Makalah Sistem Ekonomi Dan Problematikanya

Oleh Yayah Komariyah

185 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Sistem Ekonomi Dan Problematikanya

SISTEM EKONOMI DAN PROBLEMATIKANYA Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas ilmu ekonomi Dosen Pengampu H. Ali Arifin Disusun Oleh: 1. Muh. Asif Roy Maftra 2. Khoirul Basyar 3. Nur Fadhilah 4. Yuha Ilayya 5. Yayah Komariyah 6. Yazid Buci PRODI MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2018 KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufid, serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan salah satu tugas makalah yang menurut kami tidak mudah ini dengan tepat waktu. Berikut ini kami selaku penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Sistem Ekonomi dan Probematikanya’ yang insya Allah akan memberikan manfaat kepada rekan-rekan untuk mempelajari sedikit tentang system ekonomi serta problematikanya. Melalui kata pengantar yang cukup sederhana ini, kami selaku penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam hal penalaran materi. Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan makalah ini tidaklah semata-mata karena kemampuan sendiri, melainkan karena banyak dukungan dari teman-teman. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada para teman atau sahabat yang telah memberikan dukungan, motivasi, serta gagasan bagi kami untuk menyeleaikan makalah ini dan kepada semua pihak yang terlibat. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharap saran atau kritik yang bersifat membangun dami kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan umumnya dalam menambah wawasan para pembacanya. Demikian yang dapat kami paparkan seulas mengenai makalah kami, atas perhatian dan partisipasinya dari semua rekan, kami sampaikan terimaksih. Surabaya, 30 September 2018 Penyusun, Kelompok 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembahasan tentang ekonomi dan permasalahannya, seperti tidak akan lekang dimakan zaman. Walaupun itu dalam tingkat yang paling sederhana ekonomi rumah tangga, maupun dalam tataran yang lebih luas ekonomi negara misalnya. Sifat dasar manusia yang ingin selalu memenuhi kebutuhannya, semakin menambah ruang lingkup pembahasan ini semakin luas. Pembahsan system ekonomi dan problematikanya berkembang menjadi pembahasan masalah manusia itu sendiri. Dengan kebutuhan yang tidak perrnah habis, manusia dibuat menjadi sibuk. Kenyataan inilah yang membuat manusai diliputi masalah-masalah ekonomi. System perekonomian merupakan system yang digunakan oleh suatu negara dalam memecahkan berbagai permasalaahn ekonomi yang dijalani oleh negara tersebut. Misalnya, pengalokasian sumber daya yang dimilikinya, pelaksanaan produksi, distribusi, dan konsumsi baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan yang mendasar antara sebuah system ekonomi dengan system ekonomi lainnya adalah bagaimana cara system tersebut mengatur faktpr prouksi. 1.2 Rumusan Masalah a. Apa pengertian sistem ekonomi? b. Apa saja problematika dalam ekonomi? 1.3 Tujuan Untuk mengetahui pengertian system ekonomi serta untuk mengetahui problematikka dalam ekonomi. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Sistem Ekonomi Istilah “system” berasal dari kata “systema” (bahasa yunani), yang diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari berbagai macam bagian. System merupakan bagian yang tersusun dari seprangkat komponen yang bekerja sama untuk mencapai tujuan dari keseluruhan system tersebut. Sedangkan istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunan Oikos Nomos, yang berarti “ tata laksana rumah tangga atau permilikan”. 1 Secara garis besar system ekonomi 1 Suherman Rosyidi, Teori Ekonomi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persida, 1999), hlm. 25 didefinisikan sebagai kerangka sosial mengenai tujuan, peraturan, dan intensif untuk menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang-barang dan jasa dihasilkan.2 System ekonomi pada dasarnya mengatur hubungan ekonomi antar manusia dalam masyarakat mengenai bagaimana mereka harus berperilaku dan bertindak antara satu terhadap yang lain serta bagaimana keputusan yang mempengaruhi orang lain boleh diambil. Sistem ekonomi berkembang sesuai dengan perkembangan sejarah, kebiasaan, kebudayaan, serta ideology yang dianut manusia dan masyarakat. Secara implisit system ekonomi memiliki hubungan yang erat dengan system politik. Berikut adalah system ekonomi menurut beberapa ahli, antara lain: 1. Gilarso mengatakan bahwa, system ekonomi merupakan keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (produsen, konsumen, pemerintah, bank dan lainnya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi dan lainnya), sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis. 2. Gregory Grossman dan M. Manu, system ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit ekonomi, serta lembaga-lembaga ekoonomi, tidak hanya saling berhubungan dan berinteraksi namun juga saling menopang dan mempengaruhi. 3. McEachern, system ekonomi merupakan seperangkat mekanisme dan instuisi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana,dan untuk siapa barang dan jasa di produksi (what, how, for whom). B. Macam-Macam Sistem Ekonomi Secara teoritis ada empat macam system ekonomi, yaitu system tradisional, system komando (perencanaan), system dengan mekanisme pasar, dan system ekonomi campuran.3 1. System Ekonomi Tradisional System ekonomi tradisional adalah suatu system ekonomi dimana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. Namun dengan semakin kompleks dan modern kegiatan ekonomi, system ekonomi tradisional menjadi kurang berfungsi atau kurang efektif dalam mengalokasikan faktor produksi, pekerjaan, maupun barang dan jasa. Sisteem emonomi tradisional ini sangat sederhana, karena hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Sedangkan metode yang digunakan adallah metode barter. Dalam ekonomi tradisional masyarakatnya bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen, karena untuk mendapatkan suatu barang mereka harus memproduksi barang lainnya untuk ditukarkan. Ada beberapa ciri-ciri system ekonomi tradisional, antara lain: 2 3 M. Suparmoko dan Maria R. Suparmoko, Pokok-Pokok Ekonomi, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2000), hlm.15 M. Suparmoko dan Maria R. Suparmoko, Pokok-Pokok Ekonomi, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2000), hlm.16 a. Belum adanya pembagian kerja yang jelas. Seperti halnya dalam pengerjaan sawah, kebun, lading, dan lain sebagainya tidak ada pembagian yang jelas, karena semuanya dapat dikerjakan secara mandiri maupun bersama-sama. b. Ketergantungan pada sector pertanian atau agraris. Karena perekonomian didaerah pedesaan berjalan dengan adanya pertanian, seperti sawah, kebun, lading, dan sebagainya. c. Ikatan tradisi bersifat kekeluargaa, sehingga kurang dinamis. Ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di daerah pedesaan lebih harmonis, sehingga perkembangan ekonomi kurang signifikan. d. Teknologi produksi sederhana, karena masih mengandalkan teknologi sederhana dalam penggarapan pertanian, seperti cangkul, kerbau, sapi, dan alat tradisional lainnya. e. Alam merupakan sumber kehidupan dan kemakmuran f. Masih menggunakan system barter dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. g. Proses produksi dan system distribusinya terbentuk karena kebiasaan atau tradisi yang berlaku di dalam masyarakat. Dalam system ekonomi tradisional juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Diantara kelebihan system ekonomi tradisional antara lain: a. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotong-royongan serta saling membutuhkan antara individu dengan individu lain dalam memenuhi kebutuhan. b. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan. Hal ini karena daerah pedesaan umumnya rasa kekeluargaannya lebih pekat dibanding dengan kepentingan pribadi. c. Kehidupan ekonomi masyarakat cenderung stabil. d. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat. Adapun kelemahan dari system ekonomi tradisional, anatara lain: a. Pola pikir masyarakat secara umum masih statis, karena di daerah pedesaan masih minim pengetahuan dan ketrampilan dalam penggunaan teknologi modern. Seperti penggunaan computer, laptop, smartphone, dan lain-lain. b. Hasil produksi terbatas, karena hanya menggantungkan hasil alam dan tenaga kerja apa adanya. Produk yang dihasilkan berasal dari alam, seperti padi, jagung, kelapa dan hasil bumi lainnya. Serta masih terbatasnya sumber daya manusia dalam mengembangkan dan membuat produksi yang bernilai jual lebih tinggi. Inilah yang menyebabkan perkembangan ekonomi lambat. c. Mutu barang hasil produksi masih rendah d. Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan bukan meningkatkan taraf hidup e. Menganggap tabu perubahan, sehingga sulit berkembang. System ekonomi tradisional biasanya berlaku pada negara-negara yang belum maju, baik dari segi masyarakat maupun segi kehidupannya, misalnya di beberapa negara Afrika yang masih tertiggal. Namun, kini system ekonomi ini tidak ada lagi negara yang menganutnya. Sementara di Indonesia, pada beberapa suku yang tiggal di daerah terpencil, seperti suku badui dalam dan suku dayak system ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-harinya. 2. Sistem Ekonomi Komando (Berencana) System ekonomi komando disebut juga system ekonomi terpusat merupakan system ekonomi dimana pemerintah memegang control penuh terhadap seluruh kegiatan ekonomi yang terjadi dipasar. Semua sumber daya produksi dam modal dimiliki oleh pemerintah. Jumlah barang atau jasa yang beredar, cara produksi barang, harga barang, dan segala hal lainnya diatur oleh pemerintah. Pihak swasta (individu) tidak memiliki kekuasaan yang berarti didalam pasar. Dalam suatu negara yang menganut system ekonomi ini, biasanya terdapat program ekonomi yang bersifat massal dan berlaku untuk semua orang. Dalam system ekonomi macam ini, pemenuhan kebutuhan manusia akan barang dan jasa didasarkan atas keputusan bersama. Disini dikenal prinsip “to each according to his needs” untuk manusia masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Prinsip ini berlawanan dengan prinsip dibawah mekanisme pasar yang berbunyi “to each according to his ability” untuk setiap orang sesuai dengan kemampuannya. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam system ekonomi komando dikehendaki adanya keadilan dan pemerataan tetapi tidak hanya insentif dan penghargaan bagi usaha individu untuk mendapatkan laba yang membuat system tersebut mendai loyo atau tidak bersemangat. Dalam system ekonomi komando tidak ada mekanisme pasar yang mengalokasikan faktor produksi, karena ooada dasarnya pemerintah sudah penuh dengan perencanaan untuk mengambil keputusan yang sangat tidak efisien. Dalam system ekonomi ini tercipta pula system yang bersifat otoriter. Keputusan untuk menghasilkan produk tertentu dalam system ekonomi komando ditentukan oleh pertimbangan politik. Demikian pula perencanaan ekonomi komando yang menentukan tingkat distribusi barang konsumsi serta menentukan harganya yang kira-kira menyeimbangkan permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran merupakan suatu konsep yang membicarakan keberhasilan maupun kegagalan system harga.4 Harga yang digunakan sering kali adalah harga akuntasi dan melupakan adanya biaya alternative. Apabila terjadi kelebihan permintaan diatas penawaran, maka permintaan dikurangi dengan cara pengenaan pajak pada pembelian eceran. Tetapi karena perencanaan cenderung menentukan harga barang konsumsi terlalu rendah, maka kenaikan harga itu tidak segera menurunkan permintaan. Akhirnya kebijakan yang ditempuh berupa kebijakan penjatahan (rationing). Dalam ekonomi komando ini, perencanaan didasarkan pada teknik keseimbangna material yang menyatakan bahwa jumlah faktor produksi (bahan mentah) yang diambil dari alam harus sama dengan barang yang dihasilkan, sehingga semua tergantun pada persediaan 4 Richard G. Lipsey dan Pete O. Steiner, Pengantar Ilmu Ekonomi, PT. RINEKA CIPTA, 1991, hlm 118. faktor produksi tersebut. Perencannaan menetukan jumlah produksi kemudian mengalokasikannya pada masing-masing perusahaan sesuai dengan tersedianya masukan (faktor produksi). Dalam system ekonomi komando tidak ada motif mencapai laba, tetapi mereka dinilai dengan prestasi kerja masing-masing seperti produktivitas tenaga kerja. Perencana memberikan bonus, jika pekerja mencapai jumlah yang direncanakan. Akibatnya para pekerja dan manajer berkompromi terhadap kualitas pproduk yang seringkali tidak dinyatakan secara khusus dalam target produksi. Pada perkembangannya, sistem ekonomi komando disebut dengan sistem ekonomi sosialis mulai bertransisi atau berubah menjadi sistem ekonomi dengan mekanisme pasar. Sebagai contoh negara yang menganut ekonomi komando adalah negara-negara Rusia, China, dan negara-negara Eropa Timur dan lainnya. 3. Sistem Ekonomi Pasar Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi yang ada (produksi, distribusi, dan konsumsi) diserahkan seluruhnya oleh mekanisme pasar. Dalam sistem ekonomi pasar, setiap individu memiliki kebebasan beraktivitas dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah memberikan kebebasan kepada setiap orang (pihak swasta) untuk menyelenggarakan produksi, distribusi, dan konsumsi sesuai dengan pertimbangan dan kemampuannya. Dalam sistem ekonomi pasar, peranan pemerintah sangat minimal. Ia berfungsi memelihara keamanan dan ketertiban umum, kondisi lingkungan yang baik, penyediaan barang publik untuk kepenttingan umum, serta pemeliharaan keadilan. Pemerintah bertindak sebagai penengah dan pemelihara peraturan perundang-undangan bila terdapat pertentangan antar individu atau kelompok demi melindungi warga negara dan masyarakat umum. Dalam perekonomian sistem pasar murni, para pelaksana ekonomi bekerja dengan asumsi ada pasar bebas dan persaingan sempurna kecuali bila terdapat kegagalan pasar, eksternalitas, atau campur tangan pemerintah. Dalam praktik sistem ekonommi pasar telah mampu menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa menghasilkan. Namun demikian tampaknya pertanyaan mengenai distribusi belum dapat terjawab dengan baik, karena ada unsur-unsur etika yang dikaitkan dengan tujuan sosial-politik. Dalam perekoonomian sistem pasar, karena adanya persaingan bebas di antara para pelaksana ekonomi akan terjadi kecenderungan yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin tetap miskin. Oleh karena itu, akhirnya pemerintah perlu untuk memperbaiki kecenderungan distribusi pendapatan. Sistem ekonomi pasar memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan sistem ekonomi lainnya, antara lain: a. Harga barang ditentukan oleh mekanisme pasar b. Campur tangan pemerintah dalam sistem perekonomian pasar sangat dibatasi c. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk mendapatkan laba d. Persaingan dilakukan secara bebas e. Aktivitas ekonomi dilakukan oleh masyarakat dan badan-badan swasta. Adapun kelebihan darii sistem ekonomi pasar,antara lain: a. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan perekonomian b. Semua pihak memiliki hak dalam memiliki sumber-sumber produksi barang dan jasa c. Meningkatkan efesiensi dan efektivitas tinggi yang didasarkan motif mencari laba d. Munculnya barang-barang yang berkualitas tinggi agar dapat laku di pasaran e. Hak dalam memilih sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan f. Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat Adapun kekurangan dari sistem ekonomi pasar, antara lain: a. Banyak terjadi monopoli masyarakat b. Menyamakan pendapatan tidak mudah dilakukan akibat dari persaingan bebas c. Masyarakat kaya akan semakin kaya, sedangkan bagi masyarakat mmiskin akan tetap miskin d. Timbuulnya persaingan tidak sehat e. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. 4. Sistem Ekonomi Campuran Dalam sisitem ini merupakan perekonomian campuran. Dimana pencampuran antara sistem kekuatan pasar bekerja sama dengan sisitem pemerintah. Kenyataannya, sistem perekonomian campuran lebih umum untuk digunakan dan lebih praktis. Dimana, pemerintah akan lebih banyak berfungsi untuk menghasilkan barang publik, barang untuk memenuhi kebutuhan sosial, serta barang dengan eksternalis tinggi, yang mana semuanya gagal untuk diproduksi oleh mekanisme pasar. Jika mekanisme diefisiensikan dengan mekanisme pasar maka sistem produksi yang dihasilkan oleh pasar tidak akan adil dan tidak efisien. Sedangkan jika dipegang oleh pemerintahan sitem mekanisme dalam produksi akan lebih menjamin. Distribusi pendapatan akan tampak adil dan memuaskan. Contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran dalam mekanismenya adalah Indonesia, Malaysia, Singapore. Akan tetapi Indonesia tidak sepenuhnya dikatakan menganut sitem campuran, karena sistem ekonomi Indonesia merupakan sistem ekonomi yang digali dari bumi nurani Indonesia sendiri dan sistem ekonominya disebut sistem ekonomi Pancasila. Prof. Mubyarto mengatakan bahwa sistem ekonomi Pancasila mencerminka keseimbagan antara kepentingan umum dan kepentingan individu. Sistem ekonomi Indonesia dikatakan campuran, karena ada kepemilikan kekayaan oleh swasta atau pribadi, tetapi dalam rangka memenuhi fungsi sosial. Atrtinya hak milik perorangan diakui, tetapi tidak boleh dilepaskan dari fungsi sosialnya, harus digunakan untuk kesejahrteraan bersama. 5. Sistem Ekonomi Pancasila Sistem ekonoomi yang dianut negara Indoneisa adalah sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang didalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 pasal 33, dan GBHN Bab III B No. 14. Dalam Undang-undang Dasara 1945 Pasal 33 dinyatakan bahwa: 1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas kekeluargaan 2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuaisai negara dan 3) bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dalam ayat kedua ini dengan tegas Indonesia mengadopsi sistem perekonomian sosial, akan tetapi dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) hak milik perorangan diakui. Sehingga dengan adanya ini melemahkan sifat dan jiwa sisitem sosialisme tersebut. Akan tetapi dengan adanya Pancasila sisitem sosialisasi dipertegas pada sila ke lima yaitu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Akan tetapi realitanya pada apa yang kita saksikan pada saat ini di Indonesia memiliki tiga badan perusahaan sebagai bentuk penghasil dari perekonomian Indonesia. Yaitu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan yang terakhir koperasi. Berikut ini ciri-ciri lebih rinci pokok sistem ekonomi Indonesia, antara lain:5 a. Dasar 1. Dasar Ideologi Pancasila -Pancasila merupakan: = Dasar Negara Republik Indonesia = Pandangan hidup bangsa Indonessia = Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia = Tujuan yang akan dicapai = Perjanjian luhur rakyat Indonesia 2. Dasar Konstitusional : UUD 1945 -Sumber hukum tertinggi -Pembukaan UUD 1945 5 Nopirin, Ilmu Pengantar Ekonomi, (Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta, 2008), hlm. 7 = Sumber motivasi dan aspirasi = Sumber cita hukum dan cita moral Mengandung pokok-pokok pikiran -Persatuan dan kepentingan negara di atas kepentingan golongan atau perorangan -Keadilan sosial – hak dan kewajiban yang sama -Kedaulatan rakyat – kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilakukan MPR -Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaa yang adil dan beradab – memelihara Budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur b. Batang Tubuh UUD 1945 Pasal 33 -Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. -Cabang-cabang produksi yang paling penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. -Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. -Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. c. Dasar Operasional : GBHN (pedoman utama pembangunan Nasional) Bab III B No. 14 -Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha, sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata. d. Bertolak dari : Pasal 33 ayat 1- perekonomian disusun - Disusun berarti diatur secara baik, artinya direncanakan - Direncanakan oleh siapa? MPR menetapkan UUD dan GBHN enjelasan pasal 3 segala yang terjadi dan segala aliran-aliran pada waktu itu dan menentukan haluan-haluan apa yang hendak dipakai untuk kemudian hari, sifat rencana adalah bertahap dan berkesinambungan. Usaha bersama berdasarkan atas: mencerminkan adanya asas Demokrasi Ekonomi produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilaian-penilaian anggota masyarakat. Bangun perusahaan yang sesuai : Koperasi Azas usaha bersama berdasar atas kekeluargaan mencerminkan gotong royong yang dijiwai semangat kekeluargaan antara unsur: individu, perusahaan, koperasi, dan pemerintah (BUMN). Semua saling membantu dan saling menghidupi dalam semangat kekeluargaan demi kesejahteraan bersama, dengan koperasi sebagai pusat pengembangan sistem ekonomi Indonesia. Jadi koperasi adalah esensi dan pusat pengembangan ekonomi Indonesia . apakah bangun perusahaan hanya koperasi? Tidak! Penjelasan pasal UUD 1945......hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang seorang.......jadi tidak menutup kemungkinan adanya bangun perusahaan yang lain, asal mencerminkan pula asas kekeluargaan. e. Pasal 33 ayat 2 Cabang-cabang produksi yang paling penting bagi negara, artinya: - Strategik bagi keamanan dan kelangsungan hidup - Finansial, yakni sumber keuangan dan yang menguasai hajat hidup orang banyak - Kepentingan umum yakni “publik utilities” atau “social overhead” - Kebutuhan vital untuk mencegah persaingan yang merusak - Keperluan politik guna menghindari dan mencegah monopoli Dikuasai tidak berarti pengguasaan secara fisik (tidak perlu sebagai pengusaha), tetapi pelaksanaannya diatur oleh pemerintah demi kelancaran roda perekonomian dan tercapainya tujuan yang ingin diperoleh. f. Pasal 33 ayat 3 Dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, artinya: - Hal ini adalah penjabaran hak milik, boleh perorangan tetapi tetap subordinasikan pada tujuan hakikatnya yakni untuk kesejahteraan bersama. - Negara memegang peranan dan wewenang untuk secara aktif dan positif mengatur dan mengarahkan kepemilikan fan penggunaannya. - Implikasi : distribusi kekayaan secara adil dan merata - Perlu ada ketegasan mengenai batas wewenang dan daerah operasi ketiga sektor usaha itu (pemerintahan, koperasi, dan swasta). B. Masalah (Problematika) Ekonomi Masalah ekonomi merupakan masalah yang dihadapi oleh individu maupun masyarakat di dalam pemenuhan kebutuhannya (yang bersifat tidak terbatas) dengan sumber daya yang terbatas, tetapi mempunyai beberapa alternatif penggunaan adalah memilih atau alokasi.6 Sering 6 Nopirin, Ilmu Pengantar Ekonomi, (Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta, 2008), hlm. 7 dikatakan masalah ekonomi “ the art of choice” (seni memilih). Pemilihan atau alokasi ini meliputi jawaban yang harus diberikan oleh setiap individu, masyarakat, maupun negara terhadap pertanyaan berikkut: a. Barang dan jasa apa yang dihasilkan (What) b. Bagaimana barang dan jasa tersebut dihasilkan (How) c. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan (For whom) Secara skematis masalah ekonomi, yakni pemecahan terhadap pertanyaan what, how, dan for whom dapat digambarkan sebagai berikut Sumber daya : -Terbatas jumlahnya -Mempunyai beberapa alternatif penggunaan Pilihan -Apa -Bagaimana Kebutuhan: -Sifatnya tidak terbatas _Untuk siapa Masalah ekonomi ini timbul karena: kebutuhan manusia itu sifatnya tidak terbatas, sedangkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut terbatas, namun mempunyai alternatif penggunaan. Oleh karena itu, manusia harus melakukan pilihan: apa, bagaimana, dan untuk siapa. a. Masalah sistem ekonomi klasik Adalah masalah ekonomi yang dilihat sudut pandang yang paling sederhana yang bertujuan untuk memakmurkan. Pemecahan masalah ekonomi klasik adalah dengan melakukan apapun yang di angggap perlu, agar kemakmuran tersebut dapat dicapai. Macam macam masalah pokok ekonomi klasik :  Masalah produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh orang banyak.  Masalah distribusi adalah permasalahan bagaimana supaya barang barang hasil produksi bisa sampai ketangan konsumen yang membutuhkan. Agar barang bisa sampai ketangan konsumen dibutuhkan sarana dan prasarana yang baik agar barang atau jasa cepat sampai ketangan produsen sehingga tidak terjadi penimbunan  Masalah konsumen maksudnya apakah barang dan yang sudah dihasilkan dengan benar benar dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang memerlukan. b. Masalah sistem ekonomi modern Yang menjadi permasalahan ekonomi modern adalah  Barang atau jasa apa yang akan di produksi (what), maksudnya permasalahan apa yang diproduksi berkaitan dengan permintaan barang atau jasa dari masyarakat. Keputusan keputusan yang di ambil harus sesuai dengan banyaknya permintaan masyarakat. Dan nantinya akan memperoleh keuntungan yang maksimal.  Bagaimana barang Bagaimana mengkombinasikan sumber daya atau faktor produksi yang tersedia (alam, tenaga kerja, modal) sehingga diperoleh hasil yang maksimal.  Bagaimana mengatur biaya pengobinasian agar dapat ditekan seminimum mungkin untuk meraih keuntungan semaksimum mungkin.  Bagaiman menentukan teknik produksi  Manakah yang harus lebih dominan intensifikasi modal atau intensifikasi tenaga kerja.  dan jasa tersebut diproduksi (how), artinya permasalahan ini berkaitan dengan bagaimana membuat barang dan jasa, dengan teknologi macam apayang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan diproduksi. Apabila teknologi maju maka berarti sedikit menggunakan tenaga kerja, dampaknya akan terjadi pengangguran. Hal hal yang harus dipertimbangkan dalam memproduksi barang diantaranya :  Untuk siapa barang dan jasa tersebut di produksi (fot whom), masalah selanjutnya adalah untuk siapa barang dan jasa diproduksi. Produsen harus menentukan siapa yang akan menikmati barang atau jasa tersebut. Dasar atau prinsip pemilihanya adalah dengan sumberdaya tertentu diupayakan pemenuhan kebutuhan sebanyak-banyaknya, atau untuk memenuhi kebutuhan tertentu diupayakan penggunaan sumberdaya sekecil-keecilnya. Prinsip ini yang kemudian dikenal dengan prinsip ekonomi. Setiap negara menghadapi masalah ekonomi tersebut diatas, hanya saja cara pemecahannya berbeda, tergantung sistem ekonomi yang dianut oleh negara tersebut. Sistem adalah sekelompok bagian-bagian (komponen dan unsur) yang bekerja secara bersama untuk melaksanakan sesuatu maksud7. Di antara bagian atau komponen yang satu dengan komponen yang lainnya merupakan satu kesatuan dan saling mempengaruhi. Dapat disimpulkan bahwa apabila salah satu komponen tidak berjalan, maka komponen yang lainnya akan terpengaruh sehingga tujuan sistem tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Sistem mengandung ciri-ciri sebagai berikut8 : 1. Setiap sistem mempunyai tujuan 2. Setiap sistem mempunyai batas, akan tetapi sistem itu bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi dengan lingkungannya 3. Setiap suatu sistem terdiri dari beberapa sub sistem yang biasa pula disebut bagian, unsur atau komponen 4. Sistem tidak hanya sekedar sekumpulan dari bagian atau unsur melainkan juga merupakan suatu kebetulan yang utuh dan padu atau mempunyai “wholisme” (keterpaduan) 7 8 Amir Machmud, Perekonomian indonesia : Pasca Reformasi, (Jakarta : Penerbit Erlangga, 2016), 20 Imamudin Yuliadi, Ekonomi Islam :Teori dan implementasi, (Cet II Yogyakarta : LPPI UMY, 2007) 72-73 5. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan bai dalam sistem (internal) maupun antara sistem dengan lingkungannya (eksternal) 6. Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output), sehingga sistem disebut juga dengan istilah “processor” atau ”transformator” 7. Dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik. 8. Adanya mekanisme kontrol memungkinkan setiap sistem melakukan adaptasi terhadap lingkungannya secara otomatis. Jika dikaitkan dengan Ekonomi, sistem ekonomi dapat diartikan sebagai sistem yang mengatur perekonomian suatu negara dalam rangka mencapai tujuan negara tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka unsur dan komponen saling korelasi yang terlibat dalam perekonomian. Unsur-unsur yang terlibat dalam perekonomian antara lain manusia sebagai subjek, barang dan jasa sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan. Manusia di tuntut untuk mampu bergerak dalam bidang apapun agar tercapainya ekonomi yang baik. Barang dan jasa tentunya dapat menghasilkan perekonomian yang sangat signifikan, misalnya apabila barang dapat dijual lalu dipasarkan dengan produk yang baik maka penghasilan yang di dapatkan akan banyak. Jasa yang dimaksud adalah pekerjaan, ketika ingin mendapatkan barang lalu menjualnya kembali maka jasa sangat di perlukan untuk mendukung proses kegiatan tersebut. Perangkat kelembagaan yang mengatur kehidupan perekonomian, termasuk lembaga ekonomi, cara kerja, peraturan, kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat. Keberadaan perangkat tersebut dapat mengurangi ketidakpastian dengan memberikan bentuk atau struktur dasar sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Profesor Widjojo Nitiastro adalah seorang pengukir sejarah ekonomi indonesia 910. Sistem ekonomi lahir sekitar tahun1960-an yang saat itu terdiri dari dua sistem ekonomi yang berlaku, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Sistem sosialis (Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial. Prinsip dasar ekonomi sosialisme 1. Pemilikan harta oleh negara 2. Kesamaan ekonomi 3. Disiplin politik Ciri-ciri ekonomi sosialisme 1. Lebih mengutamakan kebersamaan (Kolektivisme) 9 Boediono, Ekonomi Indoensia : dalam lintas sejarah, (Bandung : PT Mizan Pustaka, 2016), 6 10 2. Peran pemerintah sangat kuat 3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang, dan lain sebagainya.11 Dalam sistem ini pemerintahan bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam perekonomian ini setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemapuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesarbesarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. Ciri-ciri ekonomi kapitalisme : 1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi 2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar 3. Manusia dipandang sebagai mahkluk homo-economicus yang selalu mengejar kepentingan (keuntungan) sendiri 4. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman yunani kuno (disebut) hedonisme Namun ada jenis sistem ekonomi yang lain yaitu sistem ekonomi campuran, sistem ekonomi islam, sistem ekonomi pancasila Sistem ekonomi campuran, sistem ini muncul dan berkembang sebagi upaya mengatasi kelemahan sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. Pemberlakuan sistem ekonomi kapitalis yang ketat ternyata menimbulkan depresi ekonomi pada tahun 1930-an, sedangkan pemberlakuan sistem ekonomi sosialis yang ketat juga tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam masyarakat Sistem ekonomi islam, sistem ini merupakan sistem ekonomi yang digali dari nilai-nilai yang tegantung dalam Al-quran dan Assunah. Berdasarkan Al-quran dan hadist tersebut pada dasarnya sistem ekonomi Islam ini menitikberatkan pada persaudaraan dan kekuatan. Hal ini sesuai dengan firman tuhan Q:49:10 dan Q:55:33 Sistem Ekonomi Pancasila, mulai hangat dibicarakan sekitar tahun 1980-1981 yang gagasannya lahir dari Mubyarto. Sebutan sistem Ekonomi pancasila ini sebenarnya lebih dulu dilontarkan oleh Emil Samil pada tahun 1966. Ada dua sudut pandang terhadap Sistem Ekonomi Pancasila (SEP). Pertama, jalur yuridis formal yang berangkat dari keyakinan bahwa landasan hukum SEP adalah pasal 33 UUD 1945, yang dilatarbelakangi oleh jiwa pembukaan UUD 1945 dan dilengkapi dengan pasal 23, 27 ayat 11 Grossman Gregory, sistem-sistem ekonomi, (Jakarta : Bumi Aksara, 1984), 69 2, 34, serta penjelasan pasal 2 UUD 1945 (Sri Edi Swasono dan Potan Arif Harahap). Kedua, jalur orientasi yang menghubungkan sila-sila dalam pancasila (Emil Salim, Mubyarto, dan Soemitro Djojohadikusumo). Menurut pandangan penulis, sistem ekonomi Pancasila merupakan sistem ekonomi yang senantiasa dilandasi dan dijiwai nilai-nilai Pancasila. Pancasila yang dimaksud adalah Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dapat diketahui bahwa sistem ekonomi tidak materialistis, karena berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa dapat merubah. Segala sistem perekonomian didasarkan pada keimanan dan ketakwaan, sehingga sistem ekonomi Pancasila ini dikendalikan oleh kaidah-kaidah pembangunan yang berakhlak. Ekonomi Pancasila yang didasarkan pada sila kedua mengandung makna bahwa dalam melakukan kegiatan perekonomiannya senantiasa berpedoman pada pengakuan harkat dan martabat Indonesia. Ini berarti bahwa setiap kegiatan ekonomi di Indonesia harus menempatkan manusia sebagai subjek atau pelaku ekonomi bukan objek ekonomi. Dengan demikian, jelas bahwa sistem ekonomi yang di dasarkan pada sila kedua Pancasila menitikberatkan pada nuansa manusiawi ketika menggalang hubungan ekonomi demi perkembangan masyarakat. Ini berarti bahwa ada kehendak yang kuat untuk mewujudkan kemerataan sosial yang sesuai dengan azas kemanusiaan, sehingga usaha untuk mengurangi dan memberantas kemiskinan serta pengangguran dalam penataan perekonomian masyarakat sangat diperlukan. Ekonomi Pancasila yang didasarkan pada sila ketiga Pancasila, yakni persatuan Indonesia, mengandung arti bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia harus senantiasa didasarkan pada rasa persatuan dan kesatuan di antara para pelau ekonomi. Persatuan dan kesatuan ditujukan melalui kegiatan gotong royong merupakan salah satu ciri khas Indonesia, yang saling membantu satu sama lain. Sistem ekonomi yang di dasarkan pada sila ketiga mengandung arti bahwa pola kebijakan ekonomi dan cara penyelenggaraannya tidak menimbulkan kekuatan yang mengganggu persatuan bangsa dan kesatuan negara. Dengan demikian, rasa nasionalisme yang dianut oleh setiap warga Indonesia yang bertujuan untuk membuka kesempatan ekonomi secara adil tanpa membeda-bedakan dari suku, agama, dan ras. Ekonomi Pancasila yang didasarkan pada sila keempat Pancasila mengandung arti bahwa pelaksanaan kegiatan ekonomi yang bermuara pada demokrasi ekonomi. Ini berarti bahwa setiap kegiatan ekonomi di Indonesia harus berasal dari rakyat oleh rakyat, untuk rakyat. Rakyat harus berperan dan berpartisipasi aktif dalam usaha pembangunan. Ekonomi Pancasila yang didasarkan pada sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, mengandung arti bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia harus senantiasa diwarnai denga keadilan sosial (social equity) dan elagitarian sehingga pola pembagian produksi lebih merata antargolongan, daerah, dan desa-kota. Dengan demikian, perimbangan yang tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi senantiasa diperhatikan serta dilaksanakan dalam kegiatan ekonomi di Indonesia.

Judul: Makalah Sistem Ekonomi Dan Problematikanya

Oleh: Yayah Komariyah


Ikuti kami