Fungsi Badan Usaha Ilmu Ekonomi Perusahaan Peternakan

Oleh Iswan Boonek

495,3 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Fungsi Badan Usaha Ilmu Ekonomi Perusahaan Peternakan

FUNGSI BADAN USAHA Badan usaha mempunyai fungsi antara lain fungsi komersial, fungsi sosial, dan fungsi pembangunan ekonomi. 1. Fungsi Komersial Salah satu tujuan badan usahaadalah untuk memperoleh keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan, badan usahaharus mengelola sumber daya produksi yang tersedia secara efisien dan efektif sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen. Untuk memperoleh keuntungan secara optimal, setiap badan usaha harus bisa menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing ataupun memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Fungsi komersial dapat mencapai sasaran yang ditetapkan dengan menerapkan fungsi manajemen,fungsi operasional, Fungsi Finansia, Fungsi Finansial a. Fungsi manajemen Ada beberapa fungsi manajemenyang bisa digunakan untuk mencapai tujuan, seperti fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasjan, fungsi motivasi, dan fungsi pengawasan. Fungsifungsi ini telah kamu pelajari. Fungsi perencanaan merupakan permulaan langkah. Setelah menetapkan tujuan dan langkah-langkah, tahap berikutnya adalah mengorganisasikan pekerjaan yaitu menyangkut pembagian tugas dan penetapan wewenang untuk setiap anggota badan usaha. Langkah berikutnya adalah memotivasi anggota badan usaha agar bekerja sesuai dengan rencana. Langkah penting yang lain adalah pengawasan yaitu mencocokkan rencana dengan hasil pekerjaan. Pemanfaatan fungsi manajemen secara baik akan memastikan bahwa badan usaha tersebut bisa mencapai tujuannya. b. Fungsi operasional Untuk menjalankan kegiatannya, badan usaha perlu mengelola sumber daya manusia, produksi, pemasaran, dan pembelanjaan, dengan sebaik-baiknya agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (1) Sumber daya manusia, merupakan aset badan usaha yang paling berharga. Keberhasilan badan usaha sangat ditentukan oleh penggunaan sumber daya manusia yang efektif. Pengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang sulit karena setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda dengan manusia lain. Dalam sebuah badan usaha, bagian sumber daya manusia harus hati-hati dalam menyeleksi, menempatkan, menggaji, mempromosikan, memindahkan, dan memberhentikan pegawainya. Para pengusaha melalui manajer sumber daya manusia hams dapat memotivasi anggota badan usaha agar bekerja semaksimal mungkin untuk merealisasikan tujuan badan usaha. (2) Produksi merupakan usaha yang ditujukan untuk menambah faedah (nilai guna) suatu benda. Dalam menambah faedah, manajer produksi harus dapat menghasilkan barang dengan biaya seminimal mungkin dengan mutu yang memenuhi syarat. Harga pokok tidak boleh di atas harga pasar. Jika harga pokok di atas harga pasar, maka barang tersebut sulit terjual. Mana produksi dan jajarannya harus selalu mencari metode kerja harus agar penggunaan biaya dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga harga pokok barang yang diproduksi minimal sama dengan badan usaha pesaing. 3) Pemasaran, merupakan kegiatan penyaluran barang dan jasa dan produsen sampai ke tangan konsumen. Pemasaran berhubungan dengan hal pemindahan kepemilikan, cara-cara penjualan, penentuan harga promosi, dan penyaluran. Kegiatan pemasaran harus selalu berorientasi pada kepuasan konsumen. 4) Pembelanjaan, merupakan kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya seefektif mungkin. Kegiatan pembelanjaan memerlukan perencanaan, pengawasan, kebijakan, dan pengendalian dana. 2. Fungsi Sosial Fungsi sosial berhiibungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya, dalam penggunaan tenaga kerja, hendaknya badan usaha lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dan lingkungan sekitar badan usaha. Prioritas ini akan menguntungkan kedua belah pihak, terutama menyangkut perasaan memiliki dan masyarakat sekitar terhadap keberadaan badan usaha. Fungsi sosial lainnya adalah menyangkut proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan para pekerja. Setiap badan usaha hendaknya membekali para pegawai dengan pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai bidang kerjanya, baik pada saat bekerja di badan usahatersebut maupun setelah keluar. Jadi, badan usaha tidak hanya memanfaatkan tenaga dan pikiran pegawainya untuk kemajuan badan usaha semata, tapi juga memperhatikan kualitas dan masa depannya. Operasionalisasi badan usaha,khususnya perusahaan, terkadang menghasilkan dampak negatif seperti polusi dan kerusakan lingkungan. Untuk itu, badan usaha harus bisa mencegah atau menekan seminimal mungkin terjadinya dampak negatif tersebut. Pengelolaan limbah dan penataan lingkungan yang baik akan berpengaruh pada kenyamanan hidup masyarakat sekitar. 3. Fungsi Badan Usaha dalam Pembangunan Ekonomi Badan usaha merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional. Banyak peran yang dapat dilakukan badan usaha untuk membantu pemerintah, antara lain dalam peningkatan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pernerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat. Di lain pihak, pemermntah dapat memungut pajak dan badan usaha tersebut. Setelah mempelajari, kamu pasti sudah dapat mengidentifikasi jenis badan usaha dan bentuk badan usaha, bukan? Kamu tentu juga dapat menjelaskan peran badan usaha dalam perekonomian Indonesia. Nah, pada bab selanjutnya kamu akan mengenal lebih dekat salah satu bentuk badan usaha, yaitu koperasi. 4. Fungsi Finansial Fungsi Finansial badan usaha mencakup aktivitasnya dalam penyediaan modal dan pengeloalaan modal. 5. Fungsi Organisatoris Fungsi Organisatoris badan usahamencakup aktivitasnya dalam mengelola administrasi perusahaan dan organisasi pengawasan (Sumber : Ekonomi, Penerbit : Eksis, Penulis : Drs. Alam S.,MM, Hal : 173- 175) (Sumber : Ekonomi, Penerbit : CV Citra Pustaka, Penulis : Agustin Sri Sulandri, S.Pd. , Hal : 17-18 ) Share on: Twitter Facebook Google + http://informasiana.com/fungsi-badan-usaha/ perencanaan operasional Desember 4, 2012 pada 3:22 am (Uncategorized) A. Pegertian perencanaan operasional Perencanaan operasional umumnya merupakan turunan/terjemahan dari tujuan umum perusahaan dalam rentang waktu tertentu (selama satu tahun umpamanya) berikut rencana stragtegis yang sudah ditetapkan oleh manajemen. Walau demikian perencanaan operasional dapat juga digunakan oleh individu untuk keperluan pribadinya, bahkan dianjurkan agar pekerjaannya terarah dan terorganisir dengan baik. Perencanaan operasional adalah perencanaan yang memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang (jangka pendek) dan terutama berkenaan dengan tujuan mencapai efisiensi. Perencanaan operasional merupakan kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi. Rencana operasional (Renop) sekolah merupakan rencana implementasi Rencana stratejik sekolah dalam kurun waktu satu tahun. Renop sering juga disebut Rencana tahunan. Renop berisi langkah-langkah operasional yang akan ditempuh selama satu tahun oleh sekolah, unitunit, dan atau individu-individu staf dalam rangka mencapai tujuan operasional. Tujuan operasional merupakan jabaran dan tahapan-tahapan untuk mencapai tujuan stratejik. Rencana operasional disusun oleh unit-unit atau individu staf yang ada dalam struktur organisasi sekolah dan mengacu pada program yang relevan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Contoh dari rencana operasional antara lain: pengembangan kegiatan kurikuler, pengembangan kegiatan kesiswaan, peningkatan kerjasama dengan masyarakat, dan sebagainya. Rencana operasional berfungsi sebagai alat yang digunakan oleh masingmasing unit penyusunnya sebagai: (1) penjamin bahwa program pengembangan akan terealisasi dalam kegiatan operasional sekolah sehari-hari, (2) pedoman pelaksanaan kegiatan semesteran, bulanan, mingguan, dan harian, dan (3) justifikasi rinci penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja tahunan. Perencanaan operasional yang khas : 1. Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan. 2. Perencanaan keuangan (Financial Plans): Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional 3. Perencanaan Fasilitas (Facilites Plans): Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas&layout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas. 4. Perencanaan pemasaran (Marketing Plans): Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang/jasa. 5. perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan. Perencanaan strategi bertugas mendefinisikan tujuan ideal dan tujuan yang bisa dilaksanakan. Sementara itu perencanaan operasional bertugas menerjemahkan kedua macam tujuan tadi bersama kebijakannya kedalam metode, prosedur, dan koordinasi agar tujuan-tujuan tadi dapat direalisasi. Itulah sebabnya mengapa cunningham dalam pidarta mengatakan perencanaan operasional doing things right, dalam perencanaan operasional kita dituntut melakukan sesuatu dengan benar berbeda dengan perencanaan strategi yang menuntut kita untuk melakukan hal yang benar. Mengerjakan sesuatu dengan benar berkaitan dengan pelaksanaan, performan yang ingin dicapai dan hasil. Perencanaan operasional hanya melakukan perintah perencanaan strategi, ia hanya berusaha agar cita-cita dari perencanaan strategi bisa tercapai. B. Langkah-langkah perencanaan operasional Menurut Morphet dalam Made pidarta (2005:101) prosedur yang harus diperhatikan dalam membuat perencanaan operasional: 1. Mengumpulkan informasi dan analisa data 2. Menyelesaikan perubahan dalam bentuk kebutuhan 3. Mengidentifikasi tujuan dan prioritas 4. Membentuk alternatif-alternatif penyelesaian 5. Mengimplementasi, menilai dan memodifikasi Dalam melakukan perencanaan operasional maka diperlukan langkah-langkah tertentu. Langkah-langkah tersebut merupakan prosedur yang harus diikuti dalam setiap melakukan perencanaan, sebab tanpa prosedur tersebut maka kurang sempurna perencanaan tersebut. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut : a. Langkah 1: Menetapkan tujuan. Sering sebuah organisasi mempunyai banyak tujuan, maka harus memilih diantara banyak tujuan tersebut, tujuan dapat dirumuskan sesuai dengan maksud misi dan sasaran yang dikehendaki. Tentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki, tujuan yang besar akan sukar dapat dicapai dengan sumber daya yang sangat terbatas, maka harus menetapkan tujuan yang terbaik bagi organisasi. b. Langkah 2: Memahami atau merumuskan keadaan saat ini. Rencana adalah menyangkut kegiatan dimasa yang akan datang, apa yang dapat dilakukan dimasa yang akan datang sangat ditentukan pula keadaan atau posisi organisasi pada saat ini. Oleh karena itu organisasi harus mengetahui, memahami dan kemudian merumuskan posisinya saat ini. Untuk keperluan itu diperlukan data dan informasi yang relevan dengan tujuan organisasi. c. Langkah 3: Mengidentifikasikan Kemudahan dan Hambatan. Organisasi harus melakukan identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor kemudahan dan hambatan dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan mengetahui kemudahan-kemudahan, organisasi akan dapat memanfaatkannya peluang tersebut sebaik-baiknya. Sebaliknya dengan mengetahui kemungkinan hambatan, maka organisasi sedini mungkin sudah mempersiapkan untuk menanggulanginya atau mengantisipasinya yang akan dirumuskan dan kemudian dirumuskan pada berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Menurut Louis A. Allen perencanaan terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) Meramalkan, memperkirakan waktu yang akan datang. b) Menetapkan maksud tujuan (objects) sebagai: hasil akhir yang diharapkan: menentukan tujuan atau sasaran (goals/target). c) Mengarahkan (programming), menetapkan urutan dari kegiatan-kegiatan yang diperlukan: langkah-langkah yang akan diambil menurut prioritas pelaksananya. d) Menyusun tata waktu (schedulling), menetapkan urutan waktu yang tepat agar tindakan yang dilakukan dapat berhasil baik. e) Menyusun anggaran belanja (budgeting), yaitu mengalokasikan sumber-sumber yang tersedia, dinyatakan dalam istilah-istilah keuangan. f) Memperkembangkan prosedur-prosedur, membuat standar C. Komponen-komponen rencana operasional Komponen-komponen Renop sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Program Pengembangan yang dirumuskan dalam dokumen Renstra. Perbedaan pokok antara keduanya terletak pada kurun waktu kegiatan dan rincian dari masing-masing komponen itu. Komponen-komponen Renop meliputi: 1. Latar Belakang dan Rasional adalah alasan atau argumentasi yang mendasari kegiatan yang diusulkan. Beberapa hal yang perlu diuraikan dalam bagian ini meliputi: a. Penjelasan mengenai akar permasalahan yang telah berhasil diidentifikasi pada telaah diri saat menyusun Renstra, yang akan diselesaikan dengan melaksanakan Renop ini. Masalah tersebut harus dijelaskan sedemikian rupa, sehingga tergambar permasalahan tersebut secara utuh dan menyeluruh (termasuk cakupannya, berat/ringannya, faktor-faktor yg berpengaruh pada permsalahan tersebut). b. Kebijakan dan tujuan yang dirumuskan dalam Rencana Tindak dalam dokumen Renstra c. Apabila Renop yang disusun untuk tahun kedua dan seterusnya dari siklus implementasi Renstra, dalam latar belakang juga perlu dikemukakan: 1) capaian-capaian tujuan jangka panjang yang telah diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya 2) Masalah dan kendala yang dihadapi yang belum terselesaikan pada tahun sebelumnya. 3) Praktik-praktik baik (good practices) yang diperoleh pada tahun sebelumnya dan perlu dipertahankan pada Renop yang sedang disusun d. Argumentasi (alasan) tentang mengapa uraian Renop yang akan dilaksanakan adalah pilihan yang paling tepat untuk menyelesaikan akar permasalahan tersebut diatas. Argumen/alasan tersebut dapat didasarkan pada pembenahan faktor-faktor yang berpengaruh pada akar permasalahan tersebut atau dapat berdasarkan teori ilmiah dan pengalaman dalam menghadapi akar permasalahan tersebut. 2. Sasaran adalah hasil yang akan peroleh pada akhir kegiatan operasional. Sasaran adalah penggambaran hal yang ingin diwujudkan melalui tindakan-tindakan yang diambil sekolah guna mencapai tujuan (target terukur). Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh sekolah atau unit yang ada di sekolah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu satu tahun. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap sasaran disertai target masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Rumusan sasaran yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut. a. Sasaran harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku setta sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah pusat, propinsi, maupun kabupaten/kota. b. Sasaran ditetapkan mengacu pada dan merupakan milestone pencapaian visi, misi, tujuan sekolah, strategi, serta kebijakan dan tujuan yang dituangkan dalam Renstra Sekolah. c. Sasaran harus dapat dijabarkan ke dalam sejumlah indikator kinerja. d. Sasaran harus mengacu pada masalah-masalah yang teridentifikasi dalam telaah diri dan merupakan upaya yang dikembangkan untuk menjawab isu-isu stratejik. e. Sasaran harus merupakan tindak lanjut dari pengalaman atau permasalahan yang teridentifikasi pada tahun sebelumnya. f. Spesifik, sasaran menggambarkan hasil spesifik yang diinginkan, dan bukan cara pencapaiannya. g. Dapat dinilai dan terukur, sasaran harus terukur dan dapat digunakan untuk memastikan apa dan kapan pencapaiannya. h. Menantang namun dapat dicapai, tetapi tidak boleh mengandung target yang tidak layak. i. Berorientasi pada hasil, sasaran harus mensepesifikasikan hasil yang ingin dicapai. 3. Dapat dicapai dalam waktu tahun tertentu. 4. Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja harus merupakan sesuatu yang akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kinerja baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, tahap setelah kegiatan selesai dan berfungsi, serta untuk meyakinkan bahwa kinerja hari demi hari organisasi/unit kerja yang bersangkutan menunjukkan kemajuan dalam rangka dan atau menuju tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Tanpa indikator kinerja sulit bagi kita untuk menilai kinerja (keberhasilan atau ketidakberhasilan) sekolah atau unit kerja yang ada di bawahnya. Secara umum indikator kinerja memiliki fungsi: a. Memperjelas tentang apa, berapa dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan. b. Menciptakan konsensus yang dibangun oleh berbagai pihak terkait untuk menghindari kesalahan interpretasi selama pelaksanaan program/kegiatan. c. Membangun dasar bagi pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja sekolah atau unit kerja yang ada di dalamnya. Indikator kinerja yang baik hendaknya memenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. Spesifik dan jelas, sehingga dapat dipahami dan tidak ada kemungkinan kesalah¬an interpretasi b. Dapat diukur secara obyektif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. c. Relevan, indikator kinerja harus menangani aspek-aspek obyektif yang relevan dengan sasaran yang ingin dicapai. d. Dapat dicapai, penting, dan harus berguna untuk menunjukan keberhasilan masukan, keluaran, hasil, manfaat, dampak, dan proses. e. Harus cukup fleksibel dan sensitif terhadap perubahan. f. Efektif, data/informasi yang berkaitan dengan indikator kinerja yang bersangkutan dapat dikumpulkan dan dianalisis. Terdapat enam jenis indikator kinerja yang sering digunakan dalam pengukuran kinerja sekolah, yaitu : a. Indikator masukan (input): segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan pendidikan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Indikator ini dapat berupa kualitas siswa baru, kelekatan persaingan dalam seleksi siswa baru, relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, kualitas Renstra yang disusun sekolah, dan sebagainya. b. Indikator proses (process): merupakan gambaran mengenai perkembangan atau aktivitas yang terjadi atau dilakukan dalam proses pendidikan di sekolah. Contoh indikator ini antara lain, tingkat kehadiran siswa, tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran, penerapan PAKEM dalam pembelajaran, tingkat pemanfaatan laboratorium, jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan, dan sebagainya. c. Indikator keluaran (output): sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari kegiatan pendidikan. Indikator-indikator seperti peningkatan rata-rata NUN, peningkatan peringkat rata-rata NUN di tingkat kabupaten/kota, atau peningkatan jumlah siswa yang lulus UN, dapat digolongkan sebagai indikator output. d. Indikator dampak (outcome): segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Inikator ini biasanya sulit dicapai dalam kurun waktu Renop (1 tahun), akan tetapi harus sudah terukur setelah masa siklus Renstra (45 tahun) selesai atau hampir selesai. Jumlah siswa yang diterima di jurusan favorit di perguruan tinggi ternama, jumlah siswa yang langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus, semakin pendeknya masa tunggu siswa untuk mendapatkan pekerjaan pertama setelah mereka lulus, adalah contoh-contoh indikator outcome. e. Indikator akibat (impact): segala sesutu yang merupakan akibat dari outcomes. Peningkatan popularitas sekolah akibat banyaknya siswa cepat mendapatkan pekerjaan, meningkatnya jumlah siswa yang mendaftar sebagai siswa baru akibat dari banyak nya siswa yang diterima di perguruan tinggi unggulan, cepatnya promosi atau perkembangan karir lulusan di dunia kerja merupakan contoh-contoh indikator akibat tersebut. Untuk mengukur keberhasilan capaian Indikator Kinerja, maka dalam Renop harus dicantumkan kondisi saat disusunnya Renop dan kondisi yang diharapkan dicapai setelah kegiatan dilaksanakan. Kondisi saat disusunnya Renop digunakan sebagai baseline. Selain itu, jika indikator bersifat spesifik maka perlu dijelaskan bagaimana dan kapan indikator itu akan diukur. 5. Rancangan Kegiatan dengan menentukan jenis dan tahap-tahap pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan operasional selama satu tahun. Pada setiap langkah (subkegiatan) harus dijelaskan, maksud dan tujuannya yang ingin dicapai secara ringkas dan jelas. Rancangan kegiatan yang efektif harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut. a. Kegiatan tersebut bukan merupakan investasi atau pengadaan sumberdaya. Namun harus berupa dampak dari investasi atau upaya pemanfaatan investasi. Kegiatan dapat berlangsung terus-menerus sementara investasi merupakan implikasi dan hanya merupakan tahap paling awal dari sebuah kegiatan. b. Kegiatan tersebut tidak kompleks, sehingga dapat dipahami dengan mudah dan dapat dilaksanakan dengan baik. c. Kegiatan tersebut dapat diukur tingkat keberhasilannya. Untuk itu perlu ditetapkan indikator keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang dapat diukur. Indikator keberhasilan kegiatan, umumnya berupa indikator keluaran (output), namun dimungkinkan untuk mencantumkan indikator keberhasilan dampak (impact/ outcomes). d. Cakupan kegiatan tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, karena cakupan ini akan berkaitan dengan beban kerja seorang penanggung jawab. Cakupan kegiatan yang terlalu luas akan meningkatkan beban kerja penanggungjawab. e. Keluaran (output) maupun dampak (impact/outcomes) kegiatan mempunyai kontribusi yang cukup bermakna (significant) terhadap rencana pengembangan sekolah secara keseluruhan. f. Keterkaitan antar bagian kegiatan/sub-kegiatan harus terlihat dengan jelas. g. Keberlangsung kegiatan tergambarkan dengan jelas 6. Sumber daya yang dicantumkan dalam Renop merupakan uraian rinci mengenai jenis, kualifikasi, dan kuantitas sumber daya yang dibutuhkan agar kegiatan/sub-kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dan dijaga keberlangsungannya (sustainability). Sumber daya ini dapat meliputi SDM, pra-sarana dan sarana pendidikan, buku-buku perpustakaan, keahlian, informasi, teknologi, sistem manajemen, networking, bahan habis pakai untuk kegiatan manajemen. Sumber daya dan dana yang dibutuhkan antara lain: a. jenis dan kualifikasi sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan informasi yang dibutuhkan dalam implementasi kegiatan. b. jumlah dan sumber dana yang dibutuhkan untuk pengadaan, peningkatan kualitas, pemeliharaan, dan pengoperasian sumber daya yang dibutuhkan. 7. Jadwal Kegiatan mencakup kapan pekerjaan sesungguhnya dilaksanakan dan batas waktu tugas harus diselesaikan. Sub kegiatan atau tahapan kegiatan yang dicantumkan pada bagian ini, harus sama dengan sub kegiatan atau tahapan kegiatan yang diuraikan pada bagian Rancangan Kegiatan. 8. Penanggung Jawab Kegiatan adalah pejabat atau staf yang bertanggung jawab keterlaksanaan Renop. D. Menspesifikasi tujuan perencanaan Analisa bertahap menurut kaufman dalam Pidarta mencakup analisa misi, analisa fungsi dan analisa tugas. 1. Analisis misi Analisis misi ialah yang dipikul oleh para perencana, sebagai usaha meningkatkan mutu pendidikan mutu pendidikan SMA adalah berupa peningkatan perkembangan para siswa secara total yang menekankan pada aspek afeksi, kognisi¸dan keterampilan. Dalam hal ini bagian-bagian misi/perkembangan total adalah afeksi, kognisi dan keterampilan. Inilah yang disebut analisa misi. Analisa misi ini digambarkan dengan bagan umum sebagai berikut : ……. …………… …………………. ……… (garis putus-putus adalah hubungan kerja sama). 2. Analisis fungsi Bila fungsi-fungsi telah diperoleh dalam analisis misi, maka masing-masing fungsi ini dianalisa lebih lanjut, agar menjadi lebih spesifik. Pembagian menjadi kognisi tingkat tinggi dan rendah itu dikatakan analisa tingkat satu, dan pembagian kognisi tingkat rendah menjadi tiga kemampuan dinamai analisis tingkat kedua. Contohnya Bentuk-bentuk layanan yang dapat memberikan kesejahteraan kepada guru dan siswa ialah layanan bimbingan dan konseling kepada masyarakat, layanan pendidikan keluarga, pemasangan listrik dirumah-rumah oleh siswa sekolah teknik listrik, bengkel sepeda motor, layanan hukum, dan konstruksi bangunan oleh para mahasiswa dan sebagainya. Layanan dapat diberikan kepada warga sekolah/kampus dan dapat pula diperluas ke luar ialah kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Usaha patungan antar sekolah dengan masyarakat sebagai salah satu bentuk swausaha sekolah dapat berwujud produksi untuk keperluan kebutuhan sekolah seperti percetakan, pakaian seragam sekolah, fotocopy, hal ini tentu memberi kesejahteraan para guru dan warga masyarakat. Bagan umum analisa fungsi sebagai berikut: analisa tertinggi analisa tingkat satu analisa tingkat dua dst dst 3. Analisis tugas Bagian fungsi paling kecil atau tugas ialah kemampuan mengetahui, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi. Begitu pula contoh tugas dalam fungsi swausaha sekolah adalah usaha kelas, latihan keterampilan proses, koperasi, produksi, keperluan sekolah, dan pertunjukan kesenian keliling. Bagian-bagian fungsi yang paling kecil tersebut diatas dalam sistem disebut komponen. Komponen-komponen inilah yang merupakan tugas-tugas nyata yang spesifik bagi para perencana untuk mereka kerjakan agar dapat merealisasi tujuan-tujuan-tujuan yang sudah spesifik pula. Kalau para perencana sudah berhasil mengerjakan komponen-komponen/tugastugas ini dengan sukses sehingga memberikan hasil seperti yang diharapkan, maka berarti tugas perencanaan sudah selesai dan misi yang dipikulnya sudah berhasil dengan gemilang. Kalau para perencana sudah berhasil mengerjakan komponen-komponen/tugas ini dengan sukses sehingga memberikan hasil seperti yang diharapkan, maka berarti tugas perencana sudah selesai dan misi yang dipikulnya sudah berhasil dengan gemilang. Pendekatan Sistem Perencanaan memandang tujuan perencanaan atau misi atau program strategi sebagai suatu sistem. Dan sistem itu dianalisis menjadi sub sistem, kemudian diuraikan lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga menemukan bagian yang paling kecil yang disebut komponen. Dalam analisis tersebut diatas, fungsi adalah merupakan sub sistem dari misi sebagai sistem. Hasil analisis satu pada fungsi tertentu adalah sub-sub sistem, sedangkan pada fungsi yang lain mungkin sudah melahirkan komponen karena tidak dapat dibagi-bagi lagi. E. Menentukan standar performan Dalam perencanaan pendidikan objek yang diperbaiki, dilengkapi, atau diubah adalah semua unsur pendidikan. Jadi bukan hanya sisa yang ditangani, melainkan juga para personalia pedidikan, mencakup sarana prasarana juga, serta masyarakat sekitar yang memberi pengaruh terhadap lingkungan pendidikan. Standar performan adalah suatu ukuran atau kriteria yang tepat yang diterima oleh umum untuk tujuan perencanaan yang spesifik, sehingga atas dasar kriteria itu para pelaksanaan program/tugas dapat mewujudkan tujuan itu secara tepat pula sesuai dengan kreteria. Contoh standar performan lingkungan belajar ialah iklim organisasi pendidikan yang hangat, komunikasi yang harmonis, kerja sama yang erat/gotong royong, kaya dengan sumber belajar, dan pembimbingan yang penuh dengan kasih sayang. Cunningham menyatakan disamping memasukkan ukuran (performan standar sebagai target yang diharapkan) juga menyebutkan persyaratan lainnya yang dirlukan oleh setiap tugas agar dapat dikerjakan dengan baik. Syarat tersebut antara lain: 1. Siapa/apa objek tugas tersebut 2. Bentuk kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas itu 3. Ukuran/kriteria/standar performan 4. Kapan dan dimana masing-masing tugas dikerjakan 5. Keahlian apa yang dibutuhkan oleh orang-orang yang akan mengerjakan tugas itu. Sedangkan pihak-pihak yang dapat terlibat dalam proses evaluasi pelaksanaan perencanaan pendidikan di setiap satuan pendidikan adalah: Kepala sekolah, Guru, Siswa, Komite Sekolah, Pengawas sekolah dan Dinas pendidikan (Vembrianto. 1982; Soenarya, E. 2000; Depdiknas, 2001, 2006 dalam Arifin, 2010). F. Analisis alat dan metode Analisis alat dan metode adalah tugas mencari jalan untuk mengerjakan setiap tugas agar menghasilkan tujuan-tujuan spesifik yang telah digariskan bersama atau dengan kata lain apa yang mungkin dapat dipakai menyelesaikan tugas tersebut setelah komponen-komponen atau tugas dikemukakan. Untuk mencapai maksud tersebut dibutuhkan informasi tentang sumbersumber pendidikan dan kemudian membentuk alternatif-alternatif pemecahan. 1. Sumber-sumber pendidikan Sumber-sumber pendidikan itu sebagian besar dapat diambil melalui studi dokumentasi, sebab sumber-sumber itu sebagian besar tercatat dalam arsip. Jumlah para pengajar dengan keahliannya masing-masing, banyaknya alat peraga, besarnya uang yang tersedia dan sebagainya semua tercatat dalam dokumentasi. Namun demikian masih banyak pengetahuanpengetahuan lain yang diperlukan dalam perencanaan yang tidak dapat diambil melalui studi dokumentasi. Lingkungan belajar misalnya hanya bisa diketahui melalui observasi. Begitu pula pada personalia pendidikan untuk mengerjakan pekerjaan tambahan diluar rutin yang dibutuhkan dalam perencanaan hanya dapat diperoleh melalui interview. Mungkin data ini dapat diperoleh melalui angket, tetapi kurang efektif. 2. Analisis alat dan metode yang tunggal Dalam menentukan alat dan metode ini untuk setiap tugas perlu diperhatikan syarat-syarat yang sudah ditentukan yaitu apa/siapa objek yang ditangani, kapan dan dimana dilaksanakan, keahlian apa yang dibutuhkan oleh pelaksana. Tugas melaksanakan latihan keterampilan membuat wayang kulit misalnya, obyeknya ialah siswa yang melaksanakan latihan membuat wayang kulit yang baik sehingga laku dijual. Bentuk kegiatannya berlatih dan melatih secara berulang-ulang dalam segala aspek pekerjaan membuat wayang, mulai dari menggambar , mengukir, mewarnai, sampai mengisi tangkainya. Standar performanya ialah dapat membuat wayang minimum 10 jenis dalam bentuknya yang tepat dan artistik. Dengan membuat perencanaan strategi lengkap dengan manajemen personalia atau manajemen manusia, diharapkan kemungkinan-kemungkinan negatif di atas dapat diminimalkan. Namun demikian kemungkinan seperti ini masih tetap ada, sehingga perencanaan pendidikan dikaitkan dengan penelitian tindakan (action research). Supaya program/tujuan pendidikan tertentu dapat dilaksanakan. 3. Analisis alat dan metode yang paralel Sesudah analisis misi menghasilkan fungsi-fungsi, maka setiap fungsi juga dicarikan alat dan metodenya yang cocok. Sama halnya dengan pada misi, bila ada fungsi yang sukar dicari pemecahannya, berkonsultasi bila diperlukan, atau belajar dari ahli tertentu. Ssesudah jelas tentang cara mengatasi kesulitan itu barulah analisis diteruskan. Perlu diketahui bahwa uraian/deskripsi atau isi alat dan metode pada setiap fungsi sudah lebih mendetail dari pada isi alat dan metode pada misi. Ini berarti setiap hasil tingkat analisis alat dan metode selalu dicocokkan dengan obyek yang ditangani, termasuk pada setiap tugas yang dikerjakan. 4. Pembentukan alternatif-alternatif pemecahan tugas Banyak alternatif untuk setiap tugas tidak selalu sama. Ada tugas yang memakai alternatif pemecahan empat, ada yang tiga, dan ada pula yang kedua. Yang perlu dihindarkan adalah jangan membuat alternatif terlalu banyak untuk memecahkan suatu tugas. Pembuatan alternatif yang banyak ini cenderung keluar dari hasil berpikir yang tidak cermat. Begitu pula hindari membuat alat dan metode pemecahan hanya satu sebagai cara yang tunggal. Pada umumnya setiap tugas dibuatkan alternatif pemecahannya sebanyak tiga buah. Informasi yang diperlukan pada setiap penentuan alat dan metode (alternatif) ialah : 1. Efektivitas, 2. Keuntungan, 3. Kelemahan, 4. Persyaratan waktu, 5. Sumber pendidikan yang tersedia, 6. Sumber pendidikan yang dibutuhkan, 7. Persyaratan personalia, 8. Fasilitas yang diperlukan, dan 9. Biaya. G. Implementasi Implementasi artinya suatu usaha untuk mencoba konsep tersebut. Sebelum melakukan implementasi perlu mengadakan persiapan terlebih dahulu. Persiapan itu dikenal dengan action planning, yang menyiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Menentukan kunci konsep implementasi seperti objek, metode, alat, pelaksana, dan sebagainya 2. Mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang bersifat negatif atau positif akan terjadi 3. Memprediksi hasil dan efek bagi semua pihak 4. Mempertimbangkan kemungkinan perubahan-perubahan biaya dan waktu 5. Menyiapkan tahap-tahap kegiatan pada setiap tugas (job description) 6. Menyiapkan perbekalan 7. Menyiapkan transportasi dan sebagainya Implementasi perencanaan operasional mengharuskan organisasi untuk menetapkan tujuan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya sehingga perencanaan operasional dapat berjalan dengan baik. Suatu perencanaan baru dipandang selesai kalau ia sudah dapat merealisasi tujuan atau misi yang dicerminkan oleh perwujudan performan yang standar oleh setiap tugas. Performan yang standar ini bisa tampak terwujud kalau implementasi sudah memberikan hasil seperti itu. Ini berarti perencanaan baru dikatakan berakhir ialah kalau implemenatasi sudah selesai, satu kali atau beberapa kali, dengan konsep yang tidak perlu direvisi lagi. BAB III KESIMPULAN Perencanaan operasional adalah perencanaan yang memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang (jangka pendek) dan terutama berkenaan dengan tujuan mencapai efisiensi. Menurut Morphet dalam Made pidarta (2005:101) prosedur yang harus diperhatikan dalam membuat perencanaan operasional: Mengumpulkan informasi dan analisa data, Menyelesaikan perubahan dalam bentuk kebutuhan, Mengidentifikasi tujuan dan prioritas, Membentuk alternatif-alternatif penyelesaian dan Mengimplementasi, menilai dan memodifikasi. Untuk menspesifikasi tujuan perencanaan digunakan analisa misi, fungsi dan tugas. Implementasi dari perencanaan operasional dapat dikatakan berhasil apabila mampu merealisasi tujuan atau misi yang dicerminkan oleh perwujudan performan yang standar oleh setiap tugas. Performan yang standar ini bisa tampak terwujud kalau implementasi sudah memberikan hasil. DAFTAR PUSTAKA Desiwidiasari, 2011. Teori perencanaan pendidikan. (online), (http://desiwidiasari.wordpress.com/2011/05/05/teori-perencanaan-pendidikan/) diakses tanggal 18 september 2012 Made Pidarta, 2005. Perencanaan pendidikan partisipatori dengan pendekatan sistem, Jakarta: PT.Rineka Cipta. Wikipedia, 2011. Perencanaan operasional. (online), (http://translate.google.co.id/translate? hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Operational_planning), diakses tanggal 18 september 2012 https://zukhrufarisma.wordpress.com/2012/12/04/perencanaan-operasional/ Dunia Manajemen By Two Flowers Leave a Comment Categories: beLaJaR, Education and Pengantar Bisnis Tags: Manajemen Menurut James Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan sumber daya organisasi dengan bantuan alat untuk mencapai tujuan organisasi. Continue reading ‘Dunia Manajemen’ 24 Jan 09 Faktor – Faktor dalam Berbisnis By Two Flowers 1 Comment Categories: beLaJaR, Education and Pengantar Bisnis Tags: Bisnis Pihak berkepentingan luar yang dapat mempengaruhi aktivitas organisasi yang berasal dari luar organisasi (eksternal) terdiri dari : 1. Pelanggan Pelanggan melakukan pertukaran sumber daya, biasanya dalam bentuk uang untuk produk atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi. Pelanggan dapat merupakan lembaga atau individual. 2. Pemasok / Supplier Setiap organisasi membutuhkan masukan bahan baku, jasa, energi, tenaga kerja, peralatan, uang dan sebagainya. Masukan di preoleh dari para pemasok dan oleh karenanya organisasi tergantung kepada para pemasok dan berupaya untuk menarik keuntungan dari persaingan yang terjadi. 3. Pemerintah Campur tangan pemerintah, baik melalui undang – undang, peraturan serta kebijakan pemerintah perlu diantisipasi oleh organisasi. 4. Kelompok berkepentingan khusus Biasanya menggunakan proses politik untuk memperkuat kedudukannya melalui masalah khusus. 5. Media Melalui komunikasi media massa, dimungkinkan liputan dengan jangkauan yang sangat luas, melampaui batas – batas negara dan benua. 6. Serikat Pekerja Merupakan suatu perjanjian kerja antara manajemen dan karyawan yang mencakup hak serta kewajiban kedua belah pihak. 7. Lembaga keuangan / Kreditor Organisasi sangat bergantung pada berbagai lembaga keuangan yang mendukung pendanaan bagi pendirian, pemeliharaan maupun ekspansi usaha. 8. Pesaing Pesaing memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan perusahaan. Di sini ada dua peluang, yaitu : a. Memperoleh pelanggan baru baik melalui peningkatan pangsa pasar. b. Memasuki pasar yang sedang tumbuh dengan mengalahkan para pesaing. Pihak Berkepentingan dalam Organisasi (Internal) 1. Karyawan Karakteristik individu tenaga kerja yang tersedia di pasar selalu berubah dan terjadi sangat pesat. 2. Pemegang Saham dan Dewan Direksi Semakin banyak perusahaan yang dimiliki oleh masyarakat umum, maka manajemen akan semakin mudah diperngaruhi oleh kepentingan para pemegang saham. 23 Dec 08 Fungsi Operasional Perusahaan (2) By Two Flowers Leave a Comment Categories: Pengantar Bisnis 3. Fungsi operasional marketing (pemasaran) Marketing adalah sistem keseluruhan dari kegiatan perusahaan / usaha, diantaranya merumuskan perencanaan produk, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk untuk memuaskan dan memenuhi keinginan konsumen. (*) Agar proses pemasaran sukses, ada lima konsep yang mendasari, yaitu : a. Konsep produksi Dimana konsumen menyukai dan mau membeli produk yang murah dan bermutu dimana pun Ia berada dan kapanpun Ia mau dan butuh maka produk itu harus ada. b. Konsep produk Konsumen akan menyukai dan mau membeli produk yang berkualitas dan inovatif. c.Konsep Penjualan Konsumen akan mau melakukan pembelian apabila konsumen selalu diingatkan dengan cara melakukan promosi produk pada konsumen. d. Konsep Pemasaran Bahwa konsumen akan mau membeli apabila dapat memuaskan kebutuhan konsumen secara efektif dan lebih baik dibandingkan dengan pesaing. e. Konsep pemasaran sosial kemasyarakatan Kunci pencapaian tujuan pemasaran ada 3, yaitu : a. Pemenuhan kebutuhan dan memberikan kepuasan konsumen b. Konsumen tidak dirugikan c. Menguntungkan masyarakat di seputar perusahaan 4. Fungsi operasional keuangan Ada 2 pekerjaan penting di dalam bagian keuangan, yaitu : a. Bagaimana harus mendapatkan dana dengan cara yang efisien b. Bagaimana menggunakan uang dengan efektif (*) Ada dua sumber keuangan yaitu sumber internal dan eksternal a. Sumber internal – Modal sendiri – Laba yang didapat – Penjualan asset – Menjual saham b. Sumber eksternal – Utang – Menerbitkan surat utang dan menjualnya, seperti obligasi. 23 Dec 08 Fungsi Operasional Perusahaan By Two Flowers Leave a Comment Categories: Pengantar Bisnis Ada 4 hal yang mendasari fungsi operasional perusahaan, yaitu : 1. Fungsi operasional Sumber Daya Manusia (SDM) Fungsi ini bertanggung jawab dalam merekrut dan menempatkan karyawan. Ada beberapa tahapan penting dalam bagian personalia, diantaranya : a. Merumuskan perencanaan di bidang SDM b. Melakukan rekruitment c. Penyeleksian tenaga kerja d. Orientasi terhadap tenaga kerja e. Melakukan pelatihan dan pengembangan f. Penilaian prestasi g. Promosi, pemutasian, demosi, PHK dan pensiunan tenaga kerja h. Pemberian kompensasi (*) Tiga dasar penting sebagai dasar perencanaan SDM, yaitu : a. Merencanakan SDM yang berpedoman pada kebutuhan b. Merencanakan SDM yang berpedoman pada inventory SDM c. Merencanakan SDM yang berpedoman pada hasil analisa jabatan (*) Dasar melakukan rekriutment adalah karena kekurangan SDM dimana terdapat dua cara dalam merekrut karyawan, yaitu bersumber dari internal perusahaan atau dari eksternal perusahaan. 2. Fungsi operasional produksi Fungsi ini bertanggung jawab apabila tidak adanya konsumen yang mau membeli produk yang ditawarkan. Ada 6 kegiatan penting yang harus dilakukan oleh bagian produksi, yaitu : a. Tahapan dalam pemilihan lokasi kegiatan produksi antara lain berdasarkan pertimbangan biaya, ketersediaan yang berkaitan dengan bahan baku, jarak pasar, persediaan sumber energi, dan transportasi yang mendukung. b. Tahapan merumuskan perencanaan operasional tahap ini harus efektif, oleh karena itu ada 2 usaha agar perencanaan produksi sukses, yaitu :merumuskan perencanaan di bidang produksi dan perumusan tata ruang. c. Merumuskan design organisasi di bidang produksi Bagian ini terdapat spesialisasi kerja sehingga setiap karyawan memiliki tanggung jawab masing – masing. d. Kegiatan pengendalian di bidang produksi hakikat dari pengendalian ini adalah untuk menghindari penyimpangan. Pengendalian ini dapat terhadap bahan baku dan kualitas produksi. e. Peningkatan efisiensi di bidang produksi Peningkatan efisiensi dapat dipengaruhi oleh : proses perbuahan barang yang diproduksi, kualitas SDM dan kualitas bahan baku. f. Perlunya perawatan peralatan di bidang produksi Hakikat dari perawatan peralatan tidak lain adalah untuk menghindari kerusakan peralatan produksi. 08 Sep 08 Belajar Tentang Bisnis https://kamarche99.wordpress.com/category/pengantar-bisnis/ Pengertian dan Definisi Manajemen Operasional Prinsip dasar manajemen merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut manajemen operasional adalah merupakan proses pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif. Artikel Lainnya : Fungsi dan Tujuan Manajemen Perusahaan Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli   Jay Heizer dan Barry Render (2005;4), Manajemen operasional adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Eddy Herjanto (2003;2), Manajemen operasional dapat diartikan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.  Pangestu Subagyo (2000;1), Manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien. Ruang Lingkup Manajemen Operasional Ada beberapa aspek yang saling berhubungan erat dalam ruang lingkup manajemen operasional, antara lain :    Aspek Struktural, merupakan aspek mengenai pengaturan komponen yang membangun suatu sistem manajemen operasional yan saling berinteraksi antara satu sama lainnya. Aspek Fungsional, yaitu aspek yang berkaitan dengan manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar diperoleh kinerja optimal. Aspek Lingkungan, sistem dalam manajemen operasional yang berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang berhubungan erat dengan lingkungan. Ruang lingkup manajemen operasional berhubungan keputusan tentang proses pengoperasian sistem produksi, pemilihan dan persiapan sistem operasional yang meliputi :          Perencanaan jumlah kapasitas produksi yang optimal; Perencanaan bangunan pabrik, layout, desain tata letak fasilitas; Desain proses transformasi; Desain aliran kerja; Manajemen persediaan; Manajemen proyek; Membuat Skedul Kerja; Pengendalian dan Pengawasan Kualitas; Pemeliharaan Fasililitas Produksi; Peranan Manajer Operasional dalam Fungsi Manajemen Peranan dan fungsi dari manajer operasional sangat strategis dalam mengembangkan sistem proses produksi yang tangguh untuk menciptakan produk atau jasa lebih efisien dan efektif. Beberapa tugas pokok Manajer Operasional dalam proses produksi adalah :        Perencanaan kualitas dan kuantitas bahan baku dalam proses produksi; Menentukan dan mengatur letak layout pabrik Menentukan dan mengatur lokasi gudang persediaan dan peralatan mesin yang efisien agar penghematan waktu dalam mobilisasi; Melakukan pemeliharaan peralatan pabrik untuk menjamin keandalan dan kontinuitas operasional; Menciptakan strategi produk yang berkualitas dan unik agar dapat bersaing di pasar dengan biaya yang efektif; Menentukan skedul kerja yang efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan tenaga kerja baik di lapangan maupun di area kantor, dan mengurangi biaya lembur. Bertanggungjawab terhadap kontiniutas hasil produksi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. http://www.kembar.pro/2015/11/pengertian-ruang-lingkup-fungsi-manajemen-operasional.html 4 Fungsi Utama dalam Manajemen Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: 1.Perencanaan (Planning), 2. Pengorganisasian (Organizing), 3. Pengarahan (Actuating/Directing), 4. Pengawasan (Controlling) Fungsi Perencanaan proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan : - Menetapkan tujuan dan target bisnis - Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut - Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan - Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis Fungsi Pengorganisasian proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian : - Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan - Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab - Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja - Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat Fungsi Pengarahan dan Implementasi proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi : - Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan - Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan - Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan Fungsi Pengawasan dan Pengendalian proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi. Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian : - Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan - Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan - Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis Fungsi Operasional dalam Manajemen Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat berbeda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya. secara operasional, fungsi planning untuk sumber daya manusia akan berbeda dengan fungsi planning untuk sumber daya fisik/alam, dan sebagainya. Manajemen organisasi bisnis dapat dibedakan menjadi fungsi-fungsi : 1. Manajemen Sumber Daya Manusia 2. Manajemen Pemasaran 3. Manajemen Operasi/Produksi 4. Manajemen Keuangan 5. Manajemen Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah Manajemen Pemasaran Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan Manajemen Produksi Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan Manajemen Informasi Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. sumber : http://catatankuliahdigital.blogspot.com/2009/08/fungsi-fungsi-manajemen.html - See more at: http://kiteklik.blogspot.co.id/2010/11/4-fungsi-utama-dalammanajemen.html#sthash.NSk0CKcH.dpuf http://kiteklik.blogspot.co.id/2010/11/4-fungsi-utama-dalam-manajemen.html Home » Manajemen » Pengertian dan Fungsi Perencanaan Pengertian dan Fungsi Perencanaan By Muchlisin Riadi — 13.56.00 — Manajemen Ilustrasi Perencanaan Agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan terkoordinasi, sangat diperlukan adanya perencanaan. Sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, rencana yang harus dibuat adalah rencana kegiatan operasional yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam satu periode untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Pengertian Perencanaan Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen menjelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan. Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut: Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Definisi perencanaan tersebut menjelaskan bahwa perencanaan merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Definisi perencanaan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan menggunakan beberapa aspek yakni : 1. Penentuan tujuan yang akan dicapai. 2. Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar alternatif yang dipilih. 3. Usaha-usaha atau langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar alternative yang dipilih. Selain aspek tersebut, perencanaan juga mempunyai manfaat bagi perusahaan sebagai berikut: 1. Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan dengan efektif dan efisien. 2. Dapat mengatakan bahwa tujuan yang telah ditetapkan tersebut, dapat dicapai dan dapat dilakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul seawal mungkin. 3. Dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan dan ancaman. 4. Dapat menghindari adanya kegiatan pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol. Fungsi Perencanaan Fungsi perencanaan pada dasarnya adalah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaan sumber daya dan pembentukan suatu sistem komunikasi yang memungkinkan pelaporan dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan hasilhasil tersebut dengan rencana yang di buat. Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan perusahaan, dapat melakukan koreksi atas penyimpangan sedini mungkin, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul menghindari kegiatan, pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol. Daftar Pustaka  Suandy, Erly, 2003, Perencanaan Pajak, Edisi Revisi, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta. http://www.kajianpustaka.com/2012/10/pengertian-dan-fungsi-perencanaan.html Manajemen pemasaran,produksi,keuangan,SDM,operasional Pengertian Manajemen Operasional Menurut sojan assauri manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengulitisasian sumber sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang barang atau jasa jasa yang berguna sebagai usaha Menurut saya manajemen operasional merupakan kegiatan produksi yang memanfaatkan sumber daya untuk mendapatkan barang atau jasa ciri ciri manajemen operasional : a) Mempunyai tujuan, yaitu menghasilkan barang dan jasa b) Mempunyai kegiatan, yaitu proses transformasi c) Adanya mekanisme yang mengendalikan pengoperasian Ada tiga aspek yang saling berkaitan dalam ruang lingkup manajemen operasi, yaitu : a) Aspek struktural yaitu aspek yang memperlihatkan konfigurasi komponen yang membangun sistem manajemen operasi dan interaksinya satu sama lain. b) Aspek fungsional yaitu aspek yang berkaitan dengan manajemen dan organisasi komponen struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar diperoleh kinerja optimum Fungsi Manajemen Operasi 1. Sebagai proses, berupa teknik, yaitu metode yang digunakan untuk mengolah bahan 2. Sebagai pengorganisasian teknik dan metode, sehingga proses dapat dilaksanakan secara efektif 3. Sebagai dasar penetapan perencanaan bahan 4. Sebagai pengawasan atas tujuan penggunaan bahan. Tujuan Manajemen Operasi Tujuan utama dari manajemen operasi dan produksi adalah melaksanakan perencanaan dan pengawasan yang baik agar perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pengolahan dengan biaya paling rendah. Pengertian Manajemen Pemasaran Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Ciri ciri Manajemen Pemasaran 1. Memproduksi 2. Memasarkan Fungsi Manajemen Pemasaran Fungsi manajemen pemasaran meliputi riset komunikasi, pengembangan produk, komunikasi promosi, distribusi, penetapan harga dan pemberian service. Semua kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui, melayani, memenuhi, dan memuaskan kebutuhan konsumen. Tujuan Manajemen Pemasaran Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Pengnertian Manajemen produksi Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan Proses produksi meliputi : 1. Proses ekstraktif, contoh pertambangan batu bara, pertambangan timah. 2. Proses fabrikasi, contoh perusahaan mebel, perusahaan tas. 3. Proses analitik, contoh minyak bumi diproses menjadi bensin, solar dan kerosin. 4. Proses sintetik, contoh proses pembuatan obat, pengolahan baja. 5. Proses perakitan, contoh perusahaan televisi, perusahaan industry mobil dan motor. 6. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi, contoh lembaga konsultasi dalam bidang administrasi keuangan. Jenis-jenis proses produksi itu sangatlah banyak. Tetapi yang umum terdapat 2 jenis proses produksi yaitu : 1) Proses produksi terus-menerus (continuous processes) adalah suatu proses produksi yang mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan. 2) Proses produksi terputus-putus (intermitten processes) adalah suatu proses produksi dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya Fungsi manajemen 1. Perencanaan Perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya. 2. Menurut Schermerhorn, sekelompok Rekrutmen 1997 Rekrutmen (Recruitment) adalah proses penarikan kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan. 3. Seleksi Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya. Manajemen Keuangan Perusahaan Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan, dimana fungsi manajemen keuangan meliputi penghimpunan dan pendayagunaan dana. Karena itu, manajemen keuangan sering dipadamkan dengan manajemen aliran dana (Husnan, 1994; Anoraga dan Soegiastuti, 1996). Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan Manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-urahnya dan menggunakannya seefektif, seefisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (aloocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Meskipun tugas dan tanggungjawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi: keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan. (Weston dan Copeland, 1992:2) Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, pengenggaran, peeriksaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimilikioleh organisasi atau perusahaan. Peranan aspek keuangan biasanya sangat erat hubungannya dengan manajemen puncak pada struktur organisasi perusahaan, oleh karena itu keputusan-keputusan di bidang keuangan menentukan hidup matinya perusahaan.[1] 2. Fungsi Manajemen Keuangan Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen pada suatu perusahaan.tugas pokok Manajer keuangan adalah merencanakan untuk memperoleh dana menggunakan dana tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek, yaitu: a. Aspek yang pertama yaitu dalam perencanaan dan prakiraan, di mana manajer keuanagan harus bekerja sama dengan para manajer yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan. b. Aspek yang kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaannya, serta segala hal yang berkaitan dengannya. c. Aspek yang ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manjer lain diperusahaan agar perusahaan dapat beropersi seefisien mungkin. d. Aspek yang keempat menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal. Sumber : http://yahyadagu12.blogspot.com/2011/04/manajemen-operasional-ii-ruang-lingkup.htmlhttp:// xcontohmakalah.blogspot.com/2014/02/pengertian-dan-tujuan-pemasaran-menurut.htmlhttp:// id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_produksi http://kangobed.blogspot.com/2013/09/pengertian-dan-fungsi-manajemen.html http://okasatria.blogspot.com/2008/01/manajemen-produksi.html http://maryofrans.blogspot.co.id/2014/11/manajemenpemasaranproduksikeuangansdmo.html 9 November 2011 Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Badan Usaha Salah satu karakteristik yang penting dari badan usaha adalah manajemen yang baik. Jika suatu badan usaha dikelola dengan baik dapat meningkatkan kinerja badan usaha dan akan meningkatkan nilai badan usaha bagi para pemegang saham. Pengelolaan suatu badan usaha pada umumnya dilakukan oleh para manajer. Manajer ialah orang yang memimpin karyawan untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi dari para manajer bervariasi menurut tingkatan setiap di perusahaan. Dalam hal ini, jenjang atau tingkatan manajemen pada badan usaha besar biasanya terdapat tiga jenjang manajemen, yaitu sebagai berikut. 1. Manajemen puncak atau manajer senior (top management) memiliki posisi sebagai dewan direksi, direktur utama (CEO= Chief Executive Officer), serta pimpinan lainnya, seperti direktur keuangan dan direktur pemasaran. Adapun tugas dari manajemen puncak adalah membuat rencana umum badan usaha dan membuat keputusan-keputusan penting. 2. Manajemen menengah (midle management) memiliki posisi sebagai manajer pabrik atau manajer divisi. Oleh karena itu, para manajer menengah lebih banyak terlibat dalam kegiatan proses produksi dan bertanggung jawab atas keputusan-keputusan jangka pendek. Manajer menengah juga bertanggung jawab membuat rencana operasional untuk merealisasikan rencana umum dari manajer puncak. 3. Manajemen pengawasan atau supervisor garis pertama (lower management) memiliki posisi sebagai manajer kantor. Manajer pengawas bertugas sebagai pelaksana rencana yang dibuat oleh manajer menengah. Manajer pengawas juga bertanggung jawab untuk mengawasi kerja karyawan. Oleh karena itu, para manajer sangat terlibat dengan para karyawan yang melakukan proses produksi. Dalam mengelola badan usaha, para manajer melakukan fungsi manajemen. Klasifikasi dari fungsi-fungsi manajemen tersebut berbeda menurut beberapa ahli, di antaranya sebagai berikut. 1. a. b. c. d. George R. Terry, membagi fungsi manajemen menjadi: perencanaan (planning); pengorganisasian (organizing); pelaksanaan (actuating); pengendalian (controlling). Fungsi manajemen dari G. R. Terry biasa disingkat menjadi POAC. 2. a. b. c. d. e. Henry Fayol, membagi fungsi manajemen menjadi: perencanaan (planning); pengorganisasian (organizing); pemberian komando (commanding); pengoordinasian (coordinating); pengendalian (controlling). 3. a. b. c. d. e. Koontz dan O’Donnell, membagi fungsi manajemen menjadi: perencanaan (planning); pengorganisasian (organizing); penyusunan pegawai (staffing); pengarahan (directing); pengendalian (controlling). 4. James Stoner, membagi fungsi manajemen menjadi: a. perencanaan (planning); b. pengorganisasian (organizing); c. memimpin (leading); d. pengendalian (controlling). Walaupun fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli berbeda, namun sebenarnya isi dari fungsi manajemen tersebut sama. Perbedaan tersebut terletak pada sudut pandang dan fungsi pelaksanaannya. Berikut akan dijelaskan fungsi manajemen menurut James Stoner. 1. Perencanaan (Planning) Fungsi perencanaan merupakan fungsi terpenting dari fungsi manajemen sehingga harus dilakukan terlebih dahulu sebelum fungsi-fungsi manajemen ainnya. Dalam perencanaan, dilakukan pengambilan keputusan mengenai: a. apa yang akan dikerjakan; b. bagaimana pembagian kerjanya; c. kapan mengerjakannya; d. siapa yang akan mengerjakannya. Mengapa perencanaan penting bagi setiap badan usaha? Hal ini dikarenakan perencanaan merupakan persiapan bagi badan usaha untuk menghadapi kondisi bisnis dimasa depan. Masa depan tidak dapat dipastikan dan akan selalu berubah-ubah. Untuk dapat mengantisipasi perubahanperubahan tersebut, salah satunya adalah dengan membuat perencanaan. Berkaitan dengan rencana tersebut, dikenal adanya empat jenis rencana, yaitu sebagai berikut. a. Perencanaan strategis, merupakan rencana yang menggambarkan titik berat bisnis utama perusahaan untuk jangka panjang. Dalam rencana strategis, tercakup secara khas tujuan dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. b. Perencanaan taktis, merupakan rencana yang memiliki skala lebih kecil, misalnya untuk jangka waktu satu atau dua tahun. Rencana taktis mengacu pada rencana strategis yang telah dibuat. Rencanarencana taktis dibuat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang ada, tingkat persaingan, dan perkembangan teknologi. c. Perencanaan operasional, merupakan rencana mengenai cara-cara melaksanakan kegiatan tertentu supaya berjalan efektif dan efisien untuk mencapai rencana-rencana taktis. d. Perencanaan darurat, merupakan perencanaan alternatif yang dikembangkan untuk menghadapi berbagai perubahan kondisi bisnis dan berbagai masalah yang mungkin terjadi. Perencanaan yang baik menurut Heidjrachman Ranupandojo harus mengandung tujuh prinsip, yaitu: 1. rencana harus memiliki tujuan yang khas; 2. ada kegiatan yang diprioritaskan; 3. melibatkan semua orang; 4. perencanaan hendaknya telah diperhitungkan; 5. rencana harus selalu diperbaiki; 6. penanggung jawab perencanaan; 7. semua rencana selalu bersifat tentatif dan interim. 2. Pengorganisasian (Organizing) Fungsi pengorganisasian adalah kegiatan pengaturan para karyawan dan sumber-sumber lain dengan cara yang konsisten agar semua pekerjaan yang dilakukan terarah pada satu tujuan. Untuk itu, dalam pengorganisasian harus dibuat suatu struktur tugas dan wewenang demi mempermudah tercapainya hasil yang telah direncanakan. Dengan demikian, fungsi pengorganisasian menjembatani antara kegiatan perencanaan dan pelaksanaannya. Jika fungsi perencanaan me nentu kan apa (what) dan bagaimana (how), fungsi pengorganisasian me nentukan siapa (who), yaitu siapa yang akan mengerjakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Fungsi pengorganisasian terjadi secara berkesinambungan selama perusahaan masih berjalan. Selama berjalannya perusahaan dapat terjadi pe rubahan-perubahan dalam organisasi yang menyebabkan perubahan tugas dan pekerjaan para karyawan. Kondisi ini terjadi jika perusahaan melakukan restrukturisasi dalam operasi-operasi perusahaan. Jadi, pengorganisasian adalah usaha untuk menentukan struktur tugas dan wewenang, menentukan pekerjaan yang harus dilakukan, menentukan garis kegiatan, membentuk sejumlah hubungan di dalam organisasi dan memilih, menempatkan serta melatih karyawan. 3. Kepemimpinan (Leadership) Baik buruknya kinerja karyawan dipengaruhi oleh cara manajer memimpin karyawannya. Oleh karena itu, dalam memimpin harus dilakukan secara konsisten sejalan dengan rencana strategi perusahaan. Memimpin tidak hanya memberikan perintah penyelesaian suatu tugas, melainkan harus dibarengi dengan pemberian insentif agar tugas dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Fungsi kepemimpinan merupakan suatu proses memengaruhi kebiasan-kebiasan karyawan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengomunikasikan tugas kepada karyawan dan cara-cara penyelesaian tugas tersebut. Dalam hal ini, diperlukan adanya komunikasi yang efektif demi menunjang tercapainya sasaran bersama. Disamping itu, sikap dan contoh teladan dari pimpinan juga berpengaruh terhadap gairah kerja karyawan. Setiap manajer memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda dalam menjalankan roda organisasi. Secara umum, gaya kepemimpinan dapat digolongkan menjadi tiga gaya kepemimpinan, yaitu otokratis, bebas, dan demokratis. a. Otokratis (Authoritarian) Para manajer yang menerapkan gaya kepemimpinan otokratis, memiliki kekuasan penuh untuk mengambil keputusan. Kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab menjadi monopolinya. Perintah yang diberikan merupakan komando yang harus diikuti dan tidak boleh dibantah. Manajer seperti ini hampir tidak pernah memberikan kepercayaan kepada karyawannya. b. Bebas (Laissez Faire) Gaya kepemimpinan bebas (laissez faire) merupakan lawan ekstrim dari gaya kepemimpinan otokrasi. Manajer yang menerapkan gaya kepimpinan bebas, memberikan wewenang kepada para karyawannya. Dalam hal ini, hanya ada sedikit campur tangan dari para manajer. Misalnya, seorang manajer hanya menyampaikan sasaran-sasaran yang harus dicapai kepada karyawannya dan manajer memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk memilih cara dalam menyelesaikan sasaran-sasaran tersebut. Jika manajer menerapkan gaya kepemimpinan bebas, karyawan harus mampu memotivasi diri sendiri dalam melaksanakan tugasnya. c. Demokratis (Democratic) Gaya kepemimpinan demokratis disebut juga dengan gaya kepemimpinan partisipatif. Gaya kepemimpinan ini merupakan gabungan antara gaya kepemimpinan otokrasi dan laisssez faire. Gaya kepemimpinan demokratis membagi kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab kepada para karyawannya. Dalam manajemen partisipatif, manajer mendorong karyawannya untuk menyatakan pendapatnya, tetapi tidak mengharuskan untuk membuat keputusan yang besar. Berdasarkan hasil penelitian, gaya kepemimpinan partisipatif atau demokratis mampu memperbaiki mutu dan jumlah pekerjaan. 4. Pengawasan (Controlling) Fungsi pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh para manajer dalam mengawasi dan mengevaluasi hasil yang telah dicapai. Jadi, melalui fungsi pengawasan dapat diukur seberapa besar hasil yangtelah dicapai dibandingkan dengan hasil yang telah direncanakan. Dalam melakukan evaluasi tugas, para manajer dapat mengukur kinerja karyawan dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan. Standar dapat pula diterapkan pada jumlah produksi, jumlah biaya, jumlah keuntungan, dan jumlah penjualan. Alasan menentukan standar adalah untuk mendeteksi dan mengetahui kekurangan sehingga manajer dapat segera melakukan tindakan koreksi. Dengan demikian, fungsi pengawasan dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan. Fungsi pengawasan harus dilakukan pada setiap tahap sehingga mudah untuk melakukan perbaikan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan. Perbaikan yang harus dilakukan bisa sederhana, bisa pula menyangkut perubahan-perubahan besar. Misalnya, perubahan struktur dan menyusun rencana baru. Dari uraian tersebut, proses pengendalian akan mengikuti urutan pelaksanaan mulai dari menetapkan standar, melakukan pengukuran kinerja, dan mengoreksi penyimpangan. Pengawasan dalam kinerja manajemen perusahaan sangat dibutuhkan agar semua hal yang dilakukan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. diposkan oleh: http://mas-labbaika.blogspot.com/ atau http://masrukhin.tk/ untuk refreshing silakan kunjungi link berikut: http://mas-laroyba.blogspot.com/ You might also like: Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Badan Usaha CONTOH PROPOSAL PTK EKONOMI / AKUNTANSI Daftar 10 Gedung Pencakar Langit Tertinggi Sedunia KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN ORGANISASI PSB MAN PARON NGAWI Linkwithin Diposkan oleh Pak Mas di 09.49 http://mas-labbaika.blogspot.co.id/2011/11/fungsimanajemen-dalam-pengelolaan.html

Judul: Fungsi Badan Usaha Ilmu Ekonomi Perusahaan Peternakan

Oleh: Iswan Boonek


Ikuti kami