Makalah Pengatar Ilmu Ekonomi Uas.docx

Oleh Puti Annisa

255,4 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pengatar Ilmu Ekonomi Uas.docx

STUDI KASUS NAMA KELOMPOK : 1. 2. 3. 4. Gestina Nur Cahyani 18051023 Poeti Annisa Milleniasari 18051243 Nurul Hanifah 18051246 Melindasari 18051368 Kemiskinan merupakan suatu masalah yang sering terjadi di Indonesia sampai saat ini. Kemiskinan marak terjadi karena ekonomi dan kurangnya kesmpatan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa factor yang menyebabkan kemiskinan dapat dilihat dari rendahnya kualitas sumber daya manusia. Rendahnya sumber daya manusia juga mengakibatkan kualitas sumberdaya rendah pula, yang mengakibatkan rendahnya tingkat produktifikasi masyarakat. Rendahnya produktifitas mengakibatkan pendapatan masyarakat juga semakin rendah. Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan zaman dari tradisional menjadi modern untuk saat ini, tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami masyarakat seperti inflasi ,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Di tengah kesulitan krisis ekonomi yang telah menimpa Indonesia sekarang ini, dimana mencari nafkah sangat sulit, tingkat kemiskinan semakin meningkat, lapangan pekerjaan semakin sulit dan pengangguran merajalela. Membuat sebagian masyarakat kecil berfikir bagaimana caranya bertahan hidup. Dengan modal terbatas menjadikan orang memilih profesi sebagai pedagang kecil kecilan. Di setiap daerah, setiap kota dan setiap negeri mempunyai makanan ber ciri khas masingmasing ada yang makanan tradisional sampai makanan modern. Namun para konsumen sudah memiliki cita rasa yang berbeda sesuai lidah mereka masing-masing. Setiap daerah mempunyai makanan khas yang sudah menjadi tradisi mereka untuk mencari nafkah sehari-hari. Dengan tujuan kami melaksanakan tugas dari, kami mencari bahan untuk kami jadikan penelitian setelah beberapa kali ganti narasumber dan bahan kami memutuskan untuk meneliti pengusaha slondok di daerah kulon progo yang menurut kami disitulah terjadi masalah yang berkaitan pada bisnisnya. Di setiap daerah mempunyai makanan dan tradisi masing masing. Hingga sebuah makanan khas akan dijadikan oleh- oleh para konsumen dari berbagai daerah. Slondok merupakan makanan khas kulon progo yang terbuat dari ubi jalar. Yang dibuat dengan cara yang dulunya tradisional sampai sekarang sudah modern dengn alat dan mesin. Dan slondok juga sudah menjadi makanan khas dari kulon progo. Setelah kami memutari di suatu daerah kulon progo akhirnya kami memutuskan untuk melakukan observasi di daerah duwet kali bawang. Dari beberapa pengrajin slondok yang ada di desa tersebut kami mencoba untuk mencari-cari pengrajin yang cocok dengan kami dan kami memutuskan untuk melakukan observasi bersama Ibu suparti sebelum kami melakukan observasi kami ijin dulu dan ternyata beliau mau untuk kami ibservasi. Ibu suparti adalah ibu rumah tangga berumur 48 tahun dan suaminya bernama bapak mujiman berumur 49 tahun, mereka adalah salah satu pengrajin slondok yang cukup terkenal di desanya yang beralamat di Duwet II Rt.12/ Rw.32 Banjarharjo kalibawang kulonprogo. Mereka mempunyai 2 anak, anak pertama berumur 17 tahun, dan anak ke dua berumur 14 tahun. Suami ibu suparti juga bekerja sebagai petani mengurus sawah orang dan jika tidak ke sawah bapak mujiman membantu istrinya untuk membuat slondok. Ibu suparti sudah melakukan usaha pembuatan slondok ini selama kurang lebih 18 tahun dari tahun 2000 sampai sekarang tahun 2018. Modal awal ibu suparti dan pak Mujiman dalam menjadi pengrajin slondok adalah modal pribadi dengan modal sekitar Rp 1.000.000,00 juta.Awalnya pak Mujiman membuat slondok dengan cara manual. Awal membuka usaha ini mereka hanya menggunakan alat sederhana untuk membuat slondok hanya dengan penumbuk/ bisa dengan lesung dan di cetak menggunakan manual dan sampai sekarang usaha yang sedikit demi sedikit semakin berkembang mereka menggunakan mesin untuk proses pembuatan slondok. Mereka selama kurang lebih 18 tahun menjadi pengrajin slondok mereka hanya berdua saja membuatnya dan terkadang hanya keluarga dan anaknya yang membantunya. Seiring berjalannya waktu usaha itu pun mulai berkembang dan pak Mujiman harus memenuhi permintaan konsumen yang cukup lumayan. Dari banyaknya permintaan konsumen pak Mujiman harus meningkatkan prodiktivitas slondoknya dengan cara meminjam modal dari bank BRI dan koperasi. Pinjaman dari bank itu sendiri digunakan pak Mujiman untuk membeli mesin pencetak slondok. Harga satu mesin itu senilai Rp 5.000.000,00.Biasanya pak Mujiman membuat slondok sekitar satu kwintal, tetapi tidak setiap hari satu kwintal hanya saja kalau sedang banyak permintaan. Jika ada pekerjaan di sawah pak Mujiman tidak membuat slondok. Pak Mujiman tidak memiliki pekerjaan lain selain membuat slondok, hanya saja jika ada pekerjaan disawah pak Mujiman tidak membuat slondok. Kebetulan pak Mujiman membuat slondok bawang atau original. Cara pembuatan slondok pertama-tama singkong dikupas dan dipotong kecil-kecil dicuci setelah itu direbus. Bumbu yang sudah disiapkan seperti bawang,garam,ketumbar dihaluskan. Singkong yang sudah direbus di taruh di dalam lesung bersama dengan bumbu yang sudah dihaluskan tadi lalu ditumbuk sampai halus sehingga bumbu tercampur merata. Singkong yang sudah ditumbuk diangkat kemudian diangin-anginkan. Jika kualitas singkongnya jelek harus dijemur dahulu supaya bagus saat dicetak nantinya.Setelah itu adonan singkong bisa langsung dimasukan mesin pencetak. Tahap selanjutnya setelah selesai mencetak slondok lalu dijemur dibawah terik sinar matahri sekitar setengah hari tetapi jangan sampai terlalu kering.Selesai tahap penjemuran slondok langsung diangkat dan digoreng. Untuk bumbu slondok bawang itu sendiri dihaluskan lalu ditumis lalu di campurkan dengan slondok baru setelah itu bisa digoreng. Slondok digoreng dalam wajan besar yang berisi minyak goreng yang banyak.Ada cara lain untuk menjadikan slondok matang yaitu dengan di oven. Tetapi menurut pak Mujiman sendiri kalau slondok di oven itu rasanya akan beda begitupun dengan hasilnya.Karena di oven itu merupakan pemanasan dengan cara seperti pemanggangan tentu beda jika dengan menggoreng. Rasanya nanti pun tidak gurih dan renyah. Jika cuaca sedang tidak mendukung atau hujan biasanya di keringkan dengan api atau menunggu kering dengan di angina anginkan. Bahan baku slondok pak Mujiman tidaklah dari hasil sendiri melainkan harus membelinya dulu di pasar tradisional. Jika singkong sedang langka terkadang harganya menjadi melonjak itu yang dikeluhkan pak Mujiman. slondok buatan pak mujiwan sendiri telah memiliki ijin dari dinas kesehatan jadi konsumen tidak perlu khawatir dengan masalah perizinan tetapi slondok buatan pak mujiwan ini belum mempunyai label nama sendiri hanya tercantum tulisan gurih,renyah,enak,pada kemasannya. Setiap harinya pak mujiwan dan ibu suparti mengolah 1 kwintal singkong dengan total modal sekitar 1 juta sekali produksi. pak mujiwan mendapatkan untung bersih dari penjualan sekitar 100 ribu,1 kg slondok dihargai 20 ribu oleh beliau, slondok buatannya dijual kepengepul,dan slondok buatan pak mujiwan banyak terdapat di pasar atau warung-warung. Pak mujiwan dengan ibu suparti ini mempunyai tanggungan dua orang anak yang masih bersekolah,anak pertamanya kelas 2 SMA dan anak keduanya kelas 1 SMP. Penghasilan dari slondok itu sendiri digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Pendapatan bersihnya sekitar seratus ribu rupiah.Dijual per kg nya dengan harga Rp 20.000,00.Slondok yang sudah jadi di jual ke tengkulak atau dititipkan diwarung.Pak mujiman tidak mengemas slondoknya sendiri melainkan biasanya pembeli membelinya dalam bentuk kiloan dan juga bila ada rasa seperti balado dan sebagainya itu merupakan slondok yang sudah pak mujiman jual. Permintaan slondok pun tidak selalu naik hanya sesekali saja.Apalagi sekarang sudah banyak jajanan modern dan unik-unik yang tentu banyak disukai masyarakat sekitar.Permintaan slondok akan naik Bila tahun baru datang, begitupun dengan lebaran.Seperti yang dikatakan pak Mujiman jika lebaran saja 20 kwintal tidak cukup hanya untuk keluarga pak Mujiman. Hal itu karena biasanya di masa lebaran slondok dijadikan oleh-oleh untuk sanak saudara yang jauh.Pengrajin di Kalibawang memang tak hanya pak Mujiman namun ada banyak. Namun walaupun banyak pak Mujiman merasa tidak terlalu ada persaingan yang sengit karena dari masing-masing konsumen sudah memiliki langganan sendiri.Kemarin ketika saya dan kelompok presentasi lapangan di sana banyak slondok yang sedang di jemur dan cuacanya pun mendung.Kami mencicipi slondok pak Mujiman dan rasanya gurih dan renyah seperti judul di papan depan rumah pak Mujiman yaitu slondok gurih.Slondok merupakan satu-satunya mata pencaharian pak Mujiman dan istrinya selain beliau pergi ke sawah. Dari banyaknya pengrajin slondok di desa duwet ini mereka sudah memiliki ciri khas dan rasa masing-masing. Mereka tidak merasa tersaingi karena sudah memiliki langaanan sendiri sendiri. Para konsumen juga sudah memiliki cita rasa masing masing. Kebanyakan dari mereka pengrajin slondok hanya memasarkan dan menjualnya kepada pengepul,dan tidak mereka jualkan sendiri dengan kemasan sendiri. Mereka juga tidak mengenal pemasaran dengan metode online atau social media. Mereka juga banyak yang belum mempunyai merek slondok itu menurut kami jika mereka mbelum mempunyai label dan merek dikemasan mereka maka produk mereka juga akan susah ditemui karena banyaknya pengrajin slondok disana yang beragam rasa khas sendiri sendiri. Kata ibu suparti dan bapak mujiman mereka dulunya sudah mempunyai paguyuban yang anggotanya pengrajin slondok itu, yang sudah berjalan dengan lancer dan mempunyai berbagai kegiatan seperti arisan dll. karena anggotanya sudah berkurang dan ketuanya sendiri sudah tidak tinggal disini maka paguyuban mereka terganggu dan bisa dibilang bubar. Dan sekarang mereka tidak mempunyai paguyuban dan komunikasi dan informasi sesame pengrajin slondok juga semakin berkurang. Dengan keadaan cuaca yang tidak pasti kadang panas dan kadang hujan mereka juga kesusahan untuk mengolah slondok itu, karena slondok diproses menggunakan sinar matahari, dan jika tidak ada panas maka slondok akan lama mengering dan akan jelek ketika di goreng. Dan jika mereka menggunakan metode oven slondok mereka menjadi tidak bagus. Dari masalah yang mereka hadapi saat ini, kami dapat menangkap beberapa hal dan kami mengajukan beberapa solusi untuk mereka, sebagai berikut: 1. Para pengusaha slondok membuat lagi suatu perkumpulan atau paguyuban dan dikembangkan lagi yang sebelumnya belum sempurna, setelah itu dilaporkan kepala desa dan diajukan kepada kecamatan kalibawang. Dan usulan itu akan dijadikan bahan untuk pendataan para pengusaha slondok. Usulan tersebut juga membutuhkan inisiatif dari para pengusaha karena jika tidak ada masukan atau usulan nasib tidak akan ada perubahan dan pemerintah tidak akan mengetahui keberadaan para pengusaha slondok tersebut. Usulan tersebut juga bisa berguna untuk mengusulkan mendapatkan bantuan pembiyayaan atau modal misalkan dari PNPM Mandiri. Dan modal itu bisa mereka gunakan untuk mengembangkan usaha mereka. (Dengan adanya paguyuban yang dibentuk maka diharapkan para pengusaha slondok membentuk kepengurusan yang bisa di percaya untuk mengatur dan menjaga kerja sama antar pengusaha slondok. Jika mereka sudah mempunyai anggota dan pengurus maka tinggal diajukan lagi kepada anggota pengurusnya itu jika mau dibuat kepengurusan lagi maka, Langkah :  Mengumpulkan para pengusaha slondok untuk melakukan diskusi tentang keinginan dan tujuan dibentuknya paguyuban.  Memberikan pengarahan kepada para pengusaha slondok bagaimana pentingnya didirikan paguyuban karena melalui paguyuban ide-ide dapat disampaikan dan permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara musyawarah. Paguyuban ini juga berfungsi sebagai jembatan dari pengusaha ke pemerintah untuk mendapatkan perhatian dan bantuan modal pembiyaan, karena modal disini merupakan masalah yang penting bagi setiap pelaku ekonomi. Manfaat didirikannya paguyuban:      Memutuskan masalah dan menyelesaikan masalah dengan seksama tanpa adanya konflik atau perdebatan antara kedua pihak. Melakukan kegiatan yang bermanfaat bersama pengrajin slondok,seperti piknik bersama untuk meningkatkan komunikasi mereka, membuat pengajian, arisan dan sebagainya. Menjadikan mereka sejahtera walaupun tetap ada persaingan diantara mereka yang tidak mereka tau tetapi setidaknya bisa membuat mereka kompak dalam menghadapi masalah. Menciptakan solidaritas yang tinggi untuk mereka saling bantu membantu sesama lain. Jika terjadi kerugian karena cuaca mereka bisa memutuskan bagaimana baiknya untuk usaha mereka. 2. Para pedagang harus aktif dalam berpartisipasi karena dapat dijadikan acuan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan baik untuk meningkatkan penjualan maupun untuk segi kemasan,sehingga pendapatan dan taraf perekonomian menjadi lebih baik. Inovasi produk kemasan sangat menarik minat konsumen untuk membeli produknya, karena sebagian besar orang berpandangan bahwa slondok merupakan makanan yang hanya terjual di desa aja. Inovasi produk dapat dapatdilakukan dengan cara membuat berbagai macam rasa yang ditawarkan sangat mempengaruhi minat para pembeli dan membuat mereka ketagihan untuk membeli lagi, dan untuk kemasan yang sebelumnya hanya plastik bisa ditambahkan dengan label atau bisa juga dengan toples agar tambah menarik dan tidak kalah saing dengan supermarket lainnya. Label berguna untuk mempermudah konsumen mengetahui alamat dan kualitas slondok mereka. Sebelum membuat label mereka harus membuat surat pengajuan ke BPOM terlebih dahulu. 3. Setelah membentuk paguyuban maka akan ada pemasaran produk disini kami akan mengusulkan pemasaran produk menggunakan sistem modern yaitu sosial media dan bisa mengikuti bazar. kepuasan pelanggan adalah salah satu utama dalam memasarkan produk, perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibanding dengan harapannya. Maka dari itu memasarkan produk dengan menggunakan sosial media akan lebih efektif jika tersebar di seluruh dunia dan dengan kata-kata yang lebih menarik maka akan banyak orang yang penasaran dan mencicipi produk kita. Dan sebelum melakukan pemasaran maka di teliti terlebih dahulu jika ada yang kurang maka bisa lagi diperbaiki sampai benar benar layak untuk tersebar diseluruh dunia. Setelah melakukan pemasaran produk maka bisa memberikan discount atau buy 1 free 1 agar konsumen lebih tertarik dengan produk kita. 4. Membuat lahan khusus untuk pengeringan slondok yang bersifat umum, dijadikan satu agar proses pengeringan slondok lebih baik, dan jika bisa lahan tersebut dibuat dengan jauh dari kendaraan agar tidak tercemar udara kotor. Dan juga bisa menggunakan plastic atau ditutup plastic sekelilingnya. Dan lahan tersebut hanya boleh untuk menjemur slondok. 5. Menanam sendiri ubi dan bahan pokok agar lebih murah dan menghemat biaya. Tidak usah bersamaan dengan pengrajin yang lain tetapi setiap pengrajin jika mempunyai lahan sawah lebih baik di tanami ubi jalar untuk modal bahan pokok mereka. - Gestina Nur Cahyani 18051023 “Mendung untuk pengrajin slondok” Di tengah kesulitan krisis ekonomi yang telah menimpa Indonesia sekarang ini, dimana mencari nafkah sangat sulit, tingkat kemiskinan semakin meningkat, lapangan pekerjaan semakin sulit dan pengangguran merajalela. Membuat sebagian masyarakat kecil berfikir bagaimana caranya bertahan hidup. Dengan modal terbatas menjadikan orang memilih profesi sebagai pedagang dan pengusaha kecil kecilan. Dengan tujuan kami melaksanakan tugas, kami mencari bahan untuk kami jadikan penelitian setelah beberapa kali ganti narasumber dan bahan kami memutuskan untuk meneliti pengusaha slondok di daerah kulon progo. Apakah kalian tahu slondok? Yaa slondok adalah makanan yang terbuat dari singkong,slondok merupakan jajanan khas Kabupaten kulon progo. Slondok merupakan makanan khas kulon progo yang terbuat dari bahan singkong.Slondok disana sangat terasa enaknya dan beda dari yang lain karena cara pembuatannya masih menjaga keaslian dan tradisinya terdapat banyak pusat oleholeh yang menyediakan jajanan slondok tersebut.peminatnya pun cukup banyak dari kalangan wisatawan yang berkunjung ke kulon progo dan sekitarnya.slodok pun berbanyacam-macam rasanya ada slondok bawang,slondok balado,pedas,keju dll.nah ngomong-tentang slondok, beberapa waktu lalu saya bersama teman kelompok saya mengadakan observasi dengan seorang pengrajin slondok yang berada di desa Duwet ll rt 72/ rw 32 banjarharjo kalibawang ,kulon progo.pengrajin tersebut bernama bapak mujiman dan ibu suparti,bapak mujiman yang berumur 49 tahun dan istrinya 48 tahun.sepasang suami istri tersebut bekerja sama dalam membuat slondok tanpa dibantu oleh satu pekerja pun.sungguh perjuangan yang sangat mengiris hati untuk mencari rupiah demi rupiah. Usaha bapak mujiman dan istrinya ini dimulai pada awal tahun 2000 sampai sekarang 2018.tentunya beliau telah mengalami pasang surut dalam usahanya ini.untuk melakukan usaha tersebut pak mujiaman awalnya menggunakan modal pribadi yang kemudian usahanya mulai berkembang dan pastinya modal pribadi saja tidak cukup.kemudian beliau meminjam modal uang ke bank dan koperasi .untuk membeli mesin penggiling singkong,harga satu mesin yaitu Rp 5000.000 dan sekarang beliau telah memiliki 2 mesin penggiling adonan singkong atau biasa disebut getuk. Sungguh memilukan dalam setiap pembuatan slondok yang biasanya bapak mujiman dan ibu suparti mengolah 1 kwintal singkong yang sudah dikupas.singkong untuk membuat slondok ini bukan didapatkan bapak mujiman dari hasil kebunnya sendiri,melainkan membeli dari petani singkong yang sudah menjadi langganan beliau.jika singkong mulai langka dan susah dicari pasti harga singkong naik.hal itu yang membuat pak mujiman dan ibu suparti kebingungan. Pak mujiman dan ibu suparti hanya menghasilkan keuntungan Rp 100.000 dari 1 kwintal singkong yang telah dibuatnya menjadi slondok.tidak sebanding bukan dengan proses pembuatan yang memakan waktu lama dan membutuhkan tenaga yang besar dimulai dari pengupasan singkong,memotongnya hingga kecil lalu mencucinya yang kemudian direbus hingga matang.itu hanya tahap awalnya saja masih ada tahap-tahap selanjutnya yaitu singkong yang sudah direbus matang kemudian ditumbuk menggunakan lesung dan ditaburi bumbu.bumbu dasarnya terdiri dari garam,bawang putih dan ketumbar yang dihaluskan,kemudian diaduk sampai bumbu tercampur merata.setelah tercampur merata singkong yang telah ditumbuk atau biasa disebut dengan getuk ini didinginkan beberapa saat.setelah itu baru kemudian singkong digiling menggunakan mesin penggiling agar halus,kemudian adonan diangin-anginkan agar berkurang kadar airnya.baru setelah itu adonan singkong dimasukan mesin pencetak lalu diangin-anginkan lagi.setelah diangin-anginkan kemudian singkong dijemur dibawah sinar matahari sekitar ½ hari jika panas sedang baik.jika mendung slondok yang dibuat pak mujiman akan rusakdan pak mujiman akan rugi.bapak mujiman sendiri pernah mencoba mengeringkan slondok buatannya dengan menggunakan oven tetapi,tidak efektif.setelah slondok kering,kemudian slondok bisa digoreng. Bapak mujiman tidak menjual slondok buatannya sendiri melainkan memalui pengepul yang biasa membeli slondok kepada beliau.1 kg slondok dihargai Rp 20.000 oleh pak mujiman,sungguh tidak sebanding dengan proses yang dilaui beliau.bapak mujiman dengan istrinya pernah mencoba menjualnya ke sebuah supermarket tetapi,slondok buatan pak mujiman kurang begitu laku dibanding produk makanan lain yang lebih menarik.jadi pak mujiman berheti menjual slondoknya di minimarket.usaha slondok pak mujiman ini sudah tercatat oleh pemerintah sebagai rumah industri tetapi slondok buatan pak mujiman ini belum memiliki sertifikat dari dinas kesehatan.nahh bapak mujiman juga belum memeiliki label nama sendiri, hanya tertera tulisan gurih,renyah,enak pada kemasannya. Bapak mujiman dan ibu suparti mempunyai 2 anak yang masih bersekolah di bangku SMA dan SMP.jadi penghasilan Rp 100.000 per harinya menurut saya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menyekolahkan anak-anaknya. Bapak mujiman dan ibu suparti bercerita kepada kami,kalau kadang pak mujiman sendiri yang mengantarkan slondok buatannya ke warung” dan kepada pengepul yang memesan slondoknya.jika pak mujiman dan bu suparti tidak memproduksi slondok biasanya bapak mujiman pergi kesawah untuk bertani,dan ada kepentingan lain yang mana abapak mujiman dan ibu suparti libur untuk membuat slondok. Setelah saya dan teman-teman selesai bertannya” dengan bapak mujiman dan ibu suparti,kami menyudahi kunjungan kami pada hari itu dan juga waktu itu bersamaan dengan ibu suparti akan pergi arisan.setelah berpamitan saya dan teman-teman menyempatkan untuk berfoto didepan rumah pak mujiman yang terdapat papan namanya.kami pun pulang dan setelah dari tempat bapak mujiman kami memulai menyusun artikel dari bahan-bahan yang telah dikumpulkan dari bapak mujiman dan ibu suparti. RUMUSAN MASALAH Bapak mujiman biasanya mengalami kesulitan jika bahan baku utama pembuatan slondok yaitu singkong mengalami kelangkaan dan harganya mahal Bapak mujiman belum memiliki label nama sendiri agar dapat lebih mengenal slondok buatan bapak mujiman dan ibu suparti. Bapak mujiman dan ibu suparti hanya bekerja berdua dan membutuhkan orang untuk membantu mebuat slondok. Jika mendung atau hujan bapak mujiman mengalami kesulitan karena slondok tidak kering maka slondok akan rusak dan bapak mujiman akan mengalami kerugian. Bapak mujiman kekurangan modal untuk mebeli plastik atau grenjeng yang digunakan untuk alternativ jika cuaca mendung atau hujan. Kemarin tanggal 24 desember 2018 saya dan teman-teman saya kembali berkunjung kerumah bapak mujiman untuk melakukan presentasi lapangan dengan beliau mengenai solusi dari berbagai permasalahan yang dialami bapak mujiman dan ibu suparti dan mencakup pemroduksi slodok lainya.sore itu sekitar jam 14.00 saya dan teman-teman berkunjung kerumah pak mujiman.sesampainya disana saya dan teman-teman meminta izin dan langsung berpresentasi didepan pak mujiman dan ibu suparti.kami memberikan solusi tentang masalah-masalah yang dialami bapak mujiman selama memproduksi slondok.bapak mujiman dan ibu suparti tidak keberatan dan menerima saran dan solusi dari kami.salah satu solusi dari kami adalah untuk membuat paguyuban untuk tempat berkumpulnya para pembuat slondok,dan bapak mujiman pun menceritakan kalau dulu sudah ada paguyuban yang sudah berjalan selama beberapa taun tetapi akhirnya bubar.dan kami pun menanyakan apakah paguyuban itu sekarang masih bisa dilanjutkan lagi atau tidak dan bapak mujiman menjawab tidak karena ketua dari paguyuban tersebut sudah tidak ada lagi.nahhh bapak mujiman juga menceritakan kalau didesa duwet ll ada beberapa pengrajin slondok selain dirinya dan kami pun bertanya Apakah bapak tidak merasa tersaingi dengan pengrajin slondok lainnya? Dan bapak mujiman menjawab Tidak karena kami sudah memiliki pelanggan sendiri-sendiri.. begitu katanya ditengah-tengah presentasi datang lah seorang pembeli untuk membeli slondok bawang buatan pak mujiman.pembeli itu membeli sekitar 3 kg slondok bawang.dan disana kami juga dipersilahkan mencicipi slondok bawang buatan pak mujiman yang rasanya gurih,asin,renyah enak dan cocok sekali untuk dijadikan camilan. Setelah kami menyampaikan saran dan solusi kepada bapak mujiman dan telah diterima dengan baik.kami menutup presentasi pada hari itu dan kami sangat berterimakasih kepada bapak mujiman dan ibu suparti yang telah bersedia untuk menjadi subjek observasi dan meluangkan waktunya untuk mendengarkan saran dan solusi dari kami.setelah kami berpamitan kami di beri slondok bawang gratis oleh pak mujiman dan ibu suparti.sebelum kami pulang kami menyempatkan mengambil gambar didepan rumah pak mujiman dan kebetulan waktu itu mendung dan bapak mujiman mengangkat jemuran slondoknya. SOLUSI 1. Para pengusaha slondok membuat suatu perkumpulan atau paguyuban setelah itu dilaporkan kepala desa dan diajukan kepada kecamatan kalibawang. Dan usulan itu akan dijadikan bahan untuk pendataan para pengusaha slondok. Usulan tersebut juga membutuhkan inisiatif dari para pengusaha karena jika tidak ada masukan atau usulan nasib tidak akan ada perubahan dan pemerintah tidak akan mengetahuikeberadaan para pengusaha slondok tersebut. Usulan tersebut juga bisa berguna untuk mengusulkan mendapatkan bantuan pembiyayaan atau modal misalkan dari PNPM Mandiri. (dengan adanya paguyuban yang dibentuk maka diharapkan para pengusaha slondok membentuk kepengurusan yang bisa di percaya untuk mengatur dan menjaga kerja sama antar pengusaha slondok. Langkah : • Mengumpulkan para pengusaha slondok untuk melakukan diskusi tentang keinginan dan tujuan dibentuknya paguyuban. • Memberikan pengarahan kepada para pengusaha slondok bagaimana pentingnya didirikan paguyuban karena melalui paguyuban ide-ide dapat disampaikan dan permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara musyawarah. Paguyuban ini juga berfungsi sebagai jembatan dari pengusaha ke pemerintah untuk mendapatkan perhatian dan bantuan modal pembiyaan, karena modal disini merupakan masalah yang penting bagi setiap pelaku ekonomi. 2. Para pedagang harus aktif dalam berpartisipasi karena dapat dijadikan acuan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan baik untuk meningkatkan penjualan maupun untuk segi kemasan,sehingga pendapatan dan taraf perekonomian menjadi lebih baik. Inovasi produk kemasan sangat menarik minat konsumen untuk membeli produknya, karena sebagian besar orang berpandangan bahwa slondok merupakan makanan yang hanya terjual di desa aja. Inovasi produk dapat dapatdilakukan dengan cara membuat berbagai macam rasa yang ditawarkan sangat mempengaruhi minat para pembeli dan membuat mereka ketagihan untuk membeli lagi, dan untuk kemasan yang sebelumnya hanya plastik bisa ditambahkan dengan label atau bisa juga dengan toples agar tambah menarik dan tidak kalah saing dengan supermarket lainnya. 3. Setelah membentuk paguyuban maka akan ada pemasaran produk disini kami akan mengusulkan pemasaran produk menggunakan sistem modern yaitu sosial media dan bisa mengikuti bazar. kepuasan pelanggan adalah salah satu utama dalam memasarkan produk, perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibanding dengan harapannya. Maka dari itu memasarkan produk dengan menggunakan sosial media akan lebih efektif jika tersebar di seluruh dunia dan dengan kata-kata yang lebih menarik makan akan banyak orang yang penasaran dan mencicipi produk kita. Dan sebelum melakukan pemasaran maka di teliti terlebih dahulu jika ada yang kurang maka bisa lagi diperbaiki sampai benar benar layak untuk tersebar diseluruh dunia. 4. Sebaiknya bapak mujiman meminjam kekoperasi atau ke bank untuk membeli plastik atau grenjeng untuk alternativ kalau cuaca sedang mendung atau hujan untuk menutup atau membuat atap disekitar penjemuran slondoknya. KESIMPULAN Kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi oleh suatu Negara terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Masalah kemiskinan merupakan suatu yang kompleks, baik dilihat dari penyebabnya maupun dari ukurannya. Hal ini disebabkan kemiskinan bersifat mulidimensional, artinya kemiskinan menyangkut seluruh dimensi kebutuhan manusia yang sifatnya beragam. Selain itu, dimensi kebutuhan manusia yang beraneka ragam itupun saling terkait satu dengan yang lainnya.Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan,dimana masing-masing faktor saling berkaitan dan memiliki hubungan sebab akibat. Rendahnya kualitas sumber daya manusia mengakibatkan kualitas kehidupan masyarakat yang rendah pula yang selanjutnya mengakibatkan rendahnya tingkat produktifitas masyarakat. Rendahnya produktifitas akan berakibat pada rendahnya pendapatan masyarakat,sehingga akumulasi tabungan masyarakat juga akan rendah Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami masyarakat seperti inflasi ,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan,adat istiadat,bahasa daerah, dan kuliner masakannya. Banyak masyarakat di indoneia yang menggunakan bahan makanan tradisional sebagai bahan untuk usaha. Seperti ubi jalar atau ketela pohon, ketela pohon merupakan bahan makanan yang banyak dionsumsi masyarakat indonesia sebagai makanan sehari hari. Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu ekonomi secara terusmenerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami masyarakat seperti inflasi ,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Seperti kisah hidup bapak mujiman yang tinggal di desa Duwet ll rt 72/ rw 32 banjarharjo kalibawang ,kulon progo.kami bisa mengambil kesimpulan bahwa,permasalahan perekonomian di indonesia ini belum dapat teratasi secara keseluruhan,karena masih terdapat banyak masyarakat indonesia yang mengalami kekurangan dan kemiskinan.seperti bapak mujiman mencari nafkah untuk keluarganya dan untuk menyekolahkan anaknya.dengan membuat usaha pembuatan slondok bawang yang telah ditekuninya dari awal tahun 2000 sampai sekarang yang telah berjalan 19 tahun lamanya.bapak mujiman menjadi salah satu dari banyak pengrajin slondok yang ada di kulon progo yang mengalami kemiskinan.disebabkan oleh tingkat pendidikan yang masih rendah,pengetahuan yang belum luas,dan tingkat SDM yang rendah.seperti bapak mujiman,beliau hanya berdua dalam membuat slondok dan menjualnya ke pengepul 1 kg slondok dihargai Rp 20.000,00 ribu dan beliau hanya mendapatkan untung bersih sekitar Rp 100.000,00 ribu.dengan modal untuk sekali pembuatan slondok mencapai Rp 1000.000,00.keuntungan yang didapatkan beliau tentunya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membiayai sekolah kedua anaknya yang masih bersekolah di bangku SMA dan SMP. - Melindasari 18051368 Kota Magelang memiliki sejarah panjang dan menarik. Magelang merupakan kota tertua kedua di Indonesia. Selain karena letaknya yang strategis, udara di Magelang juga nyaman serta memiliki pemandangan indah. Termasuk saat mengunjungi kota Magelang, kota kecil yang dikelilingi gugusan pegunungan. Dalam bidang ekonomi pun kota Magelang menjadi juara kategori kota cerdas ekonomi.Dari aspek penilaian masyarakat mendapat nilai tertinggi dari 15 kota yang masuk nominasi tersebut. Sebuah kota dianggap menerapkan kota cerdas dalam perekonomian apabila kota tersebut ditopang oleh perekonomian yang berjalan dengan baik, termasuk kegiatan industry, memaksimalkan sumber daya.Utamanya manusia sebagai aset dan faktor penggerak ekonominya. Adapun indikator penilaian yang digunakan yaitu seperti kelengkapan sarana ekonomi, pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, peningkatan PAD, kegiatan industri, sumber daya alam, serta SDM dan tingkat pendidikannya. Walaupun kota Magelang mendapat penghargaan sebagai kota cerdas dan ekonomi namun tentunya tidak semua sudah sejahtera. Tingkat kemiskinan di Magelang hingga kini dinilai masih tinggi. Meskipun ada penurunan tingkat kemiskinan bupati magelang yaitu Zaenal Arifin masih beruapaya keras untuk terus menurunkan angka kemiskinan tersebut. Terlebih terjadi permasalahan data yang menjadi persoalan pokok dalam penanganan kemiskinan ini. Ia mengatakan perlu adanya data akurat yang benar-benar menggambarkan realita di lapangan. Zaenal pun mematok target agar angka kemiskinan ini sebisa mungkin dapat dikurangi sebesar satu persen setiap tahunnya dalam lima tahun kedepan. Maka tahun ke depan angka kemisinan dapat turun di angka enam persen.Terlepas dari masalah ekonomi di kota Magelang hal menarik untuk dikupas adalah wisata kuliner menjadi salah satu agenda wajib ketika kita berkunjung disuatu daerah tersebut.Termasuk saat mengunjungi kota Magelang, kota kecil yang dikelilingi gugusan pegunungan.Sebagai sebuah dataran tinggi, cuaca di Magelang sangat sejuk Dan tentunya membuat kita ingin ngemil terus sambil bersantai dirumah atau sambil menonton tv bersama keluarga. Makanya wajib banget untuk datang ke kota ini karena terdapat banyak kuliner dan jajanan yang sangat menarik.Kebetulan teman saya lahir dan tumbuh di Magelang. Rumahnya tidak di Magelang kota namun terletak di antara perbatasan Magelang dan Jogja yaitu tepatnya di Desa Blaburan yang melwati jembatan gantung.Namun sekarang jembatan gantungnya sedang rusak dan sedang diperbaiki . Jadi bisa dikatakan ia lebih dekat bila ke Jogja daripada ke Magelang kota. ada yang asalnya dari Magelang.Waktu itu saya dan teman-teman pun berkunjung ke rumah teman saya yang di Magelang untuk mencari subjek yang akan kami jadikan sebagai studi kasus. Di situ sangat terkenal jajanan bernama slondok yang sudah sejak lama menjadi ciri khas kota tersebut. Kemarin ketika saya dan teman-teman presentasi lapangan saat itu sedang musim hujan dan beberapa hari belakangan di siang hari sering hujan. Di sana banyak slondok yang sedang di jemur dan cuacanya pun mendung.Kami mencicipi slondok pak Mujiman dan rasanya gurih dan renyah seperti judul di papan depan rumah pak Mujiman yaitu slondok gurih dan renyah Slondok merupakan makanan khas Magelang yang terbuat dari bahan singkong. Slondok Magelang sangat terasa enaknya dan beda dari yang lain karena cara pembuatannya masih menjaga keaslian dan tradisinya.Kini ada berbagai variasi slondok seperti slondok balado,slondok bawang atau original dan slondok pedas.Hari itu kami melakukan observasi ke daerah Duwet II Rt 72 Rw 32 Banjarharjo Kalibawang Magelang tepatnya di rumah pak Mujiman pengrajin slondok. Pak Mujiman tinggal bersama istri dan dua anaknya. Dalam membuat slondok pak Mujiman tidak dibantu pekerja atau sebagainya hanya dibantu istrinya yaitu Bu Suparti dan terkadang anaknya pun ikut serta membantu.Anak pak Mujiman sendiri laki-laki dan perempuan. Anak laki laki baru Sma dan yang perempuan masih Smp. Mereka sudah lama menjadi pengrajin slondok sudah berkisar sekitar delapan tahunan. Modal awal pak Mujiman dalam menjadi pengrajin slondok adalah modal pribadi dengan modal sekitar Rp 1.000.000,00 juta.Awalnya pak Mujiman membuat slondok dengan cara manual. Seiring berjalannya waktu usaha itu pun mulai berkembang dan pak Mujiman harus memenuhi permintaan konsumen yang cukup lumayan. Dari banyaknya permintaan konsumen pak Mujiman harus meningkatkan prodiktivitas slondoknya dengan cara meminjam modal dari bank BRI dan koperasi. Pinjaman dari bank itu sendiri digunakan pak Mujiman untuk membeli mesin pencetak slondok. Harga satu mesin itu senilai Rp 5.000.000,00. Biasanya pak Mujiman membuat slondok sekitar satu kwintal, tetapi tidak setiap hari satu kwintal hanya saja kalau sedang banyak permintaan.Jika ada pekerjaan di sawah pak Mujiman tidak membuat slondok. Pak Mujiman tidak memiliki pekerjaan lain selain membuat slondok, hanya saja jika ada pekerjaan disawah pak Mujiman tidak membuat slondok. Kebetulan pak Mujiman membuat slondok bawang atau original. Cara pembuatan slondok pertama-tama singkong dikupas dan dipotong kecil-kecil dicuci setelah itu direbus. Bumbu yang sudah disiapkan seperti bawang,garam,ketumbar dihaluskan.Singkong yang sudah direbus di taruh di dalam lesung bersama dengan bumbu yang sudah dihaluskan tadi lalu ditumbuk sampai halus sehingga bumbu tercampur merata. Singkong yang sudah ditumbuk diangkat kemudian diangin-anginkan. Jika kualitas singkongnya jelek harus dijemur dahulu supaya bagus saat dicetak nantinya. Setelah itu adonan singkong bisa langsung dimasukan mesin pencetak. Tahap selanjutnya setelah selesai mencetak slondok lalu dijemur dibawah terik sinar matahri sekitar setengah hari tetapi jangan sampai terlalu kering. Selesai tahap penjemuran slondok langsung diangkat dan digoreng. Untuk bumbu slondok bawang itu sendiri dihaluskan lalu ditumis lalu di campurkan dengan slondok baru setelah itu bisa digoreng. Slondok digoreng dalam wajan besar yang berisi minyak goring yang banyak. Dengan keadaan cuaca yang tidak pasti kadang panas dan kadang hujan mereka juga kesusahan untuk mengolah slondok itu, karena slondok diproses menggunakan sinar matahari, dan jika tidak ada panas maka slondok akan lama mengering dan akan jelek ketika di goreng. Dan jika mereka menggunakan metode oven slondok mereka menjadi tidak bagus. Tetapi menurut pak Mujiman sendiri kalau slondok di oven itu rasanya akan beda begitupun dengan hasilnya. Karena di oven itu merupakan pemanasan dengan cara seperti pemanggangan tentu beda jika dengan menggoreng.Rasanya nanti pun tidak gurih dan renyah. Jika cuaca sedang tidak mendukung atau hujan biasanya di keringkan dengan api atau menunggu kering dengan di angina anginkan. Bahan baku slondok pak Mujiman tidaklah dari hasil sendiri melainkan harus membelinya dulu di pasar tradisional. Jika singkong sedang langka terkadang harganya menjadi melonjak itu yang dikeluhkan pak Mujiman. Penghasilan dari slondok itu sendiri digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Pendapatan bersihnya sekitar seratus ribu rupiah.Dijual per kg nya dengan harga Rp 20.000,00.Slondok yang sudah jadi di jual ke tengkulak atau dititipkan diwarung.Pak mujiman tidak mengemas slondoknya sendiri melainkan biasanya pembeli membelinya dalam bentuk kiloan dan juga bila ada rasa seperti balado dan sebagainya itu merupakan slondok yang sudah pak mujiman jual. Permintaan slondok pun tidak selalu naik hanya sesekali saja.Apalagi sekarang sudah banyak jajanan modern dan unik-unik yang tentu banyak disukai masyarakat sekitar.Permintaan slondok akan naik Bila tahun baru datang, begitupun dengan lebaran.Seperti yang dikatakan pak Mujiman jika lebaran saja 20 kwintal tidak cukup hanya untuk keluarga pak Mujiman. Hal itu karena biasanya di masa lebaran slondok dijadikan oleh-oleh untuk sanak saudara yang jauh. Pengrajin di Kalibawang memang tak hanya pak Mujiman namun ada banyak. Dari banyaknya pengrajin slondok di desa duwet ini mereka sudah memiliki ciri khas dan rasa masing-masing. Mereka tidak merasa tersaingi karena sudah memiliki langaanan sendiri sendiri. Para konsumen juga sudah memiliki cita rasa masing masing. Kebanyakan dari mereka pengrajin slondok hanya memasarkan dan menjualnya kepada pengepul,dan tidak mereka jualkan sendiri dengan kemasan sendiri. Mereka juga tidak mengenal pemasaran dengan metode online atau social media. Mereka juga banyak yang belum mempunyai merek slondok itu menurut kami jika mereka mbelum mempunyai label dan merek dikemasan mereka maka produk mereka juga akan susah ditemui karena banyaknya pengrajin slondok disana yang beragam rasa khas sendiri sendiri.Slondok merupakan satu-satunya mata pencaharian pak Mujiman dan istrinya selain beliau pergi ke sawah.Ketika sedang ada pekerjaan disawah seperti menanamn padi atau panen biasanya mereka membuat slondok tidak terlalu banyak atau bahkan tidak membuatnya untuk sementara waktu kecuali ada pesanan mendadak yang harus dikerjakan sesegera mungkin. Dari masalah yang mereka hadapi saat ini, kami dapat menangkap beberapa hal dan kami mengajukan beberapa solusi untuk mereka, sebagai berikut: 1. Para pengusaha slondok membuat lagi suatu perkumpulan atau paguyuban dan dikembangkan lagi yang sebelumnya belum sempurna, setelah itu dilaporkan kepala desa dan diajukan kepada kecamatan kalibawang. Dan usulan itu akan dijadikan bahan untuk pendataan para pengusaha slondok. Usulan tersebut juga membutuhkan inisiatif dari para pengusaha karena jika tidak ada masukan atau usulan nasib tidak akan ada perubahan dan pemerintah tidak akan mengetahui keberadaan para pengusaha slondok tersebut. Usulan tersebut juga bisa berguna untuk mengusulkan mendapatkan bantuan pembiyayaan atau modal misalkan dari PNPM Mandiri. Dan modal itu bisa mereka gunakan untuk mengembangkan usaha mereka. (Dengan adanya paguyuban yang dibentuk maka diharapkan para pengusaha slondok membentuk kepengurusan yang bisa di percaya untuk mengatur dan menjaga kerja sama antar pengusaha slondok. Jika mereka sudah mempunyai anggota dan pengurus maka tinggal diajukan lagi kepada anggota pengurusnya itu jika mau dibuat kepengurusan lagi maka, Langkah : • Mengumpulkan para pengusaha slondok untuk melakukan diskusi tentang keinginan dan tujuan dibentuknya paguyuban. • Memberikan pengarahan kepada para pengusaha slondok bagaimana pentingnya didirikan paguyuban karena melalui paguyuban ide-ide dapat disampaikan dan permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara musyawarah. Paguyuban ini juga berfungsi sebagai jembatan dari pengusaha ke pemerintah untuk mendapatkan perhatian dan bantuan modal pembiyaan, karena modal disini merupakan masalah yang penting bagi setiap pelaku ekonomi. Manfaat didirikannya paguyuban: • Memutuskan masalah dan menyelesaikan masalah dengan seksama tanpa adanya konflik atau perdebatan antara kedua pihak. • Melakukan kegiatan yang bermanfaat bersama pengrajin slondok,seperti piknik bersama untuk meningkatkan komunikasi mereka, membuat pengajian, arisan dan sebagainya. • Menjadikan mereka sejahtera walaupun tetap ada persaingan diantara mereka yang tidak mereka tau tetapi setidaknya bisa membuat mereka kompak dalam menghadapi masalah. • Menciptakan solidaritas yang tinggi untuk mereka saling bantu membantu sesama lain. • Jika terjadi kerugian karena cuaca mereka bisa memutuskan bagaimana baiknya untuk usaha mereka. 2. Para pedagang harus aktif dalam berpartisipasi karena dapat dijadikan acuan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan baik untuk meningkatkan penjualan maupun untuk segi kemasan,sehingga pendapatan dan taraf perekonomian menjadi lebih baik. Inovasi produk kemasan sangat menarik minat konsumen untuk membeli produknya, karena sebagian besar orang berpandangan bahwa slondok merupakan makanan yang hanya terjual di desa aja. Inovasi produk dapat dapatdilakukan dengan cara membuat berbagai macam rasa yang ditawarkan sangat mempengaruhi minat para pembeli dan membuat mereka ketagihan untuk membeli lagi, dan untuk kemasan yang sebelumnya hanya plastik bisa ditambahkan dengan label atau bisa juga dengan toples agar tambah menarik dan tidak kalah saing dengan supermarket lainnya. Label berguna untuk mempermudah konsumen mengetahui alamat dan kualitas slondok mereka. Sebelum membuat label mereka harus membuat surat pengajuan ke BPOM terlebih dahulu. 3. Setelah membentuk paguyuban maka akan ada pemasaran produk disini kami akan mengusulkan pemasaran produk menggunakan sistem modern yaitu sosial media dan bisa mengikuti bazar. kepuasan pelanggan adalah salah satu utama dalam memasarkan produk, perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibanding dengan harapannya. Maka dari itu memasarkan produk dengan menggunakan sosial media akan lebih efektif jika tersebar di seluruh dunia dan dengan kata-kata yang lebih menarik maka akan banyak orang yang penasaran dan mencicipi produk kita. Dan sebelum melakukan pemasaran maka di teliti terlebih dahulu jika ada yang kurang maka bisa lagi diperbaiki sampai benar benar layak untuk tersebar diseluruh dunia. Setelah melakukan pemasaran produk maka bisa memberikan discount atau buy 1 free 1 agar konsumen lebih tertarik dengan produk kita. 4. Membuat lahan khusus untuk pengeringan slondok yang bersifat umum, dijadikan satu agar proses pengeringan slondok lebih baik, dan jika bisa lahan tersebut dibuat dengan jauh dari kendaraan agar tidak tercemar udara kotor. Dan juga bisa menggunakan plastic atau ditutup plastic sekelilingnya. Dan lahan tersebut hanya boleh untuk menjemur slondok. 6. Menanam sendiri ubi dan bahan pokok agar lebih murah dan menghemat biaya. Tidak usah bersamaan dengan pengrajin yang lain tetapi setiap pengrajin jika mempunyai lahan sawah lebih baik di tanami ubi jalar untuk modal bahan pokok mereka. - Nurul Hanifah 18051246 “SLONDOK BAWANG PAK MUJIMAN” Di tengah kesulitan krisis ekonomi yang telah menimpa Indonesia sekarang ini, dimana mencari nafkah sangat sulit, tingkat kemiskinan semakin meningkat, lapangan pekerjaan semakin sulit dan pengangguran merajalela. Membuat sebagian masyarakat kecil berfikir bagaimana caranya bertahan hidup. Dengan modal terbatas menjadikan orang memilih profesi sebagai pedagang dan pengusaha kecil kecilan. Dengan tujuan kami melaksanakan tugas, kami mencari bahan untuk kami jadikan penelitian setelah beberapa kali ganti narasumber dan bahan kami memutuskan untuk meneliti pengusaha slondok di daerah kulon progo. Slondok merupakan makanan khas kulon progo yang terbuat dari ubi jalar. Yang dibuat dengan cara yang dulunya tradisional sampai sekarang sudah modern dengn alat dan mesin. Dan slondok juga sudah menjadi makanan khas dari kulon progo. Namanya ibu suparti dia berumur 48 tahun dan suaminya bernama bapak mujiman berumur 49 tahun, mereka adalah pengrajin slondok yang beralamat di Duwet II Rt.12/ Rw.32 Banjarharjo kalibawang kulonprogo. Mereka mempunyai 2 anak, anak pertama berumur 17 tahun, dan anak ke dua berumur 14 tahun. Suami ibu suparti juga bekerja sebagai petani mengurus sawah orang dan jika tidak ke sawah bapak mujiman membantu istrinya untuk membuat slondok. Ibu suparti sudah melakukan usaha pembuatan slondok ini selama kurang lebih 18 tahun dari tahun 2000 sampai sekarang tahun 2018. Awal membuka usaha ini mereka hanya menggunakan alat sederhana untuk membuat slondok hanya dengan penumbuk/ bisa dengan lesung dan di cetak menggunakan manual dan sampai sekarang usaha yang sedikit demi sedikit semakin berkembang mereka menggunakan mesin untuk proses pembuatan slondok. Mereka selama kurang lebih 18 tahun menjadi pengrajin slondok mereka hanya berdua saja membuatnya dan terkadang hanya keluarga dan anaknya yang membantunya. Slondok merupakan makanan khas Magelang yang terbuat dari bahan singkong.Slondok Magelang sangat terasa enaknya dan beda dari yang lain karena cara pembuatannya masih menjaga keaslian dan tradisinya. Modal awal pak Mujiman dalam menjadi pengrajin slondok adalah modal pribadi dengan modal sekitar Rp 1.000.000,00 juta. Seiring berjalannya waktu usaha itu pun mulai berkembang dan pak Mujiman harus memenuhi permintaan konsumen yang cukup lumayan.Dari banyaknya permintaan konsumen pak Mujiman harus meningkatkan prodiktivitas slondoknya dengan cara meminjam modal dari bank BRI dan koperasi.Pinjaman dari bank itu sendiri digunakan pak Mujiman untuk membeli mesin pencetak slondok.Harga satu mesin itu senilai Rp 5.000.000,00. Permintaan slondok pun tidak selalu naik hanya sesekali saja. Apalagi sekarang sudah banyak jajanan modern dan unik-unik yang tentu banyak disukai masyarakat sekitar.Biasanya pak Mujiman membuat slondok sekitar satu kwintal. Kebetulan pak Mujiman membuat slondok bawang atau original. Cara pembuatan slondok pertama-tama singkong dikupas dan dipoyong kecil-kecil dicuci setelah itu direbus.Bumbu yang sudah disiapkan seperti bawang,garam,ketumbar dihaluskan.Singkong yang sudah direbus di taruh di dalam lensung bersama dengan bumbu yang sudah dihaluskan tadi lalu ditumbuk sampai halus sehingga bumbu tercampur merata.Singkong yang sudah ditumbuk diangkat kemudian dianginanginkan.Jika kualitas singkongnya jelek harus dijemur dahulu supaya bagus saat dicetak nantinya.Setelah itu adonan singkong bisa langsung dimasukan mesin pencetak.Tahap selanjutnya setelah selesai mencetak slondok lalu dijemur dibawah terik sinar matahri sekitar setengah hari tetapi jangan sampai terlalu kering.Selesai tahap penjemuran slondok langsung diangkat dan digoreng.Untuk bumbu slondok bawang itu sendiri dihaluskan lalu ditumis lalu di campurkan dengan slondok baru setelah itu bisa digoreng.Jika cuaca sedang tidak mendukung atau hujan biasanya di keringkan dengan api atau menunggu kering dengan di angin-anginkan. Bahan baku slondok pak Mujiman tidaklah dari hasil sendiri melainkan harus membelinya dulu di pasar tradisional. kesulitan yang sering dialami pak mujiman adalah jika singkong mulai langka dan harganya mahal biasanya pada musim kemarau terjadi dan kemudian jika mendung atau hujan karena jika hujan slondok yang sudah dibentuk tidak kering maka slondok pun rusak dan akan mendapat kerugian. Slondok buatan pak mujiman sendiri telah memiliki ijin dari dinas kesehatan jadi konsumen tidak perlu khawatir dengan masalah perizinan tetapi slondok buatan pak mujiman ini belum mempunyai label nama sendiri hanya tercantum tulisan gurih,renyah,enak,pada kemasannya. Setiap bulannya pak mujiman dan ibu suparti mengolah 1 kwintal singkong dengan total modal sekitar 1 juta sekali produksi. pak mujiman mendapatkan untung bersih dari penjualan sekitar 100 ribu.1 kg slondok dihargai 20 ribu oleh beliau, slondok buatannya dijual kepengepul,dan slondok buatan pak mujiman banyak terdapat di warung-warung. Pada hari Rabu 26 Desember 2018 saya dan kelompok saya datang kembali ke rumah Pak Mujiman untuk melakukan studi kasus yang kedua kali dan memberi saran-saran yang saya dan kelompok saya telah bicarakan sebelumnya. Kami pergi ke rumah Pak Mujiman membawa beberapa jajanan dan makanan untuk pak mujiman dan keluarga. Sampai di rumah Pak Mujiman, Pak Mujiman dan istri sedang duduk di tempat pembuatan slondok tetapi bukan untuk membuat slondok melainkan hanya berbincangbincang saja karena pada saat itu rumah Pak mujiman sedang mati lampu. Kami datang dan membicarakan beberapa saran kami untuk Pak Mujiman tentang masalah-masalah yang dialami Pak Mujiman selama melakukan pembuatan slondok berawal dari kami memberi saran kepada Pak Mujiman tentang Paguyuban. Kami dan kelompok memberi saran kepada Pak Mujiman untuk mengikuti atau membuat suatu perkumpulan/ paguyuban setelah itu dilaporkan kepada kepala desa dan diajukan kepada kecamatan kalibawang. Dan usulan itu akan di jadikan bahan untuk pendataan para pengusaha slondok sekitar. Usulan tersebut juga bisa berguna untuk membicarakan keluh kesah para pembuat slondok dan mencari jalan keluar untuk masalah-masalah yang di alami para pembuat slondok sekitar dan bisa juga untuk menyampaikan ide-ide yang bisa di lakukan oleh para pembuat slondok. Setelah membentuk paguyuban maka akan ada pemasaran produk disini kami akan mengusulkan pemasaran produk menggunakan sistem modern yaitu sosial media dan bisa mengikuti bazar. kepuasan pelanggan adalah salah satu utama dalam memasarkan produk, perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibanding dengan harapannya. Maka dari itu memasarkan produk dengan menggunakan sosial media akan lebih efektif dengan kata-kata yang lebih menarik maka akan banyak orang yang penasaran dan mencicipi produk kita. Setelah kami membicarakan hal itu kepada Pak Mujiman dan istri mereka memberi jawaban bahwa usaha membuat paguyuban sudah dilakukan oleh para pembuat slondok sekitar dan sudah berjalan beberapa tahun lalu tetapi seiring berjalannya waktu sampai dengan satu tahun lalu paguyuban bukan tempat untuk membicarakan ide-ide/masalah dan jalan keluar setiap masalah yang di alami malah paguyuban dijadikan tempat untuk mereka berarisan bukan lagi untuk membicarakan usaha mereka. Jadi Ibu Suparti berkata bahwa jarang mengikuti paguyuban lagi dan banyak juga pengusaha-pengusaha slondok lain yang tidak mengikuti arisan yang di buat malah tidak pernah lagi untuk datang dan mengikuti perkumpulan-perkumpulan lagi. Pak Mujiman dan istri kurang mengerti masalah social media mereka lebih senang dengan menjual langsung ke warung-warung dan penadah. Apalagi mereka dalam pembuatannya hanya melakukannya berdua terkadang di bantu anak mereka jadi mereka bilang kemungkinan tidak ada waktu untuk menjual slondok pada social media, mereka sibuk harus membuat slondok setiap harinya apalagi jika banyak permintaan dari para pembeli dengan proses yang agak lama dan harus teliti untuk memerhatikan bahan pembuatan karena jika ada bahan yang kurang/ bahan yang lebih akan mengganti rasa slondok bawang dari sebelumnya. Mereka sangat memerhatikan rasa dari slondok mereka. Bagi mereka rasa adalah hal yang paling penting untuk para pembeli slondok bawang yang khas. Dan saran yang kedua yang kami beri adalah para pedagang harus aktif dalam berpartisipasi karena dapat dijadikan acuan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan baik untuk meningkatkan penjualan maupun untuk segi kemasan, sehingga pendapatan dan taraf perekonomian menjadi lebih baik. Inovasi produk kemasan sangat menarik minat konsumen untuk membeli produknya, karena sebagian besar orang berpandangan bahwa slondok merupakan makanan yang hanya terjual di desa saja. Inovasi produk lain dapat dilakukan dengan cara membuat berbagai macam rasa yang ditawarkan sangat mempengaruhi minat para pembeli dan untuk kemasan jika yang sebelumnya hanya plastik saja bisa di tambahkan dengan label agar para pembeli mengetahui nama label dari slondok Pak Mujiman agar para pembeli mengetahui perbedaan slondok Pak Mujiman dengan slondok lain. Pak Mujiman dan Istri mengatakan bahwa dia hanya menjual kiloan langsung, masalah kemasan itu masalah pengepulnya, Pak Mujiman menjual slondok bawang kepada 10 warung dan 1 pengepul. Pak Mujiman setiap minggu sudah pasti mengirimnya kepada warung-warung hanya saja jumlah kilo yang dikirimkan kepada warung-warung berbeda tiap minggunya. Biasanya sebelum Pak Mujiman mengirim slondok-slondok itu ke warung, Pak Mujiman ditelfon oleh pemilik warung agar Pak Mujiman mengirimkan slondok-slondoknya. Biasanya keinginan warung-warung untuk pembelian slondok bawang Pak Mujiman naik menggeludak pada saat tahun baru dan lebaran. Kata Pak Mujiman yang biasanya hanya mengirim 5 kilo bisa jadi naik ke 8 kilo lebih. Tetapi untuk pembuatannyapun harus menambah modal pada saat itulah Pak Mujiman bingung memikirkan modal darimana biasanya Pak Mujiman berfikir untuk meminjam modal kepada orang lain. Kami bertanya kepada Pak Mujiman apa tidak bisa meminta DP untuk warung-warung yang meminta pengiriman lebih banyak dari biasanya tetapi kata Pak Mujiman tidak enak untuk meminta DP kepada warung-warung karena mereka juga banyak menjual jajan-jajanan lain dan Pak Mujiman jadi takut apabila Pak Mujiman meminta DP kepada warungwarung nantinya warungnya tidak jadi memesan slondok dengan jumlah lebih banyak kepada Pak Mujiman. Terkecuali kepada penadah Pak Mujiman berani untuk meminta DP tetapi dengan jumlah yang tidak di tentukan Pak Mujiman, Pak Mujiman menerima secara sukarela berapapun penadah memberi DP untuk pemesanan slondok bawang. Pak Mujiman dan istri juga menerima pembelian langsung di rumah dari warga-warga sekitar tetapi masalah harga Pak Mujiman dan istri memberi harga sama dengan warung-warung yang biasanya mereka kirimkan slondok, Pak Mujiman bilang tidak enak jika tetangga membeli kita naikkan harganya karena orang-orang sekitar sini yang beli, paling kalau di naikkan hanya di naikkan Rp. 1000 jadi Rp. 21.000/kilo dari yang harganya Rp. 20.000/kilo. Pak Mujiman tidak menjual slondok bawangnya kepasar-pasar sekitar Karena kata Pak Mujiman jika kita menjual kepasar kita lebih sedikit mendapat untung. Banyak produsen slondok yang menjual slondoknya kepasar dengan rasa yang berbedabeda ada berbagai macam rasa. Kata Pak Mujiman slondok yang berbagai macam rasanya biasanya di jual dengan harga yang lebih murah di pasar jadi jika Pak Mujiman menjualnya di pasar Pak Mujiman akan mendapatkan harga yang sama dengan slondokslondok yang berbagai macam rasa dan Pak Mujiman akan mendapat untung yang lebih sedikit, Karena itu Pak Mujiman memutuskan untuk menjualnya hanya kepada warung dan penadah tempat biasanya di menjual. Untuk saingan-saingan Pak Mujiman yang di satu desapun bagi Pak Mujiman dan istri itu bukan saingan karena tiap pembeli sudah memiliki langganan masing-masing, pembeli sudah memiliki rasa yang berbeda ada yang lebih suka dengan slondok bawang Pak Mujiman karena rasa bawangnya lebih terasa ada yang lebih suka slondok lain karena hal-hal tertentu. Jadi Pak Mujiman dan istri kurang mengkhawatirkan hal itu. Bagi Pak Mujiman dan istri itu hal biasa yang terpenting untuk Pak Mujiman tetap ada pembelian setiap minggunya. Saran ketiga dari kami jika singkong sedang langka dan harga akan melonjak sebaiknya Pak Mujiman menanamnya sendiri dilahan sawah yang ia urus, Itu bisa digunakan untuk cara alternative dan jawaban Pak Mujimanpun lahan sawah yang ia urus itu bukan miliknya sendiri jadi Pak Mujiman hanya merawat lahan sawah orang lain, lahan sawahnyapun bukan menanam singkong lahan sawahnya menanam padi. Pak Mujiman ke sawah apabila tidak ada permintaan dari pembeli slondok mereka. Jadi singkongpun mereka tetap harus membelinya kepada penjual singkong hanya saja harga singkong akan naik apabila musim hujan dan Pak Mujiman harus mempersiapkan hal itu. Dan apabila hujan Pak Mujiman sedikit susah untuk menjemur singkong karena Pak Mujiman membutuhkan sinar matahari untuk menjemur singkong. Pak Mujiman berkeinginan membeli semacam plastik untuk menjemur singkong pada saat hujan tetapi Pak Mujiman tidak sanggup dengan harganya yang sangat mahal karena plastik yang Pak Mujiman inginkan itu dijual permeter sekitar Rp. 10.000. Pak Mujiman pernah mencoba menjemur dengan memberi terpal di atas penjemuran singkongnya pada saat musim hujan tetapi kata Pak Mujiman menggunakan terpal kurang bagus hasil penjemurannya. Jadi pada saat hujan Pak Mujiman memasukan singkong yang ia jemur kedalam rumah dan menjemurnya kembali saat hujan berhenti dan muncul sinar matahari. sentra industri slondok membawa dampak positif berupa kemudahan bagi industri dalam mencari bahan baku hingga kemudahan yang lebih besar dalam hal pemasaran produk serta kemudahan bagi pemda dalam melakukan pembinaan, juga turut membawa dampak negatif khususnya bagi lingkungan yaitu akumulasi dan intensitas polutan yang tinggi di kawasan tersebut. Terlebih seringkali industri kecil tidak berorientasi pada kelestarian lingkungan karena umumnya masih ada anggapan bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan biaya yang besar serta meningkatkan biaya produksi sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan. Limbah atau keluaran bukan produk yang dihasilkan dalam proses produksi slondok meliputi limbah padat berupa kulit, kotoran dan bonggol, sontrot (serat ubi kayu), kupasan tumpeng, abu sisa pembakaran, dan ceceran bahan. Limbah cair berupa air bekas proses pencucian ubi kayu. menggunakan tungku tradisional yang berbahan bakar kayu bakar. Bau yang tidak nyaman juga tercium dari hasil limbah proses produksi slondok. sementara industri slondok merupakan industri kecil yang memiliki keterbatasan finansial sehingga perlu adanya alternatif lain dalam mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang dirasa tepat bagi industri kecil slondok adalah dengan pendekatan ke arah (nirlimbah) melalui penerapan produksi bersih. Produksi bersih merupakan pendekatan preventif yang menghindari proses yang akan menghasilkan limbah pencemar lingkungan serta meningkatkan efisiensi proses sehingga limbah yang dihasilkan seminimal mungkin. Dengan demikian produksi bersih mendorong industri untuk mengurangi polutan di sumbernya dan mendaur ulang limbah daripada membuangnya langsung ke lingkungan. Dengan penggunaan strategi ini yang mudah diimplementasikan karena hanya melalui langkah-langkah sederhana dan dengan biaya investasi yang relatif kecil maka masalah dampak lingkungan akibat kegiatan industri tidak lagi identik dengan biaya pengolahan limbah yang tinggi. Produksi bersih dapat memberikan keuntungan ekonomi sekaligus lingkungan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan tentang peluang penerapan produksi bersih di industri slondok, diperoleh beberapa peluang perbaikan lingkungan dan peningkatan keuntungan ekonomi melalui produksi bersih yang dapat dilakukan di industri slondok, berupa: a.Standarisasi dan pengecekan rutin terhadap garuk (alat pengupas kulit ubi kayu). Hal ini dapat meminimalkan jumlah kulit yang terkupas sehingga mengurangi jumlah limbah kulit ubi kayu dan tentunya juga meminimalkan daging ubi kayu yang ikut terbuang bersama kulit. Pengecekan rutin perlu dilakukan agar garuk senantiasa menghasilkan ketebalan kupasan yang sesuai dengan ketebalan kulit ubi kayu. b.Penghematan air proses pencucian ubi kayu Air yang digunakan untuk mencuci ubi kayu dapat dihemat dengan menggunakannya terus untuk mencuci walaupun air telah kotor dan juga melalui penggunaan pipa air langsung ke bak pencucian sebagai ganti penggunaan ember untuk mengisi bak pencucian sehingga dapat meminimalkan air yang tumpah dalam pengangkutan menggunakan ember. c.Hasil parutan ubi kayu pada mesin pemarut langsung ditampung pada karung (tidak ditampung pada alas terpal dulu baru dipungut dan dimasukkan secara manual oleh pekerja) sehingga mengurangi ceceran bahan serta efisien tenaga dan waktu. - Poeti Annisa Milleniasari 18051243

Judul: Makalah Pengatar Ilmu Ekonomi Uas.docx

Oleh: Puti Annisa


Ikuti kami