Teori Ekonomi Mikro (pasar).docx

Oleh Defi Firmansyah

212,1 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Teori Ekonomi Mikro (pasar).docx

MAKALAH TEORI EKONOMI MIKRO PASAR Makalah Ini dibuat Untuk Memenuhi Tugas Teori Ekonomi Mikro Makalah ini dibuat oleh Defi Firmansyah : 3402140038 Manajemen E FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GALUH CIAMIS 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya , penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Ekonomi Mikro. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi, namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan,dorongan, dan bimbingan orang tua. Sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang Pasar. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah dimasa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Ciamis, `Penulis i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI............................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1 1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................1 1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2 1.3 Tujuan penulis...........................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN........................................................................................4 2.1 Pengertian Pasar........................................................................................4 2.2 Jenis-jenis Pasar........................................................................................4 2.3 Bentuk Pasar Berdasar Strukturnya...........................................................6 2.4 Fungsi Pasar............................................................................................12 2.5 Fungsi Peran Pasar..................................................................................13 2.6 Mekanime Pasar......................................................................................14 2.7 Kekuatan Keseimbangan Pasar...............................................................18 2.8 Kegagalan Pasar......................................................................................20 2.9 Penyebab Kegagalan Pasar......................................................................21 2.10 Solusi Kegagalan Pasar............................................................................27 2.11 Peranan Pemerintah dalam Mengontrol Pasar.........................................28 BAB III PENUTUP..............................................................................................29 3.1 Kesimpulan..............................................................................................29 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................30 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga dan bagaimana harga pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus). Tinjauan umum Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar. Asumsi dan definisi Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun di antara mereka memiliki kapasitas untuk memengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa 1 yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana. Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut "kegagalan pasar", yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonomi akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat "pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa "kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya. 1.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah diuraikan pada latar belakang, maka penulis mengambil keputusan masalah sebagai beriktu : 1. Menjelaskan apa arti dari pasar ? 2. Bagaimana peran bank sentral sebagai otoritas moneter ? 3. Apa tujuan dan tugas Bank Indonesia ? 4. Mengapa terdapat sanksi terhadap yang ikut capur dalam tugas Bank Indonesia ? 5. Bagaimana ketetapan sanksi terhadap pegawai Bank Indonesia ? 6. Apa yang dimaskud dengan kebijakan moneter ? 2 1.3 Tujuan penulis Tujuan penulis membuat makalah yang berjudul ” pasar ” adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui apa arti otoritas moneter. 2. Mengetahui peran bank sentral sebagai otoritas moneter 3. Mengetahui tujuan dan tugas Bank Indonesia 4. Mengetahui sanksi yang ditetapkan dalam tugas Bank Indonesia 5. Mengetahui arti dari kebijakan moneter 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Pasar Pasar atau market adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi yaitu membeli atau menjual barang dan jasa atau sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi lainnya. Pada dasarnya pasar tidak menunjuk pada suatu lokasi atau tempat tertentu, karena pasar tidak mempunyai batas-batas geografis. Sistem jaringan komunikasi modern telah mampu meniadakan hambatan atau batasan goegrafis, sehingga memungkinkan pembeli dan penjual dapat bertemu atau bertransaksi tanpa harus saling melihat wajah masing-masing. Pengertian Pasar di sini lebih menitik beratkan pada arti kegiatan ekonomi yaitu transaksi jual dan beli. Dalam ilmu ekonnomi pasar didefinisikan sebagai besarnya permintaan dan penawaran pada suatu jenis barang atau jasa tertentu. Jadi pasar merupakan permintaan dan penawaran secara keseluruhan untuk barang dan jasa tertentu. Di sini pasar merujuk pada semua kegiatan penawaran dan permintaan termasuk untuk tenaga kerja, modal, surat berharga, dan uang. Pada prinsipnya, kegiatan perekonomian yang terjadi di pasar didasarkan pada kebebasan bersaing, baik bagi penjual maupun bagi pembeli. Penjual atau produsen memiliki kebebasan dalam memutuskan barang atau jasa apa yang harus diproduksi dan yang akan didistribusikannya. Sedangkan pembeli atau konsumen memiliki kebebasan dalam memilih dan membeli barang atau jasa sesuai dengan tingkat daya belinya. 2.2 Jenis-jenis Pasar 1. Jenis-jenis pasar menurut fisiknya a. Pasar konkret (pasar nyata) adalah tempat pertemuan antara pembeli dan penjual melakukan transaksi secara langsung dan barang tersedia diperjual belikan dipasar. Contohnya: Pasar Sayuran, Buah-Buahan, dan Pasar Tradisional. 4 b. Pasar abstrak (pasar tidak nyata) adalah terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli hanya melalui telepon, internet, dan lain-lain berdasarkan contoh barang. Contohnya : Telemarket dan Pasar Modal. 2. Jenis-jenis pasar menurut barang yang diperjualbelikan a. Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan barang-barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia. b. Pasar sumber daya produksi adalah pasar yang memperjualbelikan faktorfaktor produksi, seperti tenaga kerja, tenaga ahli, mesin-mesin, dan tanah. 3. Jenis-jenis pasar menurut waktunya a. Pasar harian adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap hari dan sebagian barang yang diperjualbelikan adalah barang kebutuhan sehari-hari. b. Pasar mingguan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung seminggu sekali. Biasanya terdapat di daerah yang belum padat penduduk dan lokasi pemukimannya masih berjauhan. c. Pasar bulanan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung sebulan sekali. Biasanya barang yang diperjualbelikan barang yang akan dijual kembali (agen/grosir). d. Pasar tahunan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung setahun sekali, misalnya PRJ (Pasar Raya Jakarta). 4. Jenis-jenis pasar menurut luas kegiatannya a. Pasar setempat adalah pasar yang penjual dan pembelinya hanya penduduk setempat. b. Pasar daerah atau pasar lokal adalah pasar di setiap daerah yang memperjualbelikan barang-barang yang diperlukan penduduk derah tersebut. Contohnya : Pasar Gede di Solo. c. Pasar Nasional adalah pasar yang melakukan transaksi jual beli barang mencakup satu negara Contohnya : Pasar Senen. d. Pasar Internasional adalah pasar yang melakukan transaksi jual beli barangbarang keperluan masyarakat internasional. Contohnya : Pasar Kopi di Santos (Brasil). 5. Jenis-jenis pasar menurut Bentuknya 5 a. Pasar persaingan sempurna (terorganisir) Pasar persaingan sempurna (perfect competitive market) dimana produksi perusahaan > permintaan konsumen, sehingga mengakibatkan harga jual barang/jasa terjangkau, jumlah output banyak dan rasio output atau penduduk maksimal, nyaman dalam konsumsi dan tidak terlalu memerlukan informasi sempurna. b. Pasar persaingan tidak sempurna (inperfect competitive market) dimana produksi perusahaan < permintaan konsumen sehingga mengakibatkan harga jual barang/jasa mahal, jumlah output kecil dan rasio output /penduduk tidak terpenuhi, tidak nyaman dalam konsumsi serta kualitas harga dan harga tidak terjamin. 6. Jenis-jenis pasar menurut sifat pembentukan harga a. Pasar persaingan adalah pasar yang pembentukan harga ditentukan oleh persaingan antara permintaan dan penawaran. b. Pasar monopoli adalah pasar yang penjual suatu barang di pasar hanya satu orang. Contohnya PT Kereta Api Indonesia. c. Pasar duopoli adalah pasar yang penjualnya hanya dua orang dan menguasai penawaran suatu barang dan mengendalikan harga barang. d. Pasar oligopoli adalah pasar yang di dalamnya terdapat beberapa penjual dengan dipimpin oleh salah satu dari penjual tersebut mengendalikan tingkat harga barang. Contohnya perusahaan otomotif Astra Indonesia. e. Pasar monopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh satu orang atau sekelompok pembeli. f. Pasar duopsoni adalah pasar pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh dua orang atau dua kelompok pembeli. g. Pasar oligopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok pembeli. 2.3 Bentuk Pasar Berdasar Strukturnya 1. Pasar persaingan sempurna Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar atau industri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapatmempengaruhi keadaan di pasar. 6 a. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna 1) banyak dalam penjual / produsen 2) barang yang dijual homogen 3) setiap perusahaan bebas masuk dalam pasar 4) penjual dan pembeli secara individu tidak dapat mempengaruhi harga 5) harga ditentukan melalui pasar ( permintaan dan penawaran) 6) penjual / pembeli mengetahui sepenuhnya informasi pasar. b. Kebaikan dan keburukan persaingan sempurna 1) Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi Sumber-sumber daya digunakan secara efisien apabila :  Seluruh sumber-sumber daya yang tersedia sepenuhnya digunakan  Corak penggunaannya adalah sedemikian rupa sehingga tidak terdapat corak penggunaan yang lain yang akan dapat menambah kemakmuran masyarakat. Dengan perkataan lain penggnaannya yang sekarang telah memaksimumkan kesejahteraan masyarakat 2) Efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat :  Untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum.  Industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah c. Efisiensi alokatif Untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan di mana harga = biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat. d. Efisiensi persaingan sempurna Penggunaan sumber-sumber daya adalah sangat efisien dalam pasar persaingan sempurna. e. Kebebasan bertindak dan memilih Di dalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi, dan jenis-jenis barang yang diproduksikan. 7 Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan di dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi faktor yang menentukan pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. f. Beberapa kritik terhadap persaingan sempurna 1) Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi 2) Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial 3) Membatasi pilihan konsumen 4) Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi 5) Distribusi pendapatan tidak selalu merata. 2. Pasar monopoli Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. a. Ciri-ciri pasar monopoli 1) Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan 2) Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip 3) Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri 4) Dapat mempengaruhi penentuan harga 5) Promosi iklan kurang diperlukan b. Faktor-faktor yang menimbulkan monopoli 1) Mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan yang lain. 2) Pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi. 3) Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang, yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut. 8 c. Batas – Batas Diskriminasi Harga Dengan dipisah–pisahkannya pasar dan dilakukannya praktek diskriminasi harga, maka barang – barang yang sejenis dapat dengan harga yang berbeda. Hal ini hanya bisa terjadi jika para pembeli terhalang, atau dihalang – halangi untuk pindah dari pasar yang mahal harganya ke pasar yang murah harganya. d. Syarat-syarat Diskriminasi harga a) Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain b) Sifat barang atau jasa itu memungkinkan dilakukan diskriminasi harga c) Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah sangat berbeda d) Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tambahan keuntungan yang diperoleh tersebut e) Produsen dapat mengeksploter beberapa sikap tidak rasional konsumen. 3. Pasar persaingan monopolistik Pasar monopolistik adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Dapat didefinisikan suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak. a. Ciri-ciri persaingan monopolistik 1) Terdapat banyak penjual 2) Barangnya berbeda corak 3) Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga 4) Kemasukan ke dalam industri relatif mudah 5) Persaingan promosi penjualan sangat aktif. b. Persaingan bukan harga perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli ke atas barang yang diproduksikannya. 1) Persaingan bukan harga dapat dibedakan kepada dua jenis : a. Iferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda Persaingan bukan harga Pada hakikatnya mengandung arti usaha-usaha di luar coraknya dengan produksi perusahaan-perusahaan lain.Setiap perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik akan berusaha untuk memproduksikan barang yang 9 mempunyai sifat yang khusus, dan yang dapat dengan jelas dibedakan dari produksi perusahaan-perusahaan lainnya. Mak akan terdapat berbagai barang yang dihasilkan suatu industri yang mempunayai corak, mutu, desain, mode, dan merek yang berbeda-beda. b. Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan Perusahan melakukan pengiklanan untuk mencapi salah satu atau gabungan dari tiga tujuan : 1) untuk memberiakn informasi mengenai produk 2) untuk menekankan kualitas produk secara persuasive 3) untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen c. Kebaikan dan keburukan pengiklanan 1) Kebaikan pengiklanan a. Menurunkan biaya produksi per unit b. Membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik di dalam menentukan barang yang akan dibelinya c. Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang d. Membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio, televisi,surat kabar dan majalah. e. Iklan menaikkan kesempatan kerja 2) Keburukan pengiklanan a. promosi secara iklan adalah suatu penghamburan. b. iklan tidak selalu memberi informasi yang betul. c. iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan dalam perekonomian. d. iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri. Untuk memaksimumkan efek positif dari pengiklanan haruslah efek-efek buruk yang mungkin timbul dihindarkan. Langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah : 1) iklan harus bertujuan untuk memberi keterangan yang benar dan jujur mengenai barang yang dipromosikan penjualannya. 10 2) peraturan- peraturan yang tujuannya mengawasi agar perusahaan-perusahaan membuat lebih banyak iklan yang bersifat memberikan penerangan perlu dibuat. 3) kegiatan pengiklanan harus diatur secara sedemikian rupa sehingga ia tidak menjadi penghambat kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut. 4. Pasar oligopoli Pasar oligopoli adalah pasar yang terdiri dari hanya beberapa produsen saja. Adakalanya pasar oligopoli terdiri dari dua perusahaan saja yang dinamakan pasar duopoli. Pasar oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya terdapa perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar pasar oligopoli katakanlah 70 – 80 persen dari seluruh produksi atau nilai penjualan dan di samping itu terdapat pula beberapa perusahaan kecil. Beberapa perusahaan dapat mempengaruhi perusahaan- perusahan lain. Sifat saling mempengaruhi ( mutual interdependence ) ini merupakan sifat yang khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoli yang tidak terdapati dalam bentuk pasar lainnya. a. Ciri-ciri pasar oligopoli 1) menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak 2) kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh 3) pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan b. Kurva permintaan terpatah Kurva permintaan yang dihadapi setiap perusahaan oligopoli, yang berbentuk bengkok. Keadaan yang bengkok tersebut bermula dari tingkat harga yang berlaku. Keadaan permintaan seperti itu disebabbkan karena apabila suatu perusahaan menurunkan harga, perusahaan lain akan mengikutinya. Sebagai akibatnya permintaan tidak mengalami peningkatan yang besar. c. Bentuk-bentuk hambatan kemasukan oligopoli 1) Skala ekonomi 2) Perbedaan biaya produksi 11 3) Sifat-sifat produksi yang mempunyai keistimewaan yang sukar diimbangi oleh perusahaan baru. d. Penilaian ke atas pasar oligopoli 1) Efisiensinya dalam menggunakan sumber-sumber daya efisiensi penggunaan sumber-sumber daya akan tercapai apabila biaya marjinal = harga. Dan di dalam perusahaan yang memaksimumkan untung, biaya marjinal = hasil penjualan marjinal. Dengan demikian efisiensi penggunaan sumber-sumber daya akan tercapai apabila biaya marjinal = hasil penjualan marjinal = harga. Keadaan ini hanya mungkin tercapai apabila tungkat harga adalah sama dengan biaya ratarata yang paling rendah. 2) kegiatan mereka dalam mengembangkan teknologi dan informasi Dua alasan penting dapat digunakan untuk menyokong pandangan ini :  Adanya untung yang lebih dari normal  Menekankan kepada persaingan harga akan menimbulkan efek yang kurang menguntungkan kedudukan perusahaan di dalam industri. 3) Tingkat keuntungan yang mereka peroleh Persaingan yang dibatasi memungkinkan perusahaan mendapat keuntungan yang melebihi normal. Namun menimbulkan dua akibat yang kurang menguntungkan : a) Harga barang menjadi lebih tinggi daripada apabila persaingan adalah lebih luas b) Jumlah barang-barang yang dapat dinikmati masyarakat adalah kurang daripada yang dapat diperoleh dalam pasar persaingan sempurna. 2.4 Fungsi Pasar a. Pasar sebagai Sarana Distribusi Pasar sebagaimana yang telah kita ketahui merupakan lokasi distribusi yang berfungsi memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya kepada konsumen. Pasar dikatakan berfungsi baik jika kegiatan distribusi barang dan jasa 12 dari produsen ke konsumen berjalan lancar. Sebaliknya, pasar dikatakan tidak berfungsi baik jika kegiatan distribusi seringkali macet. b. Pasar sebagai Pembentuk Harga Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Di pasar tersebut penjual menawarkan barang-barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa akan berusaha menawar harga dari barang atau jasa tersebut, sehingga terjadilah tawar-menawar antara kedua belah pihak. Setelah terjadi kesepakatan, terbentuklah harga. Dengan demikian, pasar dalam hal ini dapat berfungsi sebagai pembentuk harga. Harga yang telah menjadi kesepakatan tersebut, tentunya telah diperhitungkan oleh penjual dan pembeli. Penjual tentu telah memperhitungkan laba yang diinginkannya, sedangkan pembeli telah memperhitungkan manfaat barang atau jasa serta keadaan keuangannya. c. Pasar sebagai Sarana Promosi Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang/jasa tentang manfaat, keunggulan, dan kekhasannya pada konsumen. Promosi dilakukan untuk menarik minat pembeli terhadap barang atau jasa yang diperkenalkan. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, memasang spanduk, menyebarkan brosur, pameran, lewat sarana radio maupun TV. Banyaknya cara promosi yang dilakukan oleh produsen, membuat konsumen lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibeli. Biasanya produsen yang menawarkan barang dengan harga murah dan kualitasnya bagus akan menjadi pilihan konsumen 2.5 Fungsi Peran Pasar a. Menetapkan Nilai. Pasar akan menetapkan harga suatu barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar. Harga ini merupakan kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual. b. Mengorganisasi Produksi 13 Pasar akan berperan sebagai organisator untuk mendapatkan metoda produksi yang paling efesien. Pelaku pasar yaitu pengusaha akan mencari metoda yang dapat memaksimalkan rasio antara output produk dengan input sumber daya. Keberhasilan dari efisiensi produksi pada akhir akan dinilai dengan uang, atau harga produk. c. Mendistribusikan Produksi Pasar dapat berperan sebagai distributor produksi kepada seluruh sumber daya. Pasar akan mendistribusikan pembayaran kepada pelaku pasar, dalam hal ini sumberdaya atau tenaga kerja sesuai dengan produktifitasnya. Tenaga kerja atau sumber daya yang paling produktif akan menerima pembayaran yang paling banyak. d. Menyelenggarakan Penjatahan Penjatahan yang dilakukan oleh pasar akan membatasi konsumsi dari produksi yang tersedia. Setiap pembeli yang ada di pasar akan mendapat jatah sesuai dengan daya belinya. Pembeli yang daya belinya kuat atau pendapatan tinggi akan menerima jatah barang lebih banyak daripada pembeli dengan pendapatan rendah. e. Menyediakan Barang dan Jasa Untuk Masa Mendatang Pasar berperan sebagai fasilitator untuk mengelola tabungan atau saving dan investasi. Investasi berguna untuk menyediakan barang dan jasa di masa mendatang. Investasi dan tabungan akan berinteraksi di pasar. Pasar yang memfasilitasi tabungan dan investasi adalah pasar modal. Investor akan mencari pihak yang memiliki tabungan untuk keperluan investasinya, dan penabung akan mencari pihak yang memerlukan modal. Kedua belah pihak ini dapat bertemu di pasar modal. 2.6 Mekanime Pasar Pada prinsipnya mekanisme pasar diartikan bahwa harga bergerak bebas sesuai hukum permintaan dan penawaran (supply and demand). Jika suplai lebih besar dari demand, maka harga akan cenderung rendah. Begitupun jika demand 14 lebih tinggi sementara suplai terbatas, maka harga akan cenderung mengalami peningkatan. Di atas kertas, hukum pasar tersebut begitu valid. Akan tetapi, dalam implementasi sehari-hari kita yang masih dalam taraf pembelajaran di perguruan tinggi tidak pernah tahu secara pasti apakah harga yang terbentuk di pasar memang berjalan sesuai dengan mekanisme pasar yang wajar, tidak ada unsur intervensi, tidak ada unsur permainan oleh sekelompok kekuatan tertentu yang membentuk kartel dan sebagainya. Memahami mekanisme pasar pada aktifitas jual beli saham di pasar modal tentunya bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan kejelian dan kepekaan tinggi untuk melihat mana kegiatan ekonomi yang memang bergerak berdasarkan mekanisme pasar dan yang bergerak di luar mekanisme pasar. Disebut bergerak di luar mekanisme pasar karena fakta menunjukkan memang ada saham-saham tertentu yang pergerakannya dikendalikan oleh satu kekuatan tertentu meskipun hal itu sulit dibuktikan. Kejelian dan kepekaan tadi dibutuhkan untuk mendeteksi ada tidaknya aktifitas kekuatan tertentu yang ikut dalam pergerakan saham tersebut. Kekuatan ini sengaja aktif memainkan saham dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Kekuatan ini dapat terdiri dari satu pihak, tapi bisa juga terdiri dari beberapa pihak yang sepakat bekerjasama memainkan pasar untuk mendapatkan keuntungan. Bagi investor ritel terutama pendatang baru bekerjanya kekuatan ini harus diwaspadai agar terhindar dari arus permainan mereka. Karena itu jangan mudah terlena dengan saham-saham tertentu yang tiba-tiba aktif ditransaksikan. Jangan mudah terkesima dengan kenaikan harga yang meledak-ledak. Fakta di pasar memang seringkali menunjukkan ada beberapa saham yang mencatat kenaikan harga sangat pesat tanpa didukung oleh informasi yang memadai. Kenaikan harga dapat mencapai di atas 50 persen bahkan sampai melebihi 100 persen hanya dalam waktu beberapa hari, kurang dari satu bulan. Kenaikan harga 50-100 persen dalam tempo kurang dari satu bulan, tentu merupakan keuntungan yang menawan dan menggiurkan. Saham seperti inilah yang harus diwaspadai oleh investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengawas pasar tidak mungkin mengambil tindakan karena kenaikan harga saham tadi 15 berlangsung dalam koridor pasar. Artinya, tidak ada aturan pasar yang dilanggar. Karena itu investor harus ekstra hati-hati melihat kenaikan harga saham yang tidak didukung oleh fakta material. Beberapa keterangan di atas adalah mekanisme pasar menurut ekonom umum (tak bersangkutan dengan Islam / konvensional). Sedangkan di bawah ini akan kami paparkan beberapa hal yang berhubungan dengan mekanisme pasar menurut ekonom Islam klasik dan bila dipahami secara mendalam akan ditemukan juaga hal yang berhubungan kegagalan pasar. Walaupun nanti untuk masalah kegagalan pasar akan dibahas pada bagian tersendiri. a. Mekanisme Pasar menurut Abu Yusuf Abu Yusuf adalah seorang mufti pada kekhalifahan Harun Al-Rasyid. Ia menulis buku pertama tentang sistem perpajakan dalam Islam yang berjudul Kitab Al-Kharaj. Buku ini ditulis berdasarkan permintaan khalifah untuk digunakan sebagai panduan manual perpajakan. Berbeda dengan pemahaman saat itu yang beranggapan bila tersedia sedikit barang maka harga akan mahal dan sebaliknya, pendapat Abu Yusuf yang dikutip oleh Slamet Wiharto bahwasanya tidak ada batasan tertentu tentang murah dan mahal yang dapat dipastikan. Murah bukan karena melimpahnya makanan, demikian juga mahal tidak disebabkan kelangkaan makanan. Murah dan mahal adalah ketentuan Allah. Kadang-kadang makanan berlimpah, tetapi tetap mahal dan kadang-kadang makanan sangat sedikit tetapi murah. Bahwa peryataan Abu Yusuf diatas sepertinya menyangkal pendapat umum tentang hubungan terbalik antara penawaran dan harga. Pada kenyataannya, harga tidak bergantung pada penawaran saja, tetapi juga bergantung pada kekuatan permintaan. Karena itu, peningkatan atau penurunan harga tidak selalu berhubungan dengan penurunan atau peningkatan dalam produksi, Abu Yusuf menegaskan bahwa ada variabel lain yang mempengaruhi, tetapi dia tidak menjelaskan lebih rinci. Bisa jadi variabel itu adalah pergeseran dalam permintaan atau jumlah uang yang beredar disuatu negara, atau penimbunan dan penahanan barang, atau semua hal tersebut. Patut dicatat bahwa Abu Yusuf menuliskan teorinya sebelum Adam Smith menulis The Wealth of Nations. 16 Karena Abu Yusuf tidak membahas lebih rinci apa yang disebutkannya sebagai variabel lain, ia tidak menghubungkan fenomena yang diobservasinya terhadap perubahan dalam penawaran uang. Namun, pernyataannya tidak menyangkal pengaruh dari permintaan dan penawaran dalam penentuan harga. b. Mekanisme Pasar menurut Imam Al-Ghazali Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali banyak membahas topik-topik ekonomi, termasuk pasar. Dalam karyanya tersebut ia membicarakan barter dan permasalahannya, pentingnya aktivitas perdagangan dan evolusi terjadinya pasar, termasuk bekerjanya kekuatan permintaaan dan penawaran dalam mempengaruhi harga. Al-Ghazali menyadari kesulitan yang timbul akibat sistem barter yang dalam istilah ekonomi modern disebut double coincidence, dan karena itu diperlukan suatu pasar. Selain itu Al-Ghazali juga telah memahami suatu konsep, yang sekarang kita sebut elastisitas permintaan. Hal ini tampak jelas dari perkataaannya bahwa mengurangi margin keuntungan dengan menjual harga yang lebih murah akan meningkatkan volume penjualan, dan ini pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan. c. Pemikiran Ibnu Taimiyyah Pemikiran Ibnu Taimiyah mengenai mekanisme pasar banyak dicurahkan melalui bukunya, yaitu Al-Hisbah fīl Al-Islam dan Majmu’ Fatawa, pandangan Ibn Taimiyah dalam kitab tersebut dikutip oleh Drs. Muhamad, M. Ag., bahwasanya pada masalah pergerakan harga yang terjadi pada waktu itu beliau meletakakan dalam kerangka mekanisme pasar. Secara umum, beliau telah menunjukan the beauty of market (keindahan mekanisme pasar sebagai mekanisme ekonomi). Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaaan dan kemudian tingkat harga adalah sebagai berikut : 1) Keinginan orang terhadap barang-barang sering kali berbeda-beda. 2) Jumlah orang yang meminta. 3) Kuat atau lemahnya kebutuhan terhadap barang-barang itu. 17 4) Kualitas pembeli baranng tersebut. 5) Jenis uang pembayaran yang digunakan dalam transaksi jual beli. Ibnu Taimiyah secara umum sangat menghargai arti penting harga yang terjadi karena mekanisme pasar yang bebas. Ia menolak segala campur tangan untuk menekan atau menetapkan harga sehingga mengganggu mekanisme yang bebas. Dan persepsinya yang begitu jelas sehingga beliau mengemukakan bahwa dalam pasar harus terdapat kejujuran, transparan dan kebebasan (yang tetunya tidak bersinggungan engan ekonomi Islam yang ada. 2.7 Kekuatan Keseimbangan Pasar Berikut akan dipaparkan yang mempengaruhi kekuatan pasar sebagaimana dikonsepkan para pemikir Islam Klasik: A. Permintaaan Permintaan merupakan salah satu elemen yang menggerakan pasar. Istilah yang digunakan oleh Ibnu Taimiyah untuk menunjukan permintaan ini adalah keinginan. Pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi permintaaan sebagai berikut: 1) Harga barang yang bersangkutan Pada umumnya hubungan anatara tingkat harga dan jumlah permintaan adalah negatif, yakni semakin tinggi tingkat harga, maka semakin rendah jumlah permintaan, demikian pula sebaliknya. a. Efek Substitusi berarti bahwa jika harga suatu barang naik, maka hal ini akan mendorong konsumen untuk mencari barang lain yang bias menggantikan fungsi dari barang yang harganya naik tersebut (barang subtitusi). b. Efek Pendapatan berarti bahwa, jika harga suatu barang naik maka berarti pula secara riil pendapatan konsumen turun sebab dengan pendapatan yang sama ia hanya dapat membeli barang sedikit. 2) Pendapatan Konsumen Semakin tinggi pendapatan seorang konsumen, maka akan semakin tinggi daya belinya sehingga permintaannya terhadap barang akan semakin meningkat pula. 18 3) Harga barang lain yang terkait Yang dimaksud barang lain yang terkait adalah subtitusi dan komplementer dari barang tersebut. Jika harga barang subtitusinya turun, maka permintaan terhadap barang tersebut pun turun, sebab konsumen mengalihkan pada barang subtitusi. Sementara jika barang komplementernya naik, maka permintaan terhadap barang tersebut akan turun. 4) Selera konsumen Jika selera konsumen terhadap barang tersebut tinggi maka permintaannya pun akan tinggi meskipun harganya pun tinggi, dan begitu pun sebaliknya. 5) Ekspektasi (pengharapan) Meskipun tidak secara eksplisit, pemikiran ekonomi Islam klasik telah menengarai peran ekspektasi dala menentukan permintaan. Ekspektasi bias berupa ekspektasi positif maupun negative. Dalam kasus ekspektasi positif konsumen akan lebih terdorong untuk membeli suatu barang, dan untuk ekspektasi negative berlaku sebaliknya. 6) Mashlahah Pengaruh mashlahah terhadap permitaan tidak bisa dijelaskan secara sederhana sebab ini tergantung kepada tingkat keimanan. Jika maslahah relative turunmaka jumlah barang yang diminta akan turun juga, begitu juga sebaliknya. B. Penawaran Dalam khasanah pemikiran ekonomi Islam Klasik, pasokan (penawaran) telah dikenal sebagai kekuatan penting di dalam pasar. Semakin tinggi harga maka semakin banyak pua jumlah barang yang akan dijual. Ibnu Taimiyah mengistilahkan penawaran ini sebagai ketersediaaan barang di pasar. Yang mempengaruhi penawaran antara lain: 1) Mashlahah Pengaruh mashlahah terhadap penawaran pada dasarnya akan tergantung pada tingkat keimanan produsen. Jika jumlah mashlahah yang terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat, maka produsen Muslim akan memperbanyak jumlah produksinya. 19 2) Keuntungan Keuntungan merupakan bagian dari mashlahah karena ia dapat mengakumulasi modal pada akhirnya dapat digunakan berbagai aktivitas lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan adalah: a) Harga Barang Jika harga suatu barang naik maka keuntungan akan naik pula. Kemudian hal ini akan menaikan total keuntungan sehingga mendorong produsen untuk melakukan penawaran lebih naik lagi. b) Biaya Produksi Biaya produksi jelas menentukan tingkat keuntungan sebab keuntungan merupakan selisih dari penerimaan dengan biaya produksi. Jika biaya turun maka keuntungan produsen akan meningkat, dan hal ini akan mendorongnya untuk meningkatkan penawaran. Sedangkan dalam kesimbangannya (pasar) atau ekuilibrium yang berarti suatu keadaan di mana tidak terdapat suatu kekuatan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan (dalam keseimbangan). menggambarkan suatu situasi dimana semua kekuatan yang ada dalam pasar, permintaan dan penawaran, berada dalam keadaan seimbang sehingga setiap variable yang terbentuk di pasar, harga dan kuantitas sudah tidak lagi berubah. Dalam keadaan ini harga dan kuantitas yang diminta akan sama dengan yang ditawarkan sehingga terjadilah transaksi. Proses terjadinya keseimbangan dalam pasar dapat berawal dari sisi mana saja, baik dari permintaan ataupun penawaran. Dalam masalah harga dalam pasar Ibnu Khaldun berpendapat bahwasanya keseimbangan harga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. 2.8 Kegagalan Pasar Dalam ekonomi mikro, istilah " kegagalan pasar " tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. 20 Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial. Atau dapat dikatakan kegagalan pasar adalah dimana suatu pasar tidak dapat menjalankan secara sempurna sesuai dengan fungsi awal sebagai pasar dan situasi dimana semua kekuatan yang ada dalam pasar, permintaan dan penawaran, berada dalam keadaan ketidakseimbangan. 2.9 Penyebab Kegagalan Pasar 1) Daya Monopoli (Monopoly Power) Kompetisi yang tidak sempurna Sebagai contoh harga di pasar dapat terdistorsi oleh kekuatan-kekuatan pembeli dan penjual berupa monoponi, monopoli atau dalam kasus lain dari penyalah gunaan dari kekuasaan pasar dimana sebuah pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Individu-individu tersebut dengan kekuatannya (baik uang maupun produk) dapat melakukan pengaturan harga suatu barang atau jasa. Hal ini dapat berimplikasi buruk terhadap pelaku pasar yang lain dan masyarakat yang membutuhkan barang atau jasa tersebut. 2) Eksternalitas (Externality) Eksternalitas adalah dampak tidak langsung –baik dampak menguntungkan maupun merugikan yang ditimbulkan oleh aktivitas ekonomi. Eksternalitas terjadi jika kegiatan ekonomi menghasilkan biaya tambahan atau keuntungan tambahan bagi pihak ketiga yang tidak terlibat langsung dari suatu transaksi kegiatan ekonomi. Atau bisa terjadi juga dalam kasus dimana “ pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar / asing ”. Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya. Agar 21 lebih mudah dipahami mungkin dengan contoh produksi rokok dapat mengakibatkan biaya ekstra gangguan kesehatan bagi orang lain yang bukan penjual dan pembeli rokok. Di sisi lain pembangunan hutan wisata akan menghasilkan ekstra keuntungan yaitu ketersediaan oksigen yang lebih baik bagi masyarakat sekitar. Dengan kata lain penjual dan pembeli tidak mengeluarkan uang untuk biaya ekstra ataupun menerima uang dari keuntungan tambahan yang ditimbulkan.Dalam keadaan seperti ini biasanya produk barang dan jasa yang meinumbulkan biaya tambahan kepada masyarakat akan diproduksi secara besarbesaran. Hal ini dapat dimengerti karena penjual dan pembeli tidak perlu menanggung biaya tersebut. Masyarakat atau pihak ketiga lah yang menanggung beban itu. Sebagai contoh kegiatan transaksi tanah yang bertujuan mengkonversi lahan dari lahan pertanian menjadi perumahan atau peruntukan komersial. Kegiatan seperti ini banyak dijumpai. Mengapa? Yang pertama adalah keuntungan ekonomi akibat konversi tersebut. Hal lain adalah pelaku transaksi bebas dari biaya eksternalitas yaitu dampak negatif berupa berkurangnya kualitas lingkungan bahkan ketahanan pangan. Biaya ekstra ini harus ditanggung oleh masyarakat karena tidak dibayar atau dibebankan pada pelaku transaksi. Sebaliknya, konversi lahan pertanian untuk hutan wisata sangat jarang terjadi. Hal ini karena pelaku pasar mengetahui bahwa selain untuk keperluan wisata, kawasan tersebut juga memiliki manfaat lain seperti peningatan kualitas udara dan pencegahan terhadap bahaya banjir. Sementara itu mereka tidak memperoleh keuntungan atau bayaran dari eksternalitas yang dihasilkan dari masyarakat yang diuntungkan. Akibatnya timbul sifat apatis berupa keengganan untuk melakukan transaksi atau kegiatan serupa. 3) Barang Publik (Public Good) Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang 22 publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pada barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial). 1) Rival artinya barang tidak dapat dikonsumsi secara bersama-sama (bukan hanya satu orang) tanpa saling merugikan. Contohnya, bila satu kaleng soft drink telah kita minum, maka orang lain tidak dapat menikmatinya lagi. 2) Exclusive artinya untuk mendapatkan barang tersebut seseorang harus memenuhi syaratnya (misalnya dengan membayarnya). Beberapa barang private juga dapat dipecah-pecah (divisible), misalnya ketika seseorang membeli soft drink, ia dapat membeli yang botol besar, botol kecil, atau kaleng. Dalam kehidupan nyata, ada barang-barang yang bersifat non-rivalry, non-exclusive (atau non-excludable), dan non divisible. Barang-barang tersebut disebut barang publik (public goods). Contoh barang publik adalah trotoar (yang tidak dipenuhi pedagang kaki lima). Trotoar bersifat non-rivalry, artinya bila seseorang berjalan di atasnya maka tidak akan merugikan atau mengurangi kesempatan orang lain untuk berjalan di atasnya. Bersifat non-exclusive artinya siapa saja dapat menggunakannya dan kita tidak bisa mencegah orang lain untuk menggunakannya. Bersifat non-divisible artinya trotoar tersebut tidak dapat dibagi-bagi, setiap orang dapat menggunakan trotoar tersebut seutuhnya (kecuali bila trotoar itu digunakan secara ilegal oleh pedang kaki lima). Barang publik sering menimbulkan fenomena pendomplengan (free rider), yaitu mereka yang menikmatinya tanpa membayar. Bila swasta yang menyediakan barang publik maka mereka dapat mengalami kerugian akibat free rider tersebut. Oleh karena itu biasanya barang publik disediakan oleh pemerintah. Barang Altruism (Altruism Good) adalah Barang yang ketersediaannya berdasarkan suka rela, contohnya : Donor Darah, Ginjal dan Organ Tubuh Manusia dll. Supply darah ada karena murni rasa kemanusiaan. Apabila barang ini diserahkan kepada mekanisme pasar maka tidak akan terbentuk pasar karena aspek supply-nya bertentangan dengan ajaran agama. 23 Bahkan sekalipun harga sebuah ginjal begitu mahal, kita tidak dapat menemukan perusahaan yang kegiatannya adalah menjual ginjal dan organ-organ tubuh lainnya dengan berorientasi profit (kecuali mungkin di pasar gelap). Untuk menangani supply-demand barang altruisme, pemerintah membentuk PMI (Palang Merah Indonesia) atau membuat berbagai regulasi yang mencegah jual-beli organ tubuh secara ilegal. Adanya Common goods Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang, pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang beserta permasalahannya. Jenis barang tersebut, yaitu public good, common good, club good, dan private good. Common good adalah barang yang tersedia bagi masyarakat dalam jumlah tidak terbatas, namun memiliki nilai bersaing. Permasalahan yang terjadi pada common good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan sehingga dapat diperjual belikan secara individual. Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. Jika biaya privatisasi tersebut menjadi masalah, maka sebaiknya privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum daripada secara individual. 4) Informasi yang Asimetris atau ketidakpastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki 1informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Atau salah satu pihak yang bernegosiasi di pasar memiliki informasi yang berhubungan dengan barang yang diperdagangkan sementara pihak lain tidak. Ketidaksamaan informasi ini dapat mengakibatkan keuntungan bagi salah satu pihak dan kerugian bagi pihak yang lain. Misalnya seseorang yang berniat menjual tanah, tetapi tidak mengetahui harga transaksi yang terjadi pada beberapa waktu terakhir. Maka si penjual berpotensi mengalami kerugian dibandingkan calon pembeli yang telah memiliki informasi tersebut. Kerugian penjual terjadi akibat tidak dimilikinya informasi yang berakibat ketidakmampuannya untuk memperoleh harga yang adil sesuai kehendak pasar yang efisien. Contoh lainnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mobil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, 24 informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupakan penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Mengenai hal tersebut George Akerlof menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa dalam pasar seperti itu nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah “lemon” (produk yang menyesatkan) atau sebaliknya.Lebih jauh lagi, informasi yang asimetris dapat mengakibatkan biaya transaksi yang lebih tinggi. Biaya ini terjadi karena adanya kebutuhan akan jasa broker atau perantara. Biaya tersebut adalah beban yang harus dibayar untuk kebutuhan informasi mengenai keadaan harga pasar yang sesungguhnya di samping informasi mengenai calon pembeli atau penjual. Kedua kondisi tersebut merupakan potensi penyebab dari inefisiensi pasar yang pada gilirannya akan mengakibatkan kegagalan pasar. Cara mengatasi kegagalan pasar yang dilakukan Pemerintah antara lain : 1) Undang-Undang Memberlakukan undang-undang khusus. Misalnya, melarang merokok di restoran, 2) Persedian Barang Publik Penyediaan langsung jasa dan barang untuk publik Pemerintah mengendalikan persediaan barang yang memiliki eksternalitas positif. Misalnya, Dengan menyediakan jumlah Pendidikan Tinggi, Taman, atau Perpustakaan. 3) Pajak Menempatkan pajak atas barang-barang tertentu untuk mencegah penggunaan dan menginternalisasi biaya eksternal. Misalnya, menempatkan pajak 25 tertentu pada produk tembakau, dan kemudian meningkatkan biaya konsumsi tembakau. 4) Subsidi Mengurangi harga barang yang didasarkan pada kepentingan publik yang diperoleh. Misalnya, menurunkan biaya kuliah karena manfaat masyarakat dari pekerja yang berpendidikan lebih tinggi. Subsidi yang paling tepat untuk mendorong perilaku yang memiliki eksternalitas positif. 5) Izin Perdagangan Izin yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan sejumlah sesuatu, polusi umumnya. Perusahaan dapat melakukan perdagangan izin dengan perusahaan lain untuk menambah atau mengurangi apa yang bisa mereka hasilkan. Ini adalah upaya untuk mengurangi polusi. 6) Perpanjangan hak milik Menciptakan privatisasi untuk barang non-pribadi ertentu seperti danau, sungai, dan pantai yang dapat menciptakan pasar.kemudian, orang bisa didenda karena mencemari daerah tertentu. 7) Kerjasama internasional antara pemerintah Pemerintah bekerja sama dalam isu-isu yang mempengaruhi masa depan lingkungan. 8) Menjamin agar kesamaan hak Bagi setiap individu dapat terwujud dan eksploitasi dapat dihindarkan; 9) Menjaga pertumbuhan ekonomi Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan secara teratur dan stabil; 10) Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan Terutama perusahaan besar yang dapat mempengaruhi pasar, agar mereka tidak menjalankan praktik monopoli yang merugikan; 11) Menyediakan barang publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 26 12) Mengawasi agar eksternalitas Kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dapat dihindari atau dikurangi. 2.10 Solusi Kegagalan Pasar Solusi pada makalah kegagalan pasar ini menurut pandangan Islam sebagai berikut: a. Larangan Ikhtikar Ikhtikar dapat diartikan menahan atau menimbun barang, terutama pada saat terjadi kelangkaan dengan tujuan untuk menaikkan harga. Akibat dari ikhtikar ini masyarakat luas akan dirugikan oleh sekelompok kecil yang lain. Sekalipun Islam memberikan kebebasan kepada setiap orang dalam menjual, membeli dan yang menjadi keinginan hatinya, tetapi Islam menentang dengan keras sifat egois yang mendorong sementara orang dan ketamakan pribadi untuk menumpuk kekayaan atas biaya orang lain dan memperkaya pribadi, kendati dari bahan baku yang menjadi kebutuhan rakyat. Agar harga dapat kembali ke posisi semula maka pemerintah dapat melakukan berbagi upaya menghilangkan penimbuanan ini. Namun tidak termasuk ikhtikar adalah penumpukan yang dilakukan pada situasi ketika pasokan melimpah, misalnya penimbunan atau penahanan pada saat panen besar, dan segera menjualnya pada saat pasar membutuhkan. b. Membuka Akses Informasi Beberapa larangan terhadap praktik penipuan pada dasarnya adalah upaya untuk menyebarkan keterbukaan informasi sehingga transaksi dapat dilakukan dengan sama-sama suka dan adil. Beberapa larangan ini antara lain: talaqi rukhban (membeli barang dengan cara mencegat para penjual di luar kota), bay najasyi (mencakup pengertian kolusi dimana antarpenjual satu dengan yang lainnya melakukan kerja sama untuk menipu konsumen), ghaban fahisy (upaya sengaja untuk mengaburkan informasi sebab penjual memanfaatkan ketidaktahuan konsumen untuk mencari keuntungan yang tinggi. Islam menganggap penipuan dan kecurangan terhadap takaran, timbangan atau kualitas barang sebagai pebuatan dosa. 27 c. Regulasi Harga Menurut Mannan yang dikutip tim P3EI UII regulasi harga harus menunjukkan tiga fungsi dasar : 1) Fungsi ekonomi yang berhubungan dengan peningkatan produktivitas dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin melalui alokasi dan realokasi sumber daya ekonomi. 2) Fungsi sosial dalam memelihara keseimbangan sosial antara masyarakat kaya dan miskin. 3) Fungsi moral dalam menegkkan nilai-nilai syariah Islam, khususnya yang berkaitan dalam transaksi ekonmi misalnya kejujuran, keadilan dan kemanfaatan. Pada dasarnya jika pasar sudah bekerja dengan sempurna, maka tidak ada alasan untuk mengatur tingkat harga. Penetapan harga justru akan mendistorsi harga sehingga akhirnya mengganggu mekanisme pasar itu sendiri. 2.11 Peranan Pemerintah dalam Mengontrol Pasar Untuk lebih menjamin berjalannya pasar secara sempurna sebagaimana fungsinya peran pemerintah sangat penting. Rasulullah SAW sendiri telah menjalankan fungsi sebagaimarket supervisor atau Al-Hisbah, yang kemudian banyak dijadikan acuan untuk peran negara terhadap pasar. Peran pemerintah dalam pasar diantaranya adalah untuk mengatur dan mengontrol pasar serta moral secara umum. 28 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pasar atau market adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi yaitu membeli atau menjual barang dan jasa atau sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi lainnya. Pada dasarnya pasar tidak menunjuk pada suatu lokasi atau tempat tertentu, karena pasar tidak mempunyai batas-batas geografis. Sistem jaringan komunikasi modern telah mampu meniadakan hambatan atau batasan goegrafis, sehingga memungkinkan pembeli dan penjual dapat bertemu atau bertransaksi tanpa harus saling melihat wajah masing-masing. 29 DAFTAR PUSTAKA Susilo,Y Sri,Singit Triandaru , dan Totok Budi Santoso. 2000. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres Www.google.co.id 30 31

Judul: Teori Ekonomi Mikro (pasar).docx

Oleh: Defi Firmansyah


Ikuti kami