Bedah Cetak Biru Ekonomi Kreatif

Oleh Maria G.soemitro

4,6 MB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Bedah Cetak Biru Ekonomi Kreatif

EKONOMI KREATIF: KEKUATAN BARU INDONESIA MENUJU 2025 BEDAH CETAK BIRU EKONOMI KREATIF 2014 | Yogyakarta, 23.10.14 Indonesia Kreatif APA ITU EKONOMI KREATIF? Gelombang ke-4 ekonomi setelah ekonomi pertanian, industri dan informasi. Pekerja buruh Pekerja kreatif  EKONOMI KREATIF adalah penciptaan nilai tambah berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. kreativitas berbasis warisan budaya  EKONOMI KREATIF juga penting karena mengerakkan dan bisa menjadi masukan/input bagi sektor-sektor lain.  INDUSTRI KREATIF adalah industri menghasilkan output dari pemanfaatan kreativitas, keahlian, dan bakat individu untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup. kreativitas berbasis Sains dan injiniring Kreativitas tidak hanya terbatas pada karya berbasis seni dan budaya tapi juga karya berbasis iptek, engineering, invoasi dan IT 6 EKONOMI KREATIF Penciptaan nilai tambah (ekonomi, sosial, budaya, lingkungan) berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi INDUSTRI KREATIF Industri yang menghasilkan output dari pemanfaatan kreativitas, keahlian, dan bakat individu untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup 7 KREATIVITAS, INOVASI DAN PENEMUAN Kreativitas (creativity) adalah kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang unik, menghasilkan ide baru/praktis sebagai solusi dari suatu masalah, atau melakukan sesuatu yang berbeda dari pakem (thinking outside the box). Inovasi (innovation) adalah transformasi atau implementasi dari ide atau gagasan berdasarkan kreativitas dengan memanfaatkan penemuan-penemuan yang ada untuk menghasilkan produk atau proses yang lebih baik, bernilai tambah, dan bermanfaat. Penemuan (invention) adalah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dan diakui sebagai karya yang mempunyai fungsi yang unik atau belum pernah diketahui sebelumnya. 8 Ekonomi Kreatif Meningkatkan Citra dan Identitas Bangsa Batik dan Tenun yang dipakai dalam berbagai gaya dan produk, bahkan mendunia. (foto adalah desain dari Cotton Ink, Indonesia Fashion Forward) Eko Nugroho untuk Louis Vuitton Bayo Gale untuk Maroon V 10 Ekonomi Kreatif Meningkatkan Daya Saing: Inovasi dan Kreativitas Ripple Effect in Pokemon Business (2003) Overseas impact • TV Animation: 68 couuntries, 25 languages • Film: Overseas, box office $ 0.284 B • Gameboy: 0.18 (shipment) *global • Cardgame: 13B (shipment) *global • Related products, 30.000 items overseas, Licensing with 500 companies Source: Ministry of Economy, Trade and Industry, Japan 1,000B Yen 2,300B Yen 11 Dampak Sosial Ekonomi Kreatif: Meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan dan Toleransi. Selain memberikan dampak positif di bidang pariwisata, novel dan film Laskar Pelangi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran sosial (social responsiblity) di bidang pendidikan. • Saat ini PT Timah banyak memberikan beasiswa bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu yang dinilai berprestasi • Menginspirasi banyak orang untuk menjadi tenaga pengajar sosial seperti Ibu Muslimah, tokoh guru di novel tersebut. "Laskar Pelangi sudah menjadi branding yang kuat dalam pengembangan pariwisata Belitung, dan ini membuat saya berpikir untuk mengajak kita semua, ayo berpikir kreatif untuk memanfaatkan branding ini." Andrea Hirata RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF SUBSEKTOR Tidak Berwujud Film, Video, Fotografi Musik Periklanan TV dan Radio Desain Permainan interaktif Teknologi Informasi Arsitektur Penelitian dan pengembangan Penerbitan Seni Rupa Berwujud Intensitas Sumber daya Seni pertunjukan 15 Kuliner Mode Kerajinan Seni dan Budaya Desain Substansi Dominan Media 13 14 3 18 PROFIL 15 NEGARA TUJUAN EKSPOR KARYA KREATIF INDONESIA 2010-2012 3500 Lainnya Amerika Serikat 3000 Inggris Jumlah Ekspor dalam Juta US Dollar 2500 Thailand Lainnya; 946,82 1014,63 Spanyol 1061,10 Selandia Baru Belanda 2000 918,77 863,53 810,86 1500 182,26 1000 111,74 302,53 500 200,57 0 107,64 322,90 60,51 2010 2011 Korea Japan 118,64 India 115,10 Perancis 99,20 104,50 91,18 Sumber Data: UNCTAD & COMTRADE 41 % 5 % Malaysia Taiwan 7 % 370,70 124,51 98,28 2012 15% Hong Kong Cina Australia Indonesia: Ekspor dan Impor Barang – Barang Kreatif Tahun 2010 - 2013 5,0 4,5 4,0 1,04 1,24 3,13 3,01 1,38 1,38 3,15 3,23 3,5 3,0 2,5 2,0 1,5 1,0 0,5 0,0 2010 2011 Ekspor(US$bn) SUMBER. COMTRADE 2012 2013 Impor(US$bn) 23 KONSUMSI RUMAH TANGGA EKONOMI KREATIF (MILIAR RUPIAH) Konsumsi rumah tangga untuk belanja karya industri kreatif terus meningkat. Di tahun 2013 konsumsi mencapai 866 T dan tumbuh pada tahun 2013 sebesar 10,8%. 100 80 60 82,37 82,55 642.327,6 M 707.499,4 M 17,63 17,45 2010 2011 82,61 82,83 40 20 10,2 % 781.871,9 M 10,5 17,39 % 866.542,1M 10,8 17,17 0 Konsumsi Rumah Tangga Ekonomi Kreatif(%) 2012 2013 Konsumsi Rumah Tangga Non Ekonomi Kreatif (%) % VISI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2025 EMPAT PRINSIP PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF INDONESIA 1 Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi 2 3 Peningkatan literasi mengenai pola pikir desain (design thinking) Pelestarian seni dan budaya sebagai inspirasi 4 Pengembangan dan pemanfaatan media sebagai saluran distribusi dan presentasi karya dan konten kreatif DAYA SAING TUJUH ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PERAN AKTOR DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PERAN UTAMA INTELEKTUAL PERAN UTAMA KOMUNITAS • Wadah berbagi pengetahuan • Wadah pengembangan jejaring kreatif • Wadah ekspresi dan eksplorasi kreativitas PERAN UTAMA PEMERINTAH • • • • • Regulator Fasilitator Konsumen Investor Hub Agency • Pendorong penciptaan SDM kreatif • Penggerak pengembangan, pemanfaatan, dan distribusi pengetahuan • Penggerak utama dalam meningkatkan apresiasi dan literasi terhadap kreativitas OUTPUT KOLABORASI • • • • • Kelembagaan yang kuat Karakter dan jatidiri bangsa Rasa cinta tanah air dan bangsa Persatuan dan kesatuan bangsa Kualitas hidup masyarakat PERAN UTAMA BISNIS • Penggerak pengembangan industri • Pencipta (pasar, barang & jasa kreatif, lapangan pekerjaan) • Pendorong penelitian dan pengembangan • Pembentuk komunitas & entrepreneur kreatif TAHAPAN DAN SKALA PRIORITAS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF NASIONAL 2005-2025 Tahap kesatu (2005 – 2009) Menata kembali dan meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap ekonomi kreatif di segala bidang yang ditujukan untuk meningkatkan upaya penciptaan nilai tambah berbasis budaya. Tahap kedua (2010 – 2014) Menata kembali pengembanga n ekonomi kreatif dan memperkuat SDM dan kelembagaan pengembanga n ekonomi kreatif yang ditujukan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembanga n ekonomi kreatif. Tahap ketiga (2015 – 2019) Memantapkan pengembanga n ekonomi kreatif dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan budaya lokal, serta sumber daya manusia berkualitas dengan kemampuan pengembanga n dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus meningkat. Tahap keempat (2020 – 2024) Mengarusutam a-kan kreativitas dan mewujudkan daya saing global berlandaskan keunggulan kompetitif di seluruh wilayah Indonesia yang didukung oleh SDM berkualitas; sumber daya alam dan budaya lokal; industri berdaya saing, dinamis, beragam, dan berkelanjutan, serta iklim usaha yang kondusif. 2025 Ekonomi Kreatif sebagai penggerak terciptanya Indonesia yang berdaya saing dan masyarakat berkualitas hidup. 31 2009-2014 2015-2019 Orang Kreatif Masyarakat dengan mindset dan moodset kreatif yang didukung oleh talenta pekerja kreatif Meningkatnya kuantitas dan kualitas orang kreatif lokal yang didukung oleh lembaga pendidikan yang sesuai dan berkualitas Meningkatnya ketersediaan pendidikan yang berkualitas dan orang kreatif yang berdaya saing dan dinamis Orang kreatif dan pendidikan kreatif yang berkualitas dan berdaya saing Sumber Daya Pemanfaatan bahan baku dengan nilai tambah dan tingkat utilisasi yang tinggi serta ramah lingkungan Meningkatnya pengembangan dan pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan dan kompetitif Meningkatnya ketersediaan bahan baku lokal ramah lingkungan, beragam dan kompetitif Ketersediaan bahan baku lokal beragam, ramah lingkungan dan kompetitif, serta budaya yang hidup di masyarakat Industri Industri Kreatif yang unggul di pasar domestik dan global dengan peran dominan wirausahawan nasional Meningkatnya pertumbuhan dan daya saing Industri Kreatif Meningkatnya pertumbuhan, daya saing, dan keragaman Industri Kreatif Industri Kreatif yang berdaya saing, tumbuh, dan beragam Pembiayaan Tercapainya tingkat kepercayaan dan distribusi informasi yang simetris antara lembaga keuangan dengan Industri Kreatif Terciptanya lembaga pembiayaan dan akses pembiayaan yang sesuai bagi wirausaha kreatif lokal Terciptanya lembaga pembiayaan dan akses pembiayaan yang sesuai dan kompetitif bagi wirausaha kreatif lokal Ketersediaan dan kualitas pembiayaan yang sesuai dan kompetitif bagi wirausaha kreatif lokal Pemasaran Meningkatnya apresiasi pasar domestik terhadap karya kreatif lokal Meningkatnya keragaman segmen dan pangsa pasar ekonomi kreatif Terciptanya pasar ekonomi kreatif yang makin luas dan bertumbuh tinggi Keragaman pasar di dalam dan luar negeri yang berkualitas dan berkelanjutan Infrastruktur & Teknologi Teknologi yang mendukung desain dan melayani kebutuhan pasar Meningkatnya pengembangan dan akses terhadap infrastruktur dan teknologi yang sesuai dan kompetitif bagi industri kreatif Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dan teknologi pengembangan Industri Kreatif yang tepat guna dan kompetitif Ketersediaan infrastruktur yang memadai dan penguasaan teknologi tepat guna, mudah diakses, dan kompetitif bagi industri kreatif lokal Kelembagaan PETA JALAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009-2025 2020-2024 2025 Masyarakat berpemikiran terbuka dan mengkonsumsi produk kreatif lokal Terciptanya iklim usaha yang kondusif dan meningkatnya apresiasi terhadap karya kreatif lokal Meningkatnya iklim usaha yang kondusif dan meningkatnya apresiasi terhadap karya kreatif lokal Iklim usaha yang kondusif dan 32 masyarakat berpemikiran terbuka yang mengkonsumsi karya kreatif lokal PRIORITAS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2015-2019 Tahap ketiga (2015 – 2019) Memantapkan pengembanga n ekonomi kreatif dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas dengan kemampuan pengembanga n dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus meningkat. 1.Peran ekonomi kreatif dapat dilihat sebagai: • sektor penggerak dan mendorong penciptaan daya saing sektor lainnya; • industri kreatif yang terdiri dari 15 subsektor; 2.Sejalan dengan memantapkan pengembangan ekonomi kreatif, maka kondisi-kondisi utama yang ingin dicapai pada periode 2015-2019 : • • • • • • Meningkatnya kuantitas dan kualitas orang kreatif lokal yang didukung oleh lembaga pendidikan yang sesuai dan berkualitas; Meningkatnya pengembangan dan pemanfaatan bahan baku (alam dan budaya) lokal; Meningkatnya pertumbuhan dan daya saing industri kreatif; Terciptanya lembaga pembiayaan dan akses pembiayaan yang sesuai bagi wirausaha kreatif lokal; Meningkatnya keragaman segmen dan pangsa pasar ekonomi kreatif; Meningkatnya pengembangan dan akses terhadap infrastruktur dan teknologi yang sesuai dan kompetitif bagi industri kreatif; dan terciptanya iklim usaha yang kondusif dan meningkatnya apresiasi 33 terhadap karya kreatif lokal. VISI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2015 - 2019 Terciptanya landasan yang kuat untuk pengembangan Ekonomi kreatif yang berdaya saing global Landasan yang kuat yang ingin diwujudkan adalah kondisi dimana seluruh elemen yang diperlukan untuk bertumbuhnya ekonomi kreatif dapat memberikan daya dukung yang kuat. Berdaya saing global yang ingin diwujudkan adalah sebuah kondisi masyarakat yang kreatif, mampu berkompetisi secara adil, jujur dan menjunjung tinggi etika, unggul di tingkat nasional maupun global, dan memiliki kemampuan (daya juang) untuk terus melakukan perbaikan (continuous improvement), dan selalu berpikir positif untuk menghadapi tantangan dan permasalahan; 34 VISI MISI TUJUAN SASARAN Terciptanya landasan yang kuat untuk pengembangan Ekonomi kreatif yang berdaya saing global 1. Meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan bahan baku untuk pengembangan ekonomi kreatif 1. Peningkatan kuantitas dan kualitas orang kreatif lokal yang didukung oleh lembaga pendidikan yang sesuai dan berkualitas 2. Peningkatan kualitas pengembangan dan pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan dan kompetitif 1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas orang kreatif 2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tenaga kerja kreatif 3. Tersedianya bahan baku yang berciri khas lokal, berkelanjutan dan ramah lingkungan dari sumber daya alam Indonesia 4. Meningkatnya penggunaan, pengelolaan, dan perlindungan sumber daya budaya yang berkelanjutan. 2. Meningkatkan pertumbuhan dan daya saing industri kreatif 3. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global 4. Penyediaan akses dan pengembangan model pembiayaan yang sesuai bagi wirausaha kreatif lokal 3. Peningkatan pertumbuhan dan daya saing Industri Kreatif 5. Peningkatan keragaman segmen pasar dan pangsa pasar ekonomi kreatif 6. Peningkatan ketersediaan dan akses terhadap infrastruktur dan teknologi yang sesuai dan kompetitif bagi industri kreatif 7. Peningkatan kualitas iklim usaha bagi industri kreatif dan apresiasi terhadap karya kreatif dan sumber daya lokal 1. Meningkatnya wirausaha kreatif yang berdaya saing secara nasional dan internasional 2. Meningkatnya usaha kreatif lokal yang berdaya saing secara nasional dan internasional 3. Terciptanya produk dan jasa kreatif Indonesia yang menjadi ikon nasional dan internasional 1. Terciptanya pembiayaan yang sesuai dan mudah diakses 2. Meningkatnya keragaman karya kreatif dan pangsa pasar ekonomi kreatif 3. Meningkatnya ketersediaan infrastruktur yang mendorong kelancaran produksi, distribusi dan promosi produk kreatif 4. Meningkatnya ketersediaan teknologi tepat guna dan mudah diakses 5. Terciptanya regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif 6. Meningkatnya partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kreatif 7. Terwujudnya kreativitas sebagai paradigma pembangunan dan dalam kehidupan masyarakat 8. Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian serta kepemimpinan Indonesia dalam fora internasional 9. Meningkatnya apresiasi kepada orang/wirausaha/usaha/karya kreatif lokal di dalam dan luar negeri 10. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap sumber daya alam dan budaya lokal 35 SALAM KREATIF! AGUNG PASCASUSENO TIM PENYUSUN CETAK BIRU EKONOMI KREATIF 2025 agungpasca@gmail.com @gungyo 36 KEY MESSAGES  6 Isu Strategis menjadi 7 Isu Strategis  Fokus pengembangan pada 15 subsektor ekonomi kreatif  Fokus pengembangan diarahkan pula pada pengarusutamaan ekonomi kreatif di setiap sektor prioritas pembangunan nasional  Empat prinsip utama landasan pengembangan ekonomi kreatif:  Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi  Design thinking  Pelestarian seni dan budaya  Pemanfaatan media untuk meningkatkan apresiasi dan literasi masyarakat terhadap sumber daya dan karya kreatif lokal  Kolaborasi quad-helix not triple helix  Di arahkan pada pembahasan visi 2019 (Terciptanya landasan yang kuat untuk pengembangan Ekonomi kreatif yang berdaya saing global)  Borderless creativity  softpower 38 STATISTIK EKONOMI KREATIF NASIONAL (2010-2013) INDIKATOR 1 Berbasis Produk Domestik Bruto 1 1 Nilai Tambah Ekonomi Kreatif (ADHB) 1 2 Kontribusi Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Terhadap Total PDB (ADHB) 1 3 Pertumbuhan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif (ADHK) 2 Berbasis Ketenagakerjaan 2 1 Jumlah Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2 2 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja terhadap Ketenagakerjaan Nasional 2 3 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2 4 Produktivitas Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 3 Berbasis Aktivitas Perusahaan 3 1 Jumlah Perusahaan Ekonomi Kreatif 3 2 Kontribusi Jumlah Perusahaan terhadap Total Usaha 3 3 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan 3 4 Nilai Ekspor Ekonomi Kreatif 3 5 Kontribusi Ekspor Terhadap Total Ekspor 3 6 Pertumbuhan Ekspor Ekonomi Kreatif 4 Berbasis Konsumsi Rumah Tangga 4 1 Nilai Konsumsi Rumah Tangga Ekonomi Kreatif 4 2 Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga Ekonomi Kreatif terhadap Total Konsumsi Rumah Tangga Sumber Data: BPS (2013) Rumah Tangga 4 3 Pertumbuhan Konsumsi SATUAN 2010 2011 2012 2013 RATA-RATA Miliar Rupiah Persen 472.999 7,34 526.999 7,10 578.760 7,02 641.815 7,05 555.143,62 7,13 Persen - 5,02 4,47 5,76 5,09 Orang Persen 11.493.875 10,62 11.661.900 10,63 11.799.568 10,65 11.872.428 10,72 11.706.943 10,65 Persen - 1,46 1,18 0,62 1,09 Ribu Rupiah/ Pekerja Pertahun 939.480 964.030 985.515 1.038.795 981.955 Perusahaan Persen 5.263.458 9,65 5.331.713 9,70 5.398.162 9,72 5.420.165 9,68 5.353.374 9,69 Persen Juta Rupiah Persen Persen 96.703.035 6,10 - 1,30 105.190.164 6,95 8,78 1,25 110.144.803 5,51 4,71 0,41 118.968.032 5,72 8,01 0,98 107.751.508 6,07 7,17 Juta Rupiah Persen 642.327.558 17,63 707.499.440 17,45 781.871.935 17,39 866.542.117 17,17 749.560.263 17,41 Persen - 10,15 10,51 10,83 10,50 39 INDIKATOR DAN TARGET PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 20092025 NO MISI/ TUJUAN INDIKATOR 2009-2014 2015-2019* 2020-2024* 2025* 1. Mengoptimalkan pemanfaatan dan mengembangkan sumber daya lokal yang berdaya saing, dinamis, & berkelanjutan 1 Kontribusi Ekonomi Kreatif dalam penyerapan tenaga kerja 2 Pertumbuhan jumlah tenaga kerja Ekonomi Kreatif 3 Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja Ekonomi Kreatif 2. Mengembangkan industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, beragam, dan berkualitas 10.65% 10-11% 10-12% 10-12% 1.8% 3.5% 1.5-2% 3-4% 1.5-2% 3-4% 1.5-2% 3-4% 1 Kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap PDB 7.1% 7.0-7.5% 7.5-8% 7.5-8% 2 3 4 Pertumbuhan Nilai Tambah (ADHK) Ekonomi Kreatif Pertumbuhan Lapangan Usaha Kreatif Kontribusi Ekspor Ekonomi Kreatif Terhadap Devisa Negara 5% 1.4% 2% 5-7.5% 1-2% 2-2.5% 6-9% 1-4% 2.5-3% 7-9% 2-4% 2.5-3% 3. Mengembangkan lingkungan yang kondusif yang mengarusutamaan kreativitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan 1 2 3 4 seluruh pemangku kepentingan. Pertumbuhan Pembiayaan untuk Ekonomi Kreatif Pertumbuhan Ekspor Karya Kreatif Kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap Total ekspor 6 7 Konsentrasi Negara Tujuan Ekspor (CR5) Peningkatan Kontribusi Karya Ekonomi Kreatif dalam Konsumsi RT Peningkatan penetrasi Internet Peningkatan jumlah kota kreatif 8 9 10 Pertumbuhan Pendaftaran Paten domestik Pertumbuhan Merk domestik Pertumbuhan Desain Industri domestik 5 N/A 7.20% 5.7% 8-10% 11-14% 6,5-7,5% 11-13% 15-17% 7,5-8,5% 13% 17% 8.5% 53% 50-55% 45-50% 45-50% 17% 18-20% 18-20% 18-20% 11% 4 16-20% 6 21-25% 8 25% 12 13.5% 13.5% 3.3% 14-15% 14-15% 3,5%-5% 14-15% 14-15% 3,5%-5% 14-15% 14-15% 3,5%-5% 40 Backward Linkage Pasar barang seni Riset & pengembangan Musik Seni Pertunjukan Arsitektur Layanan komputer & piranti lunak Permainan interaktif Film video & Fotografi Radio & televisi Wisata Kuliner ( Restoran) Desain Fesyen Kerajinan Desain Penerbitan & Percetakan Periklanan 0,0 Sumber: BPS, 2012; diolah 1,42 1,51 1,52 1,54 1,67 1,95 1,98 2,00 2,01 2,06 2,15 2,15 2,21 2,24 2,32 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 41 Forward Linkage Pasar barang seni Seni Pertunjukan Musik Permainan interaktif Periklanan Layanan komputer & piranti lunak Riset & pengembangan Arsitektur Kerajinan Desain Film video & Fotografi Desain Fesyen Radio & televisi Penerbitan & Percetakan Wisata Kuliner ( Restoran) 0,0 1,00 1,01 1,03 1,05 1,06 1,08 1,11 1,11 1,20 1,22 1,25 1,34 1,40 1,43 1,53 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 Sumber: BPS, 2012 42 SEKTOR-SEKTOR DENGAN ANGKA KETERKAITAN (BACKWARD LINKAGE) TINGGI Penerbitan & Percetakan 2,24 Air bersih 2,24 Konstruksi 2,29 Angkutan laut 2,30 Angkutan Udara 2,31 Periklanan 2,32 Industri Kertas dan Barang cetakan 2,33 Industri Barang lainnya 2,33 Industri Pupuk Kimia & Barang dari karet 2,35 Angkutan Rel 2,37 Industri Tekstil Brg. kulit & Alas kaki 2,39 Hiburan dan Rekreasi 2,43 Industri Alat Angk. Mesin & Peralatannya 2,50 0,0 0,3 0,5 0,8 1,0 1,3 1,5 1,8 2,0 2,3 2,5 2,8 Sumber: BPS, 2012; diolah 43 ARAHAN STRATEGIS RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL 1. ARAHAN STRATEGIS RPJP NASIONAL 2005-2025 2. ARAHAN STRATEGIS RPJMN 2009-2015 44 Pengembangan Ekonomi kreatif dapat mendukung pencapaian 5 misi dari 8 misi, 5 sasaran dari 8 sasaran, dan 16 indikasi strategis dari 32 indikasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 45 Visi RPJPN 2005 – 2025: “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur” MISI (8) 1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya & beradab berdasarkan falsafah Pancasila. 2. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing. SASARAN (8) INDIKASI (32) 1. Terwujudnya masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab 1. Terwujudnya karakter bangsa (beriman dan bertaqwa, berbudi luhur, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi iptek) 2. Makin mantapnya budaya bangsa (meningkatnya peradaban,harkat, dan martabat manusia Indonesia, dan menguatnya jati diri dan kepribadian bangsa) 2. Terwujudnya bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera 1. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan (pendapatan perkapita, tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin) 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia, termasuk peran perempuan dalam pembangunan. (indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan gender (IPG), serta penduduk tumbuh seimbang) 3. Terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif (sektor pertanian, pertambangan, industri manufaktur, serta jasa) 4. Terciptanya infrastruktur yang andal dan terintegrasi (perhubungan, telematika, listrik, air) 5. Meningkatnya profesionalisme aparatur negara (pusat dan daerah) Kontribusi ekonomi kreatif terhadap pencapaian misi, sasaran, dan indikasi pembangunan nasional 46 MISI (8) SASARAN (8) INDIKASI (32) 3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum 3. Terwujudnya Indonesia yang demokratis, berlandaskan hukum dan berkeadilan 1. Terciptanya supremasi hukum dan penegakan hak-hak asasi manusia (sistem hukum nasional, penegakan hukum, penghormatan pada hak-hak asasi manusia) 2. Menciptakan landasan konstitusional untuk memperkuat kelembagaan demokrasi 3. Memperkuat peran masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan politik. 4. Memantapkan pelembagaan nilai-nilai demokrasi yang menitikberatkan pada prinsipprinsip toleransi, non-diskriminasi, dan kemitraan 4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu. 4. Terwujudnya rasa aman & damai bagi seluruh rakyat serta terjaganya keutuhan wilayah NKRI dan kedaulatan negara dari ancaman baik dari dalam negeri maupun luar negeri 5. Terwujudnya konsolidasi demokrasi pada berbagai aspek kehidupan politik (pemerintah berdasarkan hukum, birokrasi profesional dan netral, masyarakat sipil, masyarakat politik dan masyarakat ekonomi yang mandiri, serta adanya kemandirian nasional 1. Terwujudnya keamanan nasional (martabat kemanusiaan, keselamatan warga negara, dan keutuhan wilayah) 2. TNI yang profesional, komponen cadangan dan pendukung pertahanan yang kuat, industri pertahanan yang andal 3. Polri yang profesional, partisipasi kuat masyarakat, intelijen, dan kontra intelijen yang efektif, koordinasi antara institusi pertahanan dan keamanan Kontribusi ekonomi kreatif terhadap pencapaian misi, sasaran, dan indikasi pembangunan nasional 47 MISI (8) SASARAN (8) INDIKASI (32) 5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan 5. Terwujudnya pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan 1. Tingkat pembangunan yang makin merata ke seluruh wilayah (kualitas hidup, kesejahteraan, kesenjangan) 2. Kemandirian pangan dapat dipertahankan (kualitas gizi, instrumen jaminan pangan untuk tingkat rumah tangga) 3. Terpenuhi kebutuhan hunian (prasarana dan sarana pendukungnya, sistem pembiayaan perumahan, kota tanpa permukiman kumuh) 4. Terwujudnya lingkungan perkotaan dan perdesaan yang sesuai dengan kehidupan yang baik, berkelanjutan, serta mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat 6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari 6. Terwujudnya Indonesia yang asri dan lestari 1. Membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup (fungsi, daya dukung, dan kemampuan pemulihannya dalam mendukung kualitas kehidupan) 2. Terpeliharanya kekayaan keragaman jenis dan kekhasan sumber daya alam (nilai tambah, daya saing bangsa, serta modal pembangunan nasional) 3. Meningkatnya kesadaran, sikap mental, dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup Kontribusi ekonomi kreatif terhadap pencapaian misi, sasaran, dan indikasi pembangunan nasional 48 MISI (8) SASARAN (8) 7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional 7. Terwujudnya Indonesia sebagai negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional INDIKASI (32) 1. Terbangunnya jaringan sarana dan prasarana sebagai perekat semua pulau dan kepulauan Indonesia 2. Meningkat dan menguatnya sumber daya manusia di bidang kelautan yang didukung oleh pengembangan IPTEK 3. Menetapkan wilayah NKRI, aset-aset, dan hal-hal yang terkait dalam kerangka pertahanan negara 4. Membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan 5. Mengurangi dampak bencana pesisir dan pencemaran laut 8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional 8. Terwujudnya peranan Indonesia yang meningkat dalam pergaulan dunia internasional 1. Memperkuat dan mempromosikan identitas nasional sebagai negara demokratis dalam tatanan masyarakat internasional 2. Memulihkan posisi penting Indonesia sebagai negara demokratis besar (keberhasilan diplomasi di fora internasional) 3. Meningkatnya kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional 4. Terwujudnya kemandirian nasional dalam konstelasi global 5. Meningkatnya investasi perusahaan Indonesia di luar negeri Kontribusi ekonomi kreatif terhadap pencapaian misi, sasaran, dan indikasi pembangunan nasional 49 TAHAPAN DAN SKALA PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL 2005-2025 RPJM ke-1 (2005 – 2009) Menata kembali dan membangun Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dan yang tingkat kesejahteraan rakyatnya meningkat RPJM ke-2 (2010 – 2014) Memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian RPJM ke-3 (2015 – 2019) Memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat RPJM ke-4 (2020 – 2024) Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing; dan iklim usaha yang kondusif 2025 Indonesi a yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur 50 Pengembangan Ekonomi kreatif dapat mendukung pencapaian 8 indikasi dari 16 indikasi utama Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 (dalam buku RPJPN 2005-2025) yang telah ditetapkan 51 8 dari 16 indikasi utama Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 yang dapat didukung oleh Pengembangan Ekonomi Kreatif RPJM Nasional ke-3 (2015 – 2019) Memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat • Sejalan dengan kondisi aman dan damai yang makin mantap di seluruh wilayah Indonesia, kemampuan pertahanan nasional dan keamanan dalam negeri makin menguat yang ditandai dengan: • Terbangunnya profesionalisme institusi pertahanan dan keamanan negara. • Kehidupan demokrasi bangsa makin mengakar dalam kehidupan bangsa. • Mendorong tercapainya penguatan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional. • Kesadaran dan penegakan hukum dalam berbagai aspek kehidupan. • Kesejahteraan rakyat terus membaik, meningkat sebanding dengan tingkat kesejahteraan negara-negara berpenghasilan menengah, dan merata. • Kualitas sumber daya manusia terus membaik ditandai oleh meningkatnya kualitas dan relevansi pendidikan, termasuk yang berbasis keunggulan lokal; • Meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat; • Meningkatnya kesetaraan gender; • Meningkatnya tumbuh kembang optimal, serta kesejahteraan dan perlindungan anak; • Tercapainya kondisi penduduk tumbuh seimbang; dan • Mantapnya budaya dan karakter bangsa. • Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang semakin mantap dicerminkan oleh • Terjaganya daya dukung lingkungan dan kemampuan pemulihan untuk mendukung kualitas kehidupan sosial dan ekonomi secara serasi, seimbang, dan lestari. • Daya saing perekonomian Indonesia semakin kuat dan kompetitif. • Ketersediaan infrastruktur yang sesuai dengan rencana tata ruang; • Terwujudnya konservasi sumber daya air yang mampu menjaga keberlanjutan fungsi sumber daya air dan pengembangan sumber daya air. 52 • Pengembangan infrastruktur perdesaan akan terus dikembangkan yang mendorong terwujudnya kota tanpa permukiman kumuh. KERANGKA STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009 - 2025 1. ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2. VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2025 53 ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009-2025 1 Ketersedia an SDM kreatif yang profesional dan kompetitif Ketersediaa 2 n Bahan baku (SDA dan Sumber daya Budaya) yang berkualitas, beragam, dan kompetitif Pendidikan kreatif yang mendorong penciptaan orang kreatif berkualitas Peningkatan kapasitas tenaga kerja kreatif Pelestarian Sumber daya alam Pelestarian Sumber daya budaya 1. Kuantitas lembaga pendidikan formal dan nonformal (ketersediaan, biaya, kesesuaian, dan sebaran). 2. Kualitas pendidikan (pengajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, tenaga kependidikan). 3. Pengarusutamaan kreativitas. 4. Link and match dunia pendidikan dan dunia usaha. 5. Beasiswa (ketersediaan, kesesuaian, akses, sebaran informasi). 1. Kuantitas dan kualitas (ketersediaan, kesesuaian, sebaran, dan partisipasi perempuan; peningkatan skillknowledge-attitude, penguasaan dan akses terhadap iptek). 2. Perlindungan ketenagakerjaan. 1. Perlindungan (identifikasi, dokumentasi, rehabilitasi, revitalisasi, pengarsipan). 2. Pengembangan dan pemanfaatan (penelitian dan pengembangan SDA lokal sebagai bahan baku alternatif, akses terhadap hasil penelitian dan pengembangan, akses dan distribusi terhadap bahan baku lokal). 1. Perlindungan (identifikasi, dokumentasi, rehabilitasi dan revitalisasi, pengarsipan). 2. Pengembangan dan pemanfaatan (penelitian dan pengembangan, pengemasan dengan semangat kekinian, akses dan distribusi pengetahuan budaya). 54 ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009-2025 3 Industri Kreatif yang berdaya saing, tumbuh, dan beragam 4Ketersediaa n Pembiayaa n yang sesuai, mudah diakses dan kompetitif Wirausaha Kreatif berdaya saing dan dinamis Usaha Kreatif berdaya saing dan bertumbuh Produk dan karya kreatif yang beragam dan berkualitas Lembaga, Sumber, dan akses Pembiayaan yang sesuai dan kompetitif 1. Kuantitas dan kualitas wirausaha kreatif (profesionalisme wirausaha-skill-knowledge-attitude). 2. Kolaborasi, jejaring dan kerjasama di tingkat lokal, nasional, dan global. 1. Kuantitas entitas usaha (jumlah usaha,sebaran). 2. Kolaborasi dan linkage antar industri kreatif ataupun dengan industri lainnya. 3. Kualitas entitas usaha (standar usaha, model bisnis baru, brand). 1. Keragaman karya kreatif. 2. Kualitas karya kreatif (desain secara fungsi dan estetika, konten, kemasan karya, pemanfaatan bahan baku lokal, eco-product). 1. Kuantitas dan kualitas lembaga dan sumber pembiayaan (jumlah, kesesuaian, sebaran, dan layanan). 2. Alternatif pembiayaan (kesesuaian model, akses dan kompetitif). 3. Matchmaking sumber pembiayaan dan akses terhadap informasi pembiayaan. 55 ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009-2025 5 Perluasan Pasar bagi karya/usah a/orang kreatif 6 Ketersediaa n Infrastruktur dan Teknologi yang sesuai dan kompetitif Penetrasi dan diversifikas i pasar dalam dan luar negeri 1. Ketersediaan, akses, dan distribusi informasi pasar dalam dan luar negeri. 2. Pelayanan ekspor-impor karya kreatif. 3. Memperluas jangkauan distribusi karya, usaha, dan jaringan pasar bagi orang kreatif di dalam dan luar negeri (diplomasi budaya sebagai softpower, kemitraan dengan ritel modern, peningkatan kualitas branding; promosi; misi dagang, B to B networking di dalam dan luar negeri). Perluasan jangkauan dan kualitas Infrastrukt ur 1. Infrastruktur jaringan internet; dan infrastruktur logistik dan energi (ketersediaan, kesesuaian, harga dan biaya, sebaran/ penetrasi/jangkauan, performansi). 2. Infrastruktur fisik (ketersediaan, akses, prasarana) 3. Infrastruktur pembayaran non-tunai (jangkauan, penetrasi, sebaran, model pembayaran melalui media daring dan mobile) Ketersedia an Teknologi yang dibutuhkan dalam rantai nilai kreatif 1. Akses dan distribusi piranti lunak dan teknologi produksi karya kreatif yang tepat guna secara mudah dan kompetitif. 2. Pengembangan piranti lunak dan teknologi lokal yang tepat guna dan kompetitif untuk menghasilkan karya kreatif yang berkualitas. 56 ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009-2025 7 Kelembaga an dan Iklim Usaha Yang Mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif Regulasi yang mendukun g penciptaan Iklim usaha yang kondusif untuk berkemban g-nya industri Partisipasi kreatif Aktif Pemangku Kepenting an 1. Regulasi pendidikan dan apresiasi terhadap kreativitas (lingkungan pengembangan kreativitas). 2. Regulasi pengembangan sumber daya bagi industri kreatif. 3. Regulasi terkait penciptaan nilai kreatif (creative value chain) dan penataan industri kreatif dan industri pendukung penciptaan nilai kreatif (backward and forward linkage industry). 4. Regulasi pembiayaan bagi industri kreatif. 5. Regulasi perluasan pasar karya kreatif. 6. Regulasi pengembangan dan penyediaan teknologi dan infrastruktur pendukung industri kreatif. 7. Regulasi terkait HKI. 1. Sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antar aktor (intelektual, bisnis, komunitas, dan pemerintah) dan orang kreatif. 2. Kuantitas dan kualitas organisasi dan wadah (ketersediaan, kesesuaian, dan sebaran; SDM pengelola lembaga; kualitas tata kelola organisasi lembaga). 57 ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 2009-2025 Pengarusutamaan Kreativitas 7 Kelembagaa n dan Iklim Usaha Yang Mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif Partisipasi aktif dalam Fora Internasio nal 1. Gerakan pengarusutamaan kreativitas (Indonesia kreatif) yang dapat meningkatkan apresiasi masyarakat, bisnis, pendidikan dan pemerintahan terhadap kreativitas; 2. Ketersediaan dan aktivasi ruang publik yang memberikan ruang kebebasan berekspresi, berpikir kritis dan kreatif. 1. Peningkatan diplomasi secara bilateral, regional, dan multilateral. 2. Partisipasi dalam festival dan even internasional, dan penyelenggaraan festival dan even internasional di dalam negeri. Apresiasi orang/kary a/ wirausaha/ usaha kreatif lokal 1. Fasilitasi dan memberikan penghargaan yang prestisius bagi orang,karya,wirausaha, dan usaha kreatif lokal di tingkat nasional dan internasional. 2. Meningkatkan literasi masyarakat terhadap orang,karya,wirausaha, dan usaha kreatif lokal dan konsumsi karya kreatif lokal. 3. Meningkatkan apresiasi terhadap HKI. Apresiasi terhadap sumber daya alam dan budaya lokal 1. Meningkatkan akses dan distribusi terhadap informasi dan pengetahuan tentang sumber daya alam dan sumber daya budaya lokal. 2. Meningkatkan intensitas komunikasi penggunaan bahan baku lokal ramah lingkungan dan budaya lokal dalam penciptaan karya. 58 Berdasarkan RPJPN 2005-2025 dan RPJMN 2015-2019 serta isu strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional, maka visi pengembangan ekonomi kreatif dapat dirumuskan sebagai berikut: Ekonomi Kreatif sebagai penggerak terciptanya Indonesia yang berdaya saing dan masyarakat berkualitas hidup 1. Berkualitas Hidup yang ingin diwujudkan adalah sebuah kondisi masyarakat yang bahagia, yaitu: sehat jasmani dan rohani, berpendidikan, memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan, memiliki kehidupan yang seimbang, memiliki kepedulian sosial, memiliki toleransi dalam menerima perbedaan yang ada, dan menginterpretasikan nilai dan kearifan lokal, warisan budaya, tradisi secara bijaksana, mampu mengembangkan dan memanfaatkan budaya, dan menjadikan budaya sebagai dasar penciptaan jatidiri dan karakter bangsa-nya. 2. Berdaya saing yang ingin diwujudkan adalah sebuah kondisi masyarakat yang kreatif, mampu berkompetisi secara adil, jujur dan menjunjung tinggi etika, unggul di tingkat nasional maupun global, dan memiliki kemampuan (daya juang) untuk terus melakukan perbaikan (continuous improvement), dan selalu berpikir positif untuk menghadapi tantangan dan permasalahan; 59 VISI MISI TUJUAN SASARAN Ekonomi Kreatif sebagai penggerak terciptanya Indonesia yang berdaya saing dan masyarakat berkualitas hidup 1. Mengoptimalkan pengembangan dan pelestarian sumber daya lokal yang berdaya saing, dinamis, dan berkelanjutan 1. Peningkatan daya saing dan kreativitas sumber daya manusia kreatif 2. Peningkatan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya budaya bagi industri kreatif secara berkelanjutan 1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pendidikan yang mendukung penciptaan dan penyebaran orang kreatif secara merata dan berkelanjutan 2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas orang kreatif 3. Terciptanya bahan baku yang berkualitas, beragam dan kompetitif dari sumber daya alam yang terbarukan 4. Tersedianya informasi sumber daya budaya yang akurat dan terpercaya dan dapat diakses secara mudah dan cepat; 2. Mengembangkan industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, beragam, dan berkualitas 3. Peningkatan daya saing, pertumbuhan, keragaman dan kualitas industri kreatif 5. Meningkatnya wirausaha kreatif lokal yang berdaya saing dan dinamis 6. Meningkatnya usaha kreatif lokal yang berdaya saing, bertumbuh, dan berkualitas 7. Meningkatnya keragaman dan kualitas karya kreatif lokal 3. Mengembangkan lingkungan kondusif yang mengarusutamaan kreativitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan 4. Peningkatan aksesibilitas, kesesuaian, dan kemudahan pembiayaan bagi industri kreatif 5. Perluasan pasar di dalam dan luar negeri yang berkualitas dan berkelanjutan 6. Peningkatan kualitas dan aksesibilitas infrastruktur dan teknologi yang tepat guna 7. Penguatan kelembagaan dan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif 8. Meningkatnya ketersediaan pembiayaan bagi industri kreatif lokal yang sesuai,mudah diakses, dan kompetitif 9. Meningkatnya penetrasi dan diversifikasi pasar karya kreatif di dalam dan luar negeri 10. Meningkatnya ketersediaan infrastruktur yang memadai dan kompetitif 11. Meningkatnya ketersediaan teknologi tepat guna, mudah diakses, dan kompetitif 12. Terciptanya regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif 13. Meningkatnya partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kreatif secara berkualitas dan berkelanjutan 14. Tercapainya kreativitas sebagai paradigma pembangunan dan dalam kehidupan masyarakat 15. Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian serta kepemimpinan Indonesia dalam fora internasional 16. Meningkatnya apresiasi kepada orang/wirausaha/usaha/karya kreatif lokal di dalam dan luar negeri 17. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap sumber daya alam dan budaya lokal 60 STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF 20152019 61 MISI 1: Meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan bahan baku untuk pengembangan ekonomi kreatif SASARAN 1. Meningkatn ya kuantitas dan kualitas orang kreatif ARAH STRATEGI a. Mengembangkan lembaga pendidikan (formal dan non-formal) oleh pemerintah dan swasta di daerah yang memiliki potensi ekonomi kreatif 1. Memfasilitasi dan mendorong pihak swasta untuk membangun lembaga pendidikan dan pelatihan khususnya yang terkait kebutuhan SDM dalam pengembangan Ekonomi Kreatif yang berkualitas dengan biaya terjangkau 2. Memfasilitasi pengembangan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri kreatif 3. Mengembangkan dan memfasilitasi kerjasama lembaga pendidikan kreatif lokal dengan lembaga pendidikan (formal dan nonformal) kreatif di dalam dan luar negeri yang kredibel dan berkualitas b. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan kreatif melalui peningkatan kualitas sistem pendidikan, kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan 4. Meningkatkan kualitas kurikulum lembaga pendidikan kreatif yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif 5. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan formal dan nonformal yang mendukung penciptaan orang kreatif 6. Meningkatkan kualitas sistem pendidikan kreatif 7. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di lembaga pendidikan kreatif 8. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas metode untuk memperkenalkan kreativitas dalam sistem pendidikan melalui pengenalan pola berpikir kritis dan problem solving approach 9. Meningkatkan alokasi anggaran pendidikan untuk mendukung penciptaan insan kreatif Indonesia c. Menyelaraskan antar tahapan pendidikan serta meningkatkan partisipasi dunia usaha dalam pendidikan 10. Memetakan dan meningkatkan keterhubungan antar tingkatan pendidikan yang terkait dengan ekonomi kreatif 11. Melibatkan wirausaha dan orang kreatif dalam proses pendidikan d. Memberikan akses pendidikan ke jenjang lebih tinggi seluas-luasnya 12. Meningkatkan porsi dan akses pemberian beasiswa bagi masyarakat, pendidik dan tenaga kependidikan untuk belajar ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi terkait dengan sektor industri kreatif MISI 1: Meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan bahan baku untuk pengembangan ekonomi kreatif SASARAN 2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tenaga kerja kreatif ARAH STRATEGI a. Meningkatkan kapasitas orang kreatif 1. Mengidentifikasi dan memfasilitasi pengembangan standar kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja kreatif yang diakui secara global 2. Memfasilitasi pemberdayaan orang kreatif untuk meningkatkan keterampilan (kompetensi), pengetahuan (kapasitas), dan sikap serta perilaku sehingga kompetitif b. Memfasilitasi pemberdayaan tenaga kerja dan peran perempuan dalam pembangunan melalui ekonomi kreatif 3. Memfasilitasi pemberdayaan (diklat) orang kreatif untuk meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek yang memberikan kesempatan sebesarbesarnya kepada perempuan c. Perlindungan tenaga kerja kreatif Indonesia di dalam dan luar negeri 4. Mengembangkan sistem perlindungan kerja bagi tenaga kerja kreatif di dalam dan di luar negeri MISI 1: Meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan bahan baku untuk pengembangan ekonomi kreatif SASARAN 1.Tersedianya bahan baku dari sumber daya alam yang berciri khas lokal, berkelanjutan dan ramah lingkungan dari sumber daya alam Indonesia ARAH a. Mengembangkan sistem pengetahuan kekayaan hayati (sumber daya alam) Indonesia yang akurat dan terpercaya, serta dapat diakses dengan mudah dan cepat, dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara industri, lembaga riset pemerintah, dan pendidikan tinggi a. Mengembangkan bahan baku yang berciri khas lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan c. Menciptakan dan meningkatkan skalabilitas produksi dan daya saing bahan baku lokal di dalam dan luar negeri STRATEGI 1. Mengintensifkan komunikasi pengembangan produk kreatif yang berorientasi pada penghematan sumber daya dan ramah lingkungan 2. Meningkatkan efektivitas komunikasi tentang sumber daya terbarukan secara luas 3. Memberikan dukungan pada kegiatan dan organisasi ilmu pengetahuan yang berperan dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif 4. Memfasilitasi riset untuk mengembangkan material alternatif yang berciri khas Indonesia sebagai bahan baku 5. Mengembangkan sistem produksi dan distribusi bahan baku sehingga dapat menjamin ketersediaan bahan baku yang berkualitas, mudah diakses dan terjangkau bagi industri kreatif 6. Menjamin dan meningkatkan kualitas sistem standardisasi mutu bahan baku lokal bernilai tambah sehingga dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri 7. Memfasilitasi kerjasama pemerintah, intelektual, dan bisnis dalam pemanfaatan bahan baku lokal MISI 1: Meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan bahan baku untuk pengembangan ekonomi kreatif SASARAN 2.Meningkatnya penggunaan, pengelolaan, dan perlindungan sumber daya budaya yang berkelanjutan ARAH STRATEGI a. Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya budaya 1. Meningkatkan efektivitas komunikasi tentang budaya lokal 2. Memfasilitasi penelitian untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sumber daya budaya lokal yang merupakan inspirasi dalam pengembangan karya dan konten kreatif yang berwawasan budaya Indonesia 3. Memfasilitasi pendokumentasian dan archiving karya kreatif yang akurat dan terpercaya, serta dikelola secara profesional b. Memfasilitasi eksperimentasi dan eksplorasi budaya lokal sebagai inspirasi dalam berkarya 4. Memberikan dukungan pada kegiatan dan organisasi seni budaya dan ilmu pengetahuan yang berperan dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif MISI 2: Meningkatkan pertumbuhan dan daya saing industri kreatif SASARAN 1. Meningkatnya wirausaha kreatif yang berdaya saing secara nasional dan internasional ARAH STRATEGI a. Memfasilitasi penciptaan dan peningkatan profesionalisme (skill-knowledge-attitude) wirausaha kreatif 1. Memfasilitasi peningkatan keterampilanpengetahuan-sikap wirausaha kreatif dengan menghadirkan mentor bisnis berpengalaman di tingkat nasional dan global b. Memfasilitasi kolaborasi dan penciptaan jejaring kreatif antar wirausaha kreatif yang mengarusutamakan gender di tingkat lokal, nasional, dan global 2. Memfasilitasi kolaborasi, kerjasama/kemitraan dan jejaring antar wirausaha kreatif di tingkat lokal, nasional, dan global 3. Memfasilitasi pengembangan inkubator bisnis yang dikelola secara profesional MISI 2: Meningkatkan pertumbuhan dan daya saing industri kreatif SASARAN 2. Meningkatnya usaha kreatif yang memiliki daya saing industri di tingkat nasional dan internasional ARAH a. Memfasilitasi penciptaan usaha kreatif lokal dan kolaborasi antar usaha kreatif maupun antara industri kreatif dengan industri lainnya yang mengarusutamakan gender di tingkat lokal, nasional, dan global b. Memfasilitasi kolaborasi dan linkage antar usaha kreatif maupun antara industri kreatif dengan industri lainnya yang mengarusutamakan gender di tingkat lokal, nasional, dan global c. Mengembangkan standar usaha kreatif nasional yang diakui secara global serta memfasilitasi usaha kreatif lokal untuk memenuhi standar industri kreatif nasional dan global STRATEGI 1. Memfasilitasi wirausaha kreatif pemula untuk memulai usahanya 2. Memfasilitasi co-creation dan co-production antar usaha kreatif di tingkat lokal, nasional, dan global 3. Memfasilitasi program magang (internship) tenaga kerja kreatif antar usaha kreatif 4. Meningkatkan industri kreatif dan industri penunjang/pendukung usaha kreatif di dalam negeri, serta keterkaitan industri kreatif dengan industri lainnya dalam penciptaan nilai tambah 5. Memfasilitasi akses dunia usaha terhadap bahan baku, sumber daya budaya, dan orang kreatif lokal yang berkualitas dan kompetitif dan mendorong kerja sama lembaga pemerintah/swasta dengan industri kreatif dalam pemanfaatan bahan baku alternatif 6. Memfasilitasi lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, komunitas kreatif dan usaha kreatif untuk memanfaatkan bahan baku dan sumber budaya lokal 7. Mengembangkan standar usaha nasional yang memenuhi standar global sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha kreatif lokal secara nasional dan internasional 8. Memfasilitasi akses dan kapasitas dunia usaha untuk dapat memenuhi standar industri kreatif nasional dan global MISI 2: Meningkatkan pertumbuhan dan daya saing industri kreatif SASARAN 3. Terciptanya produk dan jasa kreatif Indonesia yang menjadi ikon nasional dan internasional ARAH STRATEGI a. Memfasilitasi peningkatan kualitas, jumlah, dan keragaman produk kreatif melalui peningkatan riset, kompetisi kreasi dan pengembangan standar produk berdaya saing di tingkat lokal dan global 1. Menyelenggarakan dan berpatisipasi aktif dalam kompetisi untuk kreasi produk kreatif baik di tingkat nasional maupun internasional 2. Memfasilitasi riset dan pengembangan pada proses kreasi dan produksi karya kreatif (misalnya terkait dengan desain, metode/teknik produksi, dan pengembangan konten) b. Mengembangkan standar karya kreatif (untuk karya kreatif yang dapat dikembangkan standardnya) 3. Meningkatkan standar mutu produk dan jasa kreatif secara bertahap dengan memfasilitasi peningkatan kapasitas usaha untuk dapat memenuhi standar karya kreatif nasional MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH a. Meningkatkan akses orang kreatif terhadap pembiayaan yang sesuai 1. Terciptanya pembiayaan yang sesuai dan mudah diakses b. Mengembangkan alternatif pembiayaan yang sesuai, dapat diakses dengan mudah, dan kompetitif c. Memperkuat hubungan dan akses informasi antara usaha kreatif, pemerintah dengan lembaga keuangan STRATEGI 1. Memfasilitasi dan meningkatkan mutu layanan lembaga pembiayaan bagi industri kreatif 2. Mengembangkan dan memfasilitasi penciptaan skema/model pembiayaan yang sesuai untuk industri kreatif yang dapat diakses dengan mudah 3. Memfasilitasi akses pendanaan bagi wirausaha kreatif berpotensi MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH a. Membangun sistem informasi dan sistem komunikasi tentang produk kreatif Indonesia 2. Meningkatnya keragaman karya kreatif dan pangsa pasar ekonomi kreatif b. Meningkatkan kualitas pelayanan ekspor-impor karya kreatif c. Memperluas jangkauan distribusi karya/usaha/ orang kreatif di dalam dan luar negeri melalui diplomasi budaya sebagai softpower dan peningkatan kualitas branding; promosi; misi dagang, B to B networking usaha/wirausaha kreatif di dalam dan luar negeri STRATEGI 1. Meningkatkan riset pemasaran produk kreatif di dalam dan luar negeri 2. Membangun sistem informasi pasar karya kreatif 3. Mengintensifkan komunikasi penggunaan produk kreatif dalam negeri sebagai upaya penciptaan pasar bagi produk kreatif di dalam negeri 4. Memfasilitasi pelayanan satu pintu bagi ekspor impor karya kreatif yang termasuk dalam komoditi yang diatur tata niaga 5. Mengembangkan sistem informasi mengenai regulasi ekspor dan impor karya kreatif dari negara tujuan ekspor yang akurat, terpercaya, mudah diakses, dan dikelola secara profesional 6. Meningkatkan kemampuan eksportir karya kreatif dalam melakukan perdagangan luar negeri 7. Memperluas jangkauan distribusi produk kreatif di dalam dan luar negeri 8. Penguatan sarana dan prasarana yang dapat mendukung promosi karya kreatif 9. Mendorong dan memfasilitasi branding produk dan jasa ekonomi kreatif Indonesia 10.Meningkatkan apresiasi pasar terhadap produk kreatif di dalam dan luar negeri 11.Meningkatkan promosi produk kreatif /usaha kreatif/pelaku kreatif yang memiliki nilai ekonomis dan membawa ciri khas Indonesia ke dunia internasional MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN 3. Meningkatnya ketersediaan infrastruktur yang mendorong kelancaran produksi, distribusi dan promosi produk kreatif. ARAH a. Menjamin ketersediaan infrastruktur telematikajaringan internet; dan infrastruktur logistik dan energi STRATEGI 1.Meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan internet, dan infrastruktur logistik dan energi 2.Memberikan insentif investasi teknologi serta infrastruktur teknologi sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku 3.Menyusun daftar prioritas basis pendukung teknologi informasi dan komunikasi bagi industri di bidang ekonomi kreatif MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN 4. Meningkatnya ketersediaan teknologi tepat guna dan mudah diakses ARAH STRATEGI a. Memfasilitasi akses dan pengembangan teknologi secara mudah dan kompetitif 1. Memfasilitasi penyediaan akses software legal, kompetitif dan mudah digunakan oleh orang/wirausaha/usaha kreatif b. Meningkatkan pengembangan basis-basis pengembangan teknologi lokal yang mendukung pengembangan industri kreatif c. Meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam melakukan pengembangan teknologi 1. Mengembangkan industri piranti keras dan piranti lunak dalam negeri sebagai penopang teknologi industri di bidang ekonomi kreatif 2. Mendorong dan memfasilitasi peningkatan mutu pengemasan produk dan jasa ekonomi kreatif 1. Meningkatkan kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara yang memiliki teknologi kreatif yang sudah maju 2. Mengembangkan inkubator-inkubator teknologi untuk mendukung pengembangan industri kreatif 3. Mengembangkan kerja sama riset dan teknologi multidisiplin antar institusi pendidikan di bidang ekonomi kreatif untuk mendukung pengembangan industri kreatif 4. Mengoptimalkan lembaga riset pemerintah untuk mengembangkan teknologi yang mendukung pengembangan industri di bidang ekonomi kreatif 5. Memfasilitasi pemberian bantuan dukungan teknologi pengolahan bahan baku industri di bidang ekonomi kreatif MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN 5. Terciptanya regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif ARAH STRATEGI a. Harmonisasi-regulasi (menciptakan, de-regulasi) pendidikan dan apresiasi yang mendukung pengembangan industri kreatif 1. Harmonisasi-regulasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkenalkan kreativitas dalam pendidikan untuk mendukung pengembangan industri kreatif 2. Harmonisasi-regulasi untuk dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi kreatif dan kreativitas di masyarakat b. Harmonisasi-regulasi (menciptakan, de-regulasi) pemanfaatan dan pengembangan sumber daya lokal bagi industri kreatif 1. Harmonisasi-regulasi tata niaga sumber daya alam lokal sebagai bahan baku industri kreatif 2. Harmonisasi-regulasi pelestarian (perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan) sumber daya alam (bahan baku lokal) dan sumber daya budaya lokal MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH STRATEGI c. Harmonisasi-regulasi 6. Terciptanya regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif (menciptakan, deregulasi) penciptaan nilai kreatif (creative value chain) dan penataan industri kreatif dan industri pendukung penciptaan nilai kreatif (backward and forward linkage) 1. Harmonisasi-regulasi penataan industri kreatif (core, backward dan forward linkage creative industry) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengembangan ekonomi kreatif 2. Harmonisasi-regulasi perpajakan (pajak negara maupun pajak daerah), kepabeanan, CSR, dan retribusi bagi industri kreatif d. Harmonisasi-regulasi (menciptakan, deregulasi) pembiayaan bagi industri kreatif 1. Harmonisasi-regulasi kepada industri kreatif e. Harmonisasi-regulasi (menciptakan, deregulasi) pembiayaan bagi industri kreatif 1. Harmonisasi-regulasi PMA subsektor ekonomi kreatif f. Harmonisasi-regulasi (menciptakan, deregulasi) perluasan pasar karya kreatif 1. Harmonisasi-regulasi untuk memperluas pasar produk dan jasa kreatif di dalam maupun di luar negeri 2. Harmonisasi-regulasi yang terkait dengan perlindungan konsumen pembiayaan (funding) MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH g. Harmonisasi-regulasi 7. Terciptanya regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif (menciptakan, de-regulasi) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) STRATEGI 1. Harmonisasi-regulasi Hak Kekayaan Intelektual untuk dapat menjamin perlindungan (pendaftaran yang mudah, penegakan hukum atas pembajakan dan tindakan melanggar HKI) bagi kekayaan intelektual h. Harmonisasi-regulasi (menciptakan, de-regulasi) ketenagakerjaan bagi orang kreatif 1. Harmonisasi-regulasi ketenagakerjaan orang kreatif dalam industri MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH a. Meningkatkan sinergi,koordinasi, dan kolaborasi antar aktor (intelektual, bisnis, komunitas, dan pemerintah) dan orang kreatif dalam pengembangan ekonomi kreatif 8. Meningkatnya partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kreatif b. Memfasilitasi pembentukan dan peningkatan kualitas organisasi atau wadah yang dapat mempercepat pengembangan ekonomi kreatif STRATEGI 1. Membentuk kelompok kerja pengembangan ekonomi kreatif Nasional yang dapat mensinergikan seluruh program dan kegiatan lintas sektor dan lintas regional yang dikelola secara profesional 2. Memfasilitasi terciptanya forum komunikasi dan kemitraan antar aktor (intelektual, bisnis, komunitas, dan pemerintah) maupun antar orang kreatif 1. Memfasilitasi pembentukan organisasi non pemerintah (asosiasi usaha, asosiasi profesi) sebagai rekan pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing usaha dan orang kreatif di tingkat nasional dan global 2. Memfasilitasi diciptakannya lembaga-lembaga pemerintah atau swasta yang mendorong terjadinya industri kreatif yang lebih baik 3. Memfasilitasi pengembangan dan penguatan komunitas kreatif di dalam dan di luar negeri 4. Meningkatkan kualitas pusat/badan/balai yang didukung oleh Pemerintah 5. Meningkatkan kualitas tatakelola dan efektifitas organisasi dalam lembaga pemerintahan (Kementerian dan non Kementerian) 6. Meningkatkan kapasitas aparatur negara dalam mengembangkan ekonomi kreatif MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN 9. Terwujudnya kreativitas sebagai paradigma pembangunan dan dalam kehidupan masyarakat ARAH a. Memfasilitasi gerakan pengarusutamaan kreatifitas baik di masyarakat,bisnis, pendidikan dan instansi pemerintahan b. Meningkatkan ketersediaan dan aktivasi ruang publik yang memadai STRATEGI 1. Meningkatkan dukungan pengembangan industri kreatif dalam RPJMN dan RENSTRA Kementerian dan Lembaga terkait 2. Meningkatkan dukungan pengembangan industri kreatif dalam RPJPD dan RPJMD melalui kerangka potensi unggulan daerah 3. Memfasilitasi gerakan/kegiatan yang meningkatkan apresiasi masyarakat, lingkungan pendidikan, bisnis dan instansi pemerintahan terhadap kreativitas dan sumber daya lokal 4. Mengintensifkan komunikasi pentingnya kreativitas, sumber daya budaya dan HKI sebagai modal utama keunggulan bersaing dalam era ekonomi kreatif 5. Mengintensifkan komunikasi untuk tidak membeli karya kreatif ilegal/bajakan 6. Memfasilitasi pengembangan akses informasi dan pengetahuan ekonomi kreatif di masyarakat 1. Memfasilitasi peningkatan dan aktivasi ruang publik yang memadai untuk memberikan ruang kebebasan berekspresi, berpikir kritis dan kreatif serta asimilasi nilai-nilai dan pertukaran pengetahuan antar pemangku kepentingan industri di bidang ekonomi kreatif di seluruh wilayah Indonesia MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN 10. Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian serta kepemimpinan Indonesia dalam fora internasional ARAH STRATEGI a. Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian serta kepemimpinan Indonesia dalam forum diplomasi bilateral, regional dan multilateral 1. Menjalin kemitraan strategis dengan negara yang sudah maju pada penciptaan creative value chain serta penguasaan terhadap teknologi melalui forum diplomasi bilateral, regional dan multilateral 2. Menjalin kemitraan strategis dengan negara yang berpotensi sebagai pasar bagi karya kreatif dalam negeri melalui forum diplomasi bilateral, regional dan multilateral a. Meningkatkan partisipasi Indonesia dalam even-even kreatif di tingkat internasional yang dapat mengangkat citra Indonesia sebagai bangsa yang kreatif 1. Memfasilitasi keikutsertaan Indonesia dalam even kreatif Internasional yang prestisius MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH a. Memfasilitasi dan memberikan penghargaan bagi orang/karya/ wirausaha/usaha kreatif lokal di tingkat nasional dan internasional 11. Meningkatnya apresiasi kepada orang/karya/ wirausaha/usa ha kreatif lokal di dalam dan luar negeri b. Meningkatkan komunikasi keberadaan orang/karya/wirausaha/usaha kreatif lokal dan konsumsi karya kreatif lokal c. Meningkatkan apresiasi terhadap HKI STRATEGI 1. Memfasilitasi keikutsertaan orang/karya/wirausaha/usaha kreatif yang mendapatkan peran (mengikuti kompetisi, sebagai pembicara, dsb) atau penghargaan di dunia internasional 2. Melaksanakan dan memfasilitasi kegiatan pemberian penghargaan bagi orang/karya/wirausaha/usaha kreatif di dalam negeri 3. Melaksanakan dan memfasilitasi kegiatan kompetisi/festival/diskusi/ kegiatan lainnya yang dapat menggali, mengangkat, mempromosikan orang/karya/wirausaha/usaha kreatif lokal, serta meningkatkan interaksi antara orang dan wirausaha kreatif lokal dan dunia 1. Membangun sistem informasi dan mengintensifkan komunikasi mengenai orang/karya/wirausaha/usaha kreatif di Indonesia 2. Memfasilitasi gerakan dan komunikasi aktif penggunaan produk dalam negeri untuk meningkatkan konsumsi dan penggunaan karya kreatif dalam negeri 1. Memperkuat landasan interaksi bisnis antara perusahaan dengan insan kreatif berupa kontrak bisnis standar yang menghargai HKI 2. Meningkatkan layanan pendidikan dan layanan informasi HKI kepada masyarakat 3. Memfasilitasi pendaftaran HKI yang mudah dan terjangkau 4. Memberikan perlindungan dan menjamin penegakan terhadap HKI MISI 3: Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing global SASARAN ARAH STRATEGI a. Meningkatkan akses dan 12. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap sumber daya alam dan budaya lokal distribusi terhadap informasi/pengetahuan terhadap sumber daya alam dan sumber daya budaya lokal 1. Mengembangkan dan memfasilitasi akses dan distribusi informasi dan pengetahuan tentang sumber daya alam dan sumber daya budaya lokal kepada masyarakat b. Meningkatkan intensitas komunikasi penggunaan bahan baku lokal ramah lingkungan dan budaya lokal dalam penciptaan karya 1. Mengembangkan komunikasi dan gerakan eco-product

Judul: Bedah Cetak Biru Ekonomi Kreatif

Oleh: Maria G.soemitro


Ikuti kami