Tugas Ilmu Dasar Keperawatan2 Konsep Dasar Farmakologi

Oleh Wira Marlinta Ningsi

89,9 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Ilmu Dasar Keperawatan2 Konsep Dasar Farmakologi

TUGAS ILMU DASAR KEPERAWATAN2 KONSEP DASAR FARMAKOLOGI NAMA : WIRA MARLINTA NINGSI NIM : 1933030 PRODI : S1 KEPERAWATAN Dosen Pengampuh : Dheni Koerniawan, M.Kep KONSEP DASAR FARMAKOLOGI 1. Definisi Obat Obat merupakan suatu bahan ataupun campuran bahan baik dalam bemntuk serbuk, pil,kapsul, cairan, salap ataupun bentuk lainnya yang digunakan untuk mencegah, mengurangi, menghilangkan, meyenbuhkan penyakit ataupun untuk menyembuhkan gejala penyaki. Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan disebut farmakologi. 2. Aksi Obat Obat dapat menimbulkan beberapa efek diantaranya yaitu: 1. Mengadakan stimulasi atau depresi fungsi spesifik sel 2. Memengaruhi atau menghambat aktivitas seluler sel-sel asing Bukan sel yang berasal dari organ tubuh) terhadap sel-sel rumah (host) seperti sel bakteri dan mikroba lain termasuk sel kanker 3. Sebagai terapi pengganti, contohnya pemberian hormone untuk mencapai dosis fisiologis agar diperoleh suatu efek atau pemberian KCL sebagai pengganti ion K yang hilang akibat diuresis 4. Menimbulkan aksi nonspesifik, seperti reaksi kulit terhadap obat yang menimbulkan iritasi. Aksi obat dapat digambarkan dengan mekanisme proksimat (terdekat) pada tingkat fisiologis atau mekanisme ultimet (terakhir) pada tingkat kimia hayati. Penggambaran aksi proksimat suatu obat sesungguhnya juga menggambarkan efek obat tersebut. Mekanisme proksimat dapat menjawab dimana obat itu akan bereaksi dan apakah obat itu mengadakan stimulasi atau depresi. Penggolongan obat dalam kategori vfarmakologi dapat digunakan untuk menggambarkan mekanisme proksimat karena kategori tersebut dapat menjelaskan tempat terjadinya aksi obat dan apakah terjadi stimulasi ataupun depresi. Mekanisme ultimet suatu obat dapat digambarkan dengan adanya aksi antara molekul obat dan molekul sel,serta dibedakan apakah obat itu bereaksi speksifik atau nonspesifik. Obat yang memiliki aksi spesifik tergantung pada reaksi yang terjadi antara obat yang merupakan suatu reaktan dengan komponen molekul sel yang merupakan reaktan lain.Kebanyakan obat memiliki memiliki aksi spesifik. Komponen molekul sel yang terlibat langsung didalam aksi obat disebut reseptor. Sementara itu obat yang memiliki aksi nonspesifik akan mengunah lingkungan fisika dan kimia struktur tubuh.Contohnya, obat anastesi dapat menubah struktur air didalam otak yang selanjutnya menaikkan resistensi terhadap listrik. Contoh lainnya, aksi obat diuretic osmotic. Aksi spesifik obat dapat dibedakan menjadi agonis dan antagonis. Obat yang dapat bergabung dengan reseptor dan dapat mulai memunculkan aksi obatnya disebut agonis. Hal ini terjadi karena agonis merupakan obat yang memiliki afinitas kimia terhadap suatu reseptor dan membentuk kompleks. Sebagai hasilnya kompleks tersebut akan mengubah fungsi sel atau menimbulkan efek. Agonis + reseptot kemudian membentuk kompleks yang menghasilkan perubahan fungsi. 3. Selektifitas Dan Keamanan Obat Substansi aktif biologis (obat) yang kuat dapat mempengaruhi sel tertentu tanpa menimbulkan perubahan pada sel yang bertetangga langsung disebut molekul selektif. Ada tiga prinsip control selektivitas, yaitu : a) Selektivitas berdasarkan distribusi Contohnya: fenotiazin yang hanya berkumpul pada cacing di usus tidak terdapat pada sel lapisan usus domba sehingga jika disuntikan akan menyebabkan keracunan b) Selektivitas bedasarkan perbandinagn biokimia (dalam proses sintesis) Contohnya: sulfonamide sebagai antibakteri tidak diserap oleh bakteri pathogen. c) Selektivitas berdasarkan perbandingan sitology Selektivitas ini disebabkan oleh adanya perbedaan dalam struktur sel, misalnya perbedaan sitology antara jaringan otak, ginjal,dan hati sehingga memungkinkan untuk terapi selektif. Contohnya: penggunaan estrogen dalam pengobatan kanker setelah menopause dapat menyebabkan hilangnya selektivitas, tetapi juga menimbulkan resistensi terhadap obat kanker yang digunakan. Untuk menghindari resistensi silang, gunakan dosis antibiotic yang relative lebig tinggi daripada dosis efektif minimum dalam waktu singkat. 4. Macam-macam Efek Obat Pengobatan dapat menghasilan beberapa efek terapi,yaitu: a) Efek samping, efek yang tidak diinginkan untuk efek terapi pada dosis yang dianjurkan b) Idionsinkrasi merupakan efek obat yang diberikan secara kualitatif total berbeda dari efek normal karena sifat genetic masing-masing pasien berlainan. Contohnya penggunaan primakuin pada pengobatan malaria dapat menimbulkan anemia hemolitik karena primakuin dapat mnebnyerbabkan kekurangan enzim mukosa 6-fosfat dehydrogenase,sedangkan kloramfenikol dapat menyebabkan terjadinya anemia aplastic. c) Alergi, contohnya pada penggunaan penisilin secara local,penisilin dapat diabsopsi kedalam darah dan kemudian berikatan dengan protein membentuk kompleks penisilin protein sebagai antigen. Selanjutnya tubuh kita akan membentuk antibody sebagai zat penangkis. Bila pasien diberi penisilin lagi,maka akan terjadi reaksi antara antigen dengan antibody disebut reaksi alergi yang dapat berupa gatal-gatal /urtikaria, kemerahan pada kulit, demam, anemia aplastic, serangan asma hingga syok anafilaktik d) Fotosintetisasi,artnya sangat peka terhadap cahaya akibat penggunaan obat secara local atau peroral,Contohnya penggunaan bitional dalam sabun secara topical, penggunaan buklosamid sebagai antimikotikum,dan penggunaan tetrasiklin secara oral e) Efek toksik, Efek yang dapat menyebabkan keracunan akibat dosis yang berlebihan. Hubungan antara efek yang diinginkan atau efek terapi (ED50) dengan efek toksik (LD50) disebut indeks terapi. f) Efek teratogenik,dapat menimbulkan cacat pada janin, seperti fekomelia (kaki dan tangan seperti singa laut) serta kerusakan pada mata, telinga ,jantung, saluran pencernaan,dan saluran kemih. 5. Penggunaan Obat Yang Lama Penggunaan atau perpanjangan penggunaan obat dapat mnimbulkan efek-efek yang kurang diinginkan atau yang tidak disukai seperti : a) Reaksi hipersensitif atau reaksi alergi, respons abnormal terhadap obat b) Kumulasi, terkumpulnya obat dalam tubuh sebagai hasil pengulangan penggunaan obat yang diabsopsi lebih cepat daripada ekskresinya dan dapat menimbulkan efek toksik c) Toleransi, berkurannya respon terhadap obat dengan dosis yang sama sehingga dosis obat tersebut harus diperbeesar untuk mendapatkan efek terapi yang sama.Ada 3 macam toleransi yaitu : 1. Toleransi bawahan (primer) 2. Toleransi dapatan ( sekunder) habituasi atau kebiasaan adalah suatu gejala atau ketergantungan psikologis terhadap suatu obat dengan ciriciri, diantaranya: ingin selalu menggunakan obat cenderung menaikkan dosis (kecil), timbul ketergantungan psikis,muncul efek , yang merugikan individu. Habituasi dapat terjadi melalui in duksi enzim yang dapat menguraikan obat, terbentuknya reseptor-reseptor sekunder,dan terjadinya penghambatan resorpsi. 3. Toleransi silang, timbul karena obat-obatan mengandung struktur kimia yang serupa atau merupakan derivatnya. Misalnya : fenobarbital dan butobarbital. d) Takifilaksis, berkurangnya kecepatan respons terhadsap aksi obat pada pengulangan pemberian dalam dosis yang sama e) Adiksi, ketergantungan rihan iah dan jasmaniah terhadap obat-obat dengan karakteristik sebagai berikut. a) Adanya dorongan untuk selalu menggunakan obat b) Kecenderungan menaikkan dosis (besar) c) Timbul ketergantungan rohaniah diikuti badahnianya d) Merugikan masyarakat maupun individu e) Penghentian obat dapat menimbulkan abstinensi. 6. Penggunaan obat campuran Penggunaan obat campuran atau beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan hal-hal berikut: 1. Efek adisi, efek penjumlahan dari efek masing-masing obat 2. Efek sinergis, efek kombinasi yang sama dengan jumlah dari kegiatan kedua zat (adisi) atau melebihi jumlah tersebut (potensiasi) 3. Efek potensiasi,timbulnya efek yang lebih besar daripada jumlah efek kedua obat 4. Efek antagonis, yaitu efek yang berlawanan,misalnay striknin dan barbital 5. Interaksi obat, yang akan menyebabkan modifikasi efek obat tersebut.Misalnya: ion Al,Fe,Mg dan Ca menghambat absorpsi tetrasiklin, alcohol akan memperkuat efek obat lain, serta furosemide akan menaikan efek digitalis. Sumber : Buku Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi

Judul: Tugas Ilmu Dasar Keperawatan2 Konsep Dasar Farmakologi

Oleh: Wira Marlinta Ningsi


Ikuti kami