam dan pandangan hidup Islam serta hubungannya dengan aktivitas ekonomi. Keterikatan hubungan manusia dengan Tuhan perlu didemonstrasikan bagaimana hubungan tersebut membentuk psikis individu ataupun kelompok yang menganut keimanan Islam dan dampak konsekuensinya pada perilaku ekonomi dan hasilnya 177 . Epistemologi dan metodologi pengembangan ekonomi Islam tidak boleh dibatasi pada tataran evaluasi ekonomi modern yang kemudian dibungkus perspektif Islam . Namun perlu diupayakan ekonomi Islam bersandar langsung pada fondasi esensialnya dan metodologi ekonomi Islam diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang berbeda berbasis sumber epistemologi Islam.

Judul: Tugas Nisa Ekonomi Pertanian Merupakan Ilmu Terapan

Oleh: Sd Inpres Bambamanurung


Ikuti kami