Konsep Dasar Teknik Pengambilan Contoh

Oleh Teguh Pribadi

361,6 KB 11 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Konsep Dasar Teknik Pengambilan Contoh

12/5/2015 KONSEP DASAR & TEKNIK PENCUPLIKAN Teguh Pribadi Tujuan Pertemuan IV 1. 2. 3. 4. Menjelaskan alasan penggunaan contoh Menjelaskan karakteristik contoh yang baik Menjelaskan tahapan pemilihan contoh Menjelaskan dan memberikan teladan rancangan pencuplikan (sampling design) acak (probability sampling technique) 5. Menjelaskan dan memberikan teladan rancangan pencuplikan (desain contoh) bukanacak (nonprobability sampling technique) 1 12/5/2015 Beberapa Istilah dalam Teknik Pencuplikan • Elemen : unit dimana data yang diperlukan akan dikumpulkan; • Populasi : kelompok elemen yang lengkap (biasanya berupa orang, obyek, transaksi, atau kejadian) dimana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi obyek penelitian; • Unit pengambilan sampel : sekelompok elemen yang tidak tumpang tindih dengan populasi • Kerangka sampel : representasi fisik dari obyek individu, kelompok, yang sangat penting dlm penentuan contoh • Sampel : suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi • Kesalahan sampel : kesalahan tahapan/prosedur dan kesalahan penggunaan statistika untuk pendugaan parameter. • Teknik Pencuplikan (sampling) : proses memilih sejumlah elemen dari populasi yang mencukupi untuk mempelajari sampel dan memahami karakteristik elemen populasi. Beberapa Istilah dalam Teknik Pencuplikan . 2 12/5/2015 Alasan pemilihan sampel Kendala sumberdaya Ketepatan Pengukuran destruktif Karakteristik contoh yang baik 1. Contoh yang baik memungkinkan peneliti untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan besaran contoh untuk memperoleh jawaban yang dikehendaki; 2. Contoh yang baik mengidentifikasi peluang dari setiap unit analisis untuk menjadi contoh; 3. Contoh yang baik memungkinkan peneliti menghitung akurasi dan pengaruh (misalnya: kesalahan) dalam pemilihan contoh daripada harus melakukan sensus; 4. Contoh yang baik memungkinkan peneliti menghitung derajat kepercayaan yg diterapkan dalam pendugaan populasi yg disusun dari contoh. 3 12/5/2015 Kesalahan yang terkait dg teknik Pencuplikan Kesalahan yg terjadi bila elemen contoh tertentu tidak diperhitungkan atau seluruh populasi tdk diwakili scr tepat oleh kerangka contoh Kesalahan akibat adanya perbedaan antara hasil sampel & hasil sensus yg dilakukan dg prosedur yg sama Kesalahan akibat perbedaan statistik antara survei yg hanya memasukkan mereka yag merespons & juga mereka yg tidak merespons Proses Pemilihan Sampel 1. Definisikan populasi sasaran 2. Pilih kerangka pemilihan contoh 3. Tetapkan rancangan pemilihan contoh yang digunakan 4. Rencanakan prosedur pemilihan unit contoh 5. Tentukan Ukuran contoh 6. Pilih unit contoh aktual 4 12/5/2015 Rancangan Pencuplikan Rancangan Pencuplikan Acak 1. 2. 3. Setiap anggota/elemen populasi memiliki memiliki peluang yg sama Menggambarkan pemilihan unit contoh/elemen yg tdk bias Contoh yg terpilih dpt mewakili populasi sasaran 4. Kesalahan contoh dpt dihitung. Perancangan contoh scr acak Acak sederhana Sistematis Berstrata Proporsional Gugus Multitahap Tdk Proporsional 5 12/5/2015 Pencuplikan acak sederhana Persyaratan/asumsi: 1. Sifat populasi homogen 2. kerangka contoh tersedia 3. Keadan populasi tdk tersebar secara luas Metode penentuan contoh: 1. Tabel angka acak; 2. Pembangkit angka acak 3. Toas/pengundian Contoh : Sebuah sigi dilakukan mengenai kebiasaan oranng dlm membuat blog. Data profil blogger yg berjumlah 303 responden diambil contoh scr acak dan hanya mengambil separuh dari data yg tlh lolos verifikasi, yaitu sebanyak 151. Dari hsl sigi tsb yg menarik adalah sebanyak 56,05% blogger berjenis kelamin perempuan dan 43,05% laki-laki. Kebanyakan bloger memiliki tingkat pendidikan S1 (58,94%); SMA (17,22%); Diploma (13,25%); dan pascasarjana (10,60%). Sesuai dg tingkat pendidikan sebesar 27,15% adalah bloger yg sdh bekerja dg penghasilan antara Rp. 1.500.000-3.000.000 & 21,85% berpenghasilan > 5 juta. Kota Jakarta merupakan lokasi tempat bloger tinggal, sebanyak 35,76% dari total blogger berdomisili di sini, meyusul kemudian Surabaya sebanyak 7,95%. Pencuplikan Sistematis Persyaratan/asumsi: 1. Populasi berukuran besar & homogen 2. Kerangka contoh tersedia. 3. Apabila anggota populasi memiliki pola beraturan. Metode penentuan contoh: 1. Jika N (jumlah populasi) & n (jumlah contoh); 2. Makaa dipilih setiap elemen yg berbeda nomor b = N/n. 3. Contoh pertama dipilih scr acak, sampel berikutnya dipilih setiap kelipatan b Contoh : Dalam rangka mengetaahui bagaimana & sejauh mana tanggapan masy thd keberadaan Lembaga Ombusman Swasta (LOS) DIY, Litbang LOS DIY menyelenggarakan jejak pendapat/polling yg dilakukan pd tanggal 24-26 Agustus 2006. sebanayak 100 responden berusia > 17 th yg tinggal di Yogyakarta berhasil dihubungi mll telepon. Responden dipilih scr acak dg systematic sampling dari buku petunjuk telepon dg tingkat kepercayaan 90%, konsekuensi sampling error jejak pendapat adalah 8,25%. Mengingat pemilik telepon yg tercatat di buku petunjuk telepon tdk identik dg keseluruhan karakteristik masy. Yogyakarta, maka hasil penelitian ini tdk bermaksud mengklaim representasi seluruh masy pemilik telepon di Yogyakarta. Hasil pollling menunjukan bahwa sebagain besar masy. Yogyakarta tdk mengetahui keberadaan OLS. Mereka yg tdk tahu keberadaan OLS DIY mencapai 66%. Sementara yang tahu hanya 34%. 6 12/5/2015 Pencuplikan Berstrata Persyaratan/asumsi: 1. Harus ada kriteria yg jelas & terukur dlm menentukan lapisan/strata. Umumnya kriteria pembagian adl/berkaitan peubah yg akan diteliti. 2. Harus ada data pendahuluan 3. Harus diketahui dg tepat satuan elementer setiap lapisan Contoh : Daerah yg dijadikan obyek penelitian adl Kaltim. Pemilihan daerah penelitian berdasarkan pertimbangan bhw industri pedesaan mempunyai ciri & karakter yg khusus yg berbeda antar daerah. Kaltim memilik sumberdaya kayu yg melimpah shg industri kecil yg berkembang di sana adl industri kayu & barang kayu. Berdasarkan analisis data sekunder, terlihat bahwa subsektor industri dominan (kecamatan, unit usaha, jumlah naker, & produksi yg dihasilkan). Selanjutnya, pengambil sigi dilakukan dg metode proportional stratified random sampling dg tahapan sbg berikut: Pertama, dari hasil analisis sekunder dilakukan identifikasi lebih rinci menngenai jenis industri kunci di Kaltim. Kedua, disusun beberapa strata/gugus yg proporsional thd usaha industri & dibuat sedemikian rupa shg masing2 strata relatif homogen. Ketiga, 52 responden dipilih scr acak dari total 208 berdasarkan strata & proporsinya. Proporsi terbanyak adl industri perabot & kelengkapan RT dari kayu (34,6%), diikuti oleh industri moulding & komponen bahan bangunan (17,3%), anyaman dari bambu & rotan (15,4%), kerajian ukir-ukiran dari kayu (13,5%), penggergajian kayu (11,5%) serta perabot & kelengkapan dari bambu & rotan (7,7%). Pencuplikan Berstrata (2) Populasi Jenis Industri Sampel jumlah % jumlah % Penggergajian kayu 24 11,5 6 11,5 Moulding & komp bahan bangunan 36 17,3 9 17,3 Anyaman daari bambu & rotan 32 15,4 8 15,4 Kerajinan ukir-ukiran dari kayu 28 13,5 7 13,5 Perabot & kelengkapan RT dari kayu 72 34,6 18 34,6 Perabot & kelengkapan RT dari bambu & kayu 16 7,7 4 7,7 208 100 52 100 Jumlah 7 12/5/2015 Pencuplikan Berstrata tidak proporsional Persyaratan/asumsi: 1. Alokasi optimal  semakin hetergon jumlah contoh yg diambil makin banyak. 2. Sampel taak sepadan  pemilihan contoh yg tidak proporsional dilakukan krn pertimbangan yg terkait dg analisis data. Contoh : Jumlah populasi UKMK korban bencana bumi di Yogyakarta berdasarkan laporan perbankan & lembaga keuangan mll BI serta pengaduan tim ad hoc smp tahun 2007 sebanyak 18.734 dg total nilai kredit sebanyak Rp. 364,4 milyar. Sebagian besar UKMK korban benca gempa merupakan nasabah bank pemerintah (63,57%) * PR (35,18%), sedangkan sisanya merupakan nasabah bank swasta, lembaga keuangaan lain, koperasi & BMT, serta BUMN nonbank. Tim ad hoc bekerja ama dg tim FEB-UGM melakukan validasi data UKMK korban benca gempa yg dilaporkan kreditnya bermasalah. Sigi dilakukan thd 500 contoh terpilih dg menggunakan metode non-proportional stratified random sampling. Perincian contohnya dari 500 ternyata 305 UMKM (61%) adl nasabah bank pemerintah, sebanyak 6.591 nasabah bank BPR diwakili oleh 77 orang contoh (15,4%). Nasabah bank umum swasta yg berjumlah 105 orang diwakili oleh 11 orang contoh (2,2%). BUMN nonbank yg nasabahnya berjumlah 28 orang dari total populasi diwakili oleh 1 contoh. Lembaga keuangan lain & koperasi & BMT masing-masing diwakili oleh 7 dan 10 orang conto. Dari data yag telah divalidasi terdapat 58 contoh yg meninggal, dunia/pindah alamat. Dan 31 contoh yg alamatnya salah atau kreditor tdk dikenal. Hal inilah yg antara lain menjadi penjelasan mengapa proposi populasi tdk seutuhnya sama dg proporsi contoh. Pencuplikan Berstrata tidak proporsional (2) Jenis Industri Populasi jumlah Bank umum pemerintah Sampel % jumlah % 11.909 63,57 305 61,00 6.591 35,18 77 15,40 105 0,56 11 2,20 BUMN nonbank 28 0,15 1 0,20 Lembaga keuangan lainnya 73 0,36 7 1,40 Koperasi & BMT 28 0,15 10 2,00 Meninggal, pindah & lainnya - - 58 11,60 Alamat salah/kreditor tdk dikenal - - 31 6,20 18.734 100,00 500 100,00 BPR Bank umum swasta Jumlah 8 12/5/2015 Pencuplikan Gugus Persyaratan/asumsi: Kerangka contoh tidak tersedia/belum tersedia. Gugus yang sering digunakan dalam sigi di Indonesia adalah batas administrasi, batas geografis, Universitas, dan Fakultas/Prodi Contoh : Populasi dalam petani ini adalah semua petani kakao yang berada di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka sebanyak 1.750 orang petani yg tergabung dalam 80 kelompok petani. Dari seluruh kelompok tani maka dipilih secara acak sebanyak 10% dari total kelompok tani. Sehingga jumlah kelompok tani yang diambil sebagai contoh penelitian sebanyak 8 kelompok tani. Seluruh petani pada masing-masing kelompok diambil sebagai contoh penelitian. Pencuplikan Gugus Persyaratan/asumsi: Kerangka contoh tidak tersedia/belum tersedia. Gugus yang sering digunakan dalam sigi diIndonesia adalah batas administrasi, batas geografis, Universitas, dan Fakultas/Prodi Contoh : Populasi dalam petani ini adalah semua ppetani kakao yang berada di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka sebanyak 1.750 orang petani yg tergabung dalam 80 kelompok petani. Dari sseluruh kelompok tani maka dipilih secara acak ssebanyak 10% dari total kelompok tani. Sehingga jumlah kelompok tani yang diambil sebagai contoh penelitian sebanyak 8 kelompok tani. seluruh petani pada masing-masing kelompok diambil sebagai contoh penelitian. 9 12/5/2015 Perbedaan Teknik pengambilan Contoh berstrata vs gugus Teknik Pencuplikan acak Berstrata Populasi dibagi mjd beberapa subkelompok berdasarkan kriteria yg berhubungan dg peubah2 dlm penelitian tsb & setiap subkelompok terdiri dari beberapa elemen Gugus Populasi dibagi mjd beberapa subkelompok berdasarkan kriteria yg sedehana atau tersedia dlm data Homogenitas dlm satu subkelompok Heterogenitas dlm satu subkelompok & & heterogenitas antar subkelompok homogenitas antar subkelompok dipertahankan dipertahankan Elemen dari setiap subkelompok dipilih scr acak Jumlah subkelompok dipilih scr acak Pencuplikan multitahap Contoh : Exit Poll adl upaya untuk mengetahui pendapat pemilih dg cara mewawancarai mereka begitu keluar dari bilik-bilik suara. Exit poll selain berguna sbg prediksi juga bermanfaat dlm menjelaskan alasan pemilih, memilih kandidat, karakteristik & basis massa masing2 kandidat. Populasi exit poll adl semua pemilih yg menggunakan hak suaraanya dlm pilkada Jakarta. Menurut data KPUD DKI per 1 Juli 2007, total pemilih DKI berjumlah 5.717.250 orang dan tersebar di 11.253 TPS. Tidak semua pemilih diwawancari. Exit poll menggunakan teknik penarikan contoh multi tahap (multistage random sampling). Agar dpt menjamin tk representasi dr populasi pemilih maka dilakukan Pencuplikan scr acak bertahap. Pendapat dari pemilih contoh ini dpt mewakili pendapatan semua populasi pemilih yg ada di DKI. Proses & tahapan dari penarikan sampel acak bertingkat. 10 12/5/2015 Pencuplikan multitahap (2) Seluruh 11.202 TPS yg ada di DKI, diambil 120 TPS sbg contoh. Proses pemilihan sampel TPS dilakukan scr acak. Sebelum dilakukan penarikan contoh TPS, populasi TPS dikelompokan berdasarkan 2 kategori (1) WilayahJakpus, Jaktim, Jaksel, Jakbar, Jakut & Kep. Seribu; (2) kepadatan pemilih dari masing2 TPS. Berdasarkan 2 pertimbangan itu, lalu diambil scr proporsional TPS masing2 wilayah. Dng ini, TPS contoh nantinya mewakili keragaman yg ada di DKI. Wilayah dg jumlah pemilih & TPS yg besar scr otomatis akan mendapatkan perwakilan TPS yg besar pula. Pewawancara datang ke 120 TPS yg tlh dijadikan contoh. Di TPS diambil responden untuk diwawwancarai. Proses pemilihan responden dilakukan menggunakan acak sistematis dg menggunakan urutan keluar pemilih dari TPS. Dalam acak sistematis yg harus dilakukan adalah mengambil teerlebih dahulu scr acak angka awal responden awal. Setelah responden awal diketahui, peneliti tinggal menghitung interval. Jika sampel responden pertama sdh terpilih, responden kedua & seterusnya tinggal bergerak sesuai dg iinterval contoh. Pewawancara memilih responden seperti ini hingga TPS ditutup. Total responden yg disertakan dlm exit poll sebanyak 1.367 pemilih. Kesalahan contoh 4%. Wawancara dilakukan scr langsung. Wawancara dilakukan di sekitar lokasi TPS dg menggunakan angket. Perbandingan Rancangan Pencuplikan Acak Pencuplikan Deskripsi Kelebihan Kekurangan Acak sederhana Setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yg sama untuk dipilih sbg contoh Mudah dilakukan & hasilnya dpt memprediksi Sulit membuat kerangka contoh, ketepatan rendah, tidak ada jaminan mewakili populasi (geografis luas) Sistematis Menyeleksi contoh dr populasi sejak awal & mengikuti pemilihan contoh berdasarkan urutan elemen Dapat meningkatkan keterwakilan, mudah dilaksanakan, tdk sll memerlukan kerangka contoh Dapat menurunakan keterwakilan Berstrata Peneliti membagi populasi mjd beberapa kelompok & scr acak memilih subcontoh dari setiap kelompok Dapat mengambil contoh dari semua kelompok yg ada dlm populasi, lebih tepat, keterwakilan lebih tinggi. Sulit memilih variable strate strate yg relevan, tidak layak untuk strata dari banyak variabel, dpt lbh mahal Gugus Kelompok yg mempunyai sifat heterogen diidentifikasi lbh dahulu lalu dipilih scr acak. Mudah dilakukan, biaya efisien Kurang teliti, sulit mengnafsirkan hasil yg diperoleh Multitahap Peneliti memilih area yg lebih kecil u/ setiap tahapnya & menggabungkan ke-4 ranc. pengambilan di atas Memberikan informasi yg lbh akurat Peneliti mungkin enggan melakukan krn harus dilakukan berulang-ulang 11 12/5/2015 Rancangan Pencuplikan Bukan Acak 1. Pencuplikan berdasarkan penilaian dari peneliti 2. Setiap anggota/elemen populasi memiliki memiliki peluang yg sama 3. Tujuan bukan mewakili populasi tetapi menggambarkan karateistik dr semua contoh yg dipilih. Convenience/kemudahan Perancangan Pencuplikan bukan acak Judgment/penilaian Quota Snowball /bola salju Rancangan Pencuplikan Kemudahan (1) 1. Metode yg memilih responden berdasarkan kemudahan/kenyamanan peneliti dalam mendapatkan contoh untuk dipilih; 2. Pemilihan contoh biasanya dilakukan di tempat-tempat keramaian; 3. Murah & cepat tetapi memiliki banyak kelemahan; 4. Tidak dpt mewakili karakteristik populasi 5. Sangat tepat untuk penelitiian eksploratif 12 12/5/2015 Rancangan Pencuplikan Kemudahan (2) Contoh: Penelitian yg dilakukan oleh Toga (2004) ini adalah (1) mengetahui tingkat awareness rokok putih S.T Dupont; (2) mengetahui atribut2 tingkat kepentingan rokok yg diperhatikan konsumen dlm memilih rokok putih. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu penelitian eksplorasi & penelitian deskriptif dg jumlah contoh sebanyak 120 responden. Metode pemilihan contoh yg digunakan adl convenience sampling. Hasil penelitian yg diperoleh tdk lepas dari keterbatasan penelitian seperti jumlah contoh yg hanya 120 responden, metode convenience sampling, serta periode waktu penelitian yg hanya dimulai dari September-November 2002. padahal perlaku konsumen mengalami perubahan dari masa ke masa. Hasil penelitian ini adl awareness thd rokok putih, Marlboro sh mendominasi dg berhasil menempati posisi top of mind sebanyak 77%, sedangkan S.T Dupont hanya menempati posisi top of mind sebanyak 4% dari 120 responden. S.T dupont paling banyak diketahui responden berasal dari iklan di TV (85,71%), papan reklame (51,79%), & media cetak (43,75%). Atribut rasa, tembakau yg berkualitaas, aroma, & harga merupakan atribut terpenting di mata masy. Hasil analisis faktor menunjukan bahwa ke14 atribut dpt diwakili oleh 5 faktor, yaitu fisik, citra, merek, orang tua, dan harga. Rancangan Pencuplikan Penilaian Pemilihan contoh dilakukan berdasarkan penilaian thd karakteristik angggota contoh yg disesuaikan dg maksud penelitian/populasinya; Contoh: Penelitian mengenai pengaruh pengumuman merjer & akusisi thd return saham menggunakan metode purposive. Sampel penelitian adl perusahaan yg memenuhi kriteria sampel tertentu sesuai dg kehendak ppeneliti, yaitu (1) semua perusahaan publik yg dijadikan target merjer & akusisi di BEJ; (2) periode yg dippilih adl 1991-1997 dg alasan pd akhir 1997 Indonesia dilanda krisis ekonomi yg memungkinkan perusahaan melakukan merjer & akusisi. Berdasarkan kriteria tsb diperoleh 36 perusahaan yg dijadikan contoh penelitian 13 12/5/2015 Rancangan Pencuplikan Quota 1. Pencuplikan bertujuan yg terbatas 2 tahap (kontrol/quota & penilaian/kemudahan); 2. Digunakan untuk memastikan bahwa berbagai subkelompok dlm populasi tlh terwakili. Contoh: Sebuah penelitian yg menganalisis ttg hubungan subkontrak pd industri manufaktur di Indonesia, menggunakan metode quota sampling. Peneliti menggunakan angket yg diberikan kpd perusahaan subkontrak sebanyak 82 contoh, yg diamati dari Juli 1996 hingga Maret 1997. Pemilihan contoh dg jumlah tertentu ini dipih dari 3 jenis industri, yaitu: sepeda motor, mesin diesel & kerajinan kuningan. Rancangan Pengambilan Bola Salju 1. Tahapan pemilihan contoh di mana responden pertama dipilih scr acak, kemudian responden selanjutnya diperoleh dari informasi yg diberikan oleh responden pertama 2. Responden selanjutnya dipilih berdasarkan petunjuk responden sebelumnya. 3. Digunakan untuk memastikan bahwa berbagai subkelompok dlm populasi tlh terwakili. Contoh: Penelitian untuk meneliti perilaku konsumen yg memiliki hobi mobil tua. Populasi yg sdg diteliti sangat jarang & sulit untuk mengetahui konsumen yg memiliki hobil tsb. Langkah pertama adl meneliti website yg menampung & memiliki daftar konsumen yg memiliki tsb. Jika diketahui beberapa nama yg tercantum dlm daftar tsb, maka kita memilih konsumen pertama sbg contoh untuk dijadikan responden. Selanjutnya peneliti meminta bantuan responden pertama untuk menunjukan responden lainnyya yg memiliki hobi yg sama. 14 12/5/2015 Perbandingan Rancangan Pencuplikan Bukan Acak Pencuplikan Deskripsi Kelebihan Kekurangan Kemudahan Pemilihan contoh yg aling sederhana & ekonomis Tdk memerlukan daftar populasi Bias, tidak dapt digunakan untuk menarik kesimpulan, tidak bisa digunakan untuk penelitian deskriptif & percobaan Penilaian Peneliti ahli memilih contoh untuk memenuhi tujuannya. Bermanfaat untuk tipe2 estimasi tertentu, contoh memastikan bahwa tujuan akan tercapai Bias, tidak dpt digunakan untuk menarik kesimpulan , subyektif Quota Populasi diklasifikasikan menurut kriteria tertentu, proporsi tiap kelas ditetapkan, anggota kelas dipilih Conth dapat dikendalikan untuk beberapa karakteristik Bias, tidak ada jaminan keterwakilan, tidak dpt untuk menarik kesimpulan Bola salju Responden awal dipilih scr acak, responden selanjutnya dipilih berdasarkan masukan responden sebelumnya Dapat memperkirakan populasi yg langka Bias, tidak dpt untuk menarik kesimpulan, waktu yg lama Perbedaan Teknik Pencuplikan Acak vs NonAcak Pertimbangan Teknik Pencuplikan Acak NonAcak Biaya Lebih mahal Lebih murah Akurasi Lebih tepat Kurang tepat Waktu Lebih lama Lebih cepat Penerimaan hasil Penerimaan universal Penerimaan masuk akal Kemampuan generalisasi Baik Jelek 15 12/5/2015 • Ada pertanyaan? Jika tidak ada kita bertemu pada pertemuan berikutnya. • Selamat belajar 16

Judul: Konsep Dasar Teknik Pengambilan Contoh

Oleh: Teguh Pribadi


Ikuti kami