Klaim Kebenaran Teologi Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan

Oleh Hafifah Ajeng

95,1 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Klaim Kebenaran Teologi Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan

Klaim Kebenaran Teologi Islam terhadap Ilmu Pengetahuan Hafifah Ajeng Saputri Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia Hafifahajeng30@gmail.com Abstrak Artikel ini membahas tentang klaim kebenaran teologi islam terhadap ilmu pengetahuan. Teologi itu sendiri memiliki arti ilmu tentang tuhan atau ilmu ketuhanan, yang berarti mempelajari tentang ketuhanan. Karena dalam islam kita harus meyakini dengan adanya Tuhan yang maha esa. Teologi islam sudah sepantasnya kita ketahui dan kita pelajari dalam kehidupan ini, agar bisa menjadi idealnya orang islam. Di dalam artikel ini akan membahas bagaimana teologi islam berpengaruh dalam ilmu pengetahuan dari zaman klasik hingga zaman modern ini. Karena teologi islam pasti memiliki keterkaitan yang kuat dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Dalam artikel ini akan menjelaskan apa itu teologi islam, di dalam nya menjelaskan pengertian teologi islam. Yang kedua akan menjelaskan tentang sejarah teologi islam, di dalamnya akan menjelaskan bagaimana teologi islam itu berkembang sampai saat ini, dan juga yang terakhir akan menjelaskan tentang kebenaran teologi islam dalam ilmu pengetahuan. Di dalamnya akan menjelaskan bagaimana hubungan teologi islam terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan. Kata kunci : Teologi, Kebenaran Peradaban, Ilmu Pengetahuan A. Pendahuluan Semakin berkembangnya zaman, maka berkembangnya pula hal-hal yang penting di kehidupan ini. Politik, ekonomi, seni budaya, dan ilmu pengetahuan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman. Ilmu pengetahuan akan terus berkembang, karena di kehidupan ini globalisasi akan terus terjadi. Dan makin banyaknya orang-orang pintar, akan semakin terus berkembangnya ilmu pengetahuan, dan akan terus dilakukannya revisi jika sebelumnya memiliki kekurangan. Ada banyak pengertian mengenai teologi Islam dari menurut beberapa pemikir. Diantaranya dari Fergilius Ferm yaitu seorang ahli Ilmu agama yang mengatakan : The disclipine which concern god (or the Deviniti Reality) and Gods relation to the world (yang artinya teologi ialah pemikiran sistematis yang berhubungan dengan alam semesta). Mempelajari teologi akan memberikan keyakinan terhadap diri seseorang manusia agar yakin terhadap tuhan dan tidak goyah atau tidak mudah terombang-ambing dengan spekulasi-spekulasi terhadap perkembangan zaman yang terus terjadi. Teologi Islam sudah sangat sepantasnya kita ketahui agar ketika dalam menjalani kehidupan ini kita mengetahaui dan menjadi idealnya orang Islam. Dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai perbedaan-perbedaan yang terjadi, yang memang harus kita hargai dan kita terima. Karena, kita tidak bisa menyatakan apa yang dia lakukan atau dia anut itu adalah suatu kesalahan. Maka kita sangat perlu untuk belajar tentang teologi. Mempelajari teologi juga akan sangat membantu kita dalam kehidupan. Karena, kehidupan kita di atur dengan aturan agama, agar kita tidak melakukan kebenaran, dan tidak melakukan kejahatan. Ilmu pengetahuan sudah lama datang ke wilayah Eropa, banyak yang berspendapat bahwa ilmu pengetahuan ditemukan oleh orang Barat. Tetapi banyak ulama Islam yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan itu dibawa oleh kaum muslim. Karena Al-quran turun sebelum semuanya ada, dan di Al-quran dijelaskan secara jelas tentang apapun, salah satunya yaitu tentang ilmu pengetahuan. Dari penjelasan di atas, saya akan memberikan beberapa rumusan masalah. Yang pertama tentang pengertian teologi, dan teologi Islam. Yang kedua,sejarah teologi islam. Dan yang ketiga, kebenaran teologi Islam dan ilmu pengetahuan. B. Pembahasan 1. Pengertian Teologi Islam Pengertian teologi, Secara etimologis, kata Teologi berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari kata Theos artinya Tuhan atau Dewa dan kata Logos yang berarti Ilmu (science, study, discourse) sehingga dapat diartikan bahwa Teologi adalah ilmu tentang Tuhan atau Ilmu Ketuhanan (Hanafi, Ahmad dalam Pengantar Teologi Islam, hlm.1). Dengan kata lain, teologi mempelajari tentang ketuhanan, tentang adanya tuhan. Teologi Islam, Teologi terdiri dari dua suku kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu Theo yang berarti Tuhan dan Logos yang berarti ilmu atau wacana. Theologia dalam bahasa Yunani, yang memiliki beberapa pengertian, yaitu tentang ilmu tentang hubungan dunia dengan ilmu fisik, tentang hakekat dan kehendak Tuhan, doktrin atau pemahaman tentang Tuhan dan usaha yang terintegrasi untuk mendukung, menindaklanjuti dan membenarkan secara benar tentang Tuhan. Teologi adalah ilmu tentang Ketuhanan, yaitu membahas zat Tuhan dari segala seginya dan berbicara dengan alam. Banyak para ahli yang mengemukakan pengertian teölogi. Berikut ini adalah beberapa ahli yang mengemukakan: a. William L. Resse Teologi adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu teologi, yang memiliki makna tentang ketuhanan. b. William Ockham Teologi Adalah disiplin ilmu yang membahas kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan. Teologi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau akademis. Teologi juga merepresentasikan praktis, sebab kompilasi seseorang mempertanyakan tentang Tuhan atau kompilasi seseorang berbicara tentang Tuhan maka ia sudah berteologi. Secara khusus menyetujui seseorang telah menyetujui apa yang telah diperintahkan oleh Tuhan-Nya, maka ia sudah berteologi. Islam yang berbahasa, yaitu agama yang membawa keselamatan di dunia dan di akhirat (alam kehidupan setelah kematian). Teologi didunia ini ada bermacam-macam, salah satunya adalah teologi agama. Teologi agama pun macam macamnya, seperti: Teologi Yahudi, Teologi Kristen dan Teologi Islam. Dalam Islam terdapat sebuah teologi yang dinamakan dengan teologi Islam atau biasa disebut juga dengan Ilmu Kalam. Ruang diskusi membahas ilmu kalam sama dengan pembahasan ruang diskusi teologi. Ilmu kalam sama seperti leologi, ia juga berbicara tentang sekitar Tuhan, ada-Nya, keesaan-Nya, sifat-sifatnya dari segala segi hubungan Tuhan dengan manusia dan alam, terdiri atas keadilan dan konversi, qadha dan qadar. pengutusan rasulrasul sebagai penghubung antara Tuhan dan manusia serta soal-soal yang berkaitan dengan kenabian dan tentang keakhiratan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kajian tersebut memfokuskan pada perkembangan pemikiran akidah atau metafisika. 2. Sejarah Teologi Islam Teologi Islam yang diartikan sebagai ilmu yang membahas atau menjelaskan tentang kepercayaan manusia kepada Tuhan dengan logika yang logis ini bisa disebut juga sebagai ilmu kalam. Ilmu ini mulai ada dan muncul saat para ilmuwan, teolog, dan filsuf mulai sibuk membahas tentang suatu hal yang bernama metafisika. Metafisika merupakan pembahasan tentang suatu hal yang ghaib atau tidak ada di alam dunia ini. Dalam sejaran teologi Islam ini, kemunculannya dilatar belakangi oleh factor eksternal dan internal, dimana faktor eksternal adalah faktor dari luar umat muslim dan faktor internal adalah dari umat muslim itu sendiri. Ada tiga faktor eskternal yang menyebabkan munculnya teologi silam ini. Yang pertama adalah factor bangsa-bangsa atau kaum-kaum selain Islam seperti Yahudi, Nasrani, Majusi, dll. Kaum-kaum ini setelah merek masuk ke dalam Islam mereka mengingat kembali ajaran agamanya Yahudi, Nasrani. Majusi. Yang kemudian ajaran-ajaran agama mereka yang terdahulu ini mereka masukkan ke dalam agama Islam. Kemudian ada beberapa partai yang mendukung aqidah Islamiyah. Kaum ini dinamakan kaum Muktazilah. Mereka berusaha untuk memehami aqidah atau kepercayaan kaum yang lainnya. Karena itulah pemikiran tentang teologi Islam menjadi menyebar dan bersifat luas. Selanjutnya yang menjadi factor eksternal munculnya teologi islam adalah mereka memepelajari teologi teologi dan falsafah orang Yunani. Hal ini mereka lakukan karena mereka melihat bahwa oarng Ynunai menggunakan falsafahnya untuk mehela dan mempertahankan aqidah atau kepercayaan mereka. Jadi mereka pun inign meneoba mengikuti cara orang Yunani tersebut untuk memeprtahankan aqidah mereka sendiri. Sementara, factor dari dalam umat islam sendiri yang menyebabkan munculnya teologi islam itu ada tiga. Yang pertama, hal ini sudah diatur dan dijelaskan dalam Al-Quran bahwa setiap muslim harus bertauhid mempercayai Allah, Rasul, Quran serta Nabi-Nabinya. Di dalamnya juga menceritakan tentang agama-agama dan kepercayaan terdahulu yang salah, kemudian muncullah Islam sebagai agama kebenaran melaui Nabi Muhammad. Jadi yang pertama teologi islam ini bersumber dari Al-Quran. Yang kedua perkembangan teologi islam ini semakin berkembang ketika kaum muslim mulai tersebar dimana-mana dan mereka sudah memiliki kelompok tertentu untuk mempelajari agam bersama mempelajari aqidah, fiqih, membahas berbagai hal seputar agama, filsafat dII. Kemudian factor yang ketiga adalah faktor politik yang muali terbangun saat Nabi Muhammad wafat dan umat muslim harus mencari penggantinya. Dari situlah terjadi banyak perdebatan dan banyak kalangan yang tidak setuju terhadap keptusan yang diambil sehingga banyak dari mereka yang membuat kelompok politik tertentu yang mendukung khalifah yang lain. 3. Kebenaran Teologi Islam dan Ilmu Pengetahuan Klaim kebenenaran tentang teologi islam era pra modern berpusat pada adanya lembaga- lembaga keagamaan dengan junjungan spiritualitas yang rendah. Sehingga dengan spiritualitas rendah terciptalah masyarakat dengan pemikiran yang salah, pemikiran sains tanpa agama, kekuatan materialism pun muncul dan semua itu menyebabkan kurangnya atau mundurnya moral manusia dalam berfikir dan bertingkah laku sebagai makhluk sosial dan makhluk berpengetahuan. Dalam kacamata islam seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa islam mulai terpecah belah dengan adanya aliran aliran aqidah yang berasal dari kclompok politik pada masa kenabian. Di Indonesia pun, banyak kelompok-kelompk islam yang memiliki perbedaan ajaran dan lain sebagainya. Seperti adanya kelompok beraliran Muhammadiyyah, Nahdatul Ulama, Hizbul Tahrir. Front Persatuan Islam dan lain sebagainya yang terkadang memicu pergolakan di negeri ini. Karena itu terkadang makna jihad dipergunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu saja. bukan untuk membla islam. Karena itu banyak sekali terjadi perang dan perpecahan yang dilakukan manusia seperti makhluk yang tidak beragama dan berpengetahuan. Oleh karena itu pengetahuan dan ilmu atau teologi itu memiliki keterkaitan yang penting. Oleh karena itu, maka diperlukan definisi dan pemahaman yang mendalam tentang konsep ketuhanan dan teologi ini, terutama teologi Islam. Kita sebagai manusia harus melihat hubungan kita dengan Tuhan dan alam seperti hubungan yang code of conduct. Beberapa teologi modern pun mengungkapkan pemikiran kita terhadap Tuhan itu harus modern agar bisa saling beridepedensi. Ilmu pengetahuan dan agama adalah satu kesatuan yang otonom, saling mengisi. saling mempengaruhi, sehingga tidak akan terjadi konflik akibat pandangan terhadap Tuhan atau tcologi yang tradisional. Karena Al-Quran scbagai sumber dari teologi islam pun di dalmanya terdapat ilmu pengetahuan mulai dari goegrafi, geologi, biologi, astronomi dan masih banyak lagi Keduanya saling timbal balik. Salah satu teolog yang mengungkapkannya adalah Immanuel Kant. C. Penutup Kesimpulan Dalam kehidupan ternyata kita memang sangat perlu dan penting untuk mempelajari teologi. Apalagi teologi membuat kita yakin akan adanya Tuhan. Teologi islam memiliki peran penting terhadap ilmu pengetahuan zaman klasik hingga modern. Mempelajari teologi bukan untuk menghakimi mana agama yang paling benar, dan mana agama yang paling salah. Cukup kita mempercayai akan Tuhan yang kita sembah, tanpa harus menilai agama lain. Teologi islam ternyata banyak memberikan pelajaran, bahwa kita harus percaya akan adanya Allah, dan mempelajari teologi, dengan tujuan agar kita tidak goyah dan terombang-ambing dengan perkembangan zaman. Kita bisa mempelajari teologi dalam bidang ilmu filsafat. Kenapa kita perlu belajar teologi? Menurut saya, kehidupan kita ini perlu di atur dengna aturan agama. Jika kita tidak memiliki atau dan meyakini akan adanya Tuhan, kehidupan kita tidak tahu benar atau salah apa yang kita lakukan. Daftar Pustaka Haerul Anwar,2014. teologi islam perspektif Fazlur Rahman. banten: ilmu ushluhuddin vol 2 Mukhlis, Febri. 2015. Model Penelitian Kalam, Teologi Islam (Ilmu Kalam) Ahmad Hanaft. Ponorogo: Rumah Jurnal IAIN Ponorogo Wisnu Triyogi, Arkhelaus. Refleksi kritis tentang klaim kebenaran teologi dan problem kejahatan masyarakat postmodernisasi Naupal, Naupal. “Klaim Kebenaran Teologi dan Tuntutan Zaman: Refleksi Kritis atas Etika Beragama” dalam Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam.Volume 8, Nomor 2. Hanafi, Ahmad dalam Pengantar Teologi Islam, hlm.1

Judul: Klaim Kebenaran Teologi Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan

Oleh: Hafifah Ajeng


Ikuti kami