Ekonomi Manajerial ( Teori Biaya Produksi

Oleh Najua Jannati

276 KB 13 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ekonomi Manajerial ( Teori Biaya Produksi

Makalah EKONOMI MANAJERIAL ( teori biaya produksi ) Di susun oleh Kelompok 7 Nama stambuk FAUZIL A. MAHAD 2013 10 420 KHALIQ 2013 10 434 ASMAWATI KASIM 2013 10 443 MUH. IDRIS ASHARI 2013 10 460 WANDI 2013 10 555 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MAKASSAR BONGAYA JURUSAN MANAJEMEN t.h 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Biaya Produksi merupakan Faktor penting yang harus diperhatikan ketika suatu perusahaan akan menghasilkan suatu produksi. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan keuntungan yang besar dalam setiap usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang teori-teori biaya produksi agar suatu perusahaan dapat memperhitungkan biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu output barang. Ongkos atau biaya sumber daya produksi bagi sebuah perusahaan adalah sama dengan nilai sumber-sumber produksi tersebut di dalam penggunaan alternatifnya yang terbaik. Pembahasan tentang perilaku produksi inilah yang kemudian diangkat sebagai tema untuk melihat sejauh mana sebuah perusahaan dalam memproduksi kebutuhan konsumen-konsumennya. Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang teori produksi dalam ilmu ekonomi mikro. B. Rumusan Masalah a. Apakah yang dimaksud dengan toeri biaya produksi? b. Bagaimanakah konsep biaya produksi jangka pendek? c. Bagaimanakah konsep biaya produksi jangka panjang? d. Kapan biaya dikatakan ekonomis dan tidak ekonomis? BAB II PEMBAHASAN A. teori biaya produksi Teori biaya merupakan fundamental atau framework dari teori supply karena teori biaya menentukan apakah suatu perusahaan akan berproduksi/tidak dan berapa produksinya. Dari teori produksi ( yang menetapkan least-cost method dalam memproduksi output terntentu dengan harga input tertentu) menentukan teori biaya, selanjutnya teori biaya ( yang berdasarkan output tertentu) menentukan teori supply. Istilah biaya bisa diartikan dengan sebagai cara dan pengertian yang tepat akan berubah-ubah, tergantung pada bagaimana penggunaan biaya tersebut. Biasanya, biaya berkaitan dengan tingkat harga suatu barang yang harus dibayar. Jika kita membeli sebuah produk secara tunai dan kemudian segera menggunakan produk tersebut, maka tidak akan ada masalah yang timbul dalam pendefinisian dan pengukuran biaya produk tersebut. Namun demikian, jika barang tersebut dibeli lalu disimpan untuk sementara waktu dan kemudian baru rumit lagi, jika barang tersebut merupakan aset yang bermacam-macam pada beberapa periode waktu yang tak terbatas. Pertanyaannya, “Lantas berapa biaya penggunaan aset tersebut selama periode tertentu?”. Menurut Hariyati (2007). Biaya produksi dimaksud sebagai kompensasi yang diterima oleh para pemilik faktor – faktor produksi, namun didalam analisis ekonomi, ia diklasifikasikan dalam beberapa golongan sesuai dengan tujuan yang spesifik dari analisis yang dikerjakan. Dalam jangka panjang yaitu suatu periode yang dimana seluruh faktor – faktor produksi dapat berubah – ubah besar dan jumlahnya, artinya tidak ada lagi faktor – faktor produksi yang bersifat tetap. Biaya produksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Biaya Eksplisit Biaya Eksplisit ialah biaya yang nyata-nyata dikeluarkan dalam memperoleh faktor produksi (nilai dan semua input yang dibeli untuk produksi). Pembayarannya berupa uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan. Contoh: biaya tenaga kerja, sewa gedung, dll. 2. Biaya Implisit Biaya implisit disebut juga imputed cost (ongkos tersembunyi), ialah taksiran biaya atas faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh perusahaan dan ikut digunakan dalam proses produksi yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh: Penggunaan gedung milik perusahaan sendiri. B. Biaya Produksi Jangka Pendek Biaya produksi jangka pendek adalah jangka waktu dimana perusahaan telah dapat menambah faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses prooduksi. Dalam biaya produksi jangka pendek ditinjau dari hubungannnya dengan produksi, maka dapat dibagi menjadi 2 yaitu: Dalam hubungannya dengan tujuan biaya: 1. Biaya Langsung (Direct Cost) Biaya Langsung merupakan biaya-biaya yang dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu proses tertentu ataupun output tertentu. Sebagai contoh adalah biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Begitu juga dengan supervise, listrik, dan biaya overhead lainnya yang dapat langsung ditelusuri pada departemen tertentu. 2. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) Biaya Tidak Langsung merupakan biaya-biaya yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu proses tertentu atau output tertentu, misalnya biaya lampu penerangan dan Air Conditioning pada suatu fasilitas. Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan: a) Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost / TFC) Biaya Tetap Total adalah biaya yang tetap harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi. Biaya tetap merupakan biaya setiap unit waktu untuk pembelian input tetap. Misalnya : gaji pegawai, biaya pembuatan gedung, pembelian mesin-mesin, sewa tanah dan lain-lain. Biaya tetap dapat dihitung sama seperti biaya variabel, yaitu dari penurunan rumus menghitung biaya total. Penurunan rumus tersebut, adalah: TC = FC + VC Keterangan: FC = TC – VC TC = Biaya Total (Total Cost) FC = Biaya Tetap (Fixed Cost) VC = Biaya Variabel (Variable Cost) Kurva Fixed Cost TC Biaya tetap (FC) adalah biaya yang besarnya tidak berubah seiring dengan berubahnya jumlah produksi (Q). Berapapun jumlah produksi apakah mengalami kenaikan atau penurunan, maka jumlah biaya (P) yang dikeluarkan adalah tetap. b) Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost / VC) Biaya Variabel Total adalah biaya yang dikeluarkan apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang yang diproduksi. Semakin banyak barang yang diproduksi biaya variabelnya semakin besar, begitu juga sebaliknya. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan rumus: VC = TC – FC c) Biaya Total (Total Cost / TC) Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Dengan kata lain, biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: TC = FC + VC Biaya variabel merupakan unsur biaya total karena biaya total memiliki sifat yang juga dimiliki oleh biaya variabel, yaitu bahwa besarnya biaya total itu berubah-ubah seiring dengan berubah-ubahnya jumlah output yang dihasilkan. d) Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost / AFC) Biaya Tetap Rata-Rata adalah hasil bagi antara biaya tetap total dan jumlah barang yang dihasilkan. Rumus : AFC = FC / Q Ket: FC = Biaya Tetap Total Q = Kuantitas e) Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variabel Cost / AVC) Biaya variabel rata-rata adalah biaya variable satuan unit produksi. Rumusnya: AVC = VC/Q keterangan: VC = Biaya Variabel Total Q = Kuantitas f) Biaya Total Rata-Rata (Average Cost / AC) Average Cost adalah biaya total rata-rata yang dapat dihitung dari Total Cost dibagi banyaknya jumlah barang tertentu (Q). Nilainya dihitung menggunakan rumus di bawah ini: AC = TC /Q atau (VC+FC)/Q AC = AVC + AFC MC C. Biaya Produksi Jangka Panjang Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua faktor produksi atau input yang akan digunakan. Oleh karena itu, biaya produksi tidak perlu lagi dibedakan dengan biaya tetap dan biaya berubah. Dalam jangka panjang semua biaya adalah variabel. Karena itu biaya yang relevan dalam jangka panjang adalah biaya total, biaya variabel, biaya rata-rata dan biaya marjinal. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel dan sama dengan biaya marjinal. Cara meminimumkan biaya dalam jangka panjang dapat memperluas kapasitas produksinya, ia harus menentukan besarnya kapasitas pabrik (plan size) yang akan meminimumkan biaya produksi dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik dapat digambarkan kurva biaya rata-rata. (AC). Sehingga analisis mengenai bagaimana produsen menganalisis kegiatan produksinya dalam usaha meminimumkan biaya dapat dilakukan dengan memperhatikan kurva AC untuk kapasitas yang berbeda-beda. Faktor yang akan menentukan kapasitas produksi yang digunakan yaitu tingkat produksi yang akan dicapai serta sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia. a) Biaya Rata-Rata Jangka Panjang (Long-run Average Cos t/ LAC) Biaya total rata-rata jangka panjang adalah biaya total dibagi jumlah output. LAC = LTC/Q Keterangan : LAC = Biaya rata-rata jangka panjang Q = Jumlah output b) Biaya Marginal Jangka Panjang (Long-run Marginal Cost/LMC) Biaya marginal jangka panjang adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel. Biaya marginal jangka panjang dapat dihitung dengan rumus: LMC = ∂LTC / ∂Q Keterangan: LMC = Biaya marginal jangka panjang ∂LTC = Perubahan biaya total jangka panjang ∂Q c) = Perubahan output. Biaya Total Jangka Panjang (Long-run Total Cost/LTC) Biaya total jangka panjang adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel. Biaya total jagka panjang dapat dihitung dengan menggunakan rumus: LTC = LVC Keterangan: LTC = Biaya total jangka panjang LVC = Biaya Variabel jangka panjang Kurva biaya jangka panjang Kurva Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang D. Skala Ekonomi Dan Tidak Ekonomi Kurva LRAC beebentuk huruf U atau lebih tepat berbentuk kuali, disebabkan oleh faktor-faktor yang dinamakan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai skala ekonomi (economies of scale) dan skala tidak ekonomi (diseconomies of scale). 1. Skala Ekonomi Menurut Sadono Sukirno skala kegiatan produksi jangka panjang dikatakan bersifat mencapai skala ekonomi apabila pertambajhan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah. Produksi yang semakin tinggi menyebabkan perusahaan menambah kapasitas produksi, dan pertambahan kapsitas ini menyebabkan kegiatan memproduksi bertambah efisien. Ini dicerminkan oleh biaya produksi yang bertambah rendah. Pada kurva LRAC keadaan ini ditunjukkan oleh bagian kurva LRAC yang semakin menurun apabila produksi bertambah. Di bawah ini beberapa faktor penting yang menimbulkan skala ekonomi.  Spesialisasi faktor-faktor produksi  Pengurangan harga bahan mentah dan kebutuhan produksi lain  Memungkinkan produk sampingan (By/products) diproduksi  Mendorong perkembangan usaha lain 2. Skala Tidak Ekonomi Wujudnya skala tidak ekonomi terutama disebabkan oleh organisasi perusahaan yang sudah menjadi sangat besar sekali sehingga menimbulkan kerumitan di dalam mengatur dan memimpinnya. Perusahaan yang terus-menerus membesar biasanya berarti jumlah tenaga kerja yang digunakan meliputi beriburibu orang, dan mempunyai pabrik dan cabang di berbagai tempat. Sebagai akibatnya kegiatan dan organisasi perusahaan itu sudah menjadi sangat kompleks. Tidak mungkin lagi ia dipimpin oleh seorang manajer saja. Ini megakibatkan pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan yang sangat kaku dan memakan waktu yang lama untuk merumuskannya. Keadaan ini mengurangi efisiensi kegiatan perusahaan, dan menyebabkan biaya produksi rata-rata semakain tinggi. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian pengusaha. Semua faktorfaktor produksi yang dipakai adalah merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang. Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur seperti: Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi; Bahan-bahan pembantu atau penolong; Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur; Penyusutan peralatan produksi, uang modal / sewa; biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi; Biaya pemasaran seperti biaya iklan; dan Pajak. Biaya produksi jangka pendek adalah jangka waktu dimana perusahaan telah dapat menambah faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses prooduksi. Sedangkan dalam biaya produksi jangka panjang semua biaya adalah variabel. DAFTAR PUSTAKA Bilas, Richard. 1994. Ekonomi Mikro. Jakarta: Rineka Cipta Abimanyu, yoopi . 2004. ekonomi manajerial. Bogor :ghalia indonesia Gregory Mankiw, N., dkk. 2013. Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta : Salemba Empat Hartati, A. dan Mulyani, A. 2009. Profil Dan Prospek Bisnis Minyak Dara (Virgin Coconut Oil/VCO) Di Kabupaten Cilacap. Jurnal Agroland Vol. 16. No. 2. Rahardja, Pratama dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: LP-FEUI S., Bambang dan G. Kartasapoetra. 1992. Kalkulasi dan Pengendalian Biaya Produksi. Jakarta: Rineka Cipta

Judul: Ekonomi Manajerial ( Teori Biaya Produksi

Oleh: Najua Jannati


Ikuti kami