Sewa Ekonomi Dan Pendapatan Pindahan

Oleh Islah Bimo Prakoso

70,6 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sewa Ekonomi Dan Pendapatan Pindahan

1. Sewa Ekonomi dan Pendapatan Pindahan Definisi Sewa Ekonomi Sewa ekonomi dibedakan antara definisi yang bersifat umum dan definisi yang mengaitkan sewa ekonomi dengan pendapatan pindahan. I. • Definisi Umum Sewa Ekonomi Sewa Ekonomi diartikan sebagai harga yang di bayar ke atas penggunaan tanah dan faktorfaktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak dapat di tambah. • II. Definisi Sewa Ekonomi dengan Pendapatan Pindahan Sewa Ekonomi adalah bagian pembayaran ke atas sesuatu faktor produksi yang melebihi dari pendapatan yang diterimanya dari pilihan pekerjaan lain yang terbaik yang mungkin dilakukan. Sewa Tanah di Dalam Sewa Ekonomi  Tanah dan Sewa Ekonomi Tanah merupakan faktor produksi yang jumlahnya tidak dapat diubah, yaitu jumlah tidak dapat di tambah atau di kurangi. Yang dapat dilakukan adalah memperbaiki mutu dari tanah yang tersedia. Sebagai akibat dari sifat penawaran tanah di dalam analisi ekonomi kurva penawaran tanah bersifat tidak elastis sempurna.  Sewa Tanah adalah Suatu Surplus Dibandingkan dari sudut penawarannya, tanah sangat berbeda dengan faktor-faktor produksi yang lainnya. Ia merupakan satu-satunya faktor produksi yang tidak dapat berubah penawarannya. • Arti Pendapatan Pindahan Dalam Ekonomi Pendapatan pindahan adalah pembayaran yang di peroleh suatu faktor produksi terutama tanah dan tenaga kerja, yang merupakan bagian dari pendapatan yang merupakan ganjaran agar faktor produksi tersebut tidak pindah ke kegiatan yang lain. 2. Modal Dan Suku Bunga Bunga : pembayaran ke atas modal yang dipinjam dari pihak lain. Suku Bunga :dinyatakan sebagai persentasi dari modal yang di pinjam, seperti misalnya 10 persen, 12 persen, 15 persen. A. Produktivitas Modal Peranan Modal dalam Perekonomian Investasi atau penanaman modal adalah pengeluaran sektor perusahaan untuk membeli/memperoleh barang-barang modal yang baru yang lebih modern atau untuk menggantiakn barang-barang modal baru yang sudah tidak digunakan lagi atau yang sudah usang. Produktivitas Modal Permintaan dana modal yang akan digunakan untuk investasi tergantung kepda produktivitas dari dana modal tersebut. Produktivitas dari modal dihitung dengan cara menentukan besarnya pendapatan rata-rata tahunan neto dan dinyatakan sebagaiu persentasi dari modal yang ditanamkan. Produktivitas modal tersebut dinamakan tingkat pengmbalian modal / rate of return. iii. Menentukan Tingkat Pengembalian Modal. Tingkat pengembalian modal terlihat lebih rumit karena timbul sebagai akibat dari usia barang modal yang panjang, yaitu dapat digunakan beberapa tahun atau berpuluhpuluh tahun. Dengan demikiaan pendapatan yang diperoleh dari sesuatu investasi pada umunya meliputi lebih dari satu tahun. i. ii. B. Suku Bunga dan Tabungan Masyarakat Dalam suatu perekonomian tidak semua pendapatan yang diterima masyarakat akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi. Sebagian dari pemdapatan akan disisihkan oleh penerima pendapatan sebagai tabungan. Tujuannya agar bisa membiayai pengeluaran konsumsi semasa sudah mencapai usia pensiun dan untuk berjaga-jaga di dalam menghadapi kesusahan di masa yang akan datang, • • 2 Pandangan Suku Bunga dan Tabungan Masyarakat : Pandangan Klasik Ahli ekonomi yang hidup di akhir abad ke 18 berkeyakinan bahwa jumlah tabungan yang dilakukan masyarakat ditentukan oleh suku bunga. Semakin tinggi suku bunga, semakin besar jumlah tabungan yang akan dilakukan masyarakat. Pandangan Keynes Menurut pandangan modern, tabungan tergantung kepada pendapatan nasional. Pada tingkat pendapatan nasional yang rendah tabungan adalah negatif, yaitu konsumsi masyarakat lebih tinggi dari pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan nasional, semakin tinggi tabungan masyarakat. C. Penentuan Suku Bunga i. Pandangan Klasik Menurut ahli ekonomi klasik suku bunga ndi tentukan oleh permintaan ke atas tabungan dan penawaran tabungan. ii. Pandangan Keynes Menurut pandanga Keynes suku bunga bergantung pada jumlah uang yang beredar dan preferensi likuiditas/permintaan uang. D. Faktor Penyebab Perbedaan Suku Bunga i. Perbedaan Risiko Pinjaman pemerintah membayar suku bunga yang lebih rendah dari suku bunga pinjamaan swasta. Walaupun begitu pemerintah masih dapat memperoleh pinjaman yang diperlukannya karena resiko dari meminjamkan kepada pemerintah adalah sangat kecil. ii. Jangka Waktu Pinjaman Semakin lama sejumlah modal dipinjamkan, semakin besar tingkat bunga yang harus dibayar. Salah satu sebab dari keadaan ini ialah karena resiko di tanggung oleh peminjam akan menjadi semakin besar apabila jangka waktu peminjam bertambah panjang. Sebab lain adalah karena pemilik modal kehilangan kebebasaan untuk menggunakan modalnya dalam jangka waktu yang lebih lama. iii. Biaya Administrasi Jumlah dana yang dipinjam sangat berbeda, sedangkan biaya administrasi untuk memproses pinjaman tersebut tidak banyak berbeda. Apakah sesuatu perusahaan meminjam Rp 100 juta atau Rp 10 juta, biaya administrasinya adalah sama. Maka diukur dari sudut biaya administrasi untuk pinjam per rupiah , pinjaman sebesar Rp 10 juta akan menelan biaya yang tinggi dari pinjaman sebesar RP 100 juta. Dengan demikian yang relativ lebih kecil jumlahnya akan membayar suku bunga yang lebih tinggi. E. Suku Bunga Nominal Dan Suku Bunga Rill Di dalam meminjamkan uang pemilik modal bukan saja harus memperhatikan suku bunga yang diterima, tetapi juga tingkat inflasi yang berlaku. Apabila tingkat inflasi adalah lebih tinggi dari suku bunga, pemilik modal akan mengalami kerugiaan dalam meminjamkan uangnya karena modal ditambah bunganya, nilai rillnya adalah lebih rendah dari rill modal sebelum dibungakan. 3. Pendapatan Para Pengusaha: Keuntungan Suatu keuntungan pada perusahaan, ditentukan dengan cara mengurangkan berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk bahan mentah, pembayaran upah, pembayaran bunga, sewa tanah dan depresiasi. Apabila hasil penjualan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya tersebut nilainya adalah positif, maka diperolehlah keuntungan.  Sumber Keuntungan Ekonomi : Keahlian Keusahawanan Seperti juga upah, sewa dan bunga, keuntungan adalah pembayaran ke atas “jasa” yang diberikan oleh sesuatu faktor produksi. Keuntungan merupakan pembayaran kepada “keahlian Keusahawanan” ysng di sediakan oleh para pengusaha. Keahlian dari para pengusawanan akan digunakan para pengusaha di dalam mempuat keputusan berikut ini : a) Menentukan barang apa yang perlu diproduksikan dan dijual ke pasar, dan berapa bayaknya. b) Menentukan cara memproduksi yang terbaik dan kombinasi faktor-faktor produksi yang paling efisien dalam memproduksi barang tersebut. • Keuntungan Pembayaran Terhadap Risiko Mendirikan dan menjalankan kegiatan perusahaan adalah kegiatan ekonomi yang dipenuhi oleh berbagai resiko. Tidak dapat dijamin dalam suatu usaha akan mendapatkan hasil. Maka, ditinjau dari sudut risiko yang di hadapi oleh setiap jenis usaha, keuntungan dipandang sebagai pembayaran untuk menghadapi risiko.  Pembayaran Untuk Kegiatan Inovasi Dengan melakukan inovasi, teknik memproduksi yang baru dapat diperkenalkan. Dengan demikian keuntungan dapat pula dipandang sebagai pembayaran ke atas kegiatan inovasi.  Sebagai Akibat Kekuasaan Monopoli Terdapatnya kemungkinan untuk membatasi persaingan memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang melebihi normal di dalam jangka panjang. Keadaan ini dicapai oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan membatasi produksi dan menjamin agar tingkat harga adalah melebihi rata-rata. Kemungkinan untuk memperoleh keuntungan secara yang baru diterangkan ini menyebabkan ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa keuntungan boleh pula dipandang sebagai pendapatan dari kekuasaan monopoli yang dimiliki perusahaan.

Judul: Sewa Ekonomi Dan Pendapatan Pindahan

Oleh: Islah Bimo Prakoso


Ikuti kami